cover
Contact Name
Heti Triwahyuni
Contact Email
triwahyuniheti@upmk.ac.id
Phone
+6285222239351
Journal Mail Official
triwahyuniheti@upmk.ac.id
Editorial Address
Kampus STKIP Muhammadiyah Kuningan | Jl. Moertasiah Soepomo No. 28 Kab. Kuningan Telp.0232-874085 Faks 0232-874085. | Email:jaladri@upmk.ac.id Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda
ISSN : 2443194X     EISSN : 25482106     DOI : -
Core Subject : Education,
Jaladri adalah jurnal yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah STKIP Muhammadiyah Kuningan pada tahun 2015, dengan ISSN 2443-194X (print) dan ISSN: 2548-2106 (online). Jaladri memfasilitasi penelitian mahasiswa, guru, dosen, dan peneliti. Fokus kajian gagasan Jaladri yaitu hasil penelitian, konseptual, kajian, aplikasi, teori, kritik, di bidang bahasa, sastra, budaya, dan pembelajaran bahasa daerah . Jaladri diterbitkan setiap bulan April dan Oktober.
Articles 120 Documents
KUMPULAN CERPEN DI ANTARA TILU JAMAN KARYA AAM AMILIA UNTUK BAHAN PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA DI SMA Lena Nilawati Adnan
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 5 No 1 (2019): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.712 KB) | DOI: 10.33222/jaladri.v5i1.1470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur cerita dan nilai etnopedagogi dalam kumpulan cerpen Di antara Tilu Jaman karya Aam Amilia, serta penerapan bahan ajar apresiasi sastra di SMA. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Teknik mengumpulkan data menggunakan teknik studi pustaka, sedangkan teknik mengolah data dengan teknik analisis. Hasil dari penelitian ini adalah (1) struktur cerita, tema dalam cerita ini umumnya sosial tentang kehidupan di masyarakat; alurnya disusun berdasarkan rentetan kejadian-kejadian di dalam cerita; tokoh dalam cerita ini ada tokoh utama dan tambahan; latar yang ditemukan adalah latar waktu, latar tempat, dan latar sosial; judul dalam kumpulan cerpen memiliki tingkatan makna tersendiri; sudut pandang dalam cerita ini terdiri atas orang pertama-utama, orang pertama-sampingan, orang ketiga-tak terbatas, dan orang ketiga-terbatas. (2) Nilai etnopedagogi (moral kemanusiaan) yang terlihat adalah nilai moral manusia kepada Tuhan dalam dua cerpen, nilai moral manusia kepada diri sendiri dalam dua cerpen, nilai moral manusia kepada sesama dalam lima cerpen, nilai moral manusia kepada alam tidak terdapat dalam cerpen ini, nilai moral manusia terhadap waktu terdapat dalam satu cerpen, nilai moral manusia dalam mengejar kepuasan lahiriah dan batiniah terdapat dalam satu cerpen. (3) Bahan ajar, dalam cerita ini ada dua cerpen yang sesuai dengan kriteria bahan ajar dan bisa dijadikan alternatif bahan ajar apresiasi sastra di kelas XI SMA. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menambah ilmu pengetahuan tentang apresiasi karya sastra khususnya cerpen.
NASKAH “WAWACAN SAID SAMAN” UNTUK BAHAN AJAR MEMBACA WAWACAN DI SMA KELAS XI Nuning Ayuningsih
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 5 No 1 (2019): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.583 KB) | DOI: 10.33222/jaladri.v5i1.1471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan isi naskah, struktur cerita, dan alternatif bahan ajar membaca wawacan dalam naskah “Wawacan Said Saman”. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan teknik telaah pustaka, dan melalui teknik analisis langsung. Sumber data dalam penelitian ini yaitu naskah “Wawacan Said Saman”. Wawacan ini berjumlah 1.048 bait dan 10 pupuh yang terdiri atas Pupuh Asmarandana, Sinom, Pucung, Kinanti, Dangdanggula, Magatru, Pangkur, Durma, Mijil, dan Maskumambang. Hasil penelitian ini yaitu 1) deskripsi naskah yang terdiri atas identitas naskah dan ringkasan cerita; 2) struktur cerita, di antaranya tema tentang perjuangan Said Saman untuk mencari kakaknya yang bernama Said Iyar; 3) alur dalam cerita ini adalah alur maju; 4) latar tempat yang sering muncul adalah negeri Erum, sebagai saksi bahwa Said Saman mengajak pasukan kafir untuk masuk agama Islam, ada juga beberapa latar waktu yang terdiri atas waktu secara dimensi dan titimangsa, sebagai cerita dalam bentuk wawacan ada berbagai macam suasana, baik senang atau pun sedih; 5) ada 23 tokoh dengan tokoh utama yaitu Said Saman dan Said Iyar; 6) terdapat 19 sasmita pupuh dari 31 nomor pupuh; 7) terdapat 102 perbedaan pupuh secara teori dan yang ada dalam naskah dari 1.048 bait. Wawacan ini bisa dijadikan alternatif bahan ajar membaca wawacan di SMA kelas XI.
NOVEL CARITA SI DIRUN KARYA SAMSOEDI SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN MEMBACA NOVEL DI SMP Riska Parlina
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 5 No 1 (2019): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.61 KB) | DOI: 10.33222/jaladri.v5i1.1472

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya minat baca siswa terhadap karya sastra khususnya novel Sunda. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan struktur cerita dan nilai moral yang terkandung dalam novel Carita Si Dirun karya Samsoedi, serta dihubungkan dengan bahan pembelajaran membaca novel di SMP kelas IX. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik. Selain itu, teknik yang digunakan adalah teknik studi pustaka. Hasil penelitian ini yaitu tema novel Carita Si Dirun adalah tema sosial tentang berubahnya sikap dan perilaku seorang anak yang sangat nakal dan tidak pernah mendengar ucapan orang tuanya; alur yang digunakan adalah alur maju; tokoh dalam novel ada 21 orang, dengan tokoh utamanya adalah Si Dirun; latar yang terdapat dalam novel Carita Si Dirun ada 21 latar tempat, 30 latar waktu, dan 3 golongan latar status sosial; sudut pandang yang digunakan oleh pengarang adalah orang ketiga serba tahu; gaya bahasa yang digunakan dalam novel ada 6 majas perbandingan atau simile, 1 majas personifikasi, dan 5 peribahasa. Nilai moral yang terkandung di dalamnya yaitu moral dilihat dari perkembangan perseptual, moral dilihat dari perkembangan motorik, moral dilihat dari perkembangan menguasai pola-pola keterampilan mental, dan moral dilihat dari perkembangan pengetahuan bahasa dan pikir. Hasil penelitian ini dapat diterapkan sebagai alternatif bahan pembelajaran membaca di SMP kelas IX.
NILAI PENDIDIKAN SOSIAL DALAM CERITA DIRAWU KÉLONG KARYA AHMAD BAKRI Delpia Sinta Rahayu; Erick Rizky Febrianto; Rafiky Septian Takwim Putra
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 5 No 2 (2019): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.187 KB) | DOI: 10.33222/jaladri.v5i2.1473

Abstract

Membaca merupakan kegiatan yang cukup membosankan bagi kebanyakan anak, karena kegiatan ini hanya ditafsirkan secara tertulis tanpa ada visual gambar. Di sisi lain, menanamkan rasa ingin membaca sejak dini sangat penting, oleh sebab itu dibuatlah pembelajaran sastra anak. Dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan struktural, kajian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui fungsi dan peran membaca dalam kehidupan sehari-hari khususnya bagi anak-anak; 2) mengetahui pentingnya nilai-nilai sosial yang terkandung dalam buku terhadap masyarakat khususnya anak-anak; 3) Mengetahui strategi literasi dalam meneliti suatu bahan bacaan bagi anak-anak. Dari hasil analisis menunjukan bahwa peran membaca sangat penting dan berdampak besar bagi masyarakat khususnya anak-anak. Banyak hal yang diperoleh dari bahan bacaan, bagi anak misalnya, menjadi lebih paham tentang sikap saling tolong-menolong, menghormati sesama, dan menjaga lingkungan.
NOVEL CARITA BUDAK YATIM KARYA R. HANAPIAH SEBAGAI BAHAN AJAR APRESIASI SASTRA DI SMA KELAS XII Didit Maulana
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 5 No 2 (2019): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.944 KB) | DOI: 10.33222/jaladri.v5i2.1474

