cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 582 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014):" : 582 Documents clear
pengaruh model pembelajaran reciprocal teaching terhadap hasil belajar ipa siswa kelas v ., I Gede Ariyasa; ., Dra. Ni Nengah Madri Antari, M.Erg.; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Reciprocal teahing dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester I di SD Negeri 1Tulamben tahun pelajaran 2013/2014 Kecamatan kubu. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V semester I di SD Negeri 1 tulamben Kecamatan Kubu yang berjumlah 54 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas VA SD Negeri 1 Tulamben yang berjumlah 27 orang dan siswa kelas VB SD Negeri 1 Tulamben yang berjumlah 27 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk objektif. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Reciprocal teahing dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dilihat dari hasil perhitungan rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 84,94 lebih besar dari rata-rata hasil belajar IPA kelompok kontrol adalah 68,38, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Reciprocal teahing berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VA di SD Negeri 1 Tulamben Kecamatan Kubu.Kata Kunci : model pembelajaran Reciprocal teaching, Hasil belajar IPA This research was aimed to know the differences of the result of studying science between students who got Reciprocal Teaching learning model and the students who got the conventional teaching learning model for grade V semester I at SD Negeri 1 Tulamben, Kubu Sub-district, in academic year 2013/2014. This research is a quasi-experimental research. The population of this research was 54 students of grade V semester I at SD Negeri 1 Tulamben, Kubu Sub-district. The sample of this research was 27 students from class VA and 27 students from class VB of grade V semester I at SD Negeri 1 Tulamben, Kubu Sub-district. The data was collected by using objective test instrument and was being analyzed by using the analysis of Descriptive Statistic and Inferential Statistic Test (t-test). This research showed that there was a significant between students who got Reciprocal Teaching learning model and the students who got the conventional teaching learning model. It was seen from the average score of experimental group which was 84.94. It was higher than the average of control group which was 68.38. It can be concluded that the implementation of Reciprocal Teaching learning model influenced the result of studying science for grade V semester I at SD Negeri 1 Tulamben, Kubu Sub-district, in academic year 2013/2014.keyword : Reciprocal Teaching learning model, the result of studying science.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TPS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DITINJAU DARI KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SD ., Ni Wayan Wida Prama Dewi; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran TPS terhadap hasil belajar IPA ditinjau dari keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini merupakan quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest only control group design. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas IV di Gugus VIII Kecamatan Buleleng dan sampel sebanyak 84 orang siswa kelas IV SD No 1 dan 2 Paket Agung. Sampel ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu tes keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar IPA. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan satistik deskriptif. Uji hipotesis menggunakan analisis ANAVA 2 jalur, jika FAB signifikan maka dilanjutkan dengan uji hipotesis 3 dan 4 menggunakan uji Tukey. Hasil analisis menunjukkan bahwa. (1) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran TPS dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (FAhitung =397,92 > Ftabel ¬=1,74), (2) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran TPS hasil belajar IPA ditinjau dari keterampilan berpikir kritis (F(AxB)hitung 82,37 > Ftabel=1,74). 3) terdapat perbedaan hasil belajar IPA pada siswa yang memiliki keterampilan berpikir kritis tinggi yang mengikuti model pembelajaran TPS dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensioal. 4) terdapat perbedaan hasil belajar IPA pada siswa yang memiliki keterampilan berpikir kritis rendah, antara siswa yang mengikuti model pembelajaran TPS dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model pembelajaran TPS ditinjau dari keterampilan berpikir kritis berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV.Kata Kunci : hasil belajar IPA, keterampilan berpikir kritis, model pembelajaran TPS This research aims to determine the effect of TPS learning models on science learning result in term of critical thinking skills. This research was a quasi experiment with pretest-posttest only control group design. Population in this research was all grade 4th elementary school students in cluster 8th Buleleng district and sample in this research was grade 4th students in SD No 1 and 2 Paket Agung which consisted of 84 students. Samples was determined by cluster random sampling technique. The instrument used ini this research is critical thinking skills test and science learning result test. Data were analyzed using descriptive statistics and hypothesis test using two way ANOVA analysis, if FAB was significant, then analysis proceed to 3th and 4th hypothesis using the Tukey test. The results of the analysis showed. (1) there is a significant difference in science learning result between students who are participating in TPS learning model with students who participating conventional learning models (FAcount =397,92> FAtable=1,74) , (2) there is interaction effect between TPS learning model with critical thinking skill on student science learning outcomes (F(AxB)count =82,37 > Ftable=1,74). (3) there is differences in student’s science learning result in high critical thinking skills group who partcipant TPS learning model with who participant conventional learning model, 4) there is differences in student’s science learning result in low critical thinking skills group who partcipant TPS learning model with who participant conventional learning model. Thus, TPS learning model in term critical thinking skill has effect to the science learning result.keyword : science learning result, critical thinking, TPS learning model
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI MELALUI DISKUSI KELOMPOK KECIL TERHADAP HASIL BELAJAR SAINS SISWA KELAS V SD GUGUS 6 BATUBULAN, GIANYAR ., I Made Peri Andika; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar sains antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri melalui diskusi kelompok kecil dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional siswa kelas V SD N Gugus 6 Batubulan, Gianyar. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (quasy eksperiment) dengan menggunakan rancangan penelitian Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD N Gugus 6 Batubulan, Gianyar tahun pelajaran 2013/2014. Sampel diambil dengan teknik random sampling untuk mendapatkan dua sampel, satu sebagai kelas eksperimen dan satu lagi sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes hasil belajar sains berbentuk tes objektif pilihan ganda. Data dianalisis dengan uji-t. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata postest hasil belajar sains kelompok eksperimen lebih besar dari nilai rata-rata postest kelompok kontrol, yaitu 83,92 > 78,16. Setelah dianalisis dengan uji-t diperoleh thitung = 5,307 > ttabel = 2,000 dengan taraf signifikansi 5% dengan db = 77. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar sains siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri melalui diskusi kelompok kecil dengan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan, model pembelajaran inkuiri melalui diskusi kelompok kecil berpengaruh positif terhadap hasil belajar sains siswa kelas V SD N Gugus 6 Batubulan. Kata Kunci : Sains, inkuiri, hasil belajar. This research aims to find the significant difference of the science learning result between the students who follow the inquiry learning through a small group discussion with the students who follow the conventional learning in grade V of SD N Cluster 6 Batubulan, Gianyar. This research includes quasy experiment by using the research’s plan of Non Equivalent Control Group Design. The population of this research is all grade V students of SD N Cluster 6 Batubulan, Gianyar in the school year 2013/2014. The sample was taken by random sampling technic to get two samples, one sample as experiment class and the other as control class. The data was collected by using the test instrument of science learning result in the form of multiple-choice test. The data was analyzed by t-test. The analysis showed that the average grade of post test of control class was 83,92 > 78,16. Having analyzed by t-test, obtained tarithmetic = 5,307 > ttable = 2,000 with the significant scale 5% with db = 77. It means there is the significant differences of learning science result of the students with inquiry learning model through small group discussion with students who taught by conventional learning. Thus, it can be concluded inquiry learning model through small group discussion has positive influence to the science learning result of grade V SD N Cluster 6 Batubulan, Gianyar.keyword : Science, inquiry, learning result.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MODIFIED FREE INQUIRY BERNUANSA OUTDOOR STUDY TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS 2 KUTA UTARA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Ni Nyoman Ayu Sugiartini; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Modified Free Inquiry bernuansa outdoor study dan yang dibelajarkan secara konvensional pada siswa kelas V SD Gugus 2 Kuta Utara Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus 2 Kuta Utara Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 345 orang. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling yang diacak adalah kelasnya untuk menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan hasil pengundian yaitu siswa kelas VC SD Negeri 2 Tibubeneng sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 35 orang siswa dan siswa kelas VB SD Negeri 1 Tibubeneng sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 33 orang siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes jenis objektif bentuk pilihan ganda biasa. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 5,07 ≥ ttab = 2,000 pada taraf signifikansi 5%. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Modified Free Inquiry bernuansa outdoor study dan yang dibelajarkan secara konvensional, dan dilihat dari nilai rata-rata kelompok eksperimen = 84,57 > = 76,79 pada kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Modified Free Inquiry bernuansa outdoor study berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus 2 Kuta Utara Tahun Pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : Kata kunci: Modified Free Inquiry bernuansa outdoor study, hasil belajar IPA. The present research was aimed to find out the significant difference between the students who were taught by using Modified Free Inquiry learning model in outdoor study and those who were taught by using conventionally upon the fifth graders of elementary school at Gugus 2 Kuta Utara in the academic year of 2013/2014. This research was a quasi-experiment research. The design of this study was nonequivalent control group design. The population of this study was 345 students of the fifth graders of elementary school at Gugus 2 Kuta Utara in the academic year of 2013/2014. The sampel was determined by using random sampling in which the researcher did a lotteray. The result of the lotteray showed that the experimental group was 35 students of class VC of SD Negeri 2 Tibubeneng while the control group of this study was 33 students of class VB of SD Negeri 1 Tibubeneng. In this present study, the data collection method used was objective test method in the form of common multiple choice. The gathered data, then was analyzed by using inferential statistic analysis method (t-test). Based on the result of data analysis, the result was tobserved = 5,07 ≥ tcritical value = 2,000 at the significance level of 5%. Hence, it could be interpreted that there was a significant difference of Science learning outcomes between the students who were taught by using Modified Free Inquiry learning model in outdoor study and the students who were taught conventionally. The average score of experimental group was = 84,57 > = 76,79 toward the control group. Therefore, it could be concluded that the application of Modified Free Inquiry learning model in outdoor study gave an influence toward students Science learning outcomes of fifth graders of elementary school at Gugus 2 Kuta Utara in the academic year of 2013/2014.keyword : Keywords: Modified Free Inquiry in outdoor study, Science learning outcomes.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI SOSIAL BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS V SD N 9 PADANG SAMBIAN ., Putu Dian Yasmi Lastari; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2477

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti strategi pembelajaran inkuiri sosial berbasis pendidikan karakter dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD N 9 Padang Sambian. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan eksperimen Noneqivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD N 9 Padang Sambian yang terdiri 4 kelas. Dipilih 2 kelas yang terdiri dari 86 siswa sebagai sampel. Sampel dipilih dengan tehnik random sampling. Data hasil belajar PKn dikumpulkan dengan instrument berupa tes objektif, kemudian data dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran inkuiri sosial berbasis pendidikan karakter dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis uji-t diperoleh bahwa thit 3,24> ttabel 2,00 dengan dk = 84 (∑n-2 = 86 – 2 = 84) dan taraf signifikansi 5%, demikian pula nilai rata-rata kelompok eksperimen 68,87 sedangkan nilai rata-rata kelompok kontrol 61,24. Hal ini berarti hasil belajar kelompok eksperimen lebih dari hasil belajar kelompok kontrol (68,87> 61,24). Dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran inkuiri sosial berbasis pendidikan karakter hasil belajar pkn siswa kelas V SD N 9 Padang Sambian. Kata Kunci : Strategi Pembelajaran Inkuiri Sosial Berbasis Pendidikan Karakter dan Hasil Belajar PKn. The purpose of this study was to determine the significant differences between the learning outcomes of students who take PKn inquiry learning strategies based social character education with students who take conventional learning in the fifth grade students of SD N 9 Padang Sambian. This study is an experimental research with experimental design Noneqivalent Control Group Design. The study population is the fifth grade students of SD N 9 Padang Sambian consisting of 4 classes. Selected 2 class consisting of 86 students as the sample. The sample was selected by random sampling technique. PKn learning outcomes data collected by the instrument in the form of an objective test, then the data were analyzed by t-test. The results showed that there were significant differences in learning outcomes between students that learned to use social inquiry learning strategy based character education to students that learned using conventional learning. It is shown from the results of t-test analysis found that thit 3.24> 2.00 ttable with db = 84 (Σn-2 = 86-2 = 84) and a significance level of 5%, while the average value of the experimental group 68.87 while the average value of the control group 61.24. This means that the learning outcomes of the experimental group over the control group learning outcomes (68.87> 61.24). It can be concluded that the strategy of social inquiry-based learning character education learning outcomes PKN fifth grade students of SD N 9 Padang Sambian. keyword : Social Inquiry-Based Learning Strategies and Learning Outcomes Character Education PKn.
PENGARUH MODEL MIND MAPPING BERMUATAN BUDAYA BALI TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV DI DESA SINABUN KECAMATAN SAWAN, KABUPATEN BULELENG ., Ni Putu Sumaraning; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2207

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Deskripsi hasil belajar IPS pada siswa kelompok eksperimen dengan menggunakan model Mind Mapping bermuatan budaya Bali. (2) Deskripsi hasil belajar IPS pada siswa kelompok kontrol dengan menggunakan model pembelajaran langsung (3) Perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan Model Mind Mapping bermuatan budaya Bali dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan Model Pembelajaran Langsung. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan post-test only control group design. Sampel penelitian ini berjumlah 45 orang yang diambil dengan cara random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPS yang dikumpulkan dengan tes. Bentuk tes yang digunakan adalah pilihan ganda yang telah divalidasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Deskripsi hasil belajar IPS pada siswa kelompok eksperimen dengan menggunakan model Mind Mapping bermuatan budaya Bali menunjukkan skor rata-rata 21,35 berada pada kata gori sangat tinggi (2) Deskripsi hasil belajar IPS pada siswa kelompok kontrol dengan menggunakan model pembelajaran langsung menunjukkan skor rata-rata 11,52 (3) Terdapat perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model Mind Mapping bermuatan budaya Bali dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan Model pembelajaran Langsung siswa kelas IV sekolah dasar di Desa Sinabun. Perbedaan tersebut dilihat dari thit > ttab (thit = 5,55. > ttab = 2,021). Berdasarkan temuan diatas, disimpulkan bahwa model Mind Mapping bermuatan budaya Bali berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPS dibandingkan dengan model pembelajaran Langsung. Kata Kunci : Mind Mapping bermuatan budaya Bali, hasil belajar This study aims to find out:. (1) Description of IPS on Student learning outcomes with the experimental group using mind mapping charged culture model of Bali. (2) Description of IPS on student learning outcomes with a control group using a direct instruct instructional model. (3) Differences IPS significant learning outcomes between groups of students who learned with using Mind Mapping Model charged Balinese culture with a group of students who learned with using direct learning model. The study was quasi-experimental with a draft post-test only control group design. Sample size was 45 people who were taken by random sampling. The data collected in this study is the result of social studies collected by the test. Form of test used is multiple choice that has been validated. Data were analyzed using descriptive statistical analysis techniques and inferential statistics (t-test). Results of this study showed that: (1) Description of IPS on student learning outcomes with the experimental group using Mind Mapping Model charged Balinese culture showed an average score of 21.35 is at the very high gori. (2) Description of IPS on student learning outcomes with a control group using a direct instructional model showed an average score of 11.52. (3) There are differences in the results of significant social studies between groups of students who learned with using Mind Mapping charged culture model of Bali with a group of students that learned to use the Direct Model fourth grade students teaching elementary school in the village of Sinabun. The difference in views of thit> ttab (thit = 5.55.> Ttab = 2.021). Based on the above findings, it was concluded that the model of Mind Mapping uncharged Balinese culture positive effect on learning outcomes than learning model IPS Direct.keyword : Mind Mapping charged culture of Bali, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DENGAN KOVARIABEL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS ., Ni Luh Sudiani; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran word square dan kelompok siswa yang belajar dengan mengikuti model pembelajaran konvensional. (2) mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran word square dan kelompok siswa yang belajar dengan mengikuti model pembelajaran konvensional setelah kovariabel kemampuan berpikir kritis siswa dikendalikan. (3) mengetahui seberapa besar kontribusi kovariabel kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar IPA. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus III Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 159 orang. Sampel penelitian yang digunakan yaitu siswa kelas V SD No. 3 Jinengdalem dan siswa kelas V SD No. 2 Jinengdalem. Dua instrumen pokok penelitian yaitu tes uraian kemampuan berpikir kritis dan tes hasil belajar IPA. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif, ANAVA satu jalur, ANAKOVA satu jalur, dan korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran word square dan kelompok siswa yang belajar dengan mengikuti model pembelajaran konvensional. Kedua, terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran word square dan kelompok siswa yang belajar dengan mengikuti model pembelajaran konvensional setelah kovariabel kemampuan berpikir kritis siswa dikendalikan. Ketiga, kemampuan berpikir kritis memberikan kontribusi terhadap hasil belajar IPA sebesar 21% pada kelompok eksperimen dan 18% pada kelompok kontrol.Kata Kunci : kemampuan berpikir kritis, hasil belajar IPA dan word square This research aimed analyzing three problems : (1) to know the differences of the result of science between group of students that followed learning words square model and group of students that followed learning conventinal model. (2) to know the differences of the result of science between group of students that followed learning words square model and group of students that followed learning conventinal model after covariable critical thinking ability controlled. (3) to know how many contributions of covariable of critical thinking ability toward science result. This research was quasi experiment research with non-equivalent post tes only control group design. The populations of this research were all of five grade students gugus III Buleleng subdistrict in academic year 2013/2014 with the total 159 students. The sample of this research was used five grade students of SD No 3 Jinengdalem and five grade students of SD No 2 Jinengdalem. Two principal research instrumens are critical thinking ability test and result of science tes. The data was collected analyzed by using descriptive statistics analysis, Anava one way, Anacova one way, and product moment correlation. Based on the result of the data analysis, the following result were found. First, there was a difference result of science between group of students that followed learning words square model and group of students that followed learning conventinal model. Second, there was a difference of the result of science between group of students that followed learning words square model and group of students that followed learning conventinal model after covariable critical thinking ability controlled. Third, critical thinking ability gave contribution toward science result with total 21% on eksperiment group and 18% on control group.keyword : critical thinking ability, the result of science, and word square
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PBL BERBANTUAN MEDIA VISUAL ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS II TAMPAKSIRING GIANYAR ., I Kadek Marga Sastrawan; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarakan melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Visual Animasi dengan siswa yang dibelajarkan melalui Pembelajaran Konvensional Pada Kelas V SD Gugus II Tampaksiring, Gianyar Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini tergolong penelitian quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent control group design. Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu seluruh SD siswa kelas V yang terdapat di Gugus II Tampaksiring, Gianyar. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas V SDN 1 Tampaksiring dan siswa kelas V SDN 6 Tampaksiring yang diambil dengan teknik Random Sampling. Metode pengumpulan data adalah tes. Teknik analisis yang digunakan adalah uji-t. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarakan melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media visual animasi dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Hasil uji hipotesis diperoleh thitung sebesar 3,25, sedangkan nilai ttabel adalah 2,00. Dari perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa thitung > ttabel (3,25>2,00). Berdasarkan perbedaan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarakan melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Visual Animasi dengan siswa yang dibelajarkan melalui Pembelajaran Konvensional Pada Kelas V SD Gugus II Tampaksiring, Gianyar Tahun Pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : PBL, visual animasi, hasil belajar, dan IPA. This research have a purpose to know the significant of difference the result of the science study between student used by Problem Based Learning model (PBL ) assisted visual animation media and conventional learning at elementary school (SD) grade V Gugus II Tampaksiring, Gianyar academic 2013/2014. The kind of this research is classified to quasi experiment research with Nonequivalent control group design. The research is using all of student grade V in SD Gugus II Tampaksiring, Gianyar. It is using a sample from student grade V SDN 1 and SDN 6 Tampaksiring taken by random sampling technique. In this research i use test method to collect the data and analyze technique used t-experiment. The result of the data showed that the different significantly about the result of science study between student studied by Problem Based Learning model (PBL ) assisted visual animation media and conventional learning. The result of hypothesis experiment achievement for tcount is 3,25 while the point of ttable is 2,00. From it calculation we can be seen that tcount > ttable (3,25 > 2,00). Based on the difference of that we can taking the conclusion is there significant difference result of the science study between student learned by Problem Based Learning model (PBL ) assisted visual animation media and conventional learning at grade V SD Gugus II Tampaksiring, Gianyar 2013/2014. keyword : PBL, visual animation, learning achievement, and science.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN POE DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Ni Kadek Juniari; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran POE dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional berdasarkan tingkat motivasi belajar pada siswa kelas V SD di Gugus X Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SD di Gugus X Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 170 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SDK Karya kelas A dan B, SD No.3 Kaliuntu dan SD No.4 Kaliuntu. Penelitian ini menggunakan rancangan post test only control group design. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode kuesioner dan metode tes dengan instrumen kuesioner motivasi belajar dan tes hasil belajar berupa tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial ANAVA dua jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran POE dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional, (2) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran POE dan motivasi belajar, (3) pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran POE dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional dan (4) pada siswa yang memiliki motivasi rendah terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran POE dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Hasil Belajar IPA, Model Pembelajaran POE, Motivasi Belajar This research have a purpose to find out the differences in learning result of natural science program learning between the student with the POE learning model and the students who followed the learning with the Conventional learning model based on the motivation learning level for the student at five grade of Elementary School in the ten group on the districts and regency of Buleleng on 2013/2014. The study was quasi-experimental research. The population of this research is the five grade of Elementary School in the ten group on the districts and regency of Buleleng on 2013/2014 which amounts to 170 people. The sample of this experiment that is the fifth grade of Katolik Karya Elementary School in A and B class, Elementary School No.3 and No.4 Kaliuntu. This research use posttest only control group design program. The data was collected using questionnaire and test method with motivation questionnaire instrument learning and achievement test be in the form of multiple-choice test. The data obtained were analyzed with descriptive statistic analysis techniques and inferential statistics namely ANAVA Two Way. The result of this research shows that; (1) there are significant differences in natural science program learning between the student and the POE learning model and the stdents who followed the learning with convensional learning model, (2) there are significant interaction effect between POE learning model and motivation learning model, (3) the student who have the high motivation learning there are significant differences about natural science program learning between the student who follow the POE learning model and the students who followed the learning with the convensional learning model, and (4) the student who have a low quality there aresignificant differences student learning out comes between the student who follow the POE learning model and the students who followed the learning with the convensional learning model.keyword : science learning outcomes, POE learning model, learning motivation
PENGARUH METODE EKSPERIMEN TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI GUGUS IV KABUPATEN BULELENG ., Gusti Ngurah Bagus Yogantara; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan metode eksperimen dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan metode ceramah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 6 kelas. Sampel diambil dengan cara random sampling sebanyak 2 kelas, diperoleh siswa kelas IV di SD Negeri 1 Penglatan sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas IV di SD Negeri 3 Penglatan sebagai kelas kontrol. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah prestasi belajar IPA, bentuk tes prestasi belajar IPA yang digunakan adalah pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Untuk menguji hipotesis digunakan uji-t yang berguna untuk menguji perbedaan prestasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan metode eksperimen dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan metode ceramah. Hal ini ditunjukkan oleh (thitung = 28,41 > ttabel = 2,000) dan didukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan metode eksperimen yaitu 23,69 dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan metode ceramah yaitu 13,8. Berdasarkan temuan di atas, disimpulkan bahwa metode eksperimen berpengaruh terhadap prestasi belajar IPA pada siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Buleleng.Kata Kunci : metode eksperimen, hasil belajar. This study aimed to determine differences in science learning achievement of students who learned with using experimental methods and students who learned with the lecture method. This research is a quasi experimental study to design a post - test only control group design. The population of this study are all fourth grade students in Cluster IV Buleleng academic year 2013/2014 as much as 6 classes. Samples were taken by means of random sampling as much as 2 grade, fourth grade students obtained in SD Negeri 1 Penglatan as an experimental class and fourth grade students in the Elementary School 3 Penglatan as the control class. The data collected in this study is the result of learning science, science achievement test form used is multiple choice. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. To test the hypothesis t- test was used to test for differences useful student learning achievement. The results showed that there are differences in science learning achievement of students who learned with using experimental methods and the students that learned to use the lecture method. This is indicated by ( t count = 28.41 > t table = 2.000 ) and supported by the difference in the average score obtained by the students who learned with the experimental method is 23.69 and the students that learned to use the lecture method is 13.8. Based on the above findings, it was concluded that the experimental method effect on science learning achievement in the fourth grade students in Cluster IV Buleleng.keyword : experimental methods, learning achievement

Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue