cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 112 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2017)" : 112 Documents clear
TATA RIAS PENGANTIN SUKU SASAK PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Khaeriyah Ramdani .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd. .; Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : 1) pakem tata rias pengantin Suku Sasak dilihat dari tata rias wajah, rambut, busana, dan pelengkapnya, 2) makna dan fungsi tata rias pengantin Suku Sasak dilihat dari tata rias wajah, rambut, busana, dan pelengkapnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara, instrumen sumber data menggunakan lembar observasi dan pedoman wawancara.Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian yaitu: 1) pakem tata rias wajah seperti pembuatan Semi di daerah dahi, memakai bedak warna kekuning-kuningan, memakai eyelinear (celak mata) sedangkan pakem tata rias pengantin pria hanya memakai bedak yang tipis agar wajah pengantin tidak kelihatan pucat, pakem rambut pengantin wanita yaitu memakai sanggul kedebong malang dan kepang siak, pengantin pria memakai sapuk, busana pengantin wanita yaitu kebaya bludru model kartini sedangkan pengantin pria memakai baju pegon dan leang, aksesoris pengantin wanita memakai gelang plintiran, kalong panjang dan pendek sedangkan aksesoris pengantin pria memakai keris 2) tata rias pengantin Suku Sasak terdiri dari tata rias wajah yaitu pembuatan Semi memiliki fungsi untuk memperindah dahi dan memiliki makna telah siap untuk berumah tangga, tata rias rambut pengantin wanita yaitu pembuatan kepang siak yang berfungsi untuk keindahan rambut dan bermakna sebagai pertanda seorang wanita, busana pengantin pria yaitu memakai pegon memiliki makna kesopanan dan berfungsi untuk menutupi badan pengantin pria serta aksesoris yang digunakan pengantin wanita adalah gelang plintiran yang berfungsi sebagai hiasan dan bermakna mempersatukan kedua pengantin.Kata Kunci : fungsi dan makna, pakem tata rias pengantin. This study aims to describe: 1) Sasak bridal make-up groom is seen from the make-up, hair, clothing, and accessories. 2) meaning and function of bridal make-up Sasak tribe seen from make-up, hair, clothing, and accessories. This research is a descriptive research. Data collection was done by observation and interview method, instrument data sources using observation sheets and interview guides. Data analysis technique used is descriptive analysis technique. The results of research:1) grip makeup like the manufacture of semi in the forehead area, wear yellowish powder, wear eyeliner while grooming groom make-up only use a thin powder so that the bride's face does not look pale, grip the bride's hair that is wearing the bun of malang kedebong and siak kepang. groom wearing a sapuk, fashion bride that is kebaya velvet Kartini model while the groom wearing pegon and leang clothes, bridal accessories wear plintiran bracelets, long and short kalong while the groom accessories wear keris.2) Sasak bridal makeup consists of make-up that is making semi has a function to beautify the forehead and has the meaning of being ready to marry, bridal hair make-up is making siak kepang that work for the beauty of hair and meaningful as a sign of a woman, the groom dress that wearing pegon has the meaning of decency and serves to cover the groom's body as well as accessories used by the bride is a plintiran bracelet that serves as a decoration and meaningful to unite both bride. keyword : function and meaning, grip of bridal make-up.
PERKEMBANGAN BUSANA ADAT SASAK (LAMBUNG) DI LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT Asti Noviana .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd. .; Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12613

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perkembangan busana adat sasak (lambung) ditinjau dari segi model, warna, bahan, dan assosories; (2) faktor-faktor penyebab perkembangan busana adat sasak (lambung di Lombok Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan sumber informan dalam penelitian ini ialah Kepala Desa Sukarara, Ketua adat Sukarara, pengrajin busana adat sasak (lambung), salon Nirmala. Objek penelitian adalah perkembangan busana adat sasak (lambung) dari segi model, warna, bahan, assosories dan faktor- faktor yang mempengaruhi perkembangan busana adat sasak (lambung) di Lombok Nusa Tenggra Barat. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan metode wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif yang menjelaskan dan mengungkapkan sesungguhnya hasil penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) perkembangan busana adat sasak (lambung) segi model yaitu; (a) model lambung penjeruk kotak-kotak; (b) model lambung sade; (c) model lambung penjerukt;.perkembangan segi warna alami berkembang menjadi pewarnaan sintetis, perkembangan segi bahan yaitu: (a) bahan katun; (b) bahan satin; (c) bahan songket; perkembangan segi asssosories yaitu; (a) sanggul; (b) onggar-onggar; (c) mawar; (d) sengkang (anting-anting) gigi due olas; (e)kancing rupiah emas; (f) tiken naeng (gelang kaki); (g) tiken ime (gelang tangan); (2) faktor- faktor yang mempengaruhi perkembangan busana adat sasak (lambung) yaitu; (a) faktor ilmu pengetahuan dan teknologi; (b) faktor sosial ekonomi. Kata Kunci : Kata Kunci: Busana adat, Faktor-faktor perkembangan, Perkembangan busana adat ABSTRACT This research aims to describe: (1) the development of custom clothing sasak (hull) in terms of models, colors, materials, and assosories; (2) factors causing the development of traditional sasak fashion (stomach in Lombok West Nusa Tenggara) This research is descriptive research with source of informant in this research is Village Head, Adat chairman, craftsman (hull), salon Nirmala. models, colors, materials, assosories and factors influencing the development of traditional sasak (hull) fashion in Lombok Nusa Tenggra Barat Method of data collection using observation method and interview method The research instrument uses observation sheet and interview sheet The data analysis method using analysis Descriptive explanation of the results of the research indicates that (1) the development of traditional sasak (hull) dresses in terms of models are: (a) the hull-plated model of the hull, (b) the gastric model of sade; (c) model of hatch anther; development of natural color aspect developed into synthetic coloration, development of material facet that is: (a) cotton material; (b) satin material; (c) songket material; developments in terms of asssosories ie; (a) a bun; (b) onggar-onggar; (c) roses; (d) toothbrush (earrings) of due diligence teeth; (e) gold dollar buttons; (f) naeng (leg bracelets); (g) tiken ime (armband); (2) the factors that influence the development of traditional dress sasak (stomach) namely; (a) scientific and technological factors; (b) socioeconomic factors.keyword : Keywords: Custom Clothing, custom clothing development, developmental factors.
Penerapan motif hias pada kain jadi dengan menggunakan kombinasi teknik painting dan bordir Ririn Pebrianti .; Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .; Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13095

Abstract

Penelitian jenis eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan motif hias pada kain jadi dengan menggunakan kombinasi teknik painting dan bordir dilihat dari prinsip-prinsip dan unsur-unsur desain berdasarkan 7 aspek kualitas yaitu bentuk, warna, tekstur, keselarasan, irama, pusat perhatian dan unity (keseluruhan). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi (lembar uji panelis) berdasarkan tolak ukur kualitas dan dikonversi dengan menggunakan skala 3 (baik, cukup, tidak baik) dan diujikan secara organoleptik kepada 19 orang panelis terlatih. Data uji kualitas dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa kualitas penerapan motif hias pada kain jadi dengan menggunakan kombinasi teknik painting dan bordir berdasarkan 7 aspek kualitas yaitu (1) bentuk yang memperoleh skor 2,72 dalam kategori baik, (2) warna memperoleh skor 2,80 dalam kategori baik, (3) tekstur memperoleh skor 2,77 dalam kategori baik, (4) keselarasan memperoleh skor 2,77 dalam kategori baik, (5) irama memperoleh skor 2,80 dalam kategori baik, (6) pusat perhatian memperoleh skor 2,85 dalam kategori baik, (7) unity (keseluruhan) memperoleh skor 2,80 dalam kategori baik.Kata Kunci : bordir, kualitas, motif hias, painting, penerapan. This experimental type research aims to find out the results of the application of decorative motif on the finished fabric by using a combination of painting and embroidery techniques seen from the principles and design elements based on 7 aspects of quality, namely shape, color, texture, harmony, rhythm, attention and unity (whole). Data collection methods used in this research is the method of observation. The instrument used in this research is the observation sheet (panelist test sheet) based on the quality benchmark and converted by using scale 3 (good, enough, not good) and organoleptically tested to 19 trained panelists. Quality test data were analyzed by using quantitative descriptive technique. The result of this research shows that the quality of application of decorative motif on finished fabric by using combination of painting and embroidery technique based on 7 aspects of quality that is (1) the form that got score 2,72 in good category, (2) color got score 2,80 in good category , (3) the texture obtained a score of 2.77 in either category, (4) the alignment obtained a score of 2.77 in either category, (5) the rhythm obtained a score of 2.80 in either category, (6) the center of attention earned a score of 2.85 in either category, (7) unity (whole) earned a score of 2.80 in either category.keyword : embroidery, quality, decorative motif, painting, application.
PERKEMBANGAN KULINER BALI SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI DENPASAR BARAT Gilang Ramadan .; Dra. Damiati, M.Kes .; Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan kuliner Bali dilihat dari jenis hidangan, pengolahan dan penyajian yang dijual sebagai Daya Tarik Wisata Di Denpasar Barat Penelitian ini adalah penelitian deskritif kualitatif. Teknik pemilihan informan yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan metode observasi dan wawancara, instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi dan panduan wawancara. Analisis data yang digunakan terdiri dari tiga tahapan yaitu: reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan kuliner Bali yang berada di Denpasar Barat dapat dilihat dari jenis hidangan, pengolahan dan penyajian. Jenis hidangan disesuaikan dengan susunan menu modern yang banyak digunakan restoran terdiri dari appetaizer, soup, main course, dan dessert. Pengolahan hidangan Bali juga sudah mendapat pengaruh modern dengan penggunaan alat dan teknik yang modern sesuai dengan perkembangan zaman dan tidak meninggalkan ciri khas dari hidangan Bali itu sendiri. Penyajian hidangan Bali juga sudah berkembang dengan mengunakan alat dan teknik penyajian secara modern, alat saji yang digunakan berupa china ware dan glass ware serta tidak meninggalkan sisi tradisionalnya atau bisa dikatakan mengkombinasikan gaya tradisional dengan gaya modern.Kata Kunci : Perkembangan, Kuliner Bali, Jenis Hidangan, Pengolahan dan Penyajian This study aims to describe the development of culinary Balinese viewed from the type of dish, processing and presentation that is sold as Tourist Attraction In West Denpasar This research is descriptive qualitative research. The technique of selecting the informant is purposive sampling. Technique of data collecting by observation and interview method, research instrument used is observation sheet and interview guide. Data analysis used consisted of three stages namely: data reduction, data presentation, and draw conclusion. The results of this study indicate that the development of Bali Culinary located in West Denpasar can be seen from the type of dish, processing and presentation. Types of dishes tailored to the modern menu arrangement that many restaurants use consist of appetizers, soup, main course, and dessert. The processing of Balinese dishes has also gained a modern influence with the use of modern tools and techniques in keeping with the times and leaves no characteristic of the Balinese dish itself. The presentation of Balinese dishes has also been developed by using modern presentation tools and techniques, the chinese tools used in the form of china ware and glass ware and do not leave the traditional side or can be said to combine traditional style with modern style.keyword : Development, Culinary Bali, Type of Cuisine, Processing and Presentation
PENGEMBANGAN PAKET WISATA ALAM DI DESA LEMUKIH KECAMATAN SAWAN KABUPATEN BULELENG Nyoman Sudiksa .; Dra. Risa Panti Ariani, M.Si. .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi objek wisata alam di Desa Lemukih dan melakukan suatu pengembangan paket wisata alam di Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tiga metode yaitu metode wawancara, observasi dan diskusi, untuk pengambilan sampel menggunakan “Snowball Sampling” karena dalam metode ini responden atau informan tidak di tentukan sebelumnya, selain informan kunci. Informan kunci dalam penelitian ini yaitu Kepala Desa dan Ketua POKDARWIS. Banyaknya responden atau informan pada kelengkapan informasi penelitian ini adalah tujuh orang informan. Hasil penelitian ini yaitu (1) Potensi Objek Wisata alam di Desa Lemukih memiliki 6 air terjun, selain itu Desa Lemukih juga mempunyai Air Prosotan (Water Slide), pemandangan sawah (Rice Field) dan Sumber Air Panas yang sangat di sakralkan sehingga masyarakat setempat tidak ingin mempublikasikan kemasyarakat lainnya. (2) Pengembangan paket wisata alam yang telah dibuat peneliti dalam penelitian ini dua paket wisata alam yang terdiri dari package trakking I dan package trakking II. Aktifitas dari package trakking I yaitu pertama wisatawan belajar menari dan megambelan bali, kedua belajar memasak masakan bali (Baliness Food Cooking Class), ketiga menanam padi, keempat mengunjungi pemandangan sawah (Rice Field), kelima memandikan sapi dan, yang keenam bermain air prosotan (Water Slide). Aktifitas dari package trakking II yaitu pertama mengunjungi pemandangan sawah (Rice Field), kedua bermain air prosotan (Water Slide), ketiga mengunjungi Air Terjun Gerombong, dan yang keempat mengunjungi Air Terjun Fiji.Kata Kunci : Objek Wisata, Paket Wisata, Potensi Wisata, dan Wisata Alam. The aimed of this research were to know the potential of the nature of tourist destination in Lemukih Village and developed the nature of tourist destination package at Lemukih Village, Sawan District, Buleleng Regency. In this research, the researcher used three kinds of methods, such as interview guide, observation, and discussion, in taking the sample using “Snowball Sampling” because in this method the respondents and informants were not specified previously, except the main informants. The main informants in this research are the Head of the Village and the Head of POKDARWIS. The researcher found 7 informants to complete the information of this research. The results of this study were (1) The potential of the nature of tourist destination in Lemukih Village had 6 kinds of waterfall. Besides that, Lemukih Village also had view of rice field and source of sacred hot spring that native people won’t publish to other people. (2) The developed of the nature of tourist destination package that made by the researcher in this research divided into two, those are tracking package I and tracking package II. The activities in trackacking package I were dancing lesson and Balinese traditional music which called as gamelan firstly, second one was Balinese cooking lesson, third one was rice planting, fourth one was visiting the view of rice terrace, fifth one was taking a bath of cow, and the last one was water sliding. Moreover, the activities in the tracking package II were visiting the view of rice terreace firstly, second one was water sliding, third one was visiting Gerombong Waterfall, and the last one was visiting Fiji Waterfall.keyword : Tourist Destination, Tour Packet, Tourist Potential, and Nature Destination.
Potensi Objek Wisata Sejarah di Kota Singaraja I Made Dwyka Aryawan .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi objek wisata sejarah di Kota Singaraja. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tiga pedoman pengembilan data yaitu pedoman wawancara, observasi dan studi dokumen. Untuk metode pengambilan data menggunakan “snowball sampling” karena dalam metode ini jumlah informan tidak di tentukan sebelumnya, selain informan kunci yaitu kepala pengelola di masing-masing objek bersejarah yaitu Museum Buleleng, Gedong Kirtya, dan Pelabuhan Buleleng. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif, dan hasil penelitian ini yaitu Kota Singaraja memiliki 3 Objek Bersejarah yaitu Museum Buleleng, Gedong Kirtya, dan Pelabuhan Buleleng yang memiliki potensi sebagai Objek Wisata Sejarah, adapun potensi tersebut adalah adanya objek yang dapat dilihat (something to see), adanya fasilitas penunjang kegiatan wisata (something to do), adanya sesuatu yang menarik (attraction), dan adanya fasilitas pendukung (amenities). Dapat disimpulkan bahwa objek bersejarah di Kota Singaraja yaitu Museum Buleleng, Gedong Kirtya, Pelabuhan Buleleng memilili potensi yang baik berdasarkan pada indikator penelitian yaitu adanya objek yang dapat dilihat (something to see), adanya fasilitas penunjang kegiatan wisata (something to do), adanya sesuatu yang menarik (attraction), dan adanya fasilitas pendukung (amenities).Kata Kunci : Objek Bersejarah, Objek Wisata Sejarah, Potensi Objek Wisata. This research aims to determined the potential of historical tourism object in the Singaraja City. In this research, the researcher uses three guidelines for data processing, interview, observation and document study. For the method of data collection using "snowball sampling" because in this method the number of informants is not specified in advance, in addition to informant key are the head of management in each of the historic objects of the Museum Buleleng, Gedong Kirtya, and Buleleng Harbour. The data obtained were analyzed using qualitative descriptive analysis, and the result of this research is Singaraja City has 3 Historical Objects namely Buleleng Museum, Gedong Kirtya, and Buleleng Harbour which has the potential as a Historical Tourism Object, while the potential is the existence of a viewable object (something to see), the existence of facilities to support tourism activities (something to do), something interesting (attraction), and the existence of facilities support (amenities). The concluded that the historic object in Singaraja City, Buleleng Museum, Gedong Kirtya, Buleleng Harbour has good potential based on the research indicator that there are objects that can be seen (something to see), the existence of the supporting facilities of tourism activities (something to do) the attraction (attraction), and the existence of facilities support (amenities).keyword : Histories Object, Histories Tourism Object, Tourism Object Potency.
PENGOLAHAN TEPUNG BIJI KELUWIH MENJADI KUE KERING I Putu Oka Januarta .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .; Dra. Damiati, M.Kes .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13450

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui (1) kualitas kue kering tepung biji keluwih dengan menggunakan subtitusi 50% tepung terigu dengan 50% tepung biji keluwih dilihat dari aspek warna,rasa, dan tekstur. Metode pengumpulan data yang menggunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrumen berupa uji lembar organoleptik dengan 3 tingkat yaitu baik, cukup, dan buruk. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 15 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan kualitas kue kering tepung biji keluwih dengan menggunakan subtitusi 50% tepung terigu dengan 50% tepung biji keluwih dilihat dari aspek (1) warna dengan skor rata-rata 2,66 berada pada kategori baik sesuai dengan tolak ukur warna coklat muda, (2) aspek rasa dengan skor rata-rata 2,53 berada pada kategori baik dengan tolak ukur memiliki rasa manis dan khas tepung biji keluwih, (3) aspek tekstur dengan skor rata-rata 2,86 berada pada kategori baik dengan tolak ukur memiliki tekstur renyah.Kata Kunci : Kue Kering, kualitas, Tepung, Biji Keluwih, This experimental research is aimed to find out (1) the quality of the cookies with the flour of seeds breadfruit tree using 50% wheat flour substitution with 50% flour of seedlings derived from the aspect of color, taste, and texture. Data collection method that use in this research that is observation method by using instrument in the form of organoleptik sheet test with 3 level that is good, enough and bad. The panelists in this study were trained panelists consisting of 15 panelists. Data analysis technique used quantitative descriptive technique. The results of this study showed the quality of the pastry cake flour seeds by using the substitution of 50% wheat flour with 50% flour seeds derived from aspect (1) the color with an average score of 2.66 is in good category according to yellow color, (2) the taste aspect with the average score of 2.53 is in the good category with the benchmark has a sweet taste and typical of the flour of seeds, (3) texture aspect with average score 2,86 is in good category with the benchmark has crunchy texture.keyword : Dried Cake, Quality, flour of seeds, breadfruit tree.
Be Keren Sebagai Kuliner Tradisional Khas Puri Agung Bangli, Kabupaten Bangli, Provensi Bali Dewa Gede Maha Wijaya Putra .; Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd. .; Dra. Risa Panti Ariani, M.Si. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13451

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk memperoleh ciri khas kuliner tradisional be keren dari jenis bahan, jenis peralatan, proses pengolahan, dan penyajian. Informan kunci dalam penelitian ini adalah pengelingsir Puri Agung Bangli yang ditentukan dengan menggunakan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan di lapangan dengan metode observasi dan wawancara bertahap. Data dianalisis melalui tiga proses yaitu reduksi data, display data serta mengambil verifikasi. Hasil penelitian ini adalah: pengertian be keren adalah salah satu jenis makanan tradisional bali yang sangat unik, dimana ayam/bebek yang dibumbui dengan bumbu khas bali (base genep) kemudian dibungkus dengan pelepah daun pinang atau disebut dengan upih, sejarah be keren, pada jaman kerajaan, raja meminta kepada juru masak kerajaan untuk membuat makanan berbahan dasar ayam yang menarik yang nantinya disebut dengan be keren, perkembangan be keren dimulai pada jaman kerajaan dimana be keren disajikan sebagai makanan raja, namun saat ini bekeren sudah dijual secara umum. Ciri khas be keren: bahan dasar menggunakan siap bali yang di pembungkus mengunakan pelepah pinang, peralatan mengunakan tungku sekam, proses pengolahan menjadi ciri khas adalah mengeren selama 12 jam, dan penyajian be keren mengunakan dulang khas Bali.Kata Kunci : Kata Kunci : Be Keren, Kuliner Tradisional, Puri Agung Bangli This qualitative research aims to obatain the traditional culinary characteristics of be keren seen from the type of materials, types of equipment, processing, and presentation. The key informant in the study were elders Puri Agung Bangli was determined by using snowball sampling. Data collection was conducted in the field with the method of observation and gradual interview. The data were analyzed through three processes: data reduction, display data and drawing conclusions and verification. The results of this study were of be keren: which is very unique, where the chickens/duck flavored with Balinese spice (base genep) and then wrapped with betel leaves or bark called upih history of be keren, in the kingdom era, the king ask to the royal chef to make food-based , be keren development begins in the royal era where be keren to be served as king's food, but now be keren have been sold in general, the distinctive feature of be keren: using basic ingredient of bali chicken and wrapped using a husk furnace, the process of processing being characteristic is mengeren for 12 hours, the presentation of be keren using the tray of balinese.keyword : Keywords: Be Keren, Traditional Culinary, Puri Agung Bangli
PARTISIPASI MASYARAKAT DESA WANAGIRI DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN BANYUMALA DI KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG Winda Harmoni Ni Putu .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13597

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Wanagiri dengan tujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat desa Wanagiri dalam pengembangan objek wisata Air Terjun Banyumala. Teknik penentuan responden menggunakan cluster sampling. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, angket. Sedangkan instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data berupa daftar pertanyaan atau angket langsung tertutup dengan menggunakan skala likert yang diolah melalui analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa partisipasi masyarakat pada tahap pengambilan keputusan berupa memberikan informasi dan ikut dalam mengidentifikasi potensi objek wisata Air Terjun Banyumala, partisipasi masyarakat pada tahap pelaksanaan berupa menjaga keamanan, keindahan di lingkungan objek wisata Air Terjun Banyumala dan terlibat dalam mempromosikan objek wisata Air Terjun Banyumala, partisipasi masyarakat pada tahap memanfaatkan hasil berupa mendukung kegiatan pariwisata yang telah ditentukan dengan baik dalam pengembangan objek wisata, partisipasi masyarakat pada tahap evaluasi adalah berupa mengawasi kegiatan pariwisata di objek wisata Air Terjun Banyumala dan mengawasi tindakan negatif yang dapat merusak objek wisata dan kenyamanan wisatawan berkunjung. Partisipasi masyarakat desa Wanagiri dalam pengembangan objek wisata Air Terjun Banyumala tergolong baik dengan rata-rata persentase 57%, dimana pada tahap pengambilan keputusan persentase masyarakat hanya 58%, pada tahap pelaksanaan 57%, tahap memanfaatkan hasil 55% dan pada tahap evaluasi 57%. Namun, ada beberapa kendala yang dihadapi masyarakat dalam berpartisipasi yaitu bahasa, pemahaman masyarakat mengenai pariwisata masih kurang, terbatasnya pendanaan.Kata Kunci : Partisipasi, Masyarakat, Objek Wisata. This research was conducted in Wanagiri Village with the aim to analyze the participation of Wanagiri villagers in the development of Banyumala Waterfall object. Determination technique of respondents using cluster sampling. In this research, data collection technique is done by observation method, interview, questionnaire. While the instruments used in the collection of data in the form of a list of questions or questionnaires directly closed using a likert scale processed through descriptive analysis. The results of this study indicate that community participation in the decision-making phase in the form of providing information and participate in identifying the potential attractions Banyumala Waterfall, community participation in the implementation stage in the form of maintaining security, beauty in the tourist attraction Banyumala Waterfall and involved in promoting attractions Waterfall Banyumala, community participation at the stage of utilizing the results in the form of supporting tourism activities that have been well defined in the development of tourism objects, community participation in the evaluation stage is in the form of supervising tourism activities in Banyumala Waterfall attractions and oversee the negative actions that can damage tourist attractions and tourist comfort visit. The participation of Wanagiri villagers in the development of Banyumala Waterfall object is good with the average percentage of 57%, where in the decision making stage the percentage of the community is only 58%, at the implementation stage of 57%, the stage utilizes 55% and 57% evaluation stage. However, there are some obstacles faced by the community in participating in the language, public understanding of tourism is still lacking, limited funding.keyword : Participation, Community, Tourist Attraction.
SUBSTITUSI TEPUNG TALAS KIMPUL MENJADI KUE KERING SAGON Desak Nyoman Kartika Dewi .; Dra. Damiati, M.Kes .; Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kue kering sagon dengan mengunakan tepung talas kimpul dilihat dari aspek (1) rasa,(2) warna dan (3) tekstur. Panelis dalam penelitian ini menggunakan panelis terlatih yang terdiri dari 25 orang panelis terlatih. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrument berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, kurang. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Kualitas kue kering sagon mengunakan tepung talas kimpul dilihat dari aspek rasa berada dalam kategori baik (2,76),sesuai tolok ukur yaitu manis dan gurih,(2)Kualitas kue kering sagon mengunakan tepung talas kimpul dilihat dari aspek warna berada dalam kategori baik (2,68) sesuai tolok ukur yaitu dominan memiliki putih kecoklatan sesuai dengan warna dari tepung talas kimpul, (3) Kualitas kue kering sagon mengunakan tepung talas kimpul dilihat dari aspek tekstur berada dalam kategori baik (2,56), sesuai tolok ukur yaitu kering dan renyah. Kata Kunci : Tepung talas kimpul, tekstur, rasa, sagon, warna This study aims to determine the quality of sago cake by using taro flour seen from aspects (1) flavor, (2) color and (3) texture. Panelists in this study used trained panelists consisting of 25 trained panelists. Data collection method used in this research is the method of observation by using instrument in the form of organoleptic test sheet with 3 levels that is good, enough, less. Data were analyzed by using quantitative descriptive technique. The result of this research shows (1) The quality of the sago cake using taro flour is seen from the taste aspect is in good category (2.76), according to the benchmark that is sweet and savory, (2) The quality of sagon cake using taro flour seen from aspect of color is in good category (2,68) according to benchmark that is dominant have white brown in accordance with color of taro flour, (3) Quality of sagon cake using flour taro kimpul seen from aspect of texture is in good category (2,56 ), according to the benchmark that is dry and crunchy. keyword : Taro, flour, texture, flavor, sagon, color

Page 4 of 12 | Total Record : 112