cover
Contact Name
Ismail
Contact Email
ismailmarzuki@uinsu.ac.id
Phone
+6285296443326
Journal Mail Official
jisa@uinsu.ac.id
Editorial Address
Prodi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan Jl. Williem Iskandar Pasar V Pancing Medan Estate 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA)
ISSN : -     EISSN : 26208059     DOI : https://dx.doi.org/10.30829/jisa
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) adalah Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ilmu Sosial, UIN Sumatera Utara Medan sejak tahun 2017. Subjek mencakup studi testual dan field research berdasarkan perspektif sosiologi agama seperti kajian agama dan masyarakat, kajian konflik sosial keagamaan. kajian agama dan media, serta hasil penelitian yang berkaitan dengan tema-tema ilmu sosial.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2021)" : 5 Documents clear
SISTEM KEKERABATAN SUKU BATAK DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESETARAAN GENDER Riri Saputri; Tua Doras; Menik Nagita Maidy Chandra; Hanifah Oktaviani; Nurul Auliya Fathimah Az-Zahra; Hasbullah Abimanyu Anwar
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v4i1.9195

Abstract

Indonesia memiliki banyak suku yang masing-masing memiliki sistem adat dan kekerabatan tersendiri, termasuk suku Batak. Tak jarang sistem yang diwariskan berabad-abad dari para nenek moyang tersebut tidak relevan lagi dengan situasi masa kini, seperti kesetaraan gender. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sistem kekerabatan suku Batak dengan kesetaraan gender beserta dengan pengaruhnya. Sistem kekerabatan merupakan adat dan tradisi dalam berbagai suku di Indonesia untuk menentukan garis keturunan serta peran anggota keluarga. Suku Batak memakai sistem kekerabatan patrilineal yang mengikuti garis keturunan dari pihak ayah. Adat suku Batak menempatkan wanita di posisi yang lebih di bawah sehingga kekuasaan, pengambilan keputusan, pembagian harta, dan lain-lain sebagian besar diserahkan ke kaum pria. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara serta studi literatur melalui informasi yang ada di internet serta jurnal-jurnal penelitian. Bahan kajian dalam penelitian ini adalah masyarakat suku Batak di Sumatera Utara dan Pulau Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku Batak yang mengadopsi sistem patrilineal menempatkan wanita dalam posisi di bawah pria dalam aspek adat saja, sedangkan dalam kehidupan sehari-hari wanita suku Batak telah mendapat kesempatan seperti pria dalam pendidikan, pekerjaan, maupun kedudukan walaupun masih sering kaum pria diutamakan.
EDUKASI KARAKTER MASYARAKAT SADAR WISATA DI DESTINASI MELALUI KEARIFAN LOKAL BATAK TOBA Herlina Saragih; Ade Putera Arif Panjaitan; Lince Sihombing; Johari Manik
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v4i1.9386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan formula yang tepat guna mengedukasi karakter masyarakat sehingga sadar wisata di sekitaran destinasi wisata. Upaya ini sangat penting terutama di sekitaran Danau Toba yang mayoritas beretnis Batak dan kaya akan kearifan lokal. Sebab masyarakat adalah ujung tombak sebuah destinasi yang bisa dikatakan harus memiliki pelayanan prima terhadap wisatawan yang datang. Tipe penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara, mengamati perilaku masyarakat, studi pustaka, penelitian masyarakat adat, kearifan lokal, tradisi, nilai dan norma, simbolik, serta analisis budaya juga digunakan sebagai memperkuat hasil temuan di lapangan dengan validitas konten dan menggunakan teknik triangulasi sumber, sehingga didapatkan data akurat dan dapat dipertahankan sesuai pakem penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sejak diluncurkannya Program Sadar Wisata pada 2003, hingga kini masih banyak masyarakat di sekitaran Tao Silaban yang belum mengetahui adanya program pemerintah tersebut. Beberapa kasat mata terlihat bahwa masih banyak hal yang masih kurang edukasi, seperti edukasi ketujuh pokok Sapta Pesona yaitu: keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramah-tamahan, dan kenangan. Hasil penelitian ini secara khusus dapat menjadi acuan untuk daerah destinasi di Sumatera Utara dalam mengedukasi karakter masyarakat sadar wisata di destinasi melalui kearifaan lokal Batak, dan pada umumnya untuk destinasi di wilayah Indonesia.
NILAI-NILAI ISLAM DALAM TRADISI NYOROG DI KAMPUNG PONDOK BENDA KECAMATAN JATIASIH KOTA BEKASI Ajat Hidayat; Dewi Sarina; Pela Safni; Maulidina Rahmawati; Retna Sari; Alfurqan Alfurqan
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v4i1.9311

Abstract

The Betawi folks in Pondok Benda Village, Bekasi town continuously perform the Nyorog tradition once hospitable the month of Ramadan and before Eid. they'll send food within the variety of cakes or rice along {side|in conjunction with|beside|at the side of|together with} side dishes to older folks. the aim of this study was to work out the values contained within the Nyorog tradition of the Betawi community in Kampung Pondok Benda, Bekasi town. This study uses a qualitative technique employing a case study approach. information sources were taken from fifteen informants through in-depth interviews consisting of ancient leaders, spiritual leaders, employees, youths, and housewives in Pondok Benda Village, Jatirasa Subdistric, Jatiasih District, Bekasi town. The conclusion is that there square measure four Islamic values within the ancient Nyorog Betawi tradition in Pondok Benda Village, Jatiasih District, Bekasih town that is to 1) respect for older folks, 2) taking care of relationship, 3) moments for giving almsgiving, 4) academic facilities for kids.
TRADISI RUWAHAN SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI ANTAR UMAT BERAGAMA DI DESA CANDIHARJO MOJOKERTO Melanda warsetiyo putri; agus machfud fauzi
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v4i1.9136

Abstract

Communication that is often encountered by the people of Candiharjo Village is cross-cultural communication between Muslims and non-Muslims. The communication that occurs can be seen through the implementation of the ruwahan tradition. The ruwahan tradition is one of the Javanese traditions that is held before the holy month of Ramadan. The ruwahan tradition is interpreted as a symbol of gratitude to the creator of the farmers so that their crops are abundant and as a source of safety and blessings. The research objective was to analyze the ruwahan tradition as a means of communication between religious communities in the village of Candiharjo Mojokerto. This study uses qualitative methods by means of direct interviews and applying 3M health protocols. The theory used is Emile Durkheim's theory of mechanical solidarity. The result of the research states that the ruwahan tradition is one of the activities that creates harmony between religious communities. In the ruwahan tradition, there are several activities, such as salvation (kenduren), mutual cooperation to clean the village, and the pilgrimage to the family grave. These activities create communication and build tolerance among religious communities. This attitude of tolerance is mutual respect, respect, and so on.
PENGEMBANGAN PROGRAM ADAPTIF DAN SPIRITUAL DALAM MEREVITALISASI POLA INTERAKSI MAHASISWA DI TAPANULI UTARA Elvri Teresia Simbolon; Tiurma Berasa; Roida Lumbantobing; Jupalman Welly Simbolon; Harisan Boni Firmando
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v4i1.8836

Abstract

Keberagaman suatu komunitas jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan berbagai masalah yang dapat menyebabkan ketidakharmonisan pola interaksi dalam komunitas tersebut. Keberagaman mahasiswa di Tapanuli Utara menimbulkan kecenderungan terjadinya pengelompokan bahkan persaingan yang sangat mempengaruhi pola interaksi diantara mahasiswa. Tujuan Penelitian ini untuk mengembangkan program Adaptif dan Spiritual dalam merevitalisasi Pola Interaksi Sosial mahasiswa di Tapanuli Utara. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif untuk mendeskripsikan atau menjelaskan  peristiwa  atau  suatu  kejadian  yang  terjadi  sekarang  dalam  bentuk angka-angka yang bermakna.  Tiga indikator pada Program Adaptif menunjukkan bahwa 31.13 % responden sangat setuju untuk diadakan program yang bersifat adaptif, 61,13 % responden setuju, 6.78 % kurang setuju dan 0.88 responden menjawan tidak setuju. Dari tujuh indikator untuk program Spiritual menunjukkan bahwa 38.14% responden menjawab sangat setuju untuk diadakan kegiatan yang bersifat spiritual, 56.71% menjawab setuju, 5.14 % menjawab kurang setuju dan tidak ada yang menjawab tidak setuju. Dari keseluruhan indikator pada program Adaptif dan Spiritual yang sudah diterapkan dapat disimpulkan bahwa  program Adaptif dan Spiritual dapat dijadikan sebagai suatu solusi dalam merevitalisasi pola interaksi di kalangan mahasiswa dan dapat menjadi acuan dalam bagi orang lain dan pembaca dalam mengatasi persoalan ketidakharmonisan dalam suatu komunitas

Page 1 of 1 | Total Record : 5