cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016):" : 16 Documents clear
REINVENTARISASI MAKANAN TRADISIONAL KHAS KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN SENI KULINER BALI ., Sima Pradnyani Made; ., Dra. Damiati, M.Kes; ., Ida Ayu Putu Hemy Ekayani, S.Pd., M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makanan tradisional khas Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng meliputi makanan pokok, hidangan lauk pauk, hidangan sayuran, jajanan dan minuman yang disajikan sehari-hari. Jenis penelitian ini yaitu survei dan berlokasi di Kecamatan Banjar. Teknik pemilihan informan yaitu (1) Purposive Sampling dan (2) Accidental Sampling. Teknik pengumpulan data dengan metode (1) observasi dan (2) wawancara, sedangkan instrumen penelitian yang digunakan yaitu (1) lembar observasi dan (2) panduan wawancara. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makanan tradisional khas Kecamatan Banjar yaitu (1) makanan pokok meliputi nasi kepel, entip tepeng, tipat base dodok, nasi moran don sawi, (2) hidangan lauk pauk meliputi sager, bandut, pejo, tum pusuh, lawar bateg, serapah base dodok, be anyar megoreng, pencok mekuah, sate nyuh megoreng, be gerang suna cekuh, be pindang mekuah, abon sudang, pesan be seleh, pesan tain lengis, bergedel kare, (3) hidangan sayuran meliputi jukut slaket, jukut undis bayadan, jukut komak, jukut rerantugan, sawi suna cekuh, jukut lanjang, jukut don kacang, jukut kare gedembleng, jukut don bawang, jukut kacang batuan, urab bengkel, gonde base uyah tabia, jukut cucutan, seban, jukut waluh kuning, paye megoreng, jukut don kayumanis, (4) jajanan meliputi katulampe, klaudan sawi, kolak beluluk, jaja kekulub, jaja tumpi, jaja sawi, bubuh putih, jaja kekupe, apem keladi, kolak sukun, jaja keladi, senggauk maurab, jaja laklak megula tengah, jaja sirat, (5) minuman meliput, terup, kopi pait misi kerikan gula, tuak nyem, es bijik, es gula, jus anggur hitam, loloh rajatangi, loloh kakap isen. Kata Kunci : Reinventarisasi, Makanan Tradisional, Banjar This study aimed to describe the traditional food Banjar District, Buleleng Regency include main dish, side dish, vegetable dish, snacks and beverages are served daily. This type of research is a survey and is located in the District of Banjar. Informant selection techniques is (1) Purposive sampling and (2) Accidental Sampling. Data collection techniques with methods (1) observation and (2) the interview, while the instrument used in this study is (1) observation and (2) an interview guide. Analysis of data using qualitative descriptive technique. These results indicate that the traditional food Banjar District, that is (1) main dish are nasi kepel, entip tepeng, tipat base dodok, nasi moran don sawi, (2) side dish are sager, bandut, pejo, tum pusuh, lawar bateg, serapah base dodok, be anyar megoreng, pencok mekuah, sate nyuh megoreng, be gerang suna cekuh, be pindang mekuah, abon sudang, pesan be seleh, pesan tain lengis, bergedel kare, (3) a vegetable dish are jukut slaket, jukut undis bayadan, jukut komak, jukut rerantugan, sawi suna cekuh, jukut lanjang, jukut don kacang, jukut kare gedembleng, jukut don bawang, jukut kacang batuan, urab bengkel, gonde base uyah tabia, jukut cucutan, seban, jukut waluh kuning, paye megoreng, jukut don kayumanis, (4) snacks are katulampe, klaudan sawi, kolak beluluk, jaja kekulub, jaja tumpi, jaja sawi, bubuh putih, jaja kekupe, apem keladi, kolak sukun, jaja keladi, senggauk maurab, jaja laklak megula tengah, jaja sirat, (5) beverages are terup, kopi pait misi kerikan gula, tuak nyem, es bijik, es gula, jus anggur hitam, loloh rajatangi, loloh kakap isen. keyword : Inventory, Traditional Food, Banjar
Reinventarisasi Makanan Tradisional Khas Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng Sebagai Upaya Pelestarian Seni Kuliner Bali ., Geck Indah Pradnyawati; ., Dra. Damiati, M.Kes; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui reinventarisasi makanan tradisional khas Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey, dengan menerapkan metode purposive sampling dalam menentukan lokasi penelitian dan menerapkan metode purposive sampling, accidental sampling dan snowball sampling dalam menentukan informan. Penelitian reinventarisasi makanan tradisional khas Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng ini menunjukkan, 1) makanan pokok meliputi nasi tulen, nasi moran jagung sela sawi, nasi cacah jagung, nasi moran sela sawi, nasi moran keladi, dan nasi moran sela bun, 2) lauk pauk meliputi pesan be mengida, be mengida megoreng, pesan be tuna sambel bongkot, lawar klungah udang galah, sate be pasih goreng, rawon kebo, sate kebo, sabrang, sate nyuh, urap gerang, srondeng, bandut, kekomoh, serapah kebo, abon kebo, lawar kebo, dan timbungan lindung, 3) sayuran meliputi don sela basa sereh, lawar don sela, jukut sawi sambel nyuh, jukut papah keladi mekuah, jukut don papasan, jukut paku kacang jongkok, jukut kekara, dan urap kekara, 4) jajanan meliputi bulung, ketan menyahnyah/empuk, jaja karud, jaja orog-orog, jaja tining, dan sumping sela, 5) minuman meliputi loloh gamongan+yeh kuud, loloh don blimbing wuluh+klungah, pule, loloh paye gamongan, teh gaharu, dan jamu don sirsak, 6) sambal meliputi sambal lublub dan sambal gerang kecarum dan 7) amikan atau makanan pelengkap meliputi kerupuk kebo, kerupuk coklat dan keripik keladi. Dengan reinventarisasi makanan tradisional khas Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng diharapkan dapat memberikan konstribusi dalam upaya pelestarian seni kuliner Bali.Kata Kunci : reinventarisasi, makanan tradisional khas, seririt. This research intend to determine the inventory of traditional food district of Seririt, Buleleng regency. The method used in this research is survey research, by applying the purposive sampling method in determining the location of research and applying the purposive sampling method, accidental sampling and snowball sampling in determining the informant. The results obtained in the study of traditional food inventory district of Seririt, Buleleng regency are 1) staple foods are nasi tulen, nasi moran jagung sela sawi, nasi cacah jagung, nasi moran sela sawi, nasi moran keladi, and nasi moran sela bun, 2) side dishs are pesan be mengida, be mengida megoreng, pesan be tuna sambel bongkot, lawar klungah udang galah, sate be pasih goreng, rawon kebo, sate kebo, sabrang, sate nyuh, urap gerang, srondeng, bandut, kekomoh, serapah kebo, abon kebo, lawar kebo, and timbungan lindung, 3) vegetables are don sela basa sereh, lawar don sela, jukut sawi sambel nyuh, jukut papah keladi mekuah, jukut don papasan, jukut paku kacang jongkok, jukut kekara, and urap kekara, 4) snacks are bulung, ketan menyahnyah/empuk, jaja karud, jaja orog-orog, jaja tining, dan sumping sela, and 5) the drinks are loloh gamongan+yeh kuud, loloh don blimbing wuluh+klungah, pule, loloh paye gamongan, teh gaharu, and jamu don sirsak, 6) sauce are sambal lublub and sambal gerang kecarum and 7) amikan or side dish are kerupuk kebo, kerupuk coklat and keripik keladi. With an inventory of traditional food District of Seririt Buleleng regency is expected to contribute in the efforts to conserve the culinary arts of Bali.keyword : inventory, traditional food, seririt
Tata Rias Pengantin Agung Kabupaten Karangasem Provinsi Bali ., Ni Kadek Lina Wiartini; ., I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd; ., Made Diah Angendari, S.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6793

Abstract

Penelitian jenis kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagian-bagian dan makna dari tata rias, busana, aksesoris (2) untuk mengetahui langkah-langkah tata rias pengantin Agung Karangasem. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara metode observasi, metode wawancara dan studi dokumen kepada LKP Dewi Ratih, puri Agung Karangasem dan Dinas Kebudayaan Karangasem dengan objek penelitian yaitu tata rias pengantin Agung Kabupaten Karangasem Provinsi Bali. Hasil Penelitian ini adalah: (1) Tata rias pengantin Agung Karangasem dibagi menjadi 3 bagian yaitu tata rias wajah dan rambut, busana, serta aksesoris pengantin Agung Karangasem. Masing-masing bagian pada tata rias pengantin Agung Karangasem memiliki makna yang sesuai dengan fungsinya, (2) Langkah-langkah pelaksanaan dimulai dari tata rias wajah, selanjutnya pada tata rias rambut: pembentukan semi gopong, pusung kerucut, sanggul gento agung, bunga mawar, cempaka putih, cempaka kuning, blengker, bunga sandat, empak-empak, bunga cempaka, cucuk bundar emas, dan terakhir pemasangan sekar taji. Langkah penggunaan busana pengantin wanita meliputi: penggunaan tapih, kamen songket, stagen, selendang blebet sutra cina, dan terakhir selendang bangsing. Pada pengantin pria menggunakan: saput songket merebong, sabuk/stagen, kampuh/saput sutra penuh, umpal, baju beludru bersulam, dan destar. Langkah penggunaan aksesoris pengantin wanita meliputi: Subeng cerorot, badong, gelang, dan sabuk pending. Pada pengantin pria meliputi: penggunaan rumbing, gelang, dan pada tahap akhir penggunaan bros.Kata Kunci : aksesoris, busana, tata rias, pengantin Agung Karangasem. This type of qualitative research aimed to determine (1) the parts of and the meaning of the make up , clothes , accessories (2) to know how to make up wedding’s Agung Karangasem. The methods of data collection is done by observation , interview and document study to LKP Dewi Ratih , the castle and the Department of Culture Agung Karangasem. The object of research is make up wedding Agung Karangasem Bali Province. The experiment produck is (1) wedding’s make up Agung Karangasem, has three posts. There are face and hair make up, clothes, and wedding’s accessories Agung Karangasem has the meaning by its seft. So in the use of and the implementation must be full about the right doing become the natural. (2) The scond doing from the vace make up than hair styling: semi gopong, pusung kerucut, sanggul gento agung, rose, white cempaka, yellow cempaka, blengker, sandat, rose, empak-empak, cucuk bundar emas, and the last is using by sekar taji (woman). The next is using by women clothes wedding, there are: tapih, kamen songket, stagen, selendang blebet sutra cina and the last selendang bangsing. For man clothes wedding is using: saput songket merebong and destar. For woman wedding accessories there are: subeng cerorot, badong, bracelet, and sabuk pending. For man wedding accessories there are: rumbing, bracelet than the last is bross.keyword : Accessories, clothes, make up, Agung Karangasem wedding
REINVENTARISASI MAKANAN TRADISIONAL KHAS KECAMATAN TEJAKULA, KABUPATEN BULELENG SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN SENI KULINER BALI ., Ni Made Dwi Jayanti Maharani; ., Ni Wayan Sukerti, S.Pd, M.Pd.; ., Luh Masdarini, S.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan makanan pokok tradisional khas Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng (2) mendeskripsikan lauk pauk tradisional khas Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng (3) mendeskripsikan sayur dan sayuran tradisional khas Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng (4) mendeskripsikan jajanan tradisional khas Kecamatan Tejakula (5) mendeskripsikan minuman tradisional khas Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini adalah penelitian survei yang dilakukan pada lokasi Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Metode yang digunakan adalah purposive sampling, dimana di Kecamatan Tejakula mengadakan reinvetarisasi makanan tradisional. Teknik pengumpulan data dengan metode (1) observasi, dan (2) wawancara. Lembar observasi dan panduan wawancara digunakan sebagai instrumen penelitian, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) makanan pokok tradisional khas Kecamatan Tejakula terdiri dari nasi moran sele/singkong, nasi moran jagung (jamal), blayag ikan laut, blayag ayam kampung dan mengguh. (2) lauk pauk tradisional khas Kecamatan Tejakula terdiri dari ikan panggang, pepes ikan tuna, ikan totok, sate be pasih dan tum be pasih. (3) sayuran tradisional khas Kecamatan Tejakula terdiri dari jukut rambugan jukut blook, jukut blook dan jukut kacang. (4) jajanan tradisional khas Kecamatan Tejakula terdiri dari jaja remu, sele melablab tuak manis, jaja lapis, jaja batun duren, jaja sumping biu (naga sari), jaja roko-roko, jaja plesor, jaja apem, jaja laklak, dodol, jaja sirat, jaja timus, jaja putu, bulung, dan jaja arang-arang. (5) minuman tradisional khas Kecamatan Tejakula terdiri dari tuak manis, ronde, rujak Bali, loloh kunyit gula batu, loloh don kayu manis, loloh kakap, loloh sembung, loloh kunyit, dan loloh baas. Kata Kunci : Reinventarisasi, Makanan Tradisional, Tejakula This study aimed to,(1) staple foods describe the traditional food Tejakula District, Buleleng Regency. (2) side dishes describe the traditional food Tejakula District, Buleleng Regency. (3) vegetable dishes describe the traditional food Tejakula District, Buleleng Regency. (4) snacks describe the traditional food Tejakula District, Buleleng Regency. (5) Beverages describe the traditional food Tejakula District, Buleleng Regency. type of research is a survey research at is located in the District of Tejakula, Buleleng Regency. Purpose the methods is purposive sampling, is facing Tejakula District, Buleleng Regency deliver the traditional food. Data collection techniques with methods (1) observation and (2) the interview. Observation and an interview guide purpose the instrument used, while Analysis of data bring about in a qualitative descriptive. These results indicate that, (1) ) staple foods the traditional Tejakula District, that is nasi moran sele/singkong, nasi moran jagung (jamal), blayag ikan laut, blayag ayam kampung dan mengguh. (2) side dishes the traditional Tejakula District, that is ikan panggang, pepes ikan tuna, ikan totok, sate be pasih dan tum be pasih. (3) a vegetable dish the traditional Tejakula District, that is jukut rambugan jukut blook, jukut blook dan jukut kacang. (4) snacks the traditional Tejakula District, that is jaja remu, sele melablab tuak manis, jaja lapis, jaja batun duren, jaja sumping biu (naga sari), jaja roko-roko, jaja plesor, jaja apem, jaja laklak, dodol, jaja sirat, jaja timus, jaja putu, bulung, dan jaja arang-arang. (5) beverages the traditional Tejakula District, that is tuak manis, ronde, rujak Bali, loloh kunyit gula batu, loloh don kayu manis, loloh kakap, loloh sembung, loloh kunyit, dan loloh baas. keyword : Inventory, Traditional Food, Tejakula
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PENURUNAN MINAT MAKAN ANAK USIA DINI TERHADAP MAKANAN SEHAT DI TK BUDHIYASA SANGSIT ., Ni Kadek Kurnia Dewi; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6809

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab penurunan minat makan anak usia dini terhadap makanan sehat di TK Budhiyasa Sangsit. Faktor penyebab penurunan minat makan dikaji dari faktor internal dan faktor eksternal. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode Angket dan wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar pernyataan angket dan pedoman wawancara yang melibatkan 34 orang tua siswa, 34 orang siswa dan 6 orang guru. Selanjutnya dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab dari penurunan minat makan anak usia dini terhadap makanan sehat di TK Budhiyasa Sangsit ini adalah dominan dipengaruhi oleh faktor ekternal atau faktor dari luar diri siswa yaitu 51,5% factor ekonomi, 61,7% faktor pengetahuan tentang makanan untuk anak usia dini, 67,6% faktor sosial budaya dan 75% faktor lingkungan. Kata Kunci : Minat Makan, faktor internal, dan eksternal This descriptive study aimed to determine factor causing the deline in interest I early hildhood to eat heaalty food at Budhiyasa Kindergarten in Sangsit regency. This problem assesses from internal factors and external factor. The data collection mehod were questionnaire and interviews methods. The research instruments were questionnaire sheet and interview guide which was tasted to 34 parents of students, 34 students and 6 teacher. Furthermore, the data were analyzed by qualitative technique. The result showed the causes of the decline in the interest in early childhood to eat healthy food at Budhiyasa Kindergarten was external factors such as from the student itself, 51,5% economic factor, 61,7% education about food for early childhood factor, 67,6% social and cultural studies and 75% environmental factor. keyword : interest in eating, internal and external factors.
PEMANFAATAN SORTIR BUAH ANGGUR MENJADI MANISAN ., Ni Kadek Sumariyani; ., Ni Wayan Sukerti, S.Pd, M.Pd.; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Tingkat kesukaan panelis terhadap manisan anggur dari aspek warna (2) Tingkat kesukaan panelis terhadap manisan anggur dari aspek rasa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan uji panelis berupa lembar uji kualitas. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis konsumen yang terdiri dari 50 orang mahasiswa Fakultas Teknik dan Kejuruan Universitas Pendidikan Ganesha. Hasil penelitian menunjukkan (1) Tingkat kesukaan panelis terhadap manisan sortir anggur dari aspek warna berada dalam katagori suka dengan perolehan persentase sebesar 72% (36 orang) dari 50 orang panelis.(2) Tingkat kesukaan panelis terhadap manisan sortir anggur dari aspek rasa berada dalam katagori suka dengan perolehan persentase sebesar 80% (40 orang) dari 50 orang panelis.Kata Kunci : Sortir anggur, Manisan, Tingkat Kesukaan This study aims to determine (1) Level A panelist against candied grapes from the aspect of color (2) Level A panelist against candied grapes from the aspect of taste. This research is an experimental research and data collection methods used in this study is the observation method to test panelists form sheet quality test. Data were analyzed using quantitative descriptive technique. Panelists in this study is a consumer panelists consisting of 50 students of the Faculty of Technical and Vocational Education University Ganesha. The results showed (1) Level A panelist against candied grape sort of aspect of color are in the category of love with the acquisition of a percentage of 72% (36 people) of 50 panelists. (2) Level A panelist against candied grape sort of aspect of a sense of being in Like the category with the acquisition of a percentage of 80% (40 people) of 50 panelists.keyword : Sort grape, candied, Level passions

Page 2 of 2 | Total Record : 16