Articles
168 Documents
FAKTOR SOSIAL, PRIBADI, DAN PSIKOLOGIS YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN MINUMAN KOPI DI KAMPOENG KOPI BANARAN
Wahyu Tri Utama;
Yuliawati Yuliawati
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 8, No 2 (2020): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.977 KB)
|
DOI: 10.30598/agrilan.v8i2.970
Semakin banyaknya kafe yang menjual minuman kopi membuat pelaku usaha harus melakukan berbagai macam cara untuk mempertahankan konsumen agar tidak beralih ke kafe lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologis terhadap keputusan pembelian minuman kopi di Kampoeng Kopi Banaran. Variabel independen meliputi faktor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologis serta variabel dependen yaitu perilaku konsumen dalam keputusan pembelian. Metode pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan teknik yang digunakan adalah convenience sampling dengan jumlah sampel yang ditetapkan adalah 50 responden. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden yang meminum minuman kopi dan data sekunder diperoleh dari studi literatur pada buku, internet, skripsi dan jurnal. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda diolah dengan Sofware EViews 9.0. Hasil penelitian menunjukan dari ketiga variabel independen terdapat dua faktor yang berpengaruh terhadap perilaku konsumen dalam keputusan pembelian yaitu faktor pribadi dan faktor psikologis. Faktor pribadi merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi keputusan pembelian minuman kopi di Kampoeng Kopi Banaran.
EVALUASI PROGRAM REHABILITASI AREAL TANAMAN PALA (Myristica fragrans) DI NEGERI HUTUMURI KECAMATAN LEITIMUR SELATAN KOTA AMBON
Jimmy A Hatusupy;
Marcus J Pattinama;
Stephen F W Thenu
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 8, No 2 (2020): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (172.231 KB)
|
DOI: 10.30598/agrilan.v8i2.976
Perluasan areal dan rehabilitasi tanaman perkebunan merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk usaha peningkatan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak rehabilitasi dan penguasaan penerapan teknologi penanganan tanaman pala terhadap pendapatan petani pala di Negeri Hutumuri. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa wawancara, observasi,dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden tanaman pala yang mendapatkan bantuan dari pemerintah. Data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui evaluasi program rehabilitasi areal tanaman pala dengan merujuk pada konsep relevansi, efektifitas, efisiensi, dampak dan keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program rehabilitasi areal tanaman Pala (myristica fragrans) sangat membantu masyarakat dalam pengelolaan tanaman perkebunan pala yang berkelanjutan sehingga masyarakat bisa mendapatkan kesejahteraan.
PERBANDINGAN KELOMPOK TANI DI KOTA AMBON (STUDI KASUS KELOMPOK TANI GUNUNG NONA NEGERI AMAHUSU DAN NEGERI TAWIRI)
Paulus L A Tanasale;
August E Pattiselanno;
Wardis Girsang
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 8, No 2 (2020): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (182.214 KB)
|
DOI: 10.30598/agrilan.v8i2.972
Kelompok tani penting bagi pengembangan usahatani yang dilakukan dengan bimbingan penyuluh serta dukungan instansi pemerintah. Keberadaan kelompok tani yang berbeda lokasi, mengarahkan perkembangan kelompok yang berbeda pula. Perbedaan tersebut diduga menyebabkan adanya perbedaan modal sosial yang dimiliki masing-masing kelompok tani. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kondisi karakterisitik responden dan modal sosial antara kelompok tani beranggotakan masyarakat lokal, dengan kelompok tani yang beranggotakan penduduk pendatang. Penelitian ini dilakukan pada Kelompok Tani Gunung Nona dan Kelompok Tani Negeri Tawiri, dengan jumlah sampel anggota kelompok tani sebanyak 43 petani sebagai anggota kelompok tani yang aktif di kedua kelompok tani. Analisis data dilakukan menggunakan tabulasi sederhana serta dukungan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan dalam luas lahan, pengalaman berusahatani tani, tingkat pendidikan, dan pendapatan yang menyebabkan respon yang berbeda terhadap proses pelaksanaan kegiatan kelompok.
RESILIENSI NAFKAH PETANI DI NEGERI LATUHALAT KECAMATAN NUSANIWE KOTA AMBON
Nova M Andini;
August E Pattiselanno;
Raehana Kaplale
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 8, No 2 (2020): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.763 KB)
|
DOI: 10.30598/agrilan.v8i2.963
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiliensi nafkah petani di Negeri Latuhalat dan mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi resiliensi nafkah petani di Negeri Latuhalat. Pengambilan sampel dilakukan secara sengaja dengan mengambil sampel sebanyak 52 responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan tabulasi sederhana dan tabulasi silang untuk menganalisis resiliensi nafkah petani dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan petani di Negeri Latuhalat melakukan strategi nafkah on-farm sebanyak 21,2 persen, strategi nafkah on-farm dan non-farm atau on-farm dan off-farm sebanyak 70,8 persen, strategi nafkah on-farm, non-farm, dan off-farm sebanyak 8 persen. Secara umum, petani di Negeri Latuhalat memiliki strategi nafkah lebih dari satu aktivitas. Tingkat resiliensi nafkah sebagian besar petani responden berada pada kategori sedang (70,8 %). Faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi nafkah petani di Negeri Latuhalat adalah umur, tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga dan luas lahan.
PEMBERDAYAAN PETANI DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI PADI SAWAH (Oryza sativa) DI DESA SAVANA JAYA
Nifiati J Kaledupa;
Marcus J Pattinama;
Marfin Lawalata
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 8, No 2 (2020): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.66 KB)
|
DOI: 10.30598/agrilan.v8i2.974
Peningkatan produksi dan peningkatan kapasitas petani di Desa Savana Jaya perlu diberdayakan dengan menggunakan pendekatan 7 indikator berdasarkan UU No. 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan Pemberdayaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui program pemberdayaan petani padi sawah dalam upaya peningkatan produksi. Sampel yang diambil berjumlah 75 petani. Pengambilan data dilakukan dengan mengunakan kuesioner dan wawancara langsung dengan petani. Alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan yang dilakukan oleh kelompok tani di Desa Savana Jaya berupa penyuluhan dari PPL atau instansi pertanian yang ada di Maluku. Penyuluhan ini memberikan informasi tentang usahatani padi sawah dalam upaya pencapaian pemberdayaan petani dalam rangka peningkatan produktivitas padi sawah melalui indikator pelatihan dan pendampingan.
STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS BIJI PALA DI AMBON
Dumatubun, Edward S;
Pattinama, Marcus J;
Timisela, Natelda R
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 8, No 2 (2020): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (215.968 KB)
|
DOI: 10.30598/agrilan.v8i2.1046
Pala merupakan salah satu komoditas unggulan di Kota Ambon. Sebagai rempah asli Maluku, Pala diusahakan dalam sistem Dusung yang merupakan warisan turun-temurun. Pemasaran merupakan salah satu persoalan yang menghambat pengembangan komoditas Pala di Kota Ambon. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengembangan komoditas Pala di Kota Ambon. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT untuk menyusun strategi dan kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif strategi yang perlu dibangun yaitu, peningkatan sarana dan prasarana penunjang terkait mutu dan pemasaran komoditi eksport biji Pala, perluasan areal pertanian, peningkatan standart mutu komoditi eksport biji Pala, penataan kelembagaan petani, pemberdayaan lembaga keuangan dan permodalan, peningkatan kualitas sumberdaya manusia, dan teknologi melalui pelatihan-pelatihan, pembangunan pusat informasi rempah termasuk di dalamnya komoditi Pala, serta perbaikan kebijakan dan kelembagaan, khususnya pembuatan regulasi dan peraturan daerah yang mendukung tata niaga komoditi eksport biji Pala.
TERPAAN MEDIA MASSA PETANI MINYAK KAYU PUTIH DI DUSUN TIRTA MANDIRI, KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT, PROVINSI MALUKU
Paulus M Puttileihalat
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 8, No 2 (2020): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (168.141 KB)
|
DOI: 10.30598/agrilan.v8i2.968
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keterdedahan petani kayu putih terhadap media massa. Penelitian ini dilakukan di Dusun Tirta Mandiri, Kabupaten Seram Bagian Barat, Propinsi Maluku. Populasi dalam penelitian ini adalah petani di Dusun Tirta Mandiri sebanyak 35 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Data primer diperoleh dari observasi serta penyebaran kusioner, dan data sekunder melalui instansi terkait. Analisa data menggunakan pendekatan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur, pendidikan, dan kosmopolitan berada pada kategori rendah yang menunjukkan bahwa petani dalam melakukan kegiatan usahatani tidak melihat pada status, namun yang terpenting adalah diberikan kemampuan untuk bekerja berdasarkan pengalaman untuk dapat memenuhi kebutuhan pokok. Petani lebih banyak terdedah dengan buku bacaan karena banyak mendapatkan informasi tentang usaha minyak kayu putih.
ANALISIS MANAJEMEN PERSEDIAAN PALA PADA CV. MAENUSU SPICE KOTA AMBON
Asmini F Khairuddin;
Leunard O Kakisina;
Raja M Sari
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 9, No 1 (2021): AGRILAN : JURNAL AGRIBISNIS KEPULAUAN
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/agrilan.v9i1.1025
Peranan sektor petanian di Indonesia sangat penting dalam perekonomian, terutama subsektor perkebunan. Salah satu subsektor perkebunan yang potensial dikembangkan di Maluku adalah tanaman pala. Berdasarkan data rata-rata produksi pala Indonesia, Maluku merupakan salah satu sentra produksi pala terbesar. Saat ini luas areal tanaman Pala di Maluku sebesar 32.797 ha dengan produksi sebanyak 5.859 ton. Hasil produksi pala Maluku dapat menjadi peluang usaha baik lokal maupun antar negara karena permintaannya setiap tahun terus meningkat. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan para pelaku usaha untuk mengembangkan jaringan pemasaran pala secara luas. Di Maluku terdapat beberapa pelaku usaha maupun perusahaan yang bergerak dalam pemasaran pala, salah satu diantaranya adalah CV. Maenusu Spices. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari manajemen persediaan CV. Maenusu Spices dengan Metode EOQ. Penelitian ini menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Data yang digunakan adalah data primer berupa hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya persediaan yang dikeluarkan perusahaan dalam satu tahun adalah Rp. 52.005.707, sedangkan dengan menggunakan metode EOQ biaya persediaan adalah sebesar Rp. 8.228.930,74. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dapat melakukan penghematan sebesar Rp. 43.776.776,3 bila menerapkan metode EOQ. Penggunaan metode EOQ pada perusahaan akan lebih efektif dan efisien dalam hal pengendalian persediaan bahan baku jika dibandingkan dengan kebijakan yang selama ini digunakan oleh CV. Maenusu Spice.
FUNGSI DAN PERAN DUSUNG SEBAGAI RESILIENSI MASYARAKAT (STUDI KASUS DI NEGERI HUTUMURI, KECAMATAN LEITIMUR SELATAN
Cotje H Maalalu;
Marcus J Pattinama;
Junianita F Sopamena
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 8, No 3 (2020): AGRILAN : JURNAL AGRIBISNIS KEPULAUAN
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/agrilan.v8i3.973
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan peran Dusung sebagai resiliensi masyarakat, khususnya bagi masyarakat Negeri Hutumuri. Resiliensi memiliki dua faktor utama yaitu Faktor Sosial dan Faktor Ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa Dusung merupakan suatu kebutuhan yang menjadi tolak ukur bagi setiap rumahtangga, dimana keberlangsungan masa depan rumahtangga tersebut bergantung pada kemampuan mereka mempertahankan keberadaan sistem Dusung yang ada.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL POLA TANAM DAN KEMITRAAN USAHA PETANI KAKAO (Theobroma cacao L.) DI KABUPATEN MADIUN
Haq, Arsyadani Sabilal;
Setiawan, Budi;
Suhartini, Suhartini
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 9, No 1 (2021): AGRILAN : JURNAL AGRIBISNIS KEPULAUAN
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/agrilan.v9i1.1120
Perkebunan kakao di Indonesia sebagian besar diusahakan oleh perkebunan rakyat. Terdapat beberapa pola tanam yang diusahakan petani dengan menggabungkan kakao dengan tanaman perkebunan lain. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Madiun, sebagai salah satu penghasil kakao dan pemasok ekspor kakao dari Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha tani dari beberapa pola tanam kakao yang telah dibudidayakan masyarakat sejak lama sebagai dasar untuk pengembangan kakao lebih lanjut di Kab Madiun, serta menganalisis kemitraan yang terjalin antara petani kakao dengan perusahaan mitra yakni Gapoktan Guyub Santosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola tanam monokultur dan multiple cropping semuanya layak secara finansial, tetapi monokultur kakao lebih layak jika dibandingkan dengan pola tanam campuran. Hubungan kemitraan antara petani kakao dengan Gapoktan saling menguntungkan, petani dapat menjual kakao dengan harga yang lebih tinggi, sedangkan Gapoktan mendapatkan pasokan kakao dengan kualitas yang baik. Kemitraan yang dijalankan digolongkan dalam bentuk pola dagang umum, antara petani dan mitra mengutamakan aspek pemasaran yakni melakukan pembelian dan penjualan.