cover
Contact Name
Fakhri Syarif
Contact Email
fakhri@unsur.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agroscience@unsur.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
AGROSCIENCE
ISSN : 19794681     EISSN : 25797891     DOI : -
Jurnal Agroscience (JAGSCI) dahulu bernama Journal of Agroscience adalah media publikasi ilmiah hasil-hasil penelitiandi bidang pertanian yang meliputi teknologi budidaya, sosial-ekonomi pertanian, penyuluhan dan kelembagaan pertanian. Pertama kali diterbitkan pada tahun 2008 dalam edisi cetak dengan Nomor ISSN 1979-4681. Pada tahun 2016 mulai diterbitkan dalam bentuk daring dengan e-ISSN 2579-7891. Adapun Misi dari jurnal ini adalah meningkatkan pengetahuan menyebarluaskan karya tulis ilmiah profseional bidang pertanian. JAGSCI diterbitkan oleh Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana. JAGSCI diterbitkan dua kali dalam setahun, sebagai berikut, nomer 1 diterbitkan pada periode Januari sampai dengan Juni, dan nomor 2 diterbitkan pada periode Juli sampai dengan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2021): December" : 8 Documents clear
PEMANFAATAN LIMBAH HIDROPONIK SELADA KERITING (Lactuca Sativa L), ROMAINE (Lactuca Sativa var Romana), LOLLOROSA (Lactuca Sativa var Lollrosa) DALAM PEMBUATAN ES KRIM Wibowo, Nurdi Ibnu; Siddik, Naufal Amar
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 11, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v11i2.1857

Abstract

Selada (Lactuca sativa L) merupakan salah satu sayuran populer yang memiliki nilai ekonomi tinggi, dan memiliki banyak kandungan gizi sehingga tanaman ini berpotensi untuk terus di budidayakan. Dalam budidaya tanaman hidroponik selada keriting, romaine, dan lollorosa banyak terdapat hasil trimming  dan tanaman yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar sehingga menghasilkan limbah hasil pertanian yang menimbulkan maslah bagi lingkungan sekitar. Banyaknya manfaat yang terkandung dalam tanaman selada sehingga dapat dimanfaatkan menjadi pangan fungsional dalam pembuatan es krim. Rancangan penelitian dibuat menjadi 5 sampel dengan formulasi yang berbeda dari setiap sampelnya. Respon dari panelis didapatkan dengan melakukan uji hedonik dengan melibatkan 24 panelis biasa dan 1 panelis ahli dan dianalisis menggunakan Response Surface Methods  (RSM). Hasil penelitia menunjukan bahwa formula yang berbeda dari setiap sampel berpengaruh terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur es krim selada keriting, romaine, lollorosa. Sampel dari F1 merupakan sampel terbaik dari segi warna. Sampel F1 merupakan sampel terbaik dari rasa. Sampel F1 merupakan sampel terbaik dari segi aroma, dan sampel F1 juga merupakan sampel terbaik dari segi tekstur. Sampel F1 merupakan sampel terbaik dari kelima sampel dengan formulasi selada keriting 70%, romaine 15%, Lollorosa 15%.(188 kalimat)
OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN SEMPIT ENGGUNAKAN TEKNIK VERTIKULTUR MIKROHIDROPONIK DENGAN MEDIA TANAM DAN PUPUK AB MIX PADA TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) Zulkifli Zulkifli
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 11, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v11i2.1771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik budidaya vertikultur Mikrohidroponik dengan menggunakan media tanam dan pemakaian pupuk AB Mix pada tanaman Selada serta untuk mengetahui peranan teknik budidaya vertikultur mikrohidroponik sebagai solusi dalam mengatasi permasalahan lahan sempit khususnya di daerah perkotaan. Adapun parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai) dan berat tanaman saat panen (g). Penelitian ini merupakan percobaan lapangan yang dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2021. Pada penelitian ini menggunakan teknik mikrohidroponik dengan sistem pertanaman secara vertikultur dengan menggunakan benih selada New grand rapids. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan Faktor I : Larutan AB Mix yang terdiri dari dua taraf yaitu AB0 : 500 ppm; AB1 : 750 ppm; dan Faktor II : Media tanam yang terdiri dari dua taraf yaitu M0 : Arang sekam ;  M1 :Cocopeat. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia Medan. Dari hasil penelitian setelah dianalisis secara statistik, pengaruh interaksi pengaplikasian Larutan AB Mix dan Media tanam berpengaruh tidak nyata dengan F hitung ˂ F tabel terhadap tinggi tanaman (cm) pada umur 1 mst, 2 mst, 3 mst, 4 mst, 5 mst serta jumlah daun (helai) pada umur 1 mst; dan berpengaruh nyata dengan F hitung ˃ F tabel terhadap jumlah daun (helai) pada umur 2 mst, 3 mst, 4 mst, 5 mst, serta berat tanaman saat panen (g). Dari hasil penelitian secara deskriptif, teknik pertanaman secara vertikultur mampu mengatasi permasalahan lahan sempit yaitu dengan volume area pertanaman yaitu  300cm x 50cm x 120cm mampu dibudidayakan tanaman selada secara hidroponik dengan sistem DFT (Deep Flow Tehnique) sebanyak 96 tanaman dengan jarak antar tanaman 15cm dan jarak antar pipa dalam instalasi 30 cm dengan 2 instalasi.
LIDAH BUAYA (Aloevera) SEBAGAI EDIBLE COATING PADA CABAI MERAH (Capsicum annum) DAN TOMAT (Lycopersicum esculentum) Kejora Handarini
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 11, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v11i2.1847

Abstract

Cabai dan tomat merupakan komoditas hortikultura andalan, namun sifatnya perishable, sehingga perlu diupayakan untuk mempertahankan mutunya. Gel lidah buaya mengandung senyawa yang dapat dimanfaatkan sebagai edible coating pencegah kerusakan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel lidah buaya dalam mempertahankan mutu cabai merah dan tomat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2021 di Laboratorium Teknologi Pangan, Unitomo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 perlakuan, suhu penyimpanan dan jenis gel, dilakukan dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah susut bobot dan sifat organoleptik selama penyimpanan hari ke 0 sampai hari ke 7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis gel lidah buaya dan suhu penyimpanan berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap nilai mutu organoleptik dan susut bobot cabai selama  penyimpanan. Pemberian gel lidah buaya tanpa pasteurisasi pada cabai dan tomat di suhu refrigerator menghasilkan mutu organoleptik lebih tinggi dan susut bobot terendah dibandingkan dengan gel lidah buaya dengan pasteurisasi.  
PENGARUH DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR KULIT NANAS TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI PRE NURSERY hendro _ kartiko, S.P; Prof. Ir. Darwati Susilastuti, MM; Ir. M. - Husni, MM
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 11, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v11i2.1833

Abstract

Ketersediaan tanah subur saat ini untuk media pembibitan sangat terbatas. Rendahnya ketersediaan unsur hara dapat menjadi faktor penghambat di pembibitan. Untuk proses pembibitan ini, salah satu faktor penentunya adalah pemupukan. Upaya untuk meningkatkan efektivitas, pemupukan perlu dilakukan agar pertumbuhan tanaman dapat ditingkatkan. Limbah kulit nanas yang tidak terkendalikan yang kemudian berdampak negatif yang akan mempengaruhi berbagai segi kehidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Permasalahan lingkungan yang terjadi adalah menjadi sumber bakteri penyakit, pencemaran udara, tanah, air, dan lebih jauh lagi terjadinya bencana ledakan gas metan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pupuk organik cair kulit nanas dan berapa dosis pupuk organik cair kulit nanas yang dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan bibit tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pre nursery. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di rumah bibit, di Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi pada bulan April – Juli 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 1 faktor yaitu dosis POC kulit nanas (A) dan terdiri dari 6 taraf, yaitu: A0 : Dosis POC kulit nanas 0 ml/L, A1 : Dosis POC kulit nanas 10 ml/L, A2 : Dosis POC kulit nanas 20 ml/L, A3 : Dosis POC kulit nanas 30 ml/L, A4 : Dosis POC kulit nanas 40 ml/L, A5 : Dosis POC kulit nanas 50 ml/L. Dimana setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan masing masing berjumlah 5 tanaman sampel. Hasil penelitian menunjukan pemberian pupuk organik cair kulit nanas memberikan pengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap morfologi (tinggi tanaman, diameter batang, dan panjang akar) dan fisiologi (biomassa pertumbuhan) bibit tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pre nursery. Pemberian dosis 50 ml/L pupuk organik cair kulit nanas memberikan hasil terbaik terhadap parameter tinggi bibit 1-3 BST (7,06 cm, 16,70 cm dan 22, 30 cm), diameter batang 1 BST (3,48 cm), jumlah daun 1-3 BST (2,06 helai, 3,06 helai dan 4,44 helai), panjang akar (20,50 cm), dan bobot kering (2,82 cm).
PENGARUH STRATEGI PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI TEH HIJAU DI PT. HK. WARINGIN PERKEBUNAN TEH GUNUNG KANCANA KAB.CIANJUR Adang Suryana; Toni Suyono; Elma Nurhafidah Iskandar
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 11, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v11i2.1911

Abstract

Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting bagi sebuah organisasi, baik untuk institusi maupun perusahaan. Sumber daya manusia di sebuah organisasi merupakan sebagai penggerak, pemikir dan perencana untuk mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, Sumber Daya Manusia (SDM) adalah aset atau modal penting bagi sebuah organisasi atau perusahaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh strategi peningkatan kinerja karyawan (Kinerja tenaga tetap) dan tenaga teknis (Kinerja tenaga lepas) di PT. HK. Waringin Perkebunan Teh Gunung Kancana Kab. Caianjur. Penelitian ini dilakukan di PT. HK Waringin Perkebunan Teh Gunung Kancana, yang terletak di Jln. Cilubang, Desa. Cibokor, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur pada bulan Februari-Mei 2021. Populasi dan sampeling ini sebanyak 100 responden dengan menggunakan metode analisis uji validitas dan reabilitas. Berdasarkan uraian pada hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel Kinerja Karyawan (X1) berpengaruuh Signifikan terhadap Variabel Kualitas Produksi  (Y). Variabel Kinerja Tenaga Teknis (X2) tidak Berpengaruh signifikan terhadap Variabel Kualitas Produksi (Y). Variabel Kinerja Karyawan dan Kinerja Tenaga Teknis, berpengaruh signifikan secara simultan terhadap variabel Kualitas Produksi (Y)
PENGARUH DOSIS PUPUK BOKASHI SAPI DAN PENGGUNAAN JENIS MULSA TERHADAP PRODUKSI TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis l.) VARIETAS PERTIWI Pamuji Setyo Utomo
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 11, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v11i2.1872

Abstract

Tanaman  kacang  panjang  (Vigna  Sinensis L.)  merupakan  salah  satu komoditas sayuran yang sangat potensial untuk dikembangkan, karena mempunyai  nilai  ekonomi  yang  cukup tinggi. Kacang  panjang  dapat  dikonsumsi dalam bentuk segar maupun diolah menjadi sayur. Dalam upaya peningkatan gizi  masyarakat,   kacang   panjang   penting   sebagai   sumber   vitamin dan   mineral. Menurut   Haryanto   (2003), biji kacang panjang mengandung karbohidrat (70,00%), protein (17,30%), lemak (1,50%) dan air (12,20%), sehingga komoditi ini juga merupakan  sumber protein nabati. Selain penting sebagai sayuran dan sumber  protein  nabati,tanaman  ini juga  dapat  menyuburkan  tanah.  Pada  akar kacang panjang terdapat bintil-bintil akar yang berisi bakteri Rhizobium sp. yang dapat menambah nitrogen bebas dari udara dan merubahnya menjadi bentuk yang dibutuhkan tanaman. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui interaksi antara pemberian pupuk bokashi sapi dan penggunaan macam jenis mulsa terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang varietas pertiwi.Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Maret , dengan menggunakan rancangan perlakuan faktorial dan rancangan lingkungan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari dua Faktor, masing-masing faktor terdiri dari tiga kelompok yaitu dengan dosis pupuk bokashi 6 ton/ha, dosis pupuk bokashi 12 ton/ha, dosis pupuk bokashi 18 ton/ha. Faktor kedua terdiri dari jenis mulsa, yaitu mulsa jerami, mulsa perak-perak, dan mulsa hitam-perak, dan dari kedua faktor tersebut dapat dikombinasikan. Pada Penelitian ini Terjadi interaksi sangat nyata antara perlakuan dosis pupuk bokashi dan macam jenis mulsa pada variabel pengamatan : panjang tanaman umur 42 hst, dan terjadi interaksi nyata pada varisabel diameter batang umur 28 dan 42 hst. Terjadi perbedaan pada perlakuan tunggal, yaitu perlakuan mulsa pada variabel jumlah helai daun pada umur 14, 28, dan 42 hst. Tidak terjadi interaksi pada variabel berat polong, jumlah polong, dan panjang polong pada akumulasi panen I - V. Akan tetapi ada perbedaan nyata pada perlakuan tunggal, yaitu perlakuan mulsa pada variable berat dan jumlah polong per tanaman pada akumulasi panen I-V.
RESPON TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica parachinensis) TERHADAP PEMBERIAN DOSIS PUPUK KOMPOS DARI LIMBAH KULIT BUAH JARAK PAGAR (Jatropha curcas) Melissa Syamsiah; Ramli Ramli; Wedi Nur Iman Akbar
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 11, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v11i2.1796

Abstract

Sawi hijau (caisim) merupakan sayuran daun yang cukup populer di Indonesia sebagai pendamping masakan yang kaya nutrisi. Untuk memenuhi kebutuhan pasar, diperlukan upaya peningkatan produktivitas sawi hijau, salah satunya yaitu melalui pemupukan. Pemanfaatan kompos dari kulit buah jarak pagar (KJP) merupakan strategi pengelolaan limbah pertanian, sekaligus menciptakan alternatif pemupukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk kompos dari limbah KJP terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2020 dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) nonfaktorial. Tanaman diberikan perlakuan dosis pupuk kompos dari limbah KJP dengan empat taraf perlakuan, yaitu D0 (0 g/tanaman), D1 (100 g/tanaman), D2 (150 g/tanaman), dan D3 (200 g/tanaman). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan bobot basah tanaman sawi hijau. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dosis kompos berpengaruh secara signifikan terhadap seluruh parameter penelitian. Perlakuan D2 (150 g/tanaman) memberikan hasil terbaik dengan rerata tinggi tanaman 37.94 cm, 11.88 helai daun, luas daun 1304.56 cm2, dan bobot basah rata-rata 138.33 g.
EFEK KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN DALAM LARUTAN URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK MAWAR Farida Iriani Noeh
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 11, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v11i2.1790

Abstract

Mawar adalah kelompok florikultura yang dimanfaatkan sebagai tanaman hias halaman, tanaman dalam pot, bunga tabur, bunga potong, bahan baku kosmetika dan obat-obatan. Permintaan bunga potong mawar terus meningkat dari tahun ke tahun, baik internasional maupun domestik, sehingga teknik perbanyakan tanaman mawar dalam waktu singkat, perlu diteliti. Percobaan telah dilaksanakan  pada bulan Agustus  sampai September  2020 di Kampung Ciburial Desa Cibogo Kec. Lembang Kab. Bandung Barat, Prov. Jawa Barat dengan ketinggian tempat 1.214 mdpl. Percobaan menggunakan  metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu konsentrasi urine sapi dan lama perendaman dengan masing-masing faktor perlakuan terdiri atas tiga taraf. Terdapat sembilan  kombinasi perlakuan, dan setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali.  Jenis perlakuan faktor pertama, yaitu k1  (10 mlL-1),  k2 (20 mlL-1), dan k3 (30 mlL-1), sedangkan faktor kedua,  yaitu  l1 (30 menit), l2 (45 menit), dan l3 (60 menit). Variabel respon yang diamati adalah panjang tunas, jumlah tunas, jumlah daun, panjang daun, luas daun, panjang akar, dan volume akar. Tidak terjadi interaksi antara konsentrasi dan lama perendaman dalam urine sapi terhadap pertumbuhan setek batang mawar varietas first red. Berdasarkan hasil sidik ragam,  setek mawar yang direndam selama 45 menit dalam larutan yang mengandung urine sapi, adalah memberi efek terbaik terhadap variabel respon panjang tunas dan volume akar. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8