Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PEMANFAATAN SISTEM OPEN DATA KIT SEBAGAI MEDIA PENGUMPULAN DATA Rimawati Aulia Insani Sadarang; A Syamsiah Adha; Sukfitriyanti Syahrir; Abd. Majid HR.Lagu; Muh. Fajar Pahrir; A. Suci Awaliyah Ishak
Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and Research Vol 5 No 1 (2021): JISAMAR : Volume 5, Nomor 1, February 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/jisamar.v5i1.344

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang masif memberi tuntutan pelaksanaan penelitian yang lebih cepat, namun tetap efektif dan efisien. Pengumpulan hingga analisis data merupakan rangkaian proses penelitian dengan alokasi waktu dan dana yang terbesar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif pemanfaatan produk teknologi agar proses pengumpulan hingga analisis data dapat berlangsung efektif dan efisien. Pada penelitian ini, sistem Open Data Kit (ODK) dikembangkan sebagai media pengumpulan data. Penggunaan sistem ini dapat memberikan efisiensi pembiayaan pengadaan instrumen penelitian/ kuesioner kertas, dapat meniadakan proses penginputan, kompilasi dan pre-prosesing data sehingga proses analisis dapat berlangsung lebih cepat. Pemanfaatan sistem ODK akan sangat membantu pelaksanaan penelitian agar efektif dan efisien karena penggunaan yang sederhana, dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penelitian dan tidak membutuhkan keterampilan khusus untuk dapat mengoperasikannya The massive development of communication and information technology demands a faster, yet effective and efficient research implementation. Data collection to analysis is a series of research processes with the largest allocation of time and funds. This study aims to provide an alternative use of technology products so that the process of collecting and analyzing data can be effective and efficient. In this study, the Open Data Kit (ODK) system was developed as a data collection medium. The use of this system can provide cost efficiency in the procurement of research instruments / paper questionnaires, can eliminate the process of inputting, compiling and pre-processing data so that the analysis process can take place more quickly. The use of the ODK system will greatly assist the implementation of research to be effective and efficient because of its simple use, it can be developed according to research needs and does not require special skills to be able to operate it.
EVALUASI PROGRAM EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PERILAKU REMAJA: Evaluation of Reproductive Health Education Program on Adolescent Behavior Gaffar Rukmady; Nurhidayah Purnamasari Purnamasari; Fatmawaty Mallapiang; Rimawati Aulia Insani Sadarang
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol2.Iss1.1204

Abstract

Edukasi kesehatan reproduksi remaja merupakan upaya pemberian pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi sehingga terbentuk kesadaran menjaga kesehatan reproduksi serta melindungi dari perilaku berisiko baik secara fisik maupun mental. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 8 Maret 2022 selama 2 hari bertujuan menilai keberhasilan program edukasi kesehatan reproduksi remaja dan dampak serta manfaat yang dirasakan para remaja. Kegiatan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan wawancara dengan jumlah 6 informan. Berdasarkan hasil wawancara, para remaja telah menjawab setidaknya mendekati indikator yang telah ditetapkan, di mana indikator yang ditetapkan adalah mengetahui cara menjaga kebersihan alat reproduksi dan cara menjaga pergaulan agar terhindar dari perilaku berisiko yang dapat mengancam kesehatan reproduksi mereka. Abstract Adolescent reproductive health education is an effort to provide knowledge and understanding of reproductive health to form awareness of maintaining reproductive health and protecting against risky behavior both physically and mentally. This activity aims to assess the success of adolescent reproductive health education programs and the impact and benefits felt by adolescents. This activity uses qualitative research methods with an interview approach. Based on the results of the interviews, the teenagers already know the importance of maintaining reproductive health from promiscuity and cleanliness of reproductive organs. Teenagers have been able to describe how to take care of their reproductive organs and how to maintain good and healthy relationships.
Pengelolaan sampah dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) di wilayah pesisir Bulukumba Sulawesi Selatan Fatmawaty Mallapiang; Yessy Kurniati; Sukfitrianty Syahrir; Abd. Majid HR Lagu; Rimawati Aulia Insani Sadarang
Riau Journal of Empowerment Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/raje.3.2.79-86

Abstract

Waste becomes a crucial problem in coastal areas because of the habit of people who throw garbage directly into the sea. This community service aims to manage waste by empowering assets owned by the community. This activity is carried out in 2 stages, namely the preparation and implementation stages. The preparation phase is carried out by inventorying assets owned by the community, conducting socialization, preparing materials and materials needed for waste management training. The identified assets owned by the community consist of physical assets, human assets, social assets, financial assets, and natural assets. The results of the activity showed that the participants who were present did not reach the target due to the sea fishing activities carried out by residents. Participants who took part in the waste management activities were quite enthusiastic in participating in the material and simulation. It is expected that participants who follow the training can process their garbage and motivate other residents to handle their waste.
Analisis Situasi Masalah Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular di Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2016 Rimawati Aulia Insani Sadarang; Sugiarto Sugiarto; Hari Kusnanto
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v10i1.3523

Abstract

Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PPTM) telah diimplementasikan di Kulon Progo sejak tahun 2010 namun prevalensi PTM mengalami peningkatan dari 2013 ke 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah, menentukan masalah priotas dan memberikan rekomendasi pada pengimplementasian program PPTM. Penelitian ini adalah studi observasional. Identifikasi masalah dilakukan melalui studi dokumen laporan pelaksanaan program PPTM tahun 2011-2015 dan melalui wawancara dengan Pemegang Program PTM dan Kepala Seksi Pengamatan Penyakit dan Imunisasi. Penetapan masalah prioritas dengan metode Hanlon menggunakan kuesioner yang diberikan kepada informan kunci (kepala dan sekretaris dinas kesehatan, empat kepala bidang, kepala seksi pengamatan penyakit dan imunisasi, dan pemegang program PTM). Pendekatan teknik pohon masalah untuk mengidentifikasi akar masalah prioritas. Terdapat sebelas masalah dengan rentan score Hanlon 60-109. Masalah prioritas utama adalah belum terjalinnya koordinasi untuk sinergitas antar program di dinas kesehatan dalam jejaring PTM. Akar masalah prioritas adalah ketidakhadiran seluruh (pemegang) program pada pertemuan rutin mingguan. Koordinasi untuk sinergitas antar program dalam jejaring PTM yang belum terjalin mengakibatkan pemegang program kurang memahami kontribusi program lain terhadap pengendalian PTM dan kontribusi PTM terhadap masalah kesehatan lainnya. Regulasi formal dari kepala dinas kesehatan diperlukan sebagai dasar aturan tertulis bagi seluruh program untuk menghadiri pertemuan rutin. Direkomendasikan penyelenggaraan pertemuan rutin antar program sehingga seluruh pegawai dapat memperoleh informasi terkini terkait PTM.
Gambaran Pemanfaatan Antenatal Care dan Hubungannya dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Indonesia Rimawati Aulia Insani Sadarang
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v7i1.7788

Abstract

Antenatal Care (ANC) merupakan pelayanan khusus kepada ibu untuk kehamilan yang lebih sehat dan hasil kehamilan yang baik, namun tidak semua ibu bisa mendapatkan ANC yang komprehensif. Ada banyak faktor yang memengaruhi pemanfaatan ANC yang berpotensi berdampak pada luaran kehamilan, seperti Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan ANC dan hubungannya dengan kejadian BBLR di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data dari Survei Demografi dan Kesehatan (SDKI 2017) dengan desain studi cross sectional. Analisis data dilakukan pada wanita usia subur yang pernah memanfaatkan ANC. Potensi hubungan antara karakteristik pengguna ANC dengan BBLR berdasarkan hasil analisis regresi logistik dengan interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan 83,5% responden memanfaatkan ANC pada trimester pertama. Keterlambatan inisiasi ANC diidentifikasi pada responden berusia 35-39 tahun ke atas, tinggal di pedesaan dan dari indeks kesejahteraan terendah. Terdapat peningkatan risiko BBLR secara linier karena keterlambatan inisiasi ANC. Dibandingkan dengan responden yang memulai ANC pada trimester pertama, responden yang memulai ANC pada trimester ketiga memiliki risiko 1,46 kali lebih tinggi untuk mengalami BBLR. Evaluasi terhadap pelayanan ANC berdasarkan ciri-ciri yang teridentifikasi di atas diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan ini guna mencegah terjadinya masalah kesehatan, seperti BBLR.
FAKTOR PREDIKTOR GANGGUAN PENGLIHATAN BERAT DAN KEBUTAAN PADA PENDERITA DIABETES DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Rimawati Aulia Insani Sadarang; Hari Kusnanto; Mohammad Bayu Sasongko
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 12 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.7 KB) | DOI: 10.22146/bkm.26334

Abstract

Predictors of severe visual impairment and blindness among diabetic patients in Special Territory of YogyakartaPurposeThe purpose of this study was to identify any predictors of severe visual impairment and blindness among diabetic patients in Daerah Istimewa Yogyakarta.MethodsThis research was a cross-sectional study by analyzing registry data from (JOGED.COM). Data included sociodemographic characteristics, diabetic status, health record, and eye diseases. The analysis was done using chi-square and simple logistic regression tests follow with semi-partial correlation, stratification tests and multilevel analysis with Generalized Estimation Equation (GEE).ResultsAs much as 1093 data were included in this study. The prevalence of severe visual impairment was 12% and blindness was 6.5%. Cataract, diabetic retinopathy and diabetes duration >10 years were statistically significant with severe visual impairment and blindness while glaucoma and hypertension only significant with severe visual impairment. The contribution of cataract in severe visual impairment (4.73%) and blindness (3.11%) was highest among eye diseases. There was modification effect of cataract to severe visual impairment and blindness by diabetes duration. Based on GEE, cataract, diabetic retinopathy and diabetes duration > 10 years was the best model to predict the occurrence of severe visual impairment and blindness.ConclusionsPredictors of severe visual impairment and blindness among diabetic patients in Daerah Istimewa Yogyakarta were the cataract, diabetic retinopathy and diabetes duration >10 years. Modification effect of cataract by diabetes duration only was significant in a model to predict blindness.
Hubungan Self Efficacy dengan Manajemen Diri Penderita Hipertensi Di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar Tahun 2022 Susi Susanti; Emmi Bujawati; Rimawati Aulia Insani Sadarang; Dian Ihwana
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 6 No. 2 (2022): Vol. 6 - No. 2 - September 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v6i2.20540

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang cukup berbahaya di seluruh dunia. Prevalensi hipertensi secara global tahun 2019 sebesar 22% dari total penduduk dunia. Di Indonesia, prevalensi hipertensi sebesar 34,11%.  Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Makassar prevalensi hipertensi tertinggi adalah Puskesmas Kassi-Kassi. Hipertensi membutuhkan manajemen penyakit jangka panjang oleh penderitanya. Manajemen diri berhubungan dengan perilaku penderita, salah satu faktor yang mempengaruhi manajemen diri adalah self efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan manajemen diri penderita hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 303 responden yang didapatkan dari hasil pengukuran tekanan darah, pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square dengan nilai signifikan (0.05). Berdasarkan karakteristik responden penderita hipertensi di Puskesmas Kassi-Kassi didominasi oleh perempuan 174 (57,4%), usia  45-49 tahun 70 (23,1%) dengan pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga 117 (38,6%), status pernikahan sudah menikah  251 (82,2%), memiliki riwayat keluarga hipertensi 215 (71,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan manajemen diri penderita hipertensi. Diharapkan penderita hipertensi dapat melakukan manajemen diri dengan baik dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah dan konsumsi obat hipertensi secara rutin serta menerapkan pola hidup yang sehat
PREDICTORS OF EARLY INITIATION OF BREASTFEEDING (EIBF) IN SULAWESI ISLAND: A POPULATION-BASED STUDY: Prediktor Praktik Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pada Ibu di Pulau Sulawesi Rimawati Aulia Insani Sadarang; Bs. Titi Haerana
Jurnal Berkala Epidemiologi Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Berkala Epidemiologi (Periodic Epidemiology Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbe.V11I22023.142-150

Abstract

Background: Early initiation of breastfeeding (EIBF) is pivotal to the success of exclusive breastfeeding and plays an important role not only in reducing infection-related neonatal mortality but also in providing protection in the next period of life. Purpose: This study aims to identify predictive factors of early breastfeeding practices on Sulawesi Island. Methods: A cross-sectional study based on population by using data from the Indonesia Demographic and Health Surveys (IDHS) in 2017 was conducted on 1,040 women who had given live birth in 6 provinces on Sulawesi Island. The analysis used bivariate and multivariate logistic regression with predictive models for complex sample design, adjusted for confounders to examine the relationship of EIBF with independent variables. Results: The study showed that 50.58% of women practiced EIBF on Sulawesi Island. Significantly, and adjusted for confounder, it found the predictive factors of EIBF practice consecutively, singleton birth being the factor with the highest association value (aOR:11.35, 95%CI (0.00-0.07)), skin-to-skin contact (aOR:3.05,95%CI (2.22–4.21)), normal delivery (aOR:2.94, 95%CI (1.94–4.45)) and delivery accompanied by family (aOR: 1.68,95%  CI (1.06–2.67)) and parity factor >1 (aOR: 1.52,95% CI (1.10–2.10)). Conclusion: The fulfillment of education related to the urgency of implementing EIBF to pregnant women and their families as a support system as well as the application of standard operating procedure for EIBF for all types of deliveries in health facilities is vital to support the successful implementation of EIBF.
The Acceptance of COVID-19 Vaccine: The Projection from the First Year of COVID-19 Pandemic in Indonesia Rimawati Aulia Insani Sadarang; Tri Addya Karini; Yessy Kurniati
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v8i12023p1-10

Abstract

The Pandemic of COVID-19 affected not only the health sector but also other sectors. Herd immunity through vaccination was recommended by experts. This study purposed to describe the acceptance of the COVID-19 vaccine and to discover predictive factors of COVID-19 vaccine acceptance in Indonesia. This is a cross-sectional study. Data collection used an online platform conducted in August 2020. The questionnaire based on Survey Tool and Guidance by WHO Regional Office for Europe. Logistic regression was run to identify associated factors and to build a predictive model of vaccine acceptance. There were 164 respondents aged 19 – 56 years. About 70.1 percent of respondents showed a willingness to accept the vaccine for COVID-19. The predictive model consisted of age, perceived probability that has been infected and trust in government press releases with performance reaching 73 percent.  The trust of people in the government was the most important key to engaging people in vaccination. Evidence-based messaging delivered regularly by the government and consistent action between the government and health officers would educate and lead people's risk perceived and the decision to be vaccinated.
Determinan Kehamilan Risiko Tinggi Wanita Usia Subur di Indonesia Rimawati Aulia Insani Sadarang; BS. Titi Haerana; Emmi Bujawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i05.2124

Abstract

Di Indonesia, kehamilan risiko tinggi menyentuh angka 34%, lebih tinggi dari beberapa negara, seperti India dan Nepal. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor determinan kehamilan risiko tinggi pada wanita usia subur di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 dengan desain studi cross sectional. Analisis data dilakukan pada wanita usia subur dengan riwayat hamil terakhir (periode 2012–2017) dari rumah tangga terpilih dan memiliki kelengkapan data variabel penelitian. Analisis multivariat melalui uji polytomous logistic regression dan menggunakan ukuran asosiasi Odds Ratio dengan nilai interval kepercayaan 95%. Secara berturut-turut, proporsi kehamilan risiko tinggi kategori terlalu muda (28,50%), terlalu tua (21,21%), terlalu banyak (7,83%), dan terlalu dekat (1,08%). Pendidikan ibu tidak tamat SMP menjadi faktor determinan telalu muda (aOR=2,35;1,01-1,28), terlalu tua (aOR=1,88;1,60-1,96), dan terlalu banyak (aOR=2,27;1,90-2,71). Perpanjangan akses terhadap pendidikan pada remaja perlu mendapat perhatian untuk menekan angka putus sekolah yang akan mengarah pada perluasan akses pekerjaan yang berimplikasi pada perbaikan sosial ekonomi dan penundaan usia kawin.