cover
Contact Name
Fakhri Syarif
Contact Email
fakhri@unsur.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agroscience@unsur.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
AGROSCIENCE
ISSN : 19794681     EISSN : 25797891     DOI : -
Jurnal Agroscience (JAGSCI) dahulu bernama Journal of Agroscience adalah media publikasi ilmiah hasil-hasil penelitiandi bidang pertanian yang meliputi teknologi budidaya, sosial-ekonomi pertanian, penyuluhan dan kelembagaan pertanian. Pertama kali diterbitkan pada tahun 2008 dalam edisi cetak dengan Nomor ISSN 1979-4681. Pada tahun 2016 mulai diterbitkan dalam bentuk daring dengan e-ISSN 2579-7891. Adapun Misi dari jurnal ini adalah meningkatkan pengetahuan menyebarluaskan karya tulis ilmiah profseional bidang pertanian. JAGSCI diterbitkan oleh Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana. JAGSCI diterbitkan dua kali dalam setahun, sebagai berikut, nomer 1 diterbitkan pada periode Januari sampai dengan Juni, dan nomor 2 diterbitkan pada periode Juli sampai dengan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2014): December" : 9 Documents clear
EFEKTIVITAS PENANGANAN PASCA PANEN TERHADAP PENINGKATAN PANGSA PASAR PETANI WORTEL BINAAN SUB TERMINAL AGRIBISNIS (STA) CIGOMBONG KECAMATAN PACET KABUPATEN CIANJUR &, Ramli; Gumilang, Fajar
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 4, No 2 (2014): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v4i2.696

Abstract

   Kecamatan Pacet merupakan daerah yang mempunyai potensi sebagai penghasil produk-produk agribisnis di Jawa Barat, terutama pada produk sayuran hortikultura komoditi wortel. Penelitian ini dilakukan untuk meneliti berbagai masalah diantaranya mengenai penerapan pasca panen pada komoditi wortel yang dilakukan petani binaan Sub Terminal Agribisnis (STA) Cigombong, pangsa pasar petani wortel pada saat ini, dan mengindentifikasi hubungan penanganan pasca panen terhadap peningkatan pangsa pasar petani wortel binaan sub teminal agribisnis (STA) Cigombong. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui penerapan penanganan pasca panen yang ada di Sub Terminal Agribisnis (STA) Cigombong, keadaan pangsa pasar petani wortel pada saat ini, dan Mengidentifikasi adakah hubungan positif dari penerapan penanganan pasca panen terhadap peningkatan pangsa pasar petani binaan Sub Terminal Agribisnis (STA). Variabel penanganan pasca panen (X) yang dilakukan petani binaan Sub Terminal Agribisnis berada pada katagori baik dengan pencapaian skor 3,87. Sedangkan untuk pengukuran dimensi pada variabel pangsa pasar (Y) memiliki pencapaian skor sebesar 4,26 dengan katagori meningkat. Hasil analisis korelasi membuktikan bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak karena nilai signifikansi(<0,01), itu artinya hipotesis alternatif (Ha) diterima dengan pernyataan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara penanganan pasca panen terhadap peningkatan pangsa petani wortel binaan sub terminal agribisnis.
ANALISIS SALURAN PEMASARAN KOMODITAS PANDANWANGI DI DESA BUNIKASIH KECAMATAN WARUNGKONDANG KABUPATEN CIANJUR Rosda Malia; Wisnu Mulyanu Supartin
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 4, No 2 (2014): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v4i2.697

Abstract

Pandanwangi adalah komoditas khas unggulan Cianjur yang mempunyai nilai jual tinggi. Tepat jika pemasaran komoditas ini dikembangkan agar dapat memberikan keuntungan yang banyak bagi petani. Tujuan penelitian ini : (1) mengidentifikasi saluran pemasaran komoditas Pandanwangi, (2) mengetahui biaya pemasaran, (3) mengetahui saluran pemasaran yang paling optimal dan (4) mengidentifikasi struktur pasar komoditas Pandanwangi. Penelitian dilaksanakan di Desa Bunikasih Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur dari Bulan April-Juli 2014. Responden dalam penelitian ini adalah petani, pengumpul dan pengecer. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis marjin pemasaran serta farmer’s share. Terdapat tiga saluran pemasaran yang dipilih petani Pandanwangi di Desa Bunikasih. Saluran pertama adalah saluran nol tingkat, yaitu dari petani ke konsumen dengan total biaya pemasarannya Rp. 2.860,- per kilo gram. Saluran kedua adalah saluran satu tingkat, yaitu dari petani, pengumpul kemudian ke konsumen dengan total biaya pemasaran sebesar Rp. 3.343,57,- per kilo gram. Saluran ketiga adalah saluran dua tingkat yaitu dari petani, pengumpul dan pengecer kemudian sampai pada konsumen dengan total biaya sebesar Rp. 3.916,57,- per kilo gram. Saluran pemasaran nol tingkat adalah saluran yang paling optimal bagi petani karena memberikan bagian harga yang paling besar kepada petani dibandingkan dengan saluran pemasaran lainnya. Pada tataniaga komoditas Pandanwangi di Desa Bunikasih struktur pasar yang terbentuk adalah pasar persaingan sempurna.
IDENTIFIKASI PANAS METABOLISME PADA PENETASAN TELUR PENYU HIJAU Chelonia mydas L., SELAMA MASA INKUBASI DI PANTAI PANGUMBAHAN KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT M. Yahya Ahmad
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 4, No 2 (2014): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v4i2.698

Abstract

     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan perkembangan panas metabolisme selama periode penetasan telur penyu hijau, Chelonia mydas L., dan hubungan antara jumlah telur dengan besarnya panas metabolisme yang dihasilkan. Sebanyak 700 butir telur penyu ditetaskan dalam 5 sarang buatan. Perkembangan suhu di dalam sarang dipantau selama periode penetasan. Semua sarang menunjukkan pola yang sama, yaitu adanya peningkatan suhu metabolisme yang signifikan pada periode 10-hari kelima dari masa penetasan. Perbedaan suhu metabolisme secara signifikan berbeda pada semua sarang percobaan pada hari ke-40an. Peningkatan suhu metabolisme yang ditimbulkan oleh peningkatan jumlah telur yang ditetaskan ini ternyata tidak memberikan perbedaan masa inkubasi. Untuk itu disarankan dilakukan penelitian yang mendalam terhadap proses menetasnya tukik dari dalam cangkang telur penyu.
PENGARUH BAURAN PEMASARAN 7 P TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DI SWEETBERRY AGROWISATA CIPANAS Endah Lisarini; Ningtyas .
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 4, No 2 (2014): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v4i2.693

Abstract

       Dalam upaya memberikan nilai bagi pelanggan melebihi para penyedia jasa wisata agro lainnya di Kecamatan Cipanas, Sweetberry Agrowisata mengolah bauran pemasaran 7 P (Product, Place, Promotion, Price, People, Physical Evidence, Process). Penelitian dilakukan untuk mendapatkan bauran 7 P yang mempengaruhi kepuasan pelanggan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif verifikatif. Data diperoleh dari 30 responden yang disampling secara accidental quota sampling. Data diolah melalui analisis regresi dan dilanjutkan dengan analisis jalur. Dari hasil analisis diperoleh bahwa lingkungan fisik/pshycal evidence merupakan lintasan yang paling berpengaruh signifikan artinya lingkungan fisik/phsycal evidence merupakan faktor bauran pemasaran 7P yang paling berpengaruh langsung terhadap kepuasan konsumen. Hal ini ditunjukkan dengan nilai beta yang tinggi yaitu 0,551 dan nilai sig atau tingkat error rendah kurang dari 0,05 yaitu 0,008. Hasil analisis jalur untuk faktor orang/people dan proses menunjukkan bahwa pengaruh keduanya terhadap kepuasan konsumen tidak signifikan, artinya terdapat pengaruh tidak nyata antara orang/people dan proses terhadap kepuasan konsumen. Ini ditunjukkan dengan nilai sig pada perhitungan analisis jalur lebih dari 0,05 yaitu masing-masing 0,066 dan 0,080 dengan selisih sangat tipis. Sedangkan untuk faktor produk, harga/price, tempat/place, dan promosi mempunyai pengaruh yang sangat kecil yaitu nilai Beta dan sig pada produk masing-masing 0,192 dan 0,443. Nilai beta pada harga/price yaitu -0,605 dengan sig 0,11. Sedangkan untuk tempat/place memiliki nilai beta dan sig masing-masing sebesar -0,121 dan 0,760. Faktor terakhir yang memiliki pengaruh kecil yaitu promosi dengan nilai beta -0.205 dengan sig sangat tinggi yaitu 0,381.
PENDUGAAN UMUR IKAN UNTUK MENENTUKAN KELAYAKAN TANGKAP (STUDI EKOLOGIS PADA PERAIRAN MUARA SUNGAI CIUJUNG KEC. SINDANGBARANG,KAB. CIANJUR - JAWA BARAT) Moh. Erwin Wiguna; Nana Iskandar
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 4, No 2 (2014): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1151.983 KB) | DOI: 10.35194/agsci.v4i2.699

Abstract

      Estuaria merupakan habitat yang baik bagi ikan, dimana ikan-ikan pelagis kecil melakukan migrasi (ruaya) dari perairan tawar ke laut ataupun sebaliknya, dengan tujuan menjadikan estuaria sebagai tempat untuk mencari makan (feeding ground), tempat asuhan dan pembesaran (nursery ground), dan tempat berkembang biak (spawning ground). Pertumbuhan individu adalah pertambahan ukuran panjang atau berat dalam satu ukuran waktu, sedangkan pertumbuhan populasi adalah pertambahan jumlah. Pertumbuhan merupakan proses biologi yang kompleks, dimana banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti kualitas air, ukuran, umur, jenis kelamin, ketersediaan organisme-organisme makanan, serta jumlah ikan yang memanfaatkan sumber makanan yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Menduga pola pertumbuhan ikan yang hidup di muara, 2). Menduga umur biologis ikan berdasarkan panjang dan berat, 3). Menduga peran ekologis perairan estuaria di muara sungai Ciujung, 4). Menentukan kelayakan tangkap ikan berdasarkan pendugaan umur. Ikan di muara sungai Ciujung, yaitu ikan belanak, dan pepetek, memperlihatkanpola pertumbuhan yang bersifat allometrik negatif. Perairan muara sungai Ciujung memeiliki peran ekologissebagai daerah pembesaran ikan (nursery ground). Hal ini ditunjukkan dengan ikan yang relatif berumur muda menuju fase dewasa dan tidak layak untuk di tangkap (eksploitasi).
PEMANFAATAN URINE KELINCI DAN PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteri) DARI AKAR PUTRI MALU UNTUK PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI (Capsicum annum L.) Yuliani &; Tubagus Wahyudin Abdul Wafa
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 4, No 2 (2014): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v4i2.694

Abstract

      Cabai merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu komoditas penting hortikultura di Indonesia yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat yang memiliki nilai ekonomi yang cukup baik. Maka perlu dilakukan penelitian tentang respon pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah (Capsicum annum L.) terhadap pemberian urine kelinci dan PGPR dari akar putri malu. Varietas yang digunakan adalah varietas Ciko. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang tediri dari sepuluh perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari empat ulangan dengan masing–masing terdapat tiga polybag. Parameter penelitian meliput tinggi tanaman, jumlah buah dan bobot segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian urine kelinci dan PGPR dari akar putri malu 7.5 ml/liter air merupakan perlakuan yang terbaik dan dapat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan bobot segar tanaman cabai merah (Capsicum annum L.). Kemudian perlakuan pemberian urine kelinci dan PGPR dari akar putri malu 10 ml/liter air memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah buah tanaman cabai merah (Capsicum annum L.).
EFEKTIVITAS PUPUK HAYATI DALAM MENSUBSTITUSI PUPUK KIMIA SINTETIK TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN STROBERI (Fragaria sp.) Nurdi Ibnu Wibowo; Neuis S. Alawiyah
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 4, No 2 (2014): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.548 KB) | DOI: 10.35194/agsci.v4i2.700

Abstract

    Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman (Fragaria sp.). Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan yaitu mulai dari bulan Mei sampai bulan Juni 2014 di Sweetberry Agrowisata yang berlokasi di Jl. Mariwati Cipanas - Puncak, Cianjur, Jawa Barat (VILLA GREEN APPLE). Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 ulangan. Setiap unit percobaan terdiri dari 3 polibag yang masing-masing berisi 1 tanaman. Perlakuan: A: Pupuk kimia sintetik 100%, B: Pupuk hayati 100%, C: Pupuk hayati 100%+ pupuk kimia sintetik 75%, D: Pupuk hayati 100%+pupuk kimia sintetik 50%, E : Pupuk hayati 100%+pupuk kimia sintetik 25%, dan F : Tanpa perlakuan (kontrol). Parameter penelitian meliputi tinggi tanaman, dan jumlah daun tanaman stroberi (Fragaria sp.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C yakni pemberian pupuk hayati 100%+Kimia sintetik 75% merupakan perlakuan yang terbaik dan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan lebar daun tanaman stroberi (Fragaria sp.).
PENGARUH PARTISIPASI KELOMPOK WANITA TANI TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS HIDUP ANGGOTA (Studi Pada Program Kawasan Rumah Pangan Lestari Di Kelompok Wanita Tani Sakinah) Falentino, Robby; Maulana, Denden
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 4, No 2 (2014): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v4i2.701

Abstract

   Pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan sekelompok organisasi wanita yang bergerak dibidang pertanian baik off farm maupun on farm, dimana kaum perempuan diberikan pemberdayaan dan pelatihan khusus seputar dunia pertanian termasuk pada program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi dan tingkat kualitas hidup anggota Kelompok Wanita Tani pada program Kawasan Rumah Pangan Lestari dan pengaruh penerapan program Kawasan Rumah Pangan Lestari dalam peningkatan kualitas hidup anggota dengan menganalis pengaruh dari variabel partisipasi dan variabel kualitas hidup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan mengunakan analisis regresi linier sederhana sebagai perhitungan statistic dan distribusi frekuensi. Tiap variabel yang diukur terdiri yaitu variabel partisipasi dan variabel kualitas hidup masing-masing terdiri dari tiga dimensi, hasil dari pengukuran dengan menggunakan teknik analisis Deskriptif skala likert dengan mencari nilai bobot standar menunjukan pada variabel partisipasi (X) dengan total skor 696 sehingga pada garis kontinum setuju dengan pesentase 69,5% berada pada kategori baik. Sedangkan untuk pengukuran variabel kualitas hidup (Y) dengan total skor 667 sehingga pada garis kontinum cukup setuju dengan pesentase 59,28% berada pada kategori cukup baik. hasil analisis dengan menggunakan koefisien determinasi diperoleh 38,50% peningkatan kualitas hidup anggota dapat didukung oleh variabel penerapan program Kawasan Rumah Pangan Lestari, hal yang sama juga diperoleh berdasarkan hasil uji F sebesar 14,394 dan uji t sebesar 3,794 dimana semuanya dinyatakan signifikan bahwa “ Ada pengaruh penerapan program Kawasan Rumah Pangan Lestari dalam peningkatan kualitas hidup anggota”
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum L.) TERHADAP PEMBERIAN PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobakteri) DARI AKAR BAMBU DAN URINE KELINCI Melissa Syamsiah; Royani .
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 4, No 2 (2014): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v4i2.695

Abstract

     Cabai merah merupakan salah satu produk hortikultur penting yang bernilai ekonomis tinggi dan cocok untuk dikembangkan di Indonesia. Penggunaan bahan alami seperti PGPR dari akar bambu dan urine kelinci diharapkan mampu meningkatkan produksi tanaman cabai merah. Penelitian bertujuan untuk menemukan dosis perlakuan PGPR dari akar bambu dan urine kelinci paling baik untuk pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah. Penelitian dilakukan di kebun percobaan dan laboratorium Fakultas Pertanian UNSUR pada bulan Februari sampai Juni 2014. Penelitian ini terdiri dari 10 perlakuan yaitu Dosis PGPR akar bambu pada perlakuan A, B, C, dan D yang diberikan masing-masing sebesar 5, 7,5, 10 dan 12,5 ml/L air sedangkan perlakuan E, F, G, dan H merupakan perlakuan A sampai D yang dikombinasikan dengan urine kelinci sebanyak 50ml/L air dan perlakuan I adalah urine dengan dosis 50 ml/L air dan perlakuan J adalah tanpa pemberian PGPR dan urine kelinci. Pengamatan dilakukan seminggu sekali selama 13 minggu. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kombinasi PGPR akar bambu 12,5 ml/L air dengan urine 50 ml/L air merupakan perlakuan terbaik untuk tinggi tanaman cabai merah sedangkan kombinasi PGPR akar bambu 7,5 ml/L air dengan urine 50 ml/L air merupakan perlakuan terbaik untuk jumlah buah dan bobot basah tanaman cabai merah pada 13MST.

Page 1 of 1 | Total Record : 9