cover
Contact Name
Shabri Putra Wirman
Contact Email
shabri.pw@umri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.photon@umri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL PHOTON
ISSN : 2087393x     EISSN : 25795953     DOI : -
This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge
Arjuna Subject : -
Articles 709 Documents
UJI KUALITAS KARBON AKTIF DARI KULIT UBI KAYU (MANIHOT ESCUENTA CRANTZ) Lazulva -; Wiwit Widia Sari
Sistem Informasi Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v3i2.158

Abstract

Kulit ubi kayu merupakan limbah agroindustri seperti industri tepung tapioka, industri fermentasi dan industri produk makanan. Jumlah limbah kulit ubi kayu yang cukup besar bila tidak ditangani dengan baik dan benar dikhawatirkan akan menimbulkan masalah pencemaran lingkungan. Salah satu upaya pemanfaatan limbah kulit ubi kayu yaitu dilakukan dengan mengolahnya menjadi karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu karbonisasi terhadap kualitas karbon aktif yang dihasilkan dari kulit ubi kayu dan mengetahui suhu optimum untuk mendapatkan karbon aktif dengan kualitas yang bagus. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan variasi suhu karbonisasi yaitu suhu 300 0C, 450 0C dan suhu 600 0C, serta diaktivasi secara kimia dengan KCl 10 %. Pengujian kualitas karbon aktif dilakukan terhadap rendemen, kadar air, kadar abu, daya serap terhadap Iod dan methylene blue. Kualitas karbon aktif dari kulit ubi kayu yang paling baik adalah karbon aktif yang dikarbonisasi pada suhu 600 0C dengan hasil rendemen 16,844 %, kadar air 2,910 %, kadar abu 1,920 %, daya serap terhadap iod 792,427 mg/g dan daya serap terhadap methylene blue 19,925 mg/g.
ISOLASI JAMUR PENYEBAB INFEKSI KULIT DAN UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) DAN LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K.Schum) Musyirna Rahmah Nst; Emma Susanti; Sumiati Rahman
Sistem Informasi Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v3i2.159

Abstract

Telah dilakukan isolasi jamur penyebab penyakit panu, kurap dan bisul dengan teknik gores.Terdapat 5 isolat jamur diantaranya yaitu 1 isolat pada sampel panu, 2 isolat pada sampel kurap dan 2 isolat pada sampel bisul dengan ciri mempunyai hifa, spora dan spora yang berkelompok. Ke-5 isolat digunakan dalam pengujian aktivitas antijamur ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum L.) dan lengkuas merah(Alpinia purpurata K.Schum) dengan variasi konsentrasi 1%, 2%, 4%, 8%, 16%, 32% dan 64%. Aktivitas antimikroba dikategorikan mempunyai aktivitas sedang dengan diameter hambat 10-19 (mm). Analisa ANOVA dua arah memperlihatkan aktivitas antimikroba berbeda secara signifikan antara ekstrak lengkuas merah dan bawang putih terhadap bakteri panu, kurap dan bisul dengan P<0,05 pada konsentrasi 8%-64%.
KARAKTERISTIK PENDERITA Ca MAMMAE TAHUN 2008 – 2009 DI RUANG CENDERAWASIH I RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU Wiwik Norlita; Tri Siwi Kn; Arnita -
Sistem Informasi Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v3i2.160

Abstract

Penderita Carsinoma (Ca) Mamae di seluruh dunia, terus mengalami peningkatan, baik pada daerah dengan insiden tinggi di negara-negara barat maupun pada insiden rendah seperti di Asia. Dewasa ini jumlah penderita Carsinoma (Ca) Mamae diprediksikan terus meningkat. Bila tidak ada perbaikan yang signifikan dari faktor gaya hidup dan kemajuan tehnik pengobatan. Para ahli memperkirakan pada tahun 2024 nanti satu dari tujuh wanita akan terkena Carsinoma (Ca) Mamae. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran karakteristik penderita Carsinoma (Ca) Mamae tahun 2008-2009 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14-28 Juli 2010 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptifretrospektif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling berdasarkan ciri atau sifat-sifatpopulasi yang sudah diketahui sebelumnya dengan jumlah 411 sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan lembaran check list dan analisa data yang digunakan adalah univariate.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik penderita carsinoma (Ca) Mamae berdasarkan usia tahun 2008-2009 adalah mayoritas berusia 45-64 tahun sebanyak 215 orang (52,32%). Berdasarkan jenis kelamin tahun 2008-2009 perempuan menduduki peringkat teratas setiap tahunnya sebanyak 406 orang (98,79). Berdasarkan pekerjaan tahun 2008-2009 mayoritas penderita carsinoma (Ca) Mamae adalah IRT sebanyak 376 orang (91,48%). Sedangkan Berdasarkan tingkat pendidikan tahun 2008-2009 rata-rata berpendidikan rendah (SD, SMP) sebanyak 358 orang (87,11%).
MODEL SEBARAN SEDIMEN SUSPENSIMUARA SUNGAI SIAK RIAU Yeeri Badrun; Amin Ridhoni
Sistem Informasi Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v3i2.161

Abstract

Simulasi hidrodinamika aliran dan sedimen menggunakan modul yang terdapat dalam perangkat lunak MIKE21, yaitu Hydrodinamika Modul dan Mud Transport Modul. Model hidrodinamika tersebut merupakan model dengan metode elemen hingga dua dimensi horisontal dan rerata kedalaman. Dengan model numeris ini dapat diprediksi pola aliran, elevasi muka air dan komponen kecepatan horisontal baik pada kondisi aliran permanen (steady flow) maupun aliran tak permanen (unsteady flow) serta sedimentasi. Di dalam simulasi sebaran sedimen di muara Sungai Siak, dilakukan dalam 3 skenario input konsentrasi yaitu: skenario 1 dengan input konsentrasi 0,1 kg/ m3, skenario 2 dengan input konsentrasi 0,5 kg/ m3 dan skenario 3 dengan input konsentrasi 1 kg/ m3. Hasil simulasi pola arus disajikan dalam bentuk vektor dan kontur kecepatan serta dalam bentuk grafik. Secara visual kecepatan yang terjadi akibat terjadinya pasang surut adalah pada saat surut kecepatannya berkisar antara 0,20 m/detik sampai 0,34 m/detik dan saat pasang berkisar antara 0,01 m/detik sampai 0,02 m/detik. Pada saat pasang sebaran sedimen suspensi akan mengarah ke selatan dan pada saat surut sebaran sedimen suspensi cenderung ke arah utara. Perubahan elevasi dasar sungai akan meningkat secara signifikan dengan bertambahnya konsentrasi sedimen. Perubahan sangat terlihat jelas dari input konsentrasi 0,5 kg/ m3 ke 1 kg/m3 yaitu dari 0,036 cm/tahun menjadi 0,9 cm/tahun. Sedangkan pada dasar laut belum mengalami perubahan elevasi dasar karena konsentrasi sedimen terdifusi secara merata ke segala penjuru.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN BIJI KLUWAK (Pangium edule Reinw)TERHADAP MUTU IKAN PATIN JAMBAL SIAM (Pangasius sucthi) SEGAR SELAMA PENYIMPANAN PADA SUHU KAMAR Eka Ramadhani; Chainul Fiffah; Rahmiwati Hilma
Sistem Informasi Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v3i2.162

Abstract

Ikan merupakan sumber pangan yang cepat mengalami pembusukan, sehingga perlu usaha untuk mengawetkannya. Salah satu bahan pengawet alami yang digunakan adalah kluwak. Kluwak mengandung senyawa antioksidan dan senyawa yang memiliki aktivitas antibakteri. Pengawetan dilakukan dengan menggunakan konsentrasi P0 (0% biji kluwak dan garam 2%), P1 (2% biji kluwak dan garam 2%), P2 (4% biji kluwak dan garam 2%), P3 (6% biji kluwak dan garam 2%) dan melihat nilai mutu ikan patin dari sifat organoleptik (rupa, bau, tekstur, dan rasa) serta nilai gizi protein yang dianalisis dengan metode Kjeldahl setelah disimpan pada suhu kamar selama 6 hari. Dari analisis variansi DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) perlakuan P2 (4% biji kluwak dan garam 2%) dan P3 (6% biji kluwak dan garam 2%) tidak berbeda nyata terhadap nilai organoleptik (rupa, bau, tekstur, dan rasa) serta nilai kadar protein, tetapi P2 dan P3 berbeda nyata dengan perlakuan P0 dan P1 (P<0,05), sehingga P2 adalah perlakuan terbaik yang mampu dalam mempertahankan mutu ikan patin setelah disimpan pada suhu kamar selama 4 hari.
PENURUNAN KADAR LIMBAH LOGAM TIMBAL (PB) DENGAN METODE KHELASI MENGGUNAKAN BELIMBING WULUH Yusbarina -; Marlianis -
Sistem Informasi Vol 4 No 1 (2013): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v4i1.163

Abstract

Logam-logam pada umumnya dapat membentuk ikatan dengan bahan-bahan organik alami maupun buatan melalui atom karbon, gugus karboksilat dan atom-atom yang mempunyai elektron bebas dalam senyawa organik sehingga membentuk kompleks koordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh konsentrasi dan waktu pencampuran belimbing wuluh terhadap penurunan kadar limbah simulasi logam timbal (Pb). Variasi konsentrasi belimbing wuluh yaitu 15%, 30%, dan 45%. Variasi waktu pencampuran yaitu 30 menit dan 60 menit. Sampel limbah simulasi logam timbal (Pb) dengan konsentrasi 10 ppm dicampurkan dengan larutan belimbing wuluh 15%, 30%, dan 45% selama 30 menit dan 60 menit dan dianalisa menggunakan AAS. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa larutan belimbing wuluh dapat menurunkan kadar logam Pb yang terdapat dalam limbah simulasi. Dengan penurunan tertinggi yaitu 52,06% pada sampel yang dicampur dengan belimbing wuluh pada konsentrasi 45% dan pada waktu pencampuran 60 menit. Konsentrasi belimbing wuluh dan waktu pencampurannya mempengaruhi penurunan kadar logam Pb yang terdapat dalam limbah simulasi. Semakin tinggi konsentrasi belimbing wuluh dan semakin lama pencampurannya maka semakin besar penurunan kadar logam Pb dalam limbah simulasi.
PENENTUAN PARAMETER KETEBALAN LAPISAN PROSES ELECTROPLATING PADA ALUMINIUM DAN BAJA Ahmad Kafrawi Nasution; Putri Nawangsari; Hendro Cahyono; Mustaqim -
Sistem Informasi Vol 4 No 1 (2013): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v4i1.164

Abstract

Proses perlakuan permukaan dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki tampilan dari sebuah logam, satu diantaranya adalah proses pelapisan (electroplating). Untuk mendapatkan tampilan yang bagus dengan waktu yang efektif, parameter pelapisan sangat menentukan. Untuk itu dilakukan penentuan parameter ketebalan lapisan logam paduan aluminium AA5051 dengan waktu pencelupan 30, 40, 50 dan 60 menit dengan tegangan 3 dan 10 Volt. Sedangkan logam plain carbon steel dengan waktu pencelupan 30, 40, 50 dan 60 menit dengan tegangan 3 dan 8 Volt. Dari parameter di atas diperoleh rata-rata laju ketebalan pelapisan untuk logam paduan aluminium AA5051 yang tertinggi 1.40 μm per menit (30 menit pada 10 Volt) dan terendah adalah 1.00 μm per menit (40 menit pada 3 Volt). Dan untuk logam plain carbon steel yang tertinggi 1.77 μm per menit (60 menit pada 4 Volt) dan terendah adalah 0.35 μm per menit (40 menit pada 4 Volt).
HUBUNGAN HIPERGLIKEMIA DENGAN KADAR GLYCERALDEHYDE-3-PHOSPHATE DEHYDROGENASE (GAPDH) PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 Yessi Alza
Sistem Informasi Vol 4 No 1 (2013): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v4i1.165

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a group of metabolic disease with characteristic hyperglycemia. Glycosylated hemoglobin (HbA1C) > 7% indicated uncontrolled DM. Hyperglycemia causes excessive production of free radicals that trigger oxidative stress. Oxidative stress is caused primarily by superoxide anion mitochondrial DNA would undermine the core so that it will activate PARP. PARP is activated would inhibit the activity of GAPDH in the glycolytic pathway. Inhibited glycolysis pathway will lead to reactions that formed splinter polyol pathway, increased PKC and increased hexosamine pathway.The research design was cross sectional comparative study, conducted in Internal Medicine Department of Dr. M.Djamil Hospital in Padang, Biomedical Laboratory of Medical College, Chemical Laboratory of College of Mathematics and Physical Sciences Andalas University. The total number of samples are 70, divided into two group, consist of 35 people cases and 35 people controlled. ELISA method was used for examination of GAPDH activity.The research results are activity GAPDH in patients with T2DM in lower that the non DM, but not statistically significant. Regression correlation analysis for relationship between fasting blood sugar with the activity of GAPDH denoted weak correlation, r = 0,179 (p=0,139), and the relationship of blood glucose levels 2 hours post prandial with GAPDH levels in patients with T2DM obtained a weak correlation with r values = 0.039 (p = 0.749).The research conclusion are there is no significant difference between GAPDH activity in patients with T2DM and non DM, there is a weak relationship between hyperglycemia with GAPDH activity.
PEMBUATAN MEMBRAN HIBRID POLISULFON-LEMPUNG YANG DIKOAGULASI OLEH 2-PROPANOL-AIR DAN APLIKASINYA PADA AIR GAMBUT Zaiyar -; Amilia Linggawati; Muhdarina -
Sistem Informasi Vol 4 No 1 (2013): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v4i1.166

Abstract

Penelitian ini, bertujuan untuk membuat membran hibrid polisulfon-lempung secara inversi fase menggunakan zat aditif polietilen glikol (PEG) (PEL 1) dan tanpa PEG (PL 1). Matriks polimer ini dikoagulasi dalam koagulan campuran2-propanol-air. Membran hibrid PEL 1dan PL 1 diaplikasikan pengolahan air gambut yang berasal dari Desa Rimbo Panjang Km 18, meliputi pengukuran pH, warna dan zat organik. Hasil penelitian menunjukkan membran PEL 1 dan PL 1 dapat menaikkan pH air gambut sesuai syarat kualitas air minum PERMENKES No.492/MENKES/PER/IV/2010, hanya membran PEL 1 dapat menurunkan warna air sesuai Permemkes dan Kedua membran belum dapat menurunkan zat organik sesuai Permenkes
KAJIAN EPIDEMIOLOGI MANAJERIAL PETUGAS SURVEILANS PUSKESMAS YANG BERPENGARUH TERHADAP PELAKSANAAN PENANGGULANGAN LEPTOSPIROSIS Juli Widiyanto; Hendro Basuki
Sistem Informasi Vol 4 No 1 (2013): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v4i1.167

Abstract

Latar Belakang: Leptospirosis merupakan salah satu penyakit penular yang seringkali menimbulkan kejadian luar biasa (KLB), untuk mengurangi kasus penyakit leptospirosis diperlukan upaya kewaspadaan dini. Sistem manajerial yang baik dalam hal ini adalah kelengkapan dan ketepatan laporan minguan W2 sebagai salah satu upaya kewaspadaan dini terutama pada pelaksana penanggulangan yaitu petugas surveilans puskesmas dapat mendukung keberhasilan program penanggulangan kejadian akibat leptospirosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan aspek manajerial pada petugas surveilans puskesmas.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi target dan populasi studi adalah semua petugas surveilans puskesmas di Kota Yogyakarta. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam. Data di analisis dengan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek perencanaan dan aspek pelaksanaan terbukti tidak berhubungan sementara aspek pengawasan, monitoring dan evaluasi terbukti berhubungan dengan kelengkapan dan ketepatan laporan mingguan W2 dalam keberhasilan penanggulangan leptospirosis di Kota Yogyakarta ( PR=3,33;p=0,002 )Simpulan: Berdasar kondisi tersebut disimpulkan bahwa aspek pengawasan, monitoring dan evaluasi merupakan aspek manajerial yang berhubungan dengan kelengkapan dan ketepatan laporan mingguan W2 dalam keberhasilan program penanggulangan leptospirosis di Kota Yogyakarta. Disarankan agar faktor pengawasan, monitoring dan evaluasi senantiasa dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Bagi petugas surveilans puskesmas disarankan untuk meningkatkan kemampuan, kedisiplinan dalam pengaturan jadual dan bekerjasama dengan pemegang program lainnya.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2025): Journal Photon Vol. 15 No. 2 (2025): Journal Photon Vol. 15 No. 1 (2024): Journal Photon Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Photon Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Photon Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Photon Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Photon Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Photon Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Photon Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Photon Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Photon Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Photon Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Photon Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Photon Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Photon Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Photon Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Photon Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Photon Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Photon Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Photon Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Photon Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon Vol 7 No 02 (2017): Jurnal Photon Vol 7 No 02 (2017): Jurnal Photon Vol 7 No 01 (2016): Jurnal Photon Vol 7 No 01 (2016): Jurnal Photon Vol 6 No 02 (2016): Jurnal Photon Vol 6 No 02 (2016): Jurnal Photon Vol 6 No 01 (2015): Jurnal Photon Vol 6 No 01 (2015): Jurnal Photon Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon Vol 5 No 1 (2014): Jurnal Photon Vol 5 No 1 (2014): Jurnal Photon Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Photon Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Photon Vol 4 No 1 (2013): Jurnal Photon Vol 4 No 1 (2013): Jurnal Photon Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Photon Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Photon Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Photon Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Photon Vol 2 No 2 (2012): Jurnal Photon Vol 2 No 2 (2012): Jurnal Photon Vol 2 No 1 (2011): Jurnal Photon Vol 2 No 1 (2011): Jurnal Photon Vol 1 No 2 (2011): Jurnal Photon Vol 1 No 2 (2011): Jurnal Photon Vol 1 No 1 (2010): Jurnal Photon Vol 1 No 1 (2010): Jurnal Photon More Issue