cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 313 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TTW BERBANTUAN MEDIA VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Muhammad Alfan Juniardi; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA. Model pembelajaran Think Talk Write berbantuan media video lebih menekankan pada keaktifan siswa di dalam proses pembelajaran melalui langkah-langkah berpikir, berbicara, dan menulis. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 2 Lelateng yang berjumlah 42 orang. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik Random Sampling. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan instrumen tes pilihan ganda sebanyak 25 butir soal. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, Uji-t tidak berkorelasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (t hitung = 2,775 > t tabel = 0,4445). Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Think Talk Write berbantuan media video dan siswa yang tisak dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) pada siswa kelas V di SDN 2 Lelateng Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : think talk write, media video, hasil belajar This study is aimed to know the significant differences on the result in studying IPA. The learning model Think Talk Write by using video is more emphasizing on students’ activeness in the learning process through the steps of thinking, talking, and writing. This study is quasi experiment with Post-test Only Control Group design. The population in this study were all fifth grade students in SDN 2 Lelateng in which the total of the students are 42 students. The sample of this study was determined by using Random sampling technique. The data was collected by using multiple choice with 25 questions. The data that had already collected was analyzed by using descriptive statistic, T-test no correlation. The result of this study indicates that (t count= 2.775> t table = 0.4445). Based on the explanation above, the researcher can conclude that there is significant differences result in learning IPA between the students who were taught by using learning model Think Talk Write (TTW) by assisted video and the students who were not taught by using learning model Think Talk Write (TTW) on fifth grade students in SDN 2 Lelateng, Negara Sub district, Jembrana Regency in academic year 2016/2017. keyword : think talk write, video media, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI TERHADAP NILAI KARAKER PKn SISWA KELAS V SD ., Made Dony Marta Atmaja; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10982

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan nilai karakter PKn antara kelas siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran SAVI dan kelas siswa yang tidak dibelajarkan menggunakan model SAVI pada siswa kelas V tahun pelajaran 2016/2017 di sekolah dasar Gugus X Kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V di SD Gugus X Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2016/2017, yang berjumlah 6 kelas dengan siswa 146 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SDN No.1 Kaliuntu, dengan jumlah siswa 27 orang dan kelas V SDN No.3 Kaliuntu, dengan jumlah siswa 26 orang yang ditentukan dengan teknik random sampling. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi dan kuesioner. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar observasi dan kuesioner. Data yang sudah di kumpulkan, dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji-t dengan rumus polled varians. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan terdapat perbedaan nilai karakter yang signifikan antara kelas yang menggunakan model SAVI dan kelas yang tidak menggunakan model SAVI. Temuan menggunakan model SAVI, yaitu guru mampu menciptakan suasana menarik dan menyenangkan.Kata Kunci : SAVI dan Nilai Karakter The purpose of this study is to know the difference between the values of Civic characters between classes of students who were taught using SAVI learning model and class of students who were not taught using SAVI model on V grade students of academic year 2016/2017 at elementary school of District Buleleng District X. This research is a pseudo experiment with non-equivalent design post test only control group design. The population of this research is class V in SD Gugus X Buleleng sub district year 2016/2017, which is 6 class with student 146 people. The sample of this research is class V SDN No.1 Kaliuntu, with the number of students 27 people and class V SDN No.3 Kaliuntu, with the number of students 26 people determined by random sampling technique. The data collection of this research is done by observation method and questionnaire. Instrument of data collection used in the form of observation sheet and questionnaire. Data that have been collected, analyzed using descriptive analysis and t-test with the formula of polled variance. The result of hypothesis testing shows that there is significant difference of character value between class using SAVI model and class which do not use SAVI model. Findings using the SAVI model, ie the teacher is able to create an interesting and fun atmosphere.keyword : SAVI and Character Values
Pengaruh Model Course Review Horay Berbasis Media Audio Visual terhadap Penguasaan Kompetensi Pengetahuan IPA Siswa Kelas IV SD Gugus VIII Mengwi Tahun Ajaran 2016/2017 ., Kadek Novita Yanthi; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model course review horay berbasis media audio visual dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional di Gugus VIII Mengwi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan metode quasy eksperiment (eksperimen semu). Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IV di Gugus VIII Mengwi yang berjumlah 220 orang. Sampel pada penelitian ini berjumlah 62 siswa yang terdiri dari 31 siswa kelas IV SD No. 3 Mengwi sebagai kelompok eksperimen dan 31 siswa kelas IV SD No. 1 Werdi Bhuwana. Sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Data penguasaan kompetensi pengetahuan IPA diperoleh dengan menggunakan teknik tes, bentuk tes adalah tes pilihan ganda biasa kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik uji-t. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung= 4.97 > ttabel = 2.000 pada taraf signifikansi 5%, sehingga H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model course review horay berbasis media audio visual dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Rerata penguasaan kompetensi IPA pada kelompok eksperimen yaitu 82.41 dan kelompok control yaitu 70.48. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model course review horay berbasis media audio visual berpengaruh terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV SD Gugus VIII Mengwi tahun ajaran 2016/2017. Kata Kunci : model course review horay, media audio visual, penguasaan kompetensi pengetahuan IPA This study aims to determine the difference of mastery of science knowledge competence of students who were taught by using model review course horay based on audio visual media and students who were taught by conventional learning in Mengwi VIII Cluster. This research is an experimental research by using quasy experiment method (quasi experiment). The population in this study were all fourth graders in Pengwi VIII Group, amounting to 220 people. The sample in this study amounted to 62 students consisting of 31 fourth graders of elementary school. 3 Mengwi as experiment group and 31 fourth graders of elementary school. 1 Werdi Bhuwana. Samples were taken using random sampling technique. Data on mastery of science knowledge competence is obtained by using the test technique, the test form is the usual multiple choice test then analyzed by using t-test statistic. Based on the results of analysis obtained t = 4.97> ttable = 2,000 at 5% significance level, so H0 rejected, which means there is a significant difference in the mastery of science knowledge competence of students who are taught by using model review course horay audio-visual media with students who are taught by conventional learning . The average of IPA competence in experimental group is 82.41 and control group is 70.48. Thus it can be concluded that the model course reviews horay audio-visual media influence on the mastery of science knowledge competence of fourth grade students of SD Gugus VIII Mengwi academic year 2016/2017.keyword : model course review horay, audio-visual media, mastery of science knowledge competence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD DI GUGUS VII KECAMATAN SUKASADA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Ni Luh Harumini; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10637

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya motivasi siswa dalam belajar dan rendahnya nilai siswa dalam mata pelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar IPS antara siswa kelas V yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Think Pair Share dan siswa kelas V yang dibelajarkan dengan pembelajaran yang berpusat pada guru. Rancangan penelitian yang digunakan adalah post test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus VII Kecamatan Sukasada tahun pelajaran 2016/2017. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Sebanyak 45 siswa kelas V SD di Gugus VII Kecamatan Sukasada dipilih sebagai sampel. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan tes pilihan ganda. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan uji Manova (Multivariate Analysis of Varians). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat perbedaan secara siginifikan terhadap motivasi belajar antara siswa kelas V yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Think Pair Share dan siswa kelas V yang dibelajarkan dengan pembelajaran yang berpusat pada guru (F hitung sebesar 143,323;sig = < 0,05); 2) terdapat perbedaan secara siginifikan terhadap hasil belajar IPS antara siswa kelas V yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Think Pair Share dan siswa kelas V yang dibelajarkan dengan pembelajaran yang berpusat pada guru (F hitung sebesar 11,227, df;sig = < 0,05); 3) terdapat perbedaan secara siginifikan terhadap motivasi belajar dan hasil belajar IPS secara bersama–sama antara siswa kelas V yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Think Pair Share dan siswa kelas V yang dibelajarkan dengan pembelajaran yang berpusat pada guru (F hitung =75.438;sig = < 0,05). Berdasarkan temuan di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Think Pair Share berpengaruh positif terhadap motivasi belajar dan hasil belajar IPS siswa. Kata Kunci : model pembelajaran Think Pair Share, motivasi belajar, hasil belajar IPS The problems of this research were the lack of students’ motivation in learning and the students’ low score in social science. This research was intended to know the difference of learning motivation and social science’s result between 5th grade students taught by Think Pair Share learning model and 5th grade students taught by teacher-centered learning. Research design used in this research was post test only control group design. The population of this research was the 5th grade elementary school students in cluster 7 of Sukasada district academic year 2016/2017. The sample was taken by using simple random sampling technique. 45 5th grade elementary schools students in cluster 7 of Sukasada district were chosen as the sample. The data was collected by questionnaire and multiple choices test. The data collected was analyzed by Manova (Multivariate Analysis of Variants) test. The result of the study showed that there was a significant difference toward learning motivation between 5th grade students taught by Think Pair Share learning model and the 5th grade students taught by teacher-centered leaning (Farithematic is 143,323;sig = < 0,05). It was also found that there was a significant difference in social science learning result between 5th grade students taught by Think Pair Share learning model and the 5th grade students taught by teacher-centered leaning (F arithematic = 11,227, df;sig = < 0,05). Furthermore, it was found that there was a significant difference toward learning motivation and social science learning result concurrently between 5th grade students taught by Think Pair Share learning model and the 5th grade students taught by teacher-centered leaning (F arithematic =75.438;sig = < 0,05). Based on these findings, it can be concluded that Think Pair Share learning model issued positive effects toward learning motivation and social science learning result. keyword : Think Pair Share learning model, learning motivation, social science learning result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS BERBASIS LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR PKN ., I Putu Diki Marga Sumitra; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS berbasis lingkungan dan kelompok siswa yang dibelajarkan tidak menggunakan model pembelajaran TPS pada siswa kelas V SD Gugus VI Kecamatan Seririt tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SD di Gugus VI Kecamatan Seririt tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 148 orang. Penentuan sampel menggunakan teknik random sampling. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD N 1 Unggahan yang berjumlah 28 orang dan kelas V SD N 1 Patemon yang berjumlah 28 orang. Data hasil belajar PKn siswa dikumpulkan menggunakan metode tes dengan instrumen berupa tes objektif pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar PKn yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS berbasis lingkungan dan kelompok siswa yang dibelajarkan tidak menggunakan model pembelajaran TPS dengan thitung = 2,21 > ttabel = 2,00. Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran TPS berbasis lingkungan berpengaruh positif terhadap hasil belajar PKn siswa. Kata Kunci : TPS, berbasis lingkungan, hasil belajar PKn. This research aims to know the difference of PKn learning result between groups of students who were taught by using cooperative learning model of TPS type based environment and group of students who were taught not to use the TPS learning model on grade V student of SD cluster VI Seririt District academic year 2016/2017. This type of research is a quasi-experimental research. The population of this study is entire class V SD in cluster VI Seririt District academic year 2016/2017 which amounted to 148 people. Sample determination using random sampling technique. The sample of this research is class V SD N 1 Unggahan which amounts 28 people and class V SD N 1 Patemon which amounts 28 people. Of the PKn learning outcomes collected using the test method with the instrument in the form of multiple choice objective test. The data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). The results showed that there were significant differences in PKn learning outcomes between groups of students who were taught by using cooperative learning model of TPS type based environment and group of students who were taught not to use the TPS learning model with the tarithmatic= 2,21 > ttable = 2,00. This proves that the learning model of TPS is environmentally based have a positive effect on student learning result of PKn.keyword : TPS, based environment, PKn learning outcomes
PENGARUH PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING BERBASIS KARAKTER TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS IV SD NEGERI GUGUS TUANKU IMAM BONJOL KECAMATAN DENPASAR BARAT ., Ni Luh Trisna Dewi; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan CTL berbasis karakter dan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Negeri di Gugus Tuanku Imam Bonjol Kecamatan Denpasar Barat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Non-ekuivalen. Jumlah populasi di SD Negeri di Gugus Tuanku Imam Bonjol ialah 334 siswa, sedangkan jumlah sampel adalah 34 siswa yang dipilih dengan cara undian dan disetarakan dengan menggunakan tehnik matching. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes. Didapatkan nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil belajar IPS adalah kelas eksperimen 69,14 dan kelas kontrol 62,02. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t. Dari hasil analisis uji-t diperoleh thitung = 3,49 dan ttabel = 2,00. Berarti hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan CTL berbasis karakter dan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Selain itu dilihat dari rata-ratanya bahwa nilai hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan CTL berbasis karakter lebih baik dari siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan pendekatan CTL berbasis karakter terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri Gugus Tuanku Imam Bonjol Kecamatan Denpasar Barat. Kata Kunci : CTL , karakter,hasil belajar IPS This research aims to know the significance difference of students learning social science outcomes between students who are studied by using CTL approach based of characters and students who are studied by using conventional studied for students grade IV at SD Negeri Gusus Tuanku Imam Bonjol West Denpasar District. This research is false experiment research (quasi experiment) with Non-ekuivalen. The number of populations at SD Negeri Gugus Tuanku Imam Bonjol are 334 students, while the number of samples are 34 students who was chosen by lottery and matching technique. The data collection was done by test method. The result of average value from students learning social science outcomes are, experiment class 69,14 and control class 62,02. Then the result of data was analyzed by using uji-t. the result by using uji-t analysis was obtained thitung = 3,49 and ttabel = 2,00. It means that the result of the research showed the significance difference between students who was studied by using CTL approach based characters and students who was studied by using conventional studied. Beside it, seen from the average, that students’ score which is studied by using CTL approach based character better than students who was studied by using conventional studied. So, can be concluded that there is influence of using CTL approach based character toward students learning social science outcomes grade IV at SD Negeri Gugus Tuanku Imam Bonjol West Denpasar District keyword : CTL, Character, Learning Social Science Outcomes,
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS LETDA MADE PUTRA ., Ni Made Yuni Candra; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan peta konsep terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV SD Gugus Letda Made Putra. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain eksperimen yang digunakan desain eksperimen semu dengan rancangan kelompok non-ekuivalen. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas IV SD Gugus Letda Made Putra Tahun Ajaran 2016/2017. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas IVC SDN 2 Dangin Puri sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah 41 siswa dan kelas IVB SDN 5 Tonja sebagai kelompok kontrol dengan jumlah 45 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan metode tes, yakni tes pilihan ganda biasa yang berjumlah 30 butir soal yang telah di validasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitung=8,51 dengan taraf signifikansi 5% dan dk=84 diperoleh nilai ttabel=2,000 sehingga thitung=8,51> ttabel=2,000 maka Ho ditolak. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan peta konsep dan siswa yang tidak dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan peta konsep pada siswa kelas IV SD Gugus Letda Made Putra. Rerata nilai kompetensi pengetahuan IPA yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan peta konsep, yaitu 82,31 dengan predikat Baik (B) dan siswa yang tidak dibelajarkan melalui model pembelajaran Kooperatif tipe TGT berbantuan peta kosep yaitu, 71,82 dengan predikat Cukup (C). Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan peta konsep berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV SD Gugus Letda Made Putra.Kata Kunci : TGT, peta konsep, kompetensi pengetahuan IPA This study aims to determine the effect of cooperative learning model type TGT assisted concept map to science knowledge competence of fourth grade students of SD Gugus Letda Made Putra. This research is an experimental research with experimental design which used quasi experiment design with non-equivalent group design. Population in this study all fourth grade students of Elementary School Gugus Letda Made Putra Tahun Teaching Year 2016/2017. The sample of this research is students of grade IVC SDN 2 Dangin Puri as experiment group with 41 students and grade IVB SDN 5 Tonja as control group with 45 students. Methods of data collection used with the test method, the usual double-choice test amounting to 30 items that have been in the validation. The data analysis technique used is t-test. Result of data analysis obtained tct = 8,51 with significance level 5% and dk = 84 obtained ttable value = 2,000 so thitung = 8,51> ttable = 2.000 then Ho rejected. This means that there is a significant difference in the knowledge competence of the science of students who are taught through cooperative learning model type TGT assisted concept maps and students who are not learned through cooperative learning model type TGT assisted concept map in fourth grade students of SD Gugus Letda Made Putra. The average value of science knowledge competence that is learned through cooperative learning model type TGT assisted with concept map, that is 82,31 with good predicate (B) and student which is not learned through cooperative learning model type TGT assisted kosep map that is, 71,82 with predicate ( C). Then it can be concluded that cooperative learning model type TGT assisted concept map influence on science knowledge competence of fourth grade students of SD Gugus Letda Made Putra.keyword : TGT, concept map, science knowledge competence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS III DI SD GUGUS VIII KECAMATAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Komang Hendrawan; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarakan dengan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas III di SD Gugus VIII Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan menggunakan desain Nonequivalent Control Grop Design. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas III di SD Gugus VIII Kecamatan Buleleng yang berjumlah 100 orang, dengan sampel penelitian berjumlah 79 orang siswa kelas III di SD Gugus VIII Kecamatan Buleleng yang terdiri dari 41 orang siswa kelas III di SD Negeri 2 Paket Agung sebagai kelas eksperimen dan 38 orang siswa kelas III di SD Negeri 1 Paket Agung sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes. Tes yang digunakan berupa tes objektif. Data yang didapatkan dari metode tes dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian pada tes hasil belajar IPA siswa menunjukkan bahwa rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TSTS sebesar 21,24. Sedangkan rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional sebesar 14,28. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan thitung > ttabel dengan nilai thitung¬ sebesar 8,28 dan nilai ttabel sebesar 2,000. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TSTS dan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Hasil belajar IPA siswa dengan menggunakan model pembelajaran TSTS lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : two stay two stray, konvensional, hasil belajar The objective of this research is to determine the differences between the science learning achievement between students who were studied with Two Stay Two Stray (TSTS) learning model with students who were taught by conventional learning modelon third class of elementary school in Gugus VIII Buleleng Districts in the academic year of 2016/2017. The type of this research is quasi experiment by using the Nonequivalent Control Group Design. The population of this research is all the third grade elementary school students in Gugus VIII Buleleng District which amounts to 100 people, with a sample of 79 students of third grade elementary school students at Gugus VIII Buleleng subdistrict consisting of 41 third graders in SD Negeri 2 Paket Agung as experimental class and 38 students of third grade in SD Negeri 1 Paket Agung as control class. Data collection in this research is using a test.The test used is an objective test.Data obtained from the test were analyzed by descriptive analysis technique and t-test.The result of the research on the science learning achievement of showed that the average score of science learning achievement of students learning by using the TSTS learning model is 21.24.While the average score of science learning achievement of students who using conventional learning model is 14.28.Hypothesis testing using t-test shows tcalculate> ttable with tcalculate value equal to 8,28 and ttable value equal to 2,000.Based on the results of this research can be concluded that there is a significant difference between the science learningachievement of students learning by using the TSTS learning model and science learning achievement of students learning with conventional learning model.The result of science learning achievementof students learning by using TSTS learning model is better than learning using conventional learning model.keyword : two stay two stray, conventional, learning achievement
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbasis Penilaian Kinerja Terhadap Kompetensi Pengetahuan IPA Siswa Kelas IV SD Gugus Kapten Kompyang Sujana Kecamatan Denpasar Barat Tahun Pelajaran 2016/2017. ., Ayu Candra Dewi Arinata; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10832

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model problem based learning berbasis penilaian kinerja dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus Kapten Kompyang Sujana Kecamatan Denpasar Barat Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-ekuivalen. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 652 siswa kelas IV SD Gugus Kompyang Sujana Kecamatan Denpasar Barat. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 83 siswa yang terdiri dari siswa kelas IVB SD Negeri 12 Padangsambian sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 40 siswa dan siswa kelas IVC SD Negeri 9 Padangsambian sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 43 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes bentuk pilihan ganda dimana data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis uji-t. Berdasarkan hasil analisis uji-t diperoleh thitung = 8,85. Nilai tersebut kemudian dibandingkan dengan nilai ttabel dengan dk 81 pada taraf signifikansi 5% sehingga diperoleh ttabel = 2,000, karena thitung = 8,85 > ttabel (ɑ = 0,05, 81) = 2,000 maka H0 ditolak atau H1 diterima. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan menggunakan model Problem Based Learning berbasis penilaian kinerja dengan rerata, X ̅ = 83,3 > X ̅ = 74,53 pada siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional sehingga, dapat disimpulkan bahwa model problem based learning berbasis penilaian kinerja berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV SD Gugus Kapten Kompyang Sujana Kecamatan Denpasar Barat.Kata Kunci : problem based learning, kinerja, IPA ABSTRACT This research aims to know the significant difference of competency knowledge science group of students are taught with the model of problem based learning performance assessment and the student group taught with conventionally at grade IV in SD Gugus Kapten Kompyang Sujana West Denpasar Subdistrict in academic year 2016/2017. This research is a kind of quasi experimental research with non-equivalent. The rate of population used in this research is 652 grade IV in SD Gugus Kapten Kompyang Sujana West Denpasar Subdistrict. While the rate of sample in this research is 83 students comprising students of class IVB SD State 12 Padangsambian as a group of 40 students experiment and grade IVC SD State 9 Padangsambian as a control group of 43 students. Data collection is done by the method of tests with multiple choice tests form where the data obtained were analyzed using t-test analysis. Based on the results of the analysis of the test-t obtained tcount = 8,85. The price is then compared with the price of ttabel with 81 and 5% significan level so that the retrieved prices ttable = 2.000, because prices thitung = ttable > 8,85 ( = 0.05, 81) = 2.000 then H0, and H1 rejected or accepted, (X ) ̅ = 83,3 > X ̅ = 74,53. This means there is a significant difference the science competency knowledge of group students which are taught by the model of problem based learning with assessment-based and the group of student wich are taught conventionally. Thus, it can be concluded that the problem based learning with assessment-based is influential to the science competency knowledge of students grade IV SD Gugus Kapten Kompyang Sujana west Denpasar district.keyword : Problem Based Learning, Performance, Science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TTW BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS V SD ., Ni Made Ayu Agustina Mas Sriati; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10678

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran TTW berbantuan media gambar dan yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional siswa kelas V SD Gugus Moch Hatta Kecamatan Denpasar Selatan Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan menggunakan desain penelitian nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD gugus Moch Hatta Denpasar Selatan Tahun Pelajaran 2016/2017 yang banyaknya 271 orang. Sampel ditentukan dengan random sampling dengan mengacak kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas V SD Negeri 3 Panjer sebagai kelompok eksperimen berjumlah 50 orang dan kelas V SD Negeri 2 Panjer sebagai kelompok kontrol dengan berjumlah 47 orang. Data kompetensi pengetahuan IPA dikumpulkan dengan instrumen berupa tes pilihan ganda biasa berjumlah 29 butir tes yang telah divalidasi. Data kompetensi pengetahuan IPA dianalisis dengan t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran TTW berbantuan media gambar dan yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional siswa kelas V SD Gugus Moch Hatta Denpasar Selatan Tahun Pelajaran 2016/2017. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil thitung= 6,050 > ttabel = 1,980 pada taraf signifikansi 5% dengan dk=95. Demikian pula nilai Rerata kompetensi pengetahuan IPA siswa kelompok eskperimen = 82,42 > = 74,51 rerata kompetensi pengetahuan IPA siswa kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TTW berbantuan media gambar berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus Moch Hatta Denpasar Selatan Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : TTW, media gambar, IPA The purpose of this study was to find out the significant differences in the science knowledge competence between students who was studied by using TTW assisted images media with students who was studied by using the conventional learning in class V SD Gugus Moch Hatta south Denpasar district academic year 2016/2017. This type of research was a quasi-experimental research using non equivalent control group design. The purpose of this study was to find out the significant differences in the science knowledge competence between students who was studied by using TTW assisted images media with students who was studied by using the conventional learning in class V SD Gugus Movh Hatta south Denpasar district academic year 2016/2017. This type of research was a quasi-experimental research using non equivalent control group design. The population in this research were all students in the fifth grade of elementary school of SD Gugus Moch Hatta south Denpasar district academic year 2016/2017, which is the total of students are 271 person. The samples were taken with a random sampling technique to randomize the class. The sample in this study is the class V of SD Negeri 3 Panjer as the experimental group, which is the total of 50 person and class V of SD Negeri 2 Panjer as a control group, which is the total of 47 person. Therefore, The data of Science knowledge competence were collected by instruments in the form of an objective test , which objective test consist of 29 items in valid. The data of science knowledge competence were analyzed by t - test. The analysis stated that there were the significant differences in the science knowledge competence between students who was studied by using TTW assisted images media with students who was studied by using the conventional learning in class V SD Gugus Moch Hatta south Denpasar district academic year 2016/2017. This study was evidenced by the results ( thit = 6,050 > t table = 1,980 ) with db =( n1 + n2 - 2 = 97-2 = 95 ) and a significance level of 5 %. Similarly, the average value obtained in experimental group learning outcomes ( 82,42 ) is greater than the control class ( 74,51 ). However, Based on the result above it can be concluded that the application of TTW assisted images media had an effect in science knowledge competence in class V SD Gugus Moch Hatta south Denpasar district academic year 2016/2017.keyword : TTW, images media, science

Page 3 of 32 | Total Record : 313


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue