cover
Contact Name
Fakhri Syarif
Contact Email
fakhri@unsur.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agroscience@unsur.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
AGROSCIENCE
ISSN : 19794681     EISSN : 25797891     DOI : -
Jurnal Agroscience (JAGSCI) dahulu bernama Journal of Agroscience adalah media publikasi ilmiah hasil-hasil penelitiandi bidang pertanian yang meliputi teknologi budidaya, sosial-ekonomi pertanian, penyuluhan dan kelembagaan pertanian. Pertama kali diterbitkan pada tahun 2008 dalam edisi cetak dengan Nomor ISSN 1979-4681. Pada tahun 2016 mulai diterbitkan dalam bentuk daring dengan e-ISSN 2579-7891. Adapun Misi dari jurnal ini adalah meningkatkan pengetahuan menyebarluaskan karya tulis ilmiah profseional bidang pertanian. JAGSCI diterbitkan oleh Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana. JAGSCI diterbitkan dua kali dalam setahun, sebagai berikut, nomer 1 diterbitkan pada periode Januari sampai dengan Juni, dan nomor 2 diterbitkan pada periode Juli sampai dengan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 273 Documents
EFEKTIVITAS BERBAGAI JENIS PESTISIDA NABATI TERHADAP MORTALITAS HAMA RAYAP (Coptotermes curvignathus) PADA TANAMAN KELOR Yuliani Yuliani; Angga Adriana Imansyah; Vina Nurfauziyyah
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 15 No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v15i2.5910

Abstract

Tanaman Kelor merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, dikenal dengan julukan “miracle of tree”. Namun seringkali hama menyerang tanaman kelor salah satunya adalah hama rayap. Umumnya petani lebih memilih pestisida kimia dalam mengendalikan hama rayap, karena hal tersebut pestisida kimia berbahaya bagi lingkungan karena dapat meninggalkan residu. Sebagai alternatif untuk mengendalikan hama rayap adalah menggunakan pestisida nabati yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pestisida nabati untuk mengendalikan mortalitas dan LT50 hama rayap. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAK) non faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan yaitu K0 (Kontrol), K1 (Ekstrak Serai), K2 (Ekstrak Daun Salam), K3 (Ekstrak Daun Cengkeh) dan K4 (Ekstrak Daun Sirsak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai jenis pestisida nabati menunjukkan adanya perbedaan mortalitas dari semua perlakuan. Adapun perlakuan terbaik yakni K1 (Ekstrak Serai) mampu mematikan hama rayap sebesar 70%, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan K2 (Ekstrak Daun Salam) dan K4 (Ekstrak Daun Sirsak) pada 24 jam setelah aplikasi. Dan nilai LT50 tercepat yaitu perlakuan K1 (Ekstrak Serai) pada 17 jam diikuti oleh K2 (Ekstrak Daun Salam) dan K4 (Ekstrak Daun Sirsak) pada 18 jam.
PENGEMBANGAN METODE PENGERINGAN DAN JENIS KEMASAN PRODUK BUMBU BUBUK BAWANG PUTIH BOMBOERIS DENGAN VALUE ENGINEERING Andin Berliana; Fitria Naimatu Sadiyah; Adi Prayoga
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 16 No 1 (2026): Juni
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan produk, memperoleh alternatif metode pengeringan dan jenis kemasan yang tepat dalam menghasilkan produk bumbu bubuk bawang putih Bomboeris yang disukai konsumen berdasarkan metode value engineering. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Maret 2026 di PT Ginteanc Sari Roso, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara purposive sampling, pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur, eksperimen, kuesioner,kemudian dianalisis dengan menggunakan skala likert untuk mengetahui tingkat kesukaan calon konsumen dan analisis deskriptif kuantitatif dengan metode value engineering. Hasil analisis data menunjukkan proses pengembangan produk bumbu bubuk bawang putih Bomboeris menggunakan metode value engineering dilakukan dengan tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis, tahap pengembangan, dan tahap rekomendasi. Alternatif metode pengeringan dan jenis kemasan yang terbaik berdasarkan metode value engineering dalam menghasilkan produk bumbu bubuk bawang putih Bomboeris yang disukai konsumen adalah alternatif peringkat 1 dengan metode pengeringan menggunakan food dehydrator melalui metode foam mat drying dengan lama pengeringan 3,5 jam pada suhu 60 °C dan menggunakan jenis kemasan standing pouch
PENGARUH DIMENSI MOTIVASI PETANI TERHADAP KEMANDIRIAN BENIH BAWANG MERAH DI KALURAHAN SELOPAMIORO, KAPANEWON IMOGIRI Darana Widyarini; Sari Megawati; Sujono
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 16 No 1 (2026): Juni
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi danberperan penting dalam mendukung ketahanan pangan. Salah satu permasalahan dalam usahatani bawang merah adalah ketergantungan petani terhadap benih dari luar daerah, sehingga kemandirian benih menjadi aspek penting untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dimensi motivasi petani yang terdiri dari kebutuhan akan prestasi, kebutuhan berhubungan sosial, dan kebutuhan akan kekuasaan atau memengaruhi terhadap kemandirian benih bawang merah di Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2025 hingga Maret 2026 dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 44 petani. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan dimensi motivasi petani berpengaruh signifikan terhadap kemandirian benih bawang merah. Secara parsial, motivasi kebutuhan berhubungan sosial dan kebutuhan akan kekuasaan berpengaruh signifikan, sedangkan motivasi kebutuhan akan prestasi tidak berpengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,626 menunjukkan bahwa 62,6% variasi kemandirian benih dapat dijelaskan oleh variabel motivasi petani. Dengan demikian, motivasi kebutuhan petani akan berhubungan sosial dan motivasi petani akan kekuasaan atau memengaruhi memiliki peran penting dalam mendukung kemandirian benih bawang merah.