cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies
ISSN : 25286110     EISSN : 25287435     DOI : -
Core Subject : Social,
Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies (JCIMS) is a peer reviewed academic journal, established in 2016 as part of the Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Medan, dedicated to the publication of scholarly articles in various branches of contemporary Islam and Muslim societies in Indonesia, by which exchanges of ideas as research findings and contemporary issues are facilitated. JCIMS welcomes contributions of articles on Indonesian Islam studies, especially local Islamic studies.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017)" : 5 Documents clear
PERSEPSI PEMUKA AGAMA TERHADAP BIAS GENDER DITINJAU DARI LATAR BELAKANG SUKU Dahlia Lubis
Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.894 KB) | DOI: 10.30821/jcims.v1i1.321

Abstract

Abstrak: keberadaan berbagai kajian dan literatur tentang gender tidak serta merta merubah pandangan masyarakat tentang keadilan gender. Sebab, kajian gender tetapi memiliki pendukung dan penentang. Ada pendapat bahwa kajian gender berupaya merubah ajaran agama itu sendiri. Dalam kajian gender selama ini, ditemukan banyak pihak yang ikut berkontribusi bagi muncul dan berkembangnya paham yang bias gender dalam masyarakat Muslim, khususnya di Indonesia. Di antara pihak yang bertanggungjawab terhadap kelestarian paham yang diskriminatif terhadap perempuan adalah para pemuka agama yang diwakili oleh para ustaz dan ustazah dimana mereka memainkan peran sebagai penyampai ajaran agama kepada masyarakat Muslim. Artikel ini mengkaji pandangan para ustaz dan ustazah terhadap ketidakadilan gender yang dilihat dari latar belakang suku masing-masing, sehingga akan terungkap perihal adakah kaitan antara latar belakang suku seorang ustaz dan ustazah terhadap persepsi mereka tentang ketidakadilan gender. Didasari oleh studi lapangan, dimana data penelitian diperoleh dari angket dan wawancara, kajian ini menemukan bahwa masih ditemukannya pemahaman bias gender dalam persepsi ustaz dan ustazah di kota Medan. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian gender di Indonesia.   Kata Kunci: ustaz, ustazah, ketidakadilan, gender, suku Abstract: The Perception of Islamic Preachers about Gender Bias Reviewed From Ethnic Group Backgrounds. The existence of various studies and literature on gender does not automatically change the society's opinion about gender equality. As such, supporters and opponents of the idea are readily found. One opinion goes as far as saying that gender studies try to alter the teachings of religion itself. In the gender studies has been found that many contributed to the emergence and development of gender biased ideology in Muslim societies, especially in Indonesia. Among those responsible to discriminatory preservation of women are religious leaders who are represented by ustaz and ustazah where they play the role of religious teachings to the Muslim community. This article examines the opinions of ustaz and ustazah on gender inequality realized from the background of each ethnic group, so it will be revealed about whether there is a link between ethnic background of an ustaz and ustazah to their perception of gender injustice. Based on field studies, where the research data was obtained from questionnaires and interviews, this study found that there is an understanding of gender bias in ustaz and ustazah perceptions in Medan city. This study is expected to contribute to gender studies in Indonesia. Keywords: ustaz, ustazah, injustice, gender, ethnic group
SYEKH AHMAD KHATIB MINANGKABAU DAN POLEMIK TAREKAT NAQSYABANDIYAH DI NUSANTARA Ahmad Fauzi Ilyas
Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.247 KB) | DOI: 10.30821/jcims.v1i1.1008

Abstract

Abstrak: Artikel ini menggambarkan biografi intelektual Sheikh Ahmad Khatib minangkabau, seorang ulama kehaliran Indonesia namun menghabiskan sebagian besar karir intelektualnya di Makkah pada penghujung abad ke 19 hingga awal abad ke 20 dan kemudian menganalisis responnya terhadap polemik mengenai Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia. Sheikh Ahmad penting dikaji mengingat pengaruhnya yang besar di kalangan Muslim Indonesia. Berbeda dengan beberapa pendapat, kajian ini menemukan bahwa karya-karya Syekh Ahmad menunjukkan persetujuannya dengan Tarekat Naqsyabandiyah, kecuali dalam lima amaliah. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi studi Islam di Nusantara. Kata Kunci: Ahmad Khatib Minangkabau, Tarekat, Naqsyabandiyah, Nusantara Abstract: Syekh Ahmad Khatib Minangkabau and Tarekat Naqsyabandiyah Polemic in Indonesia Archipelago. This article describes the intellectual biography of Sheikh Ahmad Khatib Minangkabau, an Indonesian born scholar but spent most of his career in Mecca from the end of the 19th century to the beginning of the 20th and examines his response to the Naqsyabandiah congregation in Indonesia archipelago. Sheikh Ahmad deserves to be studied, considering his significant influence among Muslims of the region.  In contrary with some belief, this study reveals that Sheikh Ahmad’s works indicate that he was in the opinion that Naqsyabandiyah was in line with orthodox Islam, with the exception of five amaliyah. This study is expected contribute to the study of Islam in Indonesia archipelago. Keywords: Ahmad Khatib Minangkabau, Tarekat, Naqsyabandiyah, Indonesia archipelago.
KAJIAN ILMU FALAK DI INDONESIA: Kontribusi Syaikh Hasan Maksum dalam Bidang Ilmu Falak Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar
Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.958 KB) | DOI: 10.30821/jcims.v1i1.1007

Abstract

Abstrak: Ulama-ulama Nusantara telah memainkan peranan bagi penguatan dan pelestarian khazanah keilmuan Islam di Nusantara, termasuk dalam bidang ilmu falak, dan ironinya tidak banyak kajian yang dilakukan para ahli terhadap karya-karya akademik mereka dalam bidang ini. Artikel ini akan mengkaji kontribusi Syaikh Hasan Maksum seorang mufti Kesultanan Deli yang sangat berpengaruh di Sumatera Timur. Seperti halnya ulama-ulama Nusantara lainnya, ia pernah belajar di Haramain (Makkah dan Madinah) dalam waktu yang cukup lama. Secara khusus, artikel ini akan mengulas karyanya yang berjudul Natîjah Abadiyah, dengan menggunakan analisis isi. Natîjah Abadiyah (natijah abadi) adalah buku yang sangat ringkas namun sangat penting, yang berisi daftar dan penjelasan tentang waktu-waktu salat. Kata Kunci: Nusantara, Sumatera Timur, ilmu falak, waktu salat, Hasan Maksum Abstract: The Study of Astronomy in Indonesia: Shaykh Hasan Maksum’s Contribution to Astronomy. Islamic scholars have played a role for the strengthening and preservation of Islamic scholarship in Indonesia, including in Astronomy. Unfortunately, works on this field have not been studied accordingly. This article examines the contribution of Shaykh Hasan Maksum, a very influential mufti on Deli sultanate in East Sumatra. Like many other Nusantara scholars, he studied in Haramain (Makkah and Madinah) for a substantial time. This article studies his work, Natîjah Abadiyah, applying Content Analysis. It is clear that the Natijah Abadiyah is a short yet very important for it contains daily prayer timetable and some necessary explanations. Keywords: Indonesia Archipelago, East Sumatera, Astronomy, time of prayer, Hasan Maksum
DINAMIKA ORGANISASI MUHAMMADIYAH DI SUMATERA UTARA Dja'far Siddik
Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.256 KB) | DOI: 10.30821/jcims.v1i1.322

Abstract

Abstrak: Dari berbagai organisasi Islam yang tumbuh dan berkembang di Nusantara, bisa dikatakan bahwa NU dan Muhammadiyah menjadi dua organisasi Islam terbesar. Sebagai organisasi Islam, Muhammadiyah memiliki amal usaha yang sangat besar, dan telah berdiri di seluruh wilayah Indonesia. Cukup disayangkan, kajian selama ini masih terfokus pada Muhammadiyah secara nasional, tetapi kurang merambah sampai ke wilayah daerah, padahal Muhammadiyah di daerah relatif sukses dalam menanamkan ideologinya. Artikel ini akan mengkaji dinamika organisasi Muhammadiyah di Sumatera Utara. Kajian ini merupakan studi kepustakaan, di mana datanya berasal dari telaah terhadap dokumen terutama dokumen resmi organisasi ditambah dengan referensi karya para ahli tentang gerak juang organisasi ini baik secara nasional maupun lokal. Kajian ini mengajukan temuan bahwa Muhammadiyah telah memasuki daerah Sumatera Utara sejak masa kolonial, dimana organisasi ini banyak mendapatkan penentangan dari penjajah dan pihak kesultanan di Sumatera Timur, meskipun akhirnya kondisi sosial politik di Sumatera Utara di era kemerdekaan membuat Muhammadiyah dapat dengan leluasa mengembangkan paham dan gerakannya hingga menjadi organisasi besar di kawasan ini menyaingi Al Washliyah dan Al Ittihadiyah. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengkajian Islam di Nusantara, dan memperkuat referensi tentang Islam dan Muhammadiyah di luar Jawa. Kata Kunci: Organisasi Islam, Muhammadiyah, Tapanuli, Sumatera TimurAbstract: The Dynamics of Muhammadiyah Organization in North Sumatera. From various Islamic organizations which growing and developing in Indonesia archipelago, it can be said that NU and Muhammadiyah become the two largest Islamic organizations. As an Islamic organization, Muhammadiyah has a huge business charity spread throughout the territory of Indonesia. Unfortunately studies on Muhammadiyah have so far scrutinized this organization at national level, tending to overlook some of its interesting and sometimes peculiar local developments.  This article will examine the dynamics of the Muhammadiyah in North Sumatra. The data of this study is obtained from official documents of the organization plus primary works of experts about the movement of this organization nationally and locally. This study proposes that Muhammadiyah has established itself in North Sumatra (then, East Sumatra) since the colonial era, where this organization has received much opposition from the colonists and the existing sultanates. The independence changes the socio-political conditions of North Sumatra, providing Muhammadiyah more freedom to develop its religious understanding and movement, until it became a large organization in the North Sumatra opposing Al Washliyah and Al Ittihadiyah. This study is expected to contribute to the study of Islam in the Indonesia archipelago, and strengthen the reference of Islam and Muhammadiyah outside of Java. Keywords: Islamic Organization, Muhammadiyah, Tapanuli, East Sumatera
PEMBELAJARAN KITAB KUNING DI PESANTREN MUSTHAFAWIYAH, MANDAILING NATAL Al Rasyidin
Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.841 KB) | DOI: 10.30821/jcims.v1i1.324

Abstract

Abstrak: Kitab kuning sejak lama menjadi bagian penting studi Islam di Indonesia, sejak era pertumbuhannya sampai kini. Pesantren, dan agak belakangan madrasah, menjadi garda terdepan dalam pengkajian dan pelestarian khazanah kitab kuning di Nusantara. Kitab-kitab yang dikaji meliputi bidang tafsir, hadis, tauhid, fikih, sampai bidang tasawuf. Penelitian pembelajaran kitab kuning selama ini memang dirasa masih berfokus pada kawasan Jawa yang memang bisa dikatakan basis pesantren di Nusantara. Selain itu diketahui ada sejumlah perubahan dalam sistem pembelajaran kitab kuning di pesantren. Secara khusus, artikel ini mengkaji sistem pembelajaran kitab kuning di Pesantren Musthafawiyah. Berdasarkan penelitian lapangan terhadap sistem pembelajaran kitab kuning di pesantren tersebut, di mana data diperoleh dari kegiatan wawancara, observasi, dan telaah dokumen, artikel ini mengajukan temuan bahwa pembelajaran kitab kuning di pesantren Musthafawiyah tidak mengalami perubahan. Kitab yang dikaji selalu sama sejak berdiri sampai sekarang, meskipun ada penambahan kitab yang bukan dalam katagori kitab kuning. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian sejarah pendidikan Islam di Indonesia, khususnya pendidikan Islam di luar Jawa.  Kata Kunci: Mandailing, pesantren, pembelajaran, kitab kuning, Musthafawiyah Abstract: Learning System of Kitab Kuning at Pesantren Musthafawiyah, Mandailing Natal. The kitab kuning (literally ‘Yellow Book’, pre-modern books on Islam) has been the core of Indonesian Islamic studies for a long time. Right from the beginning, pesantrens, to be joined by madradsas at a later period, have taken the responsibility of preserving and teaching kitab kuning throughout the Indonesia archipelago.  The kitab kuning-based studies encompass a variety of subjects such as Qur’anic Exegesis, Prophetic Tradition, Islamic Theology, Islamic Law, and Sufism.  Very much of the existing studies about kitab kuning was undertaken in Java pesantrens and very seldom cover those pesantrens outside Java. Considering that, as well as many developments and changes in kitab kuning studies, the present studies concentrate on Pesantren Musthafawiyah of Mandailing Natal, North Sumatra. The data obtained suggest that in Pesantren Musthafawiyah the kitab kuning curriculum has remained the same from its initial operation in early 20th century to the present. It means that the books studied have always been the same. Although some new books enter the lists, but they are by no means replacing the kitab kuning.  Keywords: Mandailing, pesantren, learning, yellow book, Musthafawiyah

Page 1 of 1 | Total Record : 5