cover
Contact Name
Fauziah
Contact Email
fauziah.fahrullah@gmail.com
Phone
+6282123089992
Journal Mail Official
ojsbunda@gmail.com
Editorial Address
AKADEMI KEBIDANAN BUNGA HUSADA SAMARINDA Jalan Abdul Wahab Sjahranie Gang 3 No.12 RT.10 Kelurahan Gunung Kelua –Samarinda Ulu Kalimantan Timur, Kode Pos: 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
ISSN : 26227487     EISSN : 26227495     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda. Adapun ruang lingkup/topik dalam Jurnal Ilmiah Kebidanan adalah bidang Kebidanan, Kandungan dan Pendidikan Kebidanan. Dalam setiap edisinya, Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” menerbitkan 5 hingga 8 (delapan) artikel/ hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Kebidanan Bunga Husada (Akbid Bunda) saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2020): Februari 2020" : 5 Documents clear
Perilaku Pemberian Makanan Pendamping ASI Berhubungan Dengan Status Gizi Pada Anak Usia 6-24 Bulan Di Posyandu Kelurahan Keparakan Wilayah Kerja Puskesmas Mergangsan Kota Yogyakarta Fitriana, Lala Budi; Widyantara, I Kadek Dwi
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 3 No. 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v3i1.9

Abstract

Kecukupan gizi sangat penting bagi kesehatan balita dimana seluruh pertumbuhan dan kesehatan balita erat kaitannya dengan masukan makanan yang memadai. Kekurangan gizi pada balita dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan balita yang optimal memerlukan pemenuhan gizi yang sesuai dengan pertumbuhan. Pemberian makanan pendamping ASI sebaiknya diberikan secara bertahap baik dari tekstur maupun jumlah porsinya. Pemenuhan gizi balita bergantung pada perilaku ibu dalam memberikan asupan gizi pada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi pada anak usia 6-24 bulan di Posyandu Kelurahan Keparakan wilayah kerja Puskesmas Mergangsan Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah ibu dan anak usia 6-24 bulan dengan jumlahl 93 ibu dan 93 anak. Teknik sampling adalah accidental sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner, dacin dan mikrotoa. Waktu penelitian dilaksanakan pada 17 April-12 Mei 2014. Analisis data menggunakan Spearman Rho. Hasil analisis Spearman Rho diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,270 dengan p value sebesar 0,009. Keeratan hubungan antara perilaku pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi pada anak usia 6-24 bulan kategori lemah. Ada hubungan antara perilaku pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi pada anak usia 6-24 bulan di Posyandu Kelurahan Keparakan wilayah kerja Puskesmas Mergangsan Kota Yogyakarta
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pemeriksaan Pap Smear Pada Wanita Usia Subur Di Poliklinik Kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah H. Abdul Manap Kota Jambi Febrianti, Rini; Wahidin, Mugi
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 3 No. 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v3i1.17

Abstract

Pap smear merupakan salah satu jenis pemeriksaan skrining dalam deteksi dini kanker serviks yang efektif, sederhana dan murah. Di Indonesia tercatat hanya 5% penduduk wanita yang melakukan pemeriksaan Pap Smear secara rutin, sementara itu RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi mengalami sedikit peningkatan tiap tahunnya tentang pemeriksaan Pap Smear. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemeriksaan Pap Smear pada wanita usia subur di poliklinik kebidanan rumah sakit umum daerah (RSUD) H.Abdul Manap Kota Jambi. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan menggunakan metode Cross Sectional, penelitian ini dilakukan di Poliklinik RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Tahun 2019, Populasi dalam penelitian ini adalah 167 wanita usia subur, dengan menggunakan teknik accidental sampling didapatkan sampel 117 orang wanita usia subur, penelitian ini dilakukan dari tanggal 5 – 24 September Tahun 2019. Data diolah secara komputerisasi, disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, dianalisa secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan 85.5% wanita usia subur dengan pengetahuan rendah, 78.6% sikap negatif dan 74.4% tidak didukung oleh keluarga. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan pemeriksaan Pap Smear yaitu p= 0.046 (p kurang dari 0.05), ada hubungan bermakna antara sikap dengan pemeriksaan Pap Smear yaitu p =0.019 (p kurang dari 0.05), dan ada hubungan bermakana antara dukungan keluarga dengan pemeriksaan Pap Smear yaitu p= 0.042 (p kurang dari 0.05). Berdasarkan hasil penelitian, disaranan pada tenaga kesehatan mampu untuk melakukan promosi kesehatan guna untuk melakukan pemeriksaan Pap Smear.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Dengan Keteraturan Pemeriksaan Kehamilan Di Klinik Bersalin Ramlah Parjib 3 Kota Samarinda Sholihah, Ani Mar’atus; Fijri, Bayu
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 3 No. 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v3i1.18

Abstract

The health status of a country is determined by several indicators one of which is the Maternal Mortality Rate (MMR) is still quite high 228 / 100,000 live births, while the MDG target in 2015 MMR can be reduced to 102 / 100,000 live births. the direct cause of maternal death in Indonesia is bleeding Data from the Samarinda City Health Office shows that the maternal mortality rate in 2012 was 75 / 100,000 live births. The death rate was due to bleeding 20 / 100,000, 5 / 100,000 due to hypertension in pregnancy and 50 / 100,000 live births due to others such as asthma, heart, hepatitis and others.Clarifying pregnant women in the status of mild, moderate and severe risk cannot be used as a benchmark anymore, because all pregnant women are at high risk, even in normal pregnancy, in labor complications can occur without being predicted beforehand, therefore every pregnant woman must examine herself thoroughly regularly and get optimal midwifery services supported by a good attitude of midwives. A good attitude of midwives during providing midwifery services to every pregnant woman is a real strategy in an effort to increase motivation of pregnant women on the importance of regular pregnancy checks.This study aims to determine the relationship of maternal knowledge with regular third trimester pregnancy examinations at the Ramlah Parjib Maternity Clinic in Samarinda.This study uses descriptive analytical research method to determine the relationship of maternal knowledge with regular third trimester pregnancy examinations at the Ramlah Parjib 3 Clinic Samarinda, with a cross sectional study design. The population in this study was third trimester pregnant women who examined their pregnancies at the Ramlah Parjib 3 Maternity Clinic in Samarinda, by convenience sampling amounting to 32 respondents.Based on statistical tests between the two pregnancy rate variables a statistical test is performed using the chi square formula, it is known that the value of chi square X2 is calculated (24.5) and P value is 0.00 while the price of chi square (X2) table is at db = 3-1: 2, at the 0.05 significance level (alpha) is 5.591, this means that the X2 count lebih dari X2 table or P value kurang dari of alpha, it can be concluded that there is a significant relationship between the knowledge of pregnant women and the regularity of the examination.From this study it was concluded that there was a significant relationship between the knowledge of pregnant women and the regularity of examinations at the Ramlah Parjib III Samarinda clinic. And it is hoped that all parties interested in improving the health status of pregnant women can further enhance antenatal care services or pregnancy examinations so as to achieve maximum and better results for the future.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Bayi Usia 9-11 Bulan Di Klinik Aminah Amin Tahun 2018 Fitriana, Fitriana; Partijah, Suci; Pramardika, Dhito Dwi
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 3 No. 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v3i1.19

Abstract

Background: Immunization is a way to prevent infections caused by viruses or bacteria. Family support considers it important to administer immunizations to infants. The purpose of this study is to determine the relationship of family support to the completeness of immunization in infants aged 9-11 months at the Aminah Amin Clinic. The population increased by 42 parents with a sample of 21 parents who had babies aged 9-11 months. Samples were taken by accidental sampling technique. Variables that require family assistance and completeness of immunization. Descriptive analytics. Measuring instruments consist of a questionnaire for family support variables and KMS for Immunization Completeness variables. Data analysis used univariate and bivariate analyzes using the Chi-Squar statistical test. Results: Based on the results of statistical calculations, there is a relationship between family support and completeness of immunization in infants aged 9-11 months. Conclusion: There is a relationship between family support and completeness of immunization in infants aged 9-11 months in aminah amen clinic. Researchers hope to support all parties to help the success of a complete basic immunization program
Faktor Resiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infertilitas Primer Pada Wanita Usia Subur Di Kota Samarinda Tahun 2020 Fauziah, Fauziah; Rahmawati, Rahmawati; Fitriana, Fitriana
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 3 No. 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v3i1.20

Abstract

Sebagian besar pasangan di dunia hampir semua mengiginkan kehadiran seorang anak, namun tidak semua perkawinan beruntung memiliki keturunan. Infertilitas menjadi salah satu gangguan reproduksi yang kadang terjadi. Di mana Infertilitas merupakan masalah yang di hadapi pasangan suami istri yang telah menikah selama minimal satu tahun tanpa kontrasepsi, dengan melakukan hubungan suami istri rutin tetapi belum berhasil mendapatkan kehamilan. Infertilitas pada wanita dibedakan atas infertilitas primer dan infertilitas sekunder. World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa jumlah pasangan infertil sebanyak 36% diakibatkan adanya kelainan pada pria, sedangkan 64% berada pada wanita. Diatara faktor risiko yang menjadi penyebab infertilitas primer, seperti usia dan obesitas. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan antara usia dan obesitas dengan kasus infertilitas primer di RS. Siaga Al Munawarroh Ramania Samarinda, pelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Sampel yang digunakan adalah 50 wanita terdiri dari 25 pasien infertilitas primer dan 25 pasien tidak infertil. Data diambil dari rekam medis pasien di Poli Kandungan, RS. Siaga Al Munawaroh dari bulan Desember 2019 s/d Januari 2020 . Pada penelitian ini menggunakan variabel usia dan obesitas. Hasil bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang berarti antara usia dan infertilitas primer (p = 0,572) serta keterkaitan yang tidak terlalu berarti antara obesitas dengan infertilitas (p = 0,235). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kedua variabel yang diteliti tidak ada keterkaitan yang berarti dengan infertilitas primer namun obesitas menjadi faktor yang perlu diwaspadai karena kelebihan berat badan cukup untuk meningkatkan risiko gangguan metabolisme.

Page 1 of 1 | Total Record : 5