Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Jurnal Pengabdian Masyarakat is a publication of community service activities in the health sector. The public service journal is published every six months twice a year. Public service journal published by STIKES Pemkab Jombang. The publication of this journal aims to understand and evaluate community service activities as the implementation of research results, application of appropriate technology, dissemination of innovation, and development of community empowerment model. The written articles have not been published in public service journals either nationally or internationally.
Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 6 No. 2 (2020): JPM | September 2020"
:
13 Documents
clear
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PENCATATAN DAN PELAPORAN BERBASIS WEBSITE DI POSYANDU DESA TEGALTIRTO: Empowerment of Posyandu Regency in Website-Based Listing and Reporting at Posyandu Village Tegaltirto
Novi Indrayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2020): JPM | September 2020
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33023/jpm.v6i2.548
Penggunaan internet dan teknologi Informasi di Posyandu Kanthil, Kamboja dan Soka di Desa Tegaltirto belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal disebabkan karena pengetahuan dan sarana yang belum mencukupi. Kendala lain yang muncul terkait dengan sistem pencatatan, pelaporan dan pemantauan yang masih manual menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh kader dalam pelaksanaan kegiatan posyandu, karena data yang dapat dipantau hanya terbatas pada saat pelaksanaan posyandu dan data tersebut tidak lengkap. Pembuatan website Sistem Informasi Pelayanan Posyandu (SIPANDU) dilakukan dengan tujuan sebagai sarana untuk mempermudah pelaporan dan pemantauan bagi kader terkait pelayanan posyandu. Metode yang digunakan yaitu dengan memberikan edukai melalui pelatihan pengoperasian perangkat lunak dan perangkat keras. Evaluasi penggunaan perangkat lunak “Website SIPANDU” dilakukan setelah pelatihan selesai. Hasil yang didapatkan yaitu kader mampu mengoperasikan website SIPANDU dan 100% memiliki sikap yang positive dalam menerima inovasi untuk sistem pencatatan dan pelaporan berbasis website.
PEMBERDAYAAN PETUGAS KESEHATAN DAN KADER PUSKESMAS DALAM PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH TANGGA SEBAGAI KOMPOS: EMPOWERMENT OF HEALTH OFFICER AND HEALTH CENTER CADRE IN MANAGEMENT OF HOUSEHOLD WASTE AS COMPOST
Maksuk;
Lukman;
Intan Kumalasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2020): JPM | September 2020
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33023/jpm.v6i2.587
Petugas kesehatan dan kader puskesmas mempunyai peran penting dalam mengelola limbah rumah tangga di masyarakat, karena itu peningkatan keterampilan untuk mengelola limbah tersebut penting dilakukan agar limbah tersebut dapat dimanfaatkan dan menguntungkan. Metode pengelolaan limbah rumah tangga menggunakan konsep Pilah – Kumpul – Manfaat – Untung (PKMU) untuk mengurangi volume sampah rumah tangga dan menguntungkan masyarakat. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari petugas kesehatan, kader puskesmas dan masyarakat yang berasal dari di RT 14 dan RT 33. Target capaian dalam kegiatan ini adalah peningkatan kemampuan petugas kesehatan dan kader dalam mengelola limbah rumah tangga, pemanfaatan limbah rumah tangga untuk media penanaman tanaman obat, keluarga serta pembentukan kelompok kerja asuhan mandiri kegiatan batra di puskesmas dan pembentukan pengelola bank sampah. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kader dan masyarakat dapat memanfaatkan sampah rumah tangga sebagai membuat kompos. Selain itu limbah rumah tangga seperti plastik dapat dimanfaatkan kembali. Tindak lanjut dari kegiatan ini yaitu terbentuknya pengelola bank sampah di lokasi kegiatan.
LATIHAN RENTANG GERAK PADA PASIEN PASCA STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BONTOMARANNU KABUPATEN GOWA: Movement Flat Training on Post Stroke Patients in Bontomarannu Puskesmas Working Area Gowa District
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2020): JPM | September 2020
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33023/jpm.v6i2.592
Stroke is a condition of neurological changes caused by disruption in blood circulation to parts of the brain that experience hemiparese if the handling is not right can cause complications functional disorders, mobilization disorders, disruption of daily activities and disabilities that can not be cured. The purpose of this activity is an evaluation of the knowledge and skills to do post-stroke range of motion exercises conducted on January 29-30, 2020 using the lecture, question and answer method and simulation of post-stroke range of motion patients. The results showed that there was a significant effect after being given a Range of Motion with a value of sig <0.05. Conclusions Most post-stroke sufferers are able to carry out Range of Motion exercises. Suggestions are needed for the support or involvement of family members so that the implementation of the Range of Motion can be carried out continuously in patients after stroke
Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang Pedoman Umum Gizi Seimbang dengan Permainan Ular Tangga Gizi di SMP PGRI 1 Surakarta: Increasing Adolescent Knowledge About General Guidelines for Balanced Nutrition with the Snakes and Ladders Game of Nutrition in SMP PGRI 1 Surakarta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2020): JPM | September 2020
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33023/jpm.v6i2.593
Permasalahan gizi pada remaja akan menimbulkan dua masalah gizi yaitu gizi kurang dan gizi lebih. Masalah gizi pada remaja tersebut dapat dicegah dengan menggunakan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) dan penerapan PUGS dapat dimulai dengan pemahaman tentang pola hidup sehat yang didukung dengan menerapkan konsumsi makanan yang bergizi seimbang. Pendidikan gizi di lingkungan sekolah dapat memberikan dukungan yang positif terhadap pengetahuan, sikap dan tendakan remaja. Pendidikan mengenai gizi seimbang perlu disosialisasikan mengingat masih banyak remaja yang belum paham tentang gizi seimbang pada remaja di SMP PGRI 1 Surakarta berdasarkan studi pendahuluan. Peningkatan pengetahuan remaja akan gizi seimbang dapat dilakukan dengan memberikan edukasi. Edukasi yang efektif adalah dengan pendekatan metode ular tangga gizi yang merupakan alat permainan edukatif yang dapat mendorong minta remaja tentang gizi seimbang. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada remaja akan pentingnya konsumsi gizi seimbang untuk menunjang prose pertumbuhan pada masa remaja. Kegiatan yang dilakukan dengan proses penyuluhan dengan metode ulartangga gizi sehingga dapat meningkaatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran tentang konsumsi gizi seimbang.
KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN (KPSP) SEBAGAI PENILAIAN TUMBUH KEMBANG BALITA: PELATIHAN KADER DESA GIRIMAS: Pre-Screening Development Questionnaire As An Assessment Of Childhood Growth: Cadre Training In Girimas Village
Luh Ayu Purnami
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2020): JPM | September 2020
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33023/jpm.v6i2.602
Stimulasi tumbuh kembang menjadi satu hal yang penting.pelaksanaan deteksi dini tumbuh kembang dapat dibantu oleh kader kesehatan. Namun tampak kader kesehatan masih banyak yang belum memahami cara melakukan deteksi dini tumbuh dan kembang balita menggunakan KPSP, sehingga dalam proses posyandu tidak ada satupun balita yang dilakukan deteksi dini. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kepada kader untuk melakukan deteksi dini tumbuh kembang di desa girimas saat melakukan posyandu sehingga dapat mengetahui gangguan tumbuh kembang dan melakukan rujukan. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah dalam bentuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada mitra yaitu dalam hal ini kader kesehatan Desa Giri Mas. Kemudian melakukan diskusi dan praktik berupa pelatihan kader sehingga kader memahami penggunaan KPSP. Analisis keberhasilan pelaksanaan melihat peningkatan pengetahuan dan peningkatan penggunaan kuesioner skrining. Hasilnya ditemukan pengabdian ini dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Hasilnya menemukan bahwa kader kesehatan setelah diberikan pelatihan dapat menggunakan kuesioner skrining dengan baik dan dapat mengaplikasikannya dengan baik sehingga dapat menemukan keterlambatan tumbuh kembang dan proses rujukan dini. Kesimpulannya bahwa pelaksanaan pengabdian masyarakat ini sangat membantu peningkatan pengetahuan dan praktik kader dalam penggunaan kuesioner skrining untuk deteksi dini tumbuh kembang bayi dan balita.
SKRINING STUNTING DAN PERKEMBANGAN PADA ANAK PRA SEKOLAH DI TK PERTIWI SALEPPA MAJENE: STUNTING AND CHILDREN DEVELOPMENT SCREENING IN PRE SCHOOLS AT TK PERTIWI SALEPPA MAJENE
Eva Yuliani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2020): JPM | September 2020
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33023/jpm.v6i2.608
Toddlerhood is a period that is prone to experiencing problems of malnutrition, and development, it is because in infancy the body experiences relatively rapid growth and development compared to other periods. Screening for growth and development of pre-school children is an effort to improve the quality of children. The purpose of this activity is to identify the growth and development of pre-school children. The results of implementing TB / U growth screening (stunting) found the number of children who experienced stunting was 25 people (51%), and normal as many as 24 people (49%), while the developmental examination found 17 people (34.7%) experienced deviations, 11 people (22.4%) experienced doubtful developments and 21 people (42.9%) experienced appropriate developments. Conclusion: more stunting than children who are not stunting and more appropriate level of child development, but there are still children who experience developmental deviations.
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA MELALUI PENERAPAN POLA HIDUP SEHAT DI DUSUN WAGE DESA PURWOSARI KECAMATAN KWADUNGAN KABUPATEN NGAWI: Improving The Quality Of Life Through The Implementation Of A Healthy Life Pattern In Dusun Wage, Purwosari Village, Kecamatan Kwadungan, Ngawi District
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2020): JPM | September 2020
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33023/jpm.v6i2.609
Lanjut usia merupakan tahap akhir dari perkembangan hidup manusia. Pada tahap ini terjadi kemunduran dan penurunan fungsi fisik, psikologis, dan sosial. Perubahan tersebut berpengaruh terhadap kualitas hidup lansia. Lansia menjadi mandiri, produktif dan sehat jika ditunjang dengan kualitas hidup yang baik, hal ini juga akan menjadikan lansia tidak mudah sakit, serta mempercepat proses kesembuhan apabila pasien jatuh sakit. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah upaya peningkatan kualitas hidup lansia melalui penerapan pola hidup sehat. Populasi target pada pengabdian masyarakat ini adalah lansia serta kader lansia di dusun wage desa Purwosari sebanyak 100 orang. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini adalah melalui pemberdayaan lansia dan kader melalui pemeriksaan kesehatan, pendidikan kesehatan pada lansia serta pelatihan pada kader lansia. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat di dapatkan peningkatan tekanan darah sebanyak 42 lansia (42%) sedangkan untuk pemeriksaan asam urat dari 50 lansia yang melakukan pemeriksaan didapatkan 5 (5%) mengalami peningkatan, dan kadar glukosa darah sebanyak 8 (8%) lansia yang mengalami peningkatan. Hasil pendidikan kesehatan yang diberikan 75% pengetahuan lansia meningkat. Berdasar hal tersebut dapat disimpulkan bahwa upaya pemberdayaan masyarakat melaui pendidikan kesehatan pada lansia dan pekatihan pada kader efektif diterapkan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.
OPTIMALISASI KUALITAS BALITA MELALUI PELATIHAN TENTANG SDIDTK PADA KADER DAN PEMBINA PANTI ASUHAN KASIH: OPTIMIZATION OF TODDLERS' GROWHT AND DEVELOPMENT USING EDSGD TRAINING ON KADER AND CARE GIVER OF CHILDREN IN KASIH ORPHANAGE
Eufrasia Prinata Padeng
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2020): JPM | September 2020
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33023/jpm.v6i2.610
ABSTRAK Masa depan suatu bangsa tergantung pada keberhasilan anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Stimulasi yang tepat akan merangsang otak balita sehingga perkembangan kemampuan gerak, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian pada balita berlangsung optimal sesuai dengan umur anak. Deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang perlu dilakukan untuk dapat mendeteksi secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang balita termasuk menindaklanjuti setiap keluhan orang tua terhadap masalah tumbuh kembang anaknya. Stimulasi deteksi yang dilakukan di Posyandu masih belum lengkap, hanya penimbangan dan pengukuran tinggi badan, sehingga kader belum mampu melakukan deteksi dini secara komprehensif. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan kader serta penambahan ilmu tentang tumbuh kembang anak kepada orang tua asuh di Panti Asuhan. Sasaran pelatihan ini adalah Kader dan pembina panti asuhan. Hasil yang diharapkan adalah para kader dan pembina panti asuhan dapat melakukan Stimulasi Deteksi Dini dan Intervensi Tumbuh Kembang (SDIDTK) pada anak balita lebih khusus pada anak-anak di Panti Asuhan Kasih . Kata Kunci : Kader, Peyimpangan , Stimulasi Deteksi Dini dan Intervensi Tumbuh Kembang, THE OPTIMIZATION OF TODDLERS' GROWHT AND DEVELOPMENT USING EDSGD TRAINING ON KADER AND CARE GIVER OF CHILDREN IN KASIH ORPHANAGE ABSTRACT The bright future of a country depends on its effort to optimalize children growth and development by provided proper ways to stimulate children growht and development. The right stimulation will stimulate the brain and increase motorik, speech and language, social and autonomy of children based of age. There for the early detection to find out abnormality in children's growth and development is important especially to follow up abnormality that found by parents during child' growth and development. Unfortenetly early detection and stimulation conducted by posyandu as primmary health care for children only focuse on weight and height measurement and neglect another important aspect. Kader as social worker in Posyandu didnt provide comperenship early detection due to the lack of knowledge. The aim of this training is to educate and empower kader and care giver of Orphanage . The target of this training is Kader of Posyandu and the cafe ggiver of orphanage. The expected result is that Kader and care giver of orphanages can conduct Early Detection and Stimulation of Growth and Development (EDSGD) in todler to optimalize their growth and development. Keywords: Kader, abnormality, Early Detection and Stimulation of Growth and Development,
PENDAMPINGAN KADER POS PEMBINAAN TERPADU (POSBINDU) KELOMPOK BIMBINGAN IBADAH HAJI DAN UMROH: Administration Of Integrated Development Post Office (POSBINDU) Guidance Group For Hajj And Umrah Worship
Anggraini Dwi Kurnia;
Nur Melizza;
Nur Lailatul Masruroh;
Cici Indah Setyowati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2020): JPM | September 2020
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33023/jpm.v6i2.611
Kesehatan pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh juga menjadi perhatian bagi keperawatan komunitas. Kondisi Kesehatan akan sangat menunjang dalam memperlancar proses ibadah. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarkat ini adalah untuk meningkatan kesehatan jemaah melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader posbindu agar dapat melakukan pengontrolan kesehtan berkala melalui kegiatan posbindu. Pelatihan masyarakat dikemas dalam bentuk pelatihan kader posbindu dengan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi. Metode ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya, dapat membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan konkret, sehingga menghindari verbalisme (pemahaman secara kata-kata atau kalimat), peserta lebih mudah memahami apa yang dipelajari, proses pengajaran lebih menarik, dan peserta dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan dan mencoba melaukannya sendiri. Peserta yang telibat merupakan beberapa jama’ah dan pengurus sejumlah 12 orang yang terdiri dari 6 perempuan dan 6 laki-laki. Usia peserta antara 41-60 tahun, setelah diberikan ceramah dan demonstrasi tingkat pengetahuan peserta 100% dalam kategori baik. Hasil ini didapatkan melalui evaluasi tes yang dilaksanakan setelah rangkaian kegiatan pelatihan. Kegiatan pengabdian masyarakat efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta sebagai kader posbindu yaitu dengan memahami pengetahuan terkait penyakit umum, persiapan sebagai calon jemaah haji dan tindakan pemeriksaan dasar dalam kegiatan posbindu.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DALAM MENGHADAPI PROSES PERSALINAN YANG AMAN: Efforts To Improve The Knowledge Of Pregnant Women About The Dangers Of Pregnancy In Facing Safe Labor Processes
Ririn Handayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2020): JPM | September 2020
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33023/jpm.v6i2.615
Upaya penurunan AKI membutuhkan aksi pada beragam level. Selain posyandu, kelas ibu hamil juga dianggap sebagai kelas yang paling efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam mengenali risiko dan tanda bahaya selama masa kehamilan serta sebagai sarana penting untuk merubah sikap dan perilaku ibu hamil. Dengan adanya kelas ibu hamil ini diharapkan seluruh ibu hamil dapat memiliki kemampuan melakukan deteksi dini tanda bahaya kehamilan sehingga ibu hamil dapat dengan nyaman melakukan proses persalinan tanpa ada kekhawatiran terhadap proses persalinan yang dihadapi dan secara tidak langsung dapat menurunkan angka kematian ibu. Salah satu faktor resiko yang juga menyumbang tingginya angka kematian ibu adalah persalinan yang ditolong oleh dukun dan ibu hamil dengan resiko tinggi. Hasil wawancara dengan bidan penanggung jawab di Desa Suco didapatkan informasi bahwa dalam satu tahun terahir terdapat ibu hamil yang melahirkan didukun tanpa pengawasan oleh tenaga kesehatan atau bidan. Beberapa ibu cenderung menarik diri dari petugas kesehatan dikarenakan faktor sosial ekonomi dan ketidaktahuan dari ibu hamil tentang tanda bahaya pada kehamilan dan saat proses persalinan. Desa Suco ini merupakan desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Mumbulsari Kabupaten Jember. Kelas ibu hamil merupakan kelompok khusus ibu hamil yang rutin diselenggarakan di Desa Suco. Melalui kegiatan tersebut, peneliti ingin memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat khususnya ibu hamil tentang deteksi dini tanda bahaya dalam kehamilan dalam rangka persiapan proses persalinan yang aman dan sebagai upaya untuk menurunkan angka kematian ibu.