cover
Contact Name
Innike Abdillah Fahmi
Contact Email
fahmi.innike@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
societa@um-palembang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis
ISSN : 23014180     EISSN : 25498509     DOI : -
Societa is the journal that published by Agricultural Faculty of Muhammadiyah University of Palembang, since 2016. This journal reguraly publish every June and December with registrated number ISSN 2301-4180 (print) and ISSN 2549-8509 (online).
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
ANALISIS DAMPAK KENAIKAN HARGA BAHAN BAKU KEDELAI (Glycine max) TERHADAP HOME INDUSTRY TEMPE DI KELURAHAN PLAJU ULU KOTA PALEMBANG
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 11, No 1 (2022): SOCIETA: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v11i1.4719

Abstract

ABSTRACTThis study was conducted to determine the cost of production of tempe processing business before and after the increase in the price of soybean raw materials and to determine the income received by the home industry processing business of tempe before and after the increase in the price of soybean raw materials. This research was conducted in Plaju Ulu Village, Plaju District, Palembang City in June-August 2021. The research method used is a survey. The sampling method used is the saturated sampling method or the census. The data collection method used is the method of observation, interviews. The data processing method used was descriptive analysis with a quantitative approach. The results showed that the cost of production of tempe before the increase in the price of soybeans was IDR 5,147/kg, while after the increase in the price of soybeans the cost of production increased to IDR 6,023/kg there was a difference of IDR 876, - after the increase in soybeans, due to the price of soybean raw materials experiencing quite a high increase. Home Industry income of tempe before the increase in soybean prices from a total revenue of Rp25,820,000 /Kg/Month with a total cost of producing tempeh of Rp16,611,611 /Month and the average income before the increase in soybean prices is Rp9,208,389/Month. Meanwhile, after the increase in soybean prices from a total revenue of Rp27,686,400/Kg/Month with a total cost of Rp20,773,061/Month, the average income after the increase in soybean prices was Rp6,817.061/Month. The impact of the increase in soybean prices is the high cost of production, the quantity of tempeh and also the income received by the Tempe Home Industry in Plaju Ulu Village. ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui harga pokok produksi usaha pengolahan tempe sebelum dan setelah kenaikan harga bahan baku kedelai dan mengetahui pendapatan yang diterima oleh usaha pengolahan Home Industri tempe sebelum dan setelah kenaikan harga bahan baku kedelai. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Plaju Ulu Kecamatan Plaju Kota Palembang pada bulan Juni-Agustus 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah metode sampling jenuh atau sensus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara. Metode pengolahan data yang digunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa harga pokok produksi tempe sebelum kenaikan harga kedelai yaitu Rp5.147/Kg sedangkan setelah kenaikan harga kedelai harga pokok produksi meningkat menjadi Rp6.023/Kg terdapat selisih Rp876,- setelah kenaikan kedelai, di sebabkan karena harga bahan baku kedelai mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Pendapatan Home Industry tempe sebelum kenaikan harga kedelai dari total penerimaan Rp25.820.000/Kg/Bln dengan biaya total produksi tempe Rp16.611.611/Bln dan didapatkan hasil rata-rata pendapatan sebelum kenaikan harga kedelai yaitu sebesar Rp9.208.389/Bln. Sedangkan setelah kenaikan harga kedelai dari total penerimaan Rp27.686.400/Kg/Bln dengan biaya total Rp20.773.061/Bln didapatkan hasil rata-rata pendapatan setelah kenaikan harga kedelai yaitu sebesar Rp6.817.061/Bln. Dampak dari kenaikan harga kedelai yaitu tingginya biaya produksi, kuantitas tempe dan juga pendapatan yang diterima Home Industry tempe di Kelurahan Plaju Ulu.
ANALISIS EFISIENSI FAKTOR PRODUKSI USAHATANI PADI PADA LAHAN GAMBUT DI DESA MULYAGUNA KECAMATAN TELUK GELAM KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 11, No 1 (2022): SOCIETA: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v11i1.4715

Abstract

ABSTRACTThis study was to determine the efficient use of rice farming production factors on peat land in Mulyaguna Village and to find out the income of rice farming on peat land in Mulyaguna Village. This research was conducted in Mulyaguna Village, Teluk Gelam District, Ogan Komering Ilir Regency from October to November 2021. The research method used was a survey. The sampling method is simple random sampling. Data collection methods used in this study were observation, documentation and direct interviews with respondents, besides that the types of data collected were primary data and secondary data. Processing and data analysis in this research are editing, tabulating and coding. Analysis of the data used is a quantitative method with Cobb Douglas analysis tools. The results showed that the use of rice production factors on peatlands in Mulyaguna Village was inefficient and inefficient in the production of urea, seeds and NPK fertilizers, and inefficient in labor production factors. The income earned by rice farmers on peatlands in Mulyaguna Village with an average harvested dry milled grain (GKG) production of 1,575 Kg/lg/MT with an average income of Rp 5,795,217 Lg/MT with an average cost the production cost is Rp. 1,271,370 Lg/Mt, so that the income from rice farming on peat land is an average of Rp. 4,523,847 Lg/Mt. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan faktor produksi usahatani padi pada lahan gambut di Desa Mulyaguna sudah efisien dan untuk mengetahu pendapatan usahatani padi pada lahan gambut di Desa Mulyaguna. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mulyaguna Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten Ogan Komering Ilir pada bulan Oktober sampai bulan November 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Metode penarikan contoh yaitu simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, dokumentasi dan wawancara langsung kepada responden, selain itu jenis data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini yaitu editing, tabulating dan coding. Analisis data yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan alat analisis Cobb Douglas. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan faktor produksi padi pada lahan gambut di Desa Mulyaguna ada yang belum efisien dan tidak efisien pada faktor produksi pupuk Urea, Benih dan Pupuk NPK belum efisien, dan tidak efisien pada fator produksi tenaga kerja. Pendapatan yang diperoleh petani padi pada lahan gambut di Desa Mulyaguna dengan produksi gabah kering giling (GKG) panen rata-rata sebanyak 1.575 Kg/lg/MT dengan rata-rata penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 5.795.217 Lg/MT dengan rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp 1.271.370 Lg/Mt, sehingga mendapatkan pendapatan dari usahatani padi pada lahan gambut rata-rata sebesar Rp 4.523.847 Lg/Mt.
ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN PETANI KARET YANG MENJUAL GETAH KARET KE TENGKULAK DAN PASAR LELANG DI DESA MEKAR JAYA KECAMATAN KELUANG KABUPATEN MUSI BANYUASIN
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 11, No 1 (2022): SOCIETA: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v11i1.4720

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine how the auction system in Mekar Jaya Village, Keluang District, Musi Banyuasin Regency. The research method used was Survey. The sampling method uses the Purposive Sampling method (deliberately) and Disproportionate Stratified Random Sampling (unbalanced random). Data collection methods used in this study are observation and interviews directly to respondents who have been determined using questionnaire aids that have been prepared previously. Data processing is performed using qualitative descriptive and quantitative-quantitative methods. The results of the research show that the auction system in Mekar Jaya Village, Keluang District, Musi Banyuasin Regency uses a closed auction system where the price quote is carried out by the big collector to the auction head through social media or messages and the payment is made using a transfer system. The in income of rubber farmers with an auction system is bigger than rubber farmers who sell non-auctions. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem lelang dan non lelang di Desa Mekar Jaya Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Metode penarikan contoh menggunakan metode Purposive Sampling (sengaja) dan Disproportionate Stratified Random Sampling (acak tak berimbang). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara langsung kepada responden yang telah ditentukan dengan menggunakan alat bantu quisioner yang telah dipersiapkan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif dan deskriptif-kuantitatif. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa sistem lelang di Desa Mekar Jaya Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin menggunakan sistem lelang tertutup dimana penawaran harga yang dilakukan oleh pengumpul besar kepada ketua lelang melalui media sosial atau pesan dan pembayaran dilakukan dengan sistem transfer. Pendapatan petani karet dengan sistem lelang lebih besar dibandingkan dengan pendapatan petani karet dengan sistem non lelang.
EFISIENSI SALURAN PEMASARAN JAGUNG HIBRIDA (Zea mays) DI DESA BUMI AGUNG KECAMATAN LEMPUING KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 11, No 2 (2022): JURNAL PENELITIAN ILMU-ILMU AGRIBISNIS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v11i2.5578

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the Marketing Channel of Hybrid Corn (Zea mays) in Bumi Agung Village, Lempuing Subdistrict, Ogan Komering Ilir Regency and the Efficiency of Hybrid Corn (Zea mays) Marketing Channels in Bumi Agung Village, Lempembe Subdistrict, Ogan Komering Ilir Regency. This research was carried out in Bumi Agung Village, Lemembu Subdistrict, Ogan Komering Ilir Regency from December 2021 to February 2022. The research method used was a survey. There were two sampling methods used, namely saturated sampling and snowball sampling. Data collection methods used in this study were observation, documentation and direct interviews with respondents, besides that the types of data collected were primary data and secondary data. Furthermore, data processing and analysis in this study are editing, coding and tabulating. The data analysis used is a qualitative method with Margin and Farmer's Share analysis tools. Furthermore, to find out the Hybrid Corn Marketing Channel (Zea mays) in Bumi Agung Village, Lemembu Subdistrict, Ogan Komering Ilir Regency and the Efficiency of Hybrid Corn (Zea mays) Marketing Channels in Bumi Agung Village, Lempembe Subdistrict, Ogan Komering Ilir Regency. Based on the results of the research that the marketing channel for hybrid corn that is most often used in Bumi Agung Village, Lempembe District, Ogan Komering Ilir Regency, until it reaches the final consumer, namely Marketing Channel I (Farmers - End Consumers) and Based on the results of research that has been carried out, a more efficient marketing channel where in marketing channel I because the Margin Share is 100%.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Saluran Pemasaran Jagung Hibrida (Zea mays) Di Desa Bumi Agung Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Efisiensi Saluran Pemasaran Jagung Hibrida (Zea mays) Di Desa Bumi Agung Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bumi Agung Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir pada bulan Desember 2021 sampai bulan Februari 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Terdapat dua metode penarikan contoh yang digunakan yaitu sampling jenuh dan snowball sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, dokumentasi dan wawancara langsung kepada responden, selain itu jenis data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Selanjutnya pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini yaitu editing, coding dan tabulating. Analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif dengan alat analisis Margin dan Farmer’s Share. Selanjutnya untuk mengetahui Saluran Pemasaran Jagung Hibrida (Zea mays) Di Desa Bumi Agung Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Efisiensi Saluran Pemasaran Jagung Hibrida (Zea mays) Di Desa Bumi Agung Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir. Berdasarkan hasil penelitian bahwa saluran pemasaran jagung hibrida yang paling sering digunakan di Desa Bumi Agung Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir hingga sampai ke konsumen akhir yaitu Saluran Pemasaran I (Petani-Konsumen Akhir) dan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan maka saluran pemasaran yang lebih efisien dimana pada saluran pemasaran I karena Margin Sharenya adalah 100%.
ANALISIS TINGKAT DAYA SAING EKSPOR KARET DI PROVINSI SUMATERA SELATAN
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 11, No 2 (2022): JURNAL PENELITIAN ILMU-ILMU AGRIBISNIS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v11i2.5581

Abstract

ABSTRACTThis research was conducted to determine the export competitiveness of rubber commodities in South Sumatra Province and also to find out what factors significantly influence the volume of rubber exports in South Sumatra Province. This research was conducted in July - December 2021. The research method used was survey. The data collection method used in this study uses secondary data that has been provided by authorized institutions such as BPS for South Sumatra rubber export data, Plantation Service for rubber production data, TradeMap for world rubber export data, and the Trade Office related to this research. The data processing method used was descriptive analysis with a quantitative approach, then to calculate the level of competitiveness of rubber exports using the RCA, ISP and Multiple Linear Regression formulas. The results show that the level of competitiveness of rubber exports in South Sumatra Province has an average RCA value of 512, 621 with this large number it can be stated that South Sumatran rubber has a comparative advantage, and with an average ISP value of 0.993, it shows that Sumatran rubber commodity The South tends to be a rubber exporter. Meanwhile, the factors that significantly influence the volume of rubber exports in South Sumatra are the RCA values. ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui daya saing ekspor komoditi karet di Provinsi Sumatera Selatan dang juga untuk mengetahu faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi secara signifikan terhadap volume ekspor karet di Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - Desember 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah Survey. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang telah disediakan oleh lembaga yamg berwenang seperti BPS untuk data ekspor karet Sumatera Selatan, Dinas Perkebunan untuk data produksi karet, TradeMap untuk data ekspor karet dunia, dan Dinas Perdagangan yang terkait dengan penelitian ini. Metode pengolahan data yang digunakan anlisis deskriptif dengan pendekatan secara kuantitatif, selanjutnya untuk menghitung tingkat daya saing ekspor karet dgunakan rumus RCA, ISP dan Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat daya saing ekspor karet di Provinsi Sumatera Selatan memiliki nilai rata-rata RCA sebesar 512, 621 dengan besar angka tersebut dapat dinyatakan bahwa karet Sumatera Selatan memiliki keunggulan komparatif, dan dengan nila rata-rata ISP sebesar 0,993 menunjukan komoditi karet Sumatera Selatan cenderung sebagai pengekspor karet. Sementara itu untuk faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap volume ekspor karet di Sumatera Selatan adalah nilai RCA. 
STRATEGI KOMUNIKASI PENYULUHAN PERTANIAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA REJODADI KECAMATAN SEMBAWA KABUPATEN BANYUASIN
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 11, No 2 (2022): JURNAL PENELITIAN ILMU-ILMU AGRIBISNIS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v11i2.5587

Abstract

ABSTRACTThis research was conducted to find out the communication strategy for agricultural extension and to find out the barriers to communication for agricultural extension during the Covid-19 pandemic. It was carried out in Rejodadi Village, Sembawa District, Banyuasin Regency from December 2021 to January 2022. The research method used was qualitative with a phenomenological approach. Sampling method used is Non Probablity Sampling. The selected informants were agricultural extension workers, heads of farmer groups and farmers in Rejodadi Village, Sembawa District, Banyuasin Regency. Data collection methods used were in-depth interviews, participatory observation and documentation. The data processing method used was carried out in 3 stages, namely data condensation, data presentation and drawing conclusions. The data analysis used was descriptive analysis with a qualitative approach. The results showed that the agricultural extension communication strategy used during the Covid-19 pandemic was to maximize non-verbal mass communication provided through social media and try not to carry out direct agricultural extension communication whether it was carried out in masses, groups or individuals except for reasons certain. Meanwhile, communication barriers to agricultural counseling occur in agricultural extension which is carried out through social media. The communication barrier is due to technical and ecological barriers. Technically, the obstacles are farmers' lack of understanding of agricultural extension materials, farmers who do not have android cellphones and the slow response of agricultural extension workers when conducting question and answer sessions regarding agricultural extension materials. Meanwhile, ecological obstacles are the internet network which is less stable and experiences disturbances at certain times.ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui strategi komunikasi penyuluhan pertanian dan untuk mengetahui hambatan komunikasi penyuluhan pertanian pada masa pandemi covid-19. Dilaksanakan di Desa Rejodadi Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin pada bulan Desember 2021 sampai dengan Januari 2022. Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah Non Probablity Sampling. Narasumber yang dipilih adalah penyuluh pertanian, ketua kelompok tani dan petani yang ada di Desa Rejodadi Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi partisipasi dan dokumentasi. Metode pengolahan data yang digunakan dilakukan dengan 3 tahapan, yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dengan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi komunikasi penyuluhan pertanian yang digunakan pada masa pandemi covid-19 adalah dengan memaksimalkan komunikasi massa secara non verbal yang diberikan melalui media sosial dan mengupayakan untuk tidak melakukan komunikasi penyuluhan pertanian secara langsung baik itu dilakukan secara massa, kelompok maupun perorangan kecuali sebab tertentu. Sedangkan hambatan komunikasi penyuluhan pertanian terjadi pada penyuluhan pertanian yang dilakukan melalui media sosial. Hambatan komunikasi tersebut disebabkan hambatan secara teknis dan ekologis. Hambatan secara teknis yaitu ketidak pahaman petani terhadap materi penyuluhan pertanian, petani yang tidak memiliki handpone android dan lambatnya respon penyuluh pertanian ketika dilakukan sesi tanya jawab seputar materi penyuluhan pertanian. Sedangkan hambatan secara ekologis yaitu jaringan internet yang kurang stabil dan mengalami gangguan di waktu tertentu.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK PEMASARAN TANAMAN HIAS BONSAI PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN GUNUNGMEGANG KABUPATEN MUARA ENIM
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 11, No 2 (2022): JURNAL PENELITIAN ILMU-ILMU AGRIBISNIS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v11i2.5577

Abstract

ABSTRACTThis study was conducted to determine the social media used for marketing miniaturized tree during the covid-19 pandemic and to determine the perceptions of producers and consumers in marketing miniaturized tree through social media during the covid-19 pandemic. This research was conducted in Sidomulyo Village, Gunung Megang District, Muara Enim Regency from November 2021 to January 2022. The research method used was qualitative with a phenomenological approach. The sampling method used was accidental sampling, where in this study there were 2 samples that became the sampling unit, namely is miniaturized tree producers, totaling 4 people and miniaturized tree consumers totaling 2 people. The data collection methods used in this study were in-depth interviews by inviting resource persons to discuss, observing participation by participating in the daily life of the informants and documenting related to this research. The data processing method used in this study was carried out in 3 stages, namely data condensation, data presentation and conclusion drawing. The data analysis used was descriptive analysis with a qualitative approach. The results showed that the social media used for marketing miniaturized tree during the covid-19 pandemic were Facebook and WhatsApp by utilizing the available features and the intensity of unscheduled use. Then the perception of producers in marketing bonsai ornamental plants through social media during the covid-19 pandemic is that they can reach a wider target consumer, then the perception of consumers is that they can find out more diverse marketing of bonsai ornamental plants through social media during the covid-19 pandemic. ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui media sosial yang digunakan untuk pemasaran tanaman hias bonsai pada masa pandemi covid-19 dan untuk mengetahui persepsi produsen dan konsumen dalam pemasaran tanaman hias bonsai melalui media sosial pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sidomulyo Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim pada bulan November 2021 sampai dengan Januari 2022. Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah accidental sampling atau sampel kebetulan, dimana dalam penelitian ini terdapat 2 contoh yang menjadi unit salmpelnya, yaitu Produsen tanaman hias bonsai yang berjumlah 4 orang dan konsumen tanaman hias bonsai yang berjumlah 2 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam dengan mengajak narasumber berdiskusi, obsevasi partisipasi dengan ikut serta dalam kehidupan keseharian narasumber dan dokumentasi yang berkaitan dengan penelitian ini. Metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan 3 tahapan, yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dengan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial yang digunakan untuk pemasaran tanaman hias bonsai pada masa pandemi covid-19 adalah Facebook dan WhatsApp dengan memanfaatkan fitur yang tersedia serta intensitas penggunaan yang tidak terjadwal. Kemudian persepsi produsen dalam kegiatan pemasaran tanaman hias bonsai melalui media sosial pada masa pandemi covid-19 adalah dapat menjangkau target konsumen yang lebih luas, kemudian persepsi dari konsumen adalah dapat mengetahui pemasaran tanaman hias bonsai yang lebih beragam melalui media sosial pada masa pandemi covid-19.
PROSPEK PENGEMBANGAN DESA WISATA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI DI DESA BURAI KECAMATAN TANJUNG BATU KABUPATEN OGAN ILIR
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 11, No 2 (2022): JURNAL PENELITIAN ILMU-ILMU AGRIBISNIS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v11i2.5582

Abstract

ABSTRACTThis research is to determine the prospects for developing a tourist village as an effort to increase the income of farmers involved with the development of a tourist village. This research was conducted in Burai Tourism Village, Tanjung Batu District, Ogan Ilir Regency from March to May 2022. The research method was a survey method. Sampling method used is purposive sampling. Data collection methods used in this study were in-depth interviews (In Depth Interview), documentation, participatory observation and FGD (focus group discussion). The data management methods in this study are editing, coding, and tabulating and the data analysis used is descriptive with a qualitative approach. The results of the study show that there are 3 prospects that can be developed for a Tourism Village in Burai Village, namely a floating hall, a flower garden and a lebak lebung. The contribution made by tourist villages to farmers' income is an average of 17.2%. ABSTRAKPenelitian ini untuk mengetahui prospek pengembangan desa wisata sebagai upaya peningkatan pendapatan petani terlibat dengan adanya pengembangan desa wisata. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Wisata Burai Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir pada Bulan Maret sampai dengan Bulan Mei 2022. Metode penelitian ini adalah metode survei. Metode penarikan contoh yang digunakan ialah Purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam (In Depth Interview), dokumentasi, partisipatori observasi dan FGD (focus grub discission). Metode pengelolaan data dalam penelitian ini ialah editing, coding, dan tabulating dan analisis data yang digunakan ialah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat 3 prospek yang dapat dikembangkan untuk Desa Wisata di Desa Burai yaitu balai apung, taman bunga dan lebak lebung. Kontribusi yang diberikan oleh desa wisata terhadap pendapatan petani, rata-rata sebesar 17,2%.
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI PENANGKARAN BENIH PADI DI DESA SAKO KECAMATAN RAMBUTAN KABUPATEN BANYUASIN
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 11, No 2 (2022): JURNAL PENELITIAN ILMU-ILMU AGRIBISNIS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v11i2.5576

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study is to determine income and feasibility of rice seed breeding in Sako Village, Rambutan District, Banyuasin District.  The survey was conducted from July to August 2022.  The study locations were carefully selected.  The sampling method for this study was carried out in a simple random manner, where the population of seed-sizing farmers was 170 farmers, the sample taken was 15% (26 farmers) of the seed-sizing farmers population.  According to the results of this study , the avarage cost of seed breeding is Rp 6,588,551 per hectare, the avarage revenue of seed-dosing farming is Rp 28,562,000 per hectare, whilanyuasin of Rp 21,966,293 per hectare per planting season.  The results of the feasibility anaysis showed that the R/C obtained was 4.33, which means that for every Rp 1,  the costs incurred  by rice seed breeders will receive revenue of Rp 4.33.  Rice seed breeding farming in Sako, Village, Rambutan District, Banyuasin Regency is feasible to cultivate.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan, dan kelayakan usahatani penangkaran benih padi di Desa Sako Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2022. Penentuan lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive). Metode pengambilan sampel penelitian ini dilakukan secara acak sederhana dimana populasi petani penakar benih sebanyak 170 petani, sampel yang diambil sebesar 15% (26 orang petani) dari populasi petani penakar benih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata biaya usahatani penakaran benih sebesar Rp. 6.588.551 per hektar, rata-rata penerimaan usahatani petani penakaran benih Rp. 28. 562.000 per hektar, sedangkan pendapatan usahatan penangkaran benih padi untuk satu kali musim tanam di Desa sako Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin  sebesar Rp. 21.966.293 per hektar per musim tanam. Hasil analisis kelayakan menunjukkan R/C  yang diperoleh sebesar  4,33 yang artinya bahwa setiap Rp. 1 biaya yang dikeluarkan petani penangkar benih padi akan mendapatkan penerimaan sebesar Rp. 4.33. Usahatani penangkaran benih padi di Desa Sako Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin layak untuk diusahakan.
SISTEM LELANG KOMODITAS CABAI MERAH DI PASAR LELANG DESA MUARA BURNAI I KECAMATAN LEMPUING JAYA KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 11, No 2 (2022): JURNAL PENELITIAN ILMU-ILMU AGRIBISNIS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v11i2.5583

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the chili auction system in the auction market of Muara Burnai I Village, Lempuing Jaya District. to find out the benefits felt by chili farmers with the existence of an auction market in Muara Burnai I Village, Lempuing Jaya District and to find out the income of farmers who sell chilies with an auction system in Muara Burnai I Village, Lempuing Jaya District. This research was conducted in Muara Burnai I Village, Lempuing Jaya District, Ogan Komering Ilir Regency in August-October 2021. The research method used is a survey method. While the sampling method usedin this research is purposive sampling method and simple random sampling (simple random). The method of data processing and data analysis used is descriptive qualitative analysis. The results of this study note that the chili commodity auction system at the Auction Market of Muara Burnai I Village uses a closed auction system with prices sent via cellular short message (SMS) and the auction process is carried out four times a week, and in payment transactions in the auction market there is a discount for farmers of Rp. 500/Kg, for cash. The benefits felt by farmers with the existence of an auction market are the ease of marketing chili, high selling prices and being able to borrow capital and agricultural facilities, these benefits can have a good impact in increasing income for farmers. The benefits felt by farmers with the existence of an auction market are the ease of marketing chili, high selling prices and being able to borrow capital and agricultural facilities, these benefits can have a good impact in increasing income for farmers. The income received by farmers from the remaining sales using an auction system at the auction market of Muara Burnai I Village, Lempuing Jaya District, per planting season is Rp. 43,949.016.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem lelang komoditas cabai di pasar lelang Desa Muara Burnai I Kecamatan Lempuing Jaya, untuk mengetahui manfaat yang dirasakan petani cabai dengan adanya pasar lelang di Desa Muara Burnai I Kecamatan Lempuing Jaya dan untuk mengetahui pendapatan petani yang menjual cabai dengan sistem lelang di Desa Muara Burnai I Kecamatan Lempuing Jaya. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Muara Burnai I Kecamatan Lempuing Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir pada bulan Agustus-Oktober 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Sedangkan metode penarikan contoh digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dan simple random sampling (acak sederhana). Metode pengolahan data dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini diketahui bahwa Sistem lelang komoditas cabai di Pasar Lelang Desa Muara Burnai I  menggunakan sistem lelang tertutup dengan harga yang dikirimkan melalui pesan singkat seluler (SMS) Dan Proses pelelangan dilakukan empat kali dalam seminggu, Dan dalam transaksi pembayaran di pasar lelang ini terdapat potongan bagi petani sebesar Rp. 500/Kg, untuk kas. Manfaat yang dirasakan petani dengan adanya pasar lelang adalah kemudahan dalam pemasaran cabai, harga jual tinggi serta bisa meminjam modal dan sarana pertanian, manfaat tersebut bisa memberikan dampak yang baik dalam meningkatan pendapatan bagi petani. Pendapatan yang diterima petani dari sisa penjualan dengan sistem lelang di pasar lelang Desa Muara Burnai I Kecamatan Lempuing Jaya permusim tanam rata-rata sebesar Rp. 43.949.016

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 11, No 2 (2022): JURNAL PENELITIAN ILMU-ILMU AGRIBISNIS Vol 11, No 1 (2022): SOCIETA: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 10, No 2 (2021): Societa: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Agribisnis Vol 10, No 1 (2021): Societa: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Agribisnis Vol 9, No 2 (2020): Societa: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Agribisnis Vol 9, No 1 (2020): Societa: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Agribisnis Vol 8, No 2 (2019): Societa: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 8, No 1 (2019): Societa: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Agribisnis Vol 7, No 2 (2018): Societa: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Agribisnis Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Societa: Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Societa: Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 6, No 2 (2017): SOCIETA Vol 6, No 2 (2017): SOCIETA Vol 6, No 1 (2017): Societa Vol 6, No 1 (2017): Societa Vol 5, No 2 (2016): SOCIETA Vol 5, No 2 (2016): SOCIETA Vol 5, No 1 (2016): SOCIETA Vol 5, No 1 (2016): SOCIETA Vol 4, No 2 (2015): Societa Vol 4, No 2 (2015): Societa Vol 4, No 1 (2015): Societa Vol 4, No 1 (2015): Societa Vol 3, No 2 (2014): Societa : Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 3, No 2 (2014): Societa : Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 2, No 2 (2013): Societa: Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis More Issue