cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 315 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2017): Juli" : 315 Documents clear
KORELASI ANTARA PERCAYA DIRI DALAM BELAJAR DENGAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS SISWA KELAS V SD GUGUS 2 KECAMATAN MENGWI TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., I Gede Agus Sumadi Arsa; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara percaya diri dalam belajar dengan kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus 2 Kecamatan Mengwi tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian ex post facto, korelasional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang ada di SD Gugus 2 Kecamatan Mengwi yang berjumlah 131 orang. Sampel ditentukan dari populasi menggunakan teknik proporsional random sampling dan jumlah sampel dari populasi ini adalah 95 orang. Data yang dikumpulkan adalah hasil dari pengisian angket tentang percaya diri oleh responden, sedangkan data tentang kompetensi pengetahuan IPS didapat melalui pencatatan dokumen. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik korelasi biserial. Hasil analisis data diperoleh thitung = 2,238, sedangkan pada taraf signifikansi 5% dan dk 93 diperoleh nilai ttabel = 1,980 sehingga thitung = 2,238 > ttabel = 1,980. Berdasarkan kriteria pengujian maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha)diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif signifikanantara percaya diri dalam belajar dengan kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus 2 Kecamatan Mengwi Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : percaya diri dalam belajar, kompetensi pengetahuan IPS This study purpose to know the correlation between self-confidence in learning with the competence of knowledge IPS class V SD Gugus 2 Mengwi District academic year 2016/2017. This type of research is ex post facto, correlational research. The population of this study is all students of class V that exist in elementary school 2 Mengwi District, amounting to 131 people. Samples were taken from the population using proportional random sampling technique and the sample size of this population was 95 people. The data collected is the result of a questionnaire about confidence by respondents, while data on IPS knowledge competence is obtained through document recording. Statistical analysis used in this research is biserial correlation technique. The result of data analysis obtained tcount = 2,238, while at 5% significance level and dk 93 obtained ttable value = 1,980 so tcount = 2,238 > ttable = 1,980. Based on the criteria of the test, the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. So it can be concluded that there is a significant positive correlation between self-confidence in learning with the knowledge competence of social studies students class V SD Gugus 2 Mengwi District academic year 2016/2017.keyword : self-confidence in learning, IPS knowledge competence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN TUTOR SEBAYA TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN MATEMATIKA SISWA KELAS V ., Ni Kadek Dwi Krisnayanti; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan tutor sebaya dan siswa yang tidak dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan tutor sebaya pada siswa kelas V di SD Gugus Kompyang Sujana Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain eksperimen yang digunakan adalah desain eksperimen kuasi dengan rancangan Non-equivalent Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang terdiri dari 7 SD dengan 15 kelas di SD Gugus Kompyang Sujana Tahun Pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VB SDN 8 Padangsambian sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VB SDN 2 Padangsambian sebagai kelas kontrol dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 34 siswa setelah disetarakan dengan teknik matching. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes, dengan tes pilihan ganda biasa yang berjumlah 30 butir soal yang telah di validitas. Analisis data menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan matematika siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada siswa kelas V di SD Gugus Kompyang Sujana Tahun Pelajaran 2016/2017 (thitung = 6,696 > ttabel = 2,000) dan rerata nilai kompetensi pengetahuan matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan tutor sebaya yaitu, 82,29 dan rerata nilai kompetensi pengetahuan matematika siswa yang tidak dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan tutor sebaya yaitu, 69,03. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan tutor sebaya berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan matematika siswa kelas V SD Gugus Kompyang Sujana Tahun Pelajaran 2016/2017Kata Kunci : inkuiri terbimbing, tutor sebaya, matematika This study aimed to determine the significant differences in the competence of mathematical knowledge of students who are taught using a guided inquiry learning model assisted by peer tutors and students who are not taught using a guided inquiry learning model assisted by peer tutors in grade V students in elementary school group Kompjana Sujana lesson year 2016/2017. This research was an experimental research with experimental design used is a quasi experimental design with Non-equivalent Group Design design. The population in this study were all students of class V consisting of 7 elementary schools with 15 classes in elementary school group Kompyang Sujana Lesson Year 2016/2017. The sample of this research were VB students of SDN 8 Padangsambian as experimental class and students of VB SDN 2 Padangsambian class as control class with amount of each group as many as 34 students after equalized by matching technique. The method of data collection in this study was the test method, with the usual double choice test amounting to 30 items that have been in the validity. The data analysis showed that there is a significant difference of competence of mathematics knowledge of students in experiment class and students in control group in grade V students at elementary school group Kompyang Sujana Lesson Year 2016/2017 (titung = 6,696> ttable = 2,000) and the mean value of mathematics knowledge competence of students who are taught using guided inquiry learning model assisted by peer tutor that is, 82,29 and the mean value of mathematics knowledge competence of student which is not learned using guided inquiry model of tutor assisted tutor peer that is, 69 , 03. Thus, the conclusion of this research is the guided inquiry learning model assisted by peer tutors influence the competence of mathematics knowledge of grade V elementary school group Kompjana Sujana Lesson 2016/2017keyword : guided inquiry, peer tutor, mathematical
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT TERHADAP HASIL BELAJAR PKn DENGAN KOVARIABEL SIKAP MULTIKULTUR ., I Made Sariana; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament terhadap hasil belajar PKn dengan kovariabel sikap multikultur pada kelas IV SD Mutiara di Kota Singaraja tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini tergolong sebagai rancangan single factor independent groups design with use of covariate. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas 1V SD Mutiara Singaraja, yang berjumlah 70 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel total. Data dianalisis menggunakan ANACOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Pertama, terdapat perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Teams Games Tournament dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (F=28,826 dan p < 0,05). Kedua, setelah kovariabel sikap multikultur dikendalikan, terdapat perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan Team Games Tournament dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensioanal (F=5,379 dan p < 0,05). Ketiga, terdapat kontribusi kovariabel sikap multikultur terhadap hasil belajar PKn siswa sebesar 53,3%. Kata Kunci : hasil belajar Pkn, Sikap multikultur, teams games tournament This research aims to investigate the effect of Teams games tournament cooperative learning model towerds civic’s learning results with covariable of learning multicultural attitude to sixth grade students of elementary school mutiara at singaraja city in academic year 2016/2017. This research used single factor independent groups design with use of covariate. population in this research was the was 70 students of elementary school mutiara singaraja. research using a sample of the total sample. Civic education study results education data collected with the test results. data were analyzed using ANACOVA.Results show that: first, there was a difference in civic’s learning result between students who followed teams games tournament with students who followed conventional learning model (F = 28,826 and p 0.05). Second, after multicultural attitude covariable was controlled, there is a difference in civic’s learning outcame between students who followed teams games tournament with students who followed conventional learning model (F = 5,739 and p < 0.05). Third, there was a contribution of multicultural attitude covariable to student’t civic’s learning results for 53,3%. keyword : civic’s learning results, multicultural attitude, teams games tournament
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE BERBANTUAN MEDIA LINGKUNGAN TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS PANGERAN DIPONEGORO DANPASAR BARAT TAHUN AJARAN 2016/2017 ., Gusti Ayu Lestari; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10731

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Word Square berbantuan media lingkungan dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus Pangeran Diponegoro Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2017. Pada penelitian ini, unit eksperimennya berupa kelas sehingga rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu (Quasi Experimental Design) dengan menggunakan desain penelitian non-equivalen control group desain. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas IV (empat) SD Gugus Pangeran Diponegoro Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2017. Pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling, uji kesetaraan dengan memberikan Pre-Test menggunakan teknik Matching. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas IVB SD Negeri 11 Pemecutan sebagai kelompok eksperimen dan kelas IVB SD Negeri 1 Pemecutan sebagai kelompok kontrol dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 33 orang. Data kompetensi pengetahuan IPA dikumpulkan menggunakan tes kompetensi pengetahuan berupa tes objektif bentuk pilihan ganda biasa, kemudian data dianalisis dengan uji-t.Berdasarkan hasil penelitian, nilai rata-rata kompetensi pengetahuan IPA siswa pada kelas eksperimen yaitu X ̅ = 78,39 dan pada kelas kontrol yaitu X ̅ = 71,67. Serta setelah dilakukan uji hipotesis diperoleh thitung = 2.676 dan pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 33+33-2=64, maka diperoleh harga ttabel = 2,000. Sehingga dapat dikatakan bahwa thitung = 2,676 > ttabel(α=0,05:64) = 2,000, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Ini berarti hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Word Square berbantuan media lingkungan dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD. Kata Kunci : Kata kunci: model pembelajaran word square berbantuan media lingkungan, pembelajaran konvensional, penguasaan kompetensi pengetahuan IPA. Abstract This research’s aims to know the difference of student’s mastery of science competence taught by word square learning model with assistance of environment media and students taught by conventional learning model for students grade four of SD Gugus Pangeran Diponegoro Denpasar Barat in academic year 2016/2017. In this research’s experiment unit is in form of class, then the research design use quasi experimental and non-equivalent control group design. Population of this research are students grade four of SD Gugus Pangeran Diponegoro Denpasar Barat in academic year 2016/2017. This research’s sampling use random sampling and equality test which use matching technique. This research’s sample is class IVB of SD Negeri 11 Pemecutan as experimental group and IVB of SD Negeri 1 Pemecutan as control group with thirty three students in each group. Data of mastery of science competence are collected by objective test in a form of conventional multiple choice, and then the data are analyzed by t-test. Based on the result of this research, the average score of students in experimental group is X = 78,39 and X = 71, 67 for students in control group. After conduct hypothesis test the result is tcount=2,676 and 5% on level of significance with dk= 33+33-2=64, then obtained ttable=2,000. So it can be said tcount=2,676 > ttable(a=0,05:64)= 2,000, so H0 is rejected and Ha is accepted. It means the result of this research shows the difference between students taught by word square learning model with assistance of environment media and students taught by conventional learning model on students grade four SD. keyword : Keywords: word square learning model with assistance of environment media, conventional learning model, mastery of science competence.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TAI BERBANTUAN MEDIA POWERPOINT TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V ., I Made Dwi Radnyana Giri; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., Putu Ari Dharmayanti, S.Pd.,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization) berbantuan media PowerPoint dengan kelompok siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization). Jenis peneltian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus III Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 128 siswa. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD Negeri 2 Dauhwaru yang berjumlah 19 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 4 Dauhwaru yang berjumlah 21 siswa sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik. Analisis hasil penelitian ini menunjukkan diketahui thit = 17,30 dan ttab pada taraf signifikansi 5% = 2,021. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa thit > ttab, sehingga hasil penelitian adalah signifikan. Hal ini berarti, terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran TAI (Teams Assisted Individualization) berbantuan media PowerPoint dan kelompok siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran TAI (Teams Assisted Individualization). Saran yang dapat disampaikan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. Bagi siswa untuk lebih meningkatkan hasil belajar, guru dapat menciptakan proses pembelajaran yang efektif, sekolah dapat meningkatkan mutu pembelajaran, dan peneliti lain sebagai pertimbangan untuk menyempurnakan penelitian yang akan dilaksanakan.Kata Kunci : TAI, media PowerPoint, hasil belajar. This study aims to determine differences in learning outcomes of Indonesian language between groups of students who were taught using a teaching model of TAI (Team Assisted Individualization) supported by PowerPoint media with groups of students who did not use the TAI (Team Assisted Individualization) learning model. This type of research is a quasi-experimental study. Population of this research is Population in this research is all student of class V SD Gugus III Sub Jembrana, Jembrana District of academic year 2016/2017 which amounted to 128 student. The sample of this research is class V SD Negeri 2 Dauhwaru which amounted to 19 students as experimental group and class V students of SD Negeri 4 Dauhwaru which amounted to 21 students as control group. Learning result data is collected by using multiple choice test. The data obtained were analyzed using statistical analysis technique. The analysis of the results of this study showed that thit = 17,30 and ttab at significance level 5% = 2.021. The result shows that thit> ttab, so the result of the research is significant. This means that there is a difference in learning outcomes between groups of students using a TePo Assisted Individualization model supported by PowerPoint media and groups of students who do not use TAI (Teams Assisted Individualization) learning model. Suggestions that can be submitted based on research that has been done. For students to further improve learning outcomes, teachers can create an effective learning process, schools can improve the quality of learning, and other researchers as a consideration to perfect the research to be implemented.keyword : TAI, PowerPoint media, learning outcomes.
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBASIS OUTDOOR STUDY TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS II MENGWI BADUNG TAHUN AJARAN 2016/2017 ., Ni Putu Chyntia Dewi Aprianti; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model Project Based Learning Berbasis Outdoor Study dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus II Mengwi Badung Tahun Pelajaran 2016/2017. Pada penelitian ini, unit eksperimennya berupa kelas sehingga rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimen kuasi (Quasi Experimental Design). Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas V (lima) SD Gugus II Mengwi Badung Tahun Ajaran 2016/2017, yang terdiri dari 5 kelas dalam 5 sekolah dasar. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 140 orang siswa. Pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling, uji kesetaraan dengan memberikan pra tes menggunakan teknik Matching. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar berupa tes objektif bentuk pilihan ganda biasa, kemudian data dianalisis dengan uji-t. Berdasarkan hasil penelitian, nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa pada kelas eksperimen yaitu = 75,69 dan pada kelas kontrol yaitu = 69,00. Serta setelah dilakukan uji hipotesis diperoleh thitung = 2.895 dan pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 32+32-2=62, maka diperoleh harga ttabel = 2,000. Sehingga dapat dikatakan bahwa thitung = 2,895 >ttabel( =0,05:62) = 2,000, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Ini berarti hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model Project Based Learning Berbasis Outdoor Study dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus II Mengwi Badung Tahun Ajaran 2016/2017. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Project Based Learning Berbasis Outdoor Study terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus II Mengwi Badung Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : model project based learning berbasis outdoor study, pembelajaran konvensional, hasil belajar IPA. This research’s aims to know the difference of student’s science learning outcomes by Project Based Learning Model with Outdoor Study and students taught by Conventional Learning model for students grade four of SD Gugus II Mengwi Badung Tahun Ajaran 2016/2017. In this research’s experiment unit is in form of class, then the research design use Quasi Experimental. Population of this research are students grade four of SD Gugus II Mengwi Badung Tahun Ajaran 2016/2017, which consists of 5 classes in 5 primary schools with the study population in 140 studens. This Research’s sampling use Random Sampling and Equality Test which use Matching Technique. This Research’s sample is SD No. 2 Tumbak Bayuh as experimental group and SD No. 1 Munggu as control group with thirty two students in each group. Data of science learning outcomes are collected by objective test in a form of conventional multiple choice, and then the data are analyzed by t-test. Based on the result of this research, the average score of students in experimental group is X = 75,69 and X = 69, 00 for students in control group. After conduct hypothesis test the result is tcount=2,895 and 5% on level of significance with dk= 32+32-2=62, then obtained ttable=2,000. So it can be said tcount=2,895 > ttable(a=0,05:62)= 2,000, so H0 is rejected and Ha is accepted. It means the result of this research shows the difference between students taught by Project Based Learning Model with Outdoor Study and students taught by Conventional Learning Model on students grade four SD Gugus II Mengwi Badung Tahun Ajaran 2016/2017. keyword : project based learning model with outdoor study, conventional learning model, science learning outcomes.
PENGARUH PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Putu Ardi Wiranata; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional. Rancangan penelitian menggunakan “post-test only control group design” dengan analisis data uji-t. Populasi penelitian ini yaitu siswa yang ada di Gugus XV Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2016/2017 sejumlah 224 siswa. Sampel Diambil menggunakan teknil random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan perhitungan thitung = 45,65 > ttabel = 2,021 dengan signifikasi < 0,05. Rata-rata hasil belajar kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning lebih tinggi daripada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional 31,58 > 24,96. Hal ini menunjukkan model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : problem based learning, hasil belajar. This study aims to determine the difference between IPA learning outcomes between groups of students who were taught using a problem based learning model with a group of students who were taught using instructional model of konvensional. The study design used "post-test only control group design" with t-test data analysis. The population of this study are students in Gugus XV District Buleleng 2016/2017 lessons a number of 224 students. Sample Taken using teknil random sampling. The results showed that there was a significant difference of science learning outcomes between groups of students who were studied with problem based learning model and groups of students who were learned by using konvensional model with thitung = 45,65 > ttabel = 2,021 with signifikasion < 0,05. The average learning outcomes of the students group that were taught by problem based learning model was higher than the group of students who were taught by konvensional model 31,58 > 24,96. This shows the instructional model of problem based learning has a significant effect on the science learning outcomes.keyword : problem based learning, learning outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD ., I Kadek Agus Suryanata; ., I Kadek Suartama, S.Pd., M.Pd.; ., Dewi Arum Widhiyanti Metra Putri, S.Ps
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10740

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament berbantuan Mind Mapping dengan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model konvensional pada siswa kelas V di SD Gugus VIII Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus VIII Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017 berjumlah 122 siswa. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri 2 Sudaji yang berjumlah 26 siswa dan siswa kelas V SD Negeri 3 Sudaji yang berjumlah 26 siswa. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Dari hasil uji-t diperoleh thitung = 3,85 dan ttabel (db = 50 pada taraf signifikansi 5% ) = 2,021. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel , sedangkan hasil perhitungan rata-rata hasil belajar IPA yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament berbantuan Mind Mapping adalah 19,85 lebih besar dibandingkan dengan yang dibelajarkan dengan model konvensional adalah 15,62. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament berbantuan Mind Mapping berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V di SD Gugus VIII Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT, Mind Mapping, Hasil Belajar IPA This study aimed to determine the differences between of the science learning results of students who take the learning to Teams Games Tournament Coperative model plus mind mapping with students who take the lesson using the conventional model of the fifth grade of SD Cluster VIII, Subdistrict of Sawan, Buleleng Regency, in The Academic Year 2016/2017. The study was quasi-experimental. The population of this study was the all of the students that was 122 students in the fifth grade of of SD Cluster VIII, Subdistrict of Sawan, Buleleng Regency, in The Academic Year 2016/2017. The Samples of this research are students of class V SD No.2 Sudaji, which amounted to 26 students and students of class V SD No.3 Sudaji, which amounted to 26 students. Science student learning outcomes data collected by multiple choice tests. Data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). Judging from the t-test results obtained t count = 3,85 and t table (db = 50 at a significance level of 5%) = 2,021. This means that tcount>t table, while the result of the average calculation science learning outcomes that learning to Teams Games Tournament model plus mind mapping is 19,85 greater than that learned with the conventional model is 15,62. It means that Teams Games Tournament Coperative model plus mind mapping has an effect of students’ achievement in science lesson in the 5th Grade of SD Cluster VIII, Subdistrict of Sawan, Buleleng Regency, in the academic year 2016/2017.keyword : TGT type of cooperative learning model, Mind Mapping, result of science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CRH BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Kadek Ayu Nataliani; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran course review horay dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada kelas V Gugus I Kecamatan Banjar tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan eksperimen semu (Quasi Eksperimen), dengan desain non equivalent post test only control group desain. Populasi penelitian seluruh kelas V SD di Gugus I Kecamatan Banjar dengan jumlah siswa 145. Sample penelitian ini yaitu kelas V SDN 3 Kaliasem dan SDN 3 Temukus berjumlah 59 orang. Instrument pengumpulan data yang digunakan berbentuk tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan uji-t sampel independent . Rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen (80.80) lebih tinggi dari pada kelompok kontrol (56.66). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA siswa.Kata Kunci : CRH, Hasil Belajar, Media Gambar. The study aims to determine the significant differences of science learning outcomes between groups of students who were taught by the learning model of course review horay and group of students who were taught by using conventional learning model in class V Gugus I Banjar sub-district of academic year 2016/2017. The research is a quasi experiment (Quasi Eksperimen), with non equivalent design post test only control group design. The population of the research was all of grade V SD in Gugus I, Banjar sub-district with the number of students 145. Sample of this research is class V SDN 3 Kaliasem and SDN 3 Temukus amounted to 59 persons. The data collection instrument used in the form of multiple choice test. The data obtained were analyzed using descriptive statistical analysis technique and inferential statistic (t-test) with the formula of polled variance. The average learning outcomes of the experimental group IPA (80.80) were higher than in the control group (56.66). The results showed that there were significant differences in students' learning outcomes. keyword : CRH, learning outcome, media images.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD ., Komang Jumi Rianti; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar IPA sebelum dan setelah mengontrol mengontrol motivasi berprestasi.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus II Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng yang berjumlah 182 siswayang dipilih menggunakan teknik random samping.Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda dan kuesioner motivasi berprestasi.Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif, uji-t, dan ANAKOVA satu jalur. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa rata-rata hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing (21,37) lebih besar dibandingkan hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan tidak menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing (15,78). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar IPA sebelum mengontrol motivasi berprestasi (thitung= 4,637 dengansignifikansi = 0,000

Page 8 of 32 | Total Record : 315


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue