cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016): Juli" : 36 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Made Wisnu Puthra; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7650

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui peningkatan keaktifan belajar IPA setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe word square. (2) mengetahui peningkatan hasil belajar setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe word square. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN 2 Tukadmungga yang berjumlah 16 siswa. Untuk pengumpulan data menggunakan lembaran observasi keaktifan belajar dan soal pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) terjadi peningkatan nilai rata-rata keaktifan belajar IPA siswa dari prasiklus sebesar 60,78 kategori kurang aktif menjadi 68,77 dengan kategori cukup aktif pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 80,24 dengan kategori aktif. (2) terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa dari prasiklus sebesar 54,37 dengan kategori sangat rendah, terjadi peningkatan pada siklus I sebesar 68,43 dengan kategori sedang dan dilanjutkan pada siklus II menjadi 82,5 dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe word square dikatakan berhasil karena penelitian ini sudah mencapai kriteria keberhasilan yang sudah ditentukan sebelumnya yaitu 80 dengan kategori baik. Kata Kunci : Word square, Keaktifan Belajar, Hasil Belajar, IPA The aims of this research (1) to determine the increase in activity of learning science after the implementation of cooperative learning model word square. (2) to increase learning outcomes after the implementation of cooperative learning model word square. This research is a classroom action research was conducted in two cycles consist of planning, action, evaluation and reflection. The subjects were students of class V SDN 2 Tukadmungga totaling 16 students. For data collection using observation sheet activity of learning and multiple choice questions. Data were analyzed using descriptive quantitative techniques. The results showed (1) an increase in the average value of the students' learning activeness IPA prasiklus of 60.78 into 68.77 is less active categories with category quite active in the first cycle and the second cycle increased to 80.24 with the active category. (2) an increase in the average value of student learning science outcomes pracycle at 54.37 with very low category, there was an increase in the first cycle of 68.43 with category and continued in the second cycle becomes 82.5 with the high category. Based on the results of research conducted with the implementation of cooperative learning model word square is successful because this research has reached the success criteria is predetermined that 80 good category. keyword : Word square, activeness Learning, Learning Outcomes, Science
ANALISIS TES FORMATIF BAHASA INDONESIA KELAS IV DITINJAU DARI TAKSONOMI BLOOM REVISI DI GUGUS XIII KECAMATAN BULELENG TAHUN AJARAN 2015/2016 ., Ni Luh Septiani Ari Pertiwi; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui deskripsi tes formatif Bahasa Indonesia kelas IV ditinjau dari Taksonomi Bloom Revisi, 2) mengetahui analisis butir tes formatif, dan 3) mengetahui kendala- kendala yang dihadapi guru dalam penyusunan tes formatif ditinjau dari Taksonomi Bloom Revisi di SD Gugus XIII Kecamatan Buleleng tahun ajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitan ini adalah empat guru bahasa Indonesia kelas IV di Gugus XIII Kecamatan Buleleng sedangkan obyek penelitan ini adalah tes formatif Bahasa Indonesia kelas IV di Gugus XIII Kecamatan Buleleng pada semester ganjil tahun ajaran 2015/2016. Metode pengumpulan data adalah metode dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes formatif bahasa Indonesia kelas IV sudah menunjukkan penyebaran soal pada aspek kognitif dan pengetahuan walaupun masih didominasi tingkat kognitif mengingat. Setelah melakukan analisis butir soal diketahui kualitas soal termasuk masih kurang baik. Hal ini disebabkan oleh beberapa kendala, baik dari siswa maupun guru.Kata Kunci : tes formatif, taksonomi This study aims to know: 1) the description of Indonesian formative tests of IV class in terms of Bloom's Taxonomy Revised, 2) the analysis of formative test items, and 3) the difficulties when the teachers prepared the formative tests items in terms of Bloom's Taxonomy Revised in SD Gugus XIII Buleleng District in academic year 2015 / 2016. This research is descriptive qualitative study. The subjects of this research are four Indonesian teachers in the fourth grade in Gugus XIII Buleleng District whereas the object of this research is the Indonesian formative test grade IV in Gugus XIII Buleleng District of the first semester in academic year 2015/2016. The method used is the documentation and interviews method. The results showed that the Indonesian formative tests have shown the deployment of fourth grade about the cognitive aspects and knowledge although it is still dominated by the improvement level of cognitive. After analyzing the items, it is known that the quality of items is still not good enough. This is due happened in both of student's or teachers itself.keyword : formative tests, taxonomy
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TERHADAP SIKAP ILMIAH DAN HASIL BELAJAR IPA ., Luh Putu Sri Widnyani; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Quantum terhadap sikap ilmiah dan hasil belajar IPA dengan menggunakan rancangan penelitian non equivalent post-test only control group design. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas V di SD N 5 Belimbing dan SD N 1 Sanda dengan jumlah sampel sebesar 42 siswa, dibagi menjadi kelompok kontrol dan eksperimen. Data sikap ilmiah siswa dikumpulkan menggunakan metode kuesioner dan data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan menggunakan metode tes. Data dianalisis dengan menggunakan MANOVA berbantuan SPSS 16.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan sikap ilmiah dalam pembelajaran IPA secara signifikan antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Quantum dengan model pembelajaran konvensional (F=11,237; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PBI DAN PENILAIAN PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS IPA SISWA KELAS V ., Nur Muhammad; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran PBI dengan penilaian proyek dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional dengan penialain konvensional pada siswa kelas V SD Gugus II Kecamatan Abang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan non equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V di Gugus II Kecamatan Abang yang berjumlah 82 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V di SDN 2 Abang yang berjumlah 22 orang, SDN 1 Abang yang berjumlah 24 orang, SDN 1 Tiyingtali yang berjumlah 22 orang dan SDN 4 Ababi yang berjumlah 16 orang. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk esay dengan jumlah soal sebanyak 10 soal. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan anava dua jalur dilanjutkan dengan uji scheffe. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh: (1) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran menggunakan PBI dan yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (FA = 134,30 > Ftabel = 3,96); (2) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran (PBI dan konvensional) dan penilaian kerja terhadap kemampuan berpikir kritis IPA (FAB = 5,31 > Ftabel = 3,96); (3) pada kelompok siswa yang menggunakan penilaian proyek terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis IPA anatara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBI dan kelompok siswa yang dibeljarkan dengan model pembelajaran konvensional (Qhitung = 8,22 > Qtabel = 3,711); (4) pada kelompok siswa yang menggunakan penilaian konvensional, terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBI dan kelompok siswa yang dibeljarkan dengan model pembelajaran konvensional (Qhitung = 3,94 > Qtabel = 3,711). Hasil tersebut menunjukkkan bahwa penerapan model pembelajaran PBI dan penilaian proyek, berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis IPA siswa kelas V SD Gugus II Kecamatan Abang. Kata Kunci : Model PBI, Kemampuan Berpikir Kritis, Penilaian proyek This study aims to determine the critical thinking skills IPA difference between groups of students learn by using model PBI with the project assessment and the group of students who are taught using conventional learning models with conventional Penialain in class V SD Cluster II Abang District. This research is a quasi-experimental research design with non equivalent post test only control group design. The study population was a class V in Cluster II Abang District, totaling 82 people. Samples of this research is class V SDN 2 Abang, amounting to 22 people, SDN 1 Abang numbering 24 people, SDN 1 Tiyingtali amounting to 22 people and SDN 4 Ababi totaling 16 people. Data collected by the test instrument shaped essays by the amount of matter as much as 10 questions. Data collected were analyzed using descriptive statistics and ANOVA analysis of two paths followed by Scheffe test. Based on the analysis of data, obtained: (1) there is a difference between the IPA critical thinking skills of students that learned learning model using PBI and that learned with conventional learning (FA = 134.30> Ftabel = 3.96); (2) there is a significant interaction effect between learning model (PBI and conventional) and work evaluation of the ability of critical thinking IPA (FAB = 5.31> F table = 3.96); (3) on a group of students who use the assessment of the project there are significant differences in the ability to think critically IPA anatara group of students that learned with PBI learning model and student groups who dibeljarkan with conventional learning models (Qhitung = 8.22> Qtabel = 3.711); (4) on a group of students who use the conventional assessment, there are significant differences in the ability to think critically IPA between groups of students that learned with PBI learning model and student groups who dibeljarkan with conventional learning models (Qhitung = 3.94> Qtabel = 3.711). The results indicating that the application of learning models PBI and project appraisal, positive influence on the ability to think critically fifth grade science students SD Cluster II Abang District. keyword : Model PBI, Critical Thinking Skills, Assessment project
ANALISIS REKONSTRUKSI SIKAP SPIRITUAL SISWA KELAS IV DAN V DI GUGUS XIII KECAMATAN BULELENG ., I Gde Dita Wijaya; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7691

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sikap spiritual siswa kelas IV dan V di Gugus XIII Kecamatan Buleleng sebelum dan sesudah direkonstruksi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV dan V di Gugus XIII kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2015/2016. Sampel penelitian yang digunakan yaitu siswa kelas IV dan V di SDN 1 Banjar Tegal, siswa kelas IV dan V SDN 3 Banjar Tegal dan siswa kelas IV dan V SDN 1 Baktiseraga yang total jumlahnya 158 orang. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan memberikan lembar kuesioner kepada siswa. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan (1) Sikap spiritual siswa kelas IV dan V di tiga SD Gugus XIII Kecamatan Buleleng sebelum direkonstruksi sebesar 87% berada di bawah kategori tinggi (2) Program yang dilakukan dalam merekonstruksi sikap spiritual siswa adalah pada pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik. (3) Sikap spiritual siswa kelas IV dan V di tiga SD Gugus XIII Kecamatan Buleleng setelah direkonstruksi sebesar 96% berada pada kategori tinggi (4) Kendala yang ditemukan dalam merekonstruksi sikap spiritual siswa yaitu waktu yang sedikit, lingkungan bermain siswa yang beragam, dan jumlah siswa yang banyak. Kata Kunci : analisis, rekonstruksi, sikap spiritual The purpose of this study is to describe the spiritual attitude of students in grade IV and V in the Cluster XIII District of Buleleng before and after reconstructed. This research is a descriptive study. The study population was all students in grade IV and V in the Cluster XIII Buleleng districts in the academic year 2015/2016. Samples used in this study are students of class IV and V at SDN 1 Banjar Tegal, students of class IV and V SDN 3 Banjar Tegal and grade IV and V SDN 1 Baktiseraga the total number of 158 people. The data in this study were collected by delivering questionnaire to students. Based on the analysis, it can be concluded (1) The attitude of spiritual students of class IV and V at three elementary Cluster XIII District of Buleleng before reconstructed by 87% is under the high category (2) The program is conducted in reconstructing the spiritual attitudes of students are learning to use scientific approach. (3) The attitude of spiritual students of class IV and V at three elementary Cluster XIII District of Buleleng after reconstructed by 96% at the high category (4) Obstacles found in reconstructing the spiritual attitudes of students is a little time, playing environment that students who vary, and the number of students that much.keyword : analysis, spiritual attitude, reconstruction
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS ., Kadek Selvia Narayani; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar pada mata pelajaran IPS siswa kelas V SD Negeri 5 Banyuning tahun pelajaran 2015/2016 setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berbantuan multimedia presentasi pembelajaran. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Negeri 5 Banyuning tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 34 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan instrumen berbentuk tes pilihan ganda yang berjumlah 20 butir. Data yang terkumpul ini selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis statistik diskriptif. Hasil penelitian dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) dalam pembelajaran IPS kelas V SD Negeri 5 Banyuning menunjukan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata 66% pada siklus I menjadi 84% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tie think pair share (TPS) dalam pembelajaran IPS di klas V SD Negeri 5 Banyuning tahun pelajaran 2015/2016 dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan terjadi karena siswa termotivasi untuk belajar dengan adanya diskusi kelompok yang berisikan kegiatan berpikir (think), berpasangan (pair) dan berbagi (sharing). Penulis menyarankan agar (1) siswa hendaknya mengikuti proses pembelajaran dengan baik, sehingga mampu menerima pembelajaran yang disampaikan oleh guru, (2) guru hendaknya menerapkan model-model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, (3) pihak sekolah hendaknya meningkatkan kualitas pembelajaran dan menyediakan media pembelajaran untuk membantu siswa dalam kegiatan pembelajaran. Kata Kunci : Kata-kata kunci : think pair share, hasil belajar. This study aims to determine learning outcomes in social studies, fifth grade students of SD Negeri 5 Banyuning year academic 2015/2016. after the implementation of cooperative learning model Think Pair Share (TPS) aided learning multimedia presentation. This is a a classroom action research. The subjects were fifth grade students at SDN 5 Banyuning 2015/2016 school year totaling 34 people. Data collected by the instruments of learning outcomes in the form of a multiple choice test of 20 items. The collected data is going to analyzed using descriptive statistical analysis. The result of the application of cooperative learning model think pair share (TPS) in learning social studies class V SD Negeri 5 Banyuning showed that an increase in student achievement from an average of 66% in the first cycle to 84% in the second cycle. Based on these results it can be concluded that the implementation of cooperative learning model tie think pair share (TPS) in social class learning in class V SD Negeri 5 Banyuning 2015/2016 school year to improve student learning outcomes. The increase occurred because students are motivated by the discussion group that contains the activity of thought (think), pairs (pair) and sharing (sharing). The authors suggest that (1) students should follow the lessons well, so it can be taught by the teacher, (2) teachers should implement learning models that match the characteristics of students, (3) the school should improve the quality of learning and provide learning media to help students in learning activities.keyword : Key words : think pari share, the result of the study
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN OPERASI BILANGAN BULAT PADA SISWA KELAS V SD ., I Ketut Putra Astawa; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7697

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan operasi bilangan bulat pada siswa kelas V di SD Negeri 2 Penarukan Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 2 Penarukan yang berjumlah 20 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitan ini mengunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian memperoleh rata-rata hasil tes secara klasikal sebesar 56 dengan kategori rendah. Dari 20 jumlah siswa 5 orang siswa atau 25% memperoleh nilai di bawah rata-rata, 7 orang siswa atau 35% memperoleh nilai sama dengan rata-rata, dan 8 orang siswa atau 40% memperoleh nilai di atas rata-rata. Pada pembelajaran operasi bilangan bulat, menggunakan metode diskusi saat pembelajaran operasi perkalian dan operasi pembagian bilangan bulat. Kendala yang dihadapi siswa saat menyelesaikan operasi bilangan bulat yaitu siswa sering lupa dengan konsep operasi perkalian, pembagian dan cara penyelesaian operasi bilangan bulat. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah (1) memahami konsep perkalian, pembagian dan cara penyelesaian operasi bilangan bulat (2) memperbanyak latihan soal, (3) saat proses pembelajaran perlunya pengunaan media konkret untuk mengajarkan materi operasi bilangan bulat.Kata Kunci : kemampuan siswa, operasi bilangan bulat. This descriptive research aimed to describe the student ability to complete the integer operations on grade V SD 2 Penarukan Buleleng District, Buleleng regency. Subjects in this study were all fifth grade student of SD 2 Penarukan of 20 people. Data collection methods used in this study is observation, test, interview, and documentation. Data analysis techniques in this research using descriptive analysis of quantitative and qualitative descriptive analysis. The results of the study earned an average of classical test results for 56 with low category. Of the 20 student enrolled 5 students or 25% received grades below average, 7 student or 35% gain value is equal to the average, and 8 people or 40% of student scoring above average. On learning integer operations, using the method of discussion during the learning multiplication and integer division operation. The obstacles faced by student while completing integer operations that students often forget the concept of multiplication, division and settlement integer operations. The solution to overcome these problems are (1) understanding the concept of multiplication, division and settlement integer operations (2) reproduce exercises, (3) when the process study the need to use the media to teach the material concrete integer operations.keyword : the ability of students, integer operations.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS BERBANTUAN CD INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV ., Ngurah Redy Arta Wibawa; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Drs. Nyoman Wirya
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berbantuan Compact Disc (CD) Interaktif dengan siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus IV Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi exsperimen) dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus IV Kecamatan Tejakula Tahun Pelajaran 2015/2016. Sebanyak 59 orang siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA ranah kognitif yang dikumpulkan melalui tes esay. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajara menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Tipe think pair share berbantuan CD interaktif dan siswa yang mengikuti pembelajaran secara konvensional. Hal ini dapat dilihat dari perolehan rerata kelompok eksperimen lebih tinggi dibanding dengan perolehan rerata kelompok kontrol ( eksperimen = 15,90 > kontrol = 11,50) dan hasil uji hipotesi menggunakan uji-t, dengan thitung lebih besar dari ttabel (thitung = 7,570 > ttabel = 2,000). Dengan demikian, model Pembelajaran Kooperatif Tipe think pair share berbantuan CD interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Gugus IV Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng Pelajaran 2015/2016. Kata Kunci : Think pair share, Compact Disc (CD), hasil belajar IPA This research aimed at investigating the differences of students’ Science learning achievement by using Cooperative Learning model of Think Pair Share (TPS) aided with interactive CD (Compact Disc) with those who were taught by using conventional method in class IV of elementary schools region IV, Tejakula District, Buleleng, in the academic year 2015/2016. This study was a quasi experiment research with post-test only control group design. The population was students in class IV of elementary schools in region IV, Tejakula district in the academic year 2015/2016. There were 59 students chosen as samples by using random sampling technique. The data was obtained from students’ Science learning achievement from the cognitive domain through essay test. The data was analyzed statistically and descriptively, and also by using inferential testing (t-test). The result of this study showed that there was a significant difference on the results of students’ Science achievement by using Cooperative Learning model of Think Pair Share aided by interactive CD with conventional method. The mean of experimental group was higher than the mean of control group. ( experiment = 15.90 > control = 11.50). Meanwhile, the result of t-test shows that tobserved was higher than ttable (tobserved = 7.570 > ttable = 2.000). Therefore, Cooperative Learning model of Think Pair Share aided with interactive CD influences students’ Science achievement in class IV of elementary schools of region IV, Tejakula District, Buleleng, in the academic year 2015/2016. keyword : Think pair share, CD (Compact Disc), students’ Science achievement
PENERAPAN TEKNIK MENCARI PASANGAN (MAKE A MATCH) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V ., I Ketut Sapta Mahadi; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPS siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif teknik mencari pasangan (make a match) siswa kelas V di SD No. 7 Banyuning Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2015/ 2016. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam siklus-siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V semester genap SD No. 7 Banyuning Tahun Pelajaran 2015/2016 sebanyak 20 orang. Data hasil belajar diperoleh dengan menggunakan metode tes dengan instrumen tes objektif. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dengan persentase hasil belajar sebesar 77,25% dengan kriteria sedang dan pada siklus II sebesar 80,5% dengan kriteria tinggi. Ketuntasan Klasikal Hasil Belajar pada siklus I sebesar 100% dan pada siklus II sebesar 100%. Dengan demikian peningkatan persentase hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 3,25% dan peningkatan Ketuntasan Klasikal Hasil Belajar sebesar 10,85%. Ini berarti bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif teknik mencari pasangan (make a match) dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V di SD No. 7 Banyuning Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2015/ 2016.Kata Kunci : Kata kunci : Make a Match, Hasil Belajar IPS, Kelas V This study aims to determine students' learning outcome IPS through the implementation of cooperative learning model partner-search techniques (make a match) fifth grade students in elementary school No. 7 Banyuning Buleleng in the academic year 2015 / 2016. This research is a classroom action research conducted in cycles. The subjects of this study is the second semester of fifth grade students of SD No. 7 Banyuning in the school year 2015/2016 as many as 20 people. Learning outcomes data obtained using the test method with an objective test instruments. Furthermore, the data were analyzed using quantitative descriptive analysis techniques. The results showed that (1) an increase in student learning outcomes in the first cycle with a percentage of 77.25% of learning outcomes with the criteria being and the second cycle of 80.5% with high criteria. Exhaustiveness Classical Learning Outcomes in the first cycle of 100% and the second cycle of 100%. Thus the increase in the percentage of student learning outcomes from the first cycle to the second cycle of 3.25% and an increase Classical Mastery Learning Outcomes of 10.85%. This means that with the application of cooperative learning techniques looking for a partner (make a match) can improve learning outcomes IPS fifth grade students in elementary school No. 7 Banyuning Buleleng in the academic year 2015/2016.keyword : Keyword : Make a Match, IPS Learning Outcomes Class V
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS OTAK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ., Sang Gede Angga Wiguna; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7776

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa siswa kelas V SD N 8 Banyuning setelah diterapkan pembelajaran berbasis otak. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di SD N 8 Banyuning yang berjumlah 26 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan instrumen tes pemecahan masalah sebanyak 5 butir. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis statistik diskriptif. Hasil penelitian dengan penerapan pembelajaran berbasis otak dalam pelajaran matematika kelas V SD N 8 Banyuning menunjukan bahwa terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang ditunjukan dari nilai rata-rata sebesar 81,34 dan ketuntasan klasikal sebesar 84,6%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis otak dalam pembelajaran matematika di kelas V SD N 8 Banyuning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah Kata Kunci : pembelajaran berbasis otak, kemampuan pemecahan masalah matematika The purpose of this study is to determine the increase in mathematics problem solving ability of students in class V SD N 8 Banyuning after application of brain-based learning. This research is a classroom action research. The subjects were students in class V SD N 8 Banyuning, totaling 26 people. Learning outcomes data collected by the problem-solving test instruments as much as 5 grains. Collected data were analyzed using descriptive statistical analysis. The results of the study with the application of brain-based learning in math class V SD N 8 Banyuning showed that an increase in student mathematics problem solving ability is shown from the average value of 81.34 and classical completeness of 84.6%. Based on these results we can conclude that the application of brain-based learning in mathematics learning in class V SD N 8 Banyuning can enhance problem solving abilitieskeyword : brain-based learning, mathematical problem solving abilities

Page 2 of 4 | Total Record : 36


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue