cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 83 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2017):" : 83 Documents clear
Be Keren Sebagai Kuliner Tradisional Khas Puri Agung Bangli, Kabupaten Bangli, Provensi Bali ., Dewa Gede Maha Wijaya Putra; ., Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd.; ., Dra. Risa Panti Ariani, M.Si.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13451

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk memperoleh ciri khas kuliner tradisional be keren dari jenis bahan, jenis peralatan, proses pengolahan, dan penyajian. Informan kunci dalam penelitian ini adalah pengelingsir Puri Agung Bangli yang ditentukan dengan menggunakan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan di lapangan dengan metode observasi dan wawancara bertahap. Data dianalisis melalui tiga proses yaitu reduksi data, display data serta mengambil verifikasi. Hasil penelitian ini adalah: pengertian be keren adalah salah satu jenis makanan tradisional bali yang sangat unik, dimana ayam/bebek yang dibumbui dengan bumbu khas bali (base genep) kemudian dibungkus dengan pelepah daun pinang atau disebut dengan upih, sejarah be keren, pada jaman kerajaan, raja meminta kepada juru masak kerajaan untuk membuat makanan berbahan dasar ayam yang menarik yang nantinya disebut dengan be keren, perkembangan be keren dimulai pada jaman kerajaan dimana be keren disajikan sebagai makanan raja, namun saat ini bekeren sudah dijual secara umum. Ciri khas be keren: bahan dasar menggunakan siap bali yang di pembungkus mengunakan pelepah pinang, peralatan mengunakan tungku sekam, proses pengolahan menjadi ciri khas adalah mengeren selama 12 jam, dan penyajian be keren mengunakan dulang khas Bali.Kata Kunci : Kata Kunci : Be Keren, Kuliner Tradisional, Puri Agung Bangli This qualitative research aims to obatain the traditional culinary characteristics of be keren seen from the type of materials, types of equipment, processing, and presentation. The key informant in the study were elders Puri Agung Bangli was determined by using snowball sampling. Data collection was conducted in the field with the method of observation and gradual interview. The data were analyzed through three processes: data reduction, display data and drawing conclusions and verification. The results of this study were of be keren: which is very unique, where the chickens/duck flavored with Balinese spice (base genep) and then wrapped with betel leaves or bark called upih history of be keren, in the kingdom era, the king ask to the royal chef to make food-based , be keren development begins in the royal era where be keren to be served as king's food, but now be keren have been sold in general, the distinctive feature of be keren: using basic ingredient of bali chicken and wrapped using a husk furnace, the process of processing being characteristic is mengeren for 12 hours, the presentation of be keren using the tray of balinese.keyword : Keywords: Be Keren, Traditional Culinary, Puri Agung Bangli
PENGARUH PENERAPAN MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) BERBASIS ASESMEN PORTOFOLIO TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN BAHAN MAKANAN (PBM) SISWA KELAS X JASA BOGA SMK PARIWISATA TRIATMA JAYA SINGARAJA ., I Dewa Ayu Nyoman Prajna Paramita; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd.; ., Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar pengetahuan bahan makanan siswa yang mengikuti model pembelajaran numbered head together berbasis asesmen portofolio dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional siswa kelas X jasa boga SMK Pariwisata Triatmajaya Singaraja. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Posttest Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X. Penentuan sampel menggunakan teknik random sampling, pengumpulan data menggunakan metode tes dan metode angket. Data nilai post-tes hasil belajar dianalisis menggunakan uji-t. hasil pengujian hipotesis dengan uji-t menunjukan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan bahan makanan siswa yang belajar dengan menggunakan model numbered head together (NHT) berbasis asesmen portofolio dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada kelas x jasa boga SMK Pariwisata Triatmajaya Singaraja tahun ajaran 2017/2018 (sig. 0,025 < 0,05). Data hasil respon siswa yang diperoleh yaitu sebesar 88% maka respon siswa baikKata Kunci : Asesmen Portofolio, Hasil Belajar, Numbered Head Together (NHT) The objective of the present study was to figure out the difference of learning result of foodstuff knowledge (PBM) of the subjects who were taught by number head together (NHT) which were assessed by portofolio assessment, and the subjects who were taught by using conventional learning method which was done in the tenth grade students of catering services of SMK pariwisata Triatmajaya Singaraja. The research design was quasi experiment which used Nonequivalent Posttest Only Control Group Design. The population in this study was the tenth grade students. Random sampling was used in this research, the data was collected by administering tests and questionnaire. The data was analyzed by using t-test. Thus, the results of hypothesis analyzed by t-test showed there were significant differences of the subjects' achievement who were taught by NHT with subjects who were taught by using conventional learning model in the tenth grade students of catering services class of SMK Pariwisata Triatmajaya Singaraja in academic year 2017/2018 (sig. 0,025
STUDI EKSPERIMEN PENGOLAHAN TEPUNG UMBI SUWEG ., Ida Ayu Satya Dwikandana; ., Dra. Damiati, M.Kes; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.16007

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pembuatan tepung umbi suweg (2) mengukur kandungan zat gizi tepung umbi suweg (3) mendeskripsikan kualitas tepung umbi suweg dilihat dari segi warna, aroma, dan tekstur. Objek dalam penelitian ini adalah proses pembutaan tepung umbi suweg, kandungan gizi tepung umbi suweg, dan kualitas tepung umbi suweg dilihat dari segi warna, aroma, dan tekstur. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa (1) proses pembuatan tepung umbi suweg melalui 8 tahapan yaitu pengupasan;pengirisan, pencucian tahap I, perendaman, pencucian tahap II, pengukusan, penjemuran, penggilingan;pengayakan, dan pengemasan.(2) kandungan zat gizi tepung umbi suweg meliputi air 11,98%, abu 4,32%, protein 5,44%, lemak 1,80%, karbohidrat 76,42%, pati 56,07% dan kalori 343,79kkal. (3) kualitas tepung umbi suweg dilihat dari segi warna berada pada kategori baik dengan warna yang sesuai dengan yang diharapkan yaitu putih kecoklatan. Dari segi aroma berada pada kategori baik dengan hasil sesuai yaitu khas aroma umbi suweg. Dari segi tekstur berada pada kategori baik dengan hasil halus.Kata Kunci : Kandungan gizi, tepung, umbi suweg his research is aimed to find out: (1) described the prosess of making suweg tuber flour, (2) measured nutrient content of suweg tuber flour, (3) described the quality of suweg tuber flour in terms of color, flavor dan texture. The object in this research was making processed of suweg tuber flour, nutrient content of suweg tuber flour, and quality of suweg tuber flour in terms of color, flavor dan texture. The design of this research was laboratory experiment research. The method of this research was observation method. Data analysis techniques used are quantitative descriptive. The results of the research are: (1) the proses of making suweg tuber flour through eight steps that is stripping;incision, first washing, soaking, second washing, steaming, drying, grinding;sifting, and packaging, (2) nutrient content of suweg tuber flour is 11,98% of water; 4,32% of ash; 5,44% of protein; 1,80% of fat; 76,42% of carbohydrate; 56,07% of starch and 343,79kkal of calories, (3) the quality of suweg tuber flour in terms of color, it is in a good category with colors that are as expected, namely brownish white. In terms of flavor, it is in a good category too with flavor that are as expected, namely unique of suweg tuber. And the last, in terms of texture. From the texture suweg tuber flour is in a good point with smooth texture.keyword : Flour, Nutrient content, Suweg tuber
POTENSI OBJEK WISATA ALAM HUTAN RAYA, DESA SELAT KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG ., Luh Putu Budiartini; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd.; ., Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.18368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi objek wisata alam Hutan Raya, Desa Selat Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Jenis data dalam penelitian ini adalah Data Kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, metode wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis melalui 4 tahap yaitu (1) pengambilan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, (4) penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa objek wisata alam Hutan Raya, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng telah memenuhi 5 komponen potensi wisata alam yakni (1) Komponen Daya Tarik/atraksi meliputi adanya Bumi Perkemahan, Air Terjun Tukad Basak, wahana selfi, Tracking ke dalam hutan, Monument Mayor Metra, (2) Komponen aksesibilitas meliputi kondisi jalan menuju lokasi objek wisata (3) Komponen amenitas meliputi: tersedianya lahan parkir, warung makan, toilet, dan pos informasi (4) Komponen kelembagaan meliputi: Surat Keterangan Menteri Kehutanan dan Surat Keterangan Bupati Buleleng untuk ijin pengelolaan Hutan Raya, Desa Selat, (5) Komponen lingkungan meliputi sertifikat AMDAL atas keberadaan objek wisata Hutan Raya, Desa SelatKata Kunci : Potensi, wisata alam, Hutan Raya Desa Selat This study aims to determine the potential of the natural attractions of Hutan Raya, Selat Village, Sukasada District, Buleleng Regency. This research is a type of descriptive research. the type of data in this study is qualitative data. Data collection is done through observation methods, interview methods and documentation the data is analyzed through 4 stages, namely: (1) data collection, (2) data reduction, (3) data presentation (4) conclusion. The results of this study indicate that natural forest attractions, strait villages, sukasada sub-districts, buleleng regencies have fulfilled 5 components of natural potential, namely (1) pull / pull component attractions include the campsite, Tukad Basak Waterfall, Wahana Selfi, Tracking into the forest, visiting the metra major monument, (2) Accessibility components include the condition of the road to the location of the tourist attraction, (3) The amenities component includes: the availability of parking lots, food stalls, toilets, and information posts, (4) Institutional Components include: Minister of Forestry Certificate and Buleleng Regent Certificate for Greater Forest Management permits, Selat Village, (5) Environmental components include an AMDAL certificate for the existence of a forest tourism object, Selat Villagekeyword : Potential, Nature Tourism, Forest, Selat Village
PEMANFAATAN TEPUNG BIJI NANGKA MENJADI KUE KERING PUTRI SALJU ., Dzikri Hidayat; ., Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd.; ., Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.21671

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui (1) untuk mendeskripsikan kualitas kue putri salju dengan subtitusi tepung biji nangka dilihat dari aspek warna, tekstur, dan rasa. Metode pengumpulan data untuk uji kualitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi melalui uji organoleptik. Jumlah panelis yaitu 25 panelis terlatih. Instrumen pengumpulan data untuk uji kualitas yaitu dengan menggunakan lembar uji mutu hedonik dengan tiga tingkatan yaitu Baik, Cukup Baik, Tidak Baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) kualitas kue putri salju dengan substitui 75% tepung biji nangka (a) uji kualitas dilihat dari segi warna berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 3.0 yaitu memiliki warna kuning kecokelatan. (b) uji kualitas dilihat dari segi tekstur berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 2.92 yaitu memiliki tekstur rapuh dan memiliki butiran seperti kue adonan pasir pada umumnya. (c) uji kualitas dilihat dari segi rasa berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 2.88 yaitu memiliki rasa manis. Kata Kunci : Kata Kunci: kue putri salju, biji nangka, pengolahan, uji kualitas. This experimental research aims to find out (1) how the quality of snow white cake with jackfruit seed flour substitution is seen from the aspects of color, texture, and taste. Data collection methods for the quality test used in this study were observation methods through organoleptic tests. The number of panelists is 25 trained panelists. Data collection instruments for quality testing are using hedonic quality test sheets with three levels, namely Good, Fairly Good, Not Good. The results showed that (1) the quality of snow white cake with 75% substituents of jackfruit seed flour (a) the quality test in terms of color was in the good category with an average score of 3.0 which has a yellowish brown color. (b) the quality test in terms of texture is in the good category with an average score of 2.92 which has a fragile texture and has granules such as sand dough cakes in general. (c) the quality test in terms of taste is in the good category with an average score of 2.88 which has a sweet taste.keyword : Keywords: snow white cake, jackfruit seeds, processing, quality test.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI KELAS X AP 2 SMK N 1 SERIRIT PADA MATA PELAJARAN MEMUTAKHIRKAN INFORMASI INDUSTRI PARIWISATA ., Pt Arsitha Indah y; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.11741

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa di kelas X AP 2 SMK N 1 Seririt, pada mata pelajaran Memutakhirkan Informasi Industri Pariwisata dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X AP 2 SMK N 1 Seririt yang berjumlah 40 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara memberikan lembar kuisioner untuk data terkait motivasi belajar. Sementara untuk lembar tes digunakan untuk pengumpulan data terkait dengan prestasi belajar. Hasil dari penelitian ini untuk (1) motivasi belajar sebesar 55% dan berada dalam kategori motivasi cukup pada siklus I. Kemudian, meningkat sebesar 25% pada siklus II, sehingga menjadi 80% dan berada pada kategori motivasi tinggi. Untuk hasil (2) prestasi belajar, pada siklus I ketuntasan klasikal sebesar 57,5%, dan meningkat sebesar 22,5% sehingga ketuntasan klasikal pada siklus II sebesar 80%. Kata Kunci : Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT), Motivasi belajar, Prestasi belajar siswa. Abstract This research aimed to improve students’ motivation and learning achievement in grade ten of class hotel accommodation 2 (XAP2), in learning subject of Memutakhirkan informasi industry pariwisata by applying cooperative learning model type of Numbered Head Together (NHT). This research was kind of classroom based research. The sample in this research was all of students in class XAP2 SMK Negeri 1 Seririt , it was 40 students. The technique in collecting data was gave the questioner to the students to get data related to the learning motivation. Meanwhile, the test was given to students to collect data related to learning achievement. The result of this research is to (1) learning motivation about 55% and it categorized as sufficient at cycle 1. Then, it improves 25% at cycle 2, so it is be 80% and categorized as High motivation. For the result of (2) learning achievement, in cycle 1 the classical achievement is 57,5% and it improves 22,5% so the classical achievement at cycle 2 is 80%. keyword : Cooperative Learning Model Type Of Numbered Head Together (NHT), Learning motivation, Students’ learning achievement
Penerapan motif hias pada kain jadi dengan menggunakan kombinasi teknik painting dan bordir ., Ririn Pebrianti; ., Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd; ., Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13095

Abstract

Penelitian jenis eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan motif hias pada kain jadi dengan menggunakan kombinasi teknik painting dan bordir dilihat dari prinsip-prinsip dan unsur-unsur desain berdasarkan 7 aspek kualitas yaitu bentuk, warna, tekstur, keselarasan, irama, pusat perhatian dan unity (keseluruhan). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi (lembar uji panelis) berdasarkan tolak ukur kualitas dan dikonversi dengan menggunakan skala 3 (baik, cukup, tidak baik) dan diujikan secara organoleptik kepada 19 orang panelis terlatih. Data uji kualitas dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa kualitas penerapan motif hias pada kain jadi dengan menggunakan kombinasi teknik painting dan bordir berdasarkan 7 aspek kualitas yaitu (1) bentuk yang memperoleh skor 2,72 dalam kategori baik, (2) warna memperoleh skor 2,80 dalam kategori baik, (3) tekstur memperoleh skor 2,77 dalam kategori baik, (4) keselarasan memperoleh skor 2,77 dalam kategori baik, (5) irama memperoleh skor 2,80 dalam kategori baik, (6) pusat perhatian memperoleh skor 2,85 dalam kategori baik, (7) unity (keseluruhan) memperoleh skor 2,80 dalam kategori baik.Kata Kunci : bordir, kualitas, motif hias, painting, penerapan. This experimental type research aims to find out the results of the application of decorative motif on the finished fabric by using a combination of painting and embroidery techniques seen from the principles and design elements based on 7 aspects of quality, namely shape, color, texture, harmony, rhythm, attention and unity (whole). Data collection methods used in this research is the method of observation. The instrument used in this research is the observation sheet (panelist test sheet) based on the quality benchmark and converted by using scale 3 (good, enough, not good) and organoleptically tested to 19 trained panelists. Quality test data were analyzed by using quantitative descriptive technique. The result of this research shows that the quality of application of decorative motif on finished fabric by using combination of painting and embroidery technique based on 7 aspects of quality that is (1) the form that got score 2,72 in good category, (2) color got score 2,80 in good category , (3) the texture obtained a score of 2.77 in either category, (4) the alignment obtained a score of 2.77 in either category, (5) the rhythm obtained a score of 2.80 in either category, (6) the center of attention earned a score of 2.85 in either category, (7) unity (whole) earned a score of 2.80 in either category.keyword : embroidery, quality, decorative motif, painting, application.
UJI KUALITAS TEPUNG KARA KRATOK ., Ni Putu Erni Widia Astuti; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.; ., Dra. Damiati, M.Kes
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pembuatan tepung kara kratok (2) zat gizi pada tepung kara kratok(3) kualitas tepung kara kratok dari aspek warna, aroma dan tekstur. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data adalah metode observasi dan laboratorium. Tepung kara kratok dari aspek warna, aroma dan tekstur diuji oleh 5 panelis terbatas dengan menggunakan intrumen berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, buruk. Kemudian dianalisis melalui analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan (1) proses pembuatan tepung kara kratok melalui tahap: sortirisasi, perendaman, pengupasan kulit ari, perebusan, pengeringan,penggilingan dan pengayakan. (2) kandungan gizi tepung kara kratok karbohidrat 53,09%, protein 29,94%, lemak 1,88%, abu 3,94%, air 11,12% dan pati 34,66% (3) kualitas tepung kara kratok dilihat dari aspek warna berada dalam kategori baik dengan skor (2,60), aroma berada dalam katagori baik dengan skor (3,00), tekstur berada dalam katagori baik dengan skor (3,00). Kata Kunci : Kara kratok, kualitas, tepung kara kratok. This experimental research is aimed to find out (1) the process of making kara kratok flour (2) nutrients in kara kratok (3) quality of kara kratok flour from the aspect of color, aroma and texture. this research is experimental research. methods used to obtain data are observation and laboratory methods. Kratok flour from the aspect of color, aroma and texture is tested by 5 limited panelists by using the instrument in the form of organoleptic test sheet with 3 levels this is good, enough, bad. Then analyzed through descriptive analysis of quantitative and qualitative. The results show (1) the process of making kratok flour through the steps is: sorting, soaking, stripping, boiling, drying, grinding and sieving. (2) nutrient content of kratok flour is: carbohydrate starch 53,09%, protein 29,94%, fat 1,88%, ash 3,94%, water 11,12% and starch 34,66% (3) quality of kratok flour seen from the aspect of color is in good category with score (2,60), aroma is in good category with score (3,00), texture is in good category with score (3,00).keyword : Kara kratok, quality, kratok kara kratok flour.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR FUSION FOOD HIDANGAN KESEMPATAN KHUSUS MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK JURUSAN JASA BOGA KELAS XII di SMK PARIWISATA TRIATMAJAYA SINGARAJA ., PUTU DIAN TIRTAYANTI; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd.; ., Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.16003

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui (1) kelayakan pengembangan modul ajar Fusion Food Hidangan Kesempatan Khusus melalui Pendekatan Saintifik berdasarkan uji ahli isi; (2) kelayakan pengembangan modul ajar Fusion Food Hidangan Kesempatan Khusus melalui Pendekatan Saintifik berdasarkan uji ahli media; (3) kelayakan pengembangan modul ajar Fusion Food Hidangan Kesempatan Khusus melalui Pendekatan Saintifik berdasarkan respon siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) atau penelitian pengembangan dengan model Dick & Carey. Instrumen penelitian berupa angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) hasil review ahli isi pembelajaran diperoleh hasil 0,88 dari 17 aspek penilaian dikatakan layak digunakan; (2) hasil review ahli media pembelajaran diperoleh hasil 0,88 dari 25 aspek penilaian dikatakan layak digunakan; (3) hasil analisis data respon siswa kecenderungan respon positif.Kata Kunci : Fusion Food, Hidangan Kesempatan Khusus, Saintifik This research was conducted with the aim of knowing (1) the feasibility of developing Fusion Food & Special Opportunities Dishes teaching modules through a Scientific Approach based on content expert tests; (2) the feasibility of developing Fusion Food & Special Opportunities Dishes teaching modules through a Scientific Approach based on media expert tests; (3) the feasibility of developing developing Fusion Food & Special Opportunities Dishes teaching modules through the Scientific Approach based on student responses. The type of research used is research and development (R & D) or development research with Dick & Carey models. The research instrument is questionnaire. The results showed that: (1) the results of expert review of learning content obtained 0.88 results from 17 aspects of assessment said to be feasible to use; (2) the results of the expert learning media review obtained 0.88 results from 25 assessment aspects said to be feasible to use; (3) the results of student response data analysis tend to be positive responseskeyword : Fusion Food, Special Opportunities Dishes, Scientific
Pemanfaatan Kulit Melon Menjadi Selai ., DESAK PUTU NITA APSARI; ., Dra. Damiati, M.Kes; ., Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.17065

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui kualitas selai kulit melon yang dilihat dari aspek warna, rasa, dan konsistensi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrumen berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, dan kurang. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 20 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan kualitas selai kulit melon dilihat dari aspek warna berada pada kategori baik dengan skor (2,85) yaitu memiliki warna hijau kekuningan, kualitas selai kulit melon dilihat dari aspek rasa berada pada kategori baik dengan skor (2,8) yaitu memiliki rasa manis dan asam, dan kualitas selai kulit melon dilihat dari aspek konsistensi berada pada kategori baik dengan skor (2,85) yaitu memiliki konsistensi kental dan berserat.Kata Kunci : Selai, kualitas, kulit melon This experimental study aims at identifying the quality of melon skin jam form its color, taste, and consistency aspects. The data of the study were collected through observation method by using organoleptic expert judgment sheets with three different levels, namely: good, fair, and poor. The panelists of the study were trained panelists, which consisted of 20 panelists. The data were analyzed using descriptive quantitative technique. The results of the study show that the quality of melon skin jam in terms of its color is categorized into good with a score of 2.85, it has yellowish green color, from the taste aspect, the quality of the melon skin jam is categorized into good with a score of 2.8, it has sweet and sour taste, and the quality of the melon skin jam from the consistency aspect can be categorized into good with a score of 2.85, it has thick and fibrous texture.keyword : jam, quality, melon skin