cover
Contact Name
Benny Hidayat, PhD
Contact Email
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
Published by Universitas Andalas
ISSN : 18582133     EISSN : 24773484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa Sipil' translated as Civil Engineering Journal, is a scholarly periodical that published by Civil Engineering Departement, Faculty of Engineering, Andalas University (Unand), Padang, West Sumatra, Indonesia. The journal, abbreviated as JRS-Unand, covers recent topics in civil engineering as stated in its focus and scope. JRS-Unand publishes 6-10 articles in each edition with 8-14 pages long for each article. One volume of JRS-Unand divided into two editions, which published in February and October each year. Articles are written in Bahasa Indonesia (Indonesian language) or can be in English.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2011)" : 6 Documents clear
UJI POTENSI MENGEMBANG PADA TANAH LEMPUNG DENGAN METODA FREE SWELLING TEST (Studi Kasus: Tanah Lempung Limau Manih – Kota Padang) Rina Yuliet; Abdul Hakam; Getby Febrian
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.837 KB) | DOI: 10.25077/jrs.7.1.25-36.2011

Abstract

Fenomena pengembangan (swelling) tanah lempung menimbulkan berbagai dampak pada konstruksi bangunan sipil. Banyak negara di dunia yang menghadapi masalah pada pengembangan tanah lempung ini seperti negara Amerika Serikat, Canada, Israel, Australia dan banyak negara di Afrika dan Asia Barat. Pada penelitian ini dilakukan pengujian pada tanah lempung yang menitikberatkan pada potensi pengembangannya, terdiri dari aktivitas pengembangan, tekanan pengembangan, dan persentase pengembangan. Percobaan di laboratorium dilakukan dengan metoda uji pengembangan bebas (free swelling test) berdasarkan ASTM D4546-1990. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel tanah lempung yang berasal dari daerah Limau Manih, kota Padang sebanyak 3 sampel disturbed dan 1 sampel undisturb. Sebelum dilakukan uji potensi pengembangan, dilakukan terlebih dahulu uji identifikasi tanah dan uji pemadatan tanah. Sampel diuji dengan alat konsolidometer (aedometer) dengan berbagai kondisi. Masing-masing sample memiliki kepadatan yang berbeda-beda. Kepadatan sampel berdasarkan uji pemadatan dengan variasi tumbukan 12, 25 dan 50 tumbukan serta juga dilakukan pengujian terhadap tanah pada kondisi tidak terganggu (undisturb). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tanah yang terdapat di daerah Limau Manih, kota Padang merupakan tanah lempung ekspansif yang memiliki potensi mengembang yang tinggi dengan data tanah sebagai berikut: LL=119.37 %, PL=51.54 %, PI=67.83 %, dan GS=2.647. Pada penelitian uji pengembangan, untuk sampel pemadatan 12 tumbukan didapatkan swelling pressure 62.2 kPa, 25 tumbukan 60 kPa, 50 tumbukan 55.5 kPa dengan potensi pengembangan kecil, dan sampel undisturbed 106 kPa dengan potensi pengembangan sedang. Penelitian untuk uji potensi mengembang menghabiskan waktu total 7 hari untuk masing-masing sampel. Keywords: swelling, lempung ekspansif, free swelling test, percent swelling, swelling pressure
USED TIRE AS BASE ISOLATOR TIRE FOR EARTHQUAKE RESISTANT HOUSES Inggemar Särfors
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.672 KB) | DOI: 10.25077/jrs.7.1.37-44.2011

Abstract

The investigation of foundation on tires for absorbing the earthquake energy on houses structure is described here. The foundations are cut cone in shape. There are two tests have been conducted to investigate the shaking energy absorption. First, the foundation is placed on the sand filled tire. The second one, the double tires support round foundation. For comparison purpose, the foundation on sand test without tire is also conducted. The laboratory tests are performed using double hydraulic jack to generate the applied loads. The first jack is used to give the vertical load on the top of foundation to simulate the house load. The other jack is used to produce the load in the horizontal direction to replicate the earthquake load. The results of the tests are plotted in the terms of horizontal load and displacement corves. The double tires foundation shows the higher horizontal displacement-load ratio compared to the others. It indicates that the double tire based foundation absorbing the earthquake energy better than the others. It is concluded that the tired based foundation can be installed to support in the earthquake resistant houses. Keywords: foundation, earthquake resistance, base isolation
ANALISA KEGAGALAN STRUKTUR DAN RETROFITTING BANGUNAN MASJID RAYA ANDALAS PADANG PASCA GEMPA 30 SEPTEMBER 2009 Fauzan Fauzan
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2195.239 KB) | DOI: 10.25077/jrs.7.1.45-56.2011

Abstract

Gempa tektonik tanggal 30 September 2009 telah banyak menimbulkan kerusakan konstruksi bangunan (engineered building). Kerusakan itu terjadi akibat kegagalan pada struktur dan nonstruktur bangunan. Biasanya setelah gempa bumi terjadi, timbul keraguan untuk menentukan bagian bangunan yang harus dirombak, diperbaiki, diperkuat dan bagaimana cara melakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa penyebab kegagalan struktur pada salah satu bangunan umum di kota Padang yaitu Masjid Raya Andalas Padang. Analisa ini berdasarkan pada kapasitas lentur dan geser struktur dalam menahan gaya luar terutama beban lateral (gempa). Penelitian ini dilakukan melalui evaluasi kerusakan struktur eksisting bangunan, kemudian dilakukan permodelan dan analisa struktur menggunakan software Etabs V 9.0.7 dan SAP V .11. Berdasarkan hasil analisa struktur, sebagian besar kolom-kolom eksisting mempunyai kapasitas penampang yang tidak mampu menahan beban luar. Hasil analisa struktur itu sesuai dengan hasil evaluasi kerusakan dilapangan dimana sebagian besar kolom-kolom mengalami kerusakan baik lentur maupun geser. Agar gedung ini bisa dipergunakan kembali, maka perlu dilakukan perkuatan (retrofitting) pada struktur kolom dengan menggunakan metoda jacketing. Setelah dilakukan perkuatan struktur kemudian dilakukan re-analisis struktur. Berdasarkan hasil reanalisis struktur didapatkan bahwa, beban-beban luar yang bekerja pada struktur kolom sudah berada didalam kapasitas penampang kolom, sehingga disimpulkan struktur bangunan layak kembali untuk digunakan. Keywords: perkuatan, geser, lentur, jacketing
REFRAKSI DAN DIFRAKSI GELOMBANG LAUT DI DAERAH DEKAT PANTAI PARIAMAN Itto Samulano; Mas Mera
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2939.261 KB) | DOI: 10.25077/jrs.7.1.1-10.2011

Abstract

Penelitian ini menitik-beratkan pada simulasi penjalaran gelombang laut di daerah dekat Pantai Pariaman dengan memperhitungkan proses refraksi dan difraksi. Simulasi ini dilakukan secara numeris menggunakan program RCPWave (persamaan pengaturnya adalah mild-slope equation) dengan empat program pendukung, yaitu Grid Generation untuk mengolah data bathymetry, Dina-Hindcasting untuk mengolah data angin, WWWL Data untuk menyusun keluaran program Dina-Hindcasting, dan WMV untuk menampilkan keluaran program RCPWave sehingga menghasilkan vektor (arah dan tinggi) gelombang. Kelima program tersebut adalah program yang telah jadi (existing computer softwares). Domain model adalah sepanjang Pantai Pariaman, dimulai dari Pantai Padang Birik-Birik di utara sampai Pantai Sunur di selatan yang berjarak 14 km dan ke arah lepas pantai sejauh 13,50 km. Dalam domain terdapat lima buah pulau-pulau kecil (Pulau Kaciak, Angso, Tangah, Ujung, dan Pulau Sibarat). Parameter gelombang yang digunakan dalam simulasi ini adalah data angin sepanjang tahun 2010 dan peta bathymetry, tetapi sudut datang gelombang dibuat bervariasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa refraksi dan difraksi gelombang paling besar terjadi di samping kiri semua pulau-pulau. Pada sudut datang gelombang 45° (terhadap garis tegak lurus pantai), pembelokkan gelombang terbesar adalah 98° terjadi di dekat Pulau Kasiak, sehingga tinggi gelombang di lokasi ini lebih kecil dari tempat lain. Sementara itu, tinggi gelombang yang besar terjadi di depan semua pulau dan dekat garis Pantai Pariaman karena pengaruh pendangkalan. Arah gelombang di dekat sepanjang garis Pantai Pariaman hampir membentuk sudut tegak lurus dengan garis pantai, kecuali pada pantai di Padang Birik-Birik, Pauh Barat dan Taluak. Keywords: refraksi, difraksi, sudut gelombang, tinggi gelombang, Pantai Pariaman.
STUDI STABILITAS DINDING PENAHAN TANAH KANTILEVER PADA RUAS JALAN SILAING PADANG - BUKITTINGGI KM 64+500 Abdul Hakam; Rizki Pranata Mulya
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.173 KB) | DOI: 10.25077/jrs.7.1.57-74.2011

Abstract

Hujan deras yang terjadi pada tanggal 30 Maret 2010 yang lalu mengakibatkan dinding penahan tanah kantilever pada ruas jalan Silaing, Padang Bukittingi Km 64+500 mengalami guling. Selain itu, gempa yang sering terjadi di daerah Sumatera Barat khususnya, menyebabkan tanah di belakang dinding penahan tanah kehilangan daya dukungnya. Stabilitas dinding penahan tanah dapat dinyatakan dengan nilai Fs (faktor keamanan). Nilai faktor keamanan yang ditinjau adalah Fs Overtuning yaitu faktor keamanan terhadap gaya guling, Fs Slading adalah faktor keamanan terhadap geser pada dasar dinding penahan tanah, Fs bearing capacity adalah faktor keamanan terhadap keruntuhan daya dukung. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisa stabilitas dinding kantilever dan untuk mengetahui penyebab ketidak stabilan dinding kantilever tersebut dan mendisain dimensi baru yang aman terhadap beban statis dan dinamis. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa dinding kantilever yang terpasang tersebut, dengan dimensi H=8,5, B=3, Ta=0,5, Tb=0,7 Tt=0,7, Th=0,4 tidak aman karena nilai stabilitasnya tidak sesuai dengan yang disyaratkan, yaitu sebesar Fs guling=1,577, Fs Geser=1,384, Fs daya dukung tidak dicari karena nilai e lebih kecil dari B/6. Dengan memperbesar dimensi, H=9,5, B=5, Ta=0,5, Tb=0,95 Tt=0,95, Th=0,95, D=1,1 dinding kantilever tersebut dinyatakan aman dengan nilai faktor kemanan sebesar Fs guling=3,547, Fs Geser=2,559, Fs daya dukung=15,094. Keywords: stabilitas, dinding kantilever, dimensi
IDENTIFIKASI KEGAGALAN, ALTERNATIF PERBAIKAN DAN PERKUATAN PADA STRUKTUR GEDUNG POLTEKES SITEBA PADANG Febrin Anas Ismail
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1609.896 KB) | DOI: 10.25077/jrs.7.1.11-24.2011

Abstract

Pasca gempa 30 September 2009 Gedung Poltekes mengalami kerusakan yang cukup parah, baik kerusakan struktural maupun kerusakan non-struktural. Berdasarkan hasil investigasi lapangan, diketahui bahwa kerusakan tersebut disebabkan oleh penggunaan mutu beton yang tidak memenuhi syarat serta penulangan geser yang berdiameter kecil dengan jarak pemasangan yang tidak sesuai standar. Kerusakan ini terjadi sebagian pada kolom dengan kegagalan berupa keruntuhan geser. Investigasi terhadap potensi likuifaksi juga dilakukan disekitar gedung Poltekes karena disekitar gedung Poltekes Siteba Padang memiliki potensi likuifaksi. Akan tetapi dari hasil analisa diketahui bahwa likuifaksi ternyata tidak terjadi pada gedung ini. Hasil perhitungan ulang yang dilakukan dengan program SAP 2000 mengindikasikan bahwa keruntuhan yang terjadi disebabkan oleh besarnya gaya geser, sementara tulangan yang terpasang tidak mampu memikul beban yang bekerja. Berdasarkan analisa tersebut maka diberikan alternatif perbaikan dan perkuatan untuk gedung Poltekes Siteba Padang. Perbaikan dilakukan dengan mengganti mutu beton serta menambah tulangan geser. Perkuatan dilakukan dengan metoda jacketing dan dinding geser. Setelah dianalisa ulang, metoda perbaikan ternyata dapat meningkatkan kapasitas penampang kolom sebesar 48% dibandingkan kondisi awal dengan perkuatan berupa dinding geser, kapasitas penampang kolom naik sebesar 32% dibandingkan dengan kapasitas kondisi eksisting. Sementara metode jacketing (Boen, 2009) meningkatkan kapasitas yang paling besar hingga lebih dari dua kali lipat kapasitas kolom sebelum diperkuat. Keywords : kegagalan struktur, likuifaksi, perbaikan, perkuatan, jacketing, dinding geser.

Page 1 of 1 | Total Record : 6