Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Sejak Tanggal 9 Juli 2018 berdasarkan KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN RISET DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI NOMOR 21/E/KPT/2018 TENTANG PERINGKAT AKREDITASI JURNAL ILMIAH PERIODE I TAHUN 2018.
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 10, No 1 (2014)"
:
14 Documents
clear
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN INTENSITAS PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA MAHASISWI S1 FAKULTAS ILMU KESEHATAN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
Adam, Cindy Nofri;
Widyarini, Nurlaela
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1165.155 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v10i1.292
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada hubungan antara kontroldiri dengan intensitas premenstrual syndrome pada mahasiswi S1 Fakultas IlmuKesehatan di Universitas Muhammadiyah Jember. Penelitian ini melibatkan 114mahasiswi dengan karakteristik yaitu mahasiswi yang masih aktif kuliah diFakultas Ilmu Kesehatan di Universitas Muhammadiyah Jember. Teknikpengambilan sampel menggunakan teknik proportional sampling.Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala yaitu skalakontrol diri yang terdiri dari 18 item (α = 0,813) dan skala premenstrual syndromeyang terdiri dari 18 item (α = 0,756). Analisis data menggunakan korelasispearman rangking.Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara kontrol diri denganintensitas premenstrual syndrome ( ðð¥ð¦ = - 0,435, 0,000 < 0.05). Hal inimenunjukkan semakin rendah kontrol diri maka semakin tinggi intensitaspremenstrual syndrome. Berdasarkan prosentase tingkat kontrol diri menunjukkanbahwa 17,5% mahasiswi memiliki tingkat kontrol diri yang rendah, 68,4%memiliki kontrol diri yang sedang dan 14,0% memiliki kontrol diri yang tinggi.Sedangkan pada prosentase premenstrual syndrome menunjukkan bahwa 14,9%mahasiswi memiliki tingkat premenstrual syndrome yang rendah, 68,4% memilikitingkat yang sedang dan 16,7% memiliki premenstrual syndrome yang tinggi.
STEREOTIP KEPEMIMPINAN PUBLIK PEREMPUAN PADA DUNIA POLITIK
Rahmaningtiyas, Danik Eka;
Ervina, Iin
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1165.155 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v10i1.288
Stereotip adalah keyakinan seseorang atau kelompok tentang atributpribadi di kelompok sosial. Stereotip sebagai keyakinan mengikat kuat padakehidupan seseorang atau kelompok sebagai bagian dari realitas atau fenomenasosial yang dihadapi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan stereotipkepemimpinan publik perempuan di bidang politik, dan faktor-faktor internal daneksternal yang mempengaruhi stereotip tersebut. Penelitian ini menggunakandesain penelitian kualitatif, dengan metode wawancara semi-terstruktur danobservasi partisipan. Subjek sejumlah 4 (empat) orang didapatkan denganmempergunakan teknik purposive sampling.Penelitian ini menyimpulkan bahwa stereotip kepemimpinan publikperempuan di bidang politik tergantung pada peran seks (contoh: melahirkan,menyusui, merawat anak-anak dan suami, dll). Ada banyak faktor yangberkontribusi terhadap stereotip seperti faktor pengasuhan, nilai-nilai sosialbudaya, doktrin agama, dan pemahaman hukum positif tentang perempuan yangterjun dibidang politik.
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN KOMUNIKASI SUAMI DENGAN PERILAKU KEKERASAN TERHADAP ISTRI DI PERUMAHAN BUMI ESTE MUKTISARI JEMBER
Azizah, Galuh Yulita;
Rahmanawati, Festa Yumpi
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1165.155 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v10i1.293
Ketegangan atau konflik yang terjadi antara suami istri dalam rumahtangga seperti perselisihan pendapat, perdebatan, pertengkaran, saling mengejekatau bahkan memaki merupakan hal yang umum terjadi. Namun disadari ataupuntidak hal tersebut dapat menyinggung perasaan pasangan baik melalui sikapmaupun kata-katanya, dan bahkan istri merupakan ajang pelampiasan suami(Irmim, 2005). Pelampiasan suami terhadap istri seperti memukul, memakimerupakan salah satu contoh bentuk kekerasan dalam rumah tangga. Agarkekerasan terhadap istri bisa dihindari, salah satu caranya yaitu denganmeningkatkan kemampuan komunikasi suami terhadap istri sehingga tercapaikeluarga yang harmonis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuankomunikasi suami dengan perilaku kekerasan terhadap istri di Perumahan BumiEste Muktisari Jember. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional,populasinya diambil dari warga Perumahan Bumi Este Muktisari Jember RW VI.Teknik pengambilan sampelnya yaitu dengan random sampling yang berjumlah50 orang. Sedangkan analisa datanya menggunakan teknik analisa productmoment.Hasil analisa datanya diperoleh nilai r sebesar -0,450 dengan tarafsignifikansi 0,001 atau p<0,05 artinya ada hubungan yang sangat signifikan antarakemampuan komunikasi suami dengan perilaku kekerasan terhadap istri diperumahan bumi este muktisari jember. Hasil penelitian ini berkorelasi negatifartinya semakin tinggi kemampuan komunikasi suami maka semakin rendahperilaku kekerasan terhadap istri. Besarnya nilai sumbangan efektifnya yaitu Rsquared = 0,32, dengan demikian kemampuan komunikasi suami memberisumbangan efektif sebesar 32%.
HUBUNGAN ANTARA SELF REGULATION DENGAN NEGOTIATION SKILL SATUAN PENGENDALI MASSA (DALMAS) POLRI DALAM MENGHADAPI DEMONSTRASI DI SATUAN POLRES BONDOWOSO
Sampudeq, Dimas Suprayoga;
Rahmawati, Erna Ipak
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1165.155 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v10i1.289
Tugas Pengendali Massa (Dalmas) Polri adalah mengupayakanpengendalian massa pada saat demonstrasi sebagai upaya preventif. Salah satusikap preventif aparat Polri tersebut adalah keterampilan bernegosiasi denganmassa di lapangan. Diperlukan adanya kemampuan pemahaman yang tepattentang kondisi emosional massa yang sedang melakukan demonstrasi. Salah satufaktor yang mempengaruhi negotiation skill adalah self regulation.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self regulationdengan negotiation skill Dalmas Polri dalam demonstrasi. Sampel penelitianberjumlah 30 orang. Peneliti menggunakan skala self regulation (15 aitem, α =0,748) dan negotiation skillI (12 aitem, α = 0,767).Berdasarkan hasil analisis hipotesis menunjukkan bahwa tidak adahubungan antara self regulation dengan negotiation skill Dalmas Polri dalamdemonstrasi (r= 0,433, p > 0,05).
HUBUNGAN ANTARA IKLIM KESELAMATAN KERJA TERHADAP PERILAKU BERBAHAYA PADA KARYAWAN PRODUKSI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XI (PERSERO) PG. DJATIROTO
Widyastuti, Mega;
Aini, Siti Nur’
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1165.155 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v10i1.294
Iklim keselamatan kerja merupakan persepsi tentang komitmenmanajemen dan perilaku karyawan itu sendiri dalam melaksanakan usahakeselamatan kerja dan usaha pencegahan kecelakaan kerja di lingkungan kerja,perilaku berbahaya merupakan suatu kesalahan dan kelalaian manusia baik secaralangsung maupun tidak langsung yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaankerja.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklimkeselamatan kerja terhadap perilaku berbahaya pada karyawan produksi PT.Perkebunan Nusantara XI (Persero) PG.Djatiroto. Hipotesis penelitian ini adahubungan antara iklim keselamatan kerja terhadap perilaku berbahaya padakaryawan produksi PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero) PG. Djatiroto.Penelitian ini menggunakan teknik aksidental sampling. Jumlah populasidalam penelitian ini sebanyak 500 karyawan dan sampel pada penelitian inisebanyak 100 karyawan, populasi dan sampel yang digunakan adalah karyawanproduksi bagian instalasi dan karyawan bagian pengolahan PT. PerkebunanNusantara XI ( Persero ) PG. Djatiroto.Adapun cara pengumpulan data menggunakan skala iklim keselamatankerja dan skala perilaku berbahaya. Hasil analisa menunjukkan bahwa adahubungan antara iklim keselamatan kerja terhadap perilaku berbahaya padakaryawan produksi PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero) PG. Djatiroto (r = -0,525, p <0,05) pada taraf signifikansi 5%, semakin positif iklim keselamatankerja, maka semakin rendah tingkat perilaku berbahaya karyawan. Pengaruh iklimkeselamatan kerja terhadap perilaku berbahaya sebesar 27,6% dan 72,4%dipengaruhi oleh faktor lain, diantaranya meliputi tekanan emosi, kelelahan fisik,konflik kejiwaan yang laten, rendahnya kemampuan beradaptasi terhadaplingkungan, kepribadian, intelegensi dan motivasi, rendahnya keterampilansensoris dan motoris.
HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERTINTROVERT DENGAN KECENDERUNGAN POSTPARTUM BLUES PADA IBU PASCA MELAHIRKAN SECARA CESAR
Maharani, Nira Catur;
Handayani, Panca Kursistin
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1165.155 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v10i1.290
Pencapaian peran perempuan dewasa dalam penyesuaian untuk memulaipola hidup baru, dari seorang remaja menjadi dewasa dan kemudian berubahmenjadi seorang istri dan akhirnya menjadi seorang ibu dengan kehamilan,melahirkan, pasca persalinan akan menentukan bagi kebahagiaan mereka. Namun,jika ibu tidak merasa bahagia di kehamilan dan persalinan, dapat menyebabkankegagalan proses penyesuaian yang dapat beralih ke postpartum blues. Postpartumblues dapat pula dipengaruhi oleh karakteristik kepribadian ibu ataufaktor-faktor sosial maupun biologis.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tipekepribadian dan kecenderungan postpartum blues pada ibu pasca melahirkan.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan mempergunakan teknikinsidental sampling. Subjek penelitian ini adalah 35 ibu pada rentang pascamelahirkan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Srikandi, Jember.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi tipekepribadian dan kecenderungan post-partum blues berada pada tingkatsignifikansi 0,344 dan 5% dari 0,334. Nilai koefisien korelasi lebih besar daritingkat signifikansi 5% sehingga dapat dikatakan bahwa ada hubungan yangsignifikan antara dua variabel, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima.
MENGEMBANGKAN KEPEKAAN SCHOOL READINESS PADA GURU PAUD
Istiqomah, Istiqomah
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1165.155 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v10i1.291
Pola komunikasi antara guru dan siswa adalah pola komunikasi antarpribadi atau interpersonal communication. Hal ini sesuai dengan yangdiungkapkan oleh Pace bahwa âinterpersonal communication is communicationinvolving two or more people in a face to face settingâ. Jadi dalam settingpendidikan sekalipun, kemampuan komunikasi interpersonal menjadi sangatpenting untuk dapat dipahami dan dikuasai oleh mereka yang mempunyai profesiyang berhubungan dengan orang lain, misalnya seorang pendidik atau guru(Rozaq, 2012).Mencermati permasalahan diatas, penting untuk kemudian mendapatkangambaran pemahaman guru tentang kesiapan sekolah (school readiness).Berangkat dari gambaran pemahaman tersebut, kita dapat mengembangkanbentuk intervensi yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan pemahaman danketerampilan guru dalam mendampingi anak menjadi siap sekolah (schoolreadiness).Pelatihan ini bertujuan untuk: 1) Meningkatkan pemahaman guru tentangkesiapan sekolah (school rediness) pada siswa TK; 2) Meningkatkan komitmenguru untuk mengembangkan sekolah ramah anak. Kegiatan dilakukan dalambentuk Pelatihan Kesiapan Sekolah (School Readiness) bagi Guru TK ABA seKabupaten Jember. Pelatihan dilakukan dalam beberapa tahapan: 1) TahapEksplorasi Masalah; 2) Mengenal kesiapan masuk SD pada anak; 3) KomitmenSekolah Siap Anak.Pelatihan menghasilkan capaian berikut ini: 1) Guru terkendala dalammembangun komunikasi dengan orang tua. Komunikasi cenderung berlangsungsatu arah; 2) Guru memahami perlu adanya komunikasi yang sinergi antara guru,anak, dan orang tua; 3) berdasarkan pemahaman tentang komunikasi yangsinergis, guru membentuk forum komunikasi antara guru dan orang tua. Forum inididukung oleh kebijakan PDM mengenai sekolah siap anak pada TK ABA seKabupaten Jember.
