cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 112 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2017)" : 112 Documents clear
Tata Rias Tari Rejang Keraman Pada Era Modernisasi di Desa Kedis Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng Ni Kadek Windi Juniawati .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd. .; Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tata rias tari Rejang Keraman pada era modernisasi dilihat dari segi : (1) alat dan jenis kosmetika (2) tata rias wajah dan rambut (3) penataan busana dan aksesoris. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kedis Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi dan lembar wawancara. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil Penelitian ini adalah : (1) alat yang digunakan pada tata rias tari Rejang Keraman putra dan putri yaitu macam-macam spons, macam-macam kuas, macam-macam sisir, jepit, karet, harnet. Jenis kosmetik yang digunakan adalah fondation, bedak, eye shadow, blush on, pensil alis, eyeliner, lipstick, mascara, hair spray, untuk putranya tidak menggunakan bulu mata palsu. (2) tata rias wajah dan rambut tari Rejang Keraman yaitu merias wajah dan menata rambut menggunakan jenis kosmetika yang lengkap. (3) penataan busana dan aksesoris tari Rejang Keraman putri yaitu pemakaian kebaya, kamben, angkin prada, selendang, badong, gelang kana, kalung emas, subeng. Untuk putra menggunakan baju kaos polos putih berlengan panjang, celana panjang putih, stiwel, kancut, ampok-ampok, kamben songket, semayut, lamak, awir, angkep pala, badong, gelang kana, kris.Kata Kunci : aksesoris, busana, tata rias, tari Rejang Keraman. This study aims to describe the makeup of Rejang Keraman dance in the modernization era in terms of: (1) tools and types of cosmetics (2) makeup and hair (3) fashion and accessories. This research was conducted in Kedis Village, Busungbiu District, Buleleng Regency. The type of research used is descriptive research. Data collection methods used are observation and interview methods. The instruments of this research are observation sheets and interview sheets. Data analysis using descriptive analysis techniques. The results of this study are: (1) the tools used in the Rejang dance makeup of the sons and daughters of a variety of sponges, various brushes, various combs, flops, rubber, harnet. The types of cosmetics used are foundation, powder, eye shadow, blush, eyebrow pencil, eyeliner, lipstick, mascara, hair spray, for her son not to use false eyelashes. (2) Rejang Keraman dance face and hair make up, which are makeup and hair styling using a complete type of cosmetics. (3) the arrangement of clothing and accessories for Rejang Keraman dance Putri, namely the use of kebaya, kamben, angkin prada, scarves, badong, kana bracelets, gold necklaces, subeng. For men using plain white shirts with long sleeves, white trousers, stiwel, kancut, ampok-ampok, kamben songket, semayut, lamak, awir, angkep pala, badong, kana bracelets, kris.keyword : accessories, clothing, makeup, Rejang Keraman dance
Pengembangan Busana Fantasi Dengan Sumber Ide Kekaisaran Jepang Ayu Putu Rahayu Pertiwi Lestari .; Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15991

Abstract

Abstrak Tujuan Penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan proses pengembangan busana fantasi 2) mengetahui hasil pengembangan pembuatan busana fantasi dengan sumber ide Kekaisaran Jepang. Dalam penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan dengan model ADDIE (Analysis-Design-Development-Implementation-Evaluation) pada setiap tahapannya. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar kuisoner diberikan kepada Expert Judgment untuk menguji instrument sebelum diberikan ke ahli produk dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Adapun hasil penelitian menunjukkan 1) Proses penelitian pengembangan busana fantasi dengan sumber ide kekaisaran Jepang menggunakan model ADDIE terdiri dari beberapa langkah-langkahnya, a) analisis busana b) mendesain busana, c) pengembangan busana d) mengimplementasikan busana e) mengevaluasi busana. 2) Hasil pengembangan busana fantasi dengan sumber ide Kekaisaran Jepang, dari hasil iuji oleh dua orang ahli produk, mendapatkan nilai 77,27% dengan hasil kualifikasi baik. Sehingga bisa dijadikan acuan dalam mengembangkan sebuah produk selanjutnya. Kata Kunci : Kata Kunci : ADDIE, Busana Fantasi, Kekaisaran Jepang, Pengembangan Abstract The objectives of this study were 1) to describe the process of developing fantasy fashion 2) to know the results of the development of making fantasy fashion with the source of the idea of the Imperial Japan. In this study using a development research model with ADDIE (Analysis-Design-Development-Implementation-Evaluation) model at each stage. The instrument used in this study in the form of questionnaire was given to Expert Judgment to test the instrument before being given to the product expert and then analyzed using qualitative and quantitative analysis techniques. The results of the study show 1) The process of researching the development of fantasy fashion with sources of imperial Japanese ideas using the ADDIE model consists of several steps, a) fashion analysis with b) designing clothes, c) fashion development, d) implementing fashion, e) evaluating fashion . 2) The results of the development of fantasy fashion with the source of the idea of Imperial Japan, from the results of the tests by two product experts, scored 77.27% with good qualifications. So that it can be used as a reference in developing a further product.keyword : Keywords: ADDIE, Development, Fantasy Fashion, Imperial Japan
Uji Kualitas Tepung Pisang Mas (Musa Acuminata) BUDI UTOMO .; Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd. .; Dra. Damiati, M.Kes .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pembuatan tepung pisang mas (2) zat gizi pada tepung pisang mas (3) kualitas tepung pisang mas dari aspek warna, aroma dan tekstur. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode ini yang digunakan untuk mendapatkan data adalah metode observasi dan laboratorium. Tepung pisang mas dilihat dari aspek warna, aroma dan tekstur yang diuji oleh 5 panelis terbatas dengan menggunakan instrument berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, buruk. Kemudian dianalisis melalui analisis deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan (1) proses pembuatan tepung pisang mas melalui tahap: penyotiran, pengupasan kulit, perendaman, pemotongan, pencucian, pengeringan, penggilingan dan pengayakan. (2) kandungan gizi pada tepung pisang mas, karbohidrat 80,39%, protein 5,44%, lemak 1,24%, abu 2,80%, air 10,39% (3) kualitas tepung pisang mas dari aspek warna berada dalam kategori baik dengan skor (2,80), aroma berada dalam katagori baik dengan skor (3,00), tekstur berada dalam katagori baik dengan skor (3,00). Kata Kunci : Kualitas, Tepung, Pisang Mas This research aims to determine (1) the process of making golden banana flour (2) nutrients of golden banana flour (3) quality of golden banana flour from aspects of color, smell and texture. This research is experimental research. This method used to obtain data is the observation and laboratory methods. Golden banana flour seen from the aspect of color, smell and texture which was tested by 5 limited panelists using an instrument such as organoleptic test sheets with 3 levels were good, enough, bad. Then analyzed through quantitative descriptive analysis. The results show (1) the process of making golden banana flour through steps : sorting, skin stripping, soaking, cutting, washing, drying, grinding and sieving (2) Nutritional content of golden banana flour is, carbohydrate 80.39%, protein 5.44%, fat 1.24%, ash 2.80%, water 10.39% (3) The quality of golden banana flour from the aspect of color is in good category with a score ( 2.80 ), the smell is in good category with a score ( 3.00 ), the texture is in good category with a score ( 3.00 ). keyword : Quality, Flour, Golden Banana
KAJIAN POTENSI WISATA DI DESA BANYUPOH KECAMATAN GEROKGAK Ni Kadek Aryan Tunjung Birawa .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .; Dra. Damiati, M.Kes .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15993

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi wisata yang ada di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak. Subjek dalam penelitian ini adalah potensi wisata di Desa Banyupoh Kecamatan Gerokgak. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu metode observasi, wawancara, dan juga menggunakan teknik snowball sampling, sedangkan instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi dan panduan wawancara yang kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi wisata yang ada di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak dibagi menjadi 3 yaitu potensi alam, potensi kebudayaan dan potensi manusia, (1) potensi alam meliputi keadan geografis, panorama alam seperti bukit bebatuan dan pantai, flora seperti buah anggur dan fauna seperti kawanan kera (2) potensi kebudayaan meliputi adat istiadat seperti penerapan tri hita karana dalam kehidupan bermasyarakat, kerajinan seperti batu permata, kawasan pura suci seperti Pura Pulaki, Pura Pabean, Pura Melanting dan Pura Kerta Kawat (3) potensi manusia meliputi pementasan tarian.Kata Kunci : Desa Banyupoh, Pura Pulaki, Potensi wisata. This study aims to determine the potential of existing tourism in the Village Banyupoh, District Gerokgak. Subject in this research is tourism potency in Banyupoh Village Gerokgak District. Data collection methods used in the research are observation method, interview, and also using snowball sampling technique, while the research instrument used is observation sheet and interview guide which then analyzed using descriptive technique. The results of this study indicate that the existing tourism potential in Banyupoh Village, Gerokgak Subdistrict is divided into 3, namely the potential of nature, the potential of culture and human potential, (1) the natural potency includes geographical, georamic and natural scenery such as rocky hills and beaches, flora such as grapes and fauna such as ape herd (2) cultural potency include customs such as applying tri hita karana in social life, handicraft like gemstone, holy temple area like Pura Pulaki, Pura Pabean, Pura Melanting and Pura Kerta Kawat (3) human potential include dance performances .keyword : Banyupoh Village, Pulaki Temple, Tourism Potential.
PENGEMBANGAN E-MODUL PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN MAKANAN DENGAN MODEL ADDIE BERBANTUAN FLIPBOOK MAKER DI SMK NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2018/2019 KETUT SUYASA .; Dra. Damiati, M.Kes .; Dra. Risa Panti Ariani, M.Si. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan media belajar berupa e-modul pada materi pembelajaran; (2) untuk mengetahui validitas e-modul flipbook maker ditinjau dari ahli isi, ahli desain dan ahli media; (3) untuk mengetahui kelayakan e-modul berdasarkan uji sasaran. Jenis penelitian ini adalah pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian ini yaitu kelas XI Boga 3, instrumen penelitian berupa lembar pencatatan dokumen dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) rancangan pengembangan e-modul dengan model ADDIE yang terdiri dari analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi, (2) Hasil uji kelayakan dinyatakan sangat layak dari review para ahli dengan: (a) hasil review ahli isi menunjukkan e-modul berpredikat sangat baik dengan skor (nhit=1,0), (b) hasil review ahli media menunjukkan e-modul berpredikat sagat baik dengan skor 96,87%, (c) hasil review ahli desain menunjukkan e-modul berpredikat sangat baik dengan skor yakni 100%, (3) hasil analisis uji sasaran berupa respon siswa terhadap e-modul diperoleh skor 86% dengan predikat baik. Kata Kunci : ADDIE, e-modul, flipbook maker. This study aims to (1) develop learning media in the form of e-modules in learning material; (2) to find out the validity of the flipbook maker e-module in terms of content experts, design experts and media experts; (3) to determine the feasibility of e-modules based on the target test. This type of research is development using the ADDIE model. The subject of this research is class XI Boga 3, the research instrument in the form of sheets of recording documents and questionnaires. The results showed that (1) the development of e-module design with ADDIE model consisting of analysis, design, development, implementation and evaluation, (2) the results of the feasibility test were considered very feasible from the expert review with: (a) results of expert content review shows that e-module has a very good predicate with a score (nhit = 1.0), (b) the results of a media expert review show that e-module has a good sagat predicate with a score of 96.87%, (c) the design expert review shows an e-module predicate very good with a score of 100%, (3) the results of the analysis of the target test in the form of student responses to e-modules obtained a score of 86% with a good predicate.keyword : ADDIE, e-module, flipbook maker.
Pengaruh Penggunaan Model Teams-Games-Tournaments Terhadap Pengetahuan Siswa Tentang Pengolahan dan Penyajian Makanan di SMK Negeri 2 Singaraja KADEK SUASTIKA .; Dra. Risa Panti Ariani, M.Si. .; Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model teams-games�tournaments terhadap pengetahuan siswa tentang Pengolahan dan Penyajian Makanan di SMK Negeri 2 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental design dengan desain ‟Pretest�Postest, Non-Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI tata boga di SMK Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2018/2019. Penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling, pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan metode pretest dan posttest. Data dari nilai pretest dan posttest pengetahuan belajar dianalisis dengan menggunakan rumus uji-t. Data diperoleh nilai-nilai signifikan α = 0,05, (thitung>ttabel) (3,60>1,99) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan belajar siswa yang menggunakan model teams-games-tournaments (TGT) dengan siswa yang belajar dengan kelas kontrol. Berdasarkan analisis statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 85,63 lebih besar dibandingkan kelas kontrol sebesar 78,44.Kata Kunci : pengetahuan siswa, pengolahan dan penyajian makanan, teams-games-tournaments This study aimed to find out the effect of Teams-Games-Tournaments model towards the students‟ knowledge about Processing and Serving the Food in SMK Negeri 2 Singaraja. The research design was quasi-experimental design in form of Pretest-Post-test and Nonequivalent Control Groups Design. The population of this research was conduct in Nine Grade Gastronomy Students of SMK Negeri 2 Singaraja in 2018/2019 school year. The sample was determine by using random sampling technique and the method of data collection were pretest and post-test. The data of pre-test and post�test scores were analyze by using t-test. Data it is gained the significance value  = 0,05, (tcount > ttable) namely (3,60>1,99) which means H0 is rejected and Ha is accepted. The result was the significance distinction between the students‟ knowledge that given namely Teams-Games-Tournaments (TGT) model and the control class. Based on descriptive statistic analysis, it is gained the average scores in experimental class was 85,63 and control class was 78,44, which experimental class was more higher than the control classkeyword : students' knowledge, processing and serving the food, teams-games-tournaments
Busana Pengantin Desa Tenganan Pegringsingan Pada Era Modernisasi Ni Putu Dewi Sri w .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd. .; Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.16000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan busana pengantin Desa Tenganan Pegringsingan pada era modernisasi dilihat dari segi 1) bagian busana pengantin, 2) cara penggunaan, 3) tata rias, 4) aksesoris. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan lembar wawancara. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa busana pengantin Desa Tenganan Pegringsingan mengalami beberapa perubahan yaitu dari segi 1) bagian busana pengantin pria menggunakan selendang yang dibalutkan pada leher. Bagian busana pengantin wanita menggunakan longtorso sebagai pengikat kamen dan dihilangkannya juntaian kain pada bagian dada. 2) cara penggunaan busana pengantin pria menggunakan kamen, saput, anteng, dan destar. Pengantin wanita menggunakan kamen, longtorso, selendang, kelukuh gringsing dan kemben gringsing. 3) tata rias pengantin yang lebih modern baik riasan wajah dan riasan kepala. 4) aksesoris busana pengantin mengalami penambahan berupa bros, bunga asli dan bunga emas. Kata Kunci : Aksesoris pengantin, busana pengantin, cara penggunaan, era modernisasi, tata rias. This study aims to describe the wedding dress of Tenganan Village Pegringsingan in the modernization era seen in terms of: 1) the bridal dress section, 2) how to use, 3) makeup, 4) accessories. This research was a descriptive research. Both of interview method and observation method has been used in order to collect datas needed. The instruments of this research were observation form and interview form. This research used descriptive analysis technique in order to make datas analysis. The results showed that the bridal dress of Tenganan Village Pegringsingan experienced several changes, namely in terms of 1) the groom's clothing section using a scarf wrapped around the neck. The part of the bride's dress uses longtorso as a binder for kamen and the removal of fabric strands on the chest. 2) how to use the groom's clothing using kamen, saput, anteng, and destar. The bride uses kamen, longtorso, selendang, kelukuh gringsing and kemben gringsing. 3) more modern bridal makeup both face makeup and head makeup. 4) bridal clothing accessories experience additions in the form of brooches, real flowers and golden flowers.keyword : Bridal Accessories, Bridal Dress, How to use, The era of Modernization, Makeup
PENGEMBANGAN MODUL AJAR FUSION FOOD HIDANGAN KESEMPATAN KHUSUS MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK JURUSAN JASA BOGA KELAS XII di SMK PARIWISATA TRIATMAJAYA SINGARAJA PUTU DIAN TIRTAYANTI .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .; Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.16003

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui (1) kelayakan pengembangan modul ajar Fusion Food Hidangan Kesempatan Khusus melalui Pendekatan Saintifik berdasarkan uji ahli isi; (2) kelayakan pengembangan modul ajar Fusion Food Hidangan Kesempatan Khusus melalui Pendekatan Saintifik berdasarkan uji ahli media; (3) kelayakan pengembangan modul ajar Fusion Food Hidangan Kesempatan Khusus melalui Pendekatan Saintifik berdasarkan respon siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) atau penelitian pengembangan dengan model Dick & Carey. Instrumen penelitian berupa angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) hasil review ahli isi pembelajaran diperoleh hasil 0,88 dari 17 aspek penilaian dikatakan layak digunakan; (2) hasil review ahli media pembelajaran diperoleh hasil 0,88 dari 25 aspek penilaian dikatakan layak digunakan; (3) hasil analisis data respon siswa kecenderungan respon positif.Kata Kunci : Fusion Food, Hidangan Kesempatan Khusus, Saintifik This research was conducted with the aim of knowing (1) the feasibility of developing Fusion Food & Special Opportunities Dishes teaching modules through a Scientific Approach based on content expert tests; (2) the feasibility of developing Fusion Food & Special Opportunities Dishes teaching modules through a Scientific Approach based on media expert tests; (3) the feasibility of developing developing Fusion Food & Special Opportunities Dishes teaching modules through the Scientific Approach based on student responses. The type of research used is research and development (R & D) or development research with Dick & Carey models. The research instrument is questionnaire. The results showed that: (1) the results of expert review of learning content obtained 0.88 results from 17 aspects of assessment said to be feasible to use; (2) the results of the expert learning media review obtained 0.88 results from 25 assessment aspects said to be feasible to use; (3) the results of student response data analysis tend to be positive responseskeyword : Fusion Food, Special Opportunities Dishes, Scientific
Study Eksperimen Dodol Kulit Buah Naga Merah Hylocereus Costaricensis Lalu Nanang Supriadi .; Dra. Damiati, M.Kes .; Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.16004

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) formulasi resep baku dodol berbahan dasar kulit buah naga merah, (2) kualitas dodol kulit buah naga merah dilihat dari aspek aroma, warna, tekstur, dan rasa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan tahapan, yaitu pra eksperimen, perolehan resep baku, eksperimen, uji kualitas, dan analisis data. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi menggunakan lembar observasi yang diberikan pada setiap panelis untuk menilai kualitas produk dari aspek aroma, warna, tekstur, dan rasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) proses pembuatan dodol kulit buah naga merah (Hylocereus costaricensis) terdiri dari bubur buah kulit buah naga merah (Hylocereus costaricensis), tepung beras, tepung beras ketan, santan, dan gula pasir kemudian diaduk sampai mengental dan adonan tidak lengket (kalis), (2) kualitas dodol kulit buah naga merah (Hylocereus costaricensis) dilihat dari aspek aroma, tekstur, dan rasa termasuk ke dalam kategori baik dengan rata-rata skor masing-masing 2,33, 2,39, dan 2,78. Sedangkan dilihat dari aspek warna termasuk ke dalam kategori cukup baik dengan skor rata-rata 2,17. Kata Kunci : Kata kunci: ekperimen, dodol, kulit buah naga merah Abstract This study aims to describe (1) the formulation of standard dodol recipe made from red dragon fruit peel, (2) the quality of dodol of red dragon fruit peel seen from the aspect of aroma, color, texture, and taste. This research is an experimental study with stages, namely pre-experiment, standard prescription acquisition, experiment, quality test, and data analysis. The method used to collect data is an observation method using observation sheets given to each panelist to assess product quality from aspects of aroma, color, texture, and taste. The results of this study indicate that (1) the process of making dodol of red dragon fruit skin (Hylocereus costaricensis) consists of red dragon fruit peel pulp (Hylocereus costaricensis), rice flour, glutinous rice flour, coconut milk, and granulated sugar then stirring until thickened and dough not sticky (dull), (2) dodol quality of red dragon fruit skin (Hylocereus costaricensis) seen from the aspect of aroma, texture, and taste included in the good category with an average score of 2.33, 2.39, and 2.78. While viewed from the aspect of color included in the category quite well with an average score of 2.17. keyword : Keywords: ekperiment, dodol, red dragon fruit skin
STUDI EKSPERIMEN PENGOLAHAN TEPUNG UMBI SUWEG Ida Ayu Satya Dwikandana .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.16007

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pembuatan tepung umbi suweg (2) mengukur kandungan zat gizi tepung umbi suweg (3) mendeskripsikan kualitas tepung umbi suweg dilihat dari segi warna, aroma, dan tekstur. Objek dalam penelitian ini adalah proses pembutaan tepung umbi suweg, kandungan gizi tepung umbi suweg, dan kualitas tepung umbi suweg dilihat dari segi warna, aroma, dan tekstur. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa (1) proses pembuatan tepung umbi suweg melalui 8 tahapan yaitu pengupasan;pengirisan, pencucian tahap I, perendaman, pencucian tahap II, pengukusan, penjemuran, penggilingan;pengayakan, dan pengemasan.(2) kandungan zat gizi tepung umbi suweg meliputi air 11,98%, abu 4,32%, protein 5,44%, lemak 1,80%, karbohidrat 76,42%, pati 56,07% dan kalori 343,79kkal. (3) kualitas tepung umbi suweg dilihat dari segi warna berada pada kategori baik dengan warna yang sesuai dengan yang diharapkan yaitu putih kecoklatan. Dari segi aroma berada pada kategori baik dengan hasil sesuai yaitu khas aroma umbi suweg. Dari segi tekstur berada pada kategori baik dengan hasil halus.Kata Kunci : Kandungan gizi, tepung, umbi suweg his research is aimed to find out: (1) described the prosess of making suweg tuber flour, (2) measured nutrient content of suweg tuber flour, (3) described the quality of suweg tuber flour in terms of color, flavor dan texture. The object in this research was making processed of suweg tuber flour, nutrient content of suweg tuber flour, and quality of suweg tuber flour in terms of color, flavor dan texture. The design of this research was laboratory experiment research. The method of this research was observation method. Data analysis techniques used are quantitative descriptive. The results of the research are: (1) the proses of making suweg tuber flour through eight steps that is stripping;incision, first washing, soaking, second washing, steaming, drying, grinding;sifting, and packaging, (2) nutrient content of suweg tuber flour is 11,98% of water; 4,32% of ash; 5,44% of protein; 1,80% of fat; 76,42% of carbohydrate; 56,07% of starch and 343,79kkal of calories, (3) the quality of suweg tuber flour in terms of color, it is in a good category with colors that are as expected, namely brownish white. In terms of flavor, it is in a good category too with flavor that are as expected, namely unique of suweg tuber. And the last, in terms of texture. From the texture suweg tuber flour is in a good point with smooth texture.keyword : Flour, Nutrient content, Suweg tuber

Page 7 of 12 | Total Record : 112