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur dan unsur semiotik yang terdapat dalam novel Carita Budak Yatim karya R. Hanapiah sebagai alternatif bahan ajar apresiasi sastra di SMA kelas XII. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif analisis dengan teknik telaah pustaka, analisis data dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) novel ini mempunyai tema kehidupan sosial. Fakta cerita yang ditemukan di antaranya alur maju, tokoh cerita terbagi menjadi dua yaitu tokoh utama dan tokoh tambahan, latarnya yaitu latar tempat dan waktu. Adapun sarana cerita yang ditemukan yaitu judul Carita Budak Yatim yang diambil dari keadaan tokoh utama yaitu Haén yang ayahnya telah meninggal. Sudut pandang menggunakan orang pertama karena tokoh menceritakan setiap peristiwa secara jelas menggunakan kata “kuring”, adapun gaya bahasa yang ditemukan di antaranya gaya bahasa asosiasi dan gaya bahasa hiperbola; (2) unsur semiotik yang terdapat dalam novel tersebut yaitu ada 12 ikon, 44 indeks dan 28 simbol; (3) hasil analisis struktur dan semiotik novel Carita Budak Yatim dapat dijadikan alternatif bahan ajar karena sesuai dengan kriteria memilih bahan ajar. keadaan tokoh utama yaitu Haén yang ayahnya telah meninggal. Sudut pandang menggunakan orang pertama karena tokoh menceritakan setiap peristiwa secara jelas menggunakan kata “kuring”, adapun gaya bahasa yang ditemukan di antaranya gaya bahasa asosiasi dan gaya bahasa hiperbola; (2) unsur semiotik yang terdapat dalam novel tersebut yaitu ada 12 ikon, 44 indeks dan 28 simbol; (3) hasil analisis struktur dan semiotik novel Carita Budak Yatim dapat dijadikan alternatif bahan ajar karena sesuai dengan kriteria memilih bahan ajar.
NASKAH DRAMA “RAJA WALES” KARYA R. HIDAYAT SURYALAGA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PEMBELAJARAN APRESIASI DRAMA DI SMA KELAS XI (KAJIAN STRUKTURAL DAN SEMIOTIK) Ferdina Husdianto
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 5 No 2 (2019): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.549 KB) | DOI: 10.33222/jaladri.v5i2.1475

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) struktur naskah drama “Raja Wales” karya R. Hidayat Suryalaga yang meliputi, unsur fisik pembangun cerita drama (tema, tokoh, latar, alur dan amanat) dan unsur naskah drama (prolog, dialog, babak, episode, adegan, wawancang, solilokui, aside, dan epilog); 2) unsur semiotik (ikon, indeks dan simbol) naskah drama “Raja Wales” karya R. Hidayat Suryalaga; 3) penerapan hasil analisis struktural dan semiotik sebagai alternatif bahan pembelajaran apresiasi drama di SMA kelas XI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis melalui teknik telaah pustaka, analisis data, dan interpretasi. Adapun hasil penelitian ini yaitu pertama, naskah drama ini mempunyai tema sosial-politik mengenai perebutan kekuasaan. Tokoh dalam naskah drama ini terdiri atas tokoh utama dan tokoh tambahan; alur dalam naskah drama ini yaitu alur konvensional yang mempunyai hubungan kasualitas; latar dalam naskah drama ini yaitu latar tempat, waktu dan suasana; amanat naskah drama ini adalah kekuasaan hanyalah sebuah titipan dan kepercayaan. Selain itu, naskah drama ini disusun oleh unsur naskah drama yang terdiri atas prolog, dialog, adegan, wawancang, dan epilog. Kedua, naskah drama ini mempunyai ungkapan-ungkapan yang penuh makna, terbukti dengan adanya 10 ikon, 58 indeks dan 52 simbol. Tanda-tanda tersebut menunjukkan kehidupan masyarakat tradisional. Ketiga, berdasarkan hasil analisis struktural dan semiotik, naskah drama ini bisa dijadikan sebagai alternatif bahan pembelajaran apresiasi drama di SMA kelas XI.
EKOKRITIK DALAM NOVEL SUNDA NUMBUK DI SUE KARYA MOH. AMBRI M. Andri Yuriansyah
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 5 No 2 (2019): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.78 KB) | DOI: 10.33222/jaladri.v5i2.1476

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian kualitatif terhadap karya sastra Sunda yang dilatarbelakangi oleh pola pikir manusia yang kurang peduli terhadap lingkungan. Karya sastra sebagai produk budaya, di dalamnya sarat dengan tanda dan lambang-lambang yang dapat diresapi oleh pembacanya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan keterkaitan antara karya sastra dengan keadaan alam atau lingkungan, khususnya yang terdapat dalam novel Numbuk di Sué karya Moh. Ambri. Adapun metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis dengan teknik telaah pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ekologi sastra dalam novel Numbuk di Sué karya Moh. Ambri menggambarkan kerusakan alam yang disebabkan oleh manusia, di antaranya membakar hutan ketika memburu badak. Selain itu, juga terdapat hubungan antara tokoh cerita dengan alam serta gambaran latar ekologis tentang keadaan alam. Melalui kajian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang ekokritik khususnya dalam khazanah sastra Sunda.
STRUKTUR DALAM LIRIK LAGU SUNDA ISLAMI KARYA MANG KOKO Noval Mohammad Safari
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 5 No 2 (2019): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.052 KB) | DOI: 10.33222/jaladri.v5i2.1477

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya minat masyarakat terhadap karya sastra khususnya jenis lirik lagu Sunda Islami karya Mang Koko yang mempunyai banyak struktur di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur yang terkandung dalam lirik lagu Sunda Islami karya Mang Koko. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan teknik transkripsi dan telaah pustaka. Hasilnya menunjukkan bahwa lirik lagu Sunda karya Mang Koko menggunakan 6 struktur puisi yaitu, imaji, simbol, suasana, musikalitas, suasana, tema dan gaya bahasa. Imaji yang terdapat dalam 13 lirik lagu Sunda Islami karya Mang Koko dominan oleh imaji auditif. Simbol yang terdapat dalam lirik lagu Sunda Islami karya Mang Koko adalah 41 simbol. Musikalitas yang terdapat dalam lirik lagu Sunda Islami karya Mang Koko adalah suara vokal akhir a, dan layak jika dinyanyikan.
ASPEK SOSIAL DALAM KUMPULAN CERITA ANAK NGALA JANGKRIK KARYA HOLISOH ME Siti Ainun Mahpulah; Imas; Finza
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 6 No 1 (2020): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.46 KB) | DOI: 10.33222/jaladri.v6i2.1479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek sosial yang terdapat dalam kumpulan cerita anak Ngala Jangkrik karya Holisoh ME. Métode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, dengan langkah-langkah mengumpulkan data, menganalisis dan mendeskripsikan data. Adapun teknik yang digunakan adalah studi pustaka. Sumber data utama adalah kumpulan cerita anak Ngala Jangkrik karya Holisoh ME. Hasil penelitian ditemukan tiga aspek sosial yaitu aspek sosial agama, aspek sosial ekonomi, dan aspek sosial pendidikan. Kumpulan cerita anak Ngala Jangkrik karya Holisoh ME memiliki 9 sub judul cerita, 8 di sub judul di antaranya mengandung aspek sosial agama yang terdiri atas 20 aspek sosial agama. Selain itu dalam 8 sub judul tersebut terdapat tiga aspek kelas sosial, yaitu aspek sosial ekonomi kelas atas, menengah, dan aspek sosial ekonomi kelas rendah dengan jumlah 21 aspek sosial ekonomi. Kemudian aspek sosial pendidikan terdapat dalam 9 sub judul cerita dengan jumlah 16 aspek sosial pendidikan.
KAPAMALIAN DI KASEPUHAN CIPTAGELAR Dewi Rahayu; Hana Rabiatul A; Imas Siti Fatimah; Nuke Virginia Yuanto
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 6 No 1 (2020): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.373 KB) | DOI: 10.33222/jaladri.v6i2.1480

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keunikan pengamalan pamali di Kasepuhan Ciptagelar Kabupaten Sukabumi. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskripstif. Tujuannya untuk mengumpulkan dan mengklasifikasikan pamali yang masih ada di masyarakat Kasepuhan Ciptagelar. Sumber data dalam penelitian ini adalah pamali yang masih dipakai di Kasepuhan Ciptagelar. Teknik yang dipakai dalam penelitian ini adalah teknik wawancara dan teknik observasi langsung. Berdasarkan hasil penelitian didapat 188 pamali yang diklasifikasikan menjadi enam, yaitu (1) jangan memperjualbelikan beras; (2) wanita yang sedang datang bulan tidak diperbolehkan ikut memasak di dapur imah gede; (3) tidak boleh membangun rumah tembok; (4) harus mengenakan iket bagi laki-laki; (5) harus memakai samping bagi perempuan; (6) dilarang berbicara ketika sedang menumbuk padi; (7) jangan memperjualbelikan labu (8) jangan keluar malam dan pergi ke hutan sendirian. Semua kapamalian yang terdapat di Kasepuhan Ciptagelar merupakan salah satu warisan para leluhur secara turun-tumurun yang harus ditaati karena telah termasuk ke dalam hukum adat. Jika seorang masyarakat di Kasepuhan Ciptagelar ada yang melanggar kapamalian tersebut, maka dia akan mendapat hukuman adat dan hukuman terhadap dirinya sendiri dari para leluhur.

Page 5 of 12 | Total Record : 120