cover
Contact Name
Ismail
Contact Email
ismailmarzuki@uinsu.ac.id
Phone
+6285296443326
Journal Mail Official
jisa@uinsu.ac.id
Editorial Address
Prodi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan Jl. Williem Iskandar Pasar V Pancing Medan Estate 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA)
ISSN : -     EISSN : 26208059     DOI : https://dx.doi.org/10.30829/jisa
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) adalah Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ilmu Sosial, UIN Sumatera Utara Medan sejak tahun 2017. Subjek mencakup studi testual dan field research berdasarkan perspektif sosiologi agama seperti kajian agama dan masyarakat, kajian konflik sosial keagamaan. kajian agama dan media, serta hasil penelitian yang berkaitan dengan tema-tema ilmu sosial.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2021)" : 5 Documents clear
RITUAL KESALEHAN VIRTUAL DI MUSIM PANDEMI ( Studi Kasus Ngaji Online Media di You Tube) Athoilah aly Najamudin
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v4i2.9750

Abstract

ABSTRACT                This phenomenon is "ngaji online” on You Tube has become a learning model that some interested in during era pandemic of the COVID-19. As a spritual basic need, recitation activities are to religion knowledge. This paper is to find out of You Tube media in the “ngaji online” era of the COVID-19 and the impact of changing religious communities. The method used in this reseach is a virtual etnographic method and uses qualitive reseach methods with data collection techniqiues through etnographic data through You Tube and literature studies from reseach journals. This paper concludes that the use You Tube media is used “ngaji online” in the era COVID-19 driven technological, the existence of the dai/ustad and the need for religious knowledge/ You Tube media is a virtual space that can be accesed by jamah to consume religious knowledge. Activity “ngaji online” is a culture that shows pious rituals in the virtual world. Keyword : “Ngaji Online”, Pandemi COVID-19, You Tube. ABSTRAK :                    Fenomena “ngaji online” di You Tube menjadi suatu model pembelajaran yang diminati oleh sebagian masyarakat saat musim pandemi COVID-19. Sebagai sebuah kebutuhan ruhani, aktivitas pengajian untuk mendapatkan pengetahuan keagamaan. Tulisan ini untuk mengetahui penggunaan media You Tube dalam fenomena ngaji online selama pandemi COVID-19 beserta dampak perubahan masyarakat beragama. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode etnografi virtual dan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui data etnografi melalui You Tube serta studi literatur dari jurnal-jurnal penelitian. Tulisan ini berkesimpulan bahwa penggunaan media You Tube digunakan “ngaji online” di era pandemi COVID-19 didorong kecanggihan teknologi, eksistensi dai/ustad dan kebutuhan pengetahuan agama. Media You Tube menjadi ruang virtual yang bisa diakses oleh jamaah/pengemar untuk mengkonsumsi pengetahuan agama dan aktivitas “ngaji online” merupakan budaya yang menunjukkan ritual kesalehan di dunia virtual. Kata Kunci : Ngaji Online, Pandemi Covid-19, YouTube. 
SISTEM PERTANAHAN TRADISIONAL PADA MASYARAKAT BATAK TOBA DAN RELEVANSINYA DI KAWASAN DANAU TOBA (ANALISIS SOSIOLOGIS) Harisan Boni Firmando
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v4i2.10077

Abstract

Land is a very valuable capital so that people can live and carry out their activities. There are two main functions of land, namely as a production function and a non-production function. The purpose of this study was to determine the meaning and function of land in the Toba Batak community and to understand the land ownership system which includes land as inheritance and traditional land tenure transfers in the Lake Toba area. The research uses qualitative methods to understand social phenomena. The results showed that the local wisdom of the community about land is regulated by adat, namely land as private property, inheritance as well as public needs. The traditional land system of the Toba Batak people is still relevant today. The traditional land system can be seen from the sociological and historical aspects experienced by the people in the Lake Toba area. This is reinforced by the current rapid developments in the Lake Toba area which require the Toba Batak people to show their identity based on local wisdom.
MESU : SINDROMA BUDAYA GANGGUAN KEPRIBADIAN PADA LELAKI JAWA DI DESA MERANTI KABUPATEN ASAHAN Dedi Andriansyah
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v4i2.10084

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan tentang Sindroma budaya gangguan kepribadian yang dialami oleh lelaki Jawa di Desa Meranti Kabupaten Asahan yang disebut dengan Mesu/Meso/Kesu. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan pendekatan Antropologi Psikologi yang didukung dengan teknik wawancara riwayat hidup (Life history) dan pengamatan (participant observer) yang dilakukan secara mendalam terkait dengan karakteristik sindroma budaya Mesu dan aktivitas sosial budaya masyarakat setempat untuk menemukan faktor penyebab terjadinya gangguan kepribadian Mesu. Sindroma budaya meso adalah sebuah bentuk berperilaku meluapkan kekesalan hati dengan wujud memaki, menghujat, dan berkata buruk yang dilakukan berulang oleh penderita Mesu disaat sedang sendiri. Budaya Etika hidup yang begitu kuat dalam menjaga keharmonisan keluarga dan sosial menjadi salah satu penyebab gangguan kepribadian ini terjadi
ETNISITAS SITUASIONAL DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS POLITIK TERHADAP PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN SIMALUNGUN TAHUN 2020 Khairunnisah Lubis; Beltahmamero Simamora; Sry Reski Mulka
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v4i2.9979

Abstract

AbstrakPenelitian ini berfokus mengkaji peran etnistas situasional terhadap identitas politik pada pemilihan kepala daerah di Kabupaten Simalungun di tahun 2020 lalu. Adapun yang menjadi latar belakang dalam penulisan ini  peran etnisitas yang mengalami penguatan dalam proses politik identitas di kancah pemilihan kepala daerah. Konstalasi Politik yang terjadi di Kabupaten Simalungun didasari oleh emosi structural. Pemilih memilih kandidat berdasarkan  suku, agama dan ras. Keadaan ini dibuktikan dengan fakta kepala daerah di Kabupaten Simalungun selalu dijabat oleh suku Simalungun yang agama dan ras nya juga dominan selama pemilihan kepala daerah sejak tahun 2005.
SOLIDARITAS ANTARUMAT BERAGAMA DALAM TRADISI BARIKAN DI DESA MOJONGAPIT JOMBANG Dinda Mirtanty; Agus Machfud Fauzi; Farid Pribadi
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v4i2.10113

Abstract

This research is motivated by the exsistence of inter-religious solidarity in Mojongapit Village trought the Barikan Tradition. The barikan  tradition is a tradition carried out before independence day with the core activity of  tahlil, but interfaith communities participate in this activity, which is different from other village communities. Thus, the purpose of this research is to find out the form of community solidarity in the barikan tradition, the driving factor and the inhibiting factors for inter-religious solidarity in the barikan tradition. This research is classified using purposive sampling. This research will analyzed theoretically using the perspective of Emile Durkheim’s theory of social solidarity. The results showed that : first, the form of solidarity carried out was paying dues, donating basic necessities, donatig snack and drinks, donating boxed rice, donating energy to make rice cone and preparing for events, donating equipment and supplies, compiling event rundowns, and providing entertainment. Second, the driving factors for solidarity are internal encouragement, the influence of religion, village principles, and the ability of the village head to instill tolerance, while there are no inhibiting factors.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5