cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH TEAMS GAMES TOURNAMENTS MELALUI PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD GUGUS VII I.B. Surya Manuaba, Dsk. Pt. Suastini, Siti Zulaikha,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1386

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) melalui pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional di kelas IV SD Gugus VII Kecamatan Gianyar Tahun Pelajaran 2012/2013.  Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini siswa kelas IV SD Gugus VII Kecamatan Gianyar. Sampel dalam penelitian ini siswa kelas IV SD Negeri 1 Lebih yang berjumlah 31 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas IV SD Negeri 1 Serongga yang berjumlah 30 siswa sebagai kelompok kontrol. Data tentang hasil belajar IPA dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif bentuk pilihan ganda biasa. Selanjutnya data dianalisis dengan uji-t. Berdasarkan hasil pengujian normalitas dan homogenitas terhadap data yang didapat dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdistribusi normal dan homogen. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan uji-t dan menunjukkan thitung =3,102 dan ttabel =2,000 dengan db = 59 (n1+n2-2 =30+31-2 = 59) dan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan kriteria pengujian, thitung > ttabel (3,102 > 2,000), maka Ha diterima dan H0 ditolak. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe TGT melalui pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGT melalui pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Gugus VII Kecamatan Gianyar.   Kata kunci : model pembelajaran kooperatif tipe TGT, perpustakaan sekolah, dan hasil belajar
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS V SD GUGUS VI ., Kadek Ayuning Raresik; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar Bahasa Indonesia, (2) mengetahui hasil belajar Bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini yakni siswa kelas V pada tiga SD di Gugus VI Kecamatan Abang tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 51 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Data faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan pedoman wawancara. Sedangkan data hasil belajar Bahasa Indonesia dikumpulkan dengan menggunakan studi dokumen. Hasil penelitian pada tiga SD di Gugus VI Kecamatan Abang ini menunjukkan bahwa, (1) faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas V di tiga SD Gugus VI Kecamatan Abang dipengaruhi oleh faktor intern (dari dalam) dan ekstren (dari luar). Faktor intern meliputi faktor fisik dan faktor psikis. Faktor fisik seperti keadaan kesehatan, keadaan tubuh. Dan faktor psikis seperti perhatian, minat , bakat, dan kesiapan. Sedangkan faktor ekstrn yaitu faktor sekolah seperti kurikulum, metode mengajar, interaksi antar siswa, sisiplin di sekolah, alat pelajaran, keadaan gedung, dan perpustakaan, dan (2) hasil belajar Bahasa Indonesia di SDN 1 Pidpid berada pada kriteria tinggi, SDN 1 Nawa Kerti berada pada kriteria sedang, dan SDN 1 Kesimpar berada pada kriteria rendah. Kata Kunci : bahasa indonesia, faktor-faktor, hasil belajar This study aims to: (1) describe the factors that influence learning outcomes Indonesian, (2) determine learning outcomes Indonesian. This research is a descriptive study. This research sample the fifth grade students at three elementary schools in the cluster Abang District VI academic year 2015/2016 which amounted to 51 people. Data collection methods used that observation, interviews and documentation study. Data factors that affect learning outcomes were collected using observation sheets and interview guidelines. While the Indonesian learning outcomes data collected using document study. The results of the study at three elementary schools in Cluster VI Abang District shows that, (1) the factors that affect learning outcomes Indonesian students of class V at three elementary Cluster VI Abang District is influenced by internal factors (from the inside) and ekstren (from outside ). Internal factors include the physical factors and psychological factors. Physical factors such as state of health, state of the body. And psychological factors such as attention, interest, aptitude and readiness. While factors ekstrn that school factors such as curriculum, teaching methods, student interaction, sisiplin in school, learning tool, the state of the building, and the library, and (2) the results of studying Indonesian at SDN 1 Pidpid are at high criteria, SDN 1 Nawa Kerti are in the middle criteria, and SDN 1 Kesimpar are at low criteria.keyword : indonesia, factors, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VCT BERBANTUAN CERITA MAHABHARATA TERHADAP NILAI KARAKTER SISWA KELAS 5 PADA MATA PELAJARAN PKn SEMESTER I GUGUS 5 MANDARA GIRI TAMBLANG KECAMATAN KUBUTAMBAHAN TAHUN AJARAN 2013/2014 ., Ni Luh Gede Paramita Hervinovira; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai karakter siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran value clarification technique (VCT) berbantuan cerita Mahabharata dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Langsung pada mata pelajaran PKn kelas V gugus V Mandara Giri Tamblang Semester I Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di gugus V yang berjumlah 87 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No 2 Tamblang yang berjumlah 22 orang dan siswa kelas V SD Negeri 6 Tamblang yang berjumlah 24 orang. Data tentang nilai karakter dikumpulkan dengan menggunakan angket/kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) nilai karakter siswa kelompok eksperimen tergolong tinggi dengan rata-rata (M) 85,77. (2) nilai karakter siswa kelompok kontrol tergolong cukup dengan rata-rata (M) 72,95. (3) Terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai karakter siswa kelas V semester I antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model value clarification technique (VCT) berbatuan cerita Mahabharata dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Langsung (thit > ttab, thit = 7,367 dan ttab = 2,000).Kata Kunci : VCT, Cerita Mahabharata, Nilai Karakter This study is aimed at determining the differences of students character score between students who were though through value clarification technique ( VCT) assisted with Mahabrata story and students who were though through direct learning model on Pkn class for the fifth grade students of Gugus V Mandara Giri Tamblang in the first semester of academic years 2013/2014 This research was a quasi experiment. The populations were the entire fifth grade students in Gugus V. the population were 87 students. The samples of the study were the fifth grade student of SD 2 Tamblang ang the fifth grade of the student of SD 6 Tamblang. The sample of the both school were, 22 from SD 2 Tamblang and 24 from SD 6 Tamblang. The data was collected through questionnaire. The data was analyzed through descriptive statistic analysis and inferential statistic t- test. The study found that (1) the character score for experiment group student was high, (M=85,77), (2) the character score for control group student was average (M= 72,99). (3) There was a significant different in student’s character score between student who were tough through value clarification technique assisted with Mahabarata story and student who were tough through direct learning model (to, > tcv. to = 7,367and tcv = 2,000).keyword : VCT, Mahabharata Story, Caracter Value
STUDI EVALUASI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DITINJAU DARI CIPP PADA SEKOLAH DASAR NEGERI DI WILAYAH PEDESAAN KABUPATEN BADUNG ., Komang Manik Riptiani; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang tingkat efektivitas komponen konteks, input, proses, dan produk dalam mendukung implementasi kurikulum 2013 pada sekolah dasar negeri di wilayah pedesaan Kabupaten Badung. Penelitian ini termasuk penelitian evaluatif, yang menunjukkan prosedur dan proses pelaksanaan program. Dalam penelitian ini dianalisis efektivitas masing-masing faktor sesuai dengan model CIPP (konteks, input, proses dan produk). Studi evaluasi ini dilakukan terhadap 45 orang, yakni 15 orang kepala sekolah, 15 orang guru kelas I dan 15 orang guru kelas IV. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama. Untuk menentukan efektivitas program, skor mentah ditransformasikan ke dalam T-skor kemudian diverifikasi ke dalam prototype Glickman. Hasil penelitian menunjukkan (1) implementasi kurikulum 2013 efektif (53,33%) ditinjau dari aspek konteks, (2) implementasi kurikulum 2013 kurang efektif (57,78%) ditinjau dari aspek input, (3) implementasi kurikulum 2013 efektif (51,11%) ditinjau dari aspek proses, dan (4) implementasi kurikulum 2013 kurang efektif (51,11%) ditinjau dari aspek produk. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan disimpulkan bahwa sekolah dasar negeri di wilayah pedesaan Kabupaten Badung kurang efektif mengimplementasikan kurikulum 2013.Kata Kunci : studi evaluasi, model CIPP, implementasi kurikulum 2013 This research was purposed in other to figure out a description of the effectiveness of several components, like context, input, process, and product to support the implementation of curriculum 2013 based on CIPP at goverment elementary schools in the rural areas in Badung Regency. It was an evaluative study which examined the procedures and process of program implementation. In this research analysised about effectiveness each factors based on model of CIPP. This study evaluation involving a total numbers of 45 respondents consisting of 15 headmasters, 15 first class teachers, and 15 fourth class teachers. The effectiveness of every related factor would be analyzed based on CIPP model. The data were collected by using questionnaire as the main instrument. To determine the program effectiveness, the raw scores would be transferred into T-score, then verified into Glickman prototype. The result shows (1) the implementation of curriculum 2013 is effective (53,33%) observed from the context, (2) the implementation of curriculum 2013 is ineffective (57,78%) observed from the input, (3) the implementation of curriculum 2013 is effective (51,11%) observed from the process, (4) the implementation of curriculum 2013 is ineffective (51,11%) observed from the product. Base on the result of data analysis, it can be concluded that the elementary schools in the rural areas in Badung regency is found ineffective to implement curriculum 2013.keyword : evaluative study, CIPP model, implementation of the curriculum 2013
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS ., Ni Nengah Juliantari; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd; ., Drs. Ndara Tanggu Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbantuan Media Gambar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas III di Gugus II Kecamatan Bangli tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu.Rancangan kuasi eksperimental yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group design.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III di Gugus II Kecamatan Bangli tahun pelajaran 2016/2017. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling dan diperoleh SDN 2 Kawan sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 28 orang dan SDN 5 Kawan sebagai kelas kontrol yang berjumlah 29 orang. Data hasil belajar IPS siswa dikumpulkan menggunakan metode tes berbentuk pilihan ganda.Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t).Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 10,11 dan ttabel pada taraf signifikan 5% = 2,004 dan skor rata-rata kelompok eksperimen adalah 21,28 lebih besar dari skor rata-rata kelompok kontrol yaitu 13,9. Hal ini berarti thitung > ttabel, sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Think Pair Share (TPS) berbantuan media gambar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Kata Kunci : hasil belajar, IPS, think pair share This study aims to determine the difference between IPS learning outcomes between students who follow the Learning Model Think Pair Share (TPS) with the help of Picture Media with students who follow conventional learning in third grade students in Bangli district court II of 2016/2017. This type of research is a quasi-experimental research.The quasi experimental design used in this study is post-test only control group design. The population of this research is all students in third grade students in Bangli district court II of 2016/2017. The sample was determined by random sampling technique and obtained SDN 2 Kawan as experiment class which amounted to 28 people and SDN 5 Kawan as control class which amounted to 29 people.The students' IPS learning result data was collected using multiple choice-shaped test method.The data collected were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis (t-test). Based on result of data analysis, obtained tcount = 10,11 and ttable at significant level 5% = 2,004 and experiment group average score is 21,28 bigger than average score of control group that is 13,9.This means tcount> ttable, so it can be stated that there is a significant difference of IPS learning outcomes between students who follow the learning with Think Pair Share (TPS) model assisted picture media with students who follow conventional learning.keyword : learning outcomes, IPS, think pair share
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN MEDIA LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SD GUGUS II TAMPAKSIRING I Wyn Darsana, Ni Luh Pt. Sukma Dewi, Md Putra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1191

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe GI berbantuan media lingkungan sosial budaya dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus II Tampaksiring Tahun Ajaran 2012/2013. Untuk itu digunakan pendekatan Eksperimen dengan rancangan “Nonequivalent Control Group Desain” yang dilaksanakan dalam  6 kali pertemuan dan 1 kali post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SD kelas IV SD Gugus II Tampaksiring Tahun Ajaran 2012/2013 yang berjumlah  182 siswa. Sampel ditentukan dengan teknik Random Sampling yang meliputi SD N 3 Tampaksiring berjumlah 39 siswa sebagai kelas eksperimen dan SD N 6 Tampaksiring dengan jumlah 35 siswa sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan tes yaitu tes hasil belajar, kemudian data dianalisis dengan teknik t-test. Hasil analisis menunjukkan thitung=5,63 dan pada taraf signifikan 5%. Dengan dk= 72 didapat  ttabel=2,00. Berdasarkan kriteria pengujian thitung > ttabel (5,63 >2,00) maka HO ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe GI berbantuan media lingkungan sosial budaya dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Hal ini berarti terdapat pengaruh pembelajaran kooperatif tipe GI terhadap hasil belajar IPS. Kata kunci: Group Investigation, Lingkungan Sosial Budaya, Hasil Belajar IPS
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RME BERBANTUAN MEDIA SEMI KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS 8 KECAMATAN GIANYAR, KABUPATEN GIANYAR TAHUN AJARAN 2013/2014 ., I Made Sunari Adi; ., Dr. I Gede Meter,M.Pd; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika pada kelas V SD Gugus 8 Gianyar yang dibelajarkan melalui model pembelajaran RME berbantuan media semi konkret dengan kelas yang dibelajarkan secara konvensional siswa kelas V SD Gugus 8 Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua SD Gugus 8 Gianyar. Sampel diambil dengan teknik Purposive Random Sampling karena hanya ada dua sekolah yang siswanya lebih dari 30 orang, kemudian untuk menentukan kelas yang akan dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol digunakan teknik Random Sampling. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar Matematika yang meliputi aspek kognitif. Nilai kognitif didapat dari tes hasil belajar bentuk pilihan ganda biasa. Data dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika antara siswa yang di belajarkan melalui model pembelajran RME berbantuan media semi konkret dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran secara konvensional. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung sebesar 2,29, dengan menggunakan taraf signifikansi 5% (α = 0,05) atau taraf kepercayaan 95% dengan dk = 68 diperoleh ttabel sebesar 2,000. Ini berarti thitung > ttabel (2,29 > 2,00). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran RME berbantuan media semi konkret berpengaruh terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas V SD Gugus 8 Gianyar.Kata Kunci : Model Pembelajaran RME Berbantuan Media Semi Konkret, Hasil Belajar Matematika. The purpose of this research is to determine the significant differences of mathematic learning achievement at the V grade