cover
Contact Name
Abdullah Syafei
Contact Email
syafei06@gmail.com
Phone
+6287882270014
Journal Mail Official
jurnal.jikm@stikim.ac.id
Editorial Address
Jl. Harapan No.50 Lenteng Agung, Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal)
ISSN : 22524134     EISSN : 23548185     DOI : -
Core Subject : Health,
JIKM menerima naskah publikasi dari hasil penelitian atau naskah tinjauan pustaka (literature review) yang belum pernah dan tidak akan dipublikasikan di tempat lain dalam bentuk cetakan maupun digital (e-journal). Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) mencakup artikel di bidang Manajemen Pelayanan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Kesehatan Reproduksi, Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kebijakan Kesehatan, Gizi Kesehatan Masyarakat, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Articles 307 Documents
Determinan Kepatuhan Perawat terhadap Pengelolaan Limbah Medis Rumah Sakit di Masa Pandemi COVID-19 Trisna Budy Widjayanti; Zulaika Zulaika
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i04.2399

Abstract

Sebagian besar rumah sakit mendapat kendala dalam pengelolaan limbah medis pada masa pandemi COVID-19. Pengelolaan limbah medis di masa Pandemi COVID-19 harus sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO). Limbah medis dan non medis belum dipisahkan pada saat akan dibuang, dimana hal ini sangat memerlukan perhatian dari manajemen rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan karakteristik, pengetahuan, dan kepatuhan perawat terhadap pengelolaan limbah medis rumah sakit di masa pandemi COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Pemilihan sampel menggunakan total sampling, yaitu sebanyak 400 perawat. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar perawat patuh terhadap pengelolaan limbah medis rumah sakit di masa pandemi COVID-19, yaitu sebanyak 332 orang (83%). Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat yaitu usia, pendidikan, pelatihan, pengetahuan dan sikap, nilai p = 0,000. Sedangkan jenis kelamin (nilai p = 0,224) dan lama kerja (nilai p = 0,229) tidak berhubungan. Rumah sakit diharapkan lebih menekankan SOP dan pengawasan dalam penerapan kepatuhan perawat terhadap pengelolaan limbah medis rumah sakit, khususnya di masa pandemi.
Pengaruh Dukungan Sosial dan Metode Coping terhadap Tingkat Stres Ibu Hamil Tati Nuryati; Yulmaida Amira
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i06.1452

Abstract

Stres pada masa kehamilan merupakan gangguan mental ibu hamil. Salah satu upaya mengatasi stres ibu hamil bisa menggunakan metode coping dan dukungan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dan metode coping terhadap tingkat stres ibu hamil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel berjumlah 88 ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal di Puskesmas Bojong Menteng Kota Bekasi dari tanggal 24-29 Agustus 2019. Alat ukur untuk pengumplan data adalah skala dukungan sosial, skala coping stres, dan skala tingkat stress yang disusun oleh tim peneliti. Data dari ketiga variabel diolah dengan teknik statistic regresi sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian tidak ada pengaruh antara dukungan sosial (Koef. Beta = 0,035; nilai p = 0,787) maupun coping stress (Koef Beta = 0,007; nilai p = 0,965) terhadap tingkat stress pada ibu hamil, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama (R2=0,001; nilai p = 0,941). Ibu hamil dalam penelitian ini pada umumnya tidak mengalami stress atau hanya memiliki stress dengan tingkat sangat rendah. Hal ini bisa dipahami karena mereka tidak memiliki sumber stress yang yang potensial membuat stress-nya tinggi. Terbukti bahwa ibu hamil yang mengalami stress selama masa kehamilannya (rerata = 1,38), sering mendapatkan dukungan sosial (rerata = 2,65). Dari berbagai tipe dukungan sosial, terlihat yang bekorelasi secara signifikan dengan coping stress ibu hamil adalah dukungan keluarga, dukungan teman, dan dukungan ahli.
Hubungan antara Aktivitas Fisik, Denyut Nadi dan Status Gizi Peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Provinsi Jawa Tengah Supriyono Supriyono; Maria Magdalena
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i05.1864

Abstract

Salah satu cara untuk mengetahui tingkat kebugaran adalah dengan mengukur denyut nadi. Frekuensi denyut nadi untuk orang normal jumlahnya sama dengan denyut jantung. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik, denyut nadi, dan status gizi pada peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS). Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampel jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang peserta. Denyut nadi diukur dengan melakukan perabaan pada ujung lengan, yang dilakukan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. Kemudian untuk status gizi dengan cara mengukur tinggi badan dalam satuan centimeter dan berat badan dengan satuan kilogram. Kemudian dihitung dengan rumus indeks masa tubuh (IMT). Hasil pada penelitian ini menunjukkan peserta laki-laki (83,33%) mempunyai denyut nadi awal lebih rendah dibandingkan peserta wanita (36,37%). Sedangkan untuk nadi akhir, rata-rata denyut nadi hampir sama, untuk peserta wanita (89,90%) dan peserta laki-laki (88,80%). Perubahan denyut nadi, peserta laki-laki (59,20%) lebih baik dibandingkan dengan peserta wanita (51,18%). Selain itu, status gizi berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) laki-laki lebih banyak yang memiliki berat abdan normal (77,8%) dibandingkan wanita (59,3%). Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan bermakna antara jenis kelamin dengan denyut nadi awal (nilai p = 0,002). Seseorang yang melakukan latihan fisik secara teratur dapat mempengaruhi dan meningkatkan denyut nadi.
Literature Review: Expanded Carrier Screening dan Keputusan Reproduksi Eliza Haryanti; Legiran Legiran
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i06.1948

Abstract

Dengan melakukan skrining genetik, calon orang tua dapat memperoleh informasi tentang apakah mereka memiliki peningkatan risiko mengandung anak yang terkena kondisi autosomal resesif atau terkait-X yang nantinya dapat mempengaruhi perencanaan dan tata laksana selama prakonsepsi dan masa kehamilan. Expanded carrier screening (ECS) merupakan pilihan bagi pasien dalam mengambil keputusan reproduksi dengan mempertimbangkan informasi genetik. Artikel ini bertujuan meninjau literatur yang tersedia saat ini tentang faktor-faktor yang terkait dengan pengambilan keputusan pasangan reproduksi setelah mendapat hasil dari ECS. Metode yang digunakan adalah systematic literature review menggunakan alur Preferred Reporting Items for Systematic Reviews (PRISMA) dengan mengumpulkan artikel, sesuai yang didapat dari database PubMed, Wiley Online Library, Science Direct dan Cochrane, dengan kata kunci “reproductive couples”, ”expanded carrier screening ”, “recessive genetic”, “reproductive decisions”. Dari hasil analisis dipilih 8 artikel yang sesuai kriteria. Kesimpulannya adalah pasangan pembawa dengan penyakit parah atau berat cenderung memilih untuk menjalankan tindakan reproduksi. Hasil diskusi dengan pasangan, tingkat kepercayaan, dan kecemasan terhadap pemeriksaan ECS ikut berpengaruh dalam pengambilan keputusan. Konseling pra-test dan pasca-tes sangat penting untuk memberi pemahaman pada pasien secara menyeluruh.
Durasi Penggunaan Media Sosial dan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur pada Remaja Ilah Muhafilah; Suwarningsih Suwarningsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i05.2076

Abstract

Durasi penggunaan media sosial yang terlalu lama dan adanya gangguan pada kesehatan mental terutama stres akan mempengaruhi pola tidur seseorang yang berisiko menyebabkan kualitas tidur menjadi buruk. Tujuan penelitian ini ialah mengidentifikasi hubungan durasi penggunaan media sosial dan tingkat stres dengan kualitas tidur pada remaja. Desain penelitian ini menggunakan potong lintang. Populasi pada penelitian yaitu mahasiswa dan mahasiswi Prodi Sarjana Keperawatan Universitas MH Thamrin sebanyak 182 mahasiswa yang diambil menggunakan menggunakan purposive sampling.Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 19-26 Juli 2021. Uji statistik menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan remaja yang memiliki kualitas tidur buruk, proporsinya lebih besar pada mereka yang durasi penggunaan media sosialnya lama (62,5%), dibandingkan remaja dengan durasi penggunaan media sosial cukup (37,5%), walaupun secara statistik tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna (nilai p = 0,537). Sedangkan, remaja yang memiliki kualitas tidur buruk, proporsinya lebih besar pada mereka yang mengalami stres berat (75%) dibandingkan dengan yang mengalami stres ringan (43,2%) dan perbedaan ini bermakna secara statistic (nilai p = 0,016). Hasil penelitian dapat digunakan untuk mengembangkan penatalaksanaan upaya mencegah gangguan tidur yang berkelanjutan yang menyebabkan stres.
Determinan Kehamilan Risiko Tinggi Wanita Usia Subur di Indonesia Rimawati Aulia Insani Sadarang; BS. Titi Haerana; Emmi Bujawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i05.2124

Abstract

Di Indonesia, kehamilan risiko tinggi menyentuh angka 34%, lebih tinggi dari beberapa negara, seperti India dan Nepal. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor determinan kehamilan risiko tinggi pada wanita usia subur di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 dengan desain studi cross sectional. Analisis data dilakukan pada wanita usia subur dengan riwayat hamil terakhir (periode 2012–2017) dari rumah tangga terpilih dan memiliki kelengkapan data variabel penelitian. Analisis multivariat melalui uji polytomous logistic regression dan menggunakan ukuran asosiasi Odds Ratio dengan nilai interval kepercayaan 95%. Secara berturut-turut, proporsi kehamilan risiko tinggi kategori terlalu muda (28,50%), terlalu tua (21,21%), terlalu banyak (7,83%), dan terlalu dekat (1,08%). Pendidikan ibu tidak tamat SMP menjadi faktor determinan telalu muda (aOR=2,35;1,01-1,28), terlalu tua (aOR=1,88;1,60-1,96), dan terlalu banyak (aOR=2,27;1,90-2,71). Perpanjangan akses terhadap pendidikan pada remaja perlu mendapat perhatian untuk menekan angka putus sekolah yang akan mengarah pada perluasan akses pekerjaan yang berimplikasi pada perbaikan sosial ekonomi dan penundaan usia kawin.
Analisis Kebutuhan Kompetensi SDM Instalasi Rekam Medik dengan Metode Analytical Hierarchy Process Malihah Ramadhani Rum; Nur Pratiwi Rahmawaty Saud
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i06.2148

Abstract

Berdasarkan survey pendahuluan ditemukan bahwa petugas di instalasi rekam medik jumlah dan kompetensinya masih kurang seimbang jika dibandingkan jumlah pengunjung rumah sakit, sehingga pelayanan menjadi kurang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prioritas kebutuhan kompetensi SDM di instalasi rekam medis pada masa pandemi COVID-19 dan menyusun rencana strategi peningkatan kompetensi SDM. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang di dalamnya peneliti menyelidiki secara cermat peristiwa dan aktivitas suatu kelompok di rumah sakit, dalam penelitian ini tipe desain penelitian yang digunakan adalah single-case (holistic), karena unit analisis yang digunakan hanya satu yaitu instalasi rekam medik. Hasil penelitian didapatkan urutan prioritas dari perhitungan AHP (Analytical Hierarchy Process) kebutuhan kompetensi sumber daya manusia di instalasi rekam medik prioritas pertama yaitu kualifikasi Pendidikan, dilanjutkan pengalaman kerja, pelatihan keahlian, beban kerja dan sarana prasarana. Ditemukan bahwa kualifikasi Pendidikan staf rekam medis belum sesuai, pengalaman kerja staf cukup, pelatihan keahlian staf cukup, beban kerja yang diberikan tidak sesuai, dan sarana prasarana pendukung belum sesuai.
Faktor yang Berhubungan dengan Locomotive Syndrome pada Lansia Fajar Wijanarko; Susiana Nugraha; Laila Ulfa; Sudibyo Alimoeso
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i05.2169

Abstract

Ageing atau proses penuaan adalah suatu proses yang terjadi secara bertahap seumur hidup yang sangat bervariasi, dan bersifat progresif dan kumulatif berupa penurunan fungsi fisiologis secara umum. Salah satu penurunan fungsi fisiologis adalah penurunan kekuatan otot dan keseimbangan yang mengakibatkan locomotive syndrome (LS). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap locomotive syndrome pada lansia di sekolah lansia Indonesia Ramah Lansia (IRL) Jawa Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2022. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, desain penelitian cross sectional, dengan populasi peserta sekolah lansia IRL Jawa Barat berjumah 854, dengan purposive sampling sebanyak 200 responden. Analisis dilakukan secara bivariat dengan chi square dan multivariat dengan regresi logistik. Analisis bivariat menunjukkan faktor yang berhubungan dengan locomotive syndrome adalah Indeks Masa Tubuh (IMT) (nilai p = 0,010), hand grip strength (nilai p = 0,012) dan keseimbangan (nilai p = 0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa factor keseimbangan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap locomotive syndrome (nilai p = 0,001). Pencegahan locomotive syndrome dapat dilakukan dengan IMT yang ideal, melakukan aktivitas fisik untuk menjaga kekuatan otot dan keseimbangan. Perempuan mempunyai risiko lebih tinggi terjadi locomotive syndrome, maka disarankan untuk memprekecil faktor risiko sejak dini.
Efektifitas Poster Edukasi Diet Tinggi Protein Melalui WhatsApp terhadap Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Eka Riana; Khoirul Rista Abidin; Ismaulidia Nurvembrianti; Sofia Afritasari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i05.2218

Abstract

Penyakit diabetes merupakan penyakit gangguan metabolisme kronis yang menyebabkan kematian tertinggi di dunia. Ada berbagai tipe diabetes salah satunya diabetes tipe 2 yang termasuk ke dalam penyakit seumur hidup. Adapun faktor penyebab terjadinya DM diantaranya kebiasaan mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan obesitas. Diet yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini diantaranya dengan diet tinggi protein. Tujuan dari studi ini adalah untuk melihat efektifitas Informasi yang di sampaikan melalui poster edukasi diet tinggi protein yang di kirim ke nomor WhatsApp pasien. Metode penelitian yang digunakan ialah kuasi eksperimen, pre dan post test dengan control group. Adapun populasi ialah pasien rawat jalan dan inap Klinik PKU Muhammadiyah Kitamura yang di diagnosis diabetes mellitus tipe 2 sebanyak 20 pasien. Efek diet tinggi protein terhadap kadar glukosa darah pasien diabetes menggunakan poster yang dibagikan melalui pesan singkat (WhatsApp) belum menjadi rekomendasi (nilai p = 0,97). Diperlukan tingkat kepatuhan pasien yang sangat tinggi terhadap edukasi yang diberikan agar hasil lebih optimal.
Hubungan antara Keterlibatan Ayah dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan Nia Junia Putri; Amrina Rosyada; Dini Arista Putri; Ditia Fitri Arinda
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i06.2232

Abstract

Permasalahan stunting masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah sampai sekarang. Berbagai upaya pencegahan stunting dilakukan mulai dari tingkat keluarga yakni dengan mengoptimalkan keterlibatan orang tua dalam pengasuhan termasuk keterlibatan ayah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara keterlibatan ayah dan variabel confounding (tingkat pendidikan ayah, tingkat pendapatan keluarga, inisiasi menyusu dini, riwayat pemberian MPASI, jumlah anak, jenis kelamin anak, dan riwayat penyakit infeksi) dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Kecamatan Seberang Ulu 1 yang diukur berdasarkan sudut pandang ibu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan teknik simple random sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 112 orang. Analisis statistik dalam penelitian ini dilakukan sampai analisis multivariat. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara riwayat pemberian MPASI (nilai p = 0,019; PR = 0,431; 95% CI = 0,229-0,812) dan jenis kelamin anak (nilai p = 0,028; PR = 2,308; 95% CI = 1,136-4,688) dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Kecamatan Seberang Ulu 1. Sedangkan analisis multivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara keterlibatan ayah dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Kecamatan Seberang Ulu 1 setelah di kontrol oleh variabel inisiasi menyusu dini (IMD) dan jumlah anak (nilai p: 0,670; 95%CI: 0,504 – 2,907).

Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 05 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 05 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 04 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 04 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 03 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 02 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 01 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 04 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 03 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 02 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 04 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 03 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 02 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 01 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 04 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 02 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 01 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 04 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 4 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue