cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS V SD GUGUS KOLONEL I GUSTI NGURAH RAI DENPASAR UTARA ., Ni Luh Putu Yanti Winda Sari; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan model pembelajaran Kooperatif Tipe GI berbantuan Media Konkret terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus Kolonel I Gusti Ngurah Rai. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain eksperimen yang digunakan desain eksperimen semu dengan rancangan kelompok non-ekuivalen. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas V SD Gugus Kolonel I Gusti Ngurah Rai Tahun Ajaran 2016/2017. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VC SDN 1 Ubung sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah 37 siswa dan kelas VA SDN 2 Ubung sebagai kelompok kontrol dengan jumlah 40 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan metode tes, yakni tes pilihan ganda biasa yang berjumlah 30 butir soal yang telah di validasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitung=6,46 dengan taraf signifikansi 5% dan dk=75 diperoleh nilai ttabel=2,000 sehingga thitung=6,46> ttabel=2,000 maka Ho ditolak. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Kooperatif Tipe GI berbantuan Media Konkret dan siswa yang tidak dibelajarkan melalui model pembelajaran Kooperatif Tipe GI berbantuan Media Konkret pada siswa kelas V SD Gugus Kolonel I Gusti Ngurah Rai. Rerata nilai kompetensi pengetahuan IPA yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Kooperatif Tipe GI berbantuan Media Konkret, yaitu 84,45 dengan predikat Baik (B) dan siswa yang tidak dibelajarkan melalui model pembelajaran Kooperatif Tipe GI berbantuan Media Konkret yaitu, 72,5 dengan predikat Cukup (C). Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Kooperatif Tipe GI berbantuan Media Konkret berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus Kolonel I Gusti Ngurah Rai.Kata Kunci : group investigation, kompetensi pengetahuan IPA This study aims to difference the effect of science between grade V students in SD Gugus Colonel I Gusti Ngurah Rai who is learning to use cooperative learning model type GI with concrete media and students who are studying the coalition on the theme of ecosystem. This research is an experimental research with the research design used is a quasi-experimental design (nonquivalent control group design). Population in this research is all student of class V at SD Gugus Colonel I Gusti Ngurah Rai District of North Denpasar. Determination of the sample is done by random sampling technique which is first done equality test on every member of population. Method of completion of data in this research is test method. Data collecting knowledge of IPA analyzed by t-test. The result of the research based on the observed data shows the significant difference of science knowledge between grade V students in Colonel I Gusti Ngurah Rai Sub District, North Denpasar Lesson Year 2016/2017 who are studying using GI Co-operative Learning Model with Concrete Media and students who are learning learning On the theme of ecosystem is dk = 37 + 40-2 = 75 with significant level 5%, then obtained (tct = 6.46> ttabel = 2.000) and the average knowledge of science that is learning using cooperative learning model type GI with concrete media , Namely 84.45 and students who follow the conventional learning, which is 72.5. Thus, it can be concluded that there is influence of Cooperative Type Learning Model GI with Concrete Media to science knowledge of grade V students of SD Gugus Colonel I Gusti Ngurah Rai District of North Denpasar Lesson Year 2016/2017. keyword : Group investigation, science knowledge competence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SSCS BERBANTUAN KARTU MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS III SD DI GUGUS XIII KECAMATAN BULELENG ., I Gede Putu Suryawan; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) untuk mengidentifikasi kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa kelas III SD yang mengikuti model pembelajaran konvensional, 2) untuk mengidentifikasi kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa kelas III SD yang mengikuti model pembelajaran Search, Solve, Create and Share (SSCS), 3) mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran SSCS berbantuan kartu masalah dengan kelompok siswa yang melaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas III SD N 1 Baktiseraga yang berjumlah 23 orang dan siswa kelas III SD N 1 Banjar Tegal yang berjumlah 24 orang. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes essay. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas III semester II di Gugus XIII Kecamatan Buleleng yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran SSCS berbantuan kartu masalah dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (thitung > ttabel, thitung = 22,5 dan ttabel = 2,021). Berdasarkan temuan di atas, disimpulkan bahwa model pembelajaran SSCS berbantuan kartu masalah berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model SSCS, kemampuan pemecahan masalah This research aims to 1) to identify problem solving abilities of mathematics in third grade elementary school students who follow conventional learning model, 2) to identify problem solving abilities of mathematics in third grade elementary school students who follow the learning model of Search, Solve, Create and Share (SSCS) , 3) to know the difference of problem solving ability of student mathematics among group of students who follow the learning model of SSCS assisted problem card with group of students who implement the learning using conventional learning model. The sample of this research is students of class III SD N 1 Baktiseraga which amounted to 23 people and students of class III SD N 1 Banjar Tegal which amounted to 24 people. Data of students' mathematical problem solving skills was collected using an essay test. The data obtained were analyzed using descriptive statistics and inferential statistic analysis, t-test. The results of this study indicate that there are differences in the ability of problem solving mathematics problems of third grade students of semester II in Buleleng District XIII cluster significantly between groups of students who follow the learning model SSCS assisted problem cards with groups of students following the conventional learning model (thitung> ttabel, thitung = 22,5 and ttable = 2.021). Based on the above findings, it is concluded that SSCS-assisted learning model of problem cards has a positive effect on mathematical problem solving ability compared with conventional learning model.keyword : SSCS teaching method, problem solving
Pengaruh Model Pembelajaran Quantum Learning berbantuan Peta Konsep terhadap Hasil belajar IPA Siswa Kelas V SD Gugus III Kecamatan Tabanan tahun pelajaran 2016/2017 ., Ni Putu Intan Pratiwi; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10666

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran quantum learning berbantuan peta konsep dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional di SD Gugus III KecamatanTabanan. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen(eksperimen semu) dengan desain Nonequivalent control group design.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus III KecamatanTabanan Tahun Pelajaran 2016/2017 terdiri dari 6 SD yang berjumlah 142 orang.Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu Random Sampling. Data penelitian ini dilakukan dengan metode tes untuk hasil belajar IPA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran quantum learning berbantuan peta konsep memiliki mean=80.1 termasuk dalam kategori baik dengan nilai tertinggi pada kelompok eksperimen yaitu 93,3 dan nilai terendah yaitu 60 (2) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional memiliki mean=73.6 termasuk dalam kategori cukup dengan nilai tertinggi pada kelompok kontrol yaitu 86,6 dan nilai terendah yaitu 50, (3) hasil perhitungan thitung = 3.14 sedangkan ttable dengan dk= n1+n2-2 = 67 dan taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Ini berarti thitung>ttable , sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran quantum learning berbantuan peta konsep memberikan pengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus III Kecamatan Tabanan tahun pelajaran 2016/2017Kata Kunci : Quantum Learning, peta konsep, hasil belajar ABSTRACT This study aims to determine the difference of science learning result of students who were taught using a model of learning quantum learning assisted concept map with students who were taught using conventional learning in SD Gugus III Kecamatan Tabanan. This research type is quasi experiment (quasi experiment) with design of Nonequivalent control group design. Population in this research is all student of class V in SD Gugus III Sub District Tabanan Lesson Year 2016/2017 consist of 6 elementary school which amounts 142 people. Sampling technique in this research is Random sampling. This research data is done by test method for science learning result. The result of the research shows that (1) The learning result of science students who follow the learning model of quantum learning with concept map have mean = 80.1 included in the good category with the highest score in the experimental group is 93.3 and the lowest score is 60 (2) the learning result of students who follow the conventional learning has mean = 73.6 were included in the category with the highest score in the control group of 86.6 and the lowest score of 50, (3) The result of t calculation = 3.14 while t table with dk = n1 + n2-2 = 67 and 5% significance level is 2,000. This means t calculation > t table, so it can be concluded that the learning model of quantum learning assisted concept map gives influence to the learning result of science students of grade V SD Gugus III Kecamatan Tabanan year lesson 2016/2017. keyword : Quantum Learning, Concept maps, learning result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SEMESTER II DI GUGUS VI KECAMATAN GEROKGAK TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., I Kadek Agus Septi Artawan; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan dari hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Quantum teaching dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD di gugus VI Kecamatan Gerokgak. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD N 1 Pemuteran dan siswa kelas V SD N 4 Pemuteran, yang ditentukan dengan teknik random sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 126 siswa dan jumlah sampel sebanyak 59 orang siswa. Instrumen pada penelitian ini yaitu tes hasil belajar IPA. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial melalui uji- t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thit = 7,734 dan ttab (pada taraf signifikansi 5%) = 2,000. Hal ini berarti bahwa thit > ttab, sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran quantum teaching dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dilihat dari rata-rata skor yaitu 24,3 > 16,4. Dengan demikian, model pembelajaran quantum teaching berpengaruh lebih baik terhadap hasil belajar IPA dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Pembelajaran quantum teaching, hasil belajar IPA The purpose of this research was to know the significant differences of the result of learning IPA between the group of students who were learnt by quantum teaching learning method and the group of students who were learnt by conventional teaching learning method. The population of this research was V grade students of gugus VI, Gerokgak District. The Samples of this research were V grade students of SD N 1 Pemuteran and V grade students of SD N 4 Pemuteran, which were chosen by random sampling technique. The population of this research consisted of 126 students and the samples were 59 students. The instrument of this research was the result of the test in learning IPA. The data were analyzed by using descriptive statistic and inferential statistic through t-test. The result shows that thit = 7.734 and ttab (at 5% significant level) = 2.000. It indicates that thit > ttab, in this case there is a significant differences of the result of learning IPA between the group of students who were learnt by quantum teaching learning method and the group of students who were learnt by conventional teaching learning method. So, by seeing at the mean score 24.3 >16.4, it can be concluded that quantum teaching learning method has a better effect of the result of learning IPA than conventional teaching learning method. keyword : quantum teaching learning method, student’s science achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BERNUANSA OUTDOOR STUDY TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS V ., Kadek Dewi Trisnayanti; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri bernuansa outdoor study dengan siswa yang dibelajarkan secara konvensional pada siswa kelas V SD Negeri di Gugus Budi Utomo Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Negeri Gugus Budi Utomo dengan jumlah siswa sebanyak 313 siswa. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 82 siswa, 40 siswa kelas VB SD Negeri 1 Kesiman sebagai kelas eksperimen dan 42 siswa kelas V SD Negeri 5 Kesiman sebagai kelas kontrol. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes jenis objektif bentuk pilihan ganda biasa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis data uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 3,27>ttab = 2,00 pada taraf signifikan 5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penguasaan kometensi pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri bernuansa outdoor study dengan siswa yang dibelajarkan secara konvensional, dan dilihat dari nilai rata-rata kelas eksperimen = 79,08> = 72,74 pada kelas kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri bernuansa outdoor study berpengaruh terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Negeri Gugus Budi Utomo Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : Inkuiri, outdoor study, kompetensi pengetahuan IPA. This research aimed to determining the significant defference mastery of knowledge competence in Science learning among groups of students that learned using Inquiry Learning Model nuanced outdoor study with groups of students that learned using conventional learing to fifth grade elementary school studens at the Cluster Budi Utomo. Type of this research was quasi-experimental, with non-equivalent control group design. The population in this research were all of students in fifth grade elementary school students at the cluster Budi Utomo school years 2016/1017 amounted 313 students. The sample of this research using random sampling technique. To determine experiment group and control group I do it with draw and get the fifth-B grade of SD Negeri 1 Kesiman students amounted 40 students as experiment group and the fifth grade of SD Negeri 5 Kesiman students amounted 42 students as control group. Method of collecting data in this research using the multiple-choice text test method. Data that has been collected is analyzed using inferential statistics analysis method (uji-t). Based on data analysis, obtained thit = 3,27>ttab = 2,00 at significant level 5%. So it can be conclude that there are significant differences mastery of knowledge competence in science learning among groups of students that learn using Inquiry Learning Model nuanced outdoor study with groups of students that learned using conventional learing, and seen from the average value experiment group = 79,08> = 72,74 on control group. In this research it can be conclude that there application Inquiry Learning Model nuanced outdoor study effect on mastery of knowledge competence in science fifth grade elementary school studens at the Cluster Budi Utomo school years 2017/2017keyword : Inquiry, outdoor study, knowledge competence in science
Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation Berbantuan Media lingkungan Terhadap Kompetensi Pengetahuan IPA Siswa Kelas IV SD Gugus Budi Utomo Denpasar Timur Tahun Pelajaran 2016/2017 ., Kadek Ari Setiawati; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10669

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara siswa kelas IV yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Group Investigation berbantuan media lingkungan dengan siswa yang dibelajarkan pembelajaran konvensional di SDN Gugus Budi Utomo Kecamatan Denpasar Timur. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen semu ( nonequivalent control group design ). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SDN Gugus Budi Utomo Kecamatan Denpasar Timur. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling pada anggota populasi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes. Data yang dikumpulkan berupa nilai kompetensi pengetahuan IPA yang dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian berdasarkan analisis data, diperoleh thitung = 6,27 dan dengan taraf signifikan 5% (dk = 71) diperoleh harga ttabel = 2,00 maka H0 yang menyatakan tidak terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara siswa kelas IV yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Group Investigation berbantuan media lingkungan dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional di SDN Gugus Budi Utomo Kecamatan Denpasar Timur ditolak, dan rerata pengetahuan IPA yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran Group Investigation berbantuan media lingkungan, yaitu 84,5 dan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional, yaitu 73,2. Dengan demikian, dapat disimpulkan terdapat pengaruh model pembelajaran Group Investigation berbantuan media lingkungan terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV Gugus Budi Utomo Kecamatan Denpasar Timur. Kata Kunci : model pembelajaran Group Investigation, media lingkungan , kompetensi pengetahuan IPA Abstract This research aimed to determine the significant differences of the competence of IPA knowledge between fourth grade students who learned with Group Investigation learning model assisted with the environment media with students learned the conventional learning in elementary school group Budi Utomo East Denpasar District. This research is an experimental research with the research design used is a quasi-experimental design (nonequivalent control group design). The population in this research is all fourth graders in elementary school group Budi Utomo East Denpasar District. Determination of the sample is done by random sampling technique on member of population. Data collection method in this research is test method. The data collected in the form of the competence of IPA knowledge that is analyzed by t-test. The result of research based on data analysis, obtained tcount = 6,27 and with significant level 5% (dk = 71) obtained ttable price = 2.00 then H0 which states there is no difference of the competence of IPA knowledge competence among fourth grade students who learned with Group Investigation learning model assisted with the environment media with students who learned the conventional learning in elemenrary school group in Budi Utomo East Denpasar District was rejected, and the average of IPA knowledge learned using Group Investigation model assisted with the environment media, that is 84,5 and students Which learned the conventional learning, which is 73,2 Thus, it can be concluded that there is influence of Group Investigation learning model assisted with the environment media of competence of IPA knowledge of fourth grader of elementary school group Budi Utomo East Denpasar District. keyword : Group Investigation learning model, the environment media, IPA knowledge competence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV SD ., Ni Putu Seni Armini; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Think Talk Write (TTW) dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional pada siswa kelas IV semester II di SD Gugus II Kecamatan Buleleng. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Posttest-Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah kelas IV semester II di SD Gugus II Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 134 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sebanyak 22 siswa kelas IV SD Negeri 1 Penarukan dan 25 siswa dari kelas IV SD Negeri 2 Penarukan dipilih sebagai sampel. Data skor hasil belajar IPA dikumpulkan dengan instrumen tes pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Think Talk Write (TTW) dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, dengan nilai thitung sebesar 6,59 dan ttabel sebesar 2,014. Artinya, thitung lebih besar dari ttabel. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV semester II di SD Gugus II Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Kata kunci: hasil belajar, IPA, think talk write The purpose of this research is to know the difference of science learning outcomes between groups of students follow by Think Talk Write (TTW) learning model and group of students follow by conventional learning model in fourth grade second semester students at SD Gugus II Kecamatan Buleleng. This plan of research to used Nonequivalent Posttest-Only Control Group Design. The population of this research is the second semester students in fourth grade in SD Gugus II kecamatan Buleleng in academic year 2016/2017, which are 134 students. The sample take with random sampling thenique. Amounts 22 students from fourth grade students in SD Negeri 1 Penarukan and amounts 25 students from fourth grade students of SD Negeri 2 Penarukan to choiced as sample. The score data of the science learning outcomes were collected by multiple choice test instrument. The data collected were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The results showed that there were differences of science learning outcomes between groups of students who were follow by Think Talk Write (TTW) learning model and group of students who were follow by conventional learning model, with the thitung is 6,59 and ttabel is 2,014. The data means that the thitung is greater than ttabel. Based on the results of this study, it can be concluded that Think Talk Write (TTW) given positive effect to science learning outcomes in fourth grade seconde semester students in SD Gugus II Kecamatan Buleleng in academic year 2016/2017.keyword : Keywords: laerning outcome, sciences, think talk write
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN PETA PIKIRAN DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Ni Made Dwi Kartika; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan peta pikiran terhadap hasil belajar IPA sebelum dan setelah mengontrol motivasi berprestasi siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus II Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 182 siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Pegayaman dan siswa kelas V SD Negeri 3 Gitgit. Data motivasi berprestasi dikumpulkan dengan instrurmen berupa kuesioner dan data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan intrumen tes pilihan ganda. Teknik analisis yang digunakan adalah Uji-t sampel independen dan Anakova satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan peta pikiran terhadap hasil belajar IPA sebelum mengontrol motivasi berprestasi siswa (thitung = 9,353 dan signifikansi 0,000
Pengaruh Model Pembelajaran Course Review Horay Terhadap Pemahaman Konsep IPA Pada Siswa Kelas V SD Di Gugus III Kecamatan Jembrana Tahun Pelajaran 2016/2017 ., Made Rita Dwi Pramayanti; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10676

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran course review horay dan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan penelitian digunakan adalah “Post Test Only Control Group Design”. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas V sekolah dasar di gugus III Kecamatan Jembrana Tahun Pelajaran 2016/2017. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling dan diperoleh kelas V SD Negeri 6 Dauhwaru sebagai kelompok eksperimen dan kelas V SD Negeri 4 Dauhwaru sebagai kelompok kontrol. Data pemahaman konsep IPA siswa dikumpulkan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran course review horay dan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Jembrana Tahun Pelajaran 2016/2017. Hal ini ditunjukkan oleh thitung (4,24) > ttabel (2,058) dan rata-rata (mean) kelompok eksperimen (15,75) lebih besar dari rata-rata (mean) kelompok kontrol (11). Ini berarti model pembelajaran course review horay berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Jembrana. Kata Kunci : course review horay, pemahaman konsep IPA, model pembelajaran konvensional, siswa kelas V ABSTRACT This research aimed to know the significant difference to the understanding science concept between students who are learned by using Course Review Horay model and the students who are learned by using conventional learning. The type of this research was quasi-experimental research which used Post Test Only Control Group Design. The population of this research was the fifth grade students of group III Jembrana sub district in academic year 2016/2017. Sample is determined by using random sampling technique and class V elementary school 4 Dauhwaru as experimental group and elementary school 4 Dauhwaru as control group. The data of students’ understanding science concept was gathered by using descriptive statistical and inferential statistical analysis (T-test). The result of study shows that there isa significant difference in understanding the concept of science between students who are learned by using Course Review Horay model and the students who are learned by using conventional learning in the fifth grade students of the elementary school in group III Jembrana sub district in academic year 2016/2017. It can be shown by tarithmetic(8,637) >ttable(2,058) and the mean of experimental group (16,85) bigger than the mean of control group (12,35). It means that Course Review Horay learning model influenced to the understanding of science concept in the fifth grade of elementary school in group III Jembrana sub district. keyword : course review horay, understanding of science concept, conventional learning model, fifth grade students
Pengaruh Model Pembelajaran POGIL Terhadap Hasil Belajar IPA pada Siswa Kelas V SD ., Gylank Okka Prathama I.W.; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran POGIL dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran POGIL pada kelas V SD di Gugus III Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Banjar yang berjumlah 7 kelas. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SDN 3 Dencarik dengan jumlah siswa 14 orang dan kelas V SDN 1 Tampekan dengan jumlah siswa 15 orang, yang ditentukan dengan random sampling. Data dikumpulkan dengan metode tes. Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu dengan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial melalui uji-t. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran POGIL dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran POGIL. Dilihat dari rata-rata skor kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran POGIL dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran POGIL yaitu 23,93 > 18,80. Adanya perbedaan hasil belajar IPA menandakan model pembelajaran POGIL berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : model pembelajaran POGIL, hasil belajar IPA To knowing the difference of science learning results between groups of students learned with POGIL model and groups of students not learned with POGIL model in fifth grade elementary school students in cluster III Banjar district, Buleleng regency, in 2016/2017 school year. The research was quasi experiment with post test only control group design. The population was fifth grade elementary school students in cluster III Banjar district which consists of 7 classes. The sample of this research were fifth grade students in SDN 3 Dencarik which consisted of 14 students and fifth grade students in SDN 1 Tampekan which consisted of 15 students, involved by random sampling technique. Data collected by the test method. Data were analyzed using two steps, by descriptive statistics and inferential statistic through t-test. The result of the analyses showed that there were differences of the science learning result among group students that learned with POGIL model and group students that not learned with POGIL model. Judging from the average score of a group of students that learned with POGIL model larger than the group of students that not learned with POGIL model, amount 23,93 > 18,80. Based on the result, can be concluded that POGIL model influence the science learning result in fifth grade cluster III Banjar distric, Buleleng regency, in 2016/2017 school year.keyword : POGIL model, science learning result

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue