cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH STRATEGI INKUIRI SOSIAL BERBANTUAN POWER POINT TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD ., Ni Luh Putu Muri Adnyani; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3081

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan melalui strategi pembelajaran inkuiri sosial berbantuan media power point dengan siswa yang dibelajarkan secara konvensional pada kelas V SD Gugus II Mengwi Badung tahun ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu, dengan desain nonequevalent control group design. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas V SD gugus II Mengwi Badung tahun ajaran 2013/2014. Sampel penelitian ditentukan melalui teknik purposive random sampling untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen adalah kelas VB SD No. 1 Buduk yang berjumlah 37 siswa dan kelas kontrol adalah kelas V SD No. 2 Buduk yang berjumlah 43 siswa. Data hasil belajar IPS dikumpulkan menggunakan metode tes, kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis data menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan melalui strategi pembelajaran inkuiri sosial berbantuan media power point dengan siswa yang dibelajarkan secara konvensional pada kelas V SD Gugus II Mengwi Badung tahun ajaran 2013/2014. Hal tersebut dibuktikan dari t_hitung = 3,35 > ttabel(α=0,05,78)= 2,000 dengan dk = 37 + 43 – 2 = 78, serta taraf signifikansi 5%, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Selain itu, nilai rata-rata kelas eksperimen X ̅ = 81,07 > X ̅ = 73,29 pada kelas kontrol. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran inkuiri sosial berbantuan media power point berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD gugus II Mengwi Badung tahun ajaran 2013/2014. Kata Kunci : strategi pembelajaran, inkuiri sosial, media power point, hasil belajar IPS. This research aimed to determine a significant difference in social science learning’s outcomes between the students who learned through the social inquiry learning strategy assisted by power point media and the students who learned through the conventional teaching method in fifth grade of elementary school Cluster II Mengwi, Badung in 2013/2014 academic year. This research was a quasi experimental research that used none-equivalent control group design. The populations of this research were all the fifth grade students in elementary school Cluster II Mengwi, Badung in 2013/2014 academic year. The samples of this research were determined through the purposive random sampling technique to define the experimental class and the control class. The experimental class was the fifth grade B of elementary school number 1st Buduk which has 37 students and the control class was the fifth grade students of elementary school number 2nd Buduk which has 43 students. The students’ results in the social science subject in this research were collected through the test method and it would be analyzed through the t-test. The result of the data analysis shows that there are a significant difference in the social science learning’s outcomes between the students who learn through the social inquiry learning strategy assisted by power point media and the students who learn through the conventional teaching method in fifth grade of elementary school Cluster II Mengwi, Badung in 2013/2014 academic year. This result can be proved through t_value = 3,35 > ttable(α=0,05,78) = 2,000 with df = 37 + 43 – 2 = 78, and also a significant level up to 5 %. Therefore, H0 is rejected and Ha is accepted. In addition, the mean value of the experimental class X ̅ = 81,07 > X ̅ = 73,29 for control class. So, it can be concluded that the implementation of the social inquiry learning strategy assisted by power point media has an effect on the social science learning’s outcomes of the fifth grade students in elementary school Cluster II Mengwi, Badung in 2013/2014 academic year.keyword : learning strategy, social inquiry, power point media, the social science learning outcomes.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS DAN SIKAP SOSIAL ., L.Pt Eka Sri Wahyuni; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengetahuan IPS, dan sikap sosial melalui penerapan pendekatan saintifik berbasis pendidikan karakter siswa kelas VB SDN 6 Ubung tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VB SDN 6 Ubung, yang berjumlah 26 siswa. Pengumpulan data hasil belajar pada penguasaan kompetensi pengetahuan menggunakan metode tes berbentuk pilihan ganda biasa, untuk sikap sosial menggunakan metode non tes berbentuk lembar kuesioner. Kemudian data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa meningkat 12,66 dari 74,07 pada siklus I menjadi 86,73 pada siklus II. Ketuntasan belajar muatan materi IPS secara klasikal meningkat 46,15% dari 46,15% pada siklus I menjadi 92,30% pada siklus II. Presentase rata-rata sikap sosial siswa meningkat 4,37 dari 83,26 pada siklus I menjadi 87,63 pada siklus II. Pada penguasaan kompetensi pengetahuan IPS dan sikap sosial siswa dalam proses pembelajaran cenderung berubah kearah yang positif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik berbasis pendidikan karakter dapat meningkatkan penguasaan kompetensi pengetahuan dan sikap sosial siswa kelas VB SD Negeri 6 ubung tahun pelajaran 2015/2016. Kata Kunci : pendekatan saintifik, pendidikan karakter, penguasaan kompetensi pengetahuan, sikap sosial. This study research aimed to improve the competence of social knowledge and social attitudes through an application of scientific approach based on character education VB grade students of SDN 6 Ubung in academic year 2015/2016. The subjects of this research were students in grade VB SDN 6 Ubung, they were 26 students. The data of the result of social knowledge mastery was collected by using test method with multiple choice usual, and to collecte data of social attitude was used non test method in questionnaire form. Then the data were analyzed by descriptive statistical analysis technique and quantitative descriptive analysis. The results showes that the average value of social knowledge mastery increases 12,66 from 74,07 at 86,73 in the first cycle to the second cycle. The mastery learning material charge in classical social knowledge increases 46.15 % from 46.15 % in the first cycle to 92.30 % in the second cycle . The average percentage of social attitude student increase 4.37 from 83.26 in the first cycle to 87.63 in the second cycle. Social knowledge on the mastery of social knowledge competence and social attitude students in the learning process is likely to change in a positive direction . Based on these results it can be concluded that the application of scientific approach based on character educational can increase social knowledge competence mastery and social attitude in VB grade students at SD N 6 Ubung in academic year 2015/2016 .keyword : scientific approach, character education, competency mastery of knowledge, social attitude
PENGARUH PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) BERBANTUAN MEDIA KARTU TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA ., Kadek Ayu Herlin Mudarini; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan signitifikan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan pembelajaran SFAE berbantuan media kartu dengan siswa yang belajar secara konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SDN Gugus V Kecamatan Sukasada yang berjumlah 206 siswa. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN 3 Sambangan berjumlah 28 orang sebagai kelompok kontrol dan siswa kelasV SDN 1 Panji berjumlah 30 orang sebagai kelompok kontrol. Bentuk tes hasil belajar IPA siswa adalah tes objektif pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran SFAE berbantuan media kartu dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini dilihat berdasarkan thitung lebih besar daripada ttabel (thitung = 4,256 > ttabel = 2,003 ) dan rata-rata nilai hasil belajar siswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok kontrol yaitu 20,17>15,13. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran SFAE berbantuan media kartu berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Gugus V kecamatan Sukasada Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : pembelajaran, SFAE, hasil belajar IPA This study aims to determine the signi fi cant difference of science learning outcomes between students learning with SFAE learning assisted media card with students who study conventionally. This type of research is quasi experimental research using non equivalent post-test only control group design. The population of this research is all students of class V in SDN Gugus V Kecamatan Sukasada which amounted to 206 students. The sample of this research is the students of class V SDN 3 Sambangan amounted to 28 people as the control group and the students of class V SDN 1 Panji amounted to 30 people as the control group. The form of student science learning outcome test is a multiple-choice objective test. The results showed that there were significant differences in the learning outcomes of students who followed SFAE learning assisted card media with students following the conventional learning. This is seen based on tcount is bigger than ttable (titung = 4,256> ttabel = 2,003) and the mean of student's learning result in experiment group is higher than control group that is 20,17> 15,13. It shows that the learning of gifted card-assisted SFAE influenced the learning outcomes of science students of grade V SDN Gugus V Sukasada sub-district in the lesson year 2016/2017.keyword : learning, SFAE, results learning IPA
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENGASOSIASI PADA PROSES PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA KURIKULUM 2013 (TEMA AIR, BUMI DAN MATAHARI) DI KELAS II SD NEGERI 14 DAUH PURI KECAMATAN DENPASAR BARAT (TAHUN AJARAN 2014/2015) ., Nihayanti; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5551

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan kemampuan siswa dalam mengasosiasi pada proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 (Tema Air, Bumi dan Matahari) di Kelas II SD Negeri 14 Dauh Puri Kecamatan Denpasar Barat (2) mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam mengasosiasi pada proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas II SD Negeri 14 Dauh Puri tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 42. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kemampuan siswa dalam mengasosiasi pada proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 (Tema Air, Bumi dan Matahari) di Kelas II SD Negeri 14 Dauh Puri Kecamatan Denpasar Barat tahun ajaran 2014/2015 tergolong mengasosiasi secara induktif kategori generalisasi hal ini didukung oleh persentase rata – rata kemampuan mengasosiasi siswa yang tergolong baik secara tertulis adalah 83,34%, sedangkan siswa yang tergolong amat baik 16,66%. Kemudian faktor yang mempengaruhi kemampuan mengasosiasi siswa diantaranya minat dan motivasi siswa yang sangat tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran dan peran guru dalam membimbing siswa ketika proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam mengasosiasi pada proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 (tema air, bumi dan matahari) di kelas II SD Negeri 14 Dauh Puri Kecamatan Denpasar Barat tahun ajaran 2014/2015 adalah baik secara generalisasi.Kata Kunci : kemampuan, siswa, mengasosiasi, pendekatan saintifik, dan kurikulum 2013 The purpose of this study was to examine (1) describe the student`s competence in associating on the process of learning with scientific approach in the curricullum 2013 (themes of water, earth, and sun) for the class II of SD Negeri 14 Dauh Puri Kecamatan Denpasar Barat. (2) describe some factors that affects the student`s ability in associating on the process of learning with scientific approach in the curricullum 2013. This study was descriptive study that has 42 students as a subject of research for the students of class II of SD SD Negeri 14 Dauh Puri in the school year 2014/2015. In this study, a technique for collecting data were using observation, interview, questionnaire opened, and documentation. Analysis data was using a qualitative and quantitative approach. For the result of this study display that the student`s capability in assocaiting on the process of learning was generalizability inductive category. This case was supported by an average of student`s associating with writing presentation were 83,34% for good students and the poor students were 16,66%. From the whole result, the present researcher conclude that the student`s ability in associating on the process of learning was partly good that furthermore followed by the teacher`s including in the process of learning and guiding the students in that process. This research concludes that through the student`s competence in associating on the process of learning with scientific approach in the curricullum 2013 (themes of water, earth, and sun) for the class II of SD Negeri 14 Dauh Puri Kecamatan Denpasar Barat was good with generalizability.keyword : capability, student, association, saintific approach, and curriculum 2013
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TANDUR BERORIENTASI KETERAMPILAN PROSES SAINS BERBANTUAN MEDIA VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V A.A Gd. Agung, Ni Kd. Evi Mariantini, Dsk. Pt. Parmiti,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1352

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengangkat tentang rendahnya hasil belajar IPA siswa. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui: (1) mendeskripsikan hasil belajar IPA pada siswa kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran model konvensional. (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA pada siswa kelompok eksperimen yang mengikuti model pembelajaran TANDUR berorientasi keterampilan proses sains berbantuan media visual. (3) mengetahui perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPA kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran TANDUR berorientasi keterampilan proses sains berbantuan media visual dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu menggunakan desain post-test only with nonequivalent control group design. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas V SD gugus V kecamatan banjar yang berjumlah 212 orang. Sampel diambil dengan cara random sampling yang berjumlah 71 orang. Data hasil belajar pada mata pelajaran IPA dikumpulkan dengan menggunakan adalah tes objektif. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan statistik inferensial uji–t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) deskripsi hasil belajar IPA pada siswa kelompok kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional tergolong tinggi. (2) deskripsi hasil belajar IPA pada siswa kelompok eksperimen dengan menggunakan TANDUR tergolong sangat tinggi. (3) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas V semester II di SD gugus V Kecamatan Banjar yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran TANDUR berorientasi keterampilan proses sains berbantuan media visual dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional (thitung> ttabel, thitung = 3,958 dan ttabel = 2,000).   Kata-kata kunci: TANDUR, Hasil Belajar
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN KOMUNIKATIF BERBANTUAN MEDIA VISUAL GAMBAR BERSERI TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS IV SD NEGERI 26 PEMECUTAN ., Kade Edy Aryawan; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan berbicara siswa kelas IV SD Negeri 26 Pemecutan pada mata pelajaran bahasa Indonesia antara kelas yang dibelajarkan dengan pendekatan pembelajaran komunikatif berbantuan gambar berseri dan kelas yang dibelajarkan secara konvensional.Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experimental). Desain penelitian eksperimen yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD 26 Pemecutan kecamatan Denpasar Barat yang terdiri dari kelas IVA, kelas IVB, kelas IVC. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik random sampling. Adapun kelas yang terpilih sebagai kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan model pembelajaran pendekatan komunikatif berbantuan media visual dengan gambar berseri adalah kelas IV A yang terdiri dari 38 siswa sebagai kelompok kontrol yang mendapat perlakuan model pembelajaran konvensional adalah kelas IV B yang terdiri dari 38 siswa. Data keterampilan berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV dikumpulkan dengan tes yang dilengkapi dengan rubrik penilaian. Data yang terkumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik parametrik (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berbicara siswa kelas IV SD Negeri 26 Pemecutan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia antara siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan pembelajaran komunikatif berbantuan gambar berseri dengan siswa yang dibelajarkan secara konvensional. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis uji-t yaitu hasil penelitian yang menunjukkan thitung lebih besar dari ttabel yaitu 3.39 > 2.000 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa, pendekatan pembelajaran komunikatif berbantuan gambar berseri berpengaruh terhadap keterampilan berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. siswa kelas IV SD Negeri 26 Pemecutan.Kata Kunci : pendekatan pembelajaran komunikatif berbantuan gambar berseri, keterampilan berbicara. The aim of this research to investigate the significant difference of Bahasa Indonesia speaking skills of 4th grade students in elementary school 26 Pemecutan. The investigations were focused on the differences between class management that applies communicative visual and attractive pictures approach and the conventional class approach. This research applies quasi experimental method. Nonequivalent Control Group Design was used as a design to do this research. The data were collected by observing 4th grade students in elementary school 26 Pemecutan West Denpasar which are consist of A level 4th grade, B level 4th grade, C level 4th grade students. Data of this research were established by using Random sampling method. The A level 4th grade students which are consists of 38 students was a group that have been chosen as a group of students to get the application of a method which is using a communicative visual and attractive pictures approach. And the other hand B level 4th grade students which are consists of 38 group of students was chosen as a data which were taught using conventional learning approach. The data of this study were primary taken from a test which was completed by assessment rubric. The data were classified and were analyzed by using parametric statistic (t-test). As a result of this research, there were significant differences between Bahasa Indonesia speaking skills of 4th grade students which used communicative visual and attractive pictures approach and conventional learning approach in SD Negeri 26 Pemecutan. The final result of this research is 3.39 > 2.000 it shows the result of thitung is bigger than thitung in this case H0 is not subjected and Ha is applied to this research. As a conclusion, the communicative visual and attractive pictures approach is suitable and influences Bahasa Indonesia speaking skills of 4th grade students in elementary school 26 Pemecutan.keyword : communicative visual and attractive pictures approach , speaking skills.
PEMANFAATAN INSTRUMEN MUSIK TRADISIONAL BALI UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN BERNYANYI ., Gede Pera Surpadiana; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7355

Abstract

Penelitian in bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan aktivitas belajar peserta didik saat pembelajaran bernyanyi dan ada tidaknya peningkatan hasil belajar setelah pemanfaatan instrumen musik tradisional Bali dalam pembelajaran bernyanyi pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan kelas V semester II tahun pelajaran 2015/2016 di SD Negeri 2 Banjar Tegal. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SD Negeri 2 Banjar Tegal yang berjumlah 18 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemanfaatan instrumen musik tradisional Bali dapat meningkatkan keaktifan belajar dalam pembelajaran bernyanyi pada mata pelajaran SBK di kelas V SD Negeri 2 Banjar Tegal. Rata-rata keaktifan belajar pada siklus I sebesar 76,78, pada siklus II sebesar 81,67, besar peningkatan adalah 4,89, (2) pemanfaatan instrumen musik tradisional Bali dapat meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran bernyanyi pada mata pelajaran SBK di kelas V SD Negeri 2 Banjar Tegal. Rata-rata hasil belajar pada siklus I mencapai 77,33 dan pada siklus II mencapai 83,11, mengalami peningkatan sebesar 5,78. Kata Kunci : instrumen musik, keaktifan belajar, hasil belajar The research has a purpose to know wheter the student improve their activiness or not in learning singing subject and whether there is the increase of study result (psychomotor) or not after utilizing of Balinese traditional music instrument in teaching singing in art, culture, and skill subject in V grade in second semester on 2015/2016 at SD Negeri 2 Banjar Tegal. This research is action research. The subject of this research is the student in V grade at SD Negeri 2 Banjar Tegal. There are 18 observation and test then is analyzed by descriptive statistic analysis method and descriptive qualitative method. The results showed that (1) the use of traditional Balinese musical instruments can enhance the activity of learning in learning to sing on the subjects SBK class V SD Negeri 2 Banjar Tegal. The average activity of learning in the first cycle reaches 76.78 and the second cycle reaches 81,67, an increase of 4,89, (2) the use of traditional musical instruments of Bali can improve learning outcomes in learning to sing on the subjects SBK class V SD Negeri 2 Banjar Tegal. The average results of study in the first cycle reaches 77,33 and the second cycle reaches 83,11, an increase of 5,78. keyword : instrument music, study activiness, study result
Pengaruh Model Kooperatif GI (Group Investigation) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Dalam Pembelajaran IPA ., I Ketut Budiastra; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., I Nyoman Arcana,SST., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.4812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) deskripsi keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, 2) deskripsi keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation), 3) pengaruh yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Tahun Pelajaran 2013/2014 di SD di gugus VII Kecamatan Tejakula. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain post-test only control group design. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus VII Kecamatan Tejakula Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 88 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berpikir kritis berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: 1) skor keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional cenderung sedang, dengan mean 32,05, 2) skor keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation) cenderung tinggi, dengan mean 41,7, 3) terdapat pengaruh yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, dengan thit > ttab (thit = 28,82 > ttab = 45). Kata Kunci : GI (Group Investigation), berpikir kritis This study aims to determine: 1) description of critical thinking skills in science teaching students who learned with conventional learning, 2) description of critical thinking skills in science teaching students who learned with GI (Group Investigation), 3) significant influence in the skill critical thinking in science learning among groups of students who learned with GI (Group Investigation) with a group of students who learned with conventional learning the fifth grade students in the academic year 2013/2014 in primary schools in the cluster VII of Tejakula district. This research is a quasi-experimental research design and using post-test only control group design . The subjects were all fifth grade students in elementary group Tejakula District VII Academic Year 2013/2014 which amounts to 88 people. Sampling technique is random sampling technique, but is randomized class. Data were collected with a critical thinking test instruments in the form of multiple description. The data collected were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). Results of this study found that: 1) critical thinking skills scores in science teaching on students who take lessons with conventional learning tend to be low, with a mean of 32,05, 2) score of critical thinking skills in science teaching on students who take learning to the GI (Group Investigation) tend to be high, with a mean of 41,7, 3) there are significant influence in critical thinking skills among the group of students who learned with the GI (Group Investigation) with a group of students who learned with conventional learning, with tarithematic > ttable (tarithematict = 28,82> ttable = 45). keyword : GI (Group Investigation), critical thinking
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Media Audio-Visual Terhadap Kompetensi Pengetahuan IPA Siswa Kelas IV SD Gugus Kapten Kompyang Sujana Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2017 ., Ni Luh Bella Amanda Sari; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10834

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual dan kelompok siswa yang dibelajarkan tidak menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual di kelas IV SD Gugus Kapten Kompyang Sujana Denpasar Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan kelompok non-ekuivalen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Gugus Kapten Kompyang Sujana Denpasar Barat yang berjumlah 652 orang siswa. Sampel penelitian ditetapkan 2 kelas yang terdiri dari 86 orang siswa yang ditentukan dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes. Tes yang digunakan adalah tes objektif pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis uji-t. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung = 11,05 dan ttabel = 2,000 pada taraf signifikansi 5% (ɑ = 0,05) dengan dk = 43 + 43 – 2 = 84. Oleh karena thitung = 11,05 > 2,000 ttabel (ɑ = 0,05) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual dan kelompok siswa yang dibelajarkan tidak menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual di kelas IV SD Gugus Kapten Kompyang Sujana Denpasar Barat. Nilai rerata juga menunjukkan bahwa kompetensi pengetahuan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual X ̅_1 = 83,45 > 74,61 X ̅_2 nilai rerata kompetensi pengetahuan IPA kelompok siswa yang dibelajarkan tidak menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV SD Gugus Kapten Kompyang Sujana Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : inkuiri terbimbing, audio-visual, IPA ABSTRACT This study aims to find out whether there are significant differences of competency knowledge science groups of students are taught learning guided inquiry interactions using model-assisted audio-visual media and a group of students aren’t taught learning guided inquiry interactions using model-assisted audio-visual media grade IV in SD Gugus Kapten Kompyang Sujana West Denpasar in academic year 2016/2017. This kind of this research is quasi experiment research with a non-equivalent group design. The population of this research is the whole grade IV in the SD Gugus Kapten Kompyang Sujana West Denpasar of 652 students. Sample research assigned two class of 86 students are determined by random sampling technique. Data collection is done by the method of test. The test used is the test of objective multiple choice form. The data obtained were analyzed using t-test analysis. Based on the results of the analysis of the obtained tcount = 11,05 and ttable = 2,000 at 5% significance level (ɑ = 0.05) and dk = 43 + 43 – 2 = 84. Therefore tcount 11,05 > 2,000 ttable then H0 is rejected or H1 is accepted. This proves that there is a significant difference of competency knowledge science groups of students are taught learning inkuiri social interactions using model-assisted audio-visual media and a group of students who are taught using conventional learning in grade IV SD Gugus Kapten Kompyang Sujana West Denpasar. The average value also pointed out that the competence of the students knowledge are taught learning inkuiri social interactions using model-assisted audio-visual media X ̅_1 = 83,45 > 74,61 X ̅_2 average competence of the knowledge of science groups of students who are taught using conventional learning. Thus it can be concluded that the model of learning inkuiri social interactions using the media audio-visual effect on the competence of the knowledge science grade IV in SD Gugus Kapten Kompyang Sujana West Denpasar.keyword : guided inquiry, audio-visual, knowledge of science
MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENERAPAN QUANTUM TEACHING PADA SISWA KELAS V SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2011/2012 DI SD N 1 NEGARI I Md. Suarjana, Wyn. Widi Wirawan, Md. Sulastri,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.930

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD N 1 Negari melalui penerapan Quantum Teaching pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V di SD N 1 Negari Kecamatan Banjarangkan tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 11 orang yang terdiri dari 6 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Data tentang tingkat motivasi siswa diperoleh dengan menggunakan metode angket yaitu dengan angket model ARCS, dan data hasil belajar diperoleh dengan menggunakan metode tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: penerapan quantum teaching dapat meningkatkan motivasi belajar IPA siswa kelas V semester II tahun pelajaran 2011/2013 di SD N 1 Negari, yang pada akhir siklus I berada pada rentang skor 2,50 s/d 3,50 dengan kategori cukup baik. Pada akhir penerapan siklus II berada pada rentang skor 3,50 s/d 4,50 dengan kategori baik dan penerapan quantum teaching dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V semester II tahun pelajaran 2011/2013 di SD N 1 Negari dengan skor rata-rata hasil belajar pada akhir siklus I mencapai angka 69 yang berada pada kategori cukup. Dan skor rata-rata hasil belajar pada akhir siklus II mencapai angka 75 yang berada pada kategori baik. Dari data tersebut terlihat peningkatan skor rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari pelaksanaan siklus I hingga akhir siklus II sebesar 8,11%. . .Kata-kata kunci: quantum teaching, motivasi belajar, hasil belajar

Page 6 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue