Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"vol 1, no 4 (2003)"
:
11 Documents
clear
APA ARTI HUBUNGAN MASYARAKAT
Suradi, Endang
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perbedaan ini diilustrasikan dengan menggambarkan setiap dasar yang rnebedakan para pengajar ahli dan praktisi humas dan pembangunan pemasaran selarna seminar di Universitas San Diego. Setelah debat pandang rnereka barn mendefinisikan arti darih urnas.PR adalah suatu proses manajemen untuk mencapai tujuan dan memeliara keserasian dan priiaku positif diantaranya kelompok social yang  mana suatu perusahaan bergantung pada permintaan yang terdapat dalam misi tersebut. Didasari untuk tanggung jawab untuk memelihara keramahan lingkugan untuk suatu perusahaan.
MENGENALI ARTI, FUNGSI DAN MANFAAT TELEMATIKA
Idris, Naswil;
Moerwanto, FB
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bahasan secara singkat Padat tentang Telematika ini dimaksudkan untuk mengenali arti, fungsi dan manfaatnya bagi masyarakat penggunanya. Disadari bahwa penggunaan sarana telematika yaitu untuk berkomunikasi, terkait dengan masalah-masalah ekonomi, social dan budaya.  Teknologi telematika selama beberapa dasawarsa ini telah berkembang amat pesat, sehingga mampu menyampaikan (men-transfer) sej:_:mlah besar informasi, dengan berbagai cara, yaitu dengan perantaraan suara, tulisan, gambar, data   atau kombinasi-kombinasinya.
REGULASI TERHADAP MEDIA MASSA Aturan-aturan yang mengikat perilaku media
Winarso, Bambang
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Reformasi  telah·  digulirkan dan  demokratisasi disegala bidang  termasuk bidang industri media     telah     d icanang k-an. Namun     sejauh      mana   kah pernaharnan  terhadap  regulasi baik  yang  mengikat  maupun yang  membebaskan  perilaku media   massa    telah   dipahami? Pertanyaan  ini  muncul  karena pada kenyataannya kita sarna- sama  melihat  dan  merasa  kan bahwa  seolah-olah  kebebasan pers  adalah   kebebasan  yang tiada   batas,  kebebasan  yang dapat  dilakukan  dalam hal  apa saja,  untuk   apa  saja,  dimana saja,   kapan   s aja  dan  dalam bentuk  apapun  juga
ANALISIS VISI DAN MISI FIKOM-UPDM (B)
Salampessy, ASB
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Visi  merupakan sebuah pernyataan khas yang mernbedak dengan perguruan tinggi lainnya,dan memberikan arah dan mewujudkan suatu kondisi internal yang  di ingin kan pada masa yang akan dating sebagai representasi dari filosofi UPDM (B). Karena itu visi merupakan tujuan jangka panjang yang dicita-citakan. Tujuan ini harus meliputi teknologi , produk dan pemasaran . Sementara itu misi merupakan sebuah pernyataan khas sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas manajerial untuk mencapai tujuan jangka pendek , menengah dan jangka panjang. Karena itu misi perlu diterjemahkan menjadi rencana kerja, jangka pendek, menengah, dan panjang yang menjelaskan tentang mekanisme kerja, teknologi,  produk akhir dan pengawasan. Misi sebagai pedoman untuk mengikuti arah yang jelas menuju tujuan jangka panjang.     maka  visi peril di analisis dan diterjemahkan agar dapat diukur setepat mungkin di dalam visi perlu di analisis dan di terjemahkan agar dapat diukur setepat mungkin. Di dalam visi FIKOM-UPDM (B), terkandung tiga pokok pikiran yang, kesejatan pensiunan(tunjangan hari tua )Asuransi dll,  yang mengacu kepada peraturan dan undang-undang yang  berlaku bagi sektor swasta,  bukan Pegawai Negeri Sipil dan Tentara Nasional      Indonesia  (PNS danTNI). Walaupun begitu pengaturan ini  tidak dapat diberlakukan secara absolut,karena kemampuan keuangan menjadi persyaratan yang sangat utama. Ketentuan jumlah jam kerja yang dibatasi usia masa bakt iperlu diperhatikan agar pemanfaatan potensi produktivitas setiap orang menjadi optimal dan tidak terjadi pembebanan yang tidak perlu bagi FIKOM UPDM (B).
ILMU JURNALISTIK MERUPAKAN SALAH SATU CABANG POHONILMU KOMUNIKSI
Wahjudi, JB
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Komunikasi sebagai proses sudah dilakukan oleh manusia sejak Tuhan Yang Maha Kuasa menciptakan manusia pertama dibumi (Adam), dans ejak itu pula,komunikasi sebagai proses sudah menjadi kebutuhan yang hakiki bagi manusia, meskipun sebagai ilmu, komunikasi baru diakui pada akhir Abad 19. Sejalan dengan berjalannya waktu dan perkembangan tek-rologi. Ibaratny asebatang pohon, "pohon" ilmu komunikasi mulai tumbuh dengan subur, karena memang Sangat diperlukan oleh umat manusia pohon ilmu komunikasi mulai bercabang. Berbagai cabang "pohon" ilmu kornunikasi, yang juga sebagai ilrnu murni (pure science), mulai bermunculan sebagai ilmu terpakai/terapan (applied sci- ence), seperti ilmu kehumasan, ilrnu periklanan, ilmu jurnalistik, ilmu publisitas, ilmu propa-ganda, ilmu perang urat syaraf, ilmu penerangan,_dan pada era inforrnasi sekarang ini muncul ilmu perang informasi.
MEMAHAMI HAK ANDA SEBAGAI KONSUMEN DARI SERBUAN IKLAN DITELEVISI
Wiryanto, Wiryanto
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Usia pertelevisian di Indonesia sudah cukup tua, padat ahun1962 lahir Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang dimiliki pemerintah. Tersebut dalam rangka peliputan pesta olah raga NegaraÂnegaraAsia (Asian Carnes) yang diselenggarakan diJakarta pada tahun1962. Sejak saat itu pula dunia periklanan di Indonesia mengalami perubahan dan perkembangan, sebelumnya iklan hanyak dikenal mclalui media luar ruang, surat kabar dan radio, kemudian menyusul iklan mclaluimedia televisi. Secara meluas iklan televise baru dimulai pada tahun 1976 di kota-kota besar. Di  pihak  lain banjirnya tayangan iklan dalam acaraÂacara TVRI mcmbuat pemirsa tidak nyarnan dalam nwnyaksikan acaraÂacara yang  disajikunnya,  karena selingan "siaran niaga terscbut. Kekhawatiran yang mcndasar adalah pengaruh iklan bagi perrursa TVRl, yakni mcndorong perilaku konsumerisme masyarakat.Â
KREDIBILITAS OPINION LEADER PEDESAAN
Sundoro, Panggih
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemajuan Teknologi komunikasi serta pertumbuhan pcnduduk mengakibat kan mobilitas semakin meningkat Daniel Lerner   dalam bukun nya The Passing Of Traditional Society menegaskan.meningkatnya mobilitas antarwilayah dalam masyarakat paling banyak ditunjang tersedianya fasilitas transportasi dan komunikasi yang memadai..Pada perkembangannya mobilitas antar wilayah geografis yang meningkat, ditunjang pula oleh komunikasi yang memadai sampai ke lingkungan pedesaan lnilah merupakan factor  yung menarik minat para pernilik modal untuk mclakukan usahan nya di wilayah- wilayah pedesaan.Pedesaan adalah strategis pandangan pcngusahapada umum nya dititik bcratkan pada potcnsi desa. Slrategi para pemilik modal untuk meperoleh tanah desa,dilakukan dengan mengkaitkan pandangan. Bahwa dalam realitas nya tnasyarakat desu penuh dengan ketidakmampuan, seperti asumsi-asumsi tentang masyarakat desa yang   dapat  dikendalikan melalui budaya material. Keanekaragaman nilai maupun status social akibat merebak nya industry di pedesaan berhubugan pula dengan peran dari pemuka pendapat (opinion leader)sebagai orang yang mempunyai kemampuan mcmpengaruhi perilaku orang lain (Rogers dan Lyme Svcnning dalam bukunya MODERNZATION AMONG PEASANT).Dalam hubungannya dengan komunikasi,para opinion leader atau pemuka pendapat dipedesaan pada umumnya bersifat polimorfik yang menguasai sejumlah isu unluk disebarluaskan kepada masyarakat. Antara pemuka pendapat dan masyarakat atau pengikutnya tidak terlalu banyak perbedaan dalam kemampuan hanya pada umumnya para pemuka pendapat lebih mudah menyesuaikan diri dengan masvarakat, lebih kompeten dan lebih tahu menjaga norma yang berlaku.Berdasarkan karakter tersebut, para pemuka pendapat mampu mengantisispasi dan beraksiÂ
ILMU JURNALISTIK MERUPAKAN SALAH SATU CABANG POHONILMU KOMUNIKSI
Wahjudi, JB
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/wacana.v1i4.216
Komunikasi sebagai proses sudah dilakukan oleh manusia sejak Tuhan Yang Maha Kuasa menciptakan manusia pertama dibumi (Adam), dans ejak itu pula,komunikasi sebagai proses sudah menjadi kebutuhan yang hakiki bagi manusia, meskipun sebagai ilmu, komunikasi baru diakui pada akhir Abad 19. Sejalan dengan berjalannya waktu dan perkembangan tek-rologi. Ibaratny asebatang pohon, "pohon" ilmu komunikasi mulai tumbuh dengan subur, karena memang Sangat diperlukan oleh umat manusia pohon ilmu komunikasi mulai bercabang. Berbagai cabang "pohon" ilmu kornunikasi, yang juga sebagai ilrnu murni (pure science), mulai bermunculan sebagai ilmu terpakai/terapan (applied sci- ence), seperti ilmu kehumasan, ilrnu periklanan, ilmu jurnalistik, ilmu publisitas, ilmu propa-ganda, ilmu perang urat syaraf, ilmu penerangan,_dan pada era inforrnasi sekarang ini muncul ilmu perang informasi.
MEMAHAMI HAK ANDA SEBAGAI KONSUMEN DARI SERBUAN IKLAN DITELEVISI
Wiryanto, Wiryanto
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/wacana.v1i4.221
Usia pertelevisian di Indonesia sudah cukup tua, padat ahun1962 lahir Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang dimiliki pemerintah. Tersebut dalam rangka peliputan pesta olah raga NegaranegaraAsia (Asian Carnes) yang diselenggarakan diJakarta pada tahun1962. Sejak saat itu pula dunia periklanan di Indonesia mengalami perubahan dan perkembangan, sebelumnya iklan hanyak dikenal mclalui media luar ruang, surat kabar dan radio, kemudian menyusul iklan mclaluimedia televisi. Secara meluas iklan televise baru dimulai pada tahun 1976 di kota-kota besar. Di pihak lain banjirnya tayangan iklan dalam acaraacara TVRI mcmbuat pemirsa tidak nyarnan dalam nwnyaksikan acaraacara yang disajikunnya, karena selingan "siaran niaga' terscbut. Kekhawatiran yang mcndasar adalah pengaruh iklan bagi perrursa TVRl, yakni mcndorong perilaku konsumerisme masyarakat.
KREDIBILITAS OPINION LEADER PEDESAAN
Sundoro, Panggih
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/wacana.v1i4.387
Kemajuan Teknologi komunikasi serta pertumbuhan pcnduduk mengakibat kan mobilitas semakin meningkat Daniel Lerner dalam bukun nya The Passing Of Traditional Society menegaskan.meningkatnya mobilitas antarwilayah dalam masyarakat paling banyak ditunjang tersedianya fasilitas transportasi dan komunikasi yang memadai..Pada perkembangannya mobilitas antar wilayah geografis yang meningkat, ditunjang pula oleh komunikasi yang memadai sampai ke lingkungan pedesaan lnilah merupakan factor yung menarik minat para pernilik modal untuk mclakukan usahan nya di wilayah- wilayah pedesaan.Pedesaan adalah strategis pandangan pcngusahapada umum nya dititik bcratkan pada potcnsi desa. Slrategi para pemilik modal untuk meperoleh tanah desa,dilakukan dengan mengkaitkan pandangan. Bahwa dalam realitas nya tnasyarakat desu penuh dengan ketidakmampuan, seperti asumsi-asumsi tentang masyarakat desa yang dapat dikendalikan melalui budaya material. Keanekaragaman nilai maupun status social akibat merebak nya industry di pedesaan berhubugan pula dengan peran dari pemuka pendapat (opinion leader)sebagai orang yang mempunyai kemampuan mcmpengaruhi perilaku orang lain (Rogers dan Lyme Svcnning dalam bukunya MODERNZATION AMONG PEASANT).Dalam hubungannya dengan komunikasi,para opinion leader atau pemuka pendapat dipedesaan pada umumnya bersifat polimorfik yang menguasai sejumlah isu unluk disebarluaskan kepada masyarakat. Antara pemuka pendapat dan masyarakat atau pengikutnya tidak terlalu banyak perbedaan dalam kemampuan hanya pada umumnya para pemuka pendapat lebih mudah menyesuaikan diri dengan masvarakat, lebih kompeten dan lebih tahu menjaga norma yang berlaku.Berdasarkan karakter tersebut, para pemuka pendapat mampu mengantisispasi dan beraksi