Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Sejak Tanggal 9 Juli 2018 berdasarkan KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN RISET DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI NOMOR 21/E/KPT/2018 TENTANG PERINGKAT AKREDITASI JURNAL ILMIAH PERIODE I TAHUN 2018.
Articles
353 Documents
TINGKAT PEMAHAMAN DAN DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP LOYALITAS KADER TARBIYAH
Danan Satriyo Wibowo
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v9i1.277
Organisasi merupakan sarana untuk sekumpulan individu yang memilikikesamaan tujuan tertentu, karena organisasi merupakan salah satu kebutuhanmanusia untuk berinteraksi dengan sesamanya. Melalui berorganisasi setiapindividu dapat belajar untuk mengutamakan kepentingan organisasi (bersama)daripada kepentingan pribadinya, sehingga terbentuk suatu proses pembentukankarakter dari lingkungan organisasi yang dapat mempengaruhi keputusan dantindakan yang dilakukan oleh anggota suatu organisasi.Pemahaman bentuk organisasi dimaksudkan agar kader-kader dakwahmemiliki pengetahuan yang utuh tentang organisasi, meliputi: visi, misi,AD/ART, dan tujuan dari organisasi dakwah tarbiyah ini dibentuk. Pemahamangerakan organisasi dimaksudkan agar kader dakwah tarbiyah mengetahui danmemahami gerakan dakwah yang dilakukan. Pemahaman tujuan organisasi adalahagar kader dakwah tarbiyah memiliki pemahaman yang sama tentang tujuan yangingin dicapai organisasi dakwah tarbiyah ini dalam membangun pemahaman umatdan sebagai tempat belajar bagi masyarakat tentang pemahaman agama.Rhoades Eisenberg (2002) mengungkapkan bahwa, dukunganorganisasi juga berkaitan dengan persepsi anggota terhadap dukungan organisasi,mengenai sejauh mana organisasi menilai kontribusi mereka dan kepedulianorganisasi pada kesejahteraan mereka.Salah satu aspek penting dan fundamental dalam sebuah organisasiadalah loyalitas dan rasa kebersamaan dari semua komponen dalam organisasi.Loyalitas anggota memegang peranan krusial dalam jalannya organisasi. Tataaturan yang sempurna, program kerja yang brilian, tanpa disertai dengan loyalitaspara eksekutornya adalah hal yang sia-sia.Loyalitas yang terbentuk di kalangan kader dakwah tarbiyah diBondowoso telah dibina sejak dini, yaitu sejak mereka masih duduk di bangkusekolah SMA dan melalui kegiatan ta’lim mingguan. Mereka dengan sukarelamenunjukkan identitas organisasinya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalampendidikan, hubungan bermasyarakat, dan tidak jarang dalam hubungan keluargaatau pernikahan mereka cenderung memilih pasangan dari kelompoknya sendiriuntuk menjaga kesolidan pemahamannya.
Pengaruh Pengembangan Karier Terhadap Intensi Turnover di PT Benua Penta Global Medan
Achmad Irvan Dwi Putra;
Velentina Lie;
Shella Alvani
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 16, No 1 (2020): Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v16i1.2005
Every organization in general has a dependency on aspects of human resources. Organizations are required to obtain, develop, and maintain quality human resources in order to plan, do, and determine the realization of the goals of the organization. This study aims to determine the relationship between career development with turnover intentions. The hypothesis proposed in this study is that there is a negative relationship between career development and turnover intentions. The research subjects used in this study were employees of PT Benua Penta Global in Medan was 103 people selected by using total sampling. Analysis of the data used is to use Product Moment correlation through the help of SPSS 17 for Windows. The results of data analysis showed r = -0,299, and p = 0.002 (p 0.05) which shows that there is a negative relationship between career development and turnover intention. The results of this study indicate that the contribution (R2) given by career development variables to turnover intentions is 9 percent, while the remaining 91 percent is influenced by other factors.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN IPS DI SMPK MARIA FATIMA JEMBER
Vinsensius Andi Murdani;
Festa Yumpi Rahmanawati
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v11i1.311
Minat belajar siswa SMPK Maria Fatima Jember pada mata pelajaran IPSsangat menonjol dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswaterhadap mata pelajaran IPS di SMPK Maria Fatima Jember.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Populasipenelitian berjumlah 120 siswa. Penentuan sampel dengan teknik quota sampling.Jumlah sampel penelitian sebanyak 89 siswa. Teknik analisis mempergunakananalisis faktor model confirmatory. Rancangan skala terdiri dari 6 faktor yangdikembangkan oleh Rahayu (dalam Muhibbin, 2005) dan Chritine (dalam Painun2008).Hasil penelitian ini yaitu, nilai reliabilitas sebesar 0.923 (memenuhikriteria skala baik). Hasil analisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajarsiswa terhadap mata pelajaran IPS di SMPK Maria Fatima Jember, antara lain:faktor perasaan senang (35.229%), faktor perhatian lebih (11.894%), faktor caramengajar guru (6.400%), faktor karakter guru (5.904%), faktor suasana kelas(5.051%), faktor fasilitas belajar (4.271%).
Hubungan Antara Kepemimpinan Transformasional Dan Komitmen Organisasi Dengan Kinerja
Sugeng - Sriyanto
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 14, No 2 (2018): Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v14i2.1146
Abstrak Kinerja merupakan perilaku berupa prestasi kerja. Sebagai perilaku, kinerja dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Salah satu bentuk dari faktor eksternal adalah kepemimpinan transformasional. Adapun satu diantara faktor internal berupa komitmen organisasi. Adanya kedua faktor tersebut akan dapat memberikan efek terhadap kinerja karyawan secara lebih optimal. Tujuan penelitian ini, mengetahui hubungan antara kepemimpinan transformasional dan komitmen organisasi dengan kinerja. Subyek penelitian sejumlah 119 orang, jabatan minimal foreman, taraf pendidikan minimal SMA, dengan rentang usia 30-55 tahun.Hipotesis penelitian diuji dengan analisis regresi. Berdasarkan pelaksanaan penelitian didapatkan hasil, terdapat hubungan signifikan antara kepemimpinan transformasional dan komitmen organisasi dengan kinerja (R=0,695; F=54.129; p=0,000). Kepemimpinan transformasional memiliki hubungan signifikan dengan kinerja (r=0,603; dengan p=0,00) dan komitmen organisasi juga memiliki hubungan signifikan dengan kinerja (r=0,506; p=0,00). Hasil penelitian ini menunjukkan, terdapat hubungan antara kepemimpinan transformasional dan komitmen organisasi dengan kinerja. Kata kunci: kepemimpinan transformasional; komitmen organisasi; kinerja
Kesehatan Mental dan Strategi Koping Dalam Perspektif Budaya: Sebuah Studi Sosiodemografi di Kampung Aminweriri
Chintya M.G Manullang;
Yulius Yusak Ranimpi;
Rama Tulus Pilakoannu
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 16, No 1 (2020): Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v16i1.3167
Mental health is a state of a person who does not experience the feeling of guilt towards him/herself, have a realistic estimate, can receive a deficiency or weakness, the capability of facing the problems and have satisfaction and happiness in his/her life. The prevalence of severe psychiatric in Indonesia experienced a significant increase in the year 2013 only 1.7% to 7% in the year 2018. In mental health, cultural factors also play an important role. A person is said to be healthy or mentally ill depends on culture. There are two types of coping according to Lazarus and Folkmannamely problem focused coping (PFC) and emotion focus coping (EFC). In the PFC, the individual in dealing with the problem would be the logical thinking and trying to solve the problems of the positive. Whereas in the EFC, individuals assuage the emotions evoked by the stressor (source of stress) without trying to change the situation. Describe the mental health and cultural perspectives in coping strategy based on the profile of the sociodemographic community in Aminweri village. A qualitative approach to data collection techniques as well as phenomenology with structured interviews and documentation. Determination of the participant determined by purposive sampling technique. Obtained 3 huge themes: acquired memory, emotion regulation strategies and coping. Generally variable sociodemographic connectedness with a decline in memory, emotion regulation, shared the coping community Aminweri Village and there is the influence of the culture of Biak.
HUBUNGAN ANTARA PHYSICAL SELF-CONCEPT DENGAN PERILAKU SEHAT PADA MAHASISWA
Dwi Agustina Rosanti;
Festa Yumpi Rahmanawati
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v10i2.302
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antaraphysical self-concept dengan perilaku sehat pada mahasiswa. Penelitian inimerupakan penelitian kuantitatif korelasional. Metode analisis yang digunakan adalahkorelasi Spearman untuk mengetahui hubungan antara variabel physical self-conceptdengan variabel perilaku sehat pada mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini adalahmahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Jember angkatan 2011dan 2012, Prodi Ekonomi Manajemen dan Ekonomi Akuntansi. Sampel penelitianadalah 90 mahasiswa, menggunakan rumus dari Slovin. Teknik penarikan sampelyang dipakai untuk masing-masing prodi dengan menggunakan teknik acak terlapis(stratified random sampling). Metode pengumpulan data dengan menggunakanangket yang dikembangkan oleh Osgood atau Differencial Semantic, baik untuk skalaphysical self-concept (20 aitem, r = 0,940) maupun skala perilaku sehat (19 aitem, r =0,873).Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubunganyang signifikan antara physical self-concept dengan perilaku sehat (rxy = 0,493, p 0,05). Hal ini berarti semakin mahasiswa mempunyai physical self-concept yangpositif, semakin tinggi pula perilaku sehat.
Adiksi Smartphone Ditinjau dari Attachment Orang Tua – Remaja dan Regulasi Emosi
Renyep Proborini;
Sovi Septania
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 17, No 1 (2021): Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v17i1.3798
The problem of smartphone addiction which is increasing and has negative impacts cognitively, emotionally and socially, is the background that drives this research. This study aims to examine the effect of parent-adolescent emotional regulation and attachment on smartphone addiction. There are two independent variables, namely emotional regulation and parent-adolescent attachment and one dependent variable, namely smartphone addiction.The study was conducted at SMAN 16 Bandar Lampung, with a sample of 325 students. The sample was selected by the purposive sampling technique. The research method uses quantitative methods. Measurement of smartphone addiction using the SAI or Smartphone Addiction Inventory scale from Lin, attachment using the IPPA (Inventory of Parent and Peer Attachment) scale from Greenberg, and emotion regulation using the Emotion Regulation Questionnaire scale from Gross. There are three research hypotheses, namely (H1): there is an effect of parent-adolescent attachment on smartphone addiction. (H2) there is an effect of emotion regulation on smartphone addiction and (H3) there is an effect of parent-adolescent attachment and emotion regulation on smartphone addiction The results showed that parent-adolescent attachment had a relationship of – 0.231 with smartphone addiction, while emotion regulation was not proven to have a relationship. The two independent variables together have a relationship with smartphone addiction of 0.311 and the magnitude of the influence of 9.6% on smartphone addiction.
INDIGENOUS EMOTIONAL MATURITY REMAJA PANDHALUNGAN
Erna Ipak Rahmawati
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v13i1.581
Remaja yang masak secara emosi adalah mampu melakukan tindakan sesuai dengan kebutuhan dan menilai kesesuaian tindakannya dengan norma yang berlaku di masyaraka serta dapat memprediksikan akibat yang diambil dari tindakan tersebut, mampu bertingkah laku dengan penuh tanggung jawab, serta mampu mempertanggung jawabkan tingkah lakunya dalam berkomunikasi dengan orang lain, mampu melakukan penyesuaian emosi serta mampu memperkirakan tindakan apa yang akan diambil dalam suatu kegiatan atau permasalahan dalam lingkungan disekitarnya.Metode penelitian adalah deskriptif kuantitaif dangan menggunakan skala emotional maturity untuk mendapatkan data penelitian.Tehnik analisa yang digunakan dalam penelitian untuk bisa menggambarkan hasil penelitian adalah statistik deskribtif dengan menggunakan prosentase.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa secara keseluruhan remaja yang menjadi sampel penelitian matang secara emosi yaitu 145 remaja (60,42%) dari 240 populasi penelitian. Jika ditinjau dari suku terlihat bahwayang matang emosinya adalah suku madura 71.43% , suku Jawa 63.03%, dan suku Pandhalungan 55.71%. Ditinjau dari keberagaman suku di lingkungan terlihat dari pandhalungan 81.82% matang, Jawa 59.87% matang dan Madura 42.11% matang. Kata kunci : Indigenous emotional maturity
Efektivitas Terapi Yoga Ketawa Terhadap Tingkat Distres pada Mahasiswa Tahun Pertama di Kota Yogyakarta
Annisa Warastri;
Andhita Dyorita Khoiryasdien
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 14, No 2 (2018): Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v14i2.1407
Penelitian ini akan mengangkat fenomena mengenai stres yang dialami oleh mahasiswa tahun pertama di Kota Yogyakarta. Penyebab dari stres tersebut dari berbagai macam faktor diantaranya tuntutan yang berbeda dari lingkungan perguruan tinggi, jauh dari orang tua, tuntutan untuk mandiri, masalah keuangan dan lain-lain. Mahasiswa yang mengalami distres akan diberikan suatu intervensi yaitu Terapi Yoga Ketawa. Yoga Ketawa merupakan terapi gabungan antara yoga dan terapi ketawa yang diciptakan oleh seorang dokter India yang bernama Dr. Madan Kataria. Penelitian ini menggunakan metode kuasi – eksperimen. Desain yang digunakan adalah one group pre - posttest. Terapi Yoga Ketawa dilakukan sebanyak 6 kali pertemuan. Dari hasil penelitian diperoleh adanya peningkatan skor coping strategies dari pretest ke arah posttest, selain itu dari hasil uji hipotesis diperoleh angka signifikansi 0,000 yang menunjukkan bahwa Terapi Yoga Ketawa efektif untuk menurunkan tingkat distres pada subjek penelitian.
Pengaruh Work Family Conflict Terhadap Job Involvement Studi Pada Perawat dan Bidan RSU X Dalam Rangka Meningkatkan Performa Kerja
Mieke Prasetyo;
Maya Rosmayati Ardiwinata;
Nurul Yanuarti
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 15, No 2 (2019): Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v15i2.2402
Married nurses and midwives have double roles not only as an employee but also as a wife and a mother. Responsobilities on both roles have different characteristics. Their effort to fulfill each responsibility at the same time may cause conflicts. These work family confict may occur in some types, such as times based conflict, strain based conflict, and behavior based conflict. The consequences of the conflict occured will affect their jobs. The conflicts occured will affect nurses and midwives involvement in completion their assignments at hospital. Nurses and midwives who able to identify theirself on their job will result in their optimal work performance at hospital.The study aims to discover whether there is an effect of Work Family Conflict on Job Involvement on nurses and midwifes at RSU X. Data collection on work family conflict variable based on modified and validated instrument from S. Carlson et.al (2000), and for job involvement variable based on modified quetionnaire from Lodhal dan Kejner (1965). Participants of the study were 65 respondents with characteristics such as woman, merried, and have a child.Result of this study was work family conflicts, both in times based conflict, strain based conflict, and behavior based conflict, did not significantly effecting job involvement on nurses and midwives at RSU X. It showed that role conlicts on participants did not influence nurses and midwives involvement in completion of their assignments.