cover
Contact Name
Fauziah
Contact Email
fauziah.fahrullah@gmail.com
Phone
+6282123089992
Journal Mail Official
ojsbunda@gmail.com
Editorial Address
AKADEMI KEBIDANAN BUNGA HUSADA SAMARINDA Jalan Abdul Wahab Sjahranie Gang 3 No.12 RT.10 Kelurahan Gunung Kelua –Samarinda Ulu Kalimantan Timur, Kode Pos: 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
ISSN : 26227487     EISSN : 26227495     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda. Adapun ruang lingkup/topik dalam Jurnal Ilmiah Kebidanan adalah bidang Kebidanan, Kandungan dan Pendidikan Kebidanan. Dalam setiap edisinya, Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” menerbitkan 5 hingga 8 (delapan) artikel/ hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Kebidanan Bunga Husada (Akbid Bunda) saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2019): Februari 2019" : 7 Documents clear
Peran Suami Dan Petugas Kesehatan Dalam Meningkatkan Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Di Kota Madya Yogyakarta Khasanah, Nur; Sukmawati, Sukmawati
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 2 No. 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v2i1.21

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) adalah Nutrisi alamiah yang terbaik bagi bayi, akan tetapi tidak semua bayi ASI eksklusif adalah Nutrisi alamiah yang terbaik bagi bayi, akan tetapi tidak semua bayi mendapatkan ASI secara Eksklusif dari Ibunya. Cakupan pemberian ASI Eksklusif di Indonesia masih belum mencapai target maksimal yaitu 80%, begitupun dengan provinsi Daerah istimewa Yogyakarta (DIY), khususnya di Kotamadya Yogyakarta yang merupakan salah satu kabupaten dengan cakupan pemberin ASI Eksklusif terendah dibanding kabupaten lainnya yaitu 61,52%. Penelitian menunjukkan faktor-faktor yang dapat menentukan pemberian ASI Eksklusif, salah satunya adalah ibu merasa persediaan ASInya tidak mencukupi, padahal persediaan ASI yang tidak mencukupi seharusnya dapat diatasi dengan adanya peran suami dan petugas kesehatan dalam mendukung peningkatan produksi ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui informasi tentang bagaimana peran suami dan petugas kesehatan dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan studi kasus melalui wawancara terhadap bidan dan suami ibu menyusui. Hasil penelitian menunjukkan Suami kurang berperan dalam meningkatkan produksi ASI, karena banyak suami yang belum mengetahui cara meningkatkan produksi ASI dan mereka tidak ingin mencari informasi terkait hal tersebut, sedangkan peran petugas kesehatan dalam meningkatkan produksi ASI sudah cukup baik. Petugas kesehatan biasanya berperan dalam memberikan konseling tentang ASI Eksklusif, menyediakan ruang pojok ASI di tempat praktik bidan, menolak adanya susu formula, membina kader di posyandu, melakukan sosialisasi tentang ASI Eksklusif, memberikan suplemen pelancar ASI, menyarankan ibu untuk meningkatkan frekuensi menyusui, mengajarkan suami ibu menyusui tentang cara pijat oksitosin, dan menganjurkan suami untuk menyediakan makanan yang baik untuk ibu menyusui seperti sayuran hijau.
Hubungan Pengetahuan Dengan Teknik Menyusui Yang Benar Pada Ibu Nifas Di Puskesmas Sentani Kabupaten Jayapura Tahun 2017 Lestari, Susi
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 2 No. 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v2i1.22

Abstract

Latar belakang: Teknik Menyusui yang Benar pada ibu nifas adalah cara pemberian ASI dari ibu ke bayi dengan perlekatan yang benar. Dalam proses menyusui sering terjadi masalah seperti puting susu lecet sehingga menghambat pemberian ASI kepada bayi. Pada tahun 2014 cakupan pemberian ASI Eksklusif di Indonesia hanya 52,3% sedangkan angka yang diharapkan yaitu 80%. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dengan Teknik Menyusui yang Benar pada ibu nifas pada di Puskesmas Sentani Kabupaten Jayapura. Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu nifas dengan jumlah 303 ibu nifas dan besar sampel sebanyak 75 responden dimana pengambilan sampel menggunakan teknik Non Probability dengan cara Accidental Sampling. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ibu yang melakukan teknik menyusui dengan benar dengan pengetahuan baik sebanyak 14 (18,7) dan data terendah pada ibu yang melakukan teknik menyusui dengan tidak benar dengan pengetahuan kurang sebanyak 24 (33,0%). Hasil uji statistik hubungan pengetahuan dengan teknik menyusui diperoleh nilai p-value 0,001 yang artinya ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan teknik menyusui yang benar pada ibu nifas. Dengan nilai koefisien kontingensi yang menunjukan hasil 0,622 yang artinya terdapat korelasi atau hubungan yang erat antara pengetahuan dengan teknik menyusui. Kesimpulan: Dari penelitian ini didapatkan hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan teknik menyusui yang benar pada ibu nifas dengan nilai p-value 0,001 dan nilai koefisien kontingensi 0,622 yang artinya keeratan hubungannya adalah kuat. Saran meningkatkan motivasi bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan pada ibu nifas dengan cara melakukan kunjungan rumah agar bisa mempraktekkan secara langsung Teknik Menyusui yang Benar pada ibu nifas sehingga ibu dapat memberikan ASI pada bayinya dengan sehingga dapat mengurangi kesakitan yang dialami saat menyusui.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Wanita Usia Reproduktif Dalam Pemilihan Kontrasepsi IUD Di Puskesmas Temindung Samarinda Tahun 2017 Fidiani, Datin; Chasanah, Siti Noor; Fijri, Bayu
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 2 No. 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v2i1.23

Abstract

IUDs have been proven to be more than 99% effective in preventing pregnancy. Most in developing countries where it is used by 14.5% of older women. In developed countries, this percentage is only 7.6%. In a preliminary study through interviews with acceptors, the researchers found that many mothers were reluctant to use an IUD because of excessive vaginal discharge, pain during intercourse, and fear of pain when IUD compilation was installed.IUD at Temindung Samarinda Health Center.The design of this research is quantitative cross sectional. The sample in this study was 99 using purposive random sampling. Data analysis using univariate and bivariate using SPSS.The results showed that there was a significant relationship between Knowledge of the Family Planning Method (P value of 0,000), there was a significant relationship between the Method of Attitude Toward Family Planning (P value 0.033).The recommendations of this study contribute to the Temindung Puskesmas and Midwives in the work area, in order to improve family planning services to improve IUD counseling.
Analisis Pola Makan Anak Autis Yayasan Tongkat Musa Indonesia ABK Bangun Rejo Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2019 Pramardika, Dhito Dwi; Susanti, Era; Fitriana, Fitriana
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 2 No. 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v2i1.24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola makan anak autis Yayasan Tongkat Musa Indonesia ABK Bangun Rejo Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam kepada 3 orang tua siswa, 1 pengajar yayasan, 1 petugas gizi dan 1 sekretaris Desa Bangun Rejo. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian ini yaitu pola makan dari anak autis yaitu frekuensi makan anak mengikuti nafsu makan atau keinginan anak, porsi makan anak yaitu kurang dari angka kecukupan gizi anak dalam seharinya dan pantang makan makanan yang mengandung gluten dan kasein.
Hubungan Status Gizi Terhadap Perkembangan Personal Sosial Anak Pra Sekolah Di Samarinda Zulaikha, Fatma; Meilani, Hadela
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 2 No. 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v2i1.25

Abstract

Status gizi mempunyai peran yang sangat penting terhadap pembentukan perkembangan personal sosial anak. Anak pra sekolah memiliki 4 tahap perkembangan, salah satunya perkembangan personal sosial. Aspek perkembangan personal sosial berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi, dan berinteraksi dengan lingkungannya. Perilaku anak dipengaruhi oleh status gizi, perilaku anak dengan status gizi kurang atau lebih dapat menimbulkan adanya penurunan interaksi dengan lingkungannya dan keadaan ini dapat menunjukkan adanya perkembangan yang buruk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status gizi terhadap perkembangan personal sosial anak pra sekolah di TK Az-Zahro Samarinda. Merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 60 siswa TK Az- Zahro mengikuti penelitian ini yang terpilih melalui purposive sampling. Hasil uji Chi Square menunjukkan nilai p= 0,000 yang bermakna ada hubungan antara status gizi terhadap perkembangan personal sosial anak usia pra sekolah. Terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan perkembangan personal sosial pada anak pra sekolah di TK Az-Zahro Samarinda.
Resiko Umur Dan Paritas Ibu Hamil Pada Kejadian Preeklampsi Eklampsi Rahmawati, Rahmawati; Fauziah, Fauziah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 2 No. 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v2i1.26

Abstract

Background: East Kalimantan Provincial Health Office noted that during 2015 there was an increase in maternal mortality and childbirth. Because most deaths caused by bleeding as many as 33 cases, hypertension in pregnancy as many as 31 cases. RSUD AW SjahranieSamarinda, reported that theincidence rate of eclampsipreeklampsi increased from 2014 that is 1.09% to 1.59% in 2015. Objective: The objective of the research is The purpose of this study was to determine the relationship between maternal age and parity risk factors in the occurrence of eclampsipreeclampsi in RSUD AW Sjahranie.Methods: : Observational analytical research with case control approach. Research location in RSUD AW Sjahranie. Sampling by purposive sampling which is limited by inclusion and exclusion criteria. The analysis test by calculating Chi squared to know the existence of relation of pregnant mother and parity with pre eclamptic event eclampsi then calculate odds ratio to know the big of risk factor with 95% confidence interval and error rate 5%.Results: Obtain Chi square calculate age risk factor equal to 9.82 bigger compared with Chi squared table at degrees of freedom 1 with 5% error level is 3,841 then Chi squares count lebih dari Chi squared table, thus Ho rejected and Ha accepted. Chi square count parity lebih dari chi squared table 18,243 lebih dari 3,841 means Ho refused and Ha accepted. Odds age ratio at risk of 3.596 is greater than the age that is not at risk. Odds ratios Parity 1 and lebih dari 3 have a risk of eclampsiapreeclamption of 5.26 times greater than non-risk parity (Parity 2 - 3).Suggestion: health workers to increase the number and quality of midwifery services, especially in giving counseling and counseling especially in pregnant women with age at risk of eclampsiapreeclamption (ageless than 20 years and over 35 years) or screening pregnant mother so that can be anticipated immediately if Found signs of pre-eclampsi exclusion in pregnant women. For institutions to continuously improve the provision of information on the eclampsiapreeclamption to students.
Determinan Perilaku Seksual Mahasiswa Akademi Kebidanan Borneo Medistra Di Balikpapan Tahun 2015 SASANTI, DEWI ARI
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 2 No. 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v2i1.27

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi antara kanak-kanak dan dewasa dan mereka relatif belum mencapai tahap kematangan mental serta sosial sehingga harus menghadapi tekanan emosi, psikologi, dan sosial yang saling bertentangan. Di negara berkembang masa transisi itu berlangsung sangat cepat. Bahkan usia saat berhubungan seks pertama ternyata selalu lebih muda dari pada usia ideal menikah (Suriah, 2007). Di Indonesia 63% remaja sudah pernah melakukan kontak seksual dengan lawan jenisnya dan 21% pernah melakukan aborsi (BKKBN, 2008). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mempelajari dan menjelaskan determinan yang berhubungan dengan perilaku seksual pada mahasiswa akademi kebidanan Borneo Medistra di Balikpapan tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Alat pengumpul data berupa kuesioner dengan sampel sebanyak 202 responden. Penelitian ini tidak menggunakan tehnik pengambilan sampel tetapi yang digunakan adalah total populasi yaitu Tingkat I dan II mahasiswa Akademi Kebidanan Borneo Medistra Balikpapan. Uji statistik menggunakan Chisquare dan regresi dan regresi logistic sederhana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 52% mahasiswa memiliki perilaku seksual tinggi dan variabel yang berhubungan secara signifikan adalah pengetahuan, tempat tinggal, paparan media pornografi, komunikasi dengan orangtua dan pengaruh teman sebaya. Variabel yang dominan berhubungan dengan perilaku seksual berisiko adalah keterpaparan media pornografi dengan nilai OR 2,612 artinya mahasiswi yang keterpaparan media pornografinya tinggi berisiko 2.6 kali lebih tinggi memiliki perilaku seksual berisiko dibandingkan dengan mahasiswi yang keterpaparan media pornografinya, setelah dikontrol dengan variabel pengetahuan, tempat tinggal, dan pengaruh teman sebaya. Disarankan untuk lebih memfokuskan dalam pengawasan dan penanganan terhadap situs pornografi, mengefektifkan sistem pemblokiran media pornografi, melakukan pengawasan intensif terhadap perilaku yang mengarah negatif, meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler dan intrakurikulerr, meningkatkan kegiatan kerohanian, melakukan pengawasan waktu luang mahasiswa, terutama dalam hal penggunaan media elektronik, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada variabel keterpaparan media pornografi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7