Articles
315 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 5 No. 2 (2017): Juli"
:
315 Documents
clear
PENGARUH METODE SAS BERBANTUAN MEDIA PRESENTASI TERHADAP HASIL BELAJAR MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS I SD
., Gus Nyoman Widhi Arsa Nugraha;
., Drs. Ndara Tanggu Renda;
., I Kadek Suartama, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10932
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedan hasil belajar membaca permulan mata pelajaran bahasa indonesia siswa kelas I antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) berbantuan Media Presentasi Pembelajaran dengan kelompok siswa yang dibelajarkan metode Konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian post-test only control design. Populasi ini adalah seluruh siswa kelas I SD di Gugus V Kecamatan Sukasada tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 245 orang. Sampel penelitian adalah SD Negeri 2 Panji dengan jumlah 30 siswa dan SD Negeri 4 Panji dengan jumalah 31 siswa. data yang dikumpulkan adalah hasil belajar membaca permulaan mata pelajaran bahasa indonesia. Teknik pengambilan dilakukan menggunakan teknik random sampling. Bentuk tes hasil membaca permulaan bahasa indonesia menggunakan tes lisan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini menemukan bahwa hasil belajar membaca permulaan mata pelajaran bahasa indonesia siswa kelompok eksperimen tergolong sangat baik dengan rata-rata (M) 16,43. Hasil belajar membaca permulaan mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelompok kontrol tergolong cukup dengan rata-rata (M) 11,37. Ini berarti terdapat perbedaan signifikan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) berbantuan Media Presentasi Pembelajaran dengan siswa yang dibelajarkan dengan metode konvensional. (thitung > ttabel, thitung = 7,13 dan ttabel = 2,00). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) berbantuan Media Presentasi Pembelajaran berpengaruh positif terhadap hasil belajar Bahasa indonesia.Kata Kunci : metode sas, hasil belajar, media presentasi This research aims to know the diference learning outcomes reading the beginning of the first grade student of Indonesian language between groups of students, who were thought by the method Structural Analytic Syntetic (SAS) media assisted presentation of learning with groups of students who were tought by Conventional methods. The type of research design post-test only control design. This population is all the first grade students of elementary school cluster V the district of Sukasada, academic year 2016/2017 which amounted to 245 people . the research sample is public elementary school 2 Panji with a total of 30 students and public elementary school 4 Panji 31 students. The data collected is the result of learning to read the beginning of Indonesian language subjects. The retrieval technique is done using random sampling technique. Form of test results read the beginning of Indonesian language using oral test. The data obtained were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The result of this study found that learning out comes reading the beginning of Indonesian student experimental group is very good with average (M) 16,43 the learning of Indonesian subject of control were quite average (M) 11,37. This mean there is a significant defferences in learning out comes a many students who are tought by Structural Analytic Sintetic (SAS) with the media of instructional presentation with students tought by conventional methods . (tcount > ttablel, tcount = 7,13 dan ttable = 2,00). This it can concluded that Structural Analytic Sintetic (SAS) method media aided presentation learning positive effect on learning out comes Indonesian language.keyword : method sas, the outcomes, media presentation
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS
., Dhenok Rukma Setyani;
., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd;
., Dr. I Ketut Gading,M.Psi
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10933
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS antara kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe think pair share berbantuan media gambar dan kelompok siswa yang pembelajarannya tidak mengikuti model think pair share pada siswa kelas V SD di Gugus II Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan non-equivalent post-test control group design. Sebanyak 24 siswa SD Negeri 4 Melaya Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana dilibatkan sebagai kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share berbantuan media gambar sebanyak 7 kali pertemuan. Sementara sebanyak 24 siswa SD Negeri 3 Melaya Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana dilibatkan sebagai kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share berbantuan media gambar, akan tetapi pembelajarannya berlangsung sesuai kebiasaan guru mengajar sebelumnya. Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki kesetaraan hasil belajar IPS sebelum diberikan perlakuan. Setelah perlakuan kepada kelompok eksperimen selesai, kedua kelompok baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol diberikan tes hasil belajar IPS buatan peneliti yang telah teruji validitas isi, validitas butir, tingkat kesukaran, daya beda dan reliabilitasnya. Dalam hal ini kelompok eksperimen lebih baik hasil belajarnya dari kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share berbantuan media gambar dan kelompok siswa yang pembelajarannya tidak menggunakan model think pair share berbantuan media gambar. Nilai t = 6,17 dan signifikansi = 0,000. Hasil belajar kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share berbantuan media gambar lebih tinggi dibandingkan kelompok siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share. Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe think pair share, hasil belajar, media gambar This aims of the research is to determine the differences in students learning outcomes in the Social Lesson between groups of students who learn to follow the model of cooperative learning in type of think pair share using pictuers as a media and the groups of the students who do not use the model of think pair share in students of grade V of SD in Gugus II of Melaya District, Jembrana Regency in Year 2016/2017. This research is a quasi experiment with non-equivalent control group design. The determination of the sample in this study using random sampling technique of 24 students as an experimental class in SD 4 and 24 students of control class in SD 3 Melaya. The data obtained were analyzed in two stages, namely descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis (t-test). The results showed that there are differences in learning outcomes between groups of students using cooperative learning model in type of think pair share with pictures as the media and the groups of students who learning did not use think pair share model. Value t = 6.17 and significance = 0,000. The result of the study of the groups of the students using cooperative learning model in type of think pair share using pictures as a media is higher than the groups of the students who do not use cooperative learning model in type think pair share. keyword : cooperative learning model in type think pair share, learning outcomes, pictures as a media
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV
., I Putu Saka Selasmena Sribawana;
., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd;
., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10934
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media gambar dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di Gugus VIII kecamatan Sukasada. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperiment), dengan desain penelitian nonequivalen control group desain. Populasi penelitian ini adalah kelas IV di Gugus VIII kecamatan Sukasada, tahun pelajaran 2016/2017 yang banyaknya 105 orang. Sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Sampel penelitian ini adalah kelas IV SDN 1 Kayuputih Melaka sebagai kelompok eksperimen dan kelas IV SDN 3 Kayuputih Melaka sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa tes pilihan ganda (objektif) yang berjumlah 30 butir tes yang divalidasi. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil analisis menunjukan hasil thitung = 4,90 dan ttabel= 1,98 dengan db 61 pada taraf signitifian 5% adalah 2,000. Hal ini berati nilai thitung lebih besar dari ttabel (4,90 > 1,98), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media gambar berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV di Gugus VIII Kecamatan Sukasada tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : PBL, Media Gambar, Hasil belajar. This study aims to determine the difference in IPA learning outcomes between the students who were taught through Problem Based Learning (PBL) and the students who were taught through conventional learning in fourth grade students in Sukasada sub district VIII. This research of study use quasi experiment design, with nonequivalent control group design. The population of this research is fourth grade of students in Sukasada District VIII Cluster, in academic year 2016/2017 which is contain of 105 students. The sample is determined by random sampling technique. The sample of this research is fourth grade of students in SDN 1 Kayuputih Melaka as experimental group and fourth grade of students in SDN 3 Kayuputih Melaka as control group. The result of the study were collected by using instrument called multiple choice test (objective) which amounted to 30 items of validated test. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). The result of analysis showed thitung = 4.90 and ttable = 1.98 with db 61 at significance level 5% is 2,000. It means that the value of tcount is higher than ttable (4.90> 1.98), so H0 is rejected and H1 is accepted so it can be concluded that the learning of Problem Based Learning (PBL) with image media has an effect on the result of science learning of fourth graders in Gugus VIII Sukasada sub-district for the academic year 2016/2017.keyword : : PBL, Media Image, Learning outcomes.
PENGARUH MODEL STAD BERBANTUAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA SD KELAS V
., Rima Isti Navisha;
., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd;
., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10935
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS siswa antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) berbantuan media Video Pembelajaran tentang Perjuangan Kemerdekaan Indonesia dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SD kelas V di gugus V Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2016/2017 dengan jumlah 134 siswa. Sampel pada penelitian ini yaitu, SD N 3 Tamblang sebagai kelompok eksperimen sebanyak 32 siswa dan SD N 5 Tamblang sebagai kelompok kontrol sebanyak 35 siswa. Data penelitian berupa hasil belajar IPS siswa yang diperoleh melalui tes obyektif pilihan ganda sebanyak 31 butir soal. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan statistik inferensial uji-t dengan rumus polled varians. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS siswa antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) berbantuan media Video Pembelajaran tentang Perjuangan Kemerdekaan Indonesia dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Hal ini diketahui dari hasil thit = 3,28 dan ttab = 1,997. Ini berarti thit lebih besar dari ttab (thit > ttab). Maka, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbantuan media video pembelajaran tentang Perjuangan Kemerdekaan Indonesia berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V di SD Gugus V Kecamatan Kubutambahan Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : STAD , Video Pembelajaran, Hasil Belajar This research aims to know the difference in results between a group of students studying IPS students who follow the model of learning Student Teams Achievement Division (STAD)-assisted Video media Learning about Indonesia's independence struggle with a group of students who follow the conventional learning model. This type of research is quasi experiment. The population in this study are all students of class V in the Kubutambahan subdistrict of District cluster V Buleleng 2016/2017 lesson with year number of 134 students. The samples on this research i.e., SD N 3 Tamblang as a group of as many as 32 students experiment and SD N 5 Tamblang as the control group as many as 35 students. Research data in the form of the results of the study, IPS students obtained through multiple choice objective test as many as 31 grains of matter. The data were analyzed using descriptive statistics and analysis of inferensial test-t with the formula polled variance. From the results of the research indicate that there is a difference between student learning outcomes IPS student group that follows the model of learning Student Teams Achievement Division (STAD)-assisted Video media Learning about Indonesia's independence struggle with a group of students who follow the conventional learning model. It is known from the results of thit = 3.28 and ttab = 1.997. This means the greater of the ttab thit (thit > ttab). Thus, it can be concluded that cooperative learning model of type Student Teams Achievement Division (STAD)-assisted video media learning about Indonesia's independence struggle have an effect on the results of studying IPS grade V in Kubutambahan Sub-district V Force Elementary School Year Lessons 2016/2017.keyword : STAD, Video learning, Learning Outcomes
PENGARUH KONTRUKTIVISME MODEL PEMBELAJARAN PBL TERHADAP HASIL BELAJAR IPS MELALUI LESSON STUDY SD KELAS V
., I Kadek Gede Suparma Ariadi;
., Prof. Dr. I Ketut Dharsana,M.Pd;
., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10936
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran problem based learning dengan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SDN 1 Astina Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Jenis peneltian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VA dan VB di SDN 1 Astina yang berjumlah 54 siswa. Sampel penelitian ini yaitu kelas VA yang berjumlah 29 siswa dan siswa kelas VB yang berjumlah 25 siswa. Metode dalam pengumpulan data dilakukan dengan metode tes yaitu dengan tes obyektif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajrakan dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V dengan thit= 32,923 > ttab= 2,021 adanya perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil analsis data model pembelajaran problem based learning melalui lesson study berpengaruh terhadap hasil belajar IPS. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based learning yaitu 23,68 dan skor rata-rata siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 15,12. Perbaikan dilakukan dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning melalui lesson study untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan mampu mengatasi kendala-kendala dalam mengajar.Kata Kunci : Problem Bases Learning, Hasil Belar, IPS This study aims to find a significant difference between the results of social studies students learn through problem based learning model learning with students who learn through conventional learning in class V Elementary School 1 Astina Buleleng, Buleleng. Type this research is quasi-experimental research. The population of this research is all class VA and VB State Primary School 1 Astina totaling 54 students. The research sample is classes totaling 29 students VA and VB grade students numbering 25 students. Methods of data collection is done with test method is to test objectively. Data were analyzed using descriptive statistical analysis techniques and inferential statistics ie t-test. The results of this study indicate that there are differences between student learning outcomes dibelajrakan using problem-based learning model learning with students that learned with conventional learning models in class V with thit = 32.923> ttab = 2.021 a significant difference. Based on the analysis results of the data model of learning problem based learning through lesson study affect the results of social studies. It can be seen from the average score of students who use problem-based learning model learning is 23.68 and the average score of students who use conventional learning models, namely 15.12. Repairs carried out in the learning process by using the Social Sciences learning model of problem based learning through lesson study to improve student learning outcomes and be able to overcome the obstacles in teaching.keyword : problem based learning, learning outcomes, science sosoal
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP MINAT BACA DAN PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD
., I Putu Yarka Wikrama;
., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.;
., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10937
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan minat baca dan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan model pembelajaran inkuiri dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran bukan inkuiri. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Anturan tahun pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian ini diambil menggunakan teknik random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan uji-t. Untuk menguji hipotesis I dan II digunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan minat baca dan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan model pembelajaran inkuiri dengan kelompok siswa yang dibelajarkan pembelajaran bukan inkuiri.Hasil uji hipotesis I menunjukkan bahwa thit = 3,71 > ttab = 2,201. Hasil uji hipotesis II menunjukkan bahwa thit = 4,141 > ttab = 2,021. Hal ini, dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan minat baca dan pemahaman konsep IPA antara kelompok yang dibelajarkan pembelajaran Inkuiri dengan kelompok yang tidak dibelajarkan pembelajaran Inkuiri. Dilihat dari hasil perhitungan rata-rata minat baca dan pemahaman konsep pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Dengan demikian, model pembelajaran inkuiri berpengaruh terhadap minat baca dan pemahaman konsep IPA siswa kelas V SD Negeri 3 Anturan tahun Pelajaran 2016/2017. Kata Kunci : pemahaman konsep, inkuiri,minat baca The research aims to determine the difference in reading interest and understanding of science concept between groups of student who were taught the inquiry learning model with the groups of student who were taught by non-inquiry learning. The population the research is the students of grade V SD Negeri 3 Anturan academic year 2016/2017. The sample of the research was taken by using random sampling technique. Data analysis techniques used are description statistics and t-test. To test the hypothesis I and hypothesis II used t-test. The results showed that there was a different in reading interest and understanding of science concepts between groups of student who were modeled inquiry learnig with the groups of student who were by non-inquiry learning. The result of hypothesis test I showed that thit = 3,71 > ttab = 2,201. The result of hypothesis test II showed that thit = 4,141 > ttab = 2,021. It can be interpreted that there are significant differences between the two of student groups. And the average calculation of reading interesst and understanding concepts was higher in eksperiment class and control class. Thus the inquiry learning model as and effect on reading interest and understanding of sciece concept of the students grade V SD Negeri 3 Anturan 2016/2017.keyword : understanding concept, inquiry, reading interest
Pengaruh Model Pembelajaran Make A Match Terhadap Hasil Belajar IPA siswa kelas V SD
., I Nyoman Juniawan;
., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.;
., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10938
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran make a match dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus VIII Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan desain non-equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus VIII Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Kayuputih Melaka dan siswa kelas V SD Negeri 3 Kayuputih Melaka. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan metode tes berbentuk tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan teknik uji-t polled varians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran make a match dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus VIII Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017 (thitung = 6,57 > ttabel = 2,021). Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa model pembelajaran make a match berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Gugus VIII Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : make a match, hasil belajar This study aimed at determining the significant difference of Science learning outcomes between a group of students who were taught using make a match learning model and a group of students who were taught using conventional learning model in V Grade of elementary schools in cluster VIII of Sukasada District, Buleleng Regency, Academic Year 2016/2017. The type of this research was a quasi-experimental study with a non-equivalent post-test only control group design. The population of this research was all students of V Grade of elementary schools in cluster VIII of Sukasada District, Buleleng Regency, Academic Year 2016/2017. The sampling technique was by using random sampling technique. The samples of this research were the students of V Grade of SD Negeri 1 Kayuputih Melaka and the students of V Grade of SD Negeri 3 Kayuputih Melaka. The data of Science learning result were collected using test method in the form of multiple choice test. The data obtained were analyzed using descriptive statistical and inferential statistical techniques with pooled-variance t-test technique. The results showed that there were significant difference of Science learning outcomes between the group of students who were taught using make a match learning model and the group of students who were taught using conventional learning model in V Grade of elementary schools in cluster VIII of Sukasada District, Buleleng Regency, Academic Year 2016/2017 (tobserved = 6.57 > ttable = 2.021). The existence of the significant difference indicated that make a match learning model had a positive effect on Science learning outcomes of V Grade of elementary students in cluster VIII of Sukasada District, Buleleng Regency, Academic Year 2016/2017.keyword : make a match, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS TRI HITA KARANA TERHADAP HASIL BELAJAR PKN KELAS IV SD
., Gede Pasek Sumayasa;
., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.;
., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10981
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Problem Based Learning berbasis Tri Hita Karana dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di sekolah dasar gugus V Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah post-test only control design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IV di sekolah dasar gugus V Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2016/2017. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 2 Panji dan SD Negeri 3 Panji dengan jumlah siswa 55 orang. Pengumpulan data hasil belajar PKn dilakukan dengan metode tes dengan instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda biasa. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbasis Tri Hita Karana dengan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung = 5,97 > ttabel =2,006). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh positif terhadap hasil belajar PKn siswa kelas IV sekolah dasar gugus V Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Problem Based Learning, hasil belajar dan Tri Hita Karana. This study aims to determine the difference of learning outcomes of significant Civics between students who are taught through the model of Problem Based Learning based on Tri Hita Karana with students who are taught through conventional learning in grade 4 students in elementary school of cluster V Sukasada district, Buleleng regency. The type of this research is quasi experimental research with the research design used is post-test only control design. The population in this study were all fourth grade students in elementary school of cluster V Sukasada district, Buleleng regency, academic year 2016/2017. The sample is determined by random sampling technique. The sample in this research is the fourth grade students of SD Negeri 2 Panji and SD Negeri 3 Panji with 55 students. Data collection of Civics learning outcomes conducted by the test method with the instrument used is a standard multiple choice test. The data in this study were analyzed by using descriptive statistics and inferential statistics. The results showed that there are significant differences in student learning outcomes that were learned by using Problem Based Learning model based on Tri Hita Karana with the students who were taught by using conventional learning model (thitung = 5,97> ttabel = 2,006). Based on the results of this study can be concluded that the model of learning Problem Based Learning positively affect the results of learning Civics students class IV elementary school cluster V Sukasada district, Buleleng regency year 2016/2017.keyword : Problem Based Learning, learning outcomes and Tri Hita Karana
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI TERHADAP NILAI KARAKER PKn SISWA KELAS V SD
., Made Dony Marta Atmaja;
., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd;
., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10982
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan nilai karakter PKn antara kelas siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran SAVI dan kelas siswa yang tidak dibelajarkan menggunakan model SAVI pada siswa kelas V tahun pelajaran 2016/2017 di sekolah dasar Gugus X Kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V di SD Gugus X Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2016/2017, yang berjumlah 6 kelas dengan siswa 146 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SDN No.1 Kaliuntu, dengan jumlah siswa 27 orang dan kelas V SDN No.3 Kaliuntu, dengan jumlah siswa 26 orang yang ditentukan dengan teknik random sampling. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi dan kuesioner. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar observasi dan kuesioner. Data yang sudah di kumpulkan, dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji-t dengan rumus polled varians. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan terdapat perbedaan nilai karakter yang signifikan antara kelas yang menggunakan model SAVI dan kelas yang tidak menggunakan model SAVI. Temuan menggunakan model SAVI, yaitu guru mampu menciptakan suasana menarik dan menyenangkan.Kata Kunci : SAVI dan Nilai Karakter The purpose of this study is to know the difference between the values of Civic characters between classes of students who were taught using SAVI learning model and class of students who were not taught using SAVI model on V grade students of academic year 2016/2017 at elementary school of District Buleleng District X. This research is a pseudo experiment with non-equivalent design post test only control group design. The population of this research is class V in SD Gugus X Buleleng sub district year 2016/2017, which is 6 class with student 146 people. The sample of this research is class V SDN No.1 Kaliuntu, with the number of students 27 people and class V SDN No.3 Kaliuntu, with the number of students 26 people determined by random sampling technique. The data collection of this research is done by observation method and questionnaire. Instrument of data collection used in the form of observation sheet and questionnaire. Data that have been collected, analyzed using descriptive analysis and t-test with the formula of polled variance. The result of hypothesis testing shows that there is significant difference of character value between class using SAVI model and class which do not use SAVI model. Findings using the SAVI model, ie the teacher is able to create an interesting and fun atmosphere.keyword : SAVI and Character Values
Model Pembelajaran Take and Give Berbasis Kebudayaan Lokal Terhadap Hasil Belajar PKn Kelas V SD
., Ni Kadek Ayu Rita Agustina;
., I Kadek Suartama, S.Pd., M.Pd.;
., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10983
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Take and Give berbasis kebudayaan lokal dan kelompok siswa yang dibelajarkan tidak menggunakan model pembelajaran Take and Give berbasis kebudayaan lokal pada siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2016/2017 di gugus IX Kecamatan Karangasem. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian post test only control grup design. Dalam penelitian ini sampel diambil dari populasi yang terdiri dari dua kelompok kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang ditentukan dengan teknik prohability sampling yaitu sampling cluster. Jumlah siswa yang menjadi sampel sebanyak 48 orang. Data yang digunakan sebagai bahan penelitian adalah hasil belajar PKn siswa kelas V. Data tersebut dikumpulkan dengan metode tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t (polled varians). Berdasarkan hasil analisis diketahui thitung lebih besar dari ttabel (thitung > ttabel), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Take and Give berbasis kebudayaan lokal memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2016/2017 di gugus IX Kecamatan KarangasemKata Kunci : Take and give, kebudayaan lokal, hasil belajar PKn This research intend to knowing a significant difference in learning outcomes of Citizenship Education between groups of students who are taught using Take and Give models based on local culture and groups of students who are taught not to use the Take and Give model based on local culture in fifth grade students in the academic year 2016/2017 In cluster IX Karangasem. This research is an experimental research with post test only control group design. In this research the sample was taken from the population consisting of two class groups namely experimental class and control class determined by prohability sampling technique that is cluster sampling. The number of students who become sample as many as 48 people. The data used as research material is the result of learning Civics students class V. The data was collected by test methods. The data were analyzed by descriptive statistics and inferential statistics with the t-test (polled variance). Based on the analysis result is known t count is greater than t table (t hitung> t table), so H0 is rejected and H1 accepted. Thus, it can be concluded that the Take and Give learning model based on local culture has a significant influence on the learning outcomes of Citizenship Education on fifth grade students the academic year 2016/2017 in cluster IX districtsKarangasem.keyword : Take and give, local culture, Civics learning outcomes