cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS ASESMEN PORTOFOLIO TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN BAHASA INDONESIA DAN SIKAP SOSIAL SISWA KELAS IV PADA TEMA CITA-CITAKU DI SD GUGUS MOCH. HATTA DENPASAR ., I Wayan Arya Ariana; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar pengetahuan bahasa Indonesia dan sikap sosial antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonequilevalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD di Gugus Moch. Hatta Denpasar Selatan, tahun ajaran 2014/2015. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Multiple Stage Sampling. Data berupa nilai hasil belajar pengetahuan bahasa Indonesia dikumpulkan dengan tes pilihan ganda biasa dan skor sikap sosial dikumpulkan dengan kuesioner skala sikap. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji MANOVA. Hasil penelitian menunjukan sebagai berikut: 1) terdapat perbedaan hasil belajar pengetahuan bahasa Indonesia dan sikap sosial siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (nilai p = 0,0001 < 0,05). 2) terdapat perbedaan hasil belajar pengetahuan bahasa Indonesia siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional ( nilai p = 0,003 < 0,05) dan 3) terdapat perbedaan sikap sosial siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional ( nilai p = 0,000 < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio berpengaruh terhadap hasil belajar pengetahuan bahasa Indonesia dan sikap sosial siswa.Kata Kunci : pendekatan saintifik, asesmen portofolio, bahasa Indonesia dan sikap sosial The purpose of this research is to explore the differences in learning outcome knowledge of bahasa Indonesia and social attitudes between the students which is learn trhough scientific approach based portfolio assessment and the students which is learn trhough conventional learning approach. This research is quasi-experimental with Nonequilevalent Control Group Design. The population in this research is the fourth grade students at Moch. Hatta group, South Denpasar (2014/2015). The Samples in this research were taken by using the Multiple Stage Sampling. The Data in the form of the learning outcome knowledge of bahasa Indonesia collected with the usual multiple-choice test and social attitudes scores were collected by questionnaire. Data were analyzed by using descriptive statistics and MANOVA test. The results in this research showed as follows: 1) there are differences in learning outcome knowledge of bahasa Indonesia and social attitudes of the students which is learn trhough a scientific approach based portfolio assessment with the students who followed the conventional learning approach (p = 0.0001 < 0.05). 2) there are differences in learning outcome knowledge of bahasa Indonesia of students who take lessons with scientific approach based portfolio assessment with students who followed the conventional learning (p = 0.003 < 0.05) and 3) there are differences in social attitudes of the students which is learn trhough scientific approach based portfolio assessment and conventional learning students (p = 0.000
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV ., I Gede Ogi Adnyana; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Putu Ari Dharmayanti, S.Pd.,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Snowball Throwing berbasis kearifan lokal dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran bukan Snowball Throwing pada siswa kelas IV di Gugus 8 Seraya Barat tahun pelajaran 2016/2017). Jenis peneltian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV Gugus 8 seraya barat yang berjumlah 113 siswa. Sampel penelitian ini yaitu kelas IV SD Negeri 2 Seraya Barat yang berjumlah 23 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas IV SD Negeri 1 Seraya Barat yang berjumlah 23 siswa sebagai kelompok kontrol. Pemilihan pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik group random sampling. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Analisis hasil penelitian ini menunjukkan, diketahui thit = 7,34 dan ttab pada taraf signifikansi 5% = 2,021. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa thit > ttab, sehingga hasil penelitian adalah signifikan. Hal ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Snowball Throwing berbasis kearifan lokal dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran bukan Snowball Throwing pada siswa kelas IV di Gugus 8 Seraya Barat tahun pelajaran 2016/2017). Kata Kunci : Kata-kata kunci: hasil belajar, kearifan lokal, snowball throwing. This study aims to determine the difference between IPS learning outcomes among students who follow the learning model of Snowball Throwing based on local wisdom with students who follow the learning model is not Snowball Throwing in the fourth grade students in 8 Seraya Barat Class 2016/2017). This type of research is a quasi-experimental study. The population in this study is all students of class IV Gugus 8 while the west of which 113 students. The sample of this research is class IV of SD Negeri 2 Seraya Barat which is 23 students as experiment group and fourth grader of SD Negeri 1 Seraya Barat with 23 students as control group. The selection of sampling in this study was done by group random sampling technique. Learning result data is collected by using multiple choice test. The data obtained were analyzed using descriptive statistical analysis technique and t-test inferential statistic. The analysis of the results of this study shows, known thit = 7.34 and ttab at the level of significance 5% = 2.021. The result shows that thit> ttab, so the result of the research is significant. This means that there is a significant difference in learning outcomes between groups of students who follow the Snowball Throwing learning model based on local wisdom and groups of students who follow the learning model instead of Snowball Throwing in the fourth grade students in the 8th Seraya Barat Classroom of 2016/2017). keyword : Key words: learning outcomes, local wisdom, snowball throwing.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SDN KELURAHAN KINTAMANI TAHUN PELAJARAN 2012/2013 I Dw. Pt. Raka Rasana, I Wyn. Kardi, Nym. Arcana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1247

Abstract

Abstrak   Jenis penelitian ini adalah Exspost-facto, yang bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan antara kecerdasan emosional dan hasil belajar IPA (2) hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar IPA (3) hubungan antara kecerdasan emosional dan motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri Kelurahan Kintamani tahun pelajaran 2012/2013. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Kelurahan Kintamani tahun pelajaran 2012/2013, jumlah sampelnya 89. Teknik pengambilan sampel adalah proposional rondom sampling. Data di ambil dengan menggunakan koesioner. Jumlah kuesioner kecerdasan emosional sebanyak 23 butir, sedangkan jumlah kuesioner motivasi belajar sebanyak 23 butir. Data penelitian selanjutnya dianalisis dengan teknik setatistik yaitu regresi sederhana, product moment, dan regresi ganda. Hasil menelitian menunjukan hubungan antara kecerdasan emosional dan hasil belajar IPA Fhitung= 32,86 > Ftabel = 3, 96. Hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar IPA Fhitung = 181,75> Ftabel = 3,96. Hubungan secara bersama-sama antara kecerdasan emosional dan motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA Fhitung= 35,31 > Ftabel= 3,11,yang berarti memiliki hubungan yang signifikan.   Kata-kata kunci: kecerdasan emosional, motivasi belajar, hasil belajar IPA
PENGARUH MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V DI SD GUGUS VII KECAMATAN SAWAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Ni Nyoman Sumarniti; ., I Nyoman Arcana,SST., M.Pd.; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan model pembelajaran Guided Discovery Learning dengan kelompok siswa yang dibelajarkan model pembelajaran konvensional di kelas V SD Gugus VII Kecamatan Sawan Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SD di Gugus VII Kecamatan Sawan tahun pelajaran 2013/2014, yang terdiri dari 6 kelas dengan jumlah populasi 159 siswa. Sampel diambil dengan cara random sampling melalui teknik undian, tetapi yang diundi adalah kelas. Instrumen yang akan digunakan untuk mengukur hasil belajar adalah tes yang berbentuk pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t untuk menguji hipótesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajar dengan model guided discovery learning dan kelompok siswa yang dibelajar dengan model pembelajaran konvensional. Besarnya thitung adalah 2,92 sedangkan ttabel dengan db = 47 dan taraf signifikansi 5% adalah 1,67793. Hal ini berarti, thitung lebih besar dari ttabel (2,92>1,67793) sehingga H0 ditolak dan H¬1 diterima. Dengan demikian, model guided discovery learning berpengaruh terhadap hasil belajar IPA yang diperoleh pada siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di Gugus VII Kecamatan Sawan.Kata Kunci : Guided Discovery Learning dan hasil belajar. The aims of this research is to know the significant difference between the result of learning to the student who taught science through Guided Discovery Learning and the one who taught by conventional teaching method at grade V SD Group VII, Sawan Sub district in academic years 2013/2014. This research is experimental research technique in which use non equivalent post test only control group design. Populations of the research are all of the fifth grade elementary students in Group VII Sawan Sub district in academic years, in which consist of 6 class and 159 students. This research use random sampling technique through lottery for each class. The instrument use to measure the result of teaching is multiple choice type text. The data analyzes used statistic descriptive and statistic inferential by using t test to examine the hypothesis. The result of the research show that there are the significant difference at students’ learning result on the group who taught science by using guided discovery learning and the one who taught by using conventional learning method. The tvalue is 2,92 and ttable with db=47 and significant standard for 5% is 1,67793. Its mean tvalue more than ttable (2,92>1,67793) so that H0 is rejected, and H1 is accepted. Thus, guided discovery learning had effect to the science learning result on that gain by the grade V students in academic year 2013/2014 at Group VIII Sawan sub district.keyword : Guided Discovery Learning and learning result.
PENERAPAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS TRI HITA KARANA DAPAT MENINGKATKAN SIKAP SOSIAL DAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS ., Ni Made Wira Astami; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan sikap sosial dan (2) meningkatkan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS tema ekosistem melalui penerapan model pembelajaran inkuiri berbasis Tri Hita Karana.Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VB SD Negeri 23 Pemecutan tahun ajaran 2015/2016, sebanyak 29 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode (1) observai dan (2) tes. Metode observasi digunakan untuk memperoleh data sikap sosial dengan instrument lembar observasi. Metode tes digunakan untuk memperoleh data penguasaan kompetensi pengetahuan IPS. Tes yang digunakan berupa soal objektif pilihan ganda biasa. Data yang di dapatkan dari metode observasi dan metode tes dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan sikap sosial siswa setelah penerapan model pembelajaran inkuiri berbasis Tri Hita Karana. Pada siklus I, 17 (58.62%) nilai siswa dalam predikat sangat baik, dan pada siklus II mengalami peningkatan, yaitu 22 (75,86%) nilai siswa dalam predikat sangat baik. Untuk penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa pada siklus I, 18 (62,07%) siswa mendapat nilai minimal B+, dan pada siklus II mengalami peningkatan, yaitu 23 (79,31%) siswa mendapat nilai minimal B+. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan model inkuiri terbimbing berbasis Tri Hita Karana dapat meningkatkan sikap sosial dan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS tema ekosistem, siswa kelas VB SD Negeri 23 Pemecutan.Kata Kunci : inkuiri terbimbing, tri hita karana, sikap sosial, kompetensi pengetahuan IPS. This research’s purposes were (1) to improve the social behavior and (2) to enhance the Social science competency with ecosystem as a theme through the implementation of inquiry teaching model as Tri Hita Karana as a base. This research was the observation toward the action of the class as the subject within 2 cycles. The subject of this research was the student of VB’s grade of SD Negeri 23 Pemecutan year of 2015/2016, amounted 29 students. The data collection’s methods were (1) observation and (2) test. The observation method was used to obtain the data which related to the competency of social science knowledge. The test was performed by giving some general multiple choice tests. The data was obtained by the observation method and testing method which were analyzed by the descriptive statistics analysis method and the quantitative statistics analysis method.The result of this research shows that there is an increase of the students’ behavior after the implementation of guided inquiry model with Tri Hita Karana as a base. On the 1st cycle, 17 (58,62%) of students’ score reach the very satisfactory result, and on the 2nd cycle get an increment, 22 (75,86%) students’ score reach the very satisfactory result. For the comprehension of competency of students’ social science knowledge on the 1st cycle, 18 (62,07%) students’ score get B+ at the minimum, and on the 2nd cycle get an increment, 23 (79,31%) students’ score get B+ at the minimum.Therefore, this research could be concluded that the implementation of guided inquiry model with Tri Hita Karana as a base could improve the social behavior and the comprehension of competency of social science knowledge with ecosystem theme, the students of VB grade SD Negeri 23 Pemecutan.keyword : guided inquiry, tri hita karana, social behavior, comprehension of competency social science knowledge
PENGARUH MODELEXPERIENTIAL LEARNING BERNUANSA VISUAL, AUDITORI, KINESTETIK TERHADAPKOMPETENSI PENGETAHUAN IPA KELAS V SD GUGUS KI HAJAR DEWANTARA ., Ni Kmg Rany Aryuni; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model experiential learning bernuansa VAK dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Ki Hajar Dewantara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent group design. Populasi penelitian ini siswa kelas V SD gugus Ki Hajar Dewantara sebanyak 316 siswa. Sedangkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 siswa yang terdiri dari siswa kelas V SD Negeri 22 Dangin Puri sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VA SD Negeri 26 Dangin Puri sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes. Tes yang digunakan adalah kompetensi pengetahuan IPA dengan bentuk tes pilihan ganda biasa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis uji-t. Berdasarkan hasil analisis uji-t diperoleh thit =3,01> ttab 2,000 dengan taraf signifikansi 5% dan dk=58 maka H0 ditolak. Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model experiential learning bernuansa VAK dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Ki Hajar Dewantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan melalui model experiential learning bernuansa VAK berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 80,03 dan kompetensi pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional berada pada kategori cukup dengan nilai rata-rata 68,56. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model experiential learning bernuansa VAK berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus Ki Hajar Dewantara.Kata Kunci : experiential learning, VAK, kompetensi pengetahuan IPA. This study aims to determine the significant differences in science knowledge competence between students who are taught through experiential learning model nuanced VAK with students who were taught through conventional learning on grade V SD students of Ki Hajar Dewantara. This research is a kind of quasi-experimental research with non-equivalent group design. The population of this study are students of grade V SD of Ki Hajar Dewantara as many as 316 students. While the sample in this study as many as 60 students consisting of grade V students of SD Negeri 22 Dangin Puri as experimental group and VA 26 Dangin Puri as control group. Data collection is done by test method. The test used is the knowledge competence of IPA with the usual double choice test form. The data obtained were analyzed by using t-test analysis. Based on the result of t-test analysis obtained thit = 3.01> ttab 2,000 with significance level 5% and dk = 58 then H0 is rejected. This proves that there is a significant difference of science knowledge competence between students who are taught through experiential learning model of VAK nuance with students who are taught through conventional learning in grade V SD Kugajar Ki Hajar Dewantara. The result of the research shows that knowledge competence of science students that is learned through experiential learning model nuanced VAK is in good category with average score 80,03 and knowledge competence of science student which is learned through conventional learning is in enough category with average value 68,56 . Thus, it can be concluded that the application of experiential learning model nuanced VAK effect on knowledge competence of science students of grade V SD Gugus Ki Hajar Dewantara.keyword : experiential learning, VAK, science knowledge competence
PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 KEDISAN KECAMATAN TEGALLALANG KABUPATEN GIANYAR TAHUN AJARAN 2014/2015 ., I Ketut Suardika; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed; ., Dr. I Gede Meter,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4139

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas IV SD Negeri 2 Kedisan tahun ajaran 2014/2015 dan 2) meningkatkan hasil belajar IPS melalui penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Kedisan tahun ajaran 2014/2015. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 2 Kedisan yang berjumlah 19 siswa. Data tentang keaktifan belajar dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dan hasil belajar dikumpulkan menggunakan tes. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keaktifan dan hasil belajar IPS pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Kedisan dari pra siklus ke siklus I dan ke siklus II setelah diterapkannya pendekatan pembelajaran kontekstual. Pada pra siklus diperoleh persentase keaktifan belajar siswa sebesar 61,3% dikategorikan rendah. Pada pelaksanaan siklus I diperoleh persentase keaktifan belajar siswa sebesar 73,8% dikategorikan sedang. Selanjutnya pada siklus II diperoleh persentase keaktifan belajar siswa sebesar 81,5% dikategorikan tinggi. Berkaitan dengan hasil belajar IPS siswa, pada pra siklus diperoleh nilai rata-rata hasil belajar IPS sebesar 61,6 dikategorikan rendah dengan ketuntasan klasikal 47,4%. Pada pelaksanaan siklus I diperoleh nilai rata-rata hasil belajar IPS sebesar 70,5 dikategorikan sedang dengan ketuntasan klasikal 68,4%. Selanjutnya pada siklus II diperoleh nilai rata-rata hasil belajar IPS sebesar 81,1 dikategorikan tinggi dengan ketuntasan klasikal 89,5%. Berdasarkan temuan penelitian ini disimpulkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 2 Kedisan tahun ajaran 2014/2015Kata Kunci : pendekatan pembelajaran kontekstual, keaktifan, dan hasil belajar IPS The aims of this study are 1) to improve the students’ learning activeness for the fourth grade students of SD Negeri 2 Kedisan in the academic year 2014/2015 and 2) to improve the learning outcomes of social science through the contextual teaching and learning at the fourth grade students of SD Negeri 2 Kedisan in the academic year 2014/2015. The design of this study is Classroom Action Research (CAR) consisted of two cycles. The subjects of this research were the fourth grade students of SD Negeri 2 Kedisan for about 19 students. The data were collected by using observation sheet and the learning outcomes were collected by using a test. The data were analyzed using quantitative descriptive analysis method. The result of this research showed that there were improvements of the learning activeness and the learning outcomes of social science at the fourth grade students of SD Negeri 2 Kedisan from the pre-cycle to the first cycle and the second cycle after implementing contextual teaching and learning. In the pre-cycle the percentage of student’s learning activities is of 61.3% and it was classified at low. In the first cycle the percentage of student’s learning activities is 73,8% and it was classified at moderate. Next, in the second cycle percentage of student’s learning activities is of 81,5% and it was classified at high. Related to the learning outcomes of social science, in the pre-cycle the average value is of 61,6 and it was classified at low with the classical exhaustiveness of 47,4%. In the first cycle the average value is of 70.5 and it was classified at moderate with the classical exhaustiveness of 68,4%. Next, in the second cycle the average value is of 81.1 and it was classified as high with the classical exhaustiveness of 89.5%. Based on the findings, at could be concluded that the application of the contextual teaching and learning approach can improve the activities and the learning outcomes of social science at the fourth grade students of SD Negeri 2 Kedisan in academic year 2014/2015.keyword : contextual teaching and learning, activeness, and learning outcomes of social science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E BERBASIS BRAINSTORMING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR DIVERGEN BAHASA INDONESIA SISWA SD I. W. Widiana, Pt. Yuli Dharayanti, Md. Sumantri,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.863

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir divergen bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan  menggunakan model pembelajaran learning cycle 5E berbasis brainstorming dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus IV Kecamatan Buleleng yang berjumlah 173 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri 1 Penglatan yang berjumlah 22 orang dan siswa kelas V SD Negeri 2 Penglatan yang berjumlah 26 orang. Pada kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran learning cycle 5e berbasis brainstorming dan pada kelas kontrol diterapkan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hail perhitungan uji hipotesis yang menggunakan bantuan SPSS 16.for Windows diperoleh t hitung (Equal Variance Assumed) adalah  6,030. dengan nilai Sig. (2 tailed) adalah 0,000. Angka signifikan tersebut lebih kecil daripada taraf signifikan 0,05. Hal ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan mengenai kemampuan berpikir divergen antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 5e berbasis brainstorming dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional hasil terbukti bahwa model pembelajaran learning cycle 5e berbasis brainstorming lebih baik pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir divergen siswa dibanding dengan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan analisis deskriptif, rata-rata siswa di kelas eksperimen adalah 30 berkualifikasi tinggi sedangkan rata-rata siswa di kelas kontrol adalah 22 berkualifikasi sedang. Kata kunci: learning cycle 5e berbasis brainstorming, dan kemampuan berpikir divergen
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS PORTOFOLIO TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS DITINJAU DARI KEPERCAYAAN DIRI ., Ade Desy Rahmawati; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7035

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara kelompok yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis portofolio dengan yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik pada siswa kelas IV SD gugus I Gusti Ngurah Rai Kecamatan Denpasar Timur, (2) untuk mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara kepercayaan diri tinggi dan rendah, (3) untuk mengetahui interaksi antara pendekatan saintifik berbasis portofolio dengan kepercayaan diri terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPS. Rancangan analisis penelitian ini adalah rancangan faktorial 2X2. Faktor pemilahnya adalah variabel moderator kepercayaan diri. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Kecamatan Denpasar Timur. Menentukan sampel penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah data kepercayaan diri dan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS dengan instrumen berupa angket/kuisioner dan tes objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran pendekatan saintifik berbasis portofolio dengan siswa yang mengikuti pembelajaran pendekatan saintifik (FAhitung=17,96 >Ftabel(α = 0,05; 1,82)= 4,00), (2)terdapat perbedaan yang siginifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara siswa yang memiliki kepercayaan diri tinggi dan kepercayaan diri rendah (FB=25,52 >Ftabel(α = 0,05; 1,82))= 4,00), (3) terdapat interaksi pendekatan saintifik berbasis portofolio dan kepercayaan diri terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPS (FAB=90,05 >Ftabel(α = 0,05; 1,82))= 4,00). Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendekatan saintifik berbasis portofolio terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPS ditinjau dari kepercayaan diri siswa kelas IV tema cita-citaku SD gugus I Gusti Ngurah Rai Kecamatan Denpasar Timur. Kata Kunci : pendekatan saintifik berbasis portofolio, penguasaan kompetensi pengetahuan, kepercayaan diri This study were aimed (1) To find a significant difference mastery of competencies of social scientific knowledge between the group that learned through scientific approach based on portofolio which was learned through scientific approach in grade IV Elementary school group I Gusti Ngurah Rai Denpasar East District, (2) to determine a significant difference mastery of competencies of social scientific knowledge between high and low confidence, (3) to understand the interaction between the scientific approach based on portofolio with confidence against social scientific knowledge mastery of competencies. The designof this research in the diving factor 2X2. It were sorter by using factor confidence moderator variable. The population in this study were all of fourth grade students in Group I Gusti Ngurah Rai Denpasar East District. Determine sample this study make us of random sampling technique. The data that was collect is self-confidence data and mastery of social scientific competencies by instrument that is questionnaire and objective test. The results showed that: (1) there are differences significant between the social scientific mastery of competencies of students who takes a scientific approach to portofolio-based on learn with the learning of students who take a scientific approach (FAcalculated = 17,96> F table (α = 0,05; 1, 62) = 4,00), (2) there is a social scientific difference significant that mastered of competencies between students who have high confidence and low confidence (FB= 25,52> F table (α = 0,05; 1,62) ) = 4,00) (3) there are significant scientific approach to portofolio-based on interaction and confidence of social scientific mastery of competencies (FAB = 90,05> F table (α = 0,05; 1,62)) = 4,00). Based on these indings, we can conclude that there is the effect of portfolio-based on scientific approaches to the mastery of competencies in terms of social scientific confidence fourth grade students with theme my ideals in elementary school group I Gusti Ngurah Rai Denpasar East District. keyword : portofolio-based on scientific approach, mastery of competencies knowledge, self- confidence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM BERMUATAN MASALAH KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 22 DAUH PURI ., Putu Dian Setiarini; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kuantum bermuatan masalah kontekstual dengan yang dibelajarkan melalui model konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 22 Dauh Puri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental) dengan rancangan penelitian yaitu nonequivalent control group design, yang menggunakan populasi seluruh siswa kelas V SD Negeri 22 Dauh Puri dengan jumlah 163 orang. Melalui teknik random sampling diperoleh siswa kelas VA berjumlah 35 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VD yang berjumlah 35 orang sebagai kelompok kontrol. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa tes hasil belajar IPA, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan uji statistik yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kuantum bermuatan masalah kontekstual dengan yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional. Dari hasil analisis diperoleh nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran kuantum bermuatan masalah kontekstual lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional yaitu 75,57 > 70,14. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji-t, yaitu thitung = 2,233 sedangkan ttabel pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 68 sebesar 2,000, sehingga thit > ttab. Hal ini berarti model pembelajaran kuantum bermuatan masalah kontekstual berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 22 Dauh Puri Tahun Pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : kuantum, masalah kontekstual, hasil belajar The purpose of this research is to know the significant differences of the result of learning science between the students which are learned through quantum learning model charged by contextual problem with the students which are learned through conventional learning model at the fifth grade of SD Negeri 22 Dauh Puri. This research is quasi experiment with research plan called nonequivalent control group design which is take all the fifth grade students of SD Negeri 22 Dauh Puri for about 163 students as population. Through random sampling technique, 35 students from VA class is chosen as experiment group and 35 students from VD class is chosen as the control group. The data in this research has been collected by using instrument that is the result of learning science which is analyzed by using statistic test called t-test. The result shows that there are significant differences of the result of learning science between the students which are learned through quantum learning model charged by contextual problem with the students which are learned through conventional learning model. From the analysis the average of the result of learning science from the students which are learned through quantum learning model charged by contextual problem is higher than the average from the students which are learned through conventional learning model that is 75,57 > 70,14. From t-test result, tvalue = 2,233 meanwhile that ttable at significant level at 5% with dk = 68 and in amount is 2,000, therefore tvalue > ttable. This is means that quantum learning model charged by contextual problem has influence toward the result of learning sciece at the fifth grade of SD Negeri 22 Dauh Puri academic year 2013/2014.keyword : quantum, contextual problem, result of learning

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue