cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 83 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2017):" : 83 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE BERBANTUAN JOB SHEET TERHADAP HASIL BELAJAR HOUSEKEEPING SISWA KELAS XI AKOMODASI PERHOTELAN (EKSPERIMEN DI SMKN 1 SUKASADA) ., Ni Made Sri Arsani; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.; ., Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.18629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan Job Sheet pada mata pelajaran Housekeeping di SMKN 1 Sukasada. Dalam upaya meningkatkan hasil belaja etrdapat tiga ranah yang akan dinilai yaitu ranah Kognitif, Afektf, dan Psikomotor. Populasi dalam penelitian ini yaitu Siswa kelas XI Akomodasi Perhotelan SMKN 1 Sukasada, sementara sampel penelitian yang digunakan yaitu Siswa Kelas XI AP.2 SMKN 1 Suksada. Metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu mengukur hasil belajar siswa pada ranah kognitif dengan menggunakan tes pilihan ganda, ranah afektif dengan menggunakan penilaian sikap, dan pada ranah psikomotor mengunakan penilaian praktek. Hasil penelitian yang diperoleh, pada semester ganjil presentase Ketuntasan Klasikal sejumlah 55,88 %sedangkan pada rekapitulasi hasil belajar siswa semester genap presentase Ketuntasan Klasikal yaitu sejumlah 82,35 %. Terjadi peningkatan sebanyak 26,47 %dari hasil presentase yang diperoleh. Hal ini menandai adanya pengaruh dengan diterapkannya Model Pembelajaran TTW (Think –Talk- Write) Berbantuan Job Sheet dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI Akomodasi Perhotelan khususnya Kata Kunci : Model Pembelajaran TTW, Job Sheet, Housekeeping, Hasil Belajar (Kognitif, afektif, Psikomotor), Ketuntasan Klasikal. This study aims to improve student learning outcomes by applying the Think Talk Write (TTW) learning model assisted by Job Sheet on Housekeeping subjects at Vocational High School specially at SMKN 1 Sukasada. In an effort to improve learning outcomes there are three domains that will be assessed, namely the cognitive, affective, and psychomotor domains. The population in this study is Class XI Accommodation Hospitality Students at SMKN 1 Sukasada, while the research sample used is Class XI AP.2 Students of SMKN 1 Suksada. The method of data collection in this study is to measure student learning outcomes in the cognitive domain by using multiple choice tests, affective domains using attitude assessment, and in the psychomotor domain using practical assessment. The results of the study were obtained, in the odd semester the classical completeness percentage was 55.88% while the recapitulation of the even semester students' learning outcomes in the classical completeness percentage was 82.35%. An increase of 26.47% from the percentage results obtained. This marks the influence of the implementation of the TTW Learning Model (Think-Talk-Write) Assisted by Job Sheet in an effort to improve the learning outcomes of class XI Hospitality Accommodation in particularkeyword : TTW Learning Model, Job Sheet, Housekeeping, Learning Outcomes (Cognitive, Affective, Psychomotor), Classical completeness.
PEMANFAATAN TEPUNG BONGGOL PISANG KEPOK (MUSA ACUMINATA BALBISIANA) MENJADI CHOCO COOKIES ., MADE WIRA LEGA SAPUTRA; ., Dra. Risa Panti Ariani, M.Si.; ., Dra. Damiati, M.Kes
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.21639

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui (1) formula choco cookies tepung bonggol pisang kepok (2) kualitas choco cookies tepung bonggol pisang kepok dari rasa, aroma dan tekstur. Objek penelitian ini adalah proses pembuatan dan kualitas choco cookies tepung bonggol pisang kepok dari aspek rasa, aroma, dan tekstur. Panelis yang dipilih adalah panelis terlatih terdiri dari guru dan dosen tata boga berjumlah 19 orang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dan metode observasi. Data kualitas choco cookies tepung bonggol pisang kepok dikumpulkan melalui uji organoleptik mutu hedonik dengan skala 3 tingkatan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian, ditemukan bahwa (1) formula choco cookies tepung bonggol pisang kepok sebagai berikut tepung bonggol pisang kepok 150g, margarin 180g, choco chip 150g, gula halus 150g, cokelat bubuk 25g, kuning telur 20g dan vanilli 4g (2) kualitas choco cookies tepung bonggol pisang kepok dilihat dari aspek rasa berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 2,94 artinya memiliki rasa manis dan gurih. Aspek aroma berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 2,89 artinya memiliki aroma khas bonggol pisang kepok. Aspek tekstur berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 2,78 artinya memiliki tekstur yaitu rapuh.Kata Kunci : choco cookies, kualitas, tepung bonggol pisang kepok This experimental research is aimed to know (1) the formula of kepok banana hump flour choco cookies (2) the quality of kepok banana hump flour seen from flavor, aroma and texture. The object of this study is process and quality of kepok banana hump flour choco cookies from the aspect of flavor, aroma and texture. The selected panelists were 19 trained panelists. The method used in this is the method of laboratory and method of observation. The data kepok banana hump flour was collected through organoleptic test of hedonic quality with scale 3 levels and then the data of this study was found some result will be analyzed by using qualitative and quantitative descriptive analysis method. Based on the results of data analysis, it was found (1) the formula of kepok banana hump flour choco cookies is a kepok banana hump flour 150g, margarine 180g, choco chip 150g, refined sugar 150g, cocoa powder 25g, egg yolk 20g, and vanillie 4g (2) the quality of kepok banana hump flour choco cookies seen from flavor aspect is good category with the average 2,94 has a desired flavor there are sweat and savory, from the aspect aroma is in the good category with the average 2,89 has a distinctive aroma of kepok banana hump flour, from the aspect of the texture is good category with the average 2,78 has a distinctive texture is fragile.keyword : choco cookies, quality, kepok banana hump flour, formula
TATA RIAS PENGANTIN AGUNG KHAS GAYA BULELENG ., Rizki Ari Safitri; ., Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd; ., Made Diah Angendari, S.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.11713

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: pakem tata rias pengantin Agung khas gaya Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara menggunakan lembar observasi dan pedoman wawancara sebagai instrumen penelitian. Metode analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian yaitu: pakem tata rias pengntin Agung khas gaya Buleleng dibagi menjadi 4 bagian yaitu (1) pakem tata rias wajah pengantin Agung khas gaya Buleleng terdiri dari: Serinatha, sudamala, alis-alis, (2) pakem tata rias rambut pengantin Agung khas gaya Buleleng terdiri dari (wanita): Pusung songgeng, petitis, bunga tunjung emas, bunga siratmaya, Empak-empak, kap tolak bala, kancing pusungan, bunga cempaka, bunga mawar. (Pria) : Destar emas. (3) pakem busana pengantin Agung khas gaya Buleleng terdiri dari (wanita): Tapih, Kamen/wastra songket,sabuk toros stagen, kencerik kesir merah, selendang prada, selendang tepi, (pria): Prada tetumbakan, wastra songket, umpal prada, sabuk toros, jas buludru hitam. Dan (4) pakem aksesoris pengantin Agung khas gaya Buleleng terdiri dari (wanita) : Subeng, badong, liontin dolar, gelang kana, gelang paris, cincin bermata, sabuk emas permata madya, (pria): keris togog, kalung dolar, gelang paris, cincin bermata. Kata Kunci : Gaya Buleleng, Pakem, Pengantin Agung, Tata rias. Abstract This study aims at describing the pattern of bridal makeup with Buleleng style. This study is a descriptive study. The method of data collection was done by conducting an observation and interview using observation sheet and interview guide as the research instruments. The method of data analysis used in this study was descriptive analysis technique. The result of this study namely: the pattern of bridal makeup with Buleleng style can be divided into 4 parts, they are (1) the pattern of bridal makeup with Buleleng style consist of serinatha, sudamala, alis-alis, (2) The pattern of bridal hair makeup with Buleleng style consists of (for females) : Pusung songgeng, petitis, bunga tunjung emas, bunga siratmaya, empak-empak, kap tolak bala, kancing pusungan, bunga cempaka, bunga mawar, (for males): Destar emas. (3) The pattern of wedding dress with Buleleng style consists of (for females): Tapih, Kamen/wastra songket, sabuk toros stagen, kencerik kesir merah, selendang prada, selendang tepi, (for males): Prada tetumbakan, wastra songket, umpal prada, sabuk toros, jas buludru hitam, and (4) The pattern of bridal accecories with Buleleng style consists of (for females): Subeng, badong, liontir dolar, gelang paris, cincin bermata, sabuk emas permata madya, (for males): keris togog, kalung dolar, gelang paris, cincin bermata. keyword : Buleleng style, Pattern, Bridal, makeup.
TENUN 3 DIMENSI PADA INDUSTRI TENUN PUTRI AYU KECAMATAN BLAHBATUH KABUPATEN GIANYAR PROVINSI BALI ., Kadek Megayanti; ., Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd; ., Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pembuatan tenun 3 dimensi (2) motif kain tenun 3 dimensi pada Industri Tenun Putri Ayu Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Industri Tenun Putri Ayu, yang menjadi informan kunci adalah pemilik Industri Tenun Putri Ayu dan informan lainnya adalah pegawai Industri Tenun Putri Ayu. Objek penelitian adalah proses pembuatan dan motif tenun 3 dimensi. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif yang mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena-fenomena apa adanya. Instrumen penelitian adalah pedoman wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) proses pembuatan tenun 3 dimensi pada Industri Tenun Putri Ayu menggunakan 3 proses kerja yaitu teknik songket, teknik ikat dan teknik air brush, dan menggunakan mesin ATM semi manual (sistem kartu). (2) tenun 3 dimensi memiliki beberapa motif diantaranya motif bunga pucuk rejuna, bunga jepun, bunga pucuk bang, bunga mawar dan Jakarta.Kata Kunci : Motif Tenun, Tenun 3 Dimensi, Tenun Inovasi The purpose of this research is to know (1) the process of making 3-dimensional weaving (2) 3 dimensional woven fabric motif at Putu Ayu Blahbatuh Subdistrict, Gianyar Regency, Bali Province. The research is descriptive research. The research was conducted in Putu Ayu Women's Weaving Industry, which became the key informant is the owner of Weaving Industry of Putri Ayu and other informants are employees of Weaving Industry of Princess Ayu. The object of research is the process of making and motif weaving 3 dimensions. Methods of data collection using observation and interview methods. Techniques of data analysis using descriptive analysis techniques to describe a state or phenomena-what is. Research instruments are interview and observation guidelines. The results of this study indicate that (1) in Putu Ayu weaving industry 3 dimension weaving process using 3 working process that is songket technique, connective technique and air brush technique, and using semi manual machine (card system). (2) 3 dimensional weaving has several motifs such as flower buds of rejuna, jepun flower, bud shoot bang, roses and Jakarta. keyword : Motif Weaving, 3 Dimensional Weaving, Weaving Innovation
IDENTIFIKASI HIDANGAN KHAS USABA SAMBAH DI DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN ., Ni Luh Sri Lestari; ., Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd.; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hidangan khas prosesi usaba sambah dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan penutup dilihat dari teknik persiapan, pengolahan, dan penyajian dalam pengolahan hidangan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu metode observasi dan wawancara, sedangkan instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi dan panduan wawancara yang kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa hidangan khas di Desa Tenganan Pegringsingan dapat dilihat dari teknik persiapan, pengolahan, penyajian. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Desa Tenganan Pegringsingan, Kepala Dusun Desa Tenganan Pegringsingan, Juru Patus, dan penduduk asli Desa Tenganan Pegringsingan. Hasil penelitian dari hidangan khas disini dapat dibagi menjadi 3 tahap dilihat dari teknik persiapan, pengolahan, dan penyajiannya yaitu (1) hidangan khas pada tahap persiapan usaba sambah dimana hidangan pokoknya meliputi pengepunjung, jajanan meliputi patulaya dan uduan (2) hidangan khas pada tahap pelaksanaan usaba sambah hidangan pokoknya meliputi ketambat, hidangan lauk pauk meliputi cacah, marus, pesan les, be mejakan, petis, hidangan sayuran meliputi ononan dan pademare, jajanan meliputi kembung merah, kembung putih, plegantung, abug, jambal angina, (3) hidangan khas pada tahap penutup usaba sambah hidangan sayuran meliputi kuah barak, hidangan lauk pauk meliputi madam, lawar penyu, lawar tuung, sayur blimbing, jejeruk, jajanan meliputi kukus merah, kukus putih, dan kembung merah.Kata Kunci : Hidangan Khas, Usaba Sambah, Tenganan Pegringsingan This study aims to identify typical dishes of the procession of frying from the preparation, execution and closing stages seen from the preparation, processing, and serving techniques in the processing of dishes. Data collection method used in the research is observation and interview method, while the research instrument used is observation sheet and interview guide which then analyzed by using descriptive technique. In this study shows that typical dishes in the village of Tenganan Pegringsingan can be seen from the preparation techniques, processing, presentation. Subjects in this study were Village Head of Tenganan Pegringsingan, Head of Dusun Desa Tenganan Pegringsingan, Patronman, and native of Tenganan Pegringsingan Village. The results of the research of typical dishes here can be divided into 3 stages seen from the preparation, processing, and presentation techniques that are (1) typical dishes in the preparation stage of usaba sambah where the main dishes include pengepunjung, snacks include patulaya and uduan (2) usaba sambah main dishes include ketambat, dish side dishes include cacah, marus, messages les, be mejakan, petis, vegetable dishes include ononan and pademare, snacks include red bloating, white bloating, plegantung, abug, jambal angina, (3) at the closing stage usaba sambah vegetables include barrack sauce, dish dishes include madam, lawar turtle, lawar tuung, vegetables blimbing, jejeruk, snacks include steamed red, white steamed, and red bloated.keyword : Typical Dish, Usaba Sambah, Tenganan Pegringsingan
Kajian Potensi Objek Wisata Budaya di Kawasan Wisata Lovina ., Kadek Arianti; ., Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd.; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi objek wisata budaya di Kawasan Wisata Lovina. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan lokasi penelitian yaitu di tujuh desa yang merupakan bagian dari Kawasan Wisata Lovina, diantaranya Desa Temukus, Tigawasa, Kaliasem, Kalibukbuk, Anturan, Tukad Mungga, dan Desa Pemaron. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik snowball. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi dan wawancara yang menghasilkan jenis data primer dan telaah dokumen yang menghasilkan jenis data sekunder. Data dianalisis melalui 4 tahap yaitu (1) pengambilan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, (4) penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat potensi wisata budaya di Kawasan Wisata Lovina yang meliputi (1) Bangunan bersejarah dan museum yang berupa Tugu Belanda dan Makam Keramat Karang Rupit dari Desa Temukus, Seka Roras, Sarkopah dari Desa Tigawasa, Puri Ayodya di Desa Kalibukbuk dan Pemandian Tirta Mumbul di Desa Anturan (2) Pusat seni dan kerajinan tangan yang berupa Krisna wisata oleh – oleh di Desa Temukus, Anyaman bambu (sokasi) di Desa Tigawasa, Art Shop Pantai Binaria dan Ingka (anyaman lidi) di Desa Anturan (3) Peninggalan keagamaan yang berupa Mertiwi di Desa Tigawasa, Candi Budha Kalibukbuk dan Pura Kawitan Majapahit di Desa Kalibukbuk, Pura Siwa Manik Dalang di Desa Pemaron, (4) Upacara Madyaning Karya Pamulungan Agung di Pura Labuan Aji dan Meboros Kijang (rusa) di Desa Tigawasa, Sampi Gerumbungan di Desa Kaliasem, Megebeg-gebegan dan Ngelawang Barong Bangkal di Desa Tukad Mungga, (5) Wisata Kuliner yang berupa Ikan bakar dan Kecap Meliwis di Desa Temukus, Gula Merah dan Timbungan di Desa Tigawasa.Kata Kunci : Potensi, Wisata, Budaya, Kawasan Wisata Lovina The aim of this research was to describe about the cultural tourism potential in the Lovina Tourist Area. The current research was a description research with the located in 7 villages which is the part of Lovina Tourist Area, there are: Temukus, Tigawasa, Kaliasem, Kalibukbuk, Anturan, Tukad Mungga, and Pemaron Village. The data in this study were taken by snowball technique with the first informant is Mr. Nyoman Sutrisna.MM as head of the Tourism Government. The data collected by observation and interview method that result a primary data and document review that result a secondary data. Data were analyzed with the 4 steps, there are (1) data retrieval, (2) data reduction, (3) presented of data, (4) conclusion. The results of this study is states that there are a cultural tourism potential in Lovina Tourist Area which is : (1) Historical Building and Museum there are Monumen Tugu Belanda and Makam Keramat Karang Rupit in Temukus Village, Sekaa Roras and sarkopah from Tigawasa village, Puri Ayodya from Kalibukbuk, etc. (2). Art Centre and Handicraft which is Krisna wisata oleh oleh in Temukus village, Sokasi (bamboo handicraft) from Tigawasa village, and Art Shop in Kalibukbuk village. (3) Religious heritage such as Mertiwi in Tigawasa Village, Candi Budha Kalibukbuk and Pura Kawitan Majapahit in Kalibukbuk Village, Pura Siwa Manik Dalang in Pemaron Village, (4) Madyaning Karya Pamulungan Agung ceremony in Labuan Aji Tample and Meboros Kijang (Deer) in Tigawasa Village, Sampi Gerumbungan in Kaliasen Village, Megebeg-gebegan and Ngelawang Barong Bangkal in Tukad Mungga Village, (5) Culinary Tour like, grilled fish and Kecap Meliwis in Temukus Villave, Palm Sugar and Timbungan in Tigawasa Village. keyword : Potency, Travel, Culture, Lovina Tourist Area
PEMANFATAAN LABU KUNING (CUCURUBITA MOUCHATA)MENJADI DONAT YANG BERKUALITAS ., Wawik Santiawani; ., Dra. Risa Panti Ariani, M.Si.; ., Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.18568

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk dapat mengetahui (1) kualitas donat labu kuning dan (2) tingkat kesukaan masyarakat terhadap donat labu kuning. Metode pengumpulan data untuk uji kualitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi melalui uji organoleptik, panelis untuk uji kualitas ini menggunakan 6 panelis terlatih. Untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap donat labu kuning dalam uji kesukaan ini menggunakan panelis tidak terlatih berjumlah 50 orang yang terdiri dari masyarakat umum dan mahasiswa dilingkungan Undiksa. Instumen pengumpulan data untuk uji kualitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan lembar uji mutu hedonik. Hasil penelitian menunjukkan(1) kualitas donat labu kuning dilihat dari aspek tekstur, warna dan rasa (a) tesktur berada pada ketegori baik dengan skor rata-rata 3,0 yaitu memiliki tekstur yang empuk. (b) warna berada pada kategori cukup baik dengan skor rata-rata 2,8. (c) rasa berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 3,0 sesuai dengan tolak ukur yaitu rasa manis. (2) tingkat kesukaan panelis terhadap donat labu kuning dari aspek tekstur diperoleh persentase 80% menyatakan sangat suka, 20% menyatakan suka dan 0% panelis menyatakan cukup suka, tidak suka dan sangat tidak suka. Dari aspek warna panelis yang menyatakan sangat suka sebanyak 72%, menyatakan suka sebanya 28% dan 0% panelis menyatakan cukup suka, tidak suka dan sangat tidak suka. Aspek rasa panelis yang menyatakan sangat suka sebanyak 86% yang menyatakan suka sebanyak 14% dan 0% panelis menyatakan cukup suka, tidak suka dan sangat tidak suka.Kata Kunci : Donat Labu Kuning, Kualitas, Tingkat Kesukaan, Labu kuning. This experimental study aims to determine (1) the quality of pumpkin donuts and (2) the level of people's preference for pumpkin donuts. The method of collecting data for the quality test used in this study is the observation method through organoleptic testing, panelists for this quality test used 6 trained panelists. To find out the level of preference for pumpkin donuts in this favorite test using 50 untrained panelists consisting of the general public and students in the examination environment. The data collection instrument for the quality test used in this study is using the hedonic quality test sheet. The results showed (1) the quality of yellow pumpkin donuts in terms of texture, color and taste (a) the texture was in a good category with an average score of 3.0 which had a soft texture. (b) colors are in a fairly good category with an average score of 2.8. (c) the taste is in a good category with an average score of 3.0 according to the benchmark, which is sweetness. (2) the level of preference of panelists for pumpkin donuts from the texture aspect obtained a percentage of 80% stating that they were very fond, 20% said they liked and 0% of panelists stated that they were quite like, disliked and very disliked. From the color aspect of the panelists who stated that they like 72%, they stated that they like 28% and 0% of the panelists stated that they liked enough, did not like and really did not like it. The feeling of the panelists who stated that they liked it as much as 86% stated that they liked as much as 14% and 0% of the panelists stated that they liked enough, did not like and really did not like it.keyword : pumkin Donut , Physical Character, Standard of likes, Pumpkin
PENERAPAN MEDIA MACROMEDIA FLASH TERHADAP EFIKASI DIRI SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI MENJAHIT DI KELAS X TATA BUSANA SMK NEGERI 2 SINGARAJA ., Ni Made Oktasari; ., Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd.; ., Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.18922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media pembelajaran Macromedia Flash terhadap efikasi diri siswa pada mata pelajaran teknologi menjahit di kelas X Tata Busana SMK Negeri 2 Singaraja. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 2 Singaraja pada siswa kelas X Busana. Jenis penelitian ini adalah Pre-Eksperimen dengan desain One Shot Case Study. Penelitian ini menggunakan satu kelompok sampel yang diberikan penerapan media pembelajaran Macromedia Flash. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Busana SMK Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 31 siswa. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik sampel jenuh dimana seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode non tes yaitu menggunakan angket untuk mengetahui efikasi diri siswa. Berdasarkan hasil perhitungan statistik deskriptif diperoleh hasil rerata skor efikasi diri siswa setelah diberi perlakuan yaitu 112,84. Berdasarkan hasil perhitungan dengan uji-t diperoleh thitung sebesar 28,69 sedangkan ttabel dengan dk = (31-1) dengan taraf signifikan 5% adalah 1,69. Hal ini berarti, thitung lebih besar dari ttabel (thitung > ttabel) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti terdapat peningkatan efikasi diri siswa pada mata pelajaran teknologi menjahit setelah penerapan media pembelajaran macromedia flash di kelas x tata busana SMK Negeri 2 Singaraja. Kata Kunci : Efikasi Diri, Macromedia flash, Teknologi Menjahit Aim of this study is to describing the usage of Macromedia Flash learning media to students’ self-efficacy on Sewing Technology subject in 10th grade students of Fashion Design in SMK 2 singaraja. This study is done at SMK Negeri 2 Singaraja among 10th grade Fashion Design students. Type of this study is pre-eksperimen and categorized as One Shot Case Study. Only one group is used as the sample which the usage of Micromedia Flash learning media is applied. Population in this sudy is all 31 students of 10th grade fashion design in SMK 2 Singaraja academic year 2018/2019. The method for choosing the sample uses sample jenuh technique where all the population is used as the sample. Method and technique of collecting the data for this study is non-test method which uses questionnaires to analyze the students’ self-efficacy. Based on the analysis with descriptive statistical calculations obtained the average scor of student’s self-efficacy scores after being given treatment namely 112.84. Based on the results of calculations with t-test obtained tcount of 28.69 while ttable with dk = (31-1) with a significance level of 5% is 1.69. This means, tcount is greater than ttable (tcount> ttable) so that H0 is rejected and H1 is accepted. This means that there is an increase in students' self-efficacy through the application of Macromedia Flash learning on Sewing Technology subject in 10th grade students of Fashion Design in SMK 2 singaraja.keyword : Self-efficacy, Macromedia Flash, Sewing Technology
PENGELOLAAN OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG ., Kd Yudi Aris Pratama; ., Dra. Damiati, M.Kes; ., Luh Masdarini, S.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.11504

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk (1) mengetahui potensi objek dan daya tarik wisata Desa Sambangan dan (2) mengetahui pengelolaan objek dan daya tarik wisata Desa Sambangan. Pengumpulan data dilakukan melalui dua tahap yaitu (1) pengumpulan data sekunder dengan metode studi dokumen dan (2) pengumpulan data primer di lapangan dengan metode observasi dan wawancara bertahap. Data dianalisis melalui tiga proses yaitu (1) reduksi data, (2) display data serta (3) mengambil kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah (1) Potensi objek dan daya tarik wisata Desa Sambangan. Di desa Sambangan memiliki 9 objek dan daya tarik wisata alam yaitu Air terjun Aling-aling, Air Terjun Kroya, Air Terjun Kembar, Air Terjun Pucuk, Air Terjun Batu Barak, Air Terjun Cemara, Air Terjun Canging, Air Terjun Dedari dan Teracering. Mengingat desa ini sangat khas dengan alamnya yang indah dan asri, beberapa developer mencoba melakukan terobosan yaitu dengan mulainya dibangun usaha Krisna Adventure dan adanya kolam renang Amour Lagawa, yang di dalamnya terdapat beberapa aktivitas yang bisa dilakukan yang sengaja di buat oleh pengelola (stakeholder). 2) Pengelolaan objek dan daya tarik wisata Desa Sambangan yang menggunkan 5 indikator yaitu (1) Pembangunan (2) Preservasi (3) Pengembangan (4) Pelayanan (5) Perlindungan dan Dukungan Legimitasi, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan pengelolaan pada objek dan daya tarik wisata alam, dan minat khusus, di laksanakan dengan baik untuk menunjang kelancaran operasional wisata di Desa Sambangan. Kata Kunci : Desa Sambangan, Daya tarik wisata, Objek wisata, Pengelolaan This qualitative research aims to (1) know the potential objects and attractions Sambangan Village and (2) know the management of objects and attractions Sambangan Village. Data collection was done through two stages: (1) secondary data collection using document study method and (2) primary data collection in field with observation method and gradual interview. Data were analyzed through three processes: (1) data reduction, (2) data display and (3) conclusion and verification. The results of this study are (1) Potential objects and attractions Sambangan Village. In the village of Sambangan has 9 objects and natural tourist attraction that is Waterfall Aling-aling, Kroya Waterfall, Twin Falls, Waterfall Pucuk, Barak Waterfall, Waterfalls Canging Waterfall, Dedari Waterfall and Teracering. Given this very unique village with beautiful and beautiful nature, some developers try to make a breakthrough with the start of built business Krisna Adventure and the Amour Lagawa pool, in which there are some activities that can be done deliberately made by the manager (stakeholder). (2) Preservation (3) Development (4) Service (5) Protection and Support of Legimitation, it can be concluded that the overall management of objects and appeal Nature tourism, and special interests, well implemented to support the smooth operation of the tour in Sambangan Village. keyword : Sambangan Village, Tourist attraction, Tourist attraction, Management
PENGEMBANGAN MODUL INDUSTRI PERHOTELAN KELAS XI KOPETENSI KEAHLIAN PERHOTELAN SMK NEGERI 1 SINGARAJA ., Kadek Pariandani; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd.; ., Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12255

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan kelayakan Modul Industri Perhotelan berdasarkan tanggapan ahli materi pembelajaran, (2) untuk mendeskripsikan kelayakan Modul Industri Perhotelan berdasarkan tanggapan ahli media pembelajaran, (3) untuk mendeskripsikan kelayakan Modul Industri Perhotelan berdasarkan uji sasaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan. Model pengembangaan modul yang digunakan adalah Model Degeng. Untuk mengetahui validasi uji efektifitas penggunaan modul diperoleh dengan menggunakan metode test berupa pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) hasil review ahli materi pembelajaran diperoleh hasil rata-rata sebesar 88.54% dengan kualifikasi baik, (2) hasil review dari ahli media pembelajaran diperoleh hasil rata-rata sebesar 90.00% dengan kualifikasi sangat baik. (3) nilai rata-rata pre-test adalah 20,194 dan rata-rata nilai post-test adalah 30,323. Probabilitas yang diperoleh (Sig. (2-tailed) = 0.00) lebih kecil dari 0.05. Hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata hasil belajar sebelum dan sesudah menggunakan modul industri perhotelan. Kata Kunci : modul, Industri Perhotelan This development research aimed (1) to describe feasibility of Industri Pehotelan module base on response the expert judgment of teaching material, (2) to describe feasibility of Industri Perhotelan module base on response the expert on media, (3) to describe feasibility Industri Perhotelan module base on the student learning. The research implemented of Degeng’s model development. The effectiveness module would be obtained by pre-test and post-test method. The results of the research are, (1) the result of the expert judgment of teaching material shows average 88.54% qualified as good, (2) the result of the the expert on media shows average 90.00% qualified as very good, (3) average value of pre test is 20,194 and average value is 30,323. The probability is (sig. (2-tailed) = 0.00) smaller then 0.05. It is mean there are significant diffecence both before and after use the Industri Perhotelan modulekeyword : module, industri perhotelan