Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH PERAWATAN METODE KANGURU TERHADAP RESPON FISIOLOGIS BAYI PREMATUR DAN KEPERCAYAAN DIRI IBU DALAM MERAWAT BAYI Nurhayati Wahyu Trianingsih; Istiqomah .; Dewi Ari Sasanti
Jurnal Biotek Vol 6 No 2 (2018): Desember
Publisher : Department of Biology Education of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.976 KB) | DOI: 10.24252/jb.v6i2.6573

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi  respon fisiologis bayi prematur dan kepercayaan diri ibu selama perawatan di dua rumah sakit di Balikpapan. Jenis penelitian adalah quasi eksperimental denganone- group pre dan post test. Pengambilan sampel dengan carapurposive sampling dengan sampel 10 responden. Instrumen penelitian adalah kuesioner yaitu Kuesioner kepercaya diri ibu, alih bahasa dari Maternal Confidence Questionaire (MCQ), digunakan untuk mengukur variabel kepercayaan  diri ibu dalam merawat bayi. Hasil Penelitian Menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pada suhu tubuh, frekuensi denyut jantung, saturasi oksigen pada bayi prematur, dan kepercayaan diri ibu dalam merawat bayi sebelum dan sesudah dilakukan perawatan. Terdapat perbedaan yang bermakna antara kepercayaan diri ibu dalam merawat bayi prematur sebelum dan sesudah dilakukan PMK. Terdapat perbedaan  yang bermakna suhu tubuh bayi prematur  frekuensi denyut jantung dan saturasi oksigen sebelum dan sesudah dilakukan PMK. PMK yang selama ini dilakukan di ruang Perinatalogi Dr. R. Hardjanto  dan RSUD Beriman, bisa dijadikan sebagai tindakan yang rutin dan semua perawat anak yang dinas di ruangan Perinatalogi diberikan pelatihan PMK. Ruang Perinatalogi sebaiknya memiliki ruangan khusus PMK dan menyediakan rumah singgah bagi ibu, agar dapat mengunjungi bayinya setiap hari khususnya untuk PMK.Kata Kunci  :bayi prematur, fisiologis bayi, kepercayaan diri ibu dalam merawat bayi
Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pernikahan Dini Di SMA Negeri 3 Balikpapan : Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pernikahan Dini Di SMA Negeri 3 Balikpapan Bella Amalia Audina; Dewi Ari Sasanti; Syafitriya Ningsih
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.52 KB) | DOI: 10.53770/amhj.v1i1.6

Abstract

Introduction:  The number of early marriages in the city of Balikpapan alone was recorded at 53 cases. According to Riskesdas in 2010 the number of young women in Indonesia aged 10-14 who were married was 0.2% or more than 22,000, while teenagers aged 15-19 years who married were mostly women, which was around 11.7% compared to men which is about 1.6%. Early marriage cases occur due to free sex which causes pregnancy outside of marriage, so that parents prefer to marry off their children rather than become a family disgrace and cause problems in the future. This study aims to find out more about the knowledge of young women about early marriage at SMA Negeri 3 Balikpapan. Methods: Research using this type of research used is descriptive quantitative. The study was conducted on June 5, 2017. The population was 213 students in class X and the sample used was 53 students from ten classes with simple random sampling technique (Simple Random Sampling). The data used are primary data and secondary data. The research instrument used was a questionnaire. Results: The results of the study of 53 respondents were obtained with 3 respondents (5.66%) good category, 25 respondents (47.17%) sufficient category, 25 respondents (47.17%) in poor category. Most of the young women in SMA Negeri 3 Balikpapan have sufficient and insufficient knowledge about early marriage. The conclusion of this study is that the majority of young women in SMA Negeri 3 Balikpapan have sufficient and insufficient knowledge. Pendahuluan: Jumlah pernikahan dini di Kota Balikpapan sendiri tercatat sebanyak 53 kasus. Menurut Riskesdas tahun 2010 jumlah remaja perempuan di Indonesia usia 10-14 tahun yang menikah adalah 0,2% atau lebih dari 22.000, sedangkan remaja usia 15-19 tahun yang menikah sebagian besar adalah perempuan, yaitu sekitar 11,7% dibandingkan laki-laki yaitu sekitar 1,6%. Kasus perkawinan dini terjadi akibat hubungan seks bebas yang menyebabkan kehamilan di luar nikah, sehingga orang tua lebih memilih menikahkan anaknya daripada menjadi aib keluarga dan menimbulkan masalah dikemudian hari. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengetahuan remaja putri tentang pernikahan dini di SMA Negeri 3 Balikpapan. Metode: Penelitian dengan menggunakan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2017. Populasi adalah 213 siswa kelas X dan sampel yang digunakan adalah 53 siswa dari sepuluh kelas dengan teknik simple random sampling (Simple Random Sampling). Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket. Hasil: Terhadap 53 responden didapatkan 3 responden (5,66%) kategori baik, 25 responden (47,17%) kategori cukup, 25 responden (47,17%) kategori kurang. Sebagian besar remaja putri di SMA Negeri 3 Balikpapan memiliki pengetahuan yang cukup dan kurang tentang pernikahan dini. Kesimpulan: sebagian besar remaja putri di SMA Negeri 3 Balikpapan memiliki pengetahuan yang cukup dan kurang.  
Pemberdayaan Lansia sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Fisik Menuju Lansia Tangguh Marcella Citra Ginanda; Nila Trisna Yulianti; Dewi Ari Sasanti; Vannes Sukma Dewi; Nofrianti R Silaban; Sinta Putri Rahayu
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elderly are those aged 60 years and over based on Law Number 13 of 1998 concerning the Welfare of the Elderly. United Nations data on World Population Aging 2019, the number of elderly was 705 million or 9.18% of the elderly (Tribun news, 2019). There are around 29.3 million elderly  in Indonesia in 2021 (Central Statistics Agency, 2021)  province of East Kalimantan with a total of 132.49 thousand, 93.48% of the elderly , elderly in Kutai Kartanegara is 6.7% or around 2,980, the majority of  suffering  hypertension elderly,  226,148 (Kutai Kartanegara Health Office, 2020)   Wonotirto sub-district is 135 elderly , 50% of elderly complain of joint pain and 18% of hypertension. Implementation of community service the elderly through the Community Midwifery Practice program. This activity aims empower the elderly as an effort to physical health. The implementation of this activity is carried out in 7 stages, namely the stages of assessment, problem analysis, and problem formulation, problem prioritization, determining diagnosis, planning, implementation. The results of the activity showed a positive response from RT 02 Wonotirto Village, Samboja District and active community participation in the student work program. The management of community service activities at RT 02 on November 22 2023 was carried out optimally with the results: (1) increasing physical balance of the elderly, (2) reducing complaints of joint pain, (3) increasing knowledge about hypertension and reduce it. (4) strengthening solidarity the elderly through joint exercise activities in the RT 02 area, Wonotirto Village, Samboja District. Abstrak Lanjut usia (lansia) adalah mereka yang telah berusia 60 tahun keatas berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 Tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Berdasarkan data Perserikaan Bangsa-bangsa (PBB) tentang World Population Ageing pada tahun 2019  jumlah lansia 705 juta atau 9,18% jiwa penduduk lanjut usia di dunia (Tribun news, 2019). Terdapat sekitar 29,3 juta penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2021 ( Badan Pusat Statistik, 2021) di provinsi kalimantan timur dengan jumlah 132,49 ribu jiwa 93,48%penduduk lansia, jumlah penduduk lansia di kutai kartanegara 6,7% atau sekitar 2.980 jiwa, penderita hipertensi mayoritas lansia yaitu 226.148 orang (Dinkes Kutai Kartanegara, 2020) dan jumlah penduduk lansia di kelurahan wonotirto 135 jiwa, lansia dengan keluhan nyeri sendi 50% dan hipertensi sebanyak 18%. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat  pemberdayaan lansia melalui program Praktek Kebidanan Komunitas. Kegiatan ini bertujuan melakukan pemberdayaan lansia sebagai upaya peningkatan kesehatan fisik dalam mendukung lansia tangguh. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dalam 7  tahapan yaitu tahapan pengkajian, analisis masalah, dan perumusan masalah, prioritas masalah, menentukan diagnosa, perencanaan, pelaksanaan. Hasil kegiatan menunjukan respon positif dari RT 02 Kelurahan Wonotirto, Kecamatan Samboja dan partisipasi aktif masyarakat mengikuti program kerja mahasiswi. Penatalaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di RT 02 pada tanggal 22 November 2023 di lakukan dengan optimal dengan hasil : (1) meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, dan keseimbangan fisik lansia, (2) mengurangi keluhan nyeri sendi, (3) meningkatan pengetahuan tentang hipertensi dan cara mengurangi asam urat yang tinggi, (4) memperkuat jaringan sosial dan solidaritas antar lansia melalui kegiatan senam bersama di wilayah RT 02 Kelurahan Wonotirto, Kecamatan Samboja.
Pemberdayaan Mayarakat Melalui Program Gotong Royong Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Kelurahan Wonotirto, Kecamatan Samboja Juraidah, Elisah; Sasanti, Dewi Ari; Elmiani, Heni; Devi; Eke Suriyani; Desira Ana Natalia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Family Medicinal Plants (TOGA) are plants that have positive pharmacological effects on the human body. These plants are usually grown on a home or communal scale.  Planting TOGA in your yard can be one of the criteria for a healthy home.  This plant is widely used as traditional medicine and the manufacturing process can also be done easily.  Family Medicinal Plants (TOGA) has a role as a means of providing traditional medicines that can be used for oneself and even the community in general. The community partnership program aims to increase community understanding and skills through socialization of the use of TOGA to create a healthy community in Wonotirto Village. There are 2 main components discussed in the community's understanding and skills, including: understanding the types of TOGA, understanding the properties/benefits of the TOGA plant.  The problem in society is that there are still very few people who empower their home gardens to plant toga plants.  The aim of this activity is to increase the knowledge of PKK women and the community about the types of TOGA, the properties/benefits of TOGA, and to show the procedures for planting TOGA on limited land.  The method used is discussion and question and answer.  The result of this service is that the community has used their home gardens to plant toga plants.   Abstrak Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah tanaman yang memiliki efek farmakologis positif terhadap tubuh manusia.Tanaman ini biasanya ditanam di skala rumah maupun komunal. Penanaman TOGA di pekarangan rumah dapat menjadi salah satu kriteria rumah sehat. Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan proses pembuatannya juga dapat dilakukan dengan mudah. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) memiliki peran sebagai salah satu sarana penyediaan obat-obatan tradisional yang dapat dimanfaatkan untuk diri sendiri bahkan masyarakat secara umum.Program kemitraan masyarakat mempunyai tujuan untuk meningkatnya pemahaman dan keterampilan masyarakat melalui Sosialisasi Penggunaan TOGA Untuk mewujudkan masyarakat Sehat di Kelurahan Wonotirto . Ada 2 komponen pokok yang dibahas dalam pemahaman dan keterampilan masayarakat meliputi: memahami tentang jenis-jenis TOGA, memahami tentang khasiat/manfaat tanaman TOGA. Masalah dalam masyarakat adalah masih sedikitnya masyarakat yang memberdayakan pekarangan rumah untuk ditanami tanaman toga. tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK dan masyarakat tentang jenis-jenis TOGA, khasiat/manfaat TOGA, dan menampilkan tata cara menanam TOGA dengan lahan yang terbatas. Metode yang digunakan adalah dengan diskusi serta tanya jawab. Hasil dari pengabdian ini adalah masyarakat telah memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami dengan tanaman toga.
Edukasi Ibu Hamil Tentang Deteksi Kehamilan Resiko Tinggi Melalui Pemeriksaan Tripel Eliminasi Sasanti, Dewi Ari; Novia Ningrum; Vannes Sukma Dewi; Putri Amelia; Nurlianti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The triple elimination program aims to prevent transmission of HIV, syphilis and hepatitis B from mother to fetus. In 2021, 2,485,430 pregnant women were tested for HIV (50.8%), 799,586 pregnant women were tested for syphilis (16.4%), and 2,946,013 pregnant women were tested for hepatitis B (60 .3%).3 The gap between the number of HIV, syphilis and hepatitis B tests indicates that this triple elimination program is not yet a priority. This community service uses educational methods using booklet media. Activity participants are pregnant women of all trimesters and cadres. The pre-test and post-test results showed that the level of participants' understanding of Triple Elimination increased by 3.92% after education was provided through booklets. Community service activities showed positive responses from pregnant women and cadres in the discussion process regarding triple elimination problems for pregnant women. It is hoped that pregnant women can carry out triple elimination examinations, and better understand the importance of triple elimination, cadre mothers can play an active role in passing on information to prospective pregnant women and pregnant women who have not yet received information about Triple Elimination.   Abstrak Program triple elimination bertujuan untuk mencegah penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu kepada janin. Pada tahun 2021 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan HIV sebanyak 2.485.430 orang (50,8%), jumlah ibu hamil dites sifilis yaitu sebanyak 799.586 orang (16,4%), dan ibu hamil dites hepatitis B sebanyak 2.946.013 orang (60,3%).3 Gaps antara jumlah pemeriksaan HIV, sifilis dan hepatitis B mengindikasikan bahwa program triple elimination ini belum semuanya menjadi prioritas. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode edukasi dengan media booklet. Peserta kegiatan adalah ibu hamil semua trimester dan kader. Hasil pre test dan post test menunjukan tingkat pemahaman peserta tentang Triple Eliminasi meningkat sebanyak 3,92% setelah di lakukan edukasi melalui booklet. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan tanggapan positif dari ibu hamil berserta kader dalam proses diskusi mengenai masalah-masalah triple eliminasi pada ibu hamil. Diharapkan ibu hamil dapat melaksanakan pemeriksaan triple eliminasi, dan lebih memahami pentingnya triple eliminasi, ibu kader dapat berperan aktif dalam meneruskan informasi kepada calon ibu hamil dan ibu hamil yang belum mendapatkam informasi tentang Triple eliminasi. 
Determinan Perilaku Seksual Mahasiswa Akademi Kebidanan Borneo Medistra Di Balikpapan Tahun 2015 SASANTI, DEWI ARI
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 2 No. 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v2i1.27

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi antara kanak-kanak dan dewasa dan mereka relatif belum mencapai tahap kematangan mental serta sosial sehingga harus menghadapi tekanan emosi, psikologi, dan sosial yang saling bertentangan. Di negara berkembang masa transisi itu berlangsung sangat cepat. Bahkan usia saat berhubungan seks pertama ternyata selalu lebih muda dari pada usia ideal menikah (Suriah, 2007). Di Indonesia 63% remaja sudah pernah melakukan kontak seksual dengan lawan jenisnya dan 21% pernah melakukan aborsi (BKKBN, 2008). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mempelajari dan menjelaskan determinan yang berhubungan dengan perilaku seksual pada mahasiswa akademi kebidanan Borneo Medistra di Balikpapan tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Alat pengumpul data berupa kuesioner dengan sampel sebanyak 202 responden. Penelitian ini tidak menggunakan tehnik pengambilan sampel tetapi yang digunakan adalah total populasi yaitu Tingkat I dan II mahasiswa Akademi Kebidanan Borneo Medistra Balikpapan. Uji statistik menggunakan Chisquare dan regresi dan regresi logistic sederhana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 52% mahasiswa memiliki perilaku seksual tinggi dan variabel yang berhubungan secara signifikan adalah pengetahuan, tempat tinggal, paparan media pornografi, komunikasi dengan orangtua dan pengaruh teman sebaya. Variabel yang dominan berhubungan dengan perilaku seksual berisiko adalah keterpaparan media pornografi dengan nilai OR 2,612 artinya mahasiswi yang keterpaparan media pornografinya tinggi berisiko 2.6 kali lebih tinggi memiliki perilaku seksual berisiko dibandingkan dengan mahasiswi yang keterpaparan media pornografinya, setelah dikontrol dengan variabel pengetahuan, tempat tinggal, dan pengaruh teman sebaya. Disarankan untuk lebih memfokuskan dalam pengawasan dan penanganan terhadap situs pornografi, mengefektifkan sistem pemblokiran media pornografi, melakukan pengawasan intensif terhadap perilaku yang mengarah negatif, meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler dan intrakurikulerr, meningkatkan kegiatan kerohanian, melakukan pengawasan waktu luang mahasiswa, terutama dalam hal penggunaan media elektronik, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada variabel keterpaparan media pornografi.
ANALISIS PENGGUNAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DENGAN KEPUASAAN TENAGA KESEHATAN DI PUSKEMAS KARANG JOANG KOTA BALIKPAPAN Rachmadani, Andry; Yulianti, Nila Trisna; Sasanti, Dewi Ari; Sari, Heni Elmiani; Wulandari, Pradea
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/jkikt.v7i1.238

Abstract

Penggunaan rekam medis elektronik (RME) merupakan salah satu upaya digitalisasi pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan RME dengan tingkat kepuasan tenaga kesehatan di Puskesmas Karang Joang, Kota Balikpapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada tenaga kesehatan yang menggunakan sistem RME dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Aspek yang dianalisis meliputi kemudahan penggunaan, keandalan sistem, kecepatan akses data, serta dukungan teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden merasa penggunaan RME cukup membantu dalam efisiensi kerja. Analisis statistik menunjukkan (p < 0,05) yang artinya ada hubungan. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa meskipun RME memberikan manfaat dalam pengelolaan data pasien, peningkatan kualitas sistem dan pelatihan pengguna masih diperlukan untuk mengoptimalkan kepuasan pengguna. Rekomendasi penelitian ini adalah penguatan infrastruktur digital dan pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan pemanfaatan RME secara maksimal.
Pemberdayaan Kader Dan Ibu Menyusui Dalam Pening-katan Produksi ASI Melalui Teknik Marmet Sasanti, Dewi Ari; Tiara, Andi; Irawati, Irawati; Nurlianti, Nurlianti; Ramadhani, Amanda Dwi
JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Vol 5, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jiwakerta.v5i1.22707

Abstract

Menyusui adalah proses alami yang memberikan nutrisi esensial dan perlindungan imun kepada bayi. Manfaat kesehatan jangka panjang bagi ibu dan bayi telah terbukti terkait dengan praktik menyusui eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Masalah  menyusui  yang  sering  ditemukan biasanya  yaitu  ASI  (Air  Susu  Ibu)  tidak  keluar  yang  biasanya  disebabkan  karena  bendungan  ASI, puting  payudara  tidak  menonjol,  teknik  menyusui  yang  tidak  benar,  payudara  bengkak,  payudara lecet,  dan  mastitis. Salah satu metode yang dapat meningkatkan efisiensi menyusui adalah Teknik Marmet, yang dikembangkan oleh Mary Ann Cahill pada tahun 1980-an. Teknik ini mencakup serangkaian gerakan ringan yang dirancang untuk merangsang produksi ASI dan meningkatkan kenyamanan ibu selama proses menyusui. Hasil kegiatan menunjukan respon positif dari Kelurahan Kelandasan Ulu Balikpapan, dan partisipasi aktif masyarakat mengikuti program kerja Dosen Penatalaksana kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Kelurahan Klandasan Ulu pada tanggal 24 April 2024 dilakukan dengan optimal dengan hasil: (1) Ibu Menyusui paham dengan penjelasan materi yang diberikan dan mampu mempraktikan Teknik Marmet (2) Kader-kader kelurahan Klandasan Ulu paham dengan materi yang diberikan. (3) Lurah dan para staf senang dengan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini. Berdasarkan penilaian kepada 20 peserta tentang pengetahuan mengenai peningkatan produksi ASI melalui Teknik Marmet hasil pre test mendapat nilai Mean 6,90 dan nilai Mean pada post test adalah 8,80 menunjukan adanya peningkatan nilai Mean yaitu 1,90.
The Effect of Psychoeducation on the Level of Postpartum Blues in Postpartum Mothers Sasanti, Dewi Ari
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS5.4757

Abstract

Postpartum “blues” are defined as low mood and symptoms of mild depression that are temporary and self-limited. However, a diagnosis of postpartum blues can make a person vulnerable to postpartum depression or postpartum anxiety disorder. The aim of this research is to determine the effect of psychoeducation on the level of postpartum blues in postpartum mothers. This research is quantitative research using a pre-experimental design with a one-group pre-post test design type of research. The population in this study was postpartum/postpartum mothers on days 3-10. The research results show that the value of Asymp. Sig. (2-tailed) > 0.05, namely 0.841. The conclusion from this study is that there is no effect of psychoeducation on the level of postpartum blues in postpartum mothers.
Optimalisasi peran keluarga dalam perawatan masa nifas Sasanti, Dewi Ari; Elmiani, Heni; Tiara, Andi; Sarif, Ernika Putri; Febriani. R, Firdha; Kamila, Kamila
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024768

Abstract

Selama periode pasca melahirkan, penting bagi ibu untuk merawat dirinya sendiri dan mendapatkan dukungan yang cukup dari pasangannya, keluarga, dan tim medis. Ini merupakan periode penting dalam perjalanan seorang perempuan menuju pemulihan fisik dan emosional setelah melahirkan. Kurangnya peran orang terdekat yang memberi motivasi, memberikan perhatian, mendorong, dan orang-orang yang selalu bersamanya serta membantu dalam menghadapi perubahan akibat persalinan dapat meningkatkan risiko ibu mengalami depresi pasca melahirkan. Metode yang digunakan untuk memberikan edukasi tentang Optimasi Peran Keluarga dalam Perawatan Pasca Melahirkan adalah metode konseling dengan media buklet. Kegiatan pelayanan masyarakat menunjukkan tanggapan positif dari masyarakat desa Gunung Samarinda dan partisipasi aktif dalam proses diskusi mengenai masalah-masalah yang dihadapi selama periode pasca melahirkan baik itu dari segi pribadi, keluarga, maupun lingkungan sosial. Diharapkan bahwa masyarakat dapat meningkatkan kesadaran keluarga dalam peran aktif membantu, melindungi, dan menemani periode pasca melahirkan istri.Abstract: During the postpartum period, it is important for the mother to take care of herself and get enough support from her partner, family and medical team. This is an important period in a woman's journey towards physical and emotional recovery after childbirth. The lack of the role of the closest people who motivate, pay attention, encourage and people who are always with her and help in dealing with changes due to childbirth can increase the risk of mothers experiencing postpartum depression. The method used to educate about Optimizing the Role of the Family in Postpartum Care is the counseling method with booklet media. Community service activities show a positive response from the community of Gunung Samarinda village and active participation in the discussion process of problems that have been faced in the postpartum period both personal, family and social environment. It is hoped that the community can increase family awareness in the active role of helping, protecting and accompanying the postpartum period of the wife.