cover
Contact Name
Shabri Putra Wirman
Contact Email
shabri.pw@umri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.photon@umri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL PHOTON
ISSN : 2087393x     EISSN : 25795953     DOI : -
This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge
Arjuna Subject : -
Articles 709 Documents
MESIN PEMBUAT BAHAN BAKU PATI DARI UBI KAYU DENGAN KAPASITAS 30 KG/JAM Jusnita -
Sistem Informasi Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v3i1.148

Abstract

Pemanfaatan Ubi Kayu untuk bahan baku makanan dapat dilakukan dengan melakukan proses pengolahan dengan menggunakan mesin berteknologi tepat guna, untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Mesin pembuat bahan baku pati dari Ubi Kayu adalah mesin yang direncanakan khusus untuk mengeluarkan pati yang terkandung pada Ubi Kayu. Mesin ini bekerja pada metode pemarutan dan pengempaan hingga menghasilkan pati. Perencanaan mesin penghasil pati Ubi Kayu bertujuan untuk mengetahui kapasitas produksi dengan efisiensi yang baik dan lebih berkwalitas. Ubi Kayu yang telah dipisahkan dari kulitnya direndam dalam larutan natrium bisulfit, diparut dalam rotor pemarut, Hasil pemarutan kemudian diperas dalam silinder kempa sehingga diperoleh cairan yang mengandung pati basah. Mesin ini direncanakan juga dapat dilakukan proses pembuatan bahan tepung. Metode perencanaan yang digunakan berdasarkan studi literatur dengan perbandingan secara teoritis. Perhitungan teoritis pada komponen–komponen utama dan pendukung dalam perencanaaan yang dilakukan pemilihan bahan dan penentuan komponen perancangan. Berdasarkan metode perancangan didapat hasil komponen dan kapasitas 30 kg/jam. Mesin ini direncanakan hanya untuk mendapatkan tepung basah dari cairan pati Ubi Kayu. Untuk memperoleh tepung maka dibutuhkan proses lebih lanjut.
TINDAKAN KEPERAWATAN SEBAGAI SALAH SATU FAKTOR RISIKO INFEKSI NOSOKOMIAL DI INSTALASI MEDIKAL DAN SURGIKAL (STUDI DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU) Juli Widiyanto
Sistem Informasi Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v3i1.149

Abstract

Latar Belakang. Infeksi nosokomial adalah indikator tala ukur mutu sebuah rumah sakit.. Penelitian membuktikan bahwa mutu rumah sakit ditentukan oleh faktor pelayanan keperawatan dan sumber daya pelaksana tugas keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan tindakan keperawatan mempengaruhi terjadinya infeksi nosokomial di instalasi medikal dan surgikal. Metodologi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan case control. Populasi target adalah semua pasien yang di rawat di rumah sakit. Populasi studi adalah semua pasien yang dirawat di Instalasi Medikal dan Surgikal RSUD Arifin Achmad Propinsi Riau. Pengumpulan data menggunakan quesioner, observasi dan wawancara mendalam. Data dianalisis dengan uji chi-square dan regresi logistik.Hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa memakai APD, menerapkan SOP, cuci tangan sebelum tindakan, dan pengetahuan merupakan faktor yang berhubungan dengan infeksi nosokomial. Tindakan keperawatan yang terbukti berisiko terhadap kejadian infeksi nosokomial adalah tidak cuci tangan sebelum tindakan (OR= 3,6; 95%CI= 1,3-15,1) dan pengetahuan perawat yang rendah (OR= 3,5; 95%CI= 1,4-14,8), dengan nilai probabilitas sebesar 83%.Kesimpulan. Berdasar kondisi tersebut disimpulkan bahwa tindakan keperawatan yang merupakan faktor risiko infeksi nosokomial adalah tidak cuci tangan sebelum tindakan dan pengetahuan perawat yang rendah. Disarankan kepada tenaga keperawatan untuk meningkatkan kepatuhan cuci tangan dan pengetahuan tentang infeksi nosokomial.
KARAKTERISTIK KEJANG DEMAM PADA ANAK TAHUN 2008-2010 DI RSI IBNU SINA PEKANBARU Rifa Yanti; Reza Rezki Ananda
Sistem Informasi Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v3i1.150

Abstract

Demam kejang pada saat ini sangat banyak terjadi pada anak khususnya pada usia 0-5 tahun. Kejang demam di Asia dilaporkan sekitar 20 persen. Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) kejang demam terjadi pada usia anak 6 bulan sampai 5 tahun, ini terjadinya bangkitan kejang demam bergantung pada umur anak. Kejang demam merupakan salah satu kelainan saraf yang paling sering dijumpai pada bayi dan anak. Tujuan Penelitian ini adalah untuk melihat karakteristikkejang demam pada anak tahun 2008-2010 di RSI Ibnu Sina Pekanbaru. Jenis Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan Teknik Pengambilan sampel purposive sampling berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya dengan jumlah 309 sampel. Teknik Pengumpulan data adalah lembaran Check List dan analisa data yang digunakan adalah univariate. Hasil penelitian secara umum yaitu karakteristik kejang demam pada anak tahun 2008-2010 di RSI Ibnu Sina Pekanbaru menunjukan bahwa karakteristik kejang demam pada anak berdasarkan usia tahun 2008-2010 adalah mayoritas berada pada usia fase pertama (0-1 tahun) sebanyak 154 orang (49,83%). Berdasarkan jenis kelamin tahun 2008-2010 adalah mayoritas berada pada laki-laki sebanyak 197 orang (63,75%). Berdasarkan suhu ambang kejang mayoritas berada pada suhu ambang kejang 39°C sebanyak 142 orang (45,95%).
RANCANG BANGUN TUNGKU BIOMASSA HEMAT ENERGI DAN RAMAH LINGKUNGAN PADA TUNGKU TRADISIONAL MASYARAKAT BERBAHAN BAKAR KAYU Abrar Ridwan
Sistem Informasi Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v3i1.151

Abstract

Teknologi tungku pembakaran telah lama berkembang pesat dimasyarakat dan masih digunakan khususnya propinsi Riau yang kaya akan sumber daya biomassa. Telah dilakukan perancangan dan pembuatan tungku hemat energi dan ramah lingkungan dengan sistem downdraft-gasification, tungku berdimensi 1 x 1 x 1,2 m dengan tabung 13 lobang udara primer dan 21 lobang udara sekunder dengan tinggi 40 cm dan diameter 35 cm. Pengujian dilakukan dengan 6 liter air yang mendidih pada menit ke-18,73 pada temperatur 99 0C untuk tungku modifikasi dan temperatur air tertinggi 83,75 0C pada menit 45,83 untuk tungku tradisional masyarakat dengan menggunakan 3 kg kayu bakar, kecepatan aliran udara primer 0,59 (g/s) dan 0,0034 (m3/s) udara sekunder . Efisiensi termal pada tungku modifikasi 14,7 % dan efisiensi termal pada tungku tradisional masayarakat 4,2 %. Proses semi-gasification pada pembakaran memberi dampak berkurangnya asap hasil pembakaran dan isolator dengan serbuk gergaji memberi akumulasi panas yang bersifat adiabatis.
SINKRONISASI FRAME PADA MODEM OFDM DALAM RENTANG FREKUENSI AUDIO Yulia Fitri
Sistem Informasi Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v3i1.152

Abstract

Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) adalah sebuah teknik transmisi paralel menggunakan banyak frekuensi yang saling tegak lurus (orthogonal) sebagai carrier-nya. OFDM telah dikembangkan untuk berbagai aplikasi sistem telekomunikasi karena transmisi data berkecepatan tinggi dan efisiensi dalam pemakaian bandwidth. Namun, OFDM juga memiliki kelemahan terutama kesalahan dalam menentukan awal data sinyal. Pada penelitian ini, sinkronisasi frame modem OFDM didesain untuk menentukan awal data sinyal yang ditransmisikan dalam rentang frekuensi audio. Sinkronisasi frame ini menggunakan teknik cross correlation preamble. Sistem dimodelkan dan disimulasikan menggunakan software Matlab dan diimplemantasikan pada OMAP L137 TMS320C6747. Dari hasil simulasi, variasi frekuensi preamble tidak mempengaruhi performa sinkronisasi frame. Pada implementasi secara real time, sinkronisasi frame modem OFDM menghasilkan suara dan spektrum yang jelas pada frekuensi preamble lebih besar dari 250 Hz.
PEMANFAATAN BAGAS SEBAGAI MEDIA UNTUK PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) Elsie -; Juliana -; Wirdati Irma
Sistem Informasi Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v3i2.153

Abstract

Jamur tiram secara alami tumbuh pada batang-batang kayu yang telah mengalami pelapukan. Jamur tiram dapat tumbuh pada media serbuk kayu, jerami padi, alang-alang, sisa kertas, ampas tebu, kulit kacang, dan bahan media lainnnya. Penelitian dilaksanakan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang disusun secara faktorial yang terdiri dari satu faktor dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan yaitu P0: konsentrasi serbuk kayu 100 % dan bagas 0% (kontrol), P1: konsentrasi serbuk kayu 75% dan bagas 25%, P2: konsentrasi serbuk kayu 50% dan bagas 50%, P3: konsentrasi serbuk kayu 25% dan bagas 75%, dan P4: konsentrasi bagas 100%. Untuk menganalisis pertumbuhan jamur tiram putih, digunakananalisis varian (Anova) taraf 5% yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata jumlah tubuh buah berturut-turut yaitu P0 5,33 buah, P1 8,00 buah, P2 8,33 buah, P3 10,33 buah dan P4 18,00 buah. Jumlah tubuh buah tertinggi diperoleh pada perlakuan P4 yaitu 18,00. Sedangkan rata-rata berat basah jamur berturut-turut yaitu P0 33,33gr, P1 66,67gr, P2 66,67gr, P3 80,00gr dan P4 96,67gr. Berat basah jamur tertinggi diperoleh pada perlakuan P4 yaitu 96,67gr. Dapat disimpulkan bahwa pemberian bagas sebagai media pertumbuhan jamur tiram putih dapat meningkatkan jumlah tubuh buah dan berat basah jamur tiram putih.
PEMANFAATAN CAMPURAN KARBON AKTIF DARI ARANG BAMBU DAN SERBUK HABBATUSSAUDA SEBAGAI ADSORBEN DALAM PENYARINGAN AIR BAKU UNTUK AIR MINUM Hasmalina -; Musyirna Rahmah Nasution
Sistem Informasi Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v3i2.154

Abstract

Daerah Riau merupakan dataran rendah umumnya dengan tipe tanah gambut sehingga air yang didapatkan masih kurang layak untuk dikonsumsi, karena berwarna kuning kecoklatan dan memiliki kandungan ion logam-logam, anion serta mikroba. Cakupan pelayan air bersih sebagai air baku air minum juga masih sangat rendah. Perusahaan penyedia air bersih (Perusahaan Air Minum/PAM) hanya mampu memasok kebutuhan di kota-kota saja dengan kuantitas yang juga masih kecil. Akibatnya sebahagian besar masyarakat tidak terjangkau oleh pelayanan air bersih umumnya menggunakan air tanah atau air permukaan untuk keperluan hidupnya sehari-hari. Pada penelitian ini telah dihasilkan alat saringan air dengan memanfaatkan campuran karbon aktif dari arang bambu dan habatussauda yang memiliki kemampuan sebagai adsorben. Nilai parameter fisika, kimia dan mikrobiologi air baku yang dihasilkan dari alat saringan ini masih dibawah ambang batas baku mutu air baku air minum yang ditetapkan pada Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air, Peraturan Menteri Kesehatan RI tentang Persyaratan Kualitas Air Minum (Permenkes RI Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 dan Kepmenkes No. 907/2002).
ANALISA DAMPAK BUNYI YANG DIHASILKAN OLEH BANDAR UDARA (BANDARA) SULTAN SYARIF KASIM II (SSK II) TERHADAP AMBANG PENDENGARAN SISWI SMK NEGERI PERTANIAN TERPADU PEKANBARU Reka Wahyuni; Sri Fitria Retnowaty; Yulia Fitri
Sistem Informasi Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v3i2.155

Abstract

The airport of Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru is the only one airport located in Pekanbaru city, Riau province and it is the media of air transportation that operates airplane. Sound intensity of plane could create the noisy that effect to psychological disturbance, physical disturbance and communicative disturbance. According to firmness of the head of ministry LH No.48/MENLH/11/1996 about standard quality of noisy level for environmental activities around school is 55 dBA. The objective of this study was to measure sound intensity at state vocational high school integrated agriculture Pekanbaru located at noisy area using Sound level meter digital and in order to find out its effect to the level of students’ auditory using Gurputala. On the results of research the intensity of sound obtained each day since Monday to Saturday was on average 69.46 dBA and the higher intensity was 93.1 dBA. And the results of inspection using garputala with 10 female students that for Rinne test 100% normal, but for Weber test 50% the students faced lateralization on right ear. And then for Schwbach the auditory of female students decreases. Thus, the attention of people and government is needed to overcome this problem, one of the ways is planting many trees at school environment and simple air proof in classroom. To obtain the score of auditory step it needs furthermore study using Audiometry to measure auditory step.
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN OBAT DI DESA SIMPANG KUBU KECAMATAN KAMPAR KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU Wirdati Irma; Awari Susanti
Sistem Informasi Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v3i2.156

Abstract

Tumbuhan Indonesia sangat kaya dengan berbagai spesies dan keanekaragaman, salah satunya adalah keanekaragaman tumbuhan obat. Penelitian keanekaragaman tumbuhan obat di Desa Simpang Kubu Kec. Kampar Kab. Kampar Provinsi Riau ini bertujuan untuk mengetahui jenis keanekaragaman tumbuhan obat dan mengetahui potensi dari masing-masing spesies yang di peroleh dari Desa Simpang Kubu Kec. Kampar Kab. Kampar Provinsi Riau. Adapun metode yang digunakan adalah wawancara dan survei. Untuk survei di lapangan mengambil 4 lokasi penelitian, yakni pekarangan rumah masyarakat, daerah aliran sungai yang dekat dengan pemukiman masyarakat, jalan utama dan kebun masyarakat, sementara teknik wawancara dalam penentuan sampel menggunakan porposive sampling pada masyarakat yang mengerti dan paham tentang tumbuhan obat seperti, tetua adat, dukun, bidan, dan masing-masing koresponden pada setiap dusun diambil 1 (satu) orang perwakilan. Hasil yang diperoleh dari wawancara dan survei di lapangan diperoleh 38 spesies tumbuhan obat termasuk dalam 24 famili dan 33 genus di mana famili yang paling banyak adalah Zinggiberaceae, Euphorbiaceae, Lamiaceae dan Melastomataceae. Adapun potensi dari 38 jenis tumbuhan obat yang ditemukan pada penelitian ini yakni dapat di gunakan untuk mengobati penyakit dengan jumlah penyakit sebanyak 71 jenis penyakit.
ANALISIS HELICAL HEAT EXCHANGER SEBAGAI KONDENSER DAN WATER HEATER UNTUK MEMANFAATKAN PANAS BUANG PADA PERANGKAT PENGKONDISIAN UDARA Abrar Ridwan; Mintarto -
Sistem Informasi Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v3i2.157

Abstract

Studi ini menganalisis perangkat pengkondisian udara, dengan memanfaatkan panas buang pada Helical Heat Exchanger sebagai kondenser dan water heater sebagai pemanfaatan energi yang terbuang. Mengansumsikan perangkat pengkondisian udara bekerja secara normal dengan kapasitas kompresor sebesar 1 PK, temperatur kondensasi sebesar 50 oC dan evaporasi sebesar 5 oC

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2025): Journal Photon Vol. 15 No. 2 (2025): Journal Photon Vol. 15 No. 1 (2024): Journal Photon Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Photon Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Photon Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Photon Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Photon Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Photon Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Photon Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Photon Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Photon Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Photon Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Photon Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Photon Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Photon Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Photon Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Photon Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Photon Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Photon Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Photon Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Photon Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon Vol 7 No 02 (2017): Jurnal Photon Vol 7 No 02 (2017): Jurnal Photon Vol 7 No 01 (2016): Jurnal Photon Vol 7 No 01 (2016): Jurnal Photon Vol 6 No 02 (2016): Jurnal Photon Vol 6 No 02 (2016): Jurnal Photon Vol 6 No 01 (2015): Jurnal Photon Vol 6 No 01 (2015): Jurnal Photon Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon Vol 5 No 1 (2014): Jurnal Photon Vol 5 No 1 (2014): Jurnal Photon Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Photon Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Photon Vol 4 No 1 (2013): Jurnal Photon Vol 4 No 1 (2013): Jurnal Photon Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Photon Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Photon Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Photon Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Photon Vol 2 No 2 (2012): Jurnal Photon Vol 2 No 2 (2012): Jurnal Photon Vol 2 No 1 (2011): Jurnal Photon Vol 2 No 1 (2011): Jurnal Photon Vol 1 No 2 (2011): Jurnal Photon Vol 1 No 2 (2011): Jurnal Photon Vol 1 No 1 (2010): Jurnal Photon Vol 1 No 1 (2010): Jurnal Photon More Issue