Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Sejak Tanggal 9 Juli 2018 berdasarkan KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN RISET DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI NOMOR 21/E/KPT/2018 TENTANG PERINGKAT AKREDITASI JURNAL ILMIAH PERIODE I TAHUN 2018.
Articles
18 Documents
Search results for
, issue
"Vol 10, No 2 (2014)"
:
18 Documents
clear
PERSEPSI SISWA TENTANG FUNGSI BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH
Halim, Eny Marlinda;
Iin Ervina, Iin
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (954.63 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v10i2.296
Bimbingan konseling (BK) di sekolah sangat penting bagi perkembangansiswa baik secara fisik maupun psikologis. Fungsi BK di sekolah ada 4 (emapat)yaitu fungsi pemahaman, fungsi pencegahan, fungsi pengentasan, serta fungsipemeliharaan dan pengembangan. Fungsi BK ini diterapkan dalam bentukprogram-program yang disesuaikan dengan spesifikasi dari 4 (empat) fungsi BKtersebut.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa tentangfungsi bimbingan konseling (BK) di sekolah. Penelitian ini mengambil populasikelas 1 SMA Negeri 3 Jember. Sampel dari penelitian ini 25% dari jumlahpopulasi yaitu 60 orang dengan menggunakan teknik purposive random sampling.Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan skala persepsi siswa tentangfungsi BK di sekolah.Berdasarkan analisis deskriptif dengan menggunakan bantuan SPSS 15.0For Windows menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (60.83%) memberikanpersepsi positif terhadap fungsi BK di sekolah dan fungsi BK yang dipersepsikanpositif adalah fungsi BK yang manfaatnya dapat dirasakan siswa secara langsungseperti fungsi pengentasan serta fungsi pemeliharaan dan pengembangan.Berdasarkan dari penelitian ini, sekolah dapat mengembangkan sosialisasifungsi BK dengan menggunakan media yang sesuai sehingga siswa dapatmemanfaatkan layanan BK dengan lebih optimal.
PERBEDAAN PERSEPSI KUALITAS PELAYANAN DITINJAU DARI PENDONOR DARAH SUKARELA DAN PENDONOR DARAH PENGGANTI DI UNIT DONOR DARAH PALANG MERAH INDONESIA KABUPATEN JEMBER
Veramawati, Hevy;
’aini, Siti Nur
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (954.63 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v10i2.301
Persepsi kualitas pelayanan merupakan hasil interpretasi pendonor sukarelamaupun pendonor pengganti yang diberikan UDD PMI sebagai instansi kepadapendonor sebagai pelanggannya sesuai kebutuhan dengan harapan pendonormendapatkan pelayanan yang optimal dan memiliki motivasi serta ketertarikan untukmenjadi pendonor darah secara rutin dan terhimpun secara sukarela.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan persepsikualitas pelayanan antara pendonor darah sukarela maupun pendonor darah penggantidi Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Kabupaten Jember.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan menggunakanteknik incidental sampling dalam pengambilan sampel. Jumlah populasi dalampenelitian ini sebanyak 220 orang pendonor dan sampel penelitian ini sebanyak 134orang terdiri dari 67 pendonor darah sukarela dan 67 orang pendonor darah penggantiyang mendonorkan darahnya secara langsung di UDD PMI Kabupaten Jember.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala persepsi kualitaspelayanan, α = dengan menggunakan teknik analisa data yang digunakan adalahregresi sederhana.Hasil analisa menunjukkan bahwa ada perbedaan antara persepsi kualitaspelayanan pendonor darah sukarela dengan persepsi kualitas pelayanan pendonordarah pengganti, yang ditunjukkan dengan nilai t sebesar 4,576; p < 0,005. Persepsikualitas pelayanan direspon secara positif sebesar 20,9 % dan 25,4 % secara negatif,dan persepsi kualitas pelayanan pada pendonor pengganti direspon sebesar 23,9 %secara positif, dan 25,4 % secara negatif.
PENGARUH PEMBERIAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP PERILAKU MEMBOLOS PADA SISWA
Yuniarti, Riska;
Rahmawati, Erna Ipak
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (954.63 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v10i2.297
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian LayananBimbingan dan Konseling terhadap perilaku membolos pada siswa. Penelitian inimenggunakan rancangan penelitian kuantitatif. Total subjek yang digunakanberjumlah 94 siswa dengan pembagian 30 siswa digunakan sebagai subjek ujicobaaitem, berikutnya 64 orang yang berasal dari dua kelas yang berbeda digunakansebagai subjek penelitian yang sesungguhnya. Teknik pengambilan sampel yangdigunakan menggunakan teknik random samping. Hasil penelitian selanjutnyadianalisis menggunakan program SPSS (Statistical Package for Social Science) forWindows 16.0.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil korelasi -0,145yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pemberian Layanan Bimbingandan Konseling terhadap perilaku membolos pada siswa. Pengambilan keputusan inididasarkan pada probabilitas yang berbunyi: jika probabilitas > 0,05 (atau 0,01) makaH0 diterima dan jika probabilitas < 0,05 (atau 0,01) maka H0 ditolak. Dari hasiltersebut juga diperoleh sebuah kesimpulan bahwa terdapat beberapa faktor penyebabkenakalan remaja yang dalam hal ini perilaku membolos. Lingkungan keluarga,sekolah maupun lingungan sosial adalah tiga hal yang akan dapat memicu sekaligusmenekan tindak indisipliner yang dilakukan siswa.
HUBUNGAN ANTARA PHYSICAL SELF-CONCEPT DENGAN PERILAKU SEHAT PADA MAHASISWA
Rosanti, Dwi Agustina;
Rahmanawati, Festa Yumpi
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (954.63 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v10i2.302
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antaraphysical self-concept dengan perilaku sehat pada mahasiswa. Penelitian inimerupakan penelitian kuantitatif korelasional. Metode analisis yang digunakan adalahkorelasi Spearman untuk mengetahui hubungan antara variabel physical self-conceptdengan variabel perilaku sehat pada mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini adalahmahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Jember angkatan 2011dan 2012, Prodi Ekonomi Manajemen dan Ekonomi Akuntansi. Sampel penelitianadalah 90 mahasiswa, menggunakan rumus dari Slovin. Teknik penarikan sampelyang dipakai untuk masing-masing prodi dengan menggunakan teknik acak terlapis(stratified random sampling). Metode pengumpulan data dengan menggunakanangket yang dikembangkan oleh Osgood atau Differencial Semantic, baik untuk skalaphysical self-concept (20 aitem, r = 0,940) maupun skala perilaku sehat (19 aitem, r =0,873).Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubunganyang signifikan antara physical self-concept dengan perilaku sehat (rxy = 0,493, p <0,05). Hal ini berarti semakin mahasiswa mempunyai physical self-concept yangpositif, semakin tinggi pula perilaku sehat.
STRATEGI COPING STRES PADA LANJUT USIA BERJENIS KELAMIN PEREMPUAN DI UNIT PELAKSANA TEKNIS PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA JEMBER
Rahmah, Saila Dzirwati;
Istiaji, Erdi;
Rokhmah, Dewi
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (954.63 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v10i2.298
Penelitian Dortje pada Lansia yang tinggal di panti menunjukkan bahwa86,7% Lansia merasa terbuang dan 80% Lansia mengalami stres psikososial. Surveipendahuluan menyatakan bahwa Lansia perempuan lebih sering mengalami stresdibandingkan laki-laki. Stres adalah kondisi dimana seseorang dalam kondisi sangattertekan. Coping stres pada Lansia merupakan segala usaha Lansia untuk mengaturtuntutan lingkungan dan konflik yang muncul, mengurangi ketidaksesuaian ataukesenjangan persepsi antara tuntutan situasi yang menekan dengan kemampuanindividu dalam memenuhi tuntutan tersebut.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis strategi coping stres pada lanjut usiaberjenis kelamin perempuan di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Lanjut UsiaJember. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studikasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lansia di UPT PSLU Jember sebagianbesar mengalami stres yang disebabkan oleh lingkungan sosial, lingkungan fisik, danstres karena keluarga. Lingkungan sosial yaitu teman menjadi faktor penyebab stres.Penyebab stres yang berasal dari lingkungan fisik adalah sarana pra sarana yang tidaksesuai dengan kondisi Lansia, serta stres bersumber dari keluarga yang tidak maumenerima keberadaan sebagian besar Lansia. Informan utama lebih dominanmengatasi stres menggunakan strategi coping stres bentuk emotional focused copingdaripada bentuk problem focused coping karena perempuan lebih mengutamakanperasaan daripada logikanya.
