Journal Analytica Islamica
Journal Analytica Islamica: Journal of Islamic Sciences is a journal that includes the study of Islamic Thought, Islamic law, the Quran, the Hadis, Islamic Education, Islamic Economics and Islamic Communication.
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Analytica Islamica | Vol. 1 | No. 1 | 2012"
:
8 Documents
clear
KEPRIBADIAN MANUSIA MENURUT IBN BAJJAH
Masganti Sitorus;
Muhammad Idris
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 1 | No. 1 | 2012
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (385.011 KB)
Jiwa memiliki berbagai daya. Munculnya pengetahuan berawal dari daya indera yang menangkap gambar benda-benda, kemudian mengirimnya ke daya khayal untuk mempersepsi semua makna universal yang disebut dengan penalaran rasional. Penalaran rasional jalan manusia mencapai kesempurnaan dan mewujudkan kebahagiaannya yaitu kesatuan akalnya dengan Akal Aktif. Di samping itu iluminasi Ilahi atas akal manusia juga membantu manusia mewujudkan kebahagiaan sejati baginya.Masyarakat umum bisa melumpuhkan daya kemampuan berpikir perseorangan dan menghalanginya untuk mencapai kesempurnaan, namun dengan kekuatan dirinya, manusia bisa sampai kepada martabat yang tinggi dengan bantuan akal dan pentujuk dari para Nabi. Untuk pribadi yang mulai, manusia dapat melakukan tiga hal secara berkesinambungan: membuat lidahnya selalu mengingat Tuhan dan memuliakannya, membuat organ-organ tubuhnya bertindak sesuai dengan wawasan hati, dan menghindari segala yang membuat hati lalai mengingat Tuhan atau berpaling dari-Nya.
STUDI KRITIK MATAN DALAM KAJIAN HADIS KONTEMPORER DI MALAYSIA
Ishak Suliaman
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 1 | No. 1 | 2012
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (633.575 KB)
Penelitian tentang studi kritik matan telah menjadi trend dalam kajian Hadis kontemporer di Malaysia khususnya jika merujuk kepada penelitian tesis Ijazah Doktor Falsafah dan disertasi Master. Makalah ini menfokuskan penelitian pada trend studi kritik matan hadis pada tesis dan disertasi dalam kajian Hadis kontemporer di malaysia dengan menfokuskan terhadap 4 universiti utama di Malaysia yaitu Universiti Malaya (UM), Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Universiti Sains Malaysia (USM). Berdasarkan data yang berotoritas, penelitian ini mengaplikasi metodologi kualitatif terhadap semua tesis dan disertasi dalam bidang Hadis sebagai kajian Hadis kontemporer yang telah berhasil digraduasikan di 4 universitas tersebut yang dimulai dari tahun 1984 hingga tahun 2012. Temuan kajian ini menemukan ada sebanyak 40 disertasi Doktor Falsafah dan 183 tesis Master dalam bidang kajian Hadis kontemporer di 4 universiti tersebut. Jumlah keseluruhannya ialah 223 tesis dan disertasi yang dimasudkan sebagai kajian Hadis kontemporer di Malaysia. Melalui metodologi Takhrij al-Hadis, temuan utama yang ditemui dalam penelitian ini ialah terdapat 1486 teks hadis dari 1539 telah dianalisis dari 12 buah kitab Jawi yang rinciannya terdapat 696 hadis sahih, 125 hasan, 381 da‘if, 110 mawdu’ dan 131 tidak diketahui statusnya.
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG MATERI CERAMAH DA`I DI KOTA MEDAN (Studi Pada Anggota Jamaah Majelis Taklim Al-Ittihad)
Ahmad Tamrin Sikumbang
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 1 | No. 1 | 2012
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (253.11 KB)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil majelis taklim, proses pengajian di majelis taklim, materi ceramah da`i dan persepsi anggota jamaah tentang ceramah yang disampaikan da`i. Subjek penelitian adalah anggota jamaah majelis taklim Al Ittihad, da`i dan pengurus majelis taklim. Mereka dipilih dengan menggunakan teknik purposive (purposive sampling), berdasarkan kriteria tertentu yang dipandang dapat memberikan informasi sesuai dengan kebutuhan penelitian. Hasil penelitian dapat di deskripsikan bahwa majelis taklim Al Ittihad merupakan salah satu majelis taklim yang terdapat di Kota Medan dan memiliki kharakteristik yaitu antara lain setiap kali pengajian diikuti oleh rata-rata 300 orang anggota jamaah yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat baik dari segi sosial, ekonomi, maupun budaya. Mereka datang dari berbagai tempat di Kota Medan dan sekitarnya maupun dari luar Kota Medan. Sedangkan mengenai persepsi secara umum jamaah berpandangan bahwa materi, metode dan gaya penyampaian da`i di majelis taklim Al Ittihad menarik dan mengesankan. Materinya berbobot dan aktual serta didasarkan pada kajian dari sudut pandang yang luas serta referensi yang mengacu pada kitab-kitab mashur karangan ulama-ulama terkemuka. Kemudian metode ceramah dan tanya jawab cocok karena dapat membuat suasana kritis dan hangat. Demikian juga gaya penyampaiannya secara umum menarik karena berani, jujur, terus terang, menguasai, dan mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki.
METODE PENETAPAN AWAL BULAN QAMARIAH
Syamsul Anwar
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 1 | No. 1 | 2012
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (445.685 KB)
Kita akan bisa keluar dari belenggu tersebut apabila kita berani melakukan reinterpretasi nas-nas agama secara lebih konstekstual dengan melepaskan model pemahaman tekstualistik selama ini. Memang harus diakui tidak dalam semua hal kita harus meninggalkan interpretasi tekstualistik. Namun dalam banyak hal kita memang harus melakukan kontekstualisasi pemahaman kita. Mungkin untuk lebih berhati-hati, kita dapat mengatakan bahwa pada asasnya nas-nas agama itu kita fahami menurut teksnya sebagaimana tertulis. Akan tetapi di mana penafsiran harfiah itu mengalami kendala dan menimbulkan problem, maka kita harus meninggalkan model penafsiran harfiah itu dengan melakukan penafsiran berdasarkan semangat dan tujuan syariah. Singkatnya kita dapat melakukan kontekstualisasi pemahaman.
MUSIBAH DALAM PERSPEKTIF ALQURAN : Studi Analisis Tafsir Tematik
Abdul Rahman Rusli
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 1 | No. 1 | 2012
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (464.341 KB)
Salah satu kata yang sering diungkap oleh Alquran adalah berkenaan dengan musibah beserta derivasinya. Jika menelaah Alquran, maka kata musibah, yang berasal dari akar kata Asaba ini beserta derivasinya cukup banyak ditemukan, yakni ada 77 kali disebutkan. Khusus kata musibah disebutkan dalam Alquran sebanyak 10 kali. Ini menunjukkan bahwa kata tersebut memiliki nilai yang penting bagi manusia. Musibah yang datang kepada orang mukmin, adalah untuk menguji taraf keimanannya kepada Allah. Semakin mantap seorang Mukmin menyikapi musibah yang datang dengan bersikap sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya, maka semakin mantaplah keimanannya. Apa pun musibah yang datang kepada manusia, semuanya atas izin Allah. Dengan keyakinan demikian, harus disikapi dengan bijaksana dan bersikap sesuai dengan ketentuan-Nya.
LANDASAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI INSTITUSI PENDIDIKAN
Lahmuddin Lubis
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 1 | No. 1 | 2012
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (251.244 KB)
Landasan bimbingan dan konseling di Institusi Pendidikan merupakan bagian yang integral dan penting untuk dibicarakan. Karena hal ini merupakan dasar atau pondasi bagi konselor atau guru Bimbingan dan Konseling (guru BK) dalam menyelenggara kan layanan bimbingan konseling di Indonesia, khususnya di Institusi pendidikan. Landasan tersebut mencakup landasan hukum (yuridis formal), landasan filosofis, landasan psikologis, landasan sosial budaya dan landasan ilmu pengetahuan dan teknologi.
GERAKAN-GERAKAN SPIRITUALITAS DALAM KOMUNITAS BUDHA
Rosmani Ahmad
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 1 | No. 1 | 2012
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.815 KB)
Esensi Ajaran Buddha tercakup dalam tiga kaidah dari Jalan: pelepasan yang pasti, hati yang mengabdi, dan kebijaksanaan dalam menyadari kekosongan (sunyata). Pada awalnya, manusia berusaha untuk keluar dari kemelut masalah-masalah mereka dan sebab-sebabnya. Lalu, mereka melihat dirinya juga mempunyai masalahnya sendiri, dan dengan cinta kasih dan belas kasih, mereka mengabdikan hati ini untuk mejadi seorang Buddha, agar mereka dapat benar-benar menolong yang lain. Untuk melakukan hal ini, mereka mengembangkan kebijaksanaan dengan menyadari hakikat sebenarnya dari dirinya dan fenomena lainnya.
HADIS DA’ÎF SEBAGAI DALIL BERAMAL IBADAH DALAM PERSPEKTIF ULAMA
Ardiansyah Ardiansyah
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 1 | No. 1 | 2012
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.854 KB)
Perkembangan kajian hadis telah dilakukan sejak masa Nabi saw masih hidup. Semakin jauh waktu terbentang dari masanya, maka umat ini semakin kompleks dalam memahami suatu hadis. Dengan kata lain, memastikan kesahîhan suatu hadis pada masa Nabi saw masih hidup jauh lebih mudah daripada masa berikutnya. Ketika Nabi saw masih hidup, maka para sahabat langsung bertanya kepadanya. Namun setelah itu, para sahabat saling mengingatkan diantara mereka seputar hadis yang mereka ketahui khususnya ketika terjadi perbedaan pendapat di kalangan mereka. Bermunculannya kitab-kitab hadis yang disusun berdasarkan abwâb al-fiqhiyah (bab-bab fikih) atau al-musnad (nama-nama rawi) menegaskan perhatian yang begitu besar dari para ulama terhadap hadis. Keberhasilan ulama pada masa lampau mewariskan rekaman hadis dan ilmu-ilmu pendukungnya memberikan kemudahan bagi generasi berikutnya untuk mempelajari hadis Nabi saw secara komprihensif dan holistik. Tidak terbayangkan jika hadis-hadis nabi tersebut tidak tercatat dengan baik dan tidak ditemukan pula ilmu untuk membedakan keshahihan atau keDa’îfan suatu hadis, maka umat Islam setelah generasi sahabat hingga saat ini tidak dapat menjadikan hadis sebagai sandaran dalam amal ibadahnya. Para ulama berbeda pendapat dalam mengamalkan hadis Dha’îf, namun mereka sepakat bahwa hadis Dha’îf tidak dapat dipergunakan dalam perkara akidah. Sedangkan dalam beribadah terjadi perbedaan.