Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Formulasi Gel Minyak Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmannii Bl) sebagai Sediaan Antinyamuk Lukman, Anita; Susanti, Emma; Oktaviana, Roli
Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia Vol 1, No 01 (2013)
Publisher : Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study on gel formulation of cinnamomum oil as mosquito repellent has been done against Aedes aegypti. This study was aimed to determinethe most effective formula as mosquito repellent from two different concentrations of oil in gel formulation. Two different concentrations12 and 15% of cinnanmomum oil were formulated in to gel form with addition 1% of clove oil as its fixative. The formulation of bothconcentrations of cinnamomum oil resulted good gel formula based on its organoleptic, pH, homogeneity and physically stable. However,both formulas could cause skin irritation. Gel formula with 15% concentration of oil showed the most effective effect against Aedes aegyptiwith six hours of tested period.
ISOLASI JAMUR PENYEBAB INFEKSI KULIT DAN UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) DAN LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K.Schum) Nst, Musyirna Rahmah; Susanti, Emma; Rahman, Sumiati
Sistem Informasi Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.984 KB)

Abstract

Telah dilakukan isolasi jamur penyebab penyakit panu, kurap dan bisul dengan teknik gores.Terdapat 5 isolat jamur diantaranya yaitu 1 isolat pada sampel panu, 2 isolat pada sampel kurap dan 2 isolat pada sampel bisul dengan ciri mempunyai hifa, spora dan spora yang berkelompok. Ke-5 isolat digunakan dalam pengujian aktivitas antijamur ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum L.) dan lengkuas merah(Alpinia purpurata K.Schum) dengan variasi konsentrasi 1%, 2%, 4%, 8%, 16%, 32% dan 64%. Aktivitas antimikroba dikategorikan mempunyai aktivitas sedang dengan diameter hambat 10-19 (mm). Analisa ANOVA dua arah memperlihatkan aktivitas antimikroba berbeda secara signifikan antara ekstrak lengkuas merah dan bawang putih terhadap bakteri panu, kurap dan bisul dengan P<0,05 pada konsentrasi 8%-64%.
PENGUJIAN CEMARAN BAKTERI (CYCLEA BARBATA MYERS) CINCAU HIJAU PADA MINUMAN AIR AKAR YANG DIJUAL DI DAERAH PEKANBARU Nasution, Musyirna Rahmah; Sahara, Ronapadua; Susanti, Emma
Sistem Informasi Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.91 KB)

Abstract

Telah dilakukan pengujian cemaran bakteri dalam cincau hijau (Cyclea barbata myers) pada minuman air akar yang dijual di Kota Pekanbaru. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan metoda hitungan cawan dan analisis data berdasarkan metoda Standar Plate Count. Identifikasi morfologi dan klasifikasi gram bakteri dilakukan dengan pewarnaan sederhana dan pewarnaan gram. Sampel cincau hijau diambil dari penjual minuman air akar di delapan jalan raya kota Pekanbaru. Sampel cincau selanjutnya diuji angka lempeng total untuk mengetahui cemaran bakteri. Hasil uji didapatkan bahwa seluruh sampel cincau hijau yang diambil memiliki nilai ALT melebihi batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan yang dipersyaratkan oleh BPOM dan SNI 7388 untuk jeli agar yaitu 1x104 koloni/g. Bentuk bakteri yang dominan ditemukan berdasarkan pewarnaan bakteri adalah golongan kokus gram positif.
KADAR FENOLIK DAN FLAVONOID TOTAL SERTA AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK METANOL AKAR, DAUN DAN BUNGA SIMPUR AIR (Dillenia suffroticosa Griff. Ex Hook) Rahayu Utami Utami; Ginta Rio Maranti; Mustika Furi; Melzi Octaviani; Septi Muharni; Fina Aryani; Husnawati; Wira Noviana Suhery; Musyirna Rahmah Nst; Haiyul Fadhli; Emma Susanti; Emrizal
Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia Vol. 10 No. 2 (2021): JPFI
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Jl. Kamboja Simpang Baru-Panam, Pekanbaru, Riau 28293 Telp. (0761) 588006, Fax. (0761) 588007 e-mail: editor-jpfi@stifar-riau.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51887/jpfi.v10i2.1418

Abstract

Simpur air is one of plant that has been using as traditional medicine for treating several diseases. Some studies on its chemical constituents and biological activities of this species have been published. However, chemical constituents and antioxidant activity of this plant which is Riau origin has not been reported before. This study aims to determine the total of phenolic and flavonoid content as well as its antioxidant activity of methanol extracts of roots, leaves and flowers of simpur air. Determination of total of phenolic and flavonoid content was performed by spectrophotometric method using Folin Ciocalteu and AlCl3 as reagents, respectively. Whereas, its antioxidant activity was evaluated using DPPH method. The results showed that methanol extracts of its roots afforded the highest total of phenolic and flavonoid content and also its antioxidant activity. The total of phenolic content of methanol extracts of its roots of 428.131 GAE/mg extract; its total of flavonoid content of 766.164 QE/mg extract; as for its antioxidant activity gave IC50 value of 3.852 µg/ml.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GEL EKSTRAK KERING RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica Val.) TERHADAP Propionibacterium acnes Nofriyanti -; Serlin Partika Sari; Benni Iskandar; Ferdy Firmansyah; Ihsan Ikhtiaruddin; Emma Susanti
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 3 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i3.13911

Abstract

Propionibacterium acnes adalah bakteri utama penyebab timbulnya jerawat. Salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri adalah ekstrak kering rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) karena memiliki kandungan senyawa kurkumin dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi formulasi gel ekstrak kering rimpang kunyit terhadap stabilitas fisik dan aktivitas antibakterinya pada Propionibacterium acnes ATCC 11827 dengan metode sumuran. Ekstrak kering rimpang kunyit diformulasi dalam bentuk gel dengan dua konsentrasi yaitu F1 (35%) dan F2 (45%). Gel adalah sistem semipadat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh suatu cairan. Hasil evaluasi selama 8 minggu penyimpanan F1 (35%) memiliki stabilitas fisik yang lebih baik dibandingkan F2 (45%) pada pemeriksaan organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar, uji iritasi dan uji stabilitas dengan metode sentrifugasi. Hasil uji statistik kruskal wallis terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) antar formula terhadap diameter zona hambat bakteri, dimana F2 (45%) memberikan diameter hambat yang paling besar yaitu 19,82±0,27 mm dengan kategori daya hambat kuat.
Aktivitas Antimikroba Teripang Kasur (Stichopus Vastus Sluiter) dari Perairan Natuna Kepulauan Riau Mery Sukmiwati; Andarini Diharmi; Enda Mora; Emma Susanti
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.119 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v21i2.23088

Abstract

Teripang merupakan salah satu sumber daya perairan yang belum termanfaatkan secara optimal. Hewanlaut ini mengadung komponen bioaktif yang cukup potensial, oleh karena itu teripang dapat dimanfaatkansebagai salah satu alternatif oleh industri farmasi sebagai bahan baku obat dan industri pengolahan hasilperikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri dan antijamur berdasarkanzona hambat terhadap Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermilis, Escherichia coli, Pseudomonasaeruginosa dan antijamur terhadap Candida albicans, Trihopyton mentagrophytes. Metode penelitian terdiridari ekstraksi dengan metanol, uji fitokimia, fraksinasi, uji aktivitas antibakteri dan antijamur denganmetode difusi, serta komatografi vakum cair. Eksperimen dilakukan dengan 3 kali ulangan dan analisissecara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak teripang terdeteksi mengandung komponensaponin, terpenoid dan steroid. Diameter zona hambat ekstrak teripang terhadap 4 spesies bakteri berkisardari 10,33 -12,26 mm, antijamur C. albicans 9,77 mm dan T. mentagropytes 9,12 mm. Hasil kromatografivakum cair berbagai kosentrasi menunjukkan aktivitas maksimum antibakteri dan antijamur yang memilikiaktivitas interaksi tertinggi terhadap S. epidermilis dan jamur C.albicans.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKTRAK ETANOL TIGA VARIETAS BIJI PEPAYA (Carica papaya L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis DAN Propionibacterium acnes Emma - Susanti
JURNAL FARMASI DAN MAKANAN Vol 5 No 1 (2021): Journal Of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v5i1.2233

Abstract

The seeds of papaya (Carica papaya L) can be used as traditional medicine. The first test of ethanol extract of papaya seeds obtained in the form of terpenoids and saponins. In Pekanbaru, there are three varieties of papaya, papaya callina, papaya honey and papaya palas. This research aims to determine the antibacterial activity of ethanol extract of three varieties of papaya seeds (Carica papaya L) against Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis and Propionibacterium acnes bacteria with disc diffusion method. Test results of ethanol extract of papaya varieties callina with the highest at concentration 80% inhibitory zone Staphylococcus epidermidis was 19.83 mm. Ethanol extract of papaya seeds varieties honey gave the highest inhibitory zone in Staphyloccous aureus at concentration 80% was 19,85 mm. While papaya seeds varieties palas gave the highest inhibitory zone in Staphylococcus epidermidis at concentration 80% was 19.70 mm. The variety that gives the highest inhibitory zone is the ethanol extract of papaya callina seeds on the Staphylococcus epidermidis
Isolasi dan Uji BSLT Ekstrak Etil Asetat Daun Meranti Sabut (Shore Ovalis (Korth.)) Enda Mora; Musyirna Rahma Nst; Emma Susanti; Arfan Zasliadi
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 1, No 2 (2015): J Sains Farm Klin 1(2), Mei 2015
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.592 KB) | DOI: 10.29208/jsfk.2015.1.2.34

Abstract

Isolation and test of Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) of ethyl acetate extract of Shorea ovalis [Kort.]) leaves have been done. The isolation method used was column chromatography by Step Gradient Polarity (SGP). The aim of this research was to isolate the metabolite secondary compound and examine the activity test of Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) from ethyl acetate extract of Shorea ovalis [Kort.]) leaves. The result showed that pure compound was I¬A which characterized by spectrum of IR, H-NMR, C-NMR, HSQC, HMBC and colour reaction of Liebermann-Burchard test. The characterization of the isolate was phytosterol with estimated molecular formula C27H48O. Result of BSLT test revealed that of ethyl acetat extract of meranti sabut leaves at 100, 10, and 1 ppm had value of LC50= 40.45 ppm with death of larva of Artemia salina equal to 56,6 % and was considered as very toxic.
Kekerabatan Genetik dan Indeks Resistensi Antibiotika Escherichia coli dari Air DAS Siak Provinsi Riau Yuli Haryani; Emma Susanti; Hexsha Rizki Amelia
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 6, No 2 (2019): J Sains Farm Klin 6(2), Agustus 2019
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.061 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.6.2.141-146.2019

Abstract

Waterborne-disease masih memberikan angka prevalensi yang tinggi terutama di negara sedang berkembang. Keberadaan E. coli di perairan memberikan indikasi adanya cemaran pathogen dari feses hewan ataupun manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kekerabatan dan indeks resistensi antimikroba dari E.coli yang telah diisolasi dari DAS Siak, sungai terbesar yang melewati Provinsi Riau, yang masih digunakan oleh sebagian warga untuk aktivitas sehari-hari. Dendrogram yang dihasilkan dari gabungan 3 primer RAPD-PCR mampu membedakan tiap isolate uji. Intensitas penggunaan air sungai oleh warga dan kuatnya arus mempengaruhi distribusi mikroba indicator sanitasi tersebut dari Tapung hingga Perawang. Sifat resistensi antibiotika masih tergolong rendah (MAR index 0,142), namun eritromisin bukan merupakan antibiotika pilihan untuk diare akibat E.coli disebabkan seluruh isolate resisten terhadap antibiotika ini.
PENGUJIAN CEMARAN BAKTERI (CYCLEA BARBATA MYERS) CINCAU HIJAU PADA MINUMAN AIR AKAR YANG DIJUAL DI DAERAH PEKANBARU Musyirna Rahmah Nasution; Ronapadua Sahara; Emma Susanti
Sistem Informasi Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v3i1.146

Abstract

Telah dilakukan pengujian cemaran bakteri dalam cincau hijau (Cyclea barbata myers) pada minuman air akar yang dijual di Kota Pekanbaru. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan metoda hitungan cawan dan analisis data berdasarkan metoda Standar Plate Count. Identifikasi morfologi dan klasifikasi gram bakteri dilakukan dengan pewarnaan sederhana dan pewarnaan gram. Sampel cincau hijau diambil dari penjual minuman air akar di delapan jalan raya kota Pekanbaru. Sampel cincau selanjutnya diuji angka lempeng total untuk mengetahui cemaran bakteri. Hasil uji didapatkan bahwa seluruh sampel cincau hijau yang diambil memiliki nilai ALT melebihi batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan yang dipersyaratkan oleh BPOM dan SNI 7388 untuk jeli agar yaitu 1x104 koloni/g. Bentuk bakteri yang dominan ditemukan berdasarkan pewarnaan bakteri adalah golongan kokus gram positif.
Co-Authors ., Nofriyanti adli husin, Raja Afandi, Rifath Agistia, Nesa Al Fadhilah, Shafira Alfian ) alhamdania Balqis, Salsabila Amanda, Denisya Andarini Diharmi Andriani, Sindy Anita Lukman Annisa Annisa Arfan Zasliadi Armon Fernando Arsad, Larasati Aulia Wibowo, Selvi Azkia Wanudya Rahmadhani Azlin, Kiranti A’dilah, Nur BENNI ISKANDAR Delvian Fikrani Dwi Andreyas Dwi Winarsih Emrizal Enda Mora Fahri, Elifia Cahyani Fahriza, Mela Felycia Wardi Ferdy Firmansyah Fina Aryani, Fina Fitriani, R. Rizatita Fitriani, Rizda Furi, Mustika Ginta Rio Maranti Hafizah, Afrah Haiyul Fadhli Hanifa, Dhea Hexsha Rizki Amelia Husnawati Ihksani, Nurul Ihsan Ikhtiaruddin Ihsan Ikhtiarudin Kamalrullah ) Kirana, Fharisti Lilik Septiana Marli, Nofrita Masnun, Lidiatil Mayrade, Salma Yudhistira Melzi Octaviani Melzi Octaviani Mery Sukmiwati Mira Febriana Musyirna Rahma Nst Musyirna Rahmah Nst Neni Frimayanti Nofriyanti - Novianti, Yetri Nuraina, Nuraina Octavia, Richa Pratiwi, Erniza Rahayu Utami Rahayu Utami Rahayu Utami Utami Rahma Dona Rahma Dona, Rahma Rahman, Sumiati ramadhan, alfitrah Ramadhani, Ayu Indah Robiatun Rambe Roli Oktaviana Ronapadua Sahara Ruska, Shinta Liana Safitri, Ramanda Safli, Fazza Aulia Sahara, Ronapadua Septi Muharni Serlin Partika Sari Silalahi, Rizka Fitri Sisilawati, Kolista Siti Nurhaliza Sri Hardianti Sumiati Rahman Susi lestari - Syaputri, Rezy Tambunan, Beatrix Evalin Ulfa, Rodia Vasmawati, Della Wardi, Felycia Wira Noviana, Wira Noviana Wulan, Nimas Yueflen, Fadiyah Yuli Haryani Zahirah Ananda, Salsabila Zulfajri, Zulfajri Zulmai Rani