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN INTENSITAS PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA MAHASISWI S1 FAKULTAS ILMU KESEHATAN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
Cindy Nofri Adam;
Nurlaela Widyarini
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v10i1.292
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada hubungan antara kontroldiri dengan intensitas premenstrual syndrome pada mahasiswi S1 Fakultas IlmuKesehatan di Universitas Muhammadiyah Jember. Penelitian ini melibatkan 114mahasiswi dengan karakteristik yaitu mahasiswi yang masih aktif kuliah diFakultas Ilmu Kesehatan di Universitas Muhammadiyah Jember. Teknikpengambilan sampel menggunakan teknik proportional sampling.Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala yaitu skalakontrol diri yang terdiri dari 18 item (α = 0,813) dan skala premenstrual syndromeyang terdiri dari 18 item (α = 0,756). Analisis data menggunakan korelasispearman rangking.Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara kontrol diri denganintensitas premenstrual syndrome ( ???????????? = - 0,435, 0,000 0.05). Hal inimenunjukkan semakin rendah kontrol diri maka semakin tinggi intensitaspremenstrual syndrome. Berdasarkan prosentase tingkat kontrol diri menunjukkanbahwa 17,5% mahasiswi memiliki tingkat kontrol diri yang rendah, 68,4%memiliki kontrol diri yang sedang dan 14,0% memiliki kontrol diri yang tinggi.Sedangkan pada prosentase premenstrual syndrome menunjukkan bahwa 14,9%mahasiswi memiliki tingkat premenstrual syndrome yang rendah, 68,4% memilikitingkat yang sedang dan 16,7% memiliki premenstrual syndrome yang tinggi.
STEREOTIP KEPEMIMPINAN PUBLIK PEREMPUAN PADA DUNIA POLITIK
Danik Eka Rahmaningtiyas;
Iin Ervina
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v10i1.288
Stereotip adalah keyakinan seseorang atau kelompok tentang atributpribadi di kelompok sosial. Stereotip sebagai keyakinan mengikat kuat padakehidupan seseorang atau kelompok sebagai bagian dari realitas atau fenomenasosial yang dihadapi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan stereotipkepemimpinan publik perempuan di bidang politik, dan faktor-faktor internal daneksternal yang mempengaruhi stereotip tersebut. Penelitian ini menggunakandesain penelitian kualitatif, dengan metode wawancara semi-terstruktur danobservasi partisipan. Subjek sejumlah 4 (empat) orang didapatkan denganmempergunakan teknik purposive sampling.Penelitian ini menyimpulkan bahwa stereotip kepemimpinan publikperempuan di bidang politik tergantung pada peran seks (contoh: melahirkan,menyusui, merawat anak-anak dan suami, dll). Ada banyak faktor yangberkontribusi terhadap stereotip seperti faktor pengasuhan, nilai-nilai sosialbudaya, doktrin agama, dan pemahaman hukum positif tentang perempuan yangterjun dibidang politik.
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN KOMUNIKASI SUAMI DENGAN PERILAKU KEKERASAN TERHADAP ISTRI DI PERUMAHAN BUMI ESTE MUKTISARI JEMBER
Galuh Yulita Azizah;
Festa Yumpi Rahmanawati
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v10i1.293
Ketegangan atau konflik yang terjadi antara suami istri dalam rumahtangga seperti perselisihan pendapat, perdebatan, pertengkaran, saling mengejekatau bahkan memaki merupakan hal yang umum terjadi. Namun disadari ataupuntidak hal tersebut dapat menyinggung perasaan pasangan baik melalui sikapmaupun kata-katanya, dan bahkan istri merupakan ajang pelampiasan suami(Irmim, 2005). Pelampiasan suami terhadap istri seperti memukul, memakimerupakan salah satu contoh bentuk kekerasan dalam rumah tangga. Agarkekerasan terhadap istri bisa dihindari, salah satu caranya yaitu denganmeningkatkan kemampuan komunikasi suami terhadap istri sehingga tercapaikeluarga yang harmonis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuankomunikasi suami dengan perilaku kekerasan terhadap istri di Perumahan BumiEste Muktisari Jember. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional,populasinya diambil dari warga Perumahan Bumi Este Muktisari Jember RW VI.Teknik pengambilan sampelnya yaitu dengan random sampling yang berjumlah50 orang. Sedangkan analisa datanya menggunakan teknik analisa productmoment.Hasil analisa datanya diperoleh nilai r sebesar -0,450 dengan tarafsignifikansi 0,001 atau p0,05 artinya ada hubungan yang sangat signifikan antarakemampuan komunikasi suami dengan perilaku kekerasan terhadap istri diperumahan bumi este muktisari jember. Hasil penelitian ini berkorelasi negatifartinya semakin tinggi kemampuan komunikasi suami maka semakin rendahperilaku kekerasan terhadap istri. Besarnya nilai sumbangan efektifnya yaitu Rsquared = 0,32, dengan demikian kemampuan komunikasi suami memberisumbangan efektif sebesar 32%.