PENGARUH HEALTH LOCUS OF CONTROL TERHADAP KEPATUHAN DIET PADA PENDERITA HIPERTENSI
Indriyati, Dwi Sisca;
Widyarini, Nurlaela
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (954.63 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v10i2.303
Kepatuhan terhadap diet pada pasien hipertensi sangatlah penting. Ketikapasien hipertensi memiliki kepatuhan yang rendah untuk melakukan diet dapatmenyebabkan komplikasi terhadap penyakitnya. Salah satu faktor yangmempengaruhi kepatuhan terhadap diet adalah locus of control kesehatan. Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh locus of control terhadapkepatuhan diet pasien hipertensi.Penelitian ini melibatkan 65 pasien hipertensi dengan usia 40-60 tahun.Teknik sampling dalam penelitian ini mempergunakan accidental sampling. Metodepengumpulan data pada penelitian menggunakan dua skala yaitu skala lokus kontrolkesehatan dan skala kepatuhan diet. Skala lokus control kesehatan dikembangkan dariWallstone dan Wallstone (1981), berisi 3 subskala: internal yang terdiri dari 6 item (α= 0.846), kesempatan terdiri dari 6 item (α = 0.662), kuat terdiri dari 6 item (α =0667) dan kepatuhan diet terdiri dari 14 item (α = 0.784).Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan hasil F = 51,927 dan p = 0,000(p <0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh lokus control kesehatan yangsignifikan dengan diet kepatuhan hipertensi. Efektivitas regresi lokus controlkesehatan berpengaruh sebesar 73,33% dari kepatuhan diet.
PEMETAAN PROBLEM-PROBLEM PSIKOLOGIS NARAPIDANA DI LAPAS KELAS IIA JEMBER
Handayani, Panca Kursistin;
Fitri, Mirna
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (954.63 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v10i2.299
Narapidana adalah manusia bermasalah yang dipisahkan dari masyarakatuntuk mendapat pembinaan agar dapat bermasyarakat dengan lebih baik.Kenyataannya tidak semua program penanganan tersebut mampu menjawabkebutuhan dan permasalahan yang dialami narapidana. Insidensi kerusuhan yangsedang marak terjadi di beberapa daerah di Nusantara menggambarkan bahwa sistemkoreksional perlu dibenahi. Setiap penanganan terhadap permasalahan, mestinyadidasari pada pemahaman yang tepat terhadap sumber penyebab dan situasi yangmelatarbelakangi, karena suatu intervensi apapun bentuknya tidak akan menjadisolusi bila tidak menjawab permasalahan. Untuk itu, perlu kiranya dibuat sebuahpemetaan problem atau problem profiling untuk mengetahui akar dari masalahperilaku narapidana.Tujuan penelitian ini adalah menemukan profil problem psikologis di LapasKelas IIA Jember dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Tiga skalapsikologis digunakan dalam pengumpulan data. Skala-skala ini hasil modifikasi dariskala Kecenderungan Depresi (BDI), Skala Kecemasan (TMAS), dan SkalaKecenderungan Bunuh Diri (SIBD). Jumlah subjek penelitian yang dilibatkan adalah80 orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat Kecemasan pada Narapidanaberada pada kategori sedang (46 orang = 57,5%), sementara sisanya berimbang antarakategori tinggi dan rendah; 2) Kecenderungan Depresi Narapidana berada padakategori sedang (39 orang = 48,75%), sementara sisanya berimbang antara kategoritinggi dan rendah; 3) Kecenderungan Bunuh Diri Narapidana berada pada tingkatsedang (55 orang = 68,75%), sementara sisanya berimbang antara kategori tinggi danrendah.Hasil ini diharapkan menjadi rujukan bagi Lapas dan pihak-pihak terkaituntuk menyusun program intervensi berbasis problem, terutama yang berkaitandengan program preventif dan kuratif dalam menangani ketiga problem psikologistersebut.
PERAN PARENTING BERBASIS MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN KESIAPAN SEKOLAH ANAK
Istiqomah, Istiqomah
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (954.63 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v10i2.295
Kesiapan sekolah pada anak membutuhkan adanya kesiapan pada tigakomponen, yaitu: 1) kesiapan anak; 2) kesiapan sekolah untuk anak-anak; dan 3)kesiapan keluarga dan lingkungan mereka. Komponen kesiapan pada keluargadan lingkungan secara potensial dapat dilakukan oleh keluarga khususnya sertaperan serta dari PAUD dan POSYANDU. Permasalahan yang ditemui di DusunSumber Ayem adalah: 1) proses komunikasi guru, kader, dan orang tua terkaitparenting belum dimasukkan dalam kegiatan, karena ketiadaan tenaga terlatih; 2)kader kesehatan dan guru PAUD belum terlatih dalam hal pengembanganketerampilan parenting maupun keterampilan untuk mendampingi, melatih, danberkomunikasi dengan orang tua terkait proses parenting untuk menyiapkan anakmatang secara sosio-emosional saat masuk sekolah; 3) belum ada wadahpengembangan pengetahuan dan keterampilan tentang parenting baik bagi orangtua, kader, maupun guru. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memfasilitasipembentukan program pengasuhan berbasis masyarakat. Tujuan dari pelatihanadalah: 1) tenaga kesehatan dan guru dilatih untuk membantu orang tua dalamproses pengasuhan; 2) sosialisasi bagi orang tua mengenai pemahaman tentangkesiapan sekolah anak; 3) tersedianya wadah di masyarakat yang mandiri dapatmengembangkan keterampilan orang tua. Metode yang digunakan adalahpelatihan bagi orang tua, guru, dan kader. Pelaksanaan pelatihan dilakukan dalambeberapa tahap dengan hasil sebagai berikut: 1) tersosialisasinya caraberkomunikasi yang efektif antara anak, orang tua, dan guru gunamengembangkan kesiapan sekolah pada anak; 2) tersusunnya programpembelajaran berbasis kesiapan sekolah pada PAUD; 3) terbentuk tiga kelompokkelas parenting di Posyandu.
ANALISIS FAKTOR KOMPETENSI DAN MOTIVASI KERJA DALAM MEMBENTUK SIKAP KERJA PROFESIONAL
Wibowo, Danan Satriyo
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v10i2.300
Keberadaan sumber daya manusia dalam organisasi memiliki posisi yangsangat vital. Keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas orang-orangyang bekerja di dalamnya. Seiring dengan persaingan yang semakin tajam karenaperubahan teknologi yang cepat dan lingkungan yang begitu drastis pada setiap aspekkehidupan manusia maka setiap organisasi membutuhkan sumber daya manusia yangmempunyai kompentensi agar dapat memberikan pelayanan yang prima dan bernilai.Dengan kata lain organisasi tidak hanya mampu memberikan pelayanan yangmemuaskan (customer satisfaction) tetapi juga berorientasi pada nilai (customervalue).Sumber daya manusia yang memiliki nilai tinggi adalah mereka yangberkompetensi dibidang kerjanya, memiliki skill dan keahlian yang menunjang dalammelaksanakan perkerjaannya. Disamping karyawan memiliki kompetensi,keberhasilan seorang karyawan juga di pengaruhi oleh motivasi dalam bekerja.Motivasi kerja menjadi peran penting dalam diri seorang karyawan, karena denganmemiliki motivasi kerja yang tinggi dan terukur seorang karyawan akan lebih mudahdalam mencapai tujuan dan memperoleh hasil kerja yang baik. Hal ini karena denganmemiliki motivasi, seorang karyawan akan merencanakan kinerjanya secara matangdan akan menunjukkan performa kinerja yang baik, selain itu dengan bekerja denganmotivasi dan berkompetensi seorang karyawan akan berupaya menunjukkan sikapkerja yang profesional.
PERSEPSI SISWA TENTANG FUNGSI BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH
Eny Marlinda Halim;
Iin Iin Ervina
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v10i2.296
Bimbingan konseling (BK) di sekolah sangat penting bagi perkembangansiswa baik secara fisik maupun psikologis. Fungsi BK di sekolah ada 4 (emapat)yaitu fungsi pemahaman, fungsi pencegahan, fungsi pengentasan, serta fungsipemeliharaan dan pengembangan. Fungsi BK ini diterapkan dalam bentukprogram-program yang disesuaikan dengan spesifikasi dari 4 (empat) fungsi BKtersebut.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa tentangfungsi bimbingan konseling (BK) di sekolah. Penelitian ini mengambil populasikelas 1 SMA Negeri 3 Jember. Sampel dari penelitian ini 25% dari jumlahpopulasi yaitu 60 orang dengan menggunakan teknik purposive random sampling.Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan skala persepsi siswa tentangfungsi BK di sekolah.Berdasarkan analisis deskriptif dengan menggunakan bantuan SPSS 15.0For Windows menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (60.83%) memberikanpersepsi positif terhadap fungsi BK di sekolah dan fungsi BK yang dipersepsikanpositif adalah fungsi BK yang manfaatnya dapat dirasakan siswa secara langsungseperti fungsi pengentasan serta fungsi pemeliharaan dan pengembangan.Berdasarkan dari penelitian ini, sekolah dapat mengembangkan sosialisasifungsi BK dengan menggunakan media yang sesuai sehingga siswa dapatmemanfaatkan layanan BK dengan lebih optimal.