cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN METAKOGNITIF BERBANTUAN TEKNIK MATEMATIKA VEDA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Kadek Ermi Rosalina; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas IV semester 1 SD N 1 Tirtasari tahun pelajaran 2013/2014 melalui penerapan model pembelajaran metakognitif berbantuan teknik matematika veda dalam pembelajaran matematika Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dua siklus. Tahapan kegiatan untuk tiap siklus terdiri atas empat tahap, yakni : perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/ evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV semester 1 SD Negeri 1 Tirtasari, tahun pelajaran 2013/2014. Aktivitas belajar siswa dapat diketahui melalui kegiatan observasi. Hasil observasi tersebut dikumpulkan dalam bentuk data/ skor dengan menggunakan instrumen lembar pengamatan. Sedangkan hasil belajar instrumen perangkat tes/ butir tes (tes tertulis) dengan menggunakan instrumen perangkat tes/ butir tes. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, pada siklus I secara klasikal persentase rata-rata aktivitas belajarnya mencapai 60,8% dengan kategori kurang aktif. Pada siklus II persentase rata-rata aktivitas belajar mengalami peningkatan sebesar 20,6% hingga mencapai 90,4%. Persentase rata-rata hasil belajar matematika siswa pada siklus I secara klasikal sebesar 65,4% dengan kategori cukup baik dengan persentase ketuntasan belajar mencapai 61,5%. Pada siklus II persentase rata-rata hasil belajar siswa secara klasikal mengalami peningkatan sebesar 19,6%. Hingga mencapai 85,0% dengan kategori baik dan persentase ketuntasan belajar sebesar 100%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran metakognitif berbantuan teknik matematika veda dalam pembelajaran matematika di kelas IV SD N 1 Tirtasari dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.Kata Kunci : metakognitif, aktivitas siswa, hasil belajar This study aims to improve the activity and outcomes of learning mathematics first semester of fourth grade students of SD N 1 Tirtasari academic year 2013/2014 through the implementation of a metacognitive learning model veda -aided engineering mathematics in mathematics This research is an action research conducted two cycles . Phases of activity for each cycle consists of four stages , namely : planning , action, observation / evaluation and reflection . The subjects were first semester of fourth grade students of SD Negeri 1 Tirtasari , school year 2013/2014 . Student learning activities can be known through observation . The observation results are collected in the form of data / scores by using the observation sheet instruments . While the learning outcomes of the test instrument / item test ( written test ) using the instrument test / test item . Analysis of the data in this study using quantitative descriptive analysis. This research is an action research conducted two cycles . Phases of activity for each cycle consists of four stages , namely : planning , action, observation / evaluation and reflection . The subjects were first semester of fourth grade students of SD Negeri 1 Tirtasari , school year 2013/2014 . Student learning activities can be known through observation . The observation results are collected in the form of data / scores by using the observation sheet instruments . While the learning outcomes of the test instrument / item test ( written test ) using the instrument test / test item . Analysis of the data in this study using quantitative descriptive analysis . Based on the results of the study , in the first cycle in the classical average percentage reached 60.8 % learning activities with less active category . In the second cycle the average percentage of learning activities increased by 20.6 % to reach 90.4 % . The average percentage of students' mathematics learning outcomes in the first cycle was 65.4 % in the classical category quite well with the percentage reached 61.5 % mastery learning . In the second cycle the average percentage of students in the classical learning outcomes increased by 19.6 % . Up to 85.0 % with both categories and the percentage of 100 % mastery learning . Based on these data it can be concluded that by applying metacognitive learning model veda aided mathematical technique in learning mathematics in fourth grade N 1 Tirtasari can increase the activity and student learning outcomes.keyword : metacognitive , student activities , learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA ., I Gst Ayu Agung Dwiningrat; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah Matematika antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Missouri Mathematics Project berbantuan media konkret dengan yang mengikuti pembelajaran konvensional. Rancangan Penelitian ini adalah nonequivalen control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SD Gugus VI Abiansemal, sebanyak 174 siswa. Sampelnya sebanyak 70 siswa, yang terdiri dari kelas V SD No.3 Mambal sebagai kelompok eksperimen dan Kelas V SD No.1 Mambal sebagai kelompok kontrol. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kemampuan pemecahan masalah Matematika. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes dalam bentuk essay. Data dianalisis dengan statistik uji t. Hasil pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 68, diperoleh ttabel = 2,00 dan thitung = 3,80. Dengan demikian thitung = 3,80 ˃ ttabel = 2,00 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah Matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Missouri Mathematics Project berbantuan media konkret dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini juga didukung oleh nilai rata-rata kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Missouri Mathematics Project berbantuan media konkret lebih dari siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Missouri Mathematics Project berbantuan media konkret berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah Matematika siswa kelas V SD Gugus VI Abiansemal tahun ajaran 2013/2014Kata Kunci : Missouri Mathematics Project This study aims to determine significant differences between the mathematics problem-solving ability groups of students who take learning models Missouri Mathematics Project assisted with the concrete media following the conventional learning . The design of this study is nonequivalen control group design. The study population was the entire fifth grade elementary Abiansemal Cluster VI, as many as 174 students. The sample of 70 students, which consist of 3 elementary fifth grade Mambal as Class V experimental group and SD 1 Mambal as a control group. The data collected in this study is the data Math problem solving ability. The methods used to collect the data is in the form of essay test . Data were analyzed by t-test statistics . The results of hypothesis testing is done at a significance level of 5 % with dk = 68, obtained tcount table = 2.00 and = 3.80. ttable thus Ho is rejected and Ha accepted. This means that there are significant differences between the mathematics problem-solving ability of students who take learning models Missouri Mathematics Project assisted concrete media with students who take conventional learning. It is also supported by the average value of a group of students who take learning models Missouri Mathematics Project assisted with the concrete media following the conventional learning. Can be concluded that the model-assisted learning media Missouri Mathematics Project concretely affect upon ability Math problem solving fifth grade elementary school students Force VI Abiansemal school year 2013/2014.keyword : Missouri Mathematics Project
Hubungan antara Pola Asuh Orang Tua dan Kebiasaan Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa SD Kelas IV Semester Genap di Kecamatan Melaya-Jembrana ., Fitria Rahmawati; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan: (1) pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar, (2) kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar, (3) secara bersama-sama antara pola asuh orang tua dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa SD kelas IV semester genap di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah ex post facto. Besarnya populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV semester genap di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 1.055 orang siswa. Sampel atau sensus dalam penelitian ini berjumlah 285 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode kuesioner untuk mengukur pola asuh orang tua dan kebiasaan belajar, dan metode pencatatan dokumen untuk mencatat prestasi siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan yang signifikan pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar siswa dengan kontribusi sebesar 18,23%, (2) terdapat hubungan yang signifikan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa dengan kontribusi sebesar 10,6%, (3) secara bersama-sama terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa dengan kontribusi sebesar 70,56% dengan kategori sangat kuat. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pola asuh orang tua dan kebiasaan belajar mempengaruhi prestasi belajar siswa. Kata Kunci : pola asuh orang tua, kebiasaan belajar, dan prestasi belajar. This research aim to to know relation: (1) pattern take care of old fellow to achievement learn, (2) habit learn to achievement learn, (3) by together between pattern take care of old fellow and habit learn to achievement learn class student of IV even semester in District Of Melaya, Sub-Province of Jembrana school year 2012 / 2013. This Research type is facto post ex. Level of population in this research is entire/all class student of IV even semester in District Of Melaya, Sub-Province of Jembrana school year 2012 / 2013 amounting to 1.055 student people. Sampel or census in this research amount to 285 student. used Method data collecting that is method of kuesioner to measure pattern take care of old fellow and habit learn, and method record-keeping of document to note student achievement. Technique analyse data the used is descriptive analysis and analysis of regresi.Result of research indicate that (1) There are relation which is pattern signifikan take care of old fellow to achievement learn student with contribution equal to 18,23%. (2) There are relation which is habit signifikan learn to achievement learn student with contribution equal to 10,6%. (3) By together there are relation which is signifikan between pattern take care of old fellow and habit learn to achievement learn student with contribution equal to 70,56% with category very strong. Pursuant to result of research, please conclude that pattern take care of old fellow and habit learn to influence achievement learn student. keyword : pattern take care of old fellow, habit learn, and achievement learn
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SEMESTER I SDN 9 PADANGSAMBIAN ., Kadek Saridewi; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2445

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berbasis keterampilan proses sains dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD N 9 Padang Sambian. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan eksperimen Nonrandomized Control Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V di SD N 9 Padang Sambian. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VA dan siswa kelas VD dengan jumlah 90 siswa. Sampel dipilih dengan tehnik random sampling. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan melalui tes obyektif berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berbasis keterampilan proses sains dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD N 9 Padang Sambian (nilai thit = 3,79 dan ttabel = 2,000) jadi thitung > ttabel. ). Nilai rata-rata hasil belajar IPA yang dicapai oleh kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berbasis keterampilan proses sains (69,79) lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata hasil belajar IPA yang dicapai kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (60,84). Dengan demikian model pembelajaran generatif berbasis keterampilan proses sains berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V semester 1 SD N 9 Padang Sambian. Kata Kunci : Model Pembelajaran Generatif Berbasis Keterampilan Proses Sains dan Hasil belajar IPA. The purpose of this study was to determine the significant differences between the science learning outcomes of students who learned with the model-based generative learning science process skills with students who learned with conventional learning in the fifth grade students of SD N 9 Padang Sambian.This study is an experimental research with experimental design nonrandomized control group pretest-posttest design. The population is all fifth grade students in SD N 9 Padang Sambian. Samples were students of class VA and VD by the number of students was 90 students. The sample was selected by random sampling technique. The data of learning outcomes science student collected through multiple choice objective test. The data collected were analyzed using t-test statistical analysis. The results showed that there were significant differences in science learning outcomes between students who learned with the model-based generative learning science process skills with students who learned with conventional learning in the fifth grade students of SD N 9 Padang Sambian (tcount value = 3.79 and t table = 2.000) so tcount > ttable. The average value of science learning outcomes are achieved by a group of students who learned with the model-based generative learning science process skills (69.79) is higher than the average value of science learning outcomes are achieved group of students who learned with conventional learning (60, 84). Thus the generative learning model based science process skills affect learning outcomes IPA semester one of fifth grade students of SD N 9 Padang Sambian. keyword : Generative Learning Model Based Science Process Skills and Science learning outcomes.
PENGARUH QUANTUM LEARNING MELALUI TEKNIK CIRC TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SD GUGUS 1 KEDIRI TAHUN AJARAN 2013/2014 ., I Made Tirta Edinata; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar keterampilan membaca pemahaman Bahasa Indonesia antara siswa yang belajar dengan model quantum learning melalui teknik Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dan siswa yang belajar secara konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain the nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus I Kediri Tabanan. Sampel penelitian ditentukan dengan sampling purposive. Data keterampilan membaca pemahaman dikumpulkan dengan instrument berupa tes objektif, kemudian data dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar keterampilan membaca pemahaman Bahasa Indonesia antara siswa yang belajar dengan model quantum learning melalui teknik Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dan siswa yang belajar mengunakan model pembelajaran konvensional terhadap keterampilan membaca pemahaman Bahasa Indonesia siswa kelas V SD gugus I Kediri, Tahun Pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : quantum learning, Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), keterampilan membaca pemahaman dan bahasa Indonesia. This study aims to determine significant differences in learning outcomes of reading comprehension skills between Indonesian students who studied the quantum model of learning by Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) technique and students who studied conventionally. This research is a quasi experimental design with nonequivalent control group design. The population in this study were all students of class V SD Gugus I Kediri Tabanan. The sample was determined by purposive sampling. The collecting data of reading comprehension skills by instruments are form of an objective test, then the data were analyzed by t-test. The results of the study that there are significant differences in learning outcomes of reading comprehension skills between Indonesian students who studied the quantum model of learning by Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) technique and students who studied conventionally learning models with Indonesian reading comprehension skills of fifth grade SD Gugus I Kediri, in 2013/2014.keyword : quantum learning, Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), reading comprehension skills and Indonesian .
PENGARUH PENDEKATAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD ., Made Asri Andayani; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang belajar menggunakan pendekatan Reciprocal Teaching dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 di SD desa Anturan Kecamatan Buleleng yang berjumlah 118 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Anturan yang berjumlah 41 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 1 Anturan yang berjumlah 39 orang sebagai kelas control. Penentuan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Data siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes . Data yang dikumpulkan dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh rata–rata pemahaman konsep IPA kelompok eksperimen adalah 22,85, sedangkan dari rata–rata pemahaman konsep IPA kelompok kontrol yaitu 14,38. Dari hasil analisis data, diperoleh thitung = 8,39 lebih besar daripada ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,00. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan pendekatan Reciprocal Teaching dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian pendekatan Reciprocal Teaching memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman konsep IPA siswa pada kelas V. Kata Kunci : reciprocal teaching, pemahaman konsep IPA This study aims to determine the differences between the groups understanding of science concepts that students learn to use Reciprocal Teaching approaches and groups of students who are taught using conventional learning models . This research is a quasi experimental study . The study population was all students in the class V semester of academic year 2013/2014 in the village primary school Anturan Buleleng , amounting to 118 people . The samples in this study were fifth grade students of SD Negeri 2 Anturan which amounted to 41 people as the experimental class and fifth grade students of SD Negeri 1 Anturan , amounting to 39 people as a control class . Determination of the sample using simple random sampling technique . Student data collected using test . The data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics . Based on calculations, the average understanding of science concepts experimental group was 22.85 , while the average understanding of science concepts control group is 14.38 . From the analysis of the data , obtained t = 8.39 is greater than t table ( at the significance level of 5 % ) = 2.00 . The results of this study showed significant differences between the groups of students who are learning using Reciprocal Teaching approach with a group of students who learn using conventional learning models . Thus Reciprocal Teaching approach gives significant influence on students' understanding of science concepts in class V.keyword : reciprocal teaching, understanding of science concepts
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CTL BERBASIS BUDAYA BALI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD GUGUS SUKAWANA ., I Kadek Nadiartana; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2448

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep dalam mata pelajaran IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CTL berbasis budaya Bali dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di SD Gugus Sukawana Kecamatan Kintamani Kabupaten bangli. Prosedur penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain post-test only with non equivalent control group design. Popupasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus Sukawana Kecamatan Kintamani Tahun Pelajaran 2012/2013. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 49 orang. Teknik pengambilan sampel adalah teknik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data pemahaman konsep siswa diperoleh dengan menggunakan tes pilihan ganda diperluas. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep dalam mata pelajaran IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CTL berbasis budaya Bali dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini dibuktikan dengan Rata-rata skor pemahaman konsep siswa kelompok eksperimen adalah 31,1 berada pada kategori tinggi sedangkan skor pemahaman konsep siswa kelompok kontrol adalah 24,8 berada pada kategori sedang dengan nilai thitung sebesar 3,215 dan ttab = 2,021 maka thitung lebih besar dari ttab. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CTL berbasis budaya Bali lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Kata Kunci : CTL, budaya Bali, pemahaman konsep Abstract The research aims to determine differences in understanding of concepts in science among the group of students who learned with CTL-based learning model Balinese culture and the group of students who learned with conventional learning models in class V student of the school year 2013/2014 in the SD group Sukawana district of Kintamani Bangli regency. The research procedure is quasi-experimental studies and using post-test only design with non-equivalent control group design. Popupasi this study were all fifth grade students of elementary schools in the district of Kintamani Sukawana Cluster Academic Year 2012/2013. The sample used in this study amounted to 49 people. Sampling technique is random sampling technique, but the class was randomly assigned. Data obtained with students' understanding of the concept of using extended multiple choice test. The data collected were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). The analysis showed that there were differences in understanding concepts in science among the group of students who learned with CTL-based learning model Balinese culture and the group of students who learned with conventional learning models. This is evidenced by the average score of the experimental group students' understanding of concepts was 31.1 at the high category while scores of understanding the concept of the control group was 24.8 students in middle category with tcount ttab = 3,215 and then 2,021 t greater than ttab. Based on these results it can be said that a group of students who learned with CTL-based learning model Balinese culture is better than the group of students who learned with conventional learning models. keyword : CTL, Balinese culture, understanding concepts
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TGT DENGAN BANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Dewa Bagus Putu Diva Ariesta; ., I Nyoman Arcana,SST., M.Pd.; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelas yang menerapkan model pembelajaran TGT dengan bantuan media audio visual dan kelas yang menerapkan model pembelajaran konvenional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only with non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus III Kecamtan Buleleng, Kabupaten Buleleng yang berjumlah 129 siswa. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 74 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan tehnik simple random sampling dengan cara undian. Pengumpulan data dengan menggunakan tes hasil belajar dengan soal pilihan ganda yang berjumlah 30 butir. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistisk inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelas yang menerapkan model pembelajaran TGT dengan bantuan media audio visual dan kelas yang menerapkan model pembelajaran konvenional (thitung = 6,989 ; ttabel = 1,666). Rata – rata hasil belajar IPA dengan model pembelajaran TGT dengan bantuan media audio visual adalah 78.4 yang berada pada kriteria sangat tinggi. Sedangkan kelas yang belajar dengan model pembelajaran konvensional adalah 57,3 yang berada pada kriteria sedang. Jadi model pembelajaran TGT dengan bantuan media audio visual berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA.Kata Kunci : TGT, Media Audio Visual, Hasil Belajar This research was aimed in knowing the differences of the students’ scores of Science class between the students, who were taught by using TGT with audio visual aids and the students, who were taught by using conventional teaching model. This research was a quasi experimental research with post test only with non equivalent control group design. The population of this research was all of the fifth grade students of elementary Cluster III of Buleleng District, Buleleng Regency. The number of the population were 129 students. The samples of this study were 74 students. The samples of the study were determined by using simple random technique. The samples were choosen by using lottery. The data colection was done by using 30 mutiple-choice tests. The descriptive statistic and inferensial statistic a t-score was used in the data analysis. The result of the study showed that there was a significant diference of the Science scores of the students between the students, who were taught by using TGT with audio visual aids and the students, who were taught by using conventional teaching model (counted = 6,989 ; table = 1,666). The average score of the students, who were taught by using TGT with audio visual aids, was 78.4. This average score is in high criteria. Meanwhile, the average score of the students, who were taught by using conventional teaching method, was 57.3. This average score is in moderate criteria. Therefore, TGT with audio visual aids teaching method influenced the students’ score in Science class.keyword : TGT, Audio Visual Media, Learning Results.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INSIDE OUTSIDE CIRCLE (IOC) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DI GUGUS VII KECAMATAN SAWAN ., Kadek Megawati; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2450

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Inside Outside Circle (IOC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Inside Outside Circle (IOC) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di gugus VII Kecamatan Sawan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus VII Kecamatan Sawan tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian ini diambil dengan simple random sampling dengan tehnik undian. Dari hasil undian diperoleh SD Negeri 3 Sinabun sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 32 orang dan SD Negeri 3 Suwug sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 20 orang. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode tes dan instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar berupa pilihan ganda, yang berjumlah 30. Data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t) polled varians. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Inside Outside Circle (IOC) dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata untuk kelas eksperimen sebesar 19,44 sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 15,40. Selain itu, analisis data menggunakan uji-t diperoleh thitung = 14,49 lebih besar dibandingkan dengan ttabel=2,007 pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif Inside Outside Circle (IOC) berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif IPA siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di gugus VII Kecamatan Sawan.Kata Kunci : model IOC, hasil belajar IPA The research used type of cooperative learning model of Inside Outside Circle (IOC). The aimed of this research is to know the difference of science learning achievement between student groups that have been studied by cooperative learning model of Inside Outside Circle (IOC) type and student groups that have been studied conventional learning model of fifth grade student of year 2013/2014 in cluster VII of Sawan District. The kind of this research is quasi-experiment research. The population of this research is all of students of fifth grade in cluster VII of Sawan District of academic year 2013/2014. The sample was taken by simple random sampling with lottery technique. From lottery result obtained by Elementary School number 3 of Sinabun as a experiment class with 32 students and Elementary School number 3 of Suwug as a control class with 20 students. This Research data is obtained by using learning achievement test method and instrument which use is of multiple choices, by total student is 30 people. The data is analyzed by using descriptive statistical analysis and inferential statistic (uji-t) polled varians. The result of the research indicates that there are the difference in science learning achievement between student groups that have studied using learning Inside Outside Circle (IOC) model and student groups that have studied using conventional learning model. Average score for the experiment class is 19,44 and for the control class is 15,40. Besides that, data analysis used uji-t that is obtained tvalue = 14,49 is bigger than ttable=2,007 at 5% of significant level. Thereby, cooperative learning model of Inside Outside Circle (IOC) have an effect on to cognitive science learning achievement of fifth grade of academic year 2013/2014 in cluster VII of Sawan District. keyword : model IOC, science learning achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TEKNIK MARRY GO ROUND BERMEDIA BENDA KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD ., Kadek Dian Anggraeni; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2451

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran cooperatif learning teknik marry go round bermedia benda konkret, kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus I Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV Gugus I Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng yang berjumlah 144 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri 1 Kalianget yang berjumlah 19 orang dan siswa kelas IV SD Negeri 2 Kalianget yang berjumlah 14 orang. Data hasil belajar Matematika dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelompok eksperimen tergolong sangat tinggi dengan rata-rata 21,45. Sedangkan, hasil belajar matematika siswa kelompok kontrol tergolong tinggi dengan rata-rata 15,79. Terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran cooperatif learning teknik marry go round bermedia benda konkret dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional (thitung > ttabel, thitung = 5,411 dan ttabel = 2,201). Dengan demikian, model pembelajara cooperatif learning teknik marry go round bermedia benda konkret berpengaruh terhadap hasil belajar Matematika siswa.Kata Kunci : teknik marry go round, media konkret, hasil belajar This study aimed to analyze the differences in outcome between groups of students learning mathematics is learned with guided inquiry model of media -aided graphics with a group of students who learned with the conventional model of the fourth grade students in Cluster I Seririt Buleleng District of Academic Year 2013 . This research is a quasi experimental study . The study population was all students in the class I cluster Seririt Buleleng District of academic year 2013/2014 , amounting to 144 people . The sample of this study is the fourth grade students of SD Negeri 1 Kalianget totaling 19 persons and fourth grade students of SD Negeri 2 Kalianget totaling 14 people . Mathematics learning outcomes data were collected using a multiple-choice test . The data obtained were analyzed using descriptive statistical analysis techniques and inferential statisticsnamelyt-test. The results of this study showed that the experimental group students' learning outcomes as very high with an average of 21.45 . Meanwhile , the results of the control group students' mathematics learning is high with an average of 15.79 . There are differences in mathematics learning outcomes significantly between groups of students who learned with the learning model of cooperative learning techniques marry go round concrete objects with a group of media students who learned with the conventional model ( t count > t table , t count = 5.411 and the table = 2.201 ) . Thus , the learning model of cooperative learning techniques marry go round concrete objects of media influence on student learning outcomes Mathematicskeyword : techniques marry go round , concrete media , mathematics learning, outcomes

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue