cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 55 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2016): Juli" : 55 Documents clear
PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V ., NI NYOMAN ARYAWATI; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., UNDIKSHA
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament dalam pembelajaran IPA kelas V SD N 1 Purwakerti tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini adalah penelitian tindak kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD N 1 Purwakerti yang berjumlah 35 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dlakukan dengan metode kuisioner dan tes. Data yang diperoleh dari metode kuisioner dan tes selanjutnya dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament dalam pembelajaran IPA kelas V SD N 1 Purwakerti menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan rata-rata motivasi belajar belajar siswa sebesar 3,6 dari rata-rata 81,4 pada siklus I menjadi rata-rata 85 pada siklus II, (2) terjadi peningkatan rata-rata rata-rata hasil belajar siswa sebesar 17,34 dari rata-rata 70,43 pada siklus I menjadi 87,77 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament dalam pelajaran IPA kelas V SD N 1 Purwakerti tahun pelajaran 2014/2015 dapat menigkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Peningkatan terjadi karena siswa merasa termotivasi untuk belajar dengan adanya diskusi kelompok belajar, games tournament, dan penghargaan kelompok. Kata Kunci : Teams Games Tournament, motivasi dan hasil belajar -keyword : -
PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V ., Ni Nyoman Aryawati; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., UNDIKSHA
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament dalam pembelajaran IPA kelas V SD N 1 Purwakerti tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini adalah penelitian tindak kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD N 1 Purwakerti yang berjumlah 35 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dlakukan dengan metode kuisioner dan tes. Data yang diperoleh dari metode kuisioner dan tes selanjutnya dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament dalam pembelajaran IPA kelas V SD N 1 Purwakerti menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan rata-rata motivasi belajar belajar siswa sebesar 3,6 dari rata-rata 81,4 pada siklus I menjadi rata-rata 85 pada siklus II, (2) terjadi peningkatan rata-rata rata-rata hasil belajar siswa sebesar 17,34 dari rata-rata 70,43 pada siklus I menjadi 87,77 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament dalam pelajaran IPA kelas V SD N 1 Purwakerti tahun pelajaran 2014/2015 dapat menigkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Peningkatan terjadi karena siswa merasa termotivasi untuk belajar dengan adanya diskusi kelompok belajar, games tournament, dan penghargaan kelompok. Kata Kunci : Teams Games Tournament, motivasi dan hasil belajar -keyword : -
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) BERBANTUAN CERITA PENDEK TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN ., Luh Sandiyani; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) berbantuan cerita pendek dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran langsung terhadap keterampilan membaca pemahaman siswa SD kelas V di Gugus VI Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V di Gugus VI Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 158 orang. Objek penelitian ini adalah keterampilan membaca pemahaman. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data adalah tes. Jenis tes yang digunakan adalah tes objektif dengan bentuk pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) berbantuan cerita pendek dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran langsung terhadap keterampilan membaca pemahaman siswa SD kelas V di Gugus VI Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2015/2016. Dilihat dari hasil uji hipotesis melalui uji-t ternyata H0 ditolak dan H1 diterima (thitung=21,885>ttabel=2,011) dengan taraf signifikansi 5% dan nilai rerata kelompok yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) berbantuan cerita pendek lebih tinggi daripada kelompok yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran langsung ( eksperimen=21,17> kontrol=19,5). Dengan demikian, penggunaan model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) cerita pendek berpengaruh terhadap keterampilan membaca pemahaman siswa SD kelas V di Gugus VI Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : CIRC, cerita pendek, keterampilan membaca pemahaman This study aims to determine the differences between the groups of students that learned using learning models CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) aided short story with a group of students that learned to use direct instructional model to a skill students' reading comprehension grade V in Cluster VI District of Sawan Buleleng year 2015/2016 lesson. The subjects were fifth grade students in Cluster VI District of Sawan Buleleng in the academic year 2015/2016 which amounted to 158 people. The object of this study is the reading comprehension skills. Data collection methods used in this research is the method of observation. The instruments used to obtain data is a test. The type of test used is an objective test with multiple choice. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). These results indicate there are significant differences between the groups of students that learned using learning models CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) aided short story with a group of students that learned to use direct instructional model to a skill students' reading comprehension grade V in Cluster VI District of Sawan District Buleleng school year 2015/2016. Judging from the results of hypothesis testing via t-test turns H0 and H1 accepted (t = 21.885> table = 2.011) with a significance level of 5% and the average value of the group that learned using learning models CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) aided the short story more higher than the group that learned using direct learning model ( experimental = 21.17> control = 19.5). Thus, the use of the learning model CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) short story effect on students' reading comprehension skills of grade V in Cluster VI District of Sawan Buleleng in the academic year 2015/2016.keyword : CIRC, short stories, reading comprehension skills
Penerapan Model Pembelajaran Paired Storytelling untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V Semester II SD Negeri 4 Tejakula Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2015/2016 ., Gede Yoga Hermawan; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.; ., Drs. Ndara Tanggu Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7641

Abstract

Permasalahan yang terdapat pada kelas V semester II di SD Negeri 4 Tejakula yaitu masih kurangnya keterampilan berbicara siswa. Oleh karena itu dilaksanakan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V semester II SD Negeri 4 Tejakula Kabupaten Buleleng setelah penerapan model pembelajaran paired storytelling tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Negeri 4 Tejakula sebanyak 17 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa rata-rata klasikal keterampilan berbicara siswa mencapai 78,5 serta ketuntasan klasikal mencapai 64,7%. Pada siklus II rata-rata klasikal keterampilan berbicara mencapai 87,2 serta ketuntasan klasikal mencapai 82,4%. Data yang telah diperoleh menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas V di SD Negeri 4 Tejakula setelah diterapkan model pembelajaran paired storytelling. Berdasarkan data hasil observasi dalam penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran paired storytelling dapat meningkatkan keterampilan berbicara pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V semester II SD Negeri 4 Tejakula Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini disarankan kepada siswa, guru, sekolah serta peneliti lain.Kata Kunci : paired storytelling, keterampilan berbicara In the application of the second semester in class V SD Negeri 4 Tejakula is still a lack of students' speaking skills. Therefore conducted research that aims to improve speaking skills on the subjects of Indonesian students second semester class V SD Negeri 4 Tejakula Buleleng after application of learning models paired storytelling in the academic year 2015/2016. This research is a classroom action research. The subjects were all students in grade V in SD Negeri 4 Tejakula many as 17 people. Data collection techniques using observation. This study was conducted over two cycles. The results of the study in the first cycle showed that the average classical students' speaking skills reached 78.5 and reached 64.7% classical completeness. In the second cycle the average reached 87.2 classically speaking skills as well as classical completeness reached 82.4%. Data have been obtained showing that an increase in students' speaking skills in primary school class V 4 Tejakula after learning model paired applied storytelling. Based on data from observations in studies that have been conducted, it can be concluded that the application of learning models paired storytelling can improve speaking skills on the subjects of Indonesian students second semester class V SD Negeri 4 Tejakula Buleleng in the academic year 2015/2016. This study is recommended to students, teachers, schools and other researchers.keyword : paired storytelling, speaking skills
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INTRODUCTION TERHADAP HASIL BELAJAR INDONESIA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ., Eva Paramita; ., Drs. Nyoman Wirya; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia (keterampilan membaca) yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Introduction dan konvensional pada siswa kelas V di Gugus IX Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung..Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN 3 Darmasaba yang berjumlah 27 orang dan siswa kelas V SDN 6 Darmasaba yang berjumlah 22 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data test yaitu tes objektif berjual 40 butir.. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis tatistic deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan hasil keterampilan berbicara yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran Problem Based Introduction dan siswa yang mengikuti pembelajaran model pembelajaran konvensional (ttabel = 2,03 > thitung = 4,31). Perbandingan hasil perhitungan rata-rata hasil keterampilan membaca Bahasa Indonesia siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Introduction adalah 22,22 lebih besar dari rata-rata hasil keterampilan membaca Bahasa Indonesia siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional adalah 20,59. Hal ini berarti penerapan model pembelajaran Problem Based Introduction berpengaruh terhadap keterampilan membaca Bahasa Indonesia siswa kelas V semester genap di Gugus IX Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : Problem Based Introduction, keterampilan membaca This research aims to know the difference between the results of learning Bahasa Indonesia (reading) dibelajarkan skills with Problem-Based learning model Introduction and conventional on the students of class V in Cluster IX Sub-districts Abiansemal Badung district..types of this research is a research experiment pseudo . A sample of this research are the students in grade 5 at SDN 3 Darmasaba which numbered 27 people and students in grade 5 at SDN 6 Darmasaba which numbered 22 people. Data Collection in this research using the methods of data collection test is the test the objective of selling and 40 bullet.. The data collected were analyzed using descriptive tatistic analysis and inferential statistics (test-t). The results of this study found that there was a difference in the skills of speaking that significant between groups of children who follow the teaching Problem Based Introduction and students who follow the teaching of conventional learning model (ttable = 2.03 > tvalue = 4,31). Comparison of the results of the calculation of the average results of the Indonesian language reading skills students who follow the teaching learning model Problem Based Introduction is 22,22 is greater than the average results of the Indonesian language reading skills students who follow the conventional teaching models is 20,59. This means that the implementation of Problem-Based learning model Introduction affect reading skills Bahasa Indonesia students in grade 5 semesters fulfilled in Cluster IX Sub-districts Abiansemal Badung district years 2015/2016 lessonskeyword : Problem Based Introduction, reading skills
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PBI DAN PENILAIAN PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS IPA SISWA KELAS V ., Nur Muhammad; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran PBI dengan penilaian proyek dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional dengan penialain konvensional pada siswa kelas V SD Gugus II Kecamatan Abang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan non equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V di Gugus II Kecamatan Abang yang berjumlah 82 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V di SDN 2 Abang yang berjumlah 22 orang, SDN 1 Abang yang berjumlah 24 orang, SDN 1 Tiyingtali yang berjumlah 22 orang dan SDN 4 Ababi yang berjumlah 16 orang. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk esay dengan jumlah soal sebanyak 10 soal. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan anava dua jalur dilanjutkan dengan uji scheffe. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh: (1) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran menggunakan PBI dan yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (FA = 134,30 > Ftabel = 3,96); (2) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran (PBI dan konvensional) dan penilaian kerja terhadap kemampuan berpikir kritis IPA (FAB = 5,31 > Ftabel = 3,96); (3) pada kelompok siswa yang menggunakan penilaian proyek terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis IPA anatara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBI dan kelompok siswa yang dibeljarkan dengan model pembelajaran konvensional (Qhitung = 8,22 > Qtabel = 3,711); (4) pada kelompok siswa yang menggunakan penilaian konvensional, terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBI dan kelompok siswa yang dibeljarkan dengan model pembelajaran konvensional (Qhitung = 3,94 > Qtabel = 3,711). Hasil tersebut menunjukkkan bahwa penerapan model pembelajaran PBI dan penilaian proyek, berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis IPA siswa kelas V SD Gugus II Kecamatan Abang. Kata Kunci : Model PBI, Kemampuan Berpikir Kritis, Penilaian proyek This study aims to determine the critical thinking skills IPA difference between groups of students learn by using model PBI with the project assessment and the group of students who are taught using conventional learning models with conventional Penialain in class V SD Cluster II Abang District. This research is a quasi-experimental research design with non equivalent post test only control group design. The study population was a class V in Cluster II Abang District, totaling 82 people. Samples of this research is class V SDN 2 Abang, amounting to 22 people, SDN 1 Abang numbering 24 people, SDN 1 Tiyingtali amounting to 22 people and SDN 4 Ababi totaling 16 people. Data collected by the test instrument shaped essays by the amount of matter as much as 10 questions. Data collected were analyzed using descriptive statistics and ANOVA analysis of two paths followed by Scheffe test. Based on the analysis of data, obtained: (1) there is a difference between the IPA critical thinking skills of students that learned learning model using PBI and that learned with conventional learning (FA = 134.30> Ftabel = 3.96); (2) there is a significant interaction effect between learning model (PBI and conventional) and work evaluation of the ability of critical thinking IPA (FAB = 5.31> F table = 3.96); (3) on a group of students who use the assessment of the project there are significant differences in the ability to think critically IPA anatara group of students that learned with PBI learning model and student groups who dibeljarkan with conventional learning models (Qhitung = 8.22> Qtabel = 3.711); (4) on a group of students who use the conventional assessment, there are significant differences in the ability to think critically IPA between groups of students that learned with PBI learning model and student groups who dibeljarkan with conventional learning models (Qhitung = 3.94> Qtabel = 3.711). The results indicating that the application of learning models PBI and project appraisal, positive influence on the ability to think critically fifth grade science students SD Cluster II Abang District. keyword : Model PBI, Critical Thinking Skills, Assessment project
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR DENGAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MELALUI MODEL JIGSAW BERBANTUAN MEDIA LINGKUNGAN SEKITAR ., I Gede Made Putra Adnyana; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peningkatkan aktivitas belajar IPA dengan menerapkan pembelajaran kontekstual melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbantuan media lingkungan sekitar dalam matapelajaran IPA pada siswa kelas III tahun pelajaran 2015/2016 di SDN 3 Sudimara, (2) mengetahui peningkatkan hasil belajar IPA dengan menerapkan pembelajaran kontekstual melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbantuan media lingkungan sekitar dalam matapelajaran IPA pada siswa kelas III tahun pelajaran 2015/2016 di SDN 3 Sudimara. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III tahun pelajaran 2015/2016 di SDN 3 Sudimara, yang berjumlah 15 orang. Objek penelitian ini adalah peningkatan aktivitas dan hasil belajar IPA. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan metode tes. Data dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif kuantitaif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan persentase aktivitas belajar dan hasil belajar pada siswa kelas III di SDN 3 Sudimara. Berdasarkan observasi aktivitas belajar, persentase rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 71,30% dengan kategori cukup aktif, dan persentase rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus II sebesar 80,70% dengan kategori aktif. Berdasarkan tes hasil belajar IPA, persentase rata-rata hasil belajar IPA siswa pada siklus I sebesar 74,66% dengan kategori sedang, dan persentase rata-rata hasil belajar IPA siswa pada siklus II sebesar 83,67% dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbantuan media lingkungan sekitar dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar IPA siswa kelas III di SDN 3 Sudimara tahun pelajaran 2015/2016. Kata Kunci : kooperatif tipe Jigsaw, media, aktivitas, dan hasil belajar. This study aims to (1) determine improvement activity to learn science by applying contextual learning through cooperative learning model Jigsaw aided media environment in the course from the IPA on third-grade students in the academic year 2015/2016 in SDN 3 Sudimara, (2) to enhancing learning outcomes IPA to apply contextual learning through cooperative learning model Jigsaw aided media environment in the course from the IPA on third-grade students in the academic year 2015/2016 in SDN 3 Sudimara. This research is a classroom action research conducted in two cycles. The subjects were students of class III in the academic year 2015/2016 in SDN 3 Sudimara, which totaled 15 people. The object of this study was the increase in activity and learning outcomes IPA. Collecting data in this study was conducted using the method of observation and tests. Data were analyzed with descriptive statistical analysis of quantitative methods. The results showed that an increase in the percentage of learning activities and learning outcomes at the third-grade students at SDN 3 Sudimara. Based on the observation of learning activities, the average percentage of student learning activities in the first cycle of 71.30% with a category quite active, and the average percentage of student learning activities in the second cycle of 80.70% in the active category. Based on the test results to learn science, the average percentage of students' learning outcomes IPA in the first cycle of 74.66% in the medium category, and the average percentage of student learning outcomes IPA on the second cycle of 83.67% with a high category. Based on these results it can be concluded that the application of cooperative learning model Jigsaw aided media surrounding environment can increase the activity of learning and learning outcomes third grade science students at SDN 3 Sudimara the school year 2015/2016.keyword : Jigsaw type of cooperative, media, activities, and learning outcomes.
ANALISIS KESENJANGAN PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 DI SDN 4 KAMPUNG BARU ., I Gede Dharma Putra; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kesenjangan rencana pelaksanaan pembelajaran Kurikulum 2013 yang dibuat oleh guru SD Negeri 4 Kampung Baru dengan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014, mengetahui besarnya kesenjangan proses pembelajaran Kurikulum 2013 yang dilakukan oleh guru SD Negeri 4 Kampung Baru dengan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014, dan mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya kesenjangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu seluruh guru kelas di SD Negeri 4 Kampung Baru. Objek penelitian adalah rencana dan pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 yang disusun dan dilaksanakan oleh guru berdasarkan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data yang sudah terkumpul diolah dengan menggunakan statistik non parametrik dengan uji jenjang bertanda Wilcoxon untuk data kuantitatif dan teknik Triangulasi data untuk data kualitatif, kemudian dilanjutkan dengan penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya kesenjangan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 adalah sebesar 14,3% tergolong kategori sangat kecil (SK), besarnya kesenjangan pelaksanaan pembelajaran dengan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 adalah sebesar 3,41% tergolong kategori sangat kecil (SK), Faktor penyebab kesenjangan adalah guru melupakan beberapa komponen dalam rencana pelaksanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran dan masih ada guru kelas yang berpedoman pada permendikbud 81a tahun 2013.Kata Kunci : Kesenjangan, Perencanaan Pembelajaran, Pelaksanaan Pembelajaran, Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014. This research goals to know the size the discrepancy lesson plan of curriculum 2013 that were created by teachers SD Negeri 4 Kampung Baru with Permendikbud No. 103 of 2014, know the size of the discrepancy learning of curriculum 2013 conducted by the teachers SD Negeri 4 Kampung Baru with Permendikbud No. 103 of 2014, and describe the factors that cause the discrepancy. This type of research is evaluative research. Subjects in this research are all teachers in SD Negeri 4 Kampung Baru. The object of research was the plan and the implementation of learning curriculum in 2013 formulated and implemented by teachers based Permendikbud No. 103 of 2014. The collection of data in this research study conducted by the method of documentation, observation, and interviews. Data have been collected were processed using non-parametric statistical test, Wilcoxon signed levels for quantitative data and the data triangulation techniques for qualitative data, and then continued with the presentation of data, and drawing conclusions. The results showed that the magnitude of the discrepancy with a lesson plan Permendikbud No. 103 of 2014 was 14.3% belong to the category of very small (SK), the wide discrepancy with the implementation of learning Permendikbud No. 103 of 2014 was of 3.41% belong to the category of very small (SK), factors causing the discrepancy is teachers prepared lesson plan created a working group of teachers and were not analyzed further by the teacher concerned.keyword : Discrepancy, Lesson Planning, Learning Implementation, Permendikbud No. 104 of 2014 .
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TPS BERBANTUAN MEDIA PERMAINAN PUZZEL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV ., Ni Kadek Susi Oktapiani; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe think pair square berbantuan media permainan puzzle dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Gugus X Kecamatan Buleleng dan Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas IV Gugus X Kecamatan Buleleng dan Kabupaten Buleleng yang berjumlah 79 orang. Sampel penelitian ini adalah kelas IV SDN 1 Kaliuntu yang berjumlah 29 orang dan siswa kelas IV SDN 2 Kaliuntu yang berjumlah 17 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes isian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe think pair square berbantuan media permainan puzzle dan siswa yang mengikuti pembelajaran model pembelajaran konvensional. Hasil perhitungan rata-rata hasil belajar IPA kelompok ekperimen adalah 17,03 lebih besar dari rata-rata hasil belajar IPA kelompok kontrol sebesar 5,58. Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe think pair square berbantuan media permainan puzzle berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Think Pair Square, Hasil belajar IPA, Puzzle This study aims to determine differences in learning outcomes between students who take science learning with cooperative learning model Think Pair square puzzle game media aided and students following the study with conventional learning models grade four cluster X district of Buleleng of Buleleng regency Academic Year 2015/2016. The study was quasi-experimental research. Even semester was class of four grade student in Elementary School of cluster X of Buleleng district and Buleleng regency totaling to 79 students. The study sample were four grade student in SDN 1 Kaliuntu totaling 29 students and four grade student of SDN 2 Kaliuntu totaling 17 students. The result of this study collected by using field test. The data obtained were analyzed using descriptive statistical analysis techniques and inferential statistics, namely t-test. The results of this study indicate that there was differences in science learning outcomes significantly between students who take lessons with contextual learning model and students who take learning with conventional learning models on four grade. Comparison of the results of the calculation of the average results of science learning experiment group was 17.03 higher than the average science learning outcomes for the control group 5.58. The existence of a significant difference suggests that cooperative learning model Think Pair Square media aided puzzle game affect student science learning outcomes compared with conventional learning models. keyword : Think Pair Square,science learning outcomes, Puzzle
PENERAPAN MODEL QUANTUM BERBASIS LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., I Pt Vina Sila Parwata; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7648

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kreativitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran quantum berbasis lingkungan pada pelajaran IPA siswa kelas V SDN 8 Banyuning tahun pelajaran 2015∕2016 . Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V semester genap SDN 8 Banyuning Tahun Pelajaran 2015/2016 sebanyak 25 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan tes. Data kreativitas belajar diperoleh dengan menggunakan metode observasi berupa lembar observasi dan data hasil belajar diperoleh dengan menggunakan metode tes berupa soal objektif. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan kreativitas belajar siswa pada siklus I dengan persentase kreativitas belajar sebesar 67% dengan kriteria cukup kreatif dan pada siklus II sebesar 81% dengan kriteria kreatif sehingga mengalami peningkatan sebesar 14%. (2) peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dengan persentase hasil belajar sebesar 68% dengan kriteria sedang dan pada siklus II sebesar 79% dengan kriteria tinggi. Ketuntasan Klasikal Hasil Belajar pada siklus I sebesar 60% dan pada siklus II sebesar 92%. Sehingga dari siklus I ke siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 11% dan peningkatan Ketuntasan Klasikal Hasil Belajar sebesar 32%. Ini berarti bahwa dengan penerapan model pembelajaran quantum berbasis dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 8 Banyuning tahun pelajaran 2015/2016. Kata Kunci : model Quantum, kreativitas, Hasil Belajar IPA Abstract The aim of this study is to know about students’ creativity improvement and students learning outcome through the implementation of Quantum Learning Model based on the environment in Science Subject for fifth grade students of SDN 8 Banyuning in academic year 2015∕2016. This study is a Classroom Action Research, which is done in two sections. There are some steps in every section, they are: planning, action, observation and evaluation and the last is reflection. The subject of this study is the fifth grade students in second smester of SDN 8 Banyuning in academic year 2015/2016, there are 25 students that the researcher used. the method of data collection used in this study are Observation and Test. The data of student’s creativity improvement is obtained by using observation method in the form of observation sheet while the data of students’ outcome is obtained by using test method in form of objective test. The technique of data analysis itself is descriptive qualitative. The result of this study shows that (1). Students’ learning creativity increased in the first section in which the percentage of students’ learning creativity is 67% and the criteria is sufficient while 81% in the second section, that is why the improvement is 14 %. (2) In the first section students’ learning outcome increased 68% and the criteria is good while 79% in the second section with the criteria is excellent. The Classical Comprehensiveness students’ learning outcome in the first section is 60% and 92% in the second section. That is why from the first section into the second section there is 11% improvement while the improvement of Classical Comprehensiveness students’ learning outcome is 30%. It means that there is a significant improvement in students’ learning creativity and students’ learning outcome after using quantum learning model at fifth grade students of SDN 8 Banyuning in academic year 205/2016. keyword : model of Quantum, creativity, learning result IPA

Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue