cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH PEMBELAJARAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD I Wyn Widiana, I Pt. Eka Hermawan, I Nym Jampel,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.844

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Berbasis Kearifan Lokal dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Gugus IV Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian non equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di Gugus VI Kecamatan Gerokgak tahun pelajaran 2012/2013 yang terdiri dari 5 SD dengan jumlah 152 orang. Setelah dilakukan uji kesetaraan ANAVA A didapat dua sampel yang dianggap setara yaitu siswa kelas IV SD 1 Pemuteran (eksperimen) berjumlah 31 orang dan siswa kelas IV SD 4 Pemuteran (kontrol) berjumlah 31 orang. Sampel diambil dengan cara teknik random sampling. Data hasil belajar IPS dikumpulkan dengan instrumen tes objektif yang berjumlah 30 soal. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji t independent dengan sampel tidak berkorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Berbasis Kearifan Lokal dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dan rata-rata skor siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Berbasis Kearifan Lokal adalah 20,39 berada kategori tinggi sedangkan siswa yang mengikuti pembelajaran kovensional adalah 15,13 yang berada kategori sedang, ini menunjukkan bahwa hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Berbasis Kearifan Lokal lebih tinggi dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.   Kata kunci: CTL, kearifan lokal, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN HEURISTIK VEE BERBANTUAN MEDIA VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., I Made Andika Dwipayana; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6999

Abstract

Rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas V di Gugus I Kecamatan Selemadeg karena penerapan model pembelajaran konvensional secara terus menerus, dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran heuristik vee berbantuan media video dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvesional. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan desain the posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus I Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 136 orang. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik sampel acak yaitu SD Negeri 1 Bajera dan SD Negeri 2 Bajera, dengan jumlah total 67 orang. Data yang dianalisis adalah hasil belajar IPA yang dikumpulkan dengan menggunakan tes berbentuk pilihan ganda satu jawaban benar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menggunakan uji – t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran heuristik vee berbantuan media video adalah 23,72 sedangkan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional adalah 15,26. Hasil uji hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan uji-t menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran heuristik vee berbantuan media video dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional (t hitung = 8,2 > t tabel = 1,997) pada siswa kelas V SD di Gugus I Kecamatan Selemadeg.Kata Kunci : heuristik vee, konvensional, hasil belajar The low outcomes science a fifth grade students in cluster I Selemadeg District because the application of conventional learning models continuously, the purpose of this research aimed to determine differences in science significantly learning outcomes between group of students who learned with vee heuristic learning model assisted by video media with group of students who learned with conventional learning model. This research was a quasi eksperiment with the post only control group design. The population of the research is a fifth grade students in Cluster I Elementary School Selemadeg District Tabanan Regency 2015/2016 school year totaling 136 people.This research samples to selected with the simple random sampling technique that is elementary school No 1 Bajera to and elementary school No 2 Bajera, totaling 67 people. Data were analyzed was science learning outcomes to collected with the test mulitiple choise one correct answer. Data collected to analyzed using descriptive statistical analysis technique and inferential statistical with the test-t. The results showed that the average of the students learing outcomes who were learned with vee heuristic model learning assisted with video media was 23.72 while the average of those conventional model learning was 15.26. The result of hyphothesis testing to show that there are differences in science learning outcomes significantly between groups of students that learned using vee heuristic learning model assisted with video media with a group of students that learned using conventional learning model (tcount=8.2 > ttable= 1.997) in a fifth grade students at Cluster I Elementary School Selemadeg District.keyword : vee heuristic, conventional, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION BERBASIS CONTEXTUAL FUN LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI SD GUGUS UNTUNG SURAPATI DENPASAR ., Ni Luh Desi Paltina; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran group investigation berbasis contextual fun learning terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V SD Gugus Untung Surapati Denpasar tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Gugus Untung Surapati tahun ajaran 2013/2014. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Analisis data dalam penelitian ini dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran group investigation berbasis contextual fun learning dengan yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional (thitung = 7,50 > ttabel = 2,00). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran group investigation berbasis contextual fun learning berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus Untung Surapati Denpasar tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci : group investigation, contextual fun learning, hasil belajar This study aimed to know the effect of learning model of group investigation based contextual fun learning on fifth grade elementary school students of clusser Untung Surapati Denpasar year 2013/2014. This research belongs to quasi-experimental research with Nonequivalent Control Group Design. The populations in this study were all fifth grade elementary school students of clusser Untung Surapati Denpasar year 2013/2014. Samples were taken with a random sampling technique. The data analysis in this study was analyzed by t-test. The results showed that there is a significant difference in science learning outcomes among students who learned by using learning model of group investigation based contextual fun learning with students who learned by using conventional learning (tvalue = 7,50 > ttable = 2.00). Based on these results it can be concluded that the learning model of group investigation based contextual fun learning effects the science learning outcomes of fifth grade elementary school students of clusser Untung Surapati Denpasar year 2013/2014.keyword : group investigation learning, contextual fun learning, learning outcomes
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS III SD NEGERI 10 KESIMAN DENPASAR TIMUR TAHUN AJARAN 2012/2013 ., Ni Putu Ratna Dewi; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo; ., Dr. I Gede Meter,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3202

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui tingkat keaktifan siswa dalam mata pelajaran IPS dengan diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di kelas III SD N 10 Kesiman dan 2) mengetahui hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe STAD di kelas III SD N 10 Kesiman. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas III yang terdiri dari 48 siswa. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD N 10 Kesiman. Data tentang keaktifan belajar menggunakan kuesioner dan hasil belajar dikumpulkan menggunakan tes. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan keaktifan belajar pada siklus I dan II telah mengalami peningkatan dari setiap pertemuan. Pada siklus I, persentase nilai rata-rata keaktifan belajar sebesar 63,07%. Setelah dilaksanakan tindakan pada siklus II persentase nilai rata-rata keaktifan belajar siswa mampu mencapai 80,07%. Dengan demikian tingkat keaktifan belajar siswa siklus I sampai pada hasil siklus II menunjukkan peningkatan sebesar 17%. Berkaitan dengan hasil belajar pada siklus I dan II yang telah mengalami peningkatan. Persentase nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I mencapai 66,85% dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 62,5%. Setelah dilaksanakan tindakan pada siklus II, persentase hasil belajar meningkat menjadi 81,85% dan ketuntasan belajar secara klasikal menjadi sebesar 85,42%. Berdasarkan hasil refleksi siklus I sampai pada hasil siklus II, persentase nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat sebesar 15% serta ketuntasan belajar klasikal mengalami peningkatan sebesar 12,92%.Berdasarkan temuan penelitian ini disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPS siswa kelas III SD N 10 Kesiman tahun ajaran 2012/2013. Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe STAD, keaktifan, dan hasil belajar IPS This study aims to 1) determine the level of the students’ activeness in social studies by applied cooperative learning model with STAD type in the third class of SD N 10 Kesiman and 2) determine the students’ learning outcomes in social studies with the implementation of STAD type of cooperative learning model in the third class of SD N 10 Kesiman. The design of this study was action research with two cycles. The subjects were students of the third class that consisted of 48 students. Clasroom action research was conducted in SD N 10 Kesiman. Data of the students’ learning activeness used questionnaires and learning outcomes used a test. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis method. The results showed that the students’ learning activeness in cycle I and II that have increased each meeting. In the first cycle, the presentage of the score of the students’ learning activeness was 63.07 %. Having carried out the action in the second cycle the presentage of the average score of students' learning activeness was able to achieve 80.07 %. Thus the level of the students’ learning outcomes in the first cycle to the second cycle increased 17 %. Related to learning outcomes in cycles I and II have increased, the presentage of the average score of students’ learning activeness in the first cycle reached 66.85 % with a passing grade 62.5 % in the classical style. Having carried out the action in the second cycle, the yield increased to 81.85 % and the mastery learning in classical amount to 85.42 %. Based on the results of the reflection in the first cycle to the second cycle, the presentage of the average score of students’ learning outcomes increased by 15 % as well as the completeness of classical learning has increased by 12.92 %. Based on the findings of this study can be concluded that the STAD cooperative learning model can enhance the activeness and resultsof the social studies of the third grade students of SD N 10 Kesiman in academic year 2012/2013. keyword : STAD cooperative learning model, activeness, and the results of social studies.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK- TALK- WRITE BERBASIS KEARIFAN LOKAL TRI KAYA PARISUDA ., Ni Putu Yuli Artini; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i3.8623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran think talk write berbasis kearifan lokal tri kaya parisudha dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (KTSP) pada sisiwa kelas V di SD Gugus III Kecamatan Tejakula tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah quasi exsperimen dengan rancangan post- test only control group design. Populasi denelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di gugus kecamatan Tejakula tahun pelajaran 2016/2017. Sebanyak 60 orang siswa dipilih sebagai sampel penelitian yang di tentukan dengan teknik sample reandom sampling. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA ranah kongnitif yang dikumpulkan melalui tes ojektif. Data dianalisis dengan menggunakan statistic deskriptif dan statistic infrensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran think talk write berbasis kearifan lokal tri kaya parisudha dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (KTSP). Hal ini dapat dilihat dari perolehan hasil uji hipotesis menggunakan uji- t. Hasil uji-t menunjukan thitung lebih besr dari ttabel (thit = 22,16 > ttab = 2,000). Dengan demikian, model pembelajaran think talk write berbasis kearifan lokal tri kaya parisudha berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di gugus III kecamatan Tejakula tahun pelajaran 2016/2017Kata Kunci : hasil belajar IPA, kearifan lokal tri kaya parisudha, think talk write The pupose of this research to know about the different of science learning outcame between student who were given Think Talk Write models with local wisdom Tri Kaya Parisudha and the students who were given konvensional (KTSP) learning models in the fifth graed of elementary school in cluster III district of Tejakula, Buleleng regency in the academic year 2016/2017. This research quarsi experiment with post test only contol group design. The population of this research was all of fifth grade students in cluster III district of Tejakula, Buleleng regency in the academic year 2016/ 2017. Sixty student was chosen as research sampling by random sampling techanque. The analisys’s data in this research sciences learning result of domain kognitif collected by obcektif test. The analisys data using statistic deskriptif and statistic inferensial (t- test). The result of research showing that there are significant different of science learning result between student who were given Think Talk Write models which with local wisdom Thi Kaya Parisudha and the students who were given konvensional (KTSP). It can seen by the result of hypotheses test using t- test method. The result of t- test showing that thitung bigger that ttabel (thit = 22,16 > ttab = 2,00). So that, Think Talk Write learning model with local wisdom Tri Kaya Parisudha has positif impact to the science learning result of fifth grade students in claster III district of Tejakula, in the academic year 2016/2017.keyword : Science’s learning outcome, local wisdom Tri Kaya Parisudha, think lalk write
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS IV GUGUS I KECAMATAN MANGGIS I Kd Suartama, Ni Kt Ratna S, Ni Ngh Madri Antari,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.699

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar mata pelajaran IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD gugus I Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem  tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasi eksperimen), dengan rancangan penelitian Non Equivalent Post-Test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD gugus I 135 orang. Sampel penelitian,siswa kelas IV SDN 1 Nyuhtebel 25 orang dan siswa kelas IV SDN 2 Nyuhtebel 28 orang.Data hasil belajar IPS siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 8,42 dan ttab (pada taraf signifikansi 5%) = 2,00. Hal ini berarti bahwa thit > ttab, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CIRC dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dari rata-rata () hitung, diketahui  kelompok eksperimen = 21,78 dan  kelompok kontrol = 11,92. Hal ini berarti bahwa eksperimen > kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran CIRC berpengaruh terhadap hasil belajar.   Kata kunci: Model Pembelajaran CIRC, Hasil belajar
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK BERBANTUAN ASESMEN PORTOFOLIO TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN KOVARIABEL GAYA BELAJAR SISWA ., Ni Kadek Tariani; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., I Gede Astawan, S.Pd.,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan prestasi belajar IPA siswa setelah dibelajarkan dengan menggunakan pendekatan saintifik berbantuan asesmen portofolio, (2) perbedaan prestasi belajar IPA siswa setelah dibelajarkan dengan menggunakan pendekatan saintifik berbantuan asesmen portofolio setelah variabel gaya belajar dikendalikan, dan (3) kontribusi kovariabel gaya belajar terhadap prestasi belajar IPA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pre-eksperimen, dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Sampel pada penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD No. 4 Kaliuntu dengan jumlah 30 orang. Data prestasi belajar IPA dan gaya belajar siswa dikumpulkan menggunakan metode tes. Instrumen tes prestasi belajar IPA berbentuk tes pilihan ganda, instrumen tes gaya belajar berbentuk tes gambar. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan ANAKOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA siswa setelah dibelajarkan dengan menggunakan pendekatan saintifik berbantuan asesmen portofolio (Fhitung = 29,160 > Ftabel = 4,20), (2) terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA siswa setelah dibelajarkan dengan menggunakan pendekatan saintifik berbantuan asesmen portofolio setelah variabel gaya belajar dikendalikan (Fhitung = 34,946 > Ftabel = 4,20), dan (3) terdapat kontribusi yang signifikan kovariabel gaya belajar terhadap prestasi belajar IPA siswa (rhitung = 0,456 > rtabel = 0,361). Rata-rata nilai siswa setelah dibelajarkan menggunakan pendekatan saintifik berbantuan asesmen portofolio adalah 69,89 yang tergolong pada kategori tinggi, sedangkan rata-rata nilai siswa sebelum dibelajarkan menggunakan pendekatan saintifik berbantuan asesmen portofolio adalah 50,22 yang tergolong pada kategori rendah. Dengan demikian, pendekatan saintifik berbantuan asesmen portofolio berpengaruh terhadap prestasi belajar IPA.Kata Kunci : Pendekatan Saintifik, Prestasi Belajar IPA, Gaya Belajar This study aims to determine: (1) differences in student’s learning achievement IPA after being taught using scientific approach aided the portfolio assessment, (2) differences in student’s learning achievement IPA after being taught using scientific approach aided the portfolio assessment after learning style variables are controlled, and (3) contribution of covariates learning style on learning achievement IPA. This study used a pre-experimental study, the study was designed one group pretest-posttest design. Samples in this research was student fourth grade in elementary school number 4 Kaliuntu in 30 people. Science learning achievement data and student learning styles were collected using the test method. Science learning achievement test instrument shaped multiple-choice test, learning styles test instrument shaped test shots. The data obtained were analyzed using descriptive analysis techniques and Anacova. The results showed that: (1) there is a significant difference after the student’s learning achievement in science are taught using a scientific approach to portfolio assessment assisted (Fcount = 29.160 > Ftable = 4.20), (2) there is a significant difference in learning achievement once taught science students by using a scientific approach aided the portfolio assessment after learning styles controlled variable (Fcount = 34.946 > Ftable = 4.20), and (3) there is a significant contribution covariates learning styles on students' learning achievement IPA (rcount = 0.456 > rtable = 0.361). The average value of students after being taught using scientific approach aided assessment portfolio is 72.11 belonging to the higher categories, while the average score of students before being taught using scientific approach aided assessment portfolio is 50.22 belonging to the lower categories. Thus, scientific approach aided the portfolio assessment effecting the student's learning achievement IPA.keyword : scientific approach, the achievement of learning science, learning styles
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING DENGAN GAYA BELAJAR VAK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA BERBANTUAN MEDIA FILM I. Nym. Wirya, I. Kd. Dian Adi, Md. Sulastri,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1443

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berbicara Bahasa Indonesia siswa kelas VB semester I SD No 2 Banyuasri melalui implementasi model pembelajaran Quantum Learning dengan Gaya Belajar VAK (visual, auditorial, dan kinestetik) berbantuan media Film Pendek. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi dan refleksi dengan pengumpulan data menggunakan  metode non tes (tes performan) melalui pengamatan/penilaian secara langsung pada siswa menggunakan lembar rubrik penilaian keterampilan berbicara dengan Indikator dalam keterampilan berbicara yang menjadi amatan antara lain, tekanan kata, pilihan kata, kelancaran dan ketepatan isi  dan pemberian skor pada tiap indikator keterampilan berbicara disesuaikan dengan kemampuan siswa dalam keterampilannya berbicara. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterampilan berbicara Bahasa Indonesia siswa dengan implementasi model pembelajaran Quantum Learning dengan gaya belajar VAK (visual, auditorial, dan kinestetik) berbantuan media film pendek dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Terjadi peningkatan persentase pada siklus I sebesar 65 % mengalami peningkatan sebesar 90 %  pada siklus II.   Kata-kata kunci: quantum, vak, keterampilan berbicara
IMPLEMENTASI STRATEGI DRTA MENGGUNAKAN SATUA BALI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V SD N 6 BANYUNING 2015/2016 ., Ni Komang Wahyu Trisna Dewi; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7484

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V semester II dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia SD N 6 Banyuning tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD N 6 Banyuning tahun ajaran 2015/2016, yang berjumlah 30 orang. Objek produk penelitian ini adalah kemampuan membaca pemahaman, sedangkan objek proses dalam penelitian ini adalah strategi DRTA menggunakan media Satua Bali. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Data yang didapat kemudian dianalisis untuk memperoleh mean dan persentase mean. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada siklus I, persentase rata – rata klasikal kemampuan membaca pemahaman siswa adalah 78,44%. Persentase tersbut mengalami peningkatan pada siklus II, yaitu 88,89%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi strategi DRTA menggunakan media Satua Bali dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V SD N 6 Banyuning. Kata Kunci : DRTA, media Satua Bali, membaca pemahaman. The aim of this research is to improve the reading comprehension ability in Bahasa Indonesia subject towards class V semester II in SD N 6 Banyuning on academic year 2015/2016. This research is implemented in two cycles. Each cycle consists of four steps; there are planning, implementation, evaluation, and reflection. The subject of this research is all of students in class V SD N 6 Banyuning on academic year 2015/2016, totaling 30 people. The object of this research is the ability of reading comprehension, while the processed object in this study is a DRTA strategy using Satua Bali as media-assisted. The data in this study was colected with test method. The data obtained then analyzed to obtain mean and percentage of the mean. The results showed an increase in the ability of reading comprehension of students in Bahasa Indonesia subjects. On cycle I, the classical percentage –average of reading comprehension ability is 78,44%. The percentage was increase to 88,89% in cycle II. Based on the results of this study it can be concluded that the implementation of DRTA strategy using satua Bali as media-assisted can enhance the ability of reading comprehension in Bahasa Indonesia subject towards students of class V SD N Banyuning 6 on academic year 2015/2016.keyword : DRTA, Satua Bali media-assisted, reading comprehension ability
Pengaruh Model Quantum Teaching and Learning dengan Pemanfaatan Media Gambar Terhadap Hasil Belajar IPA Kelas V SD Negeri di Gugus XI Kecamatan Buleleng tahun Pelajaran 2013/2014. ., Dina Yuliati; ., Drs. Made Sumantri; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan siswa kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model quantum teaching and learning dengan pemanfaatan media gambar dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus XI Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Jumlah populasi di SD Negeri Gugus XI Kecamatan Buleleng sebanyak 123 orang siswa, dari populasi tersebut kemudian di random sampling, sehingga di dapatkan dua sekolah yaitu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Singaraja sebagai kelompok eksperimen dan SD No.1 Kampung Bugis sebagai kelompok kontrol. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar IPA adalah tes:yaitu tes hasil belajar jenis obyektif bentuk pilihan ganda biasa. Data hasil belajar IPA yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t. Dapat disimpulkan bahwa model quantum teaching and learning dengan pemanfaatan media gambar memberikan pengaruh yang lebih besar dari pada pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri di gugus XI kecamatan Buleleng.Kata Kunci : Model Quantum teaching and Learning , Hasil Belajar. This study aims to determine the differences in learning outcomes IPA significant experimental group students following study using the quantum model of teaching and learning with the use of media images and groups of students who learn using conventional learning models . This research is a quasi experimental study . The population in this study were all fifth grade students in Cluster XI Buleleng academic year 2013/2014 . Total population in the Elementary School Cluster XI Buleleng many as 123 students , of the population then in random sampling , so that in the two schools that get the State Government Elementary School ( MIN ) Singaraja as the experimental group and SD 1 Kampung Bugis as a control group . The method used to collect data science learning outcomes is a test : which achievement test objective type multiple choice regular . Science learning outcome data were analyzed using t-test . It can be concluded that the model of quantum teaching and learning with the use of media images provide greater leverage than conventional learning on learning outcomes IPA Elementary School fifth grade students in cluster XI Buleleng districts .keyword : quntum teaching and learning model, learning outcome.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue