Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PERSEPSI SISWA TENTANG FUNGSI BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH Halim, Eny Marlinda; Iin Ervina, Iin
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.63 KB) | DOI: 10.32528/ins.v10i2.296

Abstract

Bimbingan konseling (BK) di sekolah sangat penting bagi perkembangansiswa baik secara fisik maupun psikologis. Fungsi BK di sekolah ada 4 (emapat)yaitu fungsi pemahaman, fungsi pencegahan, fungsi pengentasan, serta fungsipemeliharaan dan pengembangan. Fungsi BK ini diterapkan dalam bentukprogram-program yang disesuaikan dengan spesifikasi dari 4 (empat) fungsi BKtersebut.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa tentangfungsi bimbingan konseling (BK) di sekolah. Penelitian ini mengambil populasikelas 1 SMA Negeri 3 Jember. Sampel dari penelitian ini 25% dari jumlahpopulasi yaitu 60 orang dengan menggunakan teknik purposive random sampling.Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan skala persepsi siswa tentangfungsi BK di sekolah.Berdasarkan analisis deskriptif dengan menggunakan bantuan SPSS 15.0For Windows menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (60.83%) memberikanpersepsi positif terhadap fungsi BK di sekolah dan fungsi BK yang dipersepsikanpositif adalah fungsi BK yang manfaatnya dapat dirasakan siswa secara langsungseperti fungsi pengentasan serta fungsi pemeliharaan dan pengembangan.Berdasarkan dari penelitian ini, sekolah dapat mengembangkan sosialisasifungsi BK dengan menggunakan media yang sesuai sehingga siswa dapatmemanfaatkan layanan BK dengan lebih optimal.
STEREOTIP KEPEMIMPINAN PUBLIK PEREMPUAN PADA DUNIA POLITIK Rahmaningtiyas, Danik Eka; Ervina, Iin
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.155 KB) | DOI: 10.32528/ins.v10i1.288

Abstract

Stereotip adalah keyakinan seseorang atau kelompok tentang atributpribadi di kelompok sosial. Stereotip sebagai keyakinan mengikat kuat padakehidupan seseorang atau kelompok sebagai bagian dari realitas atau fenomenasosial yang dihadapi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan stereotipkepemimpinan publik perempuan di bidang politik, dan faktor-faktor internal daneksternal yang mempengaruhi stereotip tersebut. Penelitian ini menggunakandesain penelitian kualitatif, dengan metode wawancara semi-terstruktur danobservasi partisipan. Subjek sejumlah 4 (empat) orang didapatkan denganmempergunakan teknik purposive sampling.Penelitian ini menyimpulkan bahwa stereotip kepemimpinan publikperempuan di bidang politik tergantung pada peran seks (contoh: melahirkan,menyusui, merawat anak-anak dan suami, dll). Ada banyak faktor yangberkontribusi terhadap stereotip seperti faktor pengasuhan, nilai-nilai sosialbudaya, doktrin agama, dan pemahaman hukum positif tentang perempuan yangterjun dibidang politik.
Harga Diri Istri Yang Mengalami Infertilitas Susanti, Senja; Ervina, Iin; Widyarini, Nurlaela
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 5, No 1 (2009): Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.103 KB) | DOI: 10.32528/ins.v5i1.1470

Abstract

Masalah infertilitas dapat terjadi baik pada suami maupun istri, namun istri menjadi pihak yang sering disalahkan karena adanya peran yang melekat sebagai ibu (motherhood) dari anak yang dilahirkannya. Masalah infertilitas juga menyebabkan individu mendapat tekanan-tekanan dari lingkungan sosial. Hal ini akan berpengaruh terhadap harga diri yang dimiliki.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran harga diri istri yang mengalami infertilitas. Terdapat empat orang istri yang menjadi sampel penelitian berdasarkan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat istri yang memiliki perasaa berharga dan kurang memiliki harga diri. Perbedaan harga diri istri yang mengalami infertilitas dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dapat berupa faktor fisik, tingkat intelegensi, dan faktor psikologis individu tersebut, sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi harga diri subjek antara lain perlakuan dari suami, keluarga, lingkungan sosial, serta kepuasan kerja dan tingkat pendidikan yang dimiliki. Selain itu harga diri subjek sangat menentukan strategi coping yang dipilih subjek dalam menghadapi infertilitas
PENGARUH REGULASI DIRI TERHADAP KEMATANGAN EMOSI PADA SISWA PROGRAM AKSELERASI DI SMA NEGERI 1 JEMBER. Al-Jufri, Fimas Maulana; Ervina, Iin
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.084 KB) | DOI: 10.32528/ins.v11i2.319

Abstract

Kematangan emosi pada siswa akselerasi dipengaruhi oleh banyak faktor,salah satunya adalah regulasi diri. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruhregulasi diri terhadap kematangan emosi pada siswa program akselerasi di SMANegeri 1 Jember.Skala regulasi diri (α = 0.865; rxy aitem = 0.061 – 0.718) dan skalakematangan emosi (α = 0.865; rxy aitem = 0.234 – 0.658). Sampel pada penelitianini berjumlah 36 sampel. Hasil uji linieritas dari kedua variabel dinyatakan linier(p < 0.05) dan data terdistribusi normal (p > 0.05).Berdasarkan analisis data yang dilakukan dengan menggunakan analisisregresi sederhana diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh variabel regulasi diriterhadap variabel kematangan emosi (F = 4.208, p < 0.05). Hal ini berartihipotesis penelitian dapat diterima (R = 0.332, p < 0.05) dan berdasarkan nilaisumbangan relatif (R2) menunjukkan bahwa regulasi diri memberikan kontribusisebesar 11.0% terhadap kematangan emosi.
PERBEDAAN KEMANDIRIAN REMAJA YANG TINGGAL DI PESANTREN DENGAN REMAJA YANG TINGGAL DI RUMAH Kamiliyah, Hikmatul; Ervina, Iin
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.889 KB) | DOI: 10.32528/ins.v11i1.304

Abstract

Tugas perkembangan remaja terdiri dari pencapaian peran sosial,menerima keadaan fisik dan mengenalinya, serta pencapain kemandirian. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui perbedaan kemandirian remaja yang tinggal dipesantren dengan remaja yang tinggal di rumah.Subjek penelitian yang yang digunakan berjumlah 186 pada santri PondokPesantren Darul Lugh Wal Karomah Kraksaan Probolinggo dan siswa MANUKraksaan Probolinggo. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatifdeskriptif, dengan meggunakan skala kemandirian, dan uji independen sampel ttes.Hasil t hitung sebesar -2,638 dan t tabel 1,960 taraf signifikasi 5%. Nilai thitung < t tabel artinya tidak ada perbedaan kemandirian remaja yang tinggal dipesantren dengan remaja yang tinggal di rumah. Peneliti juga menggunakankategori tingkatan kemandirian, pada remaja yang tinggal di Pesantren kategoritinggi sebesar 13,97%, kategori sedang 70,96%, kategori rendah sebesar 15,05%,pada remaja yang tinggal di Rumah kategori tinggi sebesar 19,89%, kategorisedang 66,66% , kategori rendah 13,44%.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN KEMANDIRIAN PADA PESERTA DIDIK DI SMPN 3 JEMBER Sari, Anggraeni Swastika; Ervina, Iin
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.957 KB) | DOI: 10.32528/ins.v9i2.280

Abstract

Mencontek sering dilakukan oleh peserta didik, apalagi dalam keadaanterdesak, yaitu saat ujian. Fenomena yang pernah terjadi adalah adanya pesertadidik yang melakukan contek massal saat UN. Kejadian ini merupakan salah satubentuk perilaku peserta didik yang mencerminkan ketidakmandirian dalam halakademik. Selain itu ada fenomena lain berkaitan dengan ketidakmandirian, yaitudalam perilaku sosial dan emosional yang terjadi di SMPN 3 Jember. Fenomenainilah yang membuat penelitian ini dilakukan.Metode penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif korelasi. Metodepengumpulan data menggunakan skala psikologi dengan model Thurstone yangmenggunakan rentangan angka 1 sampai 7. Populasi dan sampel penelitian adalahpeserta didik SMPN 3 Jember. Teknik pengambilan sampel menggunakanpurposive random sampling atau pengambilan data secara acak. Teknik analisisyang digunakan adalah analisis product moment .Berdasarkan hasil analisa diperoleh nilai korelasi rxy = 0.464 dengansignifikan = 0.000 yang menyatakan bahwa rxy= 0.464 < p = 0.05.Sehingga H1 diterima, maka dapat dikatakan ada korelasi yang signifikan antaraefikasi diri dan kemandirian, artinya bahwa ketika efikasi diri tinggi makatentunya peserta didik akan mandiri dalam melakukan tugas-tugasnya,sebaliknya ketika efikasi diri rendah maka peserta didik tidak mandiri dalammelakukan tugas-tugasnya.
Pengaruh Program Keaksaraan Fungsional Terhadap Peningkatan Angka Melek Aksara ( Literacy Rate) Ervina, Iin
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 5, No 1 (2009): Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.103 KB) | DOI: 10.32528/ins.v5i1.1475

Abstract

Memperoleh pendidikan merupakan hak asasi setiap manusia. Namun, tidak semua warganegara dapat memperoleh pendidikan DIKJAR 9 tahun yang dicanangkan  oleh  pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah melaksanakan program Pemberantasan Buta Aksara Keaksaraan Fungsional (PBA-KF) demi meningkatkan angka melek aksara (literacy rate). PBA KF dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung serta keterampilan dalam rangka meningkatkan mutu dan taraf hidup warga belajar. Penelitian yang dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober sampai dengan 20 Desember 2009 dengan menggunakan rancangan pra-eksperimental dan rancangan deskriptif dengan model dan pendekatan pembelajaran sebagai variabel bebas dan motivasi, prestasi belajar calistung, serta keterampilan warga belajar sebagai variabel terikat. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik classter random sampling didapatkan 3 kelompok belajar sebagai sampel penelitian, yaitu kelompok ILHAM 6, 10 dan 15. Pengumpulan data dilaksanakan melalui teknik tes, wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Hasil motivasi dan keterampilan warga belajar dianalisis secara deskriptif. Sedangkan hasil eksperimen yang menggunakan pre-test and post-test one  group design dianalisis menggunakan tes signifikansi dari ujian SUKMA I . Analisis uji t0,05 menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pre-test dan pos-test. Hasil uji t kelompok belajar ILHAM 6, 15 dan 10. berturut-turut sebesar 2,90; 2,58, dan 2,68 dengan t0,05 harga t = 2,26.
PERSEPSI SISWA TENTANG FUNGSI BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH Eny Marlinda Halim; Iin Iin Ervina
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ins.v10i2.296

Abstract

Bimbingan konseling (BK) di sekolah sangat penting bagi perkembangansiswa baik secara fisik maupun psikologis. Fungsi BK di sekolah ada 4 (emapat)yaitu fungsi pemahaman, fungsi pencegahan, fungsi pengentasan, serta fungsipemeliharaan dan pengembangan. Fungsi BK ini diterapkan dalam bentukprogram-program yang disesuaikan dengan spesifikasi dari 4 (empat) fungsi BKtersebut.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa tentangfungsi bimbingan konseling (BK) di sekolah. Penelitian ini mengambil populasikelas 1 SMA Negeri 3 Jember. Sampel dari penelitian ini 25% dari jumlahpopulasi yaitu 60 orang dengan menggunakan teknik purposive random sampling.Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan skala persepsi siswa tentangfungsi BK di sekolah.Berdasarkan analisis deskriptif dengan menggunakan bantuan SPSS 15.0For Windows menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (60.83%) memberikanpersepsi positif terhadap fungsi BK di sekolah dan fungsi BK yang dipersepsikanpositif adalah fungsi BK yang manfaatnya dapat dirasakan siswa secara langsungseperti fungsi pengentasan serta fungsi pemeliharaan dan pengembangan.Berdasarkan dari penelitian ini, sekolah dapat mengembangkan sosialisasifungsi BK dengan menggunakan media yang sesuai sehingga siswa dapatmemanfaatkan layanan BK dengan lebih optimal.
STEREOTIP KEPEMIMPINAN PUBLIK PEREMPUAN PADA DUNIA POLITIK Danik Eka Rahmaningtiyas; Iin Ervina
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ins.v10i1.288

Abstract

Stereotip adalah keyakinan seseorang atau kelompok tentang atributpribadi di kelompok sosial. Stereotip sebagai keyakinan mengikat kuat padakehidupan seseorang atau kelompok sebagai bagian dari realitas atau fenomenasosial yang dihadapi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan stereotipkepemimpinan publik perempuan di bidang politik, dan faktor-faktor internal daneksternal yang mempengaruhi stereotip tersebut. Penelitian ini menggunakandesain penelitian kualitatif, dengan metode wawancara semi-terstruktur danobservasi partisipan. Subjek sejumlah 4 (empat) orang didapatkan denganmempergunakan teknik purposive sampling.Penelitian ini menyimpulkan bahwa stereotip kepemimpinan publikperempuan di bidang politik tergantung pada peran seks (contoh: melahirkan,menyusui, merawat anak-anak dan suami, dll). Ada banyak faktor yangberkontribusi terhadap stereotip seperti faktor pengasuhan, nilai-nilai sosialbudaya, doktrin agama, dan pemahaman hukum positif tentang perempuan yangterjun dibidang politik.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN KEMANDIRIAN PADA PESERTA DIDIK DI SMPN 3 JEMBER Anggraeni Swastika Sari; Iin Ervina
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ins.v9i2.280

Abstract

Mencontek sering dilakukan oleh peserta didik, apalagi dalam keadaanterdesak, yaitu saat ujian. Fenomena yang pernah terjadi adalah adanya pesertadidik yang melakukan contek massal saat UN. Kejadian ini merupakan salah satubentuk perilaku peserta didik yang mencerminkan ketidakmandirian dalam halakademik. Selain itu ada fenomena lain berkaitan dengan ketidakmandirian, yaitudalam perilaku sosial dan emosional yang terjadi di SMPN 3 Jember. Fenomenainilah yang membuat penelitian ini dilakukan.Metode penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif korelasi. Metodepengumpulan data menggunakan skala psikologi dengan model Thurstone yangmenggunakan rentangan angka 1 sampai 7. Populasi dan sampel penelitian adalahpeserta didik SMPN 3 Jember. Teknik pengambilan sampel menggunakanpurposive random sampling atau pengambilan data secara acak. Teknik analisisyang digunakan adalah analisis product moment .Berdasarkan hasil analisa diperoleh nilai korelasi rxy = 0.464 dengansignifikan = 0.000 yang menyatakan bahwa rxy= 0.464 p = 0.05.Sehingga H1 diterima, maka dapat dikatakan ada korelasi yang signifikan antaraefikasi diri dan kemandirian, artinya bahwa ketika efikasi diri tinggi makatentunya peserta didik akan mandiri dalam melakukan tugas-tugasnya,sebaliknya ketika efikasi diri rendah maka peserta didik tidak mandiri dalammelakukan tugas-tugasnya.