cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD ., Kadek Arida Purnama Dewi; ., Dr. I Ketut Gading,M.Psi; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD 5 Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng Tahun Ajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri 5 Les yang berjumlah 46 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data tes yaitu tes hasil belajar. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil perhitungan uji-t diperoleh nilai t hitung sebesar 2.593 dengan nilai Sig 0.013. Jika dibandingkan dengan nilai taraf signifikansi α sebesar 0.05, maka nilai Sig. jauh lebih kecil (0.013 < 0.05) sehingga H0 ditolak. Perbandingan hasil perhitungan rerata hasil belajar IPA pada kelompok eksperimen adalah 13,48 sedangkan rerata hasil belajar IPA pada kelompok kontrol adalah 11,24. Hal ini berarti bahwa pemberian model pembelajaran problem based learning berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV Semester Genap di SD Negeri 5 Les Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng Tahun Ajaran 2015/2016. Kata Kunci : Problem Based Learning (PBL) , Hasil Belajar This study aimed to determine the effect of learning model Problem Based Learning on learning outcomes fourth grade science students 5 Les, district Tejakula, Buleleng Regency Academic Year 2015/2016. This research is a quasi-experimental research. Samples of this research that fourth grade students of SD Negeri 5 Les totaling 46 people. Collecting data in this study using the test data collection methods that test learning outcomes. Data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). The calculation result obtained by t-test t value for 2593 by the Sig 0.013. When compared with the value of α significance level of 0.05, then the value of Sig. much smaller (0.013> 0.05) so that H0 is rejected. Comparison of the results of the calculation of the mean science learning outcomes in the experimental group is 13.48 while the average science learning outcomes in the control group was 11.24. This means that the provision of learning model of problem based learning positive effect on learning outcomes science in grade IV Semester in SD Negeri 5 Les District of Tejakula Buleleng Academic Year 2015/2016keyword : Problem Based Learning (PBL), Result Learning
Pengaruh Model Pembelajaran Scramble Berbantuan Media Permainan Teka-teki Silang Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas V Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014 di SD Negeri 1 Sangsit Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng ., Pande Adi Putra; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikanperbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa yang mengikuti pembelajaran dengan modelpembelajaran Scramble berbantuan media permainan teka-teki silang dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Negeri 1 SangsitKecamatan Sawan, KabupatenBuleleng yang terdiridari 2 kelas. Sampelpenelitianiniyaitukelas VA yang berjumlah 20 orang dansiswakelas VB yang berjumlah 30 orang.Scramblesebagaisebuahpembelajaraninovatifmampumenciptakanpembelajaran yang menyenangkankepadasiswa. scrambleadalahsalahsatupermainanbahasa, padahakikatnyapermainanbahasamerupakansuatuaktivitasuntukmemperolehketerampilantertentudengancaramenggembirakan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, maka di temukan bahwa ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Scrambleberbantuan permainan teke-teki silang dan kelompok yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional yaitu sebagai berikut. Deskripsi data hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelompok kontrol yaitu modus (Mo) = 29,2, median (Md) = 29,3, mean (M) = 29,41dan standar deviasi (s) = 5,07.mean lebih besar dari median dan median lebih besar dari modus (M>Md>Mo) sehinggagrafik poligon data hasil belajar kelompok kontrol berupa kurva juling positif yang berarti sebagian besar skor cenderung rendah. Mean (M) atau rata-rata hasil belajar Bahasa Indonesia kelompok kontrol adalah 29,41. Hal inimenunjukkanbahwasebagianbesarskorkelompokkontrolcenderungrendah. Deskripsi data hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelompok eksperimen yaitu modus (Mo) = 45,07, median (Md) = 41,3, mean (M) = 40,7, dan standar deviasi (s) = 5,49. Modus lebih besar dari median dan median lebih besar dari mean (Mo>Md>M) sehingga grafik poligon data hasil belajar kelompok eksperimen berupa kurva juling negatif yang berarti sebagian besar skor cenderung tinggi. Mean (M) atau rata-rata hasil belajar Bahasa Indonesia kelompok eksperimen adalah 41,3. Hal inimenunjukkanbahwasebagianbesarskorkelompokeksperimencenderungtinggi. Berdasarkanhasilpenelitiandanpembahasan, dapatsimpulankanbahwaterdapatperbedaan yang signifikanterhadaphasilbelajar Bahasa Indonesia antara kelompokyang dibelajarkandengan model Scramble berbantuanmedia permainanteka-tekisilangdan kelompokyang dibelajarkandengan model konvensional pada siswa kelas VA dan VB di SD Negeri 1 Sangsit.Hal ini dilihat dari hasilbelajar Bahasa Indonesia kelompokyang dibelajarkandenganmodel pembelajaran Scramble berbantuanmedia permainanteka-tekisilangberada pada kategori sangattinggi dan hasil hasilbelajar Bahasa Indonesia kelompok yang dibelajarkandenganmodel pembelajarankonvensionaltinggi. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia sangat diperlukan guru yang bisa membelajarkan siswa agar siswa mengerti apa yang di ajarkannya. Keadaan ini memerlukan adanya perbaikan dan inovasi dalam pembelajaran, sebab dengan memakai media pendidikan siswa akan lebih mudah menerima pesan, siswa dapat menggunakan sebanyak mungkin indra yang dimiliki. Untuk menghadapi masalah-masalah tersebut, prlu adanya suatu inovasi dalam pembelajaran. Salah satunya adalah dengan menerapkan modelScramble.Scramle adalah salah satu permainan bahasa, pada hakikatnya permainan bahasa merupakan suatu aktivitas untuk memperoleh keterampilan tertentu dengan cara menggembirakan. Dimana belajar ditekankan sambil bermain sehingga siswa mendapatkan suasana menyenangkan. Untukmembuatpembelajaran yang menyenangkandiperlukansuatupermainan.Permainan yang bisadigabungkandenganScramble adalahpermainantekatekisilang.Tekatekisilangmerupakanpermainan yang bisamengasahotakkiridanotakkanan.Tekatekiiniakansangatmembantusiswadalammengasahkemampuanmerekadalamberbahasa. ModelScrambleberbantuanteka-tekisilangmerupakansalahsatujalankeluardaripermaslahan yang ada di SD Negeri 1 Sangsit. ModelScrambleberbantuanmedia permainanteka-tekisilanginiakanmembelajaraknsiswadengansenang, halinidikarenakanpembelajarantersebutmerupakanpembelajarandengansebuahpermainan kata-kata. Scramble dipakaiuntukjenispermainananak-anak yang merupakanlatihanpengembangandanpeningkatanwawasanpemikirankosakata. Sesuaidengansifatjawabannyascramble terdiriatas3 macambentukyakni. 1. Scramble kata, yaknisebuahpermainanmenyusun kata-kata danhuruf-huruf yang telahdikacaukanletaknyasehinggamembentuksuatu kata tertentu yang bermaknamisalnya: alpjera = pelajar ktarsurt = struktur 2. Scramble KalimatYaknisebuahpermainanmenyusunkalimatdari kata-kata acak. Bentukkalimathendaknyalogis, bermakna, tepat, danbenarcontohnya: pergi – akan – saya –ke – Bandung = Sayaakanpergike Bandung 3. Scramble wacana, yaknisebuahpermainanmenyusunwacanalogis berdasarkankalimat-kalimatacak. Hasilsusunanwacanahendaknyalogis, bermakna. Perbedaan hasil belajar bahasa Indonesia antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajaran Scramble dan metode pembelajaran ceramah pada siswa kelas V semester ganjil di SD Negeri 1 Sangsit. Dalampembelajaranbahasa Indonesia sangatdiperlukan guru yang bisamembelajarkansiswa agar siswamengertiapa yang di ajarkannya. Keadaaninimemerlukanadanyaperbaikandaninovasidalampembelajaran, sebabdenganmemakai media pendidikansiswaakanlebihmudahmenerimapesan, siswadapatmenggunakansebanyakmungkinindra yang dimiliki. Untuk menghadapi masalah-masalah tersebut, prlu adanya suatu inovasi dalam pembelajaran. Salah satunya adalah dengan menerapkan modelScramble.Scramle adalahsalahsatupermainanbahasa, padahakikatnyapermainanbahasamerupakansuatuaktivitasuntukmemperolehketerampilantertentudengancaramenggembirakan. Dimanabelajarditekankansambilbermainsehinggasiswamendapatkansuasanabelajar yang menyenangkan. Untukmembuatpembelajaran yang menyenangkandiperlukansuatupermainan.Permainan yang iasdigabungkandenganScramble adalahpermainantekatekisilang. Tekatekisilangmerupakanpermainan yang iasmengasahotakkiridanotakkanan. Tekatekiiniakansangatmembantusiswadalammengasahkemampuanmerekadalamberbahasa. ModelScrambleberbantuanteka-tekisilangmerupakansalahsatujalankeluardaripermaslahan yang ada di SD Negeri 1 Sangsit. ModelScrambleberbantuanpermainanteka-tekisilanginiakanmembelajaraknsiswadengansenang, halinidikarenakanpembelajarantersebutmerupakanpembelajarandengansebuahpermainan kata-kata.DengandemikianmakaTerdapatperbedaan yang signifikan hasilbelajar Bahasa Indonesia antarakelompoksiswa yang mengikuti modelpembelajaran Scramble berbantuanpermainanteka-tekisilangdengankelompoksiswa yang mengikutipembelajaranmetodekonvensional. Kata Kunci : Scramble, Teka-tekisilang, Hasil belajar Bahasa Indonesiameningkat The research’s goal is to describe the difference significant between the result of students that studying Indonesian language by following Screamble lesson using game of riddle and students group by following the lesson using conventional’s method.The research’s kind is appearance experiment research. The subject of populations are all grade five students at SD Negeri 1 Sangsit, Sawan Distict, Buleleng Regency that consits of 2 clases. The research’s sample is VA class quantity 20 persons, and VB class quantity 30 persons. The Scramble as an innovative lessons which is capable to create pleasure lesson for students. The Scramble is one part of language games, so that language game is an activity to get special skill on pleasure way. Scramble is used to kind of children game which is practice of breeding and increasing of vocabulary. keyword : Scramble, Teka-tekisilang, Hasil belajar Bahasa Indonesiameningkat
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS ASESMEN PORTOFOLIO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DAN PENGETAHUAN FAKTUAL SISWA PADA TEMA CITA-CITAKU KELAS IV SDN 2 PADANGSAMBIAN ., Ni Luh Putu Ratih Agustini; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5108

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang teridentifikasi di kelas IV SDN 2 Padangsambian yaitu rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA dan pengetahuan faktual. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA dan pengetahuan faktual siswa pada tema cita-citaku kelas IV SDN 2 Padangsambian melalui pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dilaksanakan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 2 Padangsambian tahun pelajaran 2014/2015 sebanyak 38 siswa terdiri dari siswa laki-laki 23 dan siswa perempuan 15. Data hasil belajar IPA dan pengetahuan faktual siswa dikumpulkan dengan tes hasil belajar. Data hasil belajar IPA dan pengetahuan faktual yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN 2 Padangsambian tahun pelajaran 2014/2015 mengalami peningkatan dari siklus satu ke siklus dua yaitu dari nilai rata-rata 70,13 pada siklus satu meningkat menjadi rata-rata 83,82 pada siklus dua, dengan demikian dari siklus satu ke siklus dua untuk hasil belajar IPA mengalami peningkatan sebanyak 13,69% dengan ketuntasan klasikal 84,21%. Untuk hasil belajar faktual mengalami peningkatan dari siklus satu ke siklus dua yaitu dari nilai rata-rata 71,18 pada siklus satu meningkat menjadi rata-rata 82,24 pada siklus dua, dengan demikian dari siklus satu ke siklus dua untuk hasil belajar pengetahuan faktual mengalami peningkatan sebanyak 11,06% dengan ketuntasan klasikal 84,21%.Kata Kunci : pendekatan saintifik, portofolio, hasil belajar IPA, faktual This research is based on the existence of the problems that emerge in Class IV SDN 2 Padangsambian that is the minimum result of the student learning in science subject study and factual knowledge learning. This research is aimed to increase the result of science subject study and student factual knowledge with the theme of My Dream at IV Class SDN 2 Padangsambian through scientific approach which is based on portfolio assessment. This kind of research is Class proceeding research which is consisted of two cycles. Every cycle consist of 4 phases that are planning, proceeding, observation and reflection. The subject of this research is the students of IV class SDN 2 Padangsambian in 2014/2015 academic year with 38 participants 23 boys and 15 girls. The result data of Science subject study and student factual knowledge is collected with a study result test. The result data of science subject study and student factual knowledge that has been collected and analyzed by using quantitative descriptive method. The result of this research shows that by using a scientific approach based on portfolio assessment could increase the result of science subject study of IV class student at SDN 2 Padangsambian in 2014/2015 academic year in which there is an increasing cycle from the first cycle to the second cycle that is averages of 70.13 in the first cycle moves up to averages of 83,82 in the second cycle. So it could be seen that there is increasing in science subject study's result from the first cycle to the second cycle at 13,69% with classical completeness of 84.21%. For the result of factual study get increasing from the first cycle to the second cycle with average of 71.18 in the first cycle increase to average of 82.24 in the second cycle. So it shows that from the first cycle to the second cycle there an increase of 11.06% with classical completeness of 84.21%keyword : the approach of Scientific, portfolio, study result, science study and factual.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INSIDE OUTSIDE CIRCLE (IOC) BERBASIS KONSEP TRI KAYA PARISUDHA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Kadek Somarasih; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Inside Outside Circle (IOC) berbasis konsep Tri Kaya Parisudha dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di SDN Gugus I Kecamatan Sawan Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN di Gugus I Kecamatan Sawan Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 117 orang. Sampel penelitian yaitu siswa kelas V SD Negeri 1 Lemukih yang berjumlah 36 orang dan siswa kelas V SD Negeri 1 Galungan yang berjumlah 28 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes objektif pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan uji-t. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran tipe Inside Outside Circle (IOC) berbasis konsep Tri Kaya Parisudha dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan dengan menggunakan pembelajaran konvensional, dengan perhitungan thitung = 6,21 > ttabel = 1,99 dengan signifikan < 0,05. Rata-rata skor kemampuan hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Inside Outside Circle (IOC) berbasis konsep Tri Kaya Parisudha adalah 20,42 lebih tinggi dari kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional yaitu 14,89. Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Inside Outside Circle (IOC) berbasis konsep Tri Kaya Parisudha berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V di SDN Gugus I Kecamatan Sawan Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Inside Outside Crcle (IOC), Tri Kaya Parisudha, hasil belajar IPA The research is to know the significant difference of science learning outcomes between groups of students who are taught by cooperative learning model of Inside Outside Circle (IOC) type based on the concept of Tri Kaya Parisudha and group of students that is taught by conventional learning model in grade V students in SDN Gugus I Kecamatan Sawan lesson 2016/2017. This type of research is quasi-experimental research. The population of this study is all students of class V SDN in Cluster I Sawan District lesson year 2016/2017. Which amounted to 117 people. The sample of research is the students of class V SD Negeri 1 Lemukih which amounted 36 people and students of grade V SD Negeri 1 Galungan which amounted 28 people. Data collection techniques use multiple-choice objective tests. The result show that there is a difference of science learning outcomes between groups of students who were taught by using the Inside Outside Circle (IOC) model based on the concept of Tri Kaya Parisudha and group of students that is taught by conventional learning, with t-hitung= 6,21> t-table=1,99 with significant
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM BERBANTUAN MEDIA VIDEO KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA DI SDN 2 DANGIN PURI I. B. Gd. Surya Abadi, Ni Luh Pt. Gd. Krisna D, I Wyn. Rinda S,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1261

Abstract

Abstrak Belum optimalnya pembelajaran di sekolah dasar terutama dalam pembelajaran IPA mengakibatkan hasil belajar siswa belum mencapai hasil optimal. Peran siswa dalam pembelajaran yang hanya sebagai objek, bukan subjek belajar juga sangat berperan dalam pencapaian hasil belajar IPA di sekolah dasar. Hal tersebut disebabkan oleh pengetahuan guru yang kurang dalam mengkemas pembelajaran menjadi pembelajaran yang efektif dan efisien. Model pembelajaran Kuantum Berbantuan Media Video kontekstual, adalah pembelajaran yang efektif dan efisien yang dapat mengoptimalkan hasil belajar siswa.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan desain penelitian Nonequivalet Control Group Desaign. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Dangin Puri yang terbagi dalam tiga kelas dengan jumlah 114 siswa. Selanjutnya dilakukan pengacakan untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol  dengan hasil pengacakan yaitu kelas V A sebagai kelas kontrol dan kelas V B sebagai kelas eksperimen dengan jumlah masing-masing kelompok pada kelas kontrol sebanyak 37 siswa dan pada kelas eksperimen sebanyak 39 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tes objektif pilihan ganda. Analisis data yang digunakan untuk menganalisis data hasil penelitian adalah t-test. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa terdapat perbedaan model pembelajaran Kuantum berbantuan media video kontekstual terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 2 Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Utara tahun ajaran 2012/2013. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil thitung lebih dari ttabel dengan taraf signifikansi 5% dan dk = 73, yaitu sebesar 4,2174 > 2.000 dengan perolehan nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih dari pada kelas kontrol yaitu sebesar 78,30 > 67,60. Dengan demikian penggunaan model pembelajaran Kuantum berbantuan media video kontekstual memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 2 Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Utara tahun ajaran 2012/2013.   Kata-kata kunci : Model Pembelajaran Kuantum, Media Video kontekstual, Hasil Belajar
MODEL PEMBELAJARAN ARIAS BERBANTUAN MEDIA VISUAL BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD SARASWATI TABANAN TAHUN AJARAN 2013/2014 ., Desak Gede Susi Ulandari; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2307

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran ARIAS berbantuan Media Visual dan yang dibelajarkan dengan Pembelajaran Konvensional kelas V SD Saraswati Tabanan tahun ajaran 2013/2014. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Saraswati Tabanan tahun ajaran 2013/2014 yang banyaknya 148 siswa dengan sampel penelitian kelas VB dan kelas VC SD Saraswati Tabanan yaitu sebanyak 74 siswa. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Data yang dikumpulkan yaitu data hasil belajar IPS pada ranah kognitif yang dianalisis menggunakan uji-t. Dari analisis hasil belajar IPS siswa diperoleh thitung = 2,23 > ttabel = 2,00 dengan taraf signifikan 5% dan dk = 72 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran ARIAS berbantuan Media Visual dan yang dibelajarkan dengan Pembelajaran Konvensional kelas V SD Saraswati Tabanan tahun ajaran 2013/2014.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction) berbantuan Media Visual berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Saraswati Tabanan tahun ajaran 2013/2014. Kata Kunci : Pembelajaran ARIAS berbantuan Media Visual, hasil belajar dan IPS. The purpose of this research is knowing the differences from the learning outcomes of Social Studies between students group which apply the ARIAS learning model and the students which apply conventional learning model to the V grade students of SD Saraswati Tabanan.The research population is include in whole V grade students of SD Saraswati Tabanan teaching periode 2013/2014 with total 148 numbers of students but class which including to the sample of research are VB class and VC class in SD Saraswati Tabanan 74 numbers of students in both of class. The research method which used is quasi experiment with design of Nonequivalent Control Group Design. The informations which taken is the information about Social Studies’s learning outcomes in the cognitive sphere which analysis within t-test. The average of the experiment groups is 81,2 whereas to the control experiment is 74,5.From the studying analysis of the students obtained tcount = 2,23 > ttable = 2,00 with significant extent is 5% which means there are significant differences between the learning outcomes with ARIAS learning method and the conventional learning method. Based on the research we get conclusion that there are the signifcant effects between the ARIAS learning method aided by visual media to the learning outcomes of Social Studies from the v grade students group of SD Saraswati Tabanan school periode 2013 to 2014.keyword : ARIAS learning method aided by Visual Media, learning outcomes, and social studies
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS PORTOFOLIO MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS KELAS IV SDN 28 DANGIN PURI ., I Kadek Ratna Sumarajaya; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar pada kompetensi sikap, (2) meningkatkan hasil belajar pada kompetensi pengetahuan IPS dan (3) mendeskripsikan hasil belajar pada kompetensi keterampilan siswa kelas IVC SD Negeri 28 Dangin Puri melalui penerapan pendekatan saintifik berbasis portofolio. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IVC SDN 28 Dangin Puri yang berjumlah 34 siswa, yang terdiri dari 16 siswa perempuan dan 18 siswa laki – laki. Objek dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPS meliputi kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi untuk mengumpulkan data kompetensi sikap dan keterampilan dan metode tes untuk mengumpulkan kompetensi pengetahuan IPS. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif, analisis deskriptif kuantitatif, dan analisis deskriptif kualitatif Hasil penelitian menunjukkan (1) melalui penerapan pendekatan saintifik berbasis portofolio dapat menumbuhkan sikap, hal ini teramati dan bertambahnya kuantitas siswa dari siklus I dan siklus II yang mencapai indikator kompetensi sikap yang telah ditetapkan, (2) pada kompetensi pengetahuan IPS siklus I sebanyak 87% dan meningkat pada siklus II menjadi 97,05% dengan predikat sangat baik. (3) Terjadi perubahan kuantitas siswa yang memenuhi indikator kompetensi keterampilan dari siklus I dan II. Dengan demekian dapat disimpulkan bahwa melalui penerepan pendekatan saintifik berbasis portofolio dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IVC SD Negeri 28 Dangin Puri Tahun Ajaran 2015/2016.Kata Kunci : hasil belajar, IPS, saintifik, portofolio This study aims to (1) describe the results of study on attitudes of competence, (2) improve learning outcomes in knowledge competency IPS and (3) describe the learning outcomes in competency skills IVC grade students of SD Negeri 28 Dangin Puri through the implementation of a portfolio-based scientific approach. This research is a classroom action research (PTK) is conducted in two cycles. Each cycle consists of four phases: planning, implementation, observation, and reflection. The subjects were IVC grade students of SDN 28 Dangin Puri totaling 34 students, consisting of 16 female students and 18 male students - men. The object of this research is the result of social studies include competence attitudes, knowledge, and skills. Data collection method used is the observation method to collect data competencies and attitudes and skills competency test methods for gathering knowledge IPS. Data were analyzed using descriptive statistical analysis, descriptive analysis of quantitative and qualitative descriptive analysis The results showed (1) through the application of the approach scientifically-based portfolios can foster an attitude, it is observed and increased quantity of students of the first cycle and the second cycle is reached indicator of competence attitudes that have been established, (2) on the competence of knowledge IPS first cycle as much as 87% and increased in the second cycle into 97.05% with excellent predicate. (3) There were changes in the quantity of students who meet the skills competence indicator of cycle I and II. With demekian can be concluded that through penerepan portfolio-based scientific approaches to improve learning outcomes IPS IVC grade students of SD Negeri 28 Dangin Puri Academic Year 2015/2016.keyword : learning outcomes, IPS, scientific, the portfolio
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TALKING STICK BERBANTUAN QUESTION CARD TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS SISWA KELAS IV ., Ni Putu Dian Apriyanti Dewi; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick berbantuan media question card dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus Negeri I Kuta Selatan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain non equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas IV SD Negeri Gugus I Kuta Selatan yang terdiri dari 5 SD. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling untuk menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan hasil siswa kelas IVB SD No.9 Benoa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas IVC SD No.4 Benoa sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode tes objektif bentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 4,545 dan ttabel = 2,000 pada taraf signifikansi 5% dengan dk 61. Oleh karena thitung 4,545 > ttabel 2,000 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick berbantuan media question card dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, dilihat dari nilai rerata kelompok eksperimen = 80,636 > = 72,833 pada kelompok kontrol. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick berbantuan media question card berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas IV SD Negeri Gugus I Kuta Selatan. Kata Kunci : Kooperatif Talking Stick, Question Card, Kompetensi Pengetahuan IPS This study aims to determine the significant differences in the mastery of IPS knowledge competence between groups of students who were taught by cooperative learning model of talking stick type assisted by media question card and group of students who were taught by conventional learning in fourth graders of SD Negeri Gugus I of South Kuta. This research type is quasi experiment research with non equivalent control group design design. The population of this study is all the fourth grade of SD Negeri Gugus I Kuta Selatan 2016/2017 academic year consisting of 5 elementary schools with 420 students. Determination of the sample in this study was conducted by random sampling technique that was randomized to the class to determine the experimental group and the control group and the result of the draw that is the students of grade IVB SD No.9 Benoa as the experimental group which amounted to 33 students and IVC SD 4 Benoa as Control group of 30 students. Data collection methods used in this study using the test method, the type of objective multiple choice form. The data collected were analyzed using quantitative descriptive statistical analysis. Based on the result of data analysis, obtained thit = 4,545 and ttable = 2,000 at 5% significance level with dk 61. Because tcount 4,545 > ttable 2,000 then H0 rejected and Ha accepted. So it can be stated that there is a significant difference in the mastery of the competence of IPS knowledge between the groups of students who follow the learning with cooperative learning type of talking stick modeled media question card and group of students taught by conventional learning, and seen from the average value of the experimental group = 80,636 > = 72.833 in the control group. So, it can be concluded that the application of cooperative learning model type of talking stick assisted media question card influence on the competence of knowledge knowledge IPS fourth grade students SD Negeri Gugus I South Kuta.keyword : Cooperative Talking Stick, Question Card, IPS Knowledge Competency
PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD NO. 3 TIBUBENENG, KUTA UTARA, BADUNG ., Komang Ary Trisnadewi; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4236

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS melalui penerapan pembelajaran inkuiri siswa kelas V SD No. 3 Tibubeneng Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah sebanyak 42 orang terdiri dari 21 orang laki-laki dan 21 orang perempuan, siswa kelas V SD No. 3 Tibubeneng semester genap Tahun Pelajaran 2013/2014. Data penelitian tentang hasil aktivitas dilakukan dengan observasi dan hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan persentase hasil aktivitas siklus I pada dimensi bertanya dengan katagori cukup baik (73,81%), dimensi menjawab dengan katagori cukup baik (85,71%), dimensi bekerjasama dengan katagori cukup baik (57,14%) dan dimensi menemukan ide dengan katagori sangat baik (83,33%), mengalami peningkatan siklus II pada dimensi bertanya dengan katagori baik (71,43%), dimensi menjawab dengan katagori baik (71,43%), dimensi bekerjasama dengan katagori sangat baik (33,33%) dan dimensi menemukan ide dengan katagori sangat baik (90,48%). Hasil belajar pada siklus I sebesar 74,11% berada pada kriteria sedang, mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 84,33% tergolong pada kriteria tinggi. Demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran inkuiri berbantuan media audiovisual dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas V SD No. 3 Tibubeneng, Kuta Utara, Badung. Kata Kunci : Inkuiri, IPS, hasil belajar The purpose of this research is to improve activity and learning outcomes through the implementation of inquiry learning social studies fifth grade elementary school student No. 3 Tibubeneng Academic Year 2013/2014. This study uses action research design conducted in two cycles. Subjects were as many as 42 students consist of 21 male and 21 female of class V SD No. 3 semester even Tibubeneng Academic Year 2013/2014. Research data on learning outcomes was collected using test methods. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis method. The results of the analysis of the data shows the percentage of activity result at first cycle at question dimension with good enough category (73,81%), answer dimension with good enough category (85,71%), cooperation dimension with good enough category (57,14%) and to find of idea with very good category (83,33%) at second cycle found improvement at question dimension with good category (71,43%), answer dimension with good category (71,43%), cooperation dimension with very good category (33,33%) and to find of idea with very good category (90,48%). Learning outcomes in the first cycle of 74.11% at the criteria are experiencing an increase in cycle II to 84.33% belong to the high criteria. Conclusions from this research is the application of inquiry learning can improve activity and learning outcomes IPS SD No. 3 Tibubeneng, Kuta Utara, Badung.keyword : Inquiry, Social Science, learning result
PENGARUH METODE PICTURE AND PICTURE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD SEMESTER GENAP DI GUGUS I KECAMATAN BULELENG Ni Nym. Garminah, Ni Md. Kurniati, Dw. Nym. Sudana
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.873

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar menggunakan metode Picture and Picture dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan metode pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD semester Genap di Gugus I Kecamatan Buleleng, Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus I Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 186 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD No. 3 Banyuning yang berjumlah 23 orang dan siswa kelas IV SD No. 6 Banyuning yang berjumlah 28 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan menggunakan metode tes pilihan ganda. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 5,194 dan ttab (pada taraf signifikansi 5%) = 2,021. Hal ini berarti bahwa thit > ttab, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar menggunakan metode Picture and Picture dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan metode pembelajaran konvensional. Dari rata-rata (X) hitung, diketahui X kelompok eksperimen adalah 14,39 danX kelompok kontrol adalah 8,6. Hal ini berarti X eksperimen > X kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Picture and Picture memberikan pengaruh yang lebih besar dari pada pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD di Gugus I Kecamatan Buleleng.Kata-kata kunci: Picture and Picture, hasil belajar

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue