cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 83 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2017):" : 83 Documents clear
PEMANFAATAN BUAH CEREMAI (PHYLLANTHUS ACIDUS) MENJADI SORBET ., Ketut Mei Subaktiada; ., Dra. Risa Panti Ariani, M.Si.; ., Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.18904

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui (1) formulasi resep baku sorbet buah ceremai (2) kualitas sorbet dari aspek tekstur, aspek rasa dan aspek aroma. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data adalah metode observasi. Sorbet buah ceremai dari aspek tekstur, rasa dan aroma diuji oleh 20 panelis terlatih dengan menggunakan instrumen berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup dan buruk. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) formulasi resep baku sorbet buah ceremai dengan bahan utama buah ceremai 1.400 gr, gula pasir 400 gr dan air 1.400 ml. (2) kualitas sorbet buah ceremai dilihat dari aspek tekstur berada dalam kategori baik dengan rata-rata skor 3,00 yaitu memiliki tekstur berserat, kualitas sorbet buah ceremai dilihat dari aspek rasa berada dalam kategori baik dengan rata-rata skor 3,00 yaitu memiliki rasa manis keasaman, kualitas sorbet buah ceremai dilihat dari aspek aroma berada pada kategori baik dengan rata-rata skor 2,90 yaitu memiliki aroma khas buah ceremai.Kata Kunci : Buah ceremai, sorbet, tekstur, rasa, aroma This experimental research aims to find out (1) the formulation of the recipe for ceremai sorbet (2) the quality of sorbet from texture, taste and aroma aspects. The method used to obtain data is the observation method. The texture, taste and aroma aspect from ceremai sorbet were tested by 20 trained panelists which using instruments with form of organoleptic test sheets in three levels, based on good, sufficient and bad. The collected data was analyzed by quantitative descriptive analysis. The results showed (1) formulation of the recipe for ceremai sorbet with the main ingredient is ceremai fruit 1,400 gr, sugar 400 gr and water 1,400 ml. (2) The quality of ceremai sorbet seen from the texture aspect is in a good category with a average score 3.00 which has fibrous texture, the quality of the ceremai sorbet seen from the taste aspect is in a good category with a average score 3.00 which has a sweet acidity taste, the quality of ceremai sorbet seen from the aroma aspect is in a good category with a average score 2.90 which has a distinctive aroma of ceremai fruit.keyword : Ceremai fruit, sorbet, texture, taste, aroma
STUDI TENTANG BUSANA PENGANTIN ADAT SUKU SASAK DI LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT ., Muniah; ., Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd; ., Made Diah Angendari, S.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.11488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bagian-bagian busana pengantin adat suku sasak; (2) makna simbolis busana pengantin adat suku sasak di Lombok Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan objek penelitian studi tentang busana pengantin adat suku sasak di Lombok Nusa Tenggara Barat. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan metode wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif yang menjelaskan dan mengungkapkan sesungguhnya hasil penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) bagian-bagian busana pengantin wanita yaitu; (a) tangkong nine; (b) songket; (c) tongkak; (d) selamben. Untuk bagian-bagian busana pengantin laki-laki yaitu: (a) kelambi pegon; (b)kereng kemati; (c) kelambi jamaq; (d) songket; (e)sapuq nganjeng. Aksesories busana pengantin wanita yaitu; (a) onggar-onggar; (b) mawar; (c)sengkang gigi due olas; (d) kancing rupiah emas; (e) kalong ringgit; (f) kedebong malang; (g) lenteran suku; (h) lenteran. Aksesoris dan milineris busana pengantin laki-laki yaitu; (a)gerantim; (b) keris jamaq; (c) sandal pengantin. (2) makna simbolis busana pengantin adat suku sasak yaitu; (a) sengkang gigi due olas maknanya seorang wanita harus memberikan keturunan pada keluarga; (b) kedebong malang maknanya ketetapan hati yang kokoh; (c) mawar maknanya keberanian seorang wanita memulai kehidupan; (d) kancing rupiah emas maknanya keindahan serta kelemah-lembutan seorang wanita; (e) tangkong nine, mame maknanya keanggunan, kearifan seorang pengantin; (f) songket memiliki makna kehormatan; (g) sapuq maknanya seorang pengantin akan berkembang setelah menikah; (h) sabuk emas mempunyai makna keberanian mengarungi bahtera rumah tangga Kata Kunci : Busana pengantin suku sasak, Makna busana, Bagian-bagian busana. This research aims to describe: (1) parts of traditional wedding dress of sasak tribe; (2) the symbolic meaning of traditional bridal clothing of sasak tribe in Lombok West Nusa Tenggara. This research is a descriptive research with object of study study about traditional bridal dress of tribe sasak in Lombok West Nusa Tenggara. Methods of data collection is using the method of observation and interview methods. The research instrument uses an observation sheet and an interview sheet. Methods of data analysis is using descriptive analysis that explains and reveals the actual results of research conducted. The results showed that, (1) parts of the bride's clothing are; (A) Tangkong nine; (B) songket; (C) tongkak; (D) sesamben. For the parts of the bridal men's clothing are: (a) kelambi pegon; (B) kereng kemati; (C) kelambi jamaq; (D) songket; (E) sapuq nganjeng. Fashion accessories of the bride are; (A) onggar-onggar; (B) mawar; (C) sengkang gigi due olas; (D) kancing rupiah emas; (E) kalung ringgit; (F) kedebong malang; (G) lenteran suku; (H) lenteran. Accessories and milineris men's fashion are; (A) gerantim; (B) kris jamaq; (C) sandal pengantin. (2) the symbolic meaning of traditional bridal clothing sasak tribe are; (A) the meaning of sengkang gigi due olas is woman have to give offspring to the family; (B) the meaning of kedebong malang is a solid resolve; (C) the meaning of mawar is the courage of a woman to starting life; (D) the meaning of kancing rupiah emas is beauty and softness of a woman; (E) the meaning of tangkong nine, mame is elegance and the wisdom of a bride; (F) songket has a meaning of honor; (G) the meaning of sapuq is a bride will develop after marriage; (H) the sabuk emas has meaning of courage to wade the ark of the household. keyword : Traditional wedding dress of sasak tribe, symbolic meaning, Fashion Parts.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BOGA DASAR BAGI SISWA KELAS X JASA BOGA DI SMK PARIWISATA TRIATMA JAYA SINGARAJA ., Ni Wayan Desi; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd.; ., Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kelayakan modul pembelajaran Boga Dasar berdasarkan uji kelayakan isi. (2) mengetahui kelayakan modul pembelajaran Boga Dasar berdasarkan uji sasaran siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan research and development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas X Jasa Boga di SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja tahun ajaran 2017/2018. Untuk mengetahui validasi kelayakan modul berdasarkan uji ahli isi dan sasaran menggunakan metode angket, dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) uji kelayakan ahli isi diperoleh hasil sebesar 68,75% pada tahap 1 dikategorikan cukup dan perlu direvisi, 73,75% pada tahap 2 dikategorikan cukup dan perlu direvisi, dan 90,83% pada tahap 3 dikategorikan sangat baik dan layak digunakan dalam pembelajaran. 2) uji kelayakan dari subyek sasaran siswa terhadap modul diperoleh 89,05% dikategorikan baik.Kata Kunci : Boga Dasar, Modul pembelajaran, Pengembangan This development research aimed for (1) to know the feasibility Boga dasar module base on the expert judgment of teaching material, 2) to know the feasibility Boga Dasar module base on the student learning. The design of this research was R&D (research and development) research design accompanied with the development model of ADDIE. The subject of the research is students X Jasa Boga in SMK Triatma Jaya Singaraja 2017/2018 period. The validity feasibility of module would be obtained by questionnaire and analysis descriptive method. The results of the research are, 1) ) the result of the expert judgment of teaching material shows average 68,75% in the first step category as good enough and need revision, 73,75% in the second step category as good enough and need revision and 90,83% in the third step qualified very good, 2) for the responses from the students shows 89.05% category as good. keyword : boga dasar, module, development
Potensi Objek Wisata Sejarah di Kota Singaraja ., I Made Dwyka Aryawan; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd.; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi objek wisata sejarah di Kota Singaraja. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tiga pedoman pengembilan data yaitu pedoman wawancara, observasi dan studi dokumen. Untuk metode pengambilan data menggunakan “snowball sampling” karena dalam metode ini jumlah informan tidak di tentukan sebelumnya, selain informan kunci yaitu kepala pengelola di masing-masing objek bersejarah yaitu Museum Buleleng, Gedong Kirtya, dan Pelabuhan Buleleng. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif, dan hasil penelitian ini yaitu Kota Singaraja memiliki 3 Objek Bersejarah yaitu Museum Buleleng, Gedong Kirtya, dan Pelabuhan Buleleng yang memiliki potensi sebagai Objek Wisata Sejarah, adapun potensi tersebut adalah adanya objek yang dapat dilihat (something to see), adanya fasilitas penunjang kegiatan wisata (something to do), adanya sesuatu yang menarik (attraction), dan adanya fasilitas pendukung (amenities). Dapat disimpulkan bahwa objek bersejarah di Kota Singaraja yaitu Museum Buleleng, Gedong Kirtya, Pelabuhan Buleleng memilili potensi yang baik berdasarkan pada indikator penelitian yaitu adanya objek yang dapat dilihat (something to see), adanya fasilitas penunjang kegiatan wisata (something to do), adanya sesuatu yang menarik (attraction), dan adanya fasilitas pendukung (amenities).Kata Kunci : Objek Bersejarah, Objek Wisata Sejarah, Potensi Objek Wisata. This research aims to determined the potential of historical tourism object in the Singaraja City. In this research, the researcher uses three guidelines for data processing, interview, observation and document study. For the method of data collection using "snowball sampling" because in this method the number of informants is not specified in advance, in addition to informant key are the head of management in each of the historic objects of the Museum Buleleng, Gedong Kirtya, and Buleleng Harbour. The data obtained were analyzed using qualitative descriptive analysis, and the result of this research is Singaraja City has 3 Historical Objects namely Buleleng Museum, Gedong Kirtya, and Buleleng Harbour which has the potential as a Historical Tourism Object, while the potential is the existence of a viewable object (something to see), the existence of facilities to support tourism activities (something to do), something interesting (attraction), and the existence of facilities support (amenities). The concluded that the historic object in Singaraja City, Buleleng Museum, Gedong Kirtya, Buleleng Harbour has good potential based on the research indicator that there are objects that can be seen (something to see), the existence of the supporting facilities of tourism activities (something to do) the attraction (attraction), and the existence of facilities support (amenities).keyword : Histories Object, Histories Tourism Object, Tourism Object Potency.
Uji Kualitas Tepung Pisang Mas (Musa Acuminata) ., BUDI UTOMO; ., Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd.; ., Dra. Damiati, M.Kes
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pembuatan tepung pisang mas (2) zat gizi pada tepung pisang mas (3) kualitas tepung pisang mas dari aspek warna, aroma dan tekstur. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode ini yang digunakan untuk mendapatkan data adalah metode observasi dan laboratorium. Tepung pisang mas dilihat dari aspek warna, aroma dan tekstur yang diuji oleh 5 panelis terbatas dengan menggunakan instrument berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, buruk. Kemudian dianalisis melalui analisis deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan (1) proses pembuatan tepung pisang mas melalui tahap: penyotiran, pengupasan kulit, perendaman, pemotongan, pencucian, pengeringan, penggilingan dan pengayakan. (2) kandungan gizi pada tepung pisang mas, karbohidrat 80,39%, protein 5,44%, lemak 1,24%, abu 2,80%, air 10,39% (3) kualitas tepung pisang mas dari aspek warna berada dalam kategori baik dengan skor (2,80), aroma berada dalam katagori baik dengan skor (3,00), tekstur berada dalam katagori baik dengan skor (3,00). Kata Kunci : Kualitas, Tepung, Pisang Mas This research aims to determine (1) the process of making golden banana flour (2) nutrients of golden banana flour (3) quality of golden banana flour from aspects of color, smell and texture. This research is experimental research. This method used to obtain data is the observation and laboratory methods. Golden banana flour seen from the aspect of color, smell and texture which was tested by 5 limited panelists using an instrument such as organoleptic test sheets with 3 levels were good, enough, bad. Then analyzed through quantitative descriptive analysis. The results show (1) the process of making golden banana flour through steps : sorting, skin stripping, soaking, cutting, washing, drying, grinding and sieving (2) Nutritional content of golden banana flour is, carbohydrate 80.39%, protein 5.44%, fat 1.24%, ash 2.80%, water 10.39% (3) The quality of golden banana flour from the aspect of color is in good category with a score ( 2.80 ), the smell is in good category with a score ( 3.00 ), the texture is in good category with a score ( 3.00 ). keyword : Quality, Flour, Golden Banana
STUDI EKSPERIMEN TEPUNG MOCAF(MODIFIED CASSAVA FLOUR) MENJADI BROWNIES KUKUS ., Pt Wahyu Manik Fransiska; ., Dra. Damiati, M.Kes; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.16918

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui, (1) kualitas cake tepung mocaf dengan menggunakan bahan 100% tepung mocaf dilihat dari aspek tekstur, rasa dan aroma, (2) proses pengolahan tepung mocaf menjadi brownies kukus. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrument berupa uji lembar organoleptik dengan 3 tingkat yaitu baik, cukup, dan kurang. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari26 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan kualitas brownies kukus tepung mocaf dengan menggunakan 100% tepung mocaf dilihat dari aspek (1) tekstur dengan skor rata-rata 2,85 berada pada kategori baik sesuai dengan tolak ukur lembut dan beremah, (2) aspek rasa dengan skor rata-rata 2,95 berada pada kategori baik dengan tolak ukur memiliki rasa manis dan terasa coklat, (3) aspek aroma dengan skor rata-rata 2,85 berada pada kategori baik dengan tolak ukur dominan memiliki aroma coklat dan aroma khas tepung singkong. Kata Kunci : Brownies Kukus, Kualitas, Tepung Mocaf This experimental study aims to determine, (1) the quality of mocaf flour cake using 100% mocaf flour viewed from the aspect of texture, taste and aroma, (2) the processing of mocaf flour into steamed brownies. The data collection method used in this study is the observation method by using an instrument in the form of an organoleptic sheet test with 3 levels namely good, sufficient, and lacking. Panelists in this study were trained panelists consisting of 26 panelists. Data analysis techniques used are quantitative descriptive techniques. The results of this study show the quality of steamed mocaf flour using 100% mocaf flour seen from aspects (1) of the texture with an average score of 2.85 in the good category according to the soft and weak benchmark, (2) the taste aspect with the average score -ata 2.95 is in good category with a benchmark that has a sweet and brown taste, (3) the aroma aspect with an average score of 2.85 is in a good category with the dominant benchmark has a chocolate aroma and a distinctive aroma of cassava flourkeyword : Steamed Brownies, Quality,Mocaf Flour
PENGARUH PENERAPAN TEKNIK CUT CREASE UNTUK KOREKSI MATA SIPIT PADA RIAS WAJAH PENGANTIN ., Putu Nada Widiya Purnashita; ., Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd.; ., Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.18628

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh penerapan teknik cut crease untuk koreksi mata sipit pada rias wajah pengantin. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi uji panelis yang diujikan kepada lima panelis terlatih. Data uji kualitas dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian eksperimen ini adalah analisis data uji-t atau t-test. Hasil penelitian ini adalah terdapat perbedaan penerapan teknik cut crease untuk koreksi bentuk mata sipit pada rias wajah pengantin. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikan independent sampel t test yakni 0,022 kurang dari 0,05 serta nilai t hitung 2,846 yang lebih dari nilai t tabel yakni 2,306, dilihat dari nilai rata – rata skor pada koreksi mata sipit tanpa menerapkan teknik cut crease (control) yakni 18,40 lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata – rata skor koreksi mata sipit dengan menerapkan teknik cut crease (eksperimen) yakni 20,20. Disarankan menerapan teknik cut crease untuk koreksi bentuk mata sipit pada rias wajah pengantin agar membuat riasan lebih sempurna.Kata Kunci : Mata Sipit, Cut Crease, Rias Wajah Pengantin This experimental study aims to find out about the effect of applying cut crease techniques to narrow eyes correction on bridal makeup. The data collection method used in this study is the observation method. The instrument used in this study was a panelist observation sheet which was tested on five trained panelists. Quality test data were analyzed using quantitative descriptive techniques. The data analysis technique used in this experimental study is the analysis of t-test data or t-test. The result of this study is that there are differences in the application of cut crease techniques for correction of slanted eye shape on bridal makeup. This is indicated by the significant value of the independent sample t test which is 0.022 less than 0.05 and the value of t count 2.846 which is more than the value of t table which is 2.306, judging by the average score on the narrow eye correction without applying the cut crease technique (control) ie 18.40 is smaller than the average slit eye correction score by applying the cut crease technique, which is 20.20. It is recommended to apply the cut crease technique to correct the slanted eye shape on the bridal makeup to make the makeup more perfect. keyword : Key Words: Slit Eye, Cut Crease, Bridal Face Makeup
UJI KUALITAS UMUR SIMPAN MANISAN TAMARILLO ., NI MADE EVA YULIANA; ., Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd.; ., Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.21649

Abstract

Manisan tamarillo merupakan salah satu produk awetan yang diolah dengan penambahan gula sebagai pemberi rasa manis. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kualitas umur simpan manisan tamarillo ditinjau dari rasa, tekstur, warna dan aroma. Objek dalam penelitian ini adalah uji kualitas umur simpan manisan tamarillo dinilai dari segi rasa, tekstur, warna dan aroma. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan instrument lembar uji kualitas umur simpan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Umur simpan tersebut dapat diketahui berdasarkan penurunan mutu kualitas manisan menggunakan metode ESS (Extended Storage Studies) dengan penyimpanan dalam kondisi normal sehari-hari. Hasil penelitian selama penyimpanan 56 hari menunjukkan dari aspek rasa memperoleh persentase 77,77% berada pada kategori baik, aspek tekstur dengan persentase 33,33% berada pada kategori kurang, aspek warna dengan persentase 55,55% berada pada kategori cukup, dan aspek aroma dengan persentase 55,55% berada pada kategori cukup. Umur simpan manisan tamarillo selama 56 hari dengan perubahan mutu yang signifikan yaitu kerusakan tekstur yang keras, warna manisan coklat dan diselimuti warna putih yang dominan dan aroma khas buah tamarillo berkurang dan tidak harum. Kata Kunci : Manisan Tamarillo, Kualitas Manisan, Umur Simpan Candied tamarillo is a durable product that is processed with the addition of sugar as a sweet taste This study aimed at determining the quality of tamarillo candied shelf life in terms of taste, texture, color and flavor. The object of this research was the quality test of the tamarillo candied shelf life was assessed in terms of taste, texture, color and flavor. Method of data collection used in this study was observation method with a shelf life quality test instrument. The data analysis technique used was quantitative descriptive. Shelf life can be determined regarding to the reduced-quality of the sweets quality using the ESS (Extended Storage Studies) method with storage of daily normal conditions. The results of the research during 56 days storage showed that the aspect of taste obtained 77.77% and it was in the good category, the texture aspect with a percentage of 33.33% was in the lack category, the color aspect with a percentage of 55.55% was in the sufficient category, and the flavor aspect with a percentage of 55.55% was in the sufficient category. Shelf life of tamarillo candied for 56 days had significant changes in quality, namely hard texture damage, color turned brown and covered with a dominant white color and the distinctive flavor of tamarillo fruit was reduced and not fragrant.keyword : Tamarillo Candied, Candied Quality, Shelf Life
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN VISUAL AUDIO DAN KINESTETIK (VAK) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII AP 2 DI SMKN 1 SERIRIT DALAM PEMBELAJARAN MENYIAPKAN KAMAR UNTUK TAMU ., Luh Ari Muliani; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd; ., Dra. Damiati, M.Kes
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.11729

Abstract

Penelitian yang telah dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Model Pembelajaran Visual Audio Dan Kinestetik (VAK) dalam 1) meningkatkan aktivitas siswa 2) meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Menyiapkan Kamar Tamu. Variabel bebas dari penelitian ini adalah Model Pembelajaran Visual Audio dan Kinestetik (VAK), sedangkan variabel terikat dari penelitian ini terdiri dari aktivitas dan hasil belajar siswa. Sumber data dari penelitian ini adalah siswa kelas XII AP 2 SMKN 1 Seririt yang berjumlah 35 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa test untuk hasil belajar ranah kognitif dan observasi untuk mengumpulkan data hasil belajar ranah psikomotor, hasil belajar ranah afektif dan aktivitas siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) pada siklus 1 ketuntasan klasikal hasil belajar siswa untuk ketiga ranah adalah sebesar 37%. Pada siklus 2 ketuntasan klasikal hasil belajar siswa untuk ketiga ranah sebesar 80%. Terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 43% dari siklus 1 ke siklus 2. 2) pada siklus 1 rata-rata aktivitas siswa sebesar 74,51 dan terkategorikan cukup aktif. Pada Siklus 2 rata-rata aktivitas siswa sebesar 81,82 dan terkategorikan aktif. Terjadi peningkatan rata-rata aktivitas belajar sebesar 7,31 dari siklus 1 ke siklus 2.Kata Kunci : Model Pembelajaran Visual Audio dan Kinestetik (VAK), Aktivitas Belajar, Hasil Belajar The current research was a classroom action research. The aim of this research was set to 1) improve students’ learning activities 2) improve students’ learning achievements in Menyiapkan Kamar Tamu learning process by Visual Audio and Kinesthetic (VAK) Learning Model implementation. The independent variable of this research was Visual Audio and Kinesthetic (VAK) learning model. While the dependent variables of this research were students’ learning activities and students’ learning achievements. The participants of this research were XII AP 2 class in SMKN 1 Seririt that consisted of 35 students. This research used test and observation technique. Pre test and post test questions’ list (cognitive domain), students’ performance sheets (psychomotor domain) and attitudinal observation sheets (affective domain) instruments were used to measure students’ learning achievements. Activities control sheets instrument was used to measure students’ learning activities. The results of this current research were 1) pre test in 1st cycle gained 54% students mastery learning achievement. After the post test in 1st cycle students mastery learning achievement became 37%. The 2nd cycle gained 80% students mastery learning. Students achievements’ enhancement was obtained 43% from 1st cycle to 2nd cycle. 2) 1st cycle discovered 74,51 students activities’ averages in quite active criteria. 2nd cycle gained 81,82 students activities’ averages in active criteria. Improvement was obtained 7,31 from 1st cycle to 2nd cyclekeyword : Visual Audio and Kinesthetic (VAK) Learning odel, Learning activities, Learning achievements
PERKEMBANGAN RAGAM HIAS KAIN TENUN SRI MENANTI DI DESA KEMBANG KERANG DAYA KECAMATAN AIKMEL KABUPATEN LOMBOK TIMUR ., Sohriah; ., Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd.; ., Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12568

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perkembangan ragam hias kain tenun Sri Menanti; (2) komposisi ragam hias kain tenun Sri Menanti. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan objek penelitian perkembangan ragam hias kain tenun Sri Menanti di Desa Kembang Kerang Daya Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan teknik wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Perkembangan ragam hias kain tenun Sri Menanti yaitu; (a) Ragam hias lumbung (rumah adat); (b) Ragam hias belah ketupat; (c) Ragam hias kembang nyiur (bunga kelapa); (d) Ragam hias kembang kerang (Bunga Kelapa) (e) Ragam hias burung; (f) Ragam hias gunung rinjani (2) Komposisi ragam hias kain tenun Sri Menanti di Desa Kembang Kerang Daya Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur meliputi: (a) prinsip komposisi ragam hias kain tenun Sri Menanti berupa repetisi, harmoni, unity dan balance. Kata Kunci : Kata Kunci: Kain tenun, Ragam Hias, Sri Menanti Abstract This research aims to describe: (1) the development of decorative woven fabric of Sri Menanti; (2) the composition of decorative woven fabric of Sri Menanti. This research is descriptive research with object of development research of decorative woven fabric of Sri Menanti in Kembang Kerang Daya Village, Aikmel Sub-district, East Lombok Regency. Methods of data collection is done by using the method of observation and interviews. The research instrument uses an observation sheet and an interview sheet. Methods of data analysis is done by using descriptive analysis. The results showed that, (1) The development of decorative woven fabric Sri Menanti namely; (a) lumbung decoration (traditional houses); (b) belah ketupat decoration; (c) kembang nyiur decorative (coconut flowers); (d) kembang Decorative (Coconut Flower) (e) burung Decorative; (f) gunung rinjani decorative (2) The composition of Sri Menanti's woven decoration in Kembang Kerang Daya Village, Aikmel sub-district, East Lombok regency includes: (a) Principles of Sri Menanti's woven ornament composition in the form of repetition, harmony, unity and balance in the Kembang Kerang Daya Village Aikmel Sub-district, East Lombok Regency. keyword : Keywords: Woven fabric, Decorative Variety, Sri Menanti.