cover
Contact Name
Marfin Lawalata
Contact Email
marfin.lawalata@faperta.unpatti.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agrilan@faperta.unpatti.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 23025352     EISSN : 25497677     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 168 Documents
RESILIENSI NAFKAH RUMAH TANGGA MASYARAKAT PESISIR DI NEGERI TAWIRI KECAMATAN TELUK AMBON KOTA AMBON Saskia S Wasahua; August E Pattiselanno; Paulus M Puttileihalat
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 6, No 3 (2018): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.023 KB) | DOI: 10.30598/agrilan.v6i3.851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui resiliensi nafkah rumah tangga masyakat pesisir di Negeri Tawiri; 2) Mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi nafkah rumahtangga masyarakat pesisir di Negeri Tawiri. Metode pengambilan sampel yang dilakukan adalah secara sengaja (purposive sampling) dengan mengambil sampel sebanyak 30 responden. Data dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Resiliensi dapat mempengaruhi masyarakat pesisir terhadap pola pikir untuk menjalani, mengatasi dan kuat saat menjalani kesulitan dalam mencari nafkah dan yang paling mempengaruhi adalah sumber resiliensi eksternal dan individu; 2) Resiliensi nafkah rumahtangga dipengaruhi dua faktor utama yaitu, faktor budaya dan faktor intelegensi. Kedua faktor tersebut mendominasi rumah tangga masyarakat pesisir namun yang lebih mendominasi adalah faktor Budaya. Hal itu karena adanya kebiasaan yang sudah ada sejak dulu dan terus di pertahankan sebagai warisan.
PERAN PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA (STUDI KASUS KELOMPOK NUNILAI NEGERI HUTUMURI) Lalopua, Herice Febiola; Sahusilawane, Aphrodite M; Thenu, Stephen F.W
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 7, No 1 (2019): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.426 KB) | DOI: 10.30598/agrilan.v7i1.881

Abstract

Peran seorang perempuan  dalam kehidupan sebuah keluarga sangatlah dominan, tidak hanya sebagai pengurus keluarga dan semua aktivitas dalam rumahtangga saja tetapi juga sebagai pencari nafkah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji peran perempuan pengolah agroindustri  jus pala dalam menunjang ekonomi rumahtangga. Penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif dengan subjek  adalah 15 responden.  Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan kelompok pengolah agroindustri jus pala rata-rata mengalokasikan waktunya mulai dari 04.30-22.30 atau sekitar 18 jam sehari untuk mengurus rumah tangga sendiri dan bersama suami mengerjakan usahatani dimana secara khusus 3,5 jam digunakan  untuk membuat jus pala dengan kontribusi sekitar 6,6% terhadap pendapatan rumah tangga.
PENGARUH MODAL SOSIAL TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN PETANI DI DESA WAIHERU KECAMATAN BAGUALA KOTA AMBON Lulun, Fadilla Naila; Sahusilawane, Aphrodite M; Siwalette, Jeter D
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 7, No 2 (2019): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.577 KB) | DOI: 10.30598/agrilan.v7i2.889

Abstract

Upaya peningkatan pendapatan petani tidak terlepas dari penggunaan sejumlah modal. Salah satu modal yang cukup berperan meningkatkan pendapatan petani adalah modal sosial. Penelitian ini bertujuan untuk:  1) Mengetahui tingkat modal sosial kelompok tani di Desa Waiheru dan 2) Mengetahui pengaruh modal sosial terhadap pendapatan petani di Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon. Sampel petani yang ada di dalam kelompok tani yang dipilih secara sengaja (sensus) yakni kelompok tani sebanyak 3 kelompok tani dengan total responden 30 orang . Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui  observasi dan wawancara dengan responden dengan menggunakan bantuan kuisioner. Sementara itu data sekunder diperoleh melalui referensi (artikel, jurnal, skripsi, tesis) dan data dari instansi yang terkait dengan penelitian ini. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan skala likert dimana variabel penelitian diukur dengan cara menguraikan indikator-indikator variabel dalam bentuk item pertanyaan (tujuan 1)  dan uji regresi linear berganda (tujuan 2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial pada kelompok tani di Desa Waiheru tergolong kategori tinggi. Hasil uji regresi linear berganda secara parsial menunjukkan bahwa kepercayaan, norma dan jaringan berpengaruh terhadap pendapatan petani di Desa Waiheru.
AKSESIBILITAS PANGAN RUMAH TANGGA DI DESA MANUWERI KECAMATAN BABAR TIMUR KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA Raihana Kaplale
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 7, No 2 (2019): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.825 KB) | DOI: 10.30598/agrilan.v7i2.910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aksesibilitas pangan rumahtangga petani di Desa Manuweri.   Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder.   Metode penelitian menggunakan metode survei dan observasi lapangan. Kuesioner dikembangkan sebagai alat bantu dalam wawancara dengan responden yang ditentukan secara acak sederhana (simple random sampling). Besarnya sampel yang dipilih yaitu 30 rumahtangga petani dari 110 rumahtangga sebagai populasi. Selanjutnya, data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan analisis kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas pangan rumahtangga diperoleh dengan tiga cara yaitu, akses langsung, akses tidak langsung dan akses sosial dan yang paling banyak dilakukan rumahtangga adalah akses langsung.
PEREMPUAN DAN USAHATERNAK DOMBA DI DESA PURPURA KECAMATAN KISAR UTARA Aphrodite M. Sahusilawane
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 7, No 3 (2019): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.682 KB) | DOI: 10.30598/agrilan.v7i3.944

Abstract

Perempuan di pedesaan selain berusahatani juga berperan dalam usahatani ternak domba. Penelitian yang dilaksanakan di desa Purpura Kecamatan Kisar Utara bertujuan, mendiskripsikan partisipasi perempuan dalam usahatani ternak domba. Metode yang digunakan adalah diskriptif kualitatif sedangkan tehnik pengambilan sample yaitu snow ball. Subyek penelitian sebanyak 20 orang perempuan. Hasil penelitian menunjukan partisipasi perempuan dalam  usahatani ternak domba sangat besar. Domba memiliki nilai ekonomis serta sosial budaya dalam masyarakat.
EVALUASI PROGRAM SERIBU DESA MANDIRI BENIH DI KABUPATEN BURU Halid Tuanaya; Marcus J Pattinama; Aprodhite M Sahusilawane
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 7, No 1 (2019): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.094 KB) | DOI: 10.30598/agrilan.v7i1.882

Abstract

Program Seribu Desa Mandiri Benih telah menjadi agenda pembangunan penting  di tingkat nasional maupun di daerah dalam rangka menyiapkan benih padi sawah yang cukup bagi petani dan ketersediaan beras  bagi masyarakat Indonesia. Kenyataannya, para petani masih banyak yang kesulitan untuk menyediakan benih secara merata dan bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kelompok tani dan kelayakan usaha kelompok petani penangkar benih PSDMB di Kabupaten Buru. Kajian dilaksanakan di desa Parbulu,  Waekasar dan Waegeren yang dipilih secara sengaja dengan jumlah responden sebanyak  10 orang pada setiap kelompok sehingga jumlah sampel adalah 30 orang petani. Data primer dikumpulkan melalui  pengamatan langsung di lapangan dan wawancara dengan menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari berbagai instansi berupa dokumen yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan dengan pendekatan  deskriptif  kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha penangkar benih  layak dikembangkan. 
MODAL SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN KELOMPOK TANI DI NEGERI SOYA KECAMATAN SIRIMAU KOTA AMBON Agness Sarah Kayadoe; Wardis Girsang; Felicia P Adam
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 7, No 2 (2019): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.843 KB) | DOI: 10.30598/agrilan.v7i2.901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat modal sosial (tujuan 1), tingkat kesejahteraan (tujuan 2) dan hubungan modal sosial dan kesejahteraan di dalam kelompok tani Wanakou dan kelompok tani Olsama di Negeri Soya (tujuan 3). Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer (wawancara dengan responden) dan data sekunder (data yang diperoleh dari instansi dan literatur terkait masalah penelitian). Data yang telah dikumpulkan ditabulasi kemudian dianalisis dengan menggunakan tiga alat analisis yakni skala Likert (tujuan 1), analisis pendapatan (tujuan 2) dan uji korelasi Pearson (tujuan 3). Hasil analisis data kemudian dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial pada kelompok tani Wanakou termasuk kategori sedang (0,42), sementara kelompok tani Olsama termasuk kategori tinggi (0,92). Tingkat kesejahteraan berdasarkan kriteria Biro Pusat Statistik pada kelompok tani Wanakou adalah 80 persen tergolong sejahtera, sementara kelompok tani Olsama 62,50 persen tidak sejahtera. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan ada hubungan modal sosial dengan kesejahteraan kelompok tani di lokasi penelitian meskipun tidak signifikan.
ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN PETANI PESERTA UPSUS PAJALE (STUDI KASUS DI DESA TRANSMIGRASI WAIHATU) Olivia Y.R Lesiasel; Wardis Girsang; Leunard O Kakisina
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 7, No 3 (2019): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.556 KB) | DOI: 10.30598/agrilan.v7i3.794

Abstract

Provinsi Maluku saat ini belum mencapai target swasembada pangan pada pelaksanaan program Upsus Pajale (indeks pertanaman masih kurang dari 3 yakni 0,5) karena rendahnya produksi yang disebabkan oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pendapatan petani peserta Upsus Pajale dari usahatani Pajale serta faktor-faktor yang mempengaruhi produksi Pajale di Desa Waihatu, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat.Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer (wawancara dan observasi) dan data sekunder (data yang diperoleh dari instansi terkait masalah penelitian serta studi literatur), kemudian dianalisis menggunakan pendapatan dan uji regresi lineaer berganda. Selanjutnya hasil analisis data dijelaskan secara deskriptif. Sampel dalam penelitian berjumlah 80 orang peserta Upsus Pajale dari 154 orang peserta (total 8 kelompok pangan) di Desa Waihatu. Pengambilan sampel dilakukan secara acak pada setiap kelompok. Hasil penelitian menujukan bahwa tingkat pendapatan dari usahatani Padi dan jagung pipil yakni  23,80 persen. Hasil uji regresi secara parsial menunjukan bahwa faktor produksi yang mempengaruhi produksi padi Desa Waihatu adalah luas lahan, biaya benih dan biaya tenaga kerja. Sementara faktor yang mempengaruhi produksi jagung pipil di Desa Waihatu berkaitan dengan faktor non produksi yakni budaya dan pengaruh kebijakan pemerintah.
TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT PRODUK SAYURAN SEGAR LOKAL DAN IMPOR DI PASAR MODERN KOTA AMBON Tuhumury, Maisie T. F.; Parera, Weldemina B.
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 7, No 3 (2019): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.714 KB) | DOI: 10.30598/agrilan.v7i3.956

Abstract

Keberadaan pasar modern dengan  tawaran berbagai jenis sayuran serta kebersihannya belum tentu menjamin konsumen kembali berbelanja di pasar modern tersebut. Penilaian konsumen terhadap atribut produk sayuran serta kepuasan konsumen terhadap produk yang dibeli menjadi penting bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan konsumen terhadap atribut sayuran segar lokal dan sayuran segar impor di pasar modern kota Ambon. Teknik pengambilan sampel menggunakan  non probability  sampling  diikuti metode judgement sampling terhadap 100 responden. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif, Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance-Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan konsumen terhadap atribut kedua produk tersebut berada pada kategori puas dimana kepuasan terhadap sayur impor  lebih tinggi dibanding sayur lokal masing-masing 79,82% dan 77,48%.
PERILAKU PETERNAK DALAM PEMOTONGAN SAPI BETINA PRODUKTIF (STUDI KASUS RPH KOTA AMBON) Rifai Bennu Nur; August E Pattiselanno; Wardis Girsang
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 7, No 1 (2019): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.373 KB) | DOI: 10.30598/agrilan.v7i1.848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat peternak dan menganalisis faktor-faktor  yang mempengaruhi jumlah pemotongan sapi betina produktif. Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan metode survey. Populasi dan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 38 orang,  dengan persentase 50 % dari jumlah populasi, kecuali pelaku usaha/jagal dan para pakar persentasenya 100 % dari jumlah populasi. Analisa data yang digunakan adalah analisis kualititaf dan statistik deskriptif. Hasil analisis terkait faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah pemotongan adalah 1) Kebutuhan ekonomi keluarga sebesar 44,74%. 2). Membutuhkan uang 34,21%. 3). Kurangnya sosialisasi tentang pemotongan sapi betina produktif 55,26% dan 4). Pengawasan di RPH lemah 65,53%. Hasil analisis regresi menghasilkan persamaan: Y=   -117.8 +  - 0.000000 X1 + 0.000028 X2 + e. Hasil analisis dengan menggunakan regresi linier berganda menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi pemotongan (penjualan) betina produktif secara signifikan oleh peternak adalah harga sapi betina produktif itu sendiri. Peternak menjual betina produktif karena kebutuhan keluarga, meskipun harga betina produktif tidak semahal ternak sapi jantan. Pendapatan peternak secara keseluruhan tidak mempengaruhi jumlah pemotongan (penjualan) betina produktif. Penjualan betina produktif tidak bersifat permanen, tetapi hanya karena kebutuhan keluarga yang mendesak.

Page 6 of 17 | Total Record : 168