cover
Contact Name
oktarina
Contact Email
oktarina@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agritrop-faperta@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
ISSN : 16932897     EISSN : 25020455     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGRITROP adalah publikasi ilmiah hasil penelitian ilmu-ilmu pertanian yang diterbitkan atau dikelola oleh dari Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember. Jurnal agritrop ini diterbitkan secara berkala tiap semester atau satu tahun dua kali terbit, yaitu pada Bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 416 Documents
Respon Pertumbuhan Sawi Pakcoy (Brassica rapa L.) Var. Astri Terhadap Dosis Kompos Daun Lamtoro, Kulit Pisang dan Cangkang Telur Kristi, Yosia; Widyawati, Nugraheni
AGRITROP Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i2.21086

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus menyebabkan penurunan kesuburan tanah dan terganggunya mikroorganisme dalam tanah. Solusi untuk meninimalkan dampak dari pemakaian pupuk anorganik salah satunya yaitu penggunaan pupuk kompos dari campuran bahan organik seperti daun lamtoro, kulit pisang, dan cangkang telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kompos daun lamtoro, kulit pisang, dan cangkang telur terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor dosis pupuk kompos daun lamtoro, kulit pisang, dan cangkang telur yaitu P1 (0 gram/ tanaman), P2 (20 gram/ tanaman), P3 (40 gram/ tanaman), P4 (60 gram/ tanaman), P5 (80 gram/ tanaman). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis kompos berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot akar basah, bobot akar kering, bobot tajuk basah, bobot tajuk kering, bobot brangkasan basah, dan bobot brangkasan kering, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap total klorofil. Perlakuan dosis kompos 80 gram/ tanaman memberikan hasil terbaik dalam memacu komponen pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy.
Pengaruh Perendaman Benih dengan Penambahan PGPR Asal Akar Bambu terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Cabai Rawit (Capsicum frustescens) Agustinur, Agustinur; Aini, Zahriatul; Jasmi, Jasmi; Junita, Dewi; Maulidia, Vina
AGRITROP Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i2.20081

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang terus mengalami peningkatan permintaan baik pada skala rumah tangga maupun industri. Seiring dengan peningkatan jumlah konsumsi tersebut, produksi cabai rawit yng berkualitas juga harus ditingkatkan. Untuk mengoptimalkan produksi cabai rawit, para petani juga membutuhkan benih yang bermutu. Salah satu teknik peningkatan mutu benih yang ditawarkan sebelum benih ditanam adalah dengan cara perendaman benih dengan penambahan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman benih cabai rawit dengan penambahan PGPR terhadap viabilitas dan vigor benih. Penelitian dilakukan dengan mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang  terdiri atas 5 perlakuan dan  3 ulangan disetiap perlakuanya. Faktor yang diteliti yaitu lama perendaman benih dengan penambahan PGPR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman benih cabai rawit pada larutan PGPR asal akar bambu berpengaruh sangat nyata terhadap keserempakan tumbuh, daya kecambah, kecepatan tumbuh dan vigor benih cabai rawit. Perlakuan perendaman terbaik dijumpai pada perlakukan P2 yaitu perendaman selama 5 jam
Peningkatan Ketahanan Bawang Merah Terhadap Penyakit Moler dengan Aplikasi Kultur Filtrat Trichoderma Pamekas, Tunjung; Herison, Catur; Herlinda, Puput
AGRITROP Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i2.18559

Abstract

Penyakit moler merupakan penyakit utama pada bawang merah yang telah ditemukan di semua sentra produksi bawang merah dengan intensitas serangan mencapai 30%.  Vaksinasi tanaman bawang merah dengan kultur filtrat Trichoderma     memberikan harapan dalam pengendalian penyakit moler.  Tujuan penelitian adalah mengevaluasi konsentrasi kultur filtrat Trichoderma terbaik dalam meningkatkan ketahanan bawang merah terhadap penyakit moler.  Penelitian disusun dalam RAL faktor tunggal konsentrasi kultur filtrat Trichoderma: 0, 10, 25, 50, 75, dan 100 ppm.  Tahapan penelitian adalah isolasi dan karakterisasi Fusarium dan Trichoderma, produksi kultur filtrat Trichoderma, perlakuan kultur filtrat Trichoderma, penanaman, dan pengamatan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kultur filtrat Trichoderma memberikan pengaruh yang sama pada variabel pertumbuhan bawang merah  dan variabel penyakit.  Namun, perlakuan konsentrasi kultur filtrat 75 ppm cenderung menghambat  intensitas serangan paling besar dan paling baik dalam memacu pembentukan senyawa asam salisilat pada tanaman bawang merah.
Studi Keanekaragaman Collembola Pada Enam Jenis Tipe Lahan Ritaqwin, Zaitun; Pratiwi, Vinny; Mutmainnah, Laily
AGRITROP Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i2.22235

Abstract

Collembola (Springtail) merupakan  mikroarthopoda tanah yang ditemukan hampir pada semua ekosistem. Collembola memiliki peran penting di dalam ekosistem sebagai perombak bahan organik, pemakan jamur, bioindikator perubahan keadaan tanah, serta menjaga keseimbangan ekosistem. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari kelimpahan dan keanekaragaman Collembola pada tipe penggunaan lahan yang berbeda, serta kaitannya dengan faktor lingkungan. Collembola dikumpulkan dari enam tipe penggunaan lahan yang berbeda, yaitu hutan primer, hutan sekunder, semak belukar tua, semak belukar muda, hutan paska bakar dan hutan karet yang dilakukan pada bulan Agustus 2017. Collembola diekstraksi dari sampel tanah menggunakan modifikasi Berlese Funnel Extractor. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 37 genus Collembola yang berasal dari 4 ordo dan 14 famili. Collembola yang ditemukan di seluruh area yang diamati, baik di tanah maupun di serasah memiliki kelimpahan dan keanekaragaman bervariasi, yaitu di tanah ditemukan 4 ordo, 9 famili, dan 12 genus dengan total rata-rata kelimpahan 603 individu m-2,  sedangkan di serasah didapatkan 4 ordo, 11 famili dan 20 genus dengan total rata-rata 944 individu m-2.  Isotomiella merupakan genus dengan angka kelimpahan tertinggi dibanding dengan genus yang lain. Berdasarkan hasil analisis korelasi, beberapa genus Collembola mempunyai hubungan positif dengan C/N rasio, C-organik, N-total dan kadar air.
Induksi Tunas Anggrek Dendrobium discolor dengan Penambahan Konsentrasi 2,4-D secara In vitro Hany, Iga Permata; Noli, Zozy Aneloi; Idris, M.
AGRITROP Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i2.21095

Abstract

Dendrobium discolor merupakan salah satu anggrek yang memiliki keunikan pada bentuk dan warna bunganya. Bunga yang melengkung ke arah dalam dengan warna kuning keemasan membuat anggrek ini semakin diminati. Kemampuan regenerasi anggrek secara umum sangat lambat jika dibiarkan pada kondisi alamiahnya. Propagasi melalui induksi tunas secara in vitro merupakan usaha perbanyakan yang paling tepat untuk memperbanyak anggrek ini. Penggunaan ZPT 2,4-D mampu menginduksi tunas dengan berperan pada pembelahan sel eksplan D. discolor. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh beberapa konsentrasi ZPT 2,4-D dan menemukan konsentrasi terbaik dalam menginduksi tunas anggrek D. discolor secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan beberapa konsentrasi 2,4-D: A (1 mg/L), B (2 mg/L), C (3 mg/L), dan D (4 mg/L). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua perlakuan penambahan 2,4-D dapat memberikan persentase eksplan hidup sebesar 100%. Waktu muncul tunas tercepat ditunjukkan oleh perlakuan 4 mg/L. Propagasi melalui induksi tunas secara in vitro dengan penambahan ZPT 2,4-D sebanyak 4 mg/L merupakan protokol perbanyakan yang optimum untuk anggrek D. discolor.
Kepadatan dan Keragaman Acari dan Collembola pada Budidaya Ubi Alabio (Dioscorea alata L.) di Rawa Lebak Mulyawan, Ronny; Nurlaila, Nurlaila; Sabil, Muhammad Adma; Ellya, Hikma; Apriani, Rila Rahma; Sari, Nukhak Nufita; Ismuhajaroh, Bhakti Nur; Abduh, Andin Muhammad
AGRITROP Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i2.20954

Abstract

Mesofauna seperti Acari dan Collembola memiliki peranan yang sangat penting di dalam tanah, yaitu sebagai organisme dekomposer bahan organik di dalam tanah. Oleh karena itu, mesofauna di dalam tanah dapat digunakan sebagai indikator kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan populasi dan keragaman jenis fauna tanah Acari dan Collembola pada budidaya ubi Alabio di lahan rawa lebak. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi deskriptif. Faktor yang diteliti adalah kepadatan populasi fauna tanah Acari dan Collembola  dan keragaman jenis fauna tanah Acari dan Collembola. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa genus Acari yang paling banyak ditemukan adalah Diapterobates sedangkan genus Collembola adalah Acrocyrtus. Nilai keragaman jenis Famili Acari paling tinggi yaitu Sarcoptiformes dan Famili Collembola adalah Isotomidae.

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 21, No 1 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 20, No 2 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 20, No 1 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 2 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 1 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 2 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian More Issue