cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 582 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014):" : 582 Documents clear
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS V SD GUGUS VI ABIANSEMAL ., Ni Made Dwi Yuniari; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional siswa kelas V SD Gugus VI Abiansemal Mambal-Mekarbhuana tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain quasi experimental yaitu nonequivalent control group design. Populasi yang dilibatkan adalah siswa kelas V SD Gugus VI Abiansemal Mambal-Mekarbhuana, penentuan sampel menggunakan teknik random sampling, sehingga diperoleh sampel dalam penelitian ini adalah siswa SD No 3 Mambal sebagai kelompok eksperimen yang terdiri dari 42 siswa dan siswa SD No 1 Mambal sebagai kelompok kontrol yang terdiri dari 37 siswa. Data hasil belajar PKn siswa diperoleh dengan menggunakan metode tes dan observasi kemudian dianalisis dengan statistik uji-t. Berdasarkan analisis data diperoleh thitung = 12,16. Sedangkan ttabel dengan menggunakan taraf signifikansi 5% dengan dk = 42 + 37 – 2 = 77 diperoleh ttabel (α = 0,05) = 2,000. Karena thitung = 12,16 > ttabel = 2,000, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Rata-rata (x)hasil belajar PKn kelompok eksperimen = 85,27 > rata-rata (x) hasil belajar PKn siswa kelompok kontrol = 68,85. Ini berarti ada perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Hal ini berarti terdapat pengaruh penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal terhadap hasil belajar PKn siswa kelas V SD Gugus VI Abiansemal Mambal-Mekarbhuana. Kata Kunci : Pendekatan Pembelajaran Kontekstual, Kearifan Lokal, Hasil Belajar The purpose of this study is to determine significant differences in learning outcomes between contextual learning approach based on local wisdom and conventional teaching approach of fifth grade students of cluster VI Abiansemal Mambal-Mekarbhuana elementary school students year 2013/2014. This study is an experimental study using quasi-experimental design which is nonequivalent control group design. The population involved in this study is fifth grade students of cluster VI Abiansemal Mambal-Mekarbhuana elementary school. Sample determination is using random sampling techniques. As result, this study obtained elementary school No. 3 Mambal students as experimental group consisting of 42 students and elementary students No. 1 Mambal as control group consisting of 37 students. Pkn learning outcome data is obtained using test and observation method, then it is analyzed using statistic t-test. Based on data analysis, it is obtained tcount = 12.16, meanwhile the ttable using the 5% significance level with dk = 42 + 37-2 = 77 obtained table (α = 0.05) = 2.000. Due to tcount = 12.16 > ttable = 2.000, Ho is rejected and Ha is accepted. Average (x) study result of the experimental group studying Pkn = 85.27 > mean (x), the study result of a control group studying Pkn = 68.85. This means that there are significant difference of the outcomes between learning method through contextual approach based on local wisdom and conventional learning approach. It can be concluded that there are positive influence of the implementation of contextual learning approach based on local wisdom in Pkn learning outcomes of fifth grade elementary school student cluster VI Abiansemal Mambal-Mekarbhuana. keyword : Contextual Learning Approach, Local Wisdom, Learning Outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VI SD NEGERI 6 DAUH WARU NEGARA KABUPATEN JEMBRANA ., Ni Made Nedya Andreina Jessica; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mendeskripsikan perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dengan siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah termasuk penelitian eksperimen semu, yang mencoba mengungkapkan perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran Konvensional. Disebut sebagai penelitian eksperimen semu, karena tidak semua variabel pada setiap kelompok dan kondisi eksperimen dapat dikontrol dan dikendalikan. Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswa di SDN 6 Dauh Waru Negara Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2012/2013 dan sebagai sampel penelitian adalah siswa-siswa kelas VI A1 dan kelas VI A2. pengambilan sampel dilakukan melalui Simple Random Sampling. Jumlah siswa pada masing-masing kelas adalah sama yakni 22 orang, sehingga jumlah semua siswa adalah 44 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA, bentuk tes hasil belajar IPA yang digunakan adalah pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan Anova satu jalur atau Uji-F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara siswa yang diajar model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan oleh Fhitung = 18,390 > Ftabel =3,44 pada taraf signifikansi 0,05. Berdasarkan temuan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar IPA siswa Kelas VI SDN 6 Dauh Waru Negara. Kata Kunci : Model Kooperatif Tipe Jigsaw, Hasil Belajar. This research aimed to determine and describe the difference learning science outcomes between the students who are taught Jigsaw Cooperatif Learning Model with the students taught Conventional Learning Model. This Research is include the quasi-experiment, which tries to reveal differences in learning science outcomes between students who are taught with a Jigsaw Cooperative Learning Model and students taught with Conventional Learning Model. It referred as a quasi-experimental research ,because not all of the variables in each group and the eksperimental conditions can be controlled. As the population in this research were students in elementary school No.6 Dauh Waru, Jembrana of the year 2012/2013 and the sampel of the research were students 6 grade A1 and 6 grade A2. Sampling is done through Simple Random Sampling. The number of the students on each class is 22 people, so the total number of students is 44. The data collected in this research were the result of learning science, the result of learning science test form used multiple choice.The data were analysed by using Anova one path or the F-test. The result showed that there is a significant difference between students taught Jigsaw Cooperative Learning Model with the Convensional Learning Model. It is show by F count = 18,390 > F table = 3,44 in the level of significance 0,05. Based on the Research above it can be concluded that there were an effect of Jigsaw Cooperative Learning Model to Learning Science Outcomes of students grade 6 Elementary school no 6 Dauh Waru Jembrana.keyword : Jigsaw Cooperative Learning Model, study result
PENGARUH MODEL SELF-DIRECTED LEARNING TERHADAP PRESTASI BEAJAR IPA SISWA KELAS V SDN 2 SERAYA TIMUR ., I Ketut Mariasa; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model self-directed learning dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SDN 2 Seraya Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V semester I yaitu kelas VA dan kelas VB di SDN 2 Seraya Timur yang berjumlah 68 orang. Seluruh populasi tersebut diteliti dijadikan sampel penelitian. Data prestasi belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk objektif. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil perhitungan uji t diperoleh t hitung adalah 6,96. t tabel dengan taraf signifikansi 5% dan db = 66 adalah 2,000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran self-directed learning dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran self-directed learning berpengaruh terhadap prestasi belajar IPA siswa kelas VA di SDN 2 Seraya Timur.Kata Kunci : model self-directed learning, prestasi belajar This study was aimed at finding out the differences between the achievement in science subject of students who learned with self-directed learning model and students who learned with conventional learning model in the fifth grade students at SDN 2 Seraya Timur. This study was a quasi-experimental research. The population of this study was 68 students, they were taken from all the fifth grade students at SDN 2 Seraya Timur which are from class VA and VB. The entire population was taken as the sample of the study. The data of the students’ achievement was collected by using instruments in the form of objective test. The data collected were analyzed by using descriptive statistic and inferential statistic (t-test). The calculation result obtained through t-test was 6.96. The t-table with a significance level of 5 % and db = 66 was 2.000. The result of this study indicated that there were significant differences between the achievement of students who learned with the group learning model of self-directed learning and students who learned with conventional learning model. It can be concluded that the model of self-directed learning influenced the students achievement in science subject for VA class SDN 2 Seraya Timur.keyword : self-directed learning model, learning achievement.
PENGARUH MODEL VAK BERBANTUAN LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS MAS ., Ni Luh Saraswati Adnyani; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3593

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas V di SD gugus mas yang dapat dilihat dari capaian rata-rata siswa antara 66 hingga 68 dengan KKM 70. Ketika dikonversikan ke PAP skala lima, nilai siswa tergolong cukup. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pengaruh model pembelajaran VAK (Visual, Aditorial, Kinestetik) berbantuan media lingkungan dan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar siswa kelas V sekolah dasar di gugus Mas Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas V sekolah dasar di gugus Mas kecamatan Ubud, kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2013/2014, sebanyak 172 siswa. Sampel penelitiannya yaitu kelas V di SD N 1 Mas sebagai kelompok eksperimen sebanyak 42 siswa dan kelas V di SD N 6 Mas sebagai kelas kontrol sebanyak 40 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode (1) observasi, (2) tes, sedangkan instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar (tes pilihan ganda). Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Dari hasil perhitungan uji-t diperoleh thitung = 4,79 sedangkan nilai ttable = 1,980 (dengan taraf signifikan 5%). Jika dibandingkan akan terlihat bahwa thitung > ttabel (4,79 > 1,980). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran VAK (Visual, Aditorial, Kinestetik) berbantuan media lingkungan dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V sekolah dasar di gugus Mas.Kata Kunci : Hasil Belajar IPA, Lingkungan, VAK The problem in this study is the low science learning outcomes fifth grade students in elementary school in gugus mas, that could be seen from the average performance of students between 66 to 68 with the KKM 70. If convertion to PAP skala lima, scores of student are classified as fairly. Therefore, this experiment aimed to determine significant differences influence learning model VAK (Visual, Aditorial, Kinesthetic) aided environmental media and conventional learning models to student learning outcomes in 5th grade elementary school in gugus Mas Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar. This research is a quasi-experiment. The population of this study is the 5th grade elementary school students in gugus Mas kecamatan Ubud, kabupaten Gianyar in the school year 2013/2014, with total students was 172. The samples of the experiment was fifth grade in SD N 1 Mas as much as the experimental group with 42 students and in the fifth grade in SD N 6 Mas as a control group with 40 students. Collected data in this study was conducted used: (1) observation, and (2) test with the instruments that used were achievement test (multiple choice test). The data then analyzed with descriptive techniques of quantitative and qualitative description. From the calculation of the t-test obtained t = 4.79, with the value of t-table = 1.980 (with significance level of 5%) . In comparison it would seem that t-count > t-table (4.79>1.980) so that it can be concluded that there are significant differences between students who learned with the learning model of VAK (Visual, Aditorial, Kinesthetic) aided the environment media and the students who learned with the conventional model of learning in the fifth grade elementary school students in the gugus Mas .keyword : Environment, Science Learning Outcomes, VAK
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SSCS TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS I KECAMATAN BULELENG ., Ni Komang Dewi Darmadi Sarastini; ., Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SSCS dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di gugus I Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain berupa nonequivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V SD di gugus I Kecamatan Buleleng yang berjumlah 11 kelas. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data pemahaman konsep IPA siswa menggunakan tes uraian yang dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferansial yaitu uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t, diperoleh nilai thitung sebesar 11,28 dan ttabel sebesar 2,000, pada taraf signifikansi 5% dan db=59. Hal ini berarti thitung lebih besar daripada ttabel. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SSCS dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran SSCS berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA siswa kelas V di SD gugus I Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci : Model SSCS, Pemahaman Konsep IPA The purpose of this research was to know the difference of the concept undertanding in natural science between the group of student who was taught by using SSCS teaching model and the group of student who was taught by using the conventional teaching model in the fifth grade students of elementary school in cluster one of Buleleng district. This was a quasi experimental research with nonequivalent posttest only control group design. The population of this research was fifth grade of elementary school in cluster one of Buleleng district which consisted of 11 classes. The sample was choosen by the use of cluster random sampling technique. The data of concept undertanding in natural science were collected by using essay test which was analyzed by using descriptive statistics analysis and inferential statistics that was t-test. Based on the t-test calculation, the research result showed that tcount value was 11,28 and ttable was 2,000, on significance standard 5% and db=59. That meant that tcount is bigger than that of ttable. The result showed that there was difference of concept undertanding in natural science between group of students who were taught by using SSCS teaching model and group of students who were taught by using conventional teaching model. Thus, can concluded that SSCS teaching model influenced the concept undertanding in natural science of fifth grade students of elementary school in cluster one of Buleleng district, Buleleng regency in academic year 2013/2014.keyword : SSCS Model , the concept undertanding in natural science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INSIDE OUTSIDE CIRCLE (IOC) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DI GUGUS VII KECAMATAN SAWAN ., Kadek Megawati; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2450

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Inside Outside Circle (IOC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Inside Outside Circle (IOC) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di gugus VII Kecamatan Sawan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus VII Kecamatan Sawan tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian ini diambil dengan simple random sampling dengan tehnik undian. Dari hasil undian diperoleh SD Negeri 3 Sinabun sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 32 orang dan SD Negeri 3 Suwug sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 20 orang. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode tes dan instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar berupa pilihan ganda, yang berjumlah 30. Data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t) polled varians. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Inside Outside Circle (IOC) dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata untuk kelas eksperimen sebesar 19,44 sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 15,40. Selain itu, analisis data menggunakan uji-t diperoleh thitung = 14,49 lebih besar dibandingkan dengan ttabel=2,007 pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif Inside Outside Circle (IOC) berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif IPA siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di gugus VII Kecamatan Sawan.Kata Kunci : model IOC, hasil belajar IPA The research used type of cooperative learning model of Inside Outside Circle (IOC). The aimed of this research is to know the difference of science learning achievement between student groups that have been studied by cooperative learning model of Inside Outside Circle (IOC) type and student groups that have been studied conventional learning model of fifth grade student of year 2013/2014 in cluster VII of Sawan District. The kind of this research is quasi-experiment research. The population of this research is all of students of fifth grade in cluster VII of Sawan District of academic year 2013/2014. The sample was taken by simple random sampling with lottery technique. From lottery result obtained by Elementary School number 3 of Sinabun as a experiment class with 32 students and Elementary School number 3 of Suwug as a control class with 20 students. This Research data is obtained by using learning achievement test method and instrument which use is of multiple choices, by total student is 30 people. The data is analyzed by using descriptive statistical analysis and inferential statistic (uji-t) polled varians. The result of the research indicates that there are the difference in science learning achievement between student groups that have studied using learning Inside Outside Circle (IOC) model and student groups that have studied using conventional learning model. Average score for the experiment class is 19,44 and for the control class is 15,40. Besides that, data analysis used uji-t that is obtained tvalue = 14,49 is bigger than ttable=2,007 at 5% of significant level. Thereby, cooperative learning model of Inside Outside Circle (IOC) have an effect on to cognitive science learning achievement of fifth grade of academic year 2013/2014 in cluster VII of Sawan District. keyword : model IOC, science learning achievement
PEMBELAJARAN BERBASIS OTAK BERBANTUAN MEDIA VISUAL BERPENGARUH TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SD GUGUS 2 MENGWI BADUNG ., I Gede Widyantara; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan menulis deskripsi antara siswa kelas V SD Gugus 2 Mengwi Badung yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran berbasis otak (brain based learning) berbantuan media visual dengan siswa yang dibelajarkan secara konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V Gugus 2 Mengwi Badung yang berjumlah 265 orang. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 2 Buduk sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VB SD N 1 Buduk sebagai kelompok kontrol. Data penelitian ini dikumpulkan menggunakan instrumen tes keterampilan menulis deskripsi berupa tes esai. Hasil tes selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pengujian statistik uji-t. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan menulis deskripsi antara siswa kelompok eksperimen dan siswa kelompok kontrol. Ini dapat dilihat dari hasil uji-t, dengan thitung > ttabel. Rata-rata keterampilan menulis deskripsi kelompok eksperimen lebih dari rata-rata keterampilan menulis deskripsi kontrol yaitu 81,08 > 70,97. Hal ini berarti penerapan pembelajaran berbasis otak (brain based learning) berbantuan media visual berpengaruh terhadap keterampilan menulis deskripsi Bahasa Indonesia siswa kelas V SD Gugus 2 Mengwi Badung tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : pembelajaran berbasis otak, menulis deskripsi This study aims to determine significant differences between the description writing skills fifth grade elementary school students Force 2 Mengwi Badung that learned to use brain -based learning aided visual media with students that learned conventionall . This research was a quasi-experimental research design with nonequivalent control group design. The population of this research is class V Force 2 Mengwi Badung totaling 265 people. The sample was fifth grade students of SD N 2 Buduk as the experimental group and VB grade students of SD N 1 Buduk as a control group. The data was collected using a test instrument of writing skills in the form of an essay test description. The test results were then analyzed using t-test statistical testing. The results showed that there are significant differences between the students' skills of writing a description of the experimental group and control group students. It can be seen from the results of the t-test, with t count > t table. Average writing skills description of the experimental group over the average control description writing skills ie 81.08 > 70.97. This means the application of brain -based learning aided visual media affects writing skills descriptions Indonesian fifth grade elementary school students Force 2 Mengwi Badung academic year 2013/2014.keyword : braind based learning , writing descriptions
Penerapan Model Pembelajaran Quantum Untuk Meningkatkan Akttivitas dan Hasil Belajar IPA Kelas V Semester Ganjil Sekolah Dasar Negeri 3 Sukawana Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli Tahun Pelajaran 2013/2014 ., I Wayan Sutawan; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. Gede Raga, M.Si
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2822

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA di kelas V SD Negeri 3 Sukawana.Penelitian ini bertujuan, (1) Untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar IPA pada saat penerapan Model Pembelajaran Quantum pada siswa Kelas V SD Negeri 3 Sukawana Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli Tahun Ajaran 2013/2014, (2) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA pada saat penerapan Model Pembelajaran Quantum pada siswa Kelas V SD Negeri 3 Sukawana Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli Tahun Ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Sukawana tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 28 orang siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan masing-masing siklus terdiridari 3 kali pertemuandan 2 kali pertemuan.Data mengenai aktivitas belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dan data tentang hasil belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes esay. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase aktivitas belajar IPA siswa dari siklus I yaitu sebesar 53,4% dan pada siklus II sebesar 70,6%. Jadi dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan yaitu sebesar 17,2 % sedangkan rata-rata persentase hasil belajar siswa yang dicapai siswa dari siklus I sebesar 50,35% yang berada pada kategori cukup dan pada siklus II sebesar 86,42% berada pada kategoris angat baik Jadi dari siklus I kesiklus II terjadi peningkatan rata-rata persentase hasil belajar IPA siswa sebesar 36,07%.Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis Quantum dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 3 Sukawana tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : pembelajaran Quantum, aktivitas, hasil belajar, IPA The problem in this study is the low activity and student learning outcomes in learning. The purpose of this study is, ( 1 ) To determine the increase in activity at the time of application of learning science Quantum Learning Model on Class V students of SD Negeri 3 Sukawana Subdistrict Kintamani Bangli Regency Academic Year 2013/2014 , ( 2 ) To determine the increase in science learning outcomes at the time of application of Quantum learning Model on Class V students of SD Negeri 3 Sukawana district of Kintamani Bangli Regency Academic Year 2013/2014 . This research is action research with research subjects are fifth grade students of SD Negeri 3 Sukawana academic year 2013/2014, amounting to 28 students . This study was conducted in II cycles and each cycle consists of 3 meetings and 2 meetings. Data collected about students' learning activities using observation sheets and data on student learning outcomes were collected using essay tests . The results of the analysis of this study showed that the percentage of science students ' learning activities of the I cycle is equal to 53.4 % and the II cycle was 70.6 % . So from the I cycle to the II cycle there is an increase in the amount of 17.2 % while the average percentage of student learning outcomes achieved by students of the I cycle of 50.35 % which is in the category enough and the II cycle was 86.42 % are in very good categorical So of cycles I to the cycle II increased the average percentage of science students' learning outcomes by 36.07 % .results showed that the application of Quantum based learning model can enhance science learning activities and outcomes elementary School V grade students of SD Negeri 3 Sukawana academic year 2013/2014. Key words : Quantum learning , activity , learning outcomes , IPA keyword : Quantum learning , activity , learning outcomes , IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS I KECAMATAN BULELENG ., Ni Luh Heppy Yesiana Devi; ., Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar IPA yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Semester Ganjil tahun pelajaran 2013-2014 di Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment), dengan rancangan penelitian menggunakan non equivalent post-test only control group Design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus I Kecamatan Buleleng sebanyak 205 orang siswa dengan sampel sebanyak 48 orang siswa, yaitu 27 orang siswa kelas V dari SD No. 5 Banyuniang sebagai kelompok eksperimen dan 21 orang siswa kelas V dari SD No. 4 Banyuning sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data dan instrumen yang digunakan adalah metode nontes (kuesioner). Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data mengenai motivasi belajar siswa. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai rata-rata siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional ( = 124> 89,29). Selain itu hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung =21,04 >ttabel = 2,07) ini berarti bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar yang signifikan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh terhadap motivasi belajar IPA pada siswa kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2013-2014 di Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : Model Pembelajaran Problem Based Learning, motivasi belajar This study aimed at finding out the differences in motivation in science subjects among students who learned the subject by using the Problem Based Learning Model and the students who were given Conventional Learning Model in the fifth grade in cluster 1 in Buleleng district academic year 2013/2014. This was a quasi experiment research by the use of Non Equivalent Posttest-Only Control Group Design. The population was the fifth graders in cluster 1 Buleleng district academic year 2013/2014, amounting to 205 students and the sample consisted of 48 ones, 27 students in fifth grade from Elementary School No. 5 Banyuning as the experimental group and 21 ones in fifth grade from Elementary school No. 4 Banyuning as the control group. Data collection in this study was conducted using a non-test (questionnaire). The questionnaire was used to collect data in students’ motivation. The data analysis method used here was descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis t-test. The result showed that average value of students who learned th subject by using the Problem Based Learning Model was higher than the average value of students who were given Conventional Learning Model ( = 124> 89,29). The result of t-test analysis was greater than that of t-table (tcount =21,04 >ttable = 2,07), this meant that there were significant differences in motivation between the motivation of students who learned by using the Problem Based Learning Model and motivation of students who were given Conventional Learning Model. Thus, the Problem Based Learning Model effect on students’ motivation in science subjects in the fifth grade 1st semester in cluster 1 in Buleleng district academic year 2013/2014.keyword : Problem Based Learning, motivation
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD SE DESA LOKAPAKSA TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014 ., I Gusti Putu Mulyadi; ., Drs. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran pendidikan matematika realistik indonesia (PMRI)dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu.Populasi dari penelitian ini adalah seluruh kelas V SD dari tiga sekolah dasar yang ada di desa Lokapaksa tahun pembelajaran 2013-2014 dengan jumlah populasi 69 orang siswa. Sebanyak 55 orang siswa di pilih sebagai sampel yang di tentukan dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika. Data tentang hasil belajar dikumpulkan dengan metode tes. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran pendidikan matematika realistik indonesia (PMRI) dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Konvensional.Hal ini ditunjukkan oleh (thitung = 5,37> ttabel = 1,658)dan di dukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang mengikuti model pembelajaran pendidikan matematika realistik indonesia (PMRI) yaitu 28,2, berada pada kategori baik dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 16,9 berada pada kategori cukup. Ini berarti terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model Pembelajaran pendidikan matematika realistik indonesia (PMRI) dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Pendidikan Matematika Realistik Indonesia, hasil belajar Matematika This study aimed to determine differences in mathematics learning outcomes significantly between groups of students who take Indonesian realistic mathematics education and the group of students who take conventional learning models. This research is a quasi experimental study. The population of this study is the entire fifth grade of primary school three elementary schools in the 2013/2014 academic year Lokapaksa village with a population of 69 students. A total of 55 students selected as the sample is determined by random sampling technique. Samples collected in this study is the result of learning mathematics. Collected data on learning outcomes with the test method. The tests used in this study is multiple choice. Samples were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The results showed that there are differences in mathematics learning outcomes significantly between groups of students who take Indonesian Realistic Mathematics Education with a group of students who take conventional learning models. This is indicated by (t count = 5.37> table = 1.658) and supported by the difference in the average score obtained by the students who take the learning model Indonesian Realistic Mathematics Education is 28.2, good category and is located in the student who learn using conventional learning models which 16.9 are in enough categories. This means that there is a difference in student learning outcomes significantly between groups of students who are learning to use the model of Learning Indonesian realistic mathematics education with students who take conventional learning models.keyword : Indonesian Realistic Mathematics Education, Mathematics learning outcomes

Page 9 of 59 | Total Record : 582


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue