cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VCT BERBANTUAN MEDIA CERITA BERGAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR RANAH AFEKTIF SISWA MATA PELAJARAN PKN KELAS IV SD Tjok Rai Partadjaya, Gd. Arya Wiratama, I Nym. Murda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.832

Abstract

  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai afektif siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran  VCT  berbantuan media cerita bergambar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran PKn siswa kelas IV Gugus III  Kecamatan Negara Tahun Ajaran  2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan jumlah populasi seluruh siswa kelas IV di Gugus III berjumlah 117 orang. Sedangkan jumlah sampel penelitian 48 orang siswa. Data tentang nilai afektif siswa dikumpulkan dengan metode tes berbentuk angket/kuessioner. Data yang sudah diperoleh setelah memberikan tes kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar ranah afektif siswa yang signifikan antara siswa yang menikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) berbantuan media cerita bergambar dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional kelas IV mata pelajaran PKn di Gugus III Kecamatan Negara tahun pelajaran 2012/2013. Perbandingan hasil perhitungan rata-rata hasil belajar ranah afektif siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran value clarifiction technique (VCT) adalah 116,3 lebih besar dari rata-rata hasil belajar ranah afektif yang mengikuti pembelajaran model konvensional adalah 97,17.   Kata kunci: Model value clarifiction technique, hasil belajar ranah afektif
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA ., Ni Luh Anna Septiana Putri; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas VA di SD Negeri 1 Padangsambian Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdapat tahapan-tahapan kegiatan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VA yang berjumlah 40 siswa, terdiri dari 17 orang putra dan 23 orang putri. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes. Tes yang digunakan untuk mengumpulkan data penguasaan kompetensi pengetahuan IPA adalah tes objektif pilihan ganda biasa berjumlah 20 soal. Selanjutnya data yang terkempul dianalisis dengan menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase rata-rata penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa pada tahap observasi awal adalah 63,9% berada pada kriteria rendah dengan ketuntasan klasikal 52,5%. Untuk meningkatkan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA tersebut maka diberikan tindakan dengan menggunakan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran penemuan berbantuan multimedia interaktif. Pada siklus I didapatkan persentase nilai rata-rata penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa sebesar 73,1% berada pada kriteria sedang dan pada siklus II terjadi peningkatan menjadi 82,9% berada pada kriteria tinggi. Terjadi peningkatan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA dari siklus I ke siklus II sebesar 9,8%. Peningkatan juga terlihat pada persentase ketuntasan belajar siswa, pada siklus I sebesar 62,5% dan siklus II sebesar 85%, sehingga terjadi peningkatan sebesar 22,5%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran penemuan berbantuan multimedia interaktif dapat meningkatkan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas VA di SD Negeri 1 Padangsambian tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : saintifik, pembelajaran penemuan, multimedia interaktif, kompetensi IPA This research aims to improve the mastery of science knowledge competency on Class VA in SD Negeri 1 Padangsambian 2015/2016 lesson periods. This research is classroom action activity research which was done in two cycle, every cycle there are steps activities such as the action plans, implementation, observation, and reflection. This research is involving 40 students, which is consisting of 17 boys and 23 girls. The data collecting method that used is multiple choice test which consist of 20 questions. Then, all the data which had been collected and analyzed using the method of descriptive and quantitative analysis statistics. The result shows that the average percentage of the mastery of science knowledge competency on the first observations is 63,9% it is on low criteria with classical completeness percentage is 52,5%. To improve the mastery of science knowledge competency is by using scientific approach with discovery learning model with multimedia interactive. In the first cycle, the average percentage is 73,1% on middle criteria and in the secend cycle, it is increased at 82,9% on high criteria. The increase from the first cycle to the second cycle is 9,8%. The increase also seen in the classical completeness percentage, in the first cycle is 62,5% to 85% in the second cycle, so there is a rise at 22,5%. It can be concluded that the implementation of scientific approach with discovery learning with multimedia interactive can increase mastery of science knowledge competency on Class VA in SD Negeri 1 Padangsambian 2015/2016 lesson periods.keyword : scientific, discovery learning, multimedia interactive, mastery of knowledge science competence
MODEL PEMBELAJARAN RESOLUSI KONFLIK BERBASIS MASALAH KONTEKSTUAL BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS 1 ABIANSEMAL ., Ni Putu Indra Rusminiati; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran resolusi konflik berbasis masalah kontekstual dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus 1 Abiansemal. Desain penelitian ini adalah nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus 1 Abiansemal yang berjumlah 191 orang. Melalui teknik random sampling didapat 2 kelas yang terdiri dari 70 siswa sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran resolusi konflik berbasis masalah kontekstual dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional (nilai thit = 7,75 dan ttabel = 2,00) jadi thitung > ttabel. ). Maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara model pembelajaran resolusi konflik berbasis masalah kontekstual dengan model pembelajaran konvensional. Rata-rata hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran resolusi konflik berbasis masalah kontekstual lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional yaitu 75,16 > 60,44. Hal ini berarti terdapat pengaruh model pembelajaran resolusi konflik berbasis masalah kontekstual terhadap hasil belajar IPS. Kata Kunci : Resolusi Konflik, Hasil Belajar IPS This research study aimed to know the significant differences of students who are learned using conflict resolution learning model based of contextual problem to the students who are learned using conventional learning model by the fifth grade students of elementary school cluster 1 Abiansemal. The design of this research study was a nonequivalent control group design. The populations of this research were all of the fifth grade students of elementary school cluster 1 Abiansemal totaled 191 students. There were two classes totaled 70 students as the sample. They were chosen by random sampling technique. The result of this research study showed that there was a significant differences in students’ social achievement who are learned using conflict resolution learning model based of contextual problem to the students who are learned using conventional learning model (value t count = 7,75 and t table = 2,00), so t count > t table). Therefore, Ho was refused and Ha was accepted. This meant that there were significant differences by students who are learned using conflict resolution learning model based of contextual problem to the students who are learned using conventional learning model. The average result of students’ social achievement using conflict resolution learning model based of contextual problem was higher than the students who are learned using conventional learning model that was 75,16 > 60,44. It meant that conflict resolution learning model based of contextual problem influenced the students’ social achievement. keyword : Conflict resolution, students’ social achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CIRC BERBANTUAN GAMBAR BERSERI TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA DAN MENULIS SISWA KELAS IV SDN 18 PEMECUTAN I Gd. Meter3, Ni Wyn. Anggun Wedayanti, I Kt. Adnyana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.965

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) berbantuan gambar berseri terhadap keterampilan membaca dan menulis pada siswa kelas IV SDN 18 Pemecutan tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IV SDN 18 Pemecutan tahun pelajaran 2012/2013. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Analisis data dalam penelitian ini dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan keterampilan membaca dan menulis antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) berbantuan gambar berseri dengan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional (thitung = 6,056 > ttabel = 2,000). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) berbantuan gambar berseri berpengaruh terhadap keterampilan membaca dan menulis siswa kelas IV SDN 18 Pemecutan, Denpasar Utara.   Kata kunci: model CIRC, gambar berseri, keterampilan membaca dan menulis
PENGARUH MODEL AUDITORY INTELLECTUALY REPETITION BERBANTUAN TAPE RECORDER TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA ., A.A. Pt. Yuni Widiastuti; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan berbicara pada pelajaran Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran auditory intellectualy repetition berbantuan tape recorder dan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan desain eksperimen semu yaitu Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VI SD Gugus 1 Kuta Utara tahun ajaran 2013/2014 berjumlah 399 orang. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah keterampilan berbicara pada pelajaran Bahasa Indonesia. Selanjutnya data ini dianalisis dengan analisis uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berbicara pada pelajaran Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran auditory intellectualy repetition berbantuan tape recorder dan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Pada taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan (dk = 32 + 32 – 2 = 62) diperoleh harga ttabel = 2,000 dan hasil analisis data diperoleh thitung = 2,50 > ttabel = 2,000. Maka H0 ditolak dan Ha diterima. Rata-rata keterampilan berbicara pada pelajaran Bahasa Indonesia kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran auditory intellectualy repetition berbantuan tape recorder lebih dari yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional ( = 75,43 = 69,81). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran auditory intellectually repetition berbantuan tape recorder berpengaruh terhadap keterampilan berbicara Bahasa Indonesia Siswa kelas VI SD Gugus I Kuta Utara.Kata Kunci : Auditory Intellectualy Repetition, Tape Recorder, Keterampilan Berbicara. The purpose of this research isto know about significant differences about the speaking skill at the subject of Indonesia language between the student group who teached by using auditory intellectualy repetition learning model helped by tape recorder and student the one who taught by using conventional learning. The research type was a quasy experiment that was noneqivalent control group design. The population in this study were all students in grade VI SD Gugus 1 of North Kuta in academic year of 2013/2014 which consist of 399 people. The samples used a random sampling technique. The data were collected is speaking skill at subject of Indonesia language. Then the obtained data were analyzed by t-test. The results shows that there are significant defference abaut the speaking skill at the subject of Indonesia language between the student group who teached by using auditory intellectualy repetition learning model helped by tape recorder and student the one who taught by using conventional learning. At significancy level of 5% with degree of freedom (dk = 32 + 32 – 2 = 62) it was found ttable 2,000 and the result of data analysis obtained tcalculate = 2,50 > ttable = 2,000. Hence Ho rejected nd Ha accepted. The mean of speaking skill at the subject of Indonesia language between the student group who teached by using auditory intellectualy repetition learning model helped by tape recorder higher than the one who applied with conventional teaching and learning ( = 75,43 > =69,81). Thus it can concluded that auditory intellectualy repetition learning model helped by tape recorder have affect to the speaking skill at the student grade VI of SD Gugus I North Kuta.keyword : Auditory Intellectual Repetition, Tape Recorder, Speaking skill.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS PORTOFOLIO DAPAT MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VB ., Putu Mita Oktaviari; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis dalam bahasa Indonesia siswa kelas VB SD Negeri 11 Pemecutan melalui penerapan pendekatan saintifik berbasis portofolio. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdapat tahapan-tahapan kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VB SD Negeri 11 Pemecutan yang berjumlah 39 siswa, terdiri dari 20 siswa putra dan 19 siswa putri. Data penelitian dikumpulkan menggunakan metode tes. Data keterampilan menulis dalam muatan materi bahasa Indonesia yakni menggunakan tes keterampilan menulis dilengkapi rubrik penilaian. Analisis data dilakukan dengan metode analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan menulis dalam muatan materi bahasa Indonesia yang dilihat dari ketuntasan belajar. Pada siklus I ketuntasan belajar keterampilan menulis dalam muatan materi bahasa Indonesia hanya mencapai sebesar 46,15% yaitu dari 39 siswa terdapat 18 siswa yang mendapatkan B+, 13 siswa mendapatkan nilai B, 5 siswa yang mendapatkan nilai B-, dan 3 siswa mendapatkan nilai C+. Pada siklus II terjadi peningkatan keterampilan menulis dalam muatan materi bahasa Indonesia siswa telah mencapai 82,05% yaitu dari 39 siswa terdapat 21 siswa yang mendapatkan B+, 11 siswa mendapatkan nilai A-, 4 siswa yang mendapatkan nilai B, dan 3 siswa mendapatkan nilai B-. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik berbasis portofolio dapat meningkatkan keterampilan menulis dalam bahasa Indonesia pada siswa kelas VB SD Negeri 11 Pemecutan Tahun Ajaran 2015/ 2016.Kata Kunci : pendekatan saintifik, portofolio, keterampilan menulis. This research was aimed to improve the writing abilities in Indonesia language for students at class VB SD Negeri 11 Pemecutan through scientific approach based on portofolio. This class activities research was conducted into two cycles. Each cycle contains stages of activities namely planning, implementation, monitoring, and evaluation. The subject of this research were 39 students from class VB SD Negeri 11 Pemecutan that includes 20 male and 19 female students. Data collection method utilized for the research was test method. The data shows the ability to write materials in Indonesia language which concurrently was also a writing skills tests include an assessment rubric. Data analysis was conducted through descriptive statistics analysis method. After period of assessment, research results showed an improvement in writing abilities analyzed through study completion. In cycle I the completion of study related to writing abilities in Indonesia language only showed the number of 46,14% whereas out of 39 students 18 achieved B+, 13 received B, 5 received B-, and 3 students received C+. Moving forward, cycle II results showed 82,05% improvement in students writing abilities in Indonesian language whereas out of 39 students 21 students achieved B+, 11 received A-, 4 received B, and 3 received B- grade. It can now be concluded that the application of scientific approach based on portfolio can successfully improve the writing abilities in Indonesian language for class VB students from SD Negeri 11 Pemecutan year 2015/ 2016.keyword : scientific approach, portfolio, writing abilities.
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Berbasis Lingkungan Terhadap Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas V Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017 di SD Gugus II Kecamatan Tampaksiring ., I Dewa Gede Wianjana Putra; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10712

Abstract

Abstrak Rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas V di SD Gugus II Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar merupakan suatu permasalahan yang memerlukan solusi dari faktor penyebab permasalahan yang ditemukan. Pada observasi awal ditemukan bahwa rata-rata hasil belajar IPA siswa berada pada rentang skor 40-64 sehingga masih ada pada kategori rendah. Rendahnya hasil belajar IPA siswa diduga dikarenakan oleh strategi dan model pembelajaran yang diterapkan terlalu berpusat kepada guru, sehingga siswa kurang aktif dan kegiatan pembelajaran menjadi pasif. Dari permasalahan tersebut, penelitian ini mencoba mengeksperimenkan model pembelajaran discovery learning berbasis lingkunganyang bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan model pembelajaran discovery learning berbasis lingkungan terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2016/2017 di SD Gugus II Kecamatan Tampaksiring. Penelitian ini merupakan quasi experiment dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V di SD Gugus II Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 7 kelas dengan siswa 224 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD N 3 Tampaksiring dengan jumlah siswa 40 orang dan kelas V SD N 6 Tampaksiring dengan jumlah siswa 38 orang, yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data penelitian ini dikumpulkan dengan metode tes yaitu tes objektif. Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 9.86 dan ttab sebesar 2,00. Ini berarti, thitung lebih besar dari ttab. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat diksimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran discovery learning berbasis lingkungan terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2016/2017 di SD Gugus II Kecamatan Tampaksiring. Kata Kunci : discovery learning berbasis lingkungan Abstcak The low learning outcomes of science students of grade V at SD Gugus II Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar is a problem that requires a solution of the factors that cause the problems found. In the early observation it was found that the average of students' science learning outcomes was in the range of score 40-64 so it still exist in low category. The low learning outcomes of student science are thought to be due to the strategy and the applied learning model is too centered on the teacher, so the students are less active and the learning activities become passive. From this problem, this research tries to experiment with learning environmentally based discovery learning model to know the significant effect of environment-based discovery learning model on science learning outcomes in grade V students in the even semester of academic year 2016/2017 at SD Gugus II Kecamatan Tampaksiring. This research is a quasi experiment with post test only control group design. The population of this research is class V at SD Gugus II Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar year 2016/2017 class of 7 classes with 224 students. The sample of this research is class V SD N 3 Tampaksiring with 40 students and grade V SD N 6 Tampaksiring with 38 students, determined by random sampling technique. This research data collected by test method that is objective test. The data obtained were analyzed in two stages, namely descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis (t-test). The results showed that the tcount of 9.86 and ttab of 2.00. This means, tcount is greater than ttab. Based on the results of this study, it can be concluded that there is a significant effect of learning model of environment-based discovery learning on science learning outcomes in grade V students in the even semester of the academic year 2016/2017 at SD Gugus II Kecamatan Tampaksiring. keyword : environmental-based discovery learning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI DAN ASESMEN KINERJA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA ., Ni Luh Putu Eka Widhi Artini; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran SAVI dan asesmen kinerja terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V SD di Gugus XII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan non-equivalent post test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V dan sampel penelitian sebanyak 136 siswa yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan tes hasil belajar. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan anava dua jalur dilanjutkan dengan uji Scheffe. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran menggunakan SAVI dan yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (FA = 13,07 > Ftabel = 3,88); (2) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran (SAVI dan konvensional) dan asesmen kinerja terhadap hasil belajar IPA (FAB = 73,01 > Ftabel = 3,88); (3) pada kelompok siswa yang menggunakan asesmen kinerja, terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SAVI dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (Qhitung=29,05>Qtabel=3,88); dan (4) pada kelompok siswa yang menggunakan asesmen konvensional, terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SAVI dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (Qhitung=4,09>Qtabel=3,88). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran SAVI dan asesmen kinerja, berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus XII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : SAVI, asesmen kinerja, hasil belajar IPA This research aims to determine the effect of the SAVI learning model and performance assessment on science achievement. This research is a quasi-experimental research and using non-equivalent post-test only control group design. Population in this study was all 5th grade students of SD Gugus XII Buleleng District in Academic Year 2013/2014 and The sample was 136 students, were selected using simple random sampling technique. . The data of students science achievement collected by the instrument test. The data of science achievement was analysed used statistic descriptive analysis and statistic inferential analysis, that is two way ANOVA. Result shows (1) there is a difference science achievement between students who followed SAVI learning model and students who followed conventional learning model (FA=13.07>F-cv=3.88); (2) there is interactional effect between the learning model and performance assessment of science achievement (FAB=73.01 >F-cv=3.88); (3) the group of students who use performance assessment, there are significant differences in science achievement between groups of students learn science that is learned with SAVI learning model and the group of students who learned with conventional learning models (F=75.45 > F’=5.4); (4) the group of students who use conventional assessment, there are significant differences in science achievement between groups of students learn science that is learned with SAVI learning model and the group of students who learned with conventional learning models (F=10.63 > F’=5.4). So, the application of SAVI and performance assessment has a positive influence to the science achievement in 5th grade students of SD Gugus XII Buleleng District in Academic Year 2013/2014.keyword : Somatic Auditory Visual Intellectual, performance assessment, science achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V I Dw. Kd Tastra, Ni Md. Ari, Nym. Dantes,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.811

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi kualitas hasil belajar IPA siswa setelah dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan peta konsep, (2) deskripsi kualitas hasil belajar IPA siswa setelah dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (3) perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan peta konsep dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment. Populasi penelitian adalah kelas V SD Gugus IV Desa Labasari, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 65 siswa. Sampel penelitian yaitu SD Negeri 1 Labasari berjumlah 21 siswa dan SD 3 Labasari berjumlah 21 siswa. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan instrumen tes obyektif tipe completion. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) hasil belajar IPA siswa setelah mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan peta konsep berada pada tingkat kategori baik (dengan nilai rata-rata sebesar 18,9), (2) ) hasil belajar IPA siswa setelah mengikuti model pembelajaran konvensional berada pada tingkat kategori cukup (dengan nilai rata-rata sebesar 14,29 ), (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan peta konsep dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (thitung = 3,54>ttabel = 1,684). Adanya perbedaan signifikan menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan peta konsep lebih unggul dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar IPA.   Kata kunci: inkuiri terbimbing, peta konsep, hasil belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBLAJARAN STM SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD ., Ni Putu Diantari; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6808

Abstract

Abstrak : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan Hasil belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) dengan pembelajaran Konvensional pada siswa Kelas V semester I, SD Gugus IV, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dan menggunakan desain non- equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD gugus IV kecamatan Busungbiu.Hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 4,092 dan ttabel = 2,029 untuk db = (n1 + n2) – 2 = 56 pada taraf signifikansi 5% Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, terdapat hasil yang Signifikan. H0 ditolak dan H1 diterima. Dimana rata rata skor hasil belajar IPA kelas yang belajar dengan model pembelajaran STM adalah 15,75 yang berada pada kategori tinggi,sedangkan kelas yang belajar dengan model pembelajaran konvensional adalah 11,96 yang berada pada kategori sedang Sehingga model pembelajaran STM berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa pada SD kelas V di Gugus IV Desa Busungbiu.Kata Kunci : Kata Kunci : Model Pembelajaran STM, Hasil Belajar IPA. Abstract : This study aims to determine the difference between the learning outcomes of students who take the learning of Science Technology Society (STM) with Conventional learning in students the first semester of Grade V, SD Cluster IV, District Busungbiu, Buleleng the Academic Year 2015/2016. This type of method used in this study is a quasi-experimental design using non-equivalent and post-test only control group design. The study population was all students in the fifth grade elementary school districts Busungbiu cluster IV. Science student learning outcomes data collected by the instruments in the form of a multiple choice test. Based on the analysis of data, obtained t = 4.092 and 2.029 for the table = db = (n1 + n2) - 2 = 56 at a significance level of 5% This means that t count> t table, there is a significant result. H0 rejected and H1 accepted. Where the average score results learn science classroom learning with learning model STM is 15.75 which is at a high category, while classroom learning with conventional learning model is 11.96 which is the medium category. So that the learning model STM influence on science learning outcomes of students at grade V in Cluster IV Village Busungbiu Key words: Learning Model STM, Science Learning Outcomes keyword : Key words: Learning Model STM, Science Learning Outcomes

Page 87 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue