cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 3 (2016)" : 10 Documents clear
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENERAPKAN SAPTA PESONA DI KAWASAN BAHARI TANJUNG BENOA Putu Ellis Octaviyani .; Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v6i3.8712

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat yang digolongkan ke dalam tiga kelompok masyarakat, yaitu (1) organisasi kemasyarakatan, (2) pelaku usaha wisata dan (3) perangkat desa dalam menerapkan sapta pesona di Kawasan Bahari Tanjung Benoa. Teknik penentuan responden menggunakan (1) Quota Sampling (2) Accidental Sampling dan (3) Purposive Sampling. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode (1) Angket (2) Wawancara. Sedangkan intrumen yang digunakan dalam pengumpulan data berupa daftar pertanyaan/pernyataan atau angket langsung tertutup dengan menggunakan skala likert yang diolah menggunakan metode kuantitatif melalui analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Partisipasi organisasi kemasyarakatan dalam menerapkan sapta pesona 85% dengan kategori baik, (2) Partisipasi pelaku usaha wisata dalam menerapkan sapta pesona 88% dengan kategori baik, dan (3) Partisipasi perangkat desa dalam menerapkan sapta pesona 86% yang tegolong ke dalam kategori baik. Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat, Sapta Pesona, Tanjung Benoa Abstract This study aimed at describing the participation of the society which are classified into three community groups, namely (1) community organization, (2) tourism businessman, and (3) the village officials who implement sapta pesona in Maritime Area of Tanjung Benoa. The techniques used to determine the respondents were by using (1) Quota Sampling, (2) Accidental Sampling, and (3) Purposive Sampling. In this study, the collection data technique was done through (1) Questionnaire and (2) Interview method. Whereas, the instrument used in collecting data was question list/statement or direct-closed questionnaire by using likert type scale which was processed by using quantitative method through descriptive statistics in percentages. The result of the study showed that (1) The participation of community organization in implementing sapta pesona was 85% with a good category, (2) The participation of tourism businessman in implementing sapta pesona was 88%, with a good category, and (3) The participation of village officials in implementing sapta pesona was 86% which were categorize as good. keyword : Society Participation, Sapta Pesona, Tanjung Benoa
STUDI EKSPERIMEN PENGOLAHAN TEPUNG BUAH GAYAM MENJADI MUFFIN Sri Wahyudiani .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v6i3.8935

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas muffin tepung buah gayam dengan bahan utama tepung buah gayam dilihat dari aspek warna, aspek rasa dan aspek tekstur. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar uji mutu hedonik dengan 3 tingkatan yaitu: baik, cukup, dan kurang. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 25 orang panelis diantaranya, 4 orang dosen jurusan PKK (Tata Boga) UNDIKSHA, 12 orang guru SMK N 2 Singaraja, 4 orang guru SMK Triatmajaya, 5 orang guru SMK N 1 Seririt. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan kualitas muffin tepung buah gayam dengan menggunakan bahan utama tepung buah gayam dilihat dari aspek warna berada dalam katagori baik (3,00) sesuai dengan tolak ukur yaitu coklat muda, kualitas muffin tepung buah gayam dilihat dari aspek rasa berada dalam katagori baik (2,92) sesuai dengan tolak ukur yaitu manis dan terasa khas gayam, kualitas muffin tepung buah gayam dilihat dari aspek tekstur berada dalam kategori baik (2,76) sesuai dengan tolak ukur yaitu beremah. Kata Kunci : Kualitas, Muffin, Tepung Buah Gayam. This study aims to determine the quality of the gayam flour fruit muffin the main ingredients flour gayam fruit viewed from the color, taste and texture aspects. Data collection methods used in this research is the method of observation. The instrument used in this study is the form of sheet quality test hedonic with three levels, namely good, sufficient and less. Panellists in this study is a panelist trained composed and 25 panelists, they are 4 lecturer in PKK (Catering) UNDIKSHA, 12 teachers in SMK N 2 Singaraja, 4 teachers in SMK Triatmajaya, 5 teachers in SMK N 1 Seririt. Data were analyzed using descriptive techniques of quantitative. Research shows the quality gayam flour fruit muffin the using main ingredients flour fruit gayam seen from the aspect of color are in the category of good (3,00) according to the measures brown, quality gayam flour fruit muffin from the aspect of being in the category of good taste (2.92) according to the indicator of sweet and tasted typical gayam, the quality of the fruit muffin gayam be seen from the aspect of texture in both categories (2.76) in according to the measures beremah. keyword : Quality, Muffin, Gayam Flour Fruit.
Penerapan Problem Based Learning Pada Pembelajaran Rias Wajah Sehari-Hari di SMK Negeri 2 Singaraja Putu Ayu Laksmidevi .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani,M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v6i3.8936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) meningkatkan hasil belajar, 2) meningkatkan aktivitas belajar siswa, 3) mengetahui respon siswa pada pembelajaran rias wajah sehari-hari melalui penerapan model pembelajaran problem based learning. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Tata Kecantikan Kulit 2 SMK Negeri 2 Singaraja yang berjumlah 38 siswa. Variabel penelitian ini adalah hasil belajar, aktivitas belajar siswa, dan respon siswa. Teknik pengumpulann data yang digunakan berupa tes untuk hasil belajar ranah kognitif, lembar observasi untuk hasil belajar ranah afektif, psikomotor, dan aktivitas belajar siswa, serta angket untuk respon siswa. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) ketuntasan klasikal untuk hasil belajar ketiga ranah (kognitif, afektif dan psikomotor) pada siklus I sebesar 75,44% menjadi sebesar 92,10% pada siklus II. Peningkatan yang terjadi pada siklus I dan II pada hasil belajar ketiga ranah sebesar 16,66%. 2) Aktivitas belajar siswa ditunjukan dengan rata-rata kelas sebesar 53,29 pada siklus I menjadi sebesar 83,39 pada siklus II. Peningkatan yang terjadi pada siklus I dan II pada aktivitas belajar siswa sebesar 30,10. 3) Respon siswa pada penerapan model pembelajaran problem based learning ditunjukkan dengan rata-rata kelas sebesar 91,96. Kata Kunci : Aktivitas, Hasil Belajar, Problem Based Learning (PBL), Respon This present studyaims at; 1) improving the students’ achievement, 2) enhancing the students’ activeness, 3) observing the students’ response on daily makeup subject through the implementation of problem based learning. There are 38 students from tenth graders of skin care class taken as the subjects of this study. The variable of this study are learning achievement, students’ activeness, and students’ response. A test is utilised to gain the data from cognitive aspect, observation sheet for affective and psychomotor aspects, as well as students’ activeness. Meanwhile, a questionnaire is used to observe the students response. Further, this present study uses a classroom action research design. The result shows that the learning achievement classical improves from 75.44% during cycle I to 92.10% in cycle II. As for the students’ activeness, the average score moves 53.29 in cycle I to 83.39 in cycle II. In other words, it improves 30.10 points. The students’ response toward problem based learning is shown with 91.96 in class average score.keyword : Activeness, Learning Achievement, Problem Based Learning (PBL), Response
Pengetahuaan dan Keterampilan Penata Sanggul Modern Pola Top Style Pada Salon Kecantikan di Kota Denpasar Selatan Putu Gitta Fortuna .; I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani,M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v6i3.8962

Abstract

Penelitiaan ini bertujuaan untuk mengetahui (1) pengetahuaan penata sanggul modern pola top style di salon kecantikan Denpasar Selatan.(2) Keterampilan penata sanggul modern pola top style pada salon kecantikan di Kota Denpasar Selatan. Penelitiaan ini menggunakan rancangan penelitiaan deskriptif kuantitatif. Objek penelitian yang digunakan adalah pengetahuaan dan keterampilan penata sanggul modern pola top style. Sempel penelitiaan berjumlah 20 responden, metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode observasi dan angket (kuesioner). Analisis data dalam penelitiaan ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil pengetahuaan menunjukan bahwa tingkat pengetahuaan penata sanggul moderen pola top style menunjukan katagori baik skor (80%) berjumlah 16 orang penata rambut, dan yang menunjukan katagori cukup skor (20%) yaitu berjumlah 4 orang penata rambut. Sedangkan tingkat keterampilan yang dimiliki penata rambut dari beberapa salon menunjukan kategori baik (30%) berjumlah 6 orang penata rambut, dan yang menunjukan kategori cukup skor (70%) berjumlah 14 orang penata rambut. Kata Kunci : Pengetahuaan, Keterampilan, Sanggul Modern, Pola Top Style This research purpose to know (1) knowledge of modern hair bun dresser top style pattern in beauty salon at south Denpasar.(2) Skill of modernt hair bun dresses top style pattern in beauty salon at south Denpasar city. This research use research derscriptive quantitative program. The variable of this research is knowledge and skill modern hair bun dresser top style pattern.The sampel of research is about 20 respondents, methed descriptive quantitative analysis. The resuilt of knowledge show that knowledge level of modern hair bun dresser top style pattera in good categrory that is (80%) the hair bun dressers are about 16 people hair bun dressers, and there is sufficient category (20%) there are about 4 people hair bun dressers. Whereas the level skill of hair bun dresser from some of beauty salon show that they are in good category (30%) there are 6 people of hair bun dresser, and there are (70%) 14 people of hair bun dressers that show in sufficient categrory. keyword : Knowledge, Skill, Modern hair bun, Top Style pattern.
TATA RIAS WAJAH SEHARI-HARI MAHASISWI FAKULTAS TEKNIK DAN KEJURUAN DALAM KEGIATAN PERKULIAHAN Kurnia Dwi Prayani .; I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v6i3.8963

Abstract

Abstrak Penelitiaan ini bertujuaan untuk mengetahui (1) pengetahuan tata rias wajah sehari-hari mahasiswi Fakultas Teknik dan Kejuruan dalam kegiatan perkuliahan dan (2) Keterampilan tata rias wajah sehari-hari mahasiswi Fakultas Teknik dan Kejuruan dalam kegiatan perkuliahan. Variabel penelitian ini adalah tata rias wajah sehari-hari mahasiswi Fakultas Teknik dan Kejuruan dalam kegiatan perkuliahan. Sempel penelitiaan berjumlah 48 responden dengan teknik sampel Accidental Sampling dengan proporsi sampel 25%. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket (kuesioner) dan metode observasi. Analisis data dalam penelitiaan ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) pengetahuan tata rias wajah sehari-hari mahasiswi Fakultas Teknik dan Kejuruan dalam kegiatan perkuliahan pada kategori baik berjumlah 36 responden (75%), pada kategori cukup berjumlah 12 responden (25%) dan pada kategori kurang berjumlah 0 responden (0%) dengan perolehan skor tertinggi responden 59 dari skor maksimal 60 dan skor terendah responden 43 dari skor minimal 20. Pengetahuan tata rias wajah sehari-hari mahasiswi Fakultas Teknik dan Kejuruan dalam kegiatan perkuliahan termasuk dalam kategori baik. Sedangkan (2) keterampilan tata rias wajah sehari-hari mahasiswi Fakultas Teknik dan Kejuruan dalam kegiatan perkuliahan pada kategori baik berjumlah 4 responden (13,20%), pada kategori cukup berjumlah 15 responden (38,29%), dan pada kategori kurang berjumlah 29 responden (48,51%) dengan perolehan skor tertinggi responden 33 dari skor maksimal 36 dan skor terendah yang responden 13 dari skor minimal 12. Keterampilan tata rias wajah sehari-hari mahasiswi Fakultas Teknik dan Kejuruan dalam kegiatan perkuliahan termasuk dalam kategori kurang.Kata Kunci : pengetahuaan, keterampilan, rias sehari-hari This research was aimed to know (1) the knowledge of students’ daily make up in faculty of engineering and vocational during learning and (2) students’ skill in daily make up in faculty of engineering and vocational. Variable of this research was students’ daily make up during learning. The sample of this research were 48 participants and sampling technique used in this research was Accidental Sampling with sampling balance 25%. Questionnaire method was used as a research method and observation method used was descriptive quantitative analysis. The result of this research showed that (1) students’ knowledge in daily make up at faculty of engineering and vocational was 36 (75%) and it was categorized as a good knowledge; for common knowledge the result was 12 (25%), and for poor knowledge the result was 0 (0%) based on the highest responds 59 from highest score 60 and the lowest responds 43 from the lowest score 20. Based on the result, students’ knowledge in daily make up at faculty of engineering and vocational was categorized as a good knowledge. Whereas, (2) the result of students’ skill in daily make up for good skill got 4 responds (13,20%), common skill got 15 responds (38,29%), and for poor skill got 29 responds (48,51%) with the result of highest responds 33 from highest score 36 and lowest responds 13 from the lowest score 12. it can be concluded that students’ skill in daily make up at faculty of engineering and vocational categorized as poor skill.keyword : knowledge, skill, daily make up
Profil Rumah Adat Bali Mula Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng Gede Witarsa .; Dra. Risa Panti Ariani, M.Si. .; Luh Masdarini, S.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v6i3.8964

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan mendekripsikan (1) komponen rumah adat Bali Mula Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, (2) bentuk rumah adat Bali Mula Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, (3) tata letak rumah adat Bali Mula Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng dan (4) makna rumah adat Bali Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Pengumpulan dalam penelitian ini menggunakan metode obsevasi dan wawancara. Sumber informan dari penelitian ini adalah Kelian Adat Desa Julah, Kepala Desa dan staf adat Desa Julah. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Komponen pada rumah adat Bali Mula yaitu Angkul-angkul, Sanggah Misi, Kemulan, Bale Jait/Bale Jajar, Bale meten, Bale Saka Enem, Dapur/Paon (2) Bentuk rumah adat Bali Mula Desa Julah memiliki bagian kaki atau dasar bangunan berupa bebaturan, bagian badan atau tengah berupa saka, tembok dan bagian utama/kepala berupa atap bangunan (3) Tata letak rumah adat Bali Mula Desa Julah menggunakan konsep nyegara gunung dan tidak menggunakan konsep asta kosala kosali seperti rumah adat Bali secara umum (4) Makna rumah adat Bali Mula adalah rumah hanya menjadi tempat untuk beristirahat di malam hari, sehingga penghuni rumah merasa tidak nyaman berada di dalam rumah pada siang hari, sehingga penghuni rumah tidak bermalas-malasan didalam rumah dan lebih memilih untuk pergi berkebun karena Desa Julah merupakan daerah agraris, dan dapur pada rumah adat Bali Mula Desa Julah memiliki makna sebagai rumah pertama bagi pasangan suami istri yang baru menikah.Kata Kunci : Bali Mula, profil rumah adat, rumah adat Julah Research descriptive aims decrypt (1) components traditional house Bali Mula of Julah village, Tejakula sub-district, Buleleng district , (2) the form of traditional house Bali Mula of Julah village, Tejakula sub-district, Buleleng district, (3) the layout traditional house Bali Mula of Julah village, Tejakula sub-district, Buleleng district and (4) meaning traditional house Bali Mula of Julah village, Tejakula sub-district, Buleleng district. Data collection method used in research is the method obsevasi and methods interview. Source informants from the study is the kelian adat Julah village, the the village chief and staff customary Julah village. Data analyzed by using a technique descriptive qualitative. The result of this research are (1) components of traditional house Bali Mula is Angkul-angkul, Sanggah Misi, Kemulan, Bale Jait/Bale Jajar, Bale meten, Bale Saka Enem, Dapur/Paon (2) the form of traditional house Bali Mula of Julah village different from the form of traditional house Bali in general (3) the layout traditional house Bali Mula of Julah village using the concept Nyegara Gunung nor using the concept Asta Kosala Kosali as traditional house Bali in general (4) meaning of traditional house Bali Mula of Julah village of is a become places just for rest at night , so that the inhabitants of the house feel uncomfortable be in the house during the day , that the occupants the house do not idleness in the house and prefer to go gardening because Julah Village is the agrarian region, and the kitchen in traditional house Bali Mula of Julah village having a meaning as the first house for a couple husband and wife newly married.keyword : Bali Mula, profile traditional house, Julah traditional house
PEMANFAATAN PERCA ENDEK MENJADI PRODUK TABLE MAT Dwi Sekrita Rizki .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v6i3.8965

Abstract

Penelitian jenis eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perca endek menjadi produk table mat dilihat dari aspek unsur dan prinsip desain. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi. Instrumen yang digunakan lembar penilaian berdasarkan tolak ukur dan dikonversi dengan pedoman skala 3 yang diujikan kepada 16 panelis terlatih. Panelis terlatih terdiri dari 2 Dosen PKK Tata Busana, 3 dosen Seni Rupa, 4 Guru Tata Busana SMK Negeri 2 Singaraja, 2 Guru Tata Busana SMK Negeri 1 Seririt, 5 Guru Tata Busana SMK Negeri 1 Sukasada. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Kualitas keselarasan produk table mat berada dalam kategori baik (2, 81), (2) Kualitas keseimbangan produk table mat berada dalam kategori baik (2,93), (3) Kualitas irama produk table mat berada dalam kategori baik (2,93), (4) Kualitas pusat perhatian produk table mat berada dalam kategori baik (2,69), (5) Kualitas keseluruhan produk table mat berada dalam kategori baik (2,93). Kata Kunci : Kata kunci: kualitas, perca endek , table mat. This experiment is to determine the type of quality quilted table mat product endek be seen from the aspect of design elements and principles. Data collecti on menthods used menthod of observation. The instrument used by the benchmark assessment from and converted to 3 scale guidelines are tested to 16 panelists. Panelists consisted of two lecturers PKK dressmaking, 3 Arts lecturer, 4 Master dressmaking SMK Negeri 2 Singaraja, 2 Master dressmaking SMK Negeri 1 Seririt, 5 Master dressmaking SMK Negeri 1 Sukasada. Then the analyzed using quantitative descriptive techniques. The results of this study were (1) the quality of the product alignment table mat be in either category (2,81), (2) the quality of the product table mat balance is in both categories (2,93), (3) The quality of the product cadence table mat are in both categories (2,93), (4) Quality limelight table mat products are in good category (2,69), (5) the overall quality of the product table mat be in good category (2,93). keyword : Keywords: quality, rag endek, table mat.
EKSISTENSI HIDANGAN BALI SEBAGAI MENU UNGGULAN DI INDUSTRI PERHOTELAN KAWASAN GEROKGAK, BULELENG, BALI Kadek Sulistri .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd .; Dra. Damiati, M.Kes .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v6i3.8976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan eksistensi hidangan pokok sebagai menu unggulan dilihat dari jenis hidangan, alat pengolahan, teknik pengolahan, bahan yang digunakan, teknik penyajian dan alat penyajian yang ada di industri perhotelan kawasan Gerokgak, Buleleng, Bali, (2) eksistensi hidangan sampingan sebagai menu unggulan dilihat dari jenis hidangan, alat pengolahan, teknik pengolahan, bahan yang digunakan, teknik penyajian dan alat penyajian yang ada di industri perhotelan kawasan Gerokgak, Buleleng, Bali, (3) upaya peningkatan eksistensi hidangan Bali sebagai menu unggulan di industri perhotelan kawasan Gerokgak, Buleleng, Bali. Jenis penelitian ini yaitu survei dan berlokasi di kawasan Gerokgak. Teknik pemilihan informan yaitu Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dengan metode observasi dan wawancara, instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi dan panduan wawancara. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hidangan Bali disajikan sebagai menu unggulan di industri perhotelan kawasan Gerokgak, Buleleng, Bali yaitu (1) hidangan pokok meliputi nasi raja layang (nasi campur), nasi kampung pejarakan, Balinise riztjafles,nasi goreng Bali, jukut be pasih, sate ayam, urab, serombotan, jejeruk, sate lilit, babi guling, sambel tomat, sambel matah, sambel ulek (2) hidangan sampingan meliputi klepon, jajanan Bali, dadar gulung (3) upaya peningkatan eksistensi hidangan Bali sebagai menu unggulan meliputi cooking class, hidangan Bali pada acara buffet. Bumbu dalam hidangan Bali identik sepek dan pedas sedangkan di industri perhotelan bumbu dikurangi menyesuaikan lidah wisatawan, alat dan teknik pengolahan hidangan Bali di industri perhotelan sudah modern, teknik penyajiannya masih identik dengan tradisional Bali dan menggunakan kombinasi tradisional dengan modern sesuai kreasi masing-masing hotel.Kata Kunci : Eksistensi, Hidangan Bali, Kawasan Gerokgak The aim of this research were (1) describe the existence of main dishes as the best menu seen from the kind of dishes, processing techniquest menu seen from the kind of dishes, the processing techniques, the materials used, and presentation tools in the hospitality industry Gerokgak region, Buleleng, Bali. (2) the existence of side dishes as the best menu seen from the kind of dishes the processing techniques, the materials used, presentation tools in the hospitality industry Gerokgak region, Buleleng, Bali. (3) the effort in increasing the existence of Bali dishes as the best menu the hospitality industry Gerokgak region, Buleleng, Bali. The kind of this research is survey and located in Gerokgak region. The election of informant techniques was purposive sampling. Data collecting techniques was observation methods and interview, observation sheet and interview guide was used as research instrument. Data analysis used descriptive qualitative techniques. The result this research showing that the Balinese foods are serving as the main menu in tourism industry at Gerokgak, Buleleng, Bali such as (1) main dish nasi raja layang (nasi campur), nasi kampung pejarakan, Balinise riztjafles,nasi goreng Bali, jukut be pasih, sate ayam, urab, serombotan, jejeruk, sate lilit, babi guling, sambel tomat, sambel matah, sambel ule, 2) dissert klepon, jajanan Bali, dadar gulung (3) the effort in increasing the existence of Bali dishes as the best menu in cooking class, using Balinese food dish in buffet. The flavor in Balinese spicy while toursm in the hospitality industry, processing techniques Balinese dishes in the industry is already modern, with traditional Balinese and use a combination of the modern in accordance creations of each hotel.keyword : existence, Balinese dishes, Gerokgak region
PENERAPAN GUIDED INQUIRY PADA MATA PELAJARAN RIAS WAJAH KHUSUS DAN KREATIF SMKN 2 SINGARAJA Dewa Ayu Dwitya p .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani,M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v6i3.8988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) meningkatkan hasil belajar, 2) meningkatkan aktivitas siswa, 3) mengetahui respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran guided inquiry pada mata pelajaran rias wajah khusus dan kreatif kelas XI tata kecantikan kulit SMK Negeri 2 Singaraja. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI Tata Kecantikan Kulit SMK Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 40 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes untuk hasil belajar ranah kognitif, lembar observasi untuk hasil belajar ranah afektif, psikomotor dan aktivitas belajar siswa, serta angket untuk respon siswa. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) ketuntasan klasikal untuk hasil belajar ketiga ranah (kognitif, afektif dan psikomotor) mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 28,3%. Ketuntasan klasikal pada tiap ranah terjadi peningkatan yaitu hasil belajar ranah kognitif dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan sebesar 30%, pada hasil belajar ranah afektif dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan sebesar 27,5%, pada hasil belajar ranah psikomotor dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan sebesar 27,5%. 2) aktivitas belajar siswa pada siklus I ke siklus II terjadi peningkatan sebesar 15,32%. 3) respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran guided inquiry dalam kategori sangat positif dengan rata-rata kelas sebesar 85,73. Kata Kunci : Aktivitas, Hasil Belajar, Guided Inquiry, Respon The aims of this research are to 1) improve learning outcomes, 2) inproving student activities, 3) knowing the student responses to guided inquiry learning model on the subjects of special and creattive make up grade XI skin care procedures in SMK Negeri 2 Singaraja. The subject of this research were students grade XI skin care procedures in SMK Negeri 2 Singarajain the academic year 2015/2016 which is up to 40 students. The data collection techiques used were a rest for cognitive learning outcomes, observation sheet for effective learning outcomes, psychomotor, and learning activities of student as well as a questionnaire for students respons. The research was classroom action research. The research has showh that 1) the classical completenessfor all three aspect of learning outcomes (cognitive, affective, and psychomotor) has increased from cycle I to cycle II of 28,33%. Classical completeness in every aspect, namely an increase in cognitive learning outcomes of the cycle I to cycle II increased by 30%, the affective learning result from cycle I to cycle II has increased by 27,5%, the result of learning psychomotor from cycle I to cycle II has increased by 27,5%. 2)student learning activities from cycle I to cycle II has increased by 15,32%. 3) students’ response to the application of guided inquiry learning model in the category of very positive with an average grade 85,73. keyword : Activity, Learning Outcomes, Guided Inquiry, Response
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI BERBANTUAN VIDEO HASIL BELAJAR PENATAAN SANGGUL PUSUNG TAGEL DI SMK NEGERI 2 SINGARAJA Yuli Harniati .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani,M.Pd .; I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v6i3.8989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan hasil belajar, (2) meningkatkan aktivitas siswa (3) mengetahui respon siswa terhadap penerapan metode demonstrasi berbantuan media video. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Tata Kecantikan Rambut SMK Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016, sebanyak 18 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, lembar observasi, dan angket. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data afektif adalah lembar observasi, data psikomotor dikumpulkan menggunakan lembar observasi unjuk kerja sedangkan data kognitif dikumpulkan menggunakan tes. Data aktivitas dekumpulkan menggunakan lembar observasi dan data respon dikumpulkan menggunakan angket. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) ketuntasan klasikal pada hasil belajar siklus I 70,37% berada pada kategori sedang. Pada siklus II terjadi peningkatan ketuntasan klasikal hasil belajar 92,59% berada pada kategori sangat tinggi. (2) aktivitas belajar siswa pada siklus I 76,04 dengan kategori cukup aktif. Terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus II 85,07 dengan kategori aktif. (3) Respon siswa berada pada kategori sangat positif dengan rata-rata respon siswa mencapai 85,63. Kata Kunci : Aktivitas, Hasil Belajar, Media Video, Metode Demonstrasi, Respon. This study aims to (1) improve learning outcomes, (2) increase the activity of students (3) determine students' response to the application of media-aided method demonstration video. The subjects were students of class XI Hairstyling SMK Negeri 2 Singaraja in the academic year 2015/2016, a total of 18 students. Data collection technique used tests, observation sheets and questionnaires. The instrument used to collect data is the observation sheet affective, psychomotor data is collected using observation sheet performance while the cognitive data were collected using the test. Dekumpulkan activity data using observation sheets and response data were collected using a questionnaire. Data were analyzed using descriptive quantitative analysis techniques. These results indicate that (1) classical completeness on the results of the first cycle of learning 70.37% in the medium category. In the second cycle increased classical completeness 92.59% of learning outcomes that are in very high category. (2) the activity of students in the first cycle of 76.04 with active enough category. An increase in activity of students in the second cycle 85.07 with the active category. (3) The response of the students were in the category of very positive with an average response of students reaching 85.63. keyword : Activities, Results Learning, Media Video, Methods Demonstration, Response.

Page 1 of 1 | Total Record : 10