cover
Contact Name
Dr. Ir. Lestari Ujianto, M.Sc.
Contact Email
ujianto@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cropagro@unram.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy
Published by Universitas Mataram
ISSN : 19788223     EISSN : 26215748     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram yang memuat tulisan berupa hasil penelitian yang terkait dengan bidang budidaya tanaman, terbit enam bulan sekali. Redaksi menerima naskah dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
EVALUASI PERTUMBUHAN DAN DAYA HASIL POPULASI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) HASIL SELEKSI SIMULTAN Siti Raihanun dan I Wayan Sutresna; Uyek Malik Yakop
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Crop Agro budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan daya hasil populasi tanaman jagung (Zea mays L.) hasil seleksi simultan. Penelitian ini dilakukan di lahan milik petani Desa Pagutan, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Penelitian ini diawali dengan persiapan benih sampai panen. Data dianalisa dengan analisis keragaman pada taraf nyata 5%. Perlakuan yang menunjukkan beda nyata diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata yang sama. Populasi tanaman jagung memiliki komponen pertumbuhan yang berbeda nyata, sedangkan untuk daya hasil tidak berbeda nyata pada tiap perlakuan (CO, UP, SI, BT dan BB). Meskipun komponen pertumbuhan yang mempengaruhinya memiliki nilai yang berbeda nyata, ternyata tidak berdampak signifikan dengan yang diharapkan. Hasil penelitian belum menunjukkan adanya kemajuan seleksi untuk sebagian sifat yang diamati. ABSTRACK This study aimed to evaluate the growth and yield populations of maize (Zea mays L.) simultaneous selection results. The research was conducted on land owned by village farmers embrace, District Sekarbela, Mataram City. This study begins with the preparation of the seed to harvest. Data were analyzed by analysis of variance at the 5% significance level. Treatment showed significant difference test was tested further by Least Significant Difference (LSD) at the same real level. Corn plant populations have significantly different growth components, while the yield was not significantly different for each treatment (CO, UP, SI, BT and BB). Despite growth components affecting its have significantly different values, it did not significantly impact expected. The results of studies have not shown the progress of selection for most of the observed properties.
APLIKASI PUPUK Si Plus MENURUNKAN INTENSITAS SERANGAN PENYAKIT VASCULAR STREAK DIEBACK (VSD) PADA TANAMAN KAKAO ( Theobroma cacao L. ) Ahmad Subarja; Irwan Muthahanas dan Joko Priyono
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 9 No 2 (2016): jurnal Crop Agro Januari 2016
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk SiPlus terhadap intensitas serangan penyakit VSD pada tanaman kakao dan frekuensi aplikasi SiPlus yang paling efektif. Penelitian dilaksanakan di perkebunan kakao milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat di Desa Lingsar, Lombok Barat. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap diulang 5 kali. Perlakuan aplikasi SiPlus terdiri atas kontrol (tanpa SiPlus), diberi SiPlus 1,2,3 kali/bulan masing-masing dengan cara disemprot dan di infus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk SiPlus menurunkan intensitas serangan penyakit VSD pada tanaman kakao. Pada bulan pertama, intensitas serangan penyakit VSD pada kontrol 13,24 %, turun menjadi 2,59 – 8,10 %. Pada bulan ke-4, intensitas VSD pada kontrol tetap pada kisaran 13%, turun menjadi 0,51-5,87 %. Pemberian SiPlus yang paling efektif adalah disemprot sekali/bulan. Dapat disimpulkan bahwa SiPlus efektif digunakan untuk mencegah munculnya serangan VSD pada kakao. ABSTRACK This research was aimed to identify the effect of SiPlus fertilizer application on the disease intensity of vascular streak dieback (VSD) on cocoa and to determine the most effective of the application in reducing the diseases intensity. The research was conducted in NTB provincial government cocoa plantations located in Lingsar village, West Lombok. This research applied a completely randomized design with 5 replications. The treatment consisted of control (no SiPlus), applied SiPlus for 1, 2, and 3 times/months each of which was by spraying the leaf, steam and fruit and by inpush methods. Results showed that the application of SiPlus fertilizer significantly reduced the disease intensity of VSD on cocoa. In the first month, VSD disease intensity in the control was 13,24 %, while of that for the treated with SiPlus was 2,59 – 8,10 %. In the 4th months, that was from 13 % decreased to 0.51 – 5.87 %. The most effective application of SiPlus was by spraying SiPlus once per month, It may be concluded that applying SiPlus was an effective method to avoid VSD on cocoa.
STUDI PENDAHULUAN TENTANG PENYAKIT BUSUK BATANG PADA TANAMAN BUAH NAGA DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Mulat snaini1; Irwan Muthahanas1; I Komang Damar Jaya2
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab penyakit busuk batang pada tanaman buah naga di Kabupaten Lombok Utara. Metode yang digunakan adalah isolasi secara langsung dari batang yang sakit dan dari sampel tanah. Media yang digunakan untuk menumbuhkan jamur adalah Water Agar (WA) dan Potato Dextrose Agar (PDA) ditambah dengan antibiotik Streptomicyn sulfat. Sedangkan medium yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri dan actinomycetes adalah Nutrient Agar (NA). Identifikasi patogen dilakukan dengan cara pengamatan deskriptif terhadap morfologi jamur-jamur yang ditemukan berdasarkan pengamatan di bawah mikroskop. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa yang berasosiasi dengan penyakit busuk batang adalah jamur Genus Phytophthora dan Fusarium. Sedangkan mikroorganisme yang berasosiasi adalah bakteri, actinomycetes, dan jamur-jamur Genus Pythium, Sclerotium, Rhizoctonia dan Acremonium. ABSTRACT The aim of this study was to determine the causal agents of stem rot disease on dragon fruit planted in North Lombok. Direct isolation from stem rot and soil sample were used in this study. Media for the growth of the fungi were Water Agar (WA) and Potato Dextrose Agar (PDA) suplemented with antibiotic Streptomicyn sulfat. Nutrient Agar was used to grow the bacteria and actinomycetes. Methods used to identify the fungi were description upon microscopic observation of the fungal morphology. The results show that the primary fungi associated with basal stem rot were fungi of the genus of Phytophthora and Fusarium and several microorganisms associated with the disease were bacteria, actinomycetes, and the fungi Genus of Pythium, Sclerotium, Rhizoctonia dan Acremonium.
KARAKTERISASI PRODUKSI DAN KUALITAS MINYAK NILAM HASIL KULTUR IN VITRO PADA BUDIDAYA TANAMAN SELA KAKAO DAN KELAPA Abdul Kadir *1; Dahlia *2; Darmawan *3
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Crop Agro pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan tanaman nilam hasil perbanyakan kultur jaringan yang toleran terhadap naungan merupakan salah satu alternatif dalam upaya memanfaatkan areal pertanaman di bawah tegakan, khususnya pada areal perkebunan tanaman kakao dan kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi dan kualitas nilam hasil kultur in vitro yang dibudidayakan sebagai tanaman sela kakao dan kelapa. Bahan tanaman yang digunakan adalah somaklon yang diperoleh dari hasil seleksi in vitro dan iradiasi sinar gamma yaitu somaklon TT75, TT1020-B11, TT0020-L2, TT0515-M3 dan tanaman induk sebabagai tanaman kontrol. Penelitian dilaksanakan di kebun kakao rakyat Polman, Sulawesi Barat dan analisis kadar minyak dan patchouly alcohol (PA) dilakukan di Laboratorium unit penyulingan minyak atsiri Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (BALITRO) Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa somaklon tanaman nilam hasil kultur jaringan mempunyai kadar minyak dan PA lebih tingggi dibandingkan dengan tanaman kontrol. Somaklon TT1020-B11 dan TT0020-L2 mempunyai kadar minyak dan PA lebih stabil pada kondisi iklim mikro di bawah tegakan, sehingga dapat dikembangkan sebagai tanaman sela di bawah tegakan. ABSTRACT Utilization of patchouli plant generated from tissue culture propagation that tolerant to shading is one of the effort to useful of planting area under the standing plants, especially on cocoa and coconut plantation. This research aimed to study patchouli oil quality and production generated in vitro culture on cocoa and coconut alley cropping system. The plant material used was somaclones obtained from in vitro selection and Gamma irradiation. Somaclones were TT75, TT1020-B11,-L2 TT0020, TT0515-M3 and plant control (plant without in vitro selection and irradiation). The experiment was conducted in the People's cocoa plantation Polman, West Sulawesi. Analysis of oil content and Patchouly Alcohol (PA) were conducted at the Laboratory of essential oil distillation unit of Research Institute for Medicinal and Aromatic Plants (BALITRO), Bogor. The experiement results showed that patchouli somaclones resulted of in vitro selection had higher oil and PA content than control plant. Somaclones TT1020 and TT0020-B11-L2 had oil and PA content more stable in microclimate conditions under alley cropping system.
KAJIAN KEMAJUAN SELEKSI HINGGA POPULASI F4 HASIL PERSILANGAN JAGUNG KETAN DENGAN JAGUNG MANIS Lalu Yosi Harlin; Lestari Ujianto; Hanafi Abdurrahman
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 9 No 2 (2016): jurnal Crop Agro Januari 2016
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemajuan seleksi dan perubahan karakteristik hingga populasi F4 hasil persilangan antara jagung ketan dengan jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nyurlembang Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat mulai bulan April sampai Juli 2014. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak kelompok (RAK) yang terdiri atas lima perlakuan yaitu tetua betina, tetua jantan, keturunan kedua (F2), keturunan ketiga (F3), dan keturunan keempat (F4). Masing-masing perlakuan diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sifat yang diamati mengalami kemajuan seleksi kecuali kadar gula dan jumlah baris biji per tongkol. Perubahan karakteristik pada populasi F4 hasil persilangan antara jagung ketan dengan jagung manis terjadi pada umur berbunga jantan, umur berbunga betina, tinggi tanaman, umur panen, panjang tongkol, dan bobot biji kering pipil per tongkol. Parameter diameter batang, jumlah daun, kadar gula, diameter tongkol, bobot biji dan tongkol jumlah biji perbaris jumlah baris biji per tongkol dan bobot 100 biji tidak mengalami perubahan karakteristik. ABSTRACT The objectives of this research were to determine the selection progress and the characteristic changes of the F4 populations from hybridization between glutinous and sweet corn. The research was conducted in the Nyurlembang Village, Narmada District, West Lombok County from April to July 2014. The experimental design used was the randomized complete block design (RCBD) consisted of five treatments ie. Female parent, male parent, second filial (F2), third filial (F3), and fourth filial(F4). Each treatment was replicated four times. The results of this research showed that all the observed traits indicated the selection progress except the sugar content and the number of seed rows per ear. The characteristic changes of the F4 populations were time of anther emerging, time of silk emerging, plant height, days to harvesting, ear length, and dry seed weight per ear. Stem diameter, number of leaves, sugar content, ear diameter, seed weight and seed number per line, number of seed rows per ear and weight of 100 seeds were not change.
EFEKTIVITAS POLIETILENA GLIKOL DAN MANITOL SEBAGAI AGENS PENYELEKSI IN VITRO UNTUK CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP PERTUMBUHAN EMBRIO SOMATIK KACANG TANAH Sumarjan .; A. Farid Hemon1
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 2 No 1 (2009): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penggunaan seleksi in vitro merupakan alternatif untuk mendapatkan tanaman toleran cekaman kekeringan. Seleksi in vitro dapat dilakukan dengan menggunakan polietilena glikol (PEG) atau manitol sebagai selective agent untuk mengidentifikasi sel atau jaringan tanaman kacang tanah yang insensitif karena PEG atau manitol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh polietilena glikol (PEG) atau manitol terhadap pertumbuhan embrio somatik kacang tanah. Kalus embriogen dan ES kacang tanah diseleksi pada media selektif MS dengan penambahan agens penyeleksi polietilena glikol (0, 10, 15, 20 %) dan manitol (0, 1, 3, 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan embrio somatik kacang tanah bervariasi tergantung konsentrasi PEG dan manitol yang digunakan. Semakin tinggi konsentrasi agens penyeleksi, semakin terhambat pertumbuhan ES. ABSTRACT Using of somaclonal variation method that followed in vitro selection at plant breeding program could be used as alternative method to create drought tolerant plant. In- vitro selection could be done with apply polyethylene glycol (PEG) or manitol as selective agent to identify peanut plant cell/tissue that insensitive to selective medium containing PEG or manitol. Objective of this research was to know effectiveness of polyethylene glycol and manitol as in vitro selective agens for drought stress against peanut somatic embryo growth. The experiment was inisiated with induction of somaclonal variation in MS medium containing picloram 16 µM. Medium of MS-P16 that added PEG (0, 10, 15, 20%) and manitol (0, 1, 3, 5%) was used as selective agent for drought stress. Embriogenic calli were placed on PEG and manitol medium during two. Results of the experiment showed somatic embryos (SE) growth in selective medium depended on PEG and manitol concentration. The higher concentration selective agent would be more inhibit SE growth.
KARAKTER MORFO-FISIOLOGI BIJI DAN AGRONOMI BIBIT KELOR (Moringa oleifera Lam.) AKSESI LOMBOK UTARA IGUSTI MADE ARYA PARWATA
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 11 No 2 (2018): Jurnal cropagro juli 2018
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.226 KB)

Abstract

Perkecambahan biji cenderung sangat rendah akibat terjadinya penurunan viabilitas, terutama sekali pada tanaman yang baru dikembangkan, seperti kelor. Oleh karena itu, maka pemahaman tentang karakter benih dan bibit perlu mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi morfo-fisiologi benih dan agronomi bibit tanaman kelor aksesi-aksesi Lombok Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter morfologi biji tanaman kelor aksesi Lombok Utara tidak menunjukkan variasi pada ukuran panjang dan lebar biji. Variasi nampak pada berat 1000 butir bijinya. Berat 1000 butir bijinya berkisar antara 167,47±9,87 g hingga 285,73±9,64 g. Karakter fisiologinya tidak menunjukkan perbedaan pada kecepatan berkecambahnya, namun tidak pada gaya kecambahnya. Gaya kecambahnya berkisar antara 71,50 hingga 82,50%. Sedangkan karakter agronomi bibitnya menunjukkan variasi pada pertumbuhan berat segar dan kering tajuk pada umur satu bulan, dan berat kering tajuk, dan berat segar dan kering akar pada umur dua bulan. Berat kering tajuk tertinggi ditunjukkan oleh aksesi Bayan 1 dan 3, sedangkan berat segar dan kering akar tertinggi ditunjukkan oleh aksesi Kayangan 2 dan Bayan 3, serta oleh aksesi Pemenang 1.
DEGRADASI HERBISIDA TURUNAN 2,4-D AMINE OLEH BAKTERI PELARUT FOSFAT DAN EFEK RESIDUNYA TERHADAP BAWANG MERAH YANG DIBERI PUPUK KANDANG I Ketut Ngawit
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh periode dekomposisi dan dosis pupuk kandang terhadap kemampuan bakteri pelarut fosfat (BPF) mendegradasi herbisida turunan 2,4-D Amine di dalam tanah . Percobaan dilaksanakan sejak Mei 2009 s/d Januari 2010. Percobaan laboratorium dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Pertanian Unram, untuk menguji ketahanan BPF terhadap herbisida 2,4-D Amine. Percobaan rumah kaca ditata menurut rancangan acak lengkap dengan dua faktor perlakuan, yaitu dosis pupuk kandang (P), dengan 4 taraf (0, 10, 20 dan 30 ton ha-1); dan lamanya periode dekomposisi herbisida (D), dengan 4 taraf (0, 4, 8, dan 12 minggu). Jenis BPF yang digunakan adalah Pseudomonas sp., yang diisolasi dari tanah di sekitar perakaran bawang merah, di Desa Bongor, Lombok Barat. Percobaan dilakukan pada pot yang tanahnya berasal dari daerah tempat isolasi BPF tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada media biakan, BPF tersebut tergolong tahan terhadap herbisida turunan 2,4-D Amine sampai konsentrasi 2 ppm dengan laju penghambatan pertumbuhan 2,69%, dan bahkan pada konsentrasi sampai 0,75 ppm, terjadi peningkatan pertumbuhan bakteri. Hasil pengamatan percobaan rumah kaca menunjukkan bahwa lama periode dekomposisi maupun dosis pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap populasi maupun jumlah koloni BPF, pH tanah, tingkat serapan P, berat kering tanaman bawang merah pada umur 50 hari, dan residu herbisida 2,4-D Amine di dalam tanah, baik dari hasil deteksi dengan HPLC maupun bioassay. Tingkat keracunan tanaman bawang merah juga berkurang dengan semakin lama waktu dekomposisi. Untuk sebagian besar variabel pengamatan, terdapat interaksi yang nyata antar kedua faktor tersebut. Jadi semakin lama periode waktu dekomposisi dan semakin tinggi dosis pupuk kandang, maka kemampuan BPF Pseudomonas sp. semakin tinggi dalam mendegradasi 2,4-D Amine, menurunkan pH tanah maupun melarutkan fosfat alam sehingga menjadi tersedia bagi tanaman bawang merah. Tingkat keracunan tanaman bawang merah juga semakin berkurang, tarutama dengan semakin lamanya periode dekomposisi, yaitu berkisar dari tingkat ringan (31-40%) pada periode dekomposisi 0 minggu dengan pupuk kandang 0 kg/ha sampai tanpa ada gejala keracunan pada periode dekomposisi 12 minggu dengan dosis pupuk kandang 30 ton/ha. ABSTRACT This research was aimed to examine effects of different duration of decomposition period and dosage of manure on the ability of one species of Phosphate Solubilizing Bacteria (PSB), i.e. Pseudomonas sp., to degrade the herbicide 2,4-D Amides in soil. The entire experiment carried out from May 2009 to January 2010. The laboratory experiment, conducted at the Microbiology Lab. Faculty of Agriculture, University of Mataram., aimed to test the resistance of the Pseudomonas sp to 2,4-D Amides. The glasshouse experiment was designed according to the Completely Randomized Design using Split Plot Design consisting of two treatment factors, i.e. manure dosis consisting of four levels (i.e. 0, 10, 20 and 30 ton/ha); and duration of decomposition period consisting of four levels (i.e. 0, 4, 8 and 12 weeks). The PSB species were isolated from rhyzosfire soil of onion areas in “Bongor” West Lombok. This pot exeriment used the soil from which the PSB species were isolated. The results showed that both PSB species were resistant to herbicide 2,4-D Amides up to a concentration of 2 ppm in the growing media, with a growth inhibition of 1.87%. At a concentration of 0.75%, Pseudomonas sp. was in fact capable of producing more colonies. The results from the glasshouse experiment showed that PSB species and duration of decomposition period had significant effects on the population and coony count of the PSB, soil pH, P sorption and dry weight of onion at 50 days stage, as well as levels of 2,4-D Amides residue in the soil either based on HPLC detection or bioassay results using tomato plant (Intan variety). Onion toxicity levels also reduced as the duration of the decomposition period was longer. There was also a significant effect of inoculation over uninoculated treatments. For most variables, there were significnat interaction effects between the two factors. At a longer duration of the decomposition period, the ability of Pseudomonas sp. was significantly higher than that of soils steril in degrading 2,4-D Amides, reducing soil pH, and solubilizing phosphate rock to make it available for uptake by Onion. Levels of onion toxicity to 2,4-D Amides ranged from low (31-40%) at the decomposition period of 0 week and 0 ton/ha menure dosis to zero at the decomposition period of 12 weeks and 30 ton/ha manure dosis.
PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA KULTIVAR BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM.L) PADA PEMUPUKAN DENGAN BEBERAPA KONSENTRASI CAMPURAN KOTORAN SAPI Anen Diyati, Nihla Farida, dan Lalu Iras
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 5 No 1 (2012): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil dua kultivar bawang merah yang dipupuk dengan beberapa konsentrasi kotoran sapi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental dengan percobaan di Rumah Kaca. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial yang terdiri atas dua faktor yaitu faktor kultivar dan faktor konsentrasi kotoran sapi. Tiap-tiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Parameter yang diamati adalah laju pertumbuhan tinggi tanaman, laju pertumbuhan jumlah daun, diameter umbi, jumlah siung dan berat umbi per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, interaksi antara kultivar bawang merah dengan konsentrasi kotoran sapi hanya terjadi pada laju pertumbuhan relatif jumlah daun dengan jumlah daun tertinggi pada kultivar Ampenan pada perlakuan 2 l urine + 2 kg kotoran padat + 10 l air. Perlakuan konsentrasi kotoran sapi berpengaruh nyata hanya pada diameter umbi, dengan ukuran diameter umbi yang terbesar pada perlakuan campuran 1 l urine + 10 l air, 1 l urine + 1 kg kotoran padat + 10 l air, 2 l urine + 2 kg kotoran padat + 10 l air, dan 2 l urine + 2 kg kotoran padat + 10 l air. Perlakuan kultivar berpengaruh nyata pada diameter umbi, jumlah siung dan berat umbi per rumpun, dengan hasil tertinggi pada kultivar Bima. ABSTRACT This study was aimed to determine the growth and yield of two cultivars of shallot fertilized with several concentrations of cow manure. The method used in this study was experimental method with experiments in the greenhouse. Research used the factorial completely randomized design consisting of two factors: cultivars factors and cow manure concentration factor. Each combination treatment was repeated 3 times. Parameters measured were plant height growth rate, the rate of growth in the number of leaves, diameter of the bulb, tuber number and weight cloves per clump. The results showed that, the interaction between cultivars of shallot with cow manure concentrations only occur in the relative growth rate of the number of leaves with the highest number of leaves on the cultivar Ampenan on treatment 2 l of urine + 2 kg solids + 10 l of water. The concentration of manure treatment significantly only on the diameter of the bulbs, the bulbs of the largest diameter in the treatment of a mixture of 1 l of urine + 10 l of water, 1 l of urine + 1 kg solids + 10 l of water, 2 l of urine + 2 kg solids + 10 l of water, and 2 l of urine + 2 kg solids + 10 l of water. Treatment cultivars were significantly difference effect on tuber diameter, number of cloves and tuber weight per hill, with the highest yield was obtained from Bima cultivar.
KERAGAMAN SIFAT KUANTITATIF DAN HERITABILITAS GALUR F5 PADI BERAS MERAH (Oryza sativa L.) HASIL SELEKSI PEDIGREE DARI SILANG GANDA Hambali Jayadi Putra; AAK. Sudharmawan; Dwi Ratna Anugrahwat
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 9 No 2 (2016): jurnal Crop Agro Januari 2016
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui keragaman sifat kuantitatif dan heritabilitas galur F5 padi beras merah hasil seleksi pedigree dari silang ganda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Oktober 2013 di Desa Nyurlembang, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 12 perlakuan yakni: F5BC1-10-8, F5BC3-4-1, F5BC3-4-3, F5BC3-4-8, F5BC3-4-10, F5BC3-5-1, F5BC3-5-5, F5BC3-5-7, F5BC3-10-4, F5BC3-10-5, F5BC3-10-7, F5BC3-10-8 yang diulang sebanyak 3 kali sehingga di peroleh 36 unit percobaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua sifat yang diamati memiliki nilai yang beragam, namun antar galur yang diuji mempunyai tampilan yang mirip. Heritabilitas (daya waris) yang tinggi tampak pada sifat panjang malai, jumlah anakan produktif, berat seratus butir gabah pada galur yakni F5BC3-10-5 dan F5BC3-4-10. ABSTRACT The purposes of this study were to identify diversity of quantitative character and heritabilities of F5 red rice lines after pedigree selection from double cross. The research was conducted from Juny to October 2013 in the Nyurlembang Village, Narmada, West Lombok, West Nusa tenggara Province. The experimental design used is completely randomized design (CRD) with 12 treatments: F5BC1-10-8, F5BC3-4-1, F5BC3-4-3, F5BC3-4-8, F5BC3-4-10, F5BC3-5-1, F5BC3-5-5, F5BC3-5-7, F5BC3-10-4, F5BC3-10-5, F5BC3-10-7, F5BC3-10-8 which repeated 3 times to obtain 36 experimental units. The results of this study indicate that all the parameters observed showed a diverse value but among lines tested have a similar appearance. High value inheritance was found on nature panicle length, number of productive tillers, hundred grains weight on F5BC3-10-5 and F5BC3-4-10 lines.

Page 2 of 21 | Total Record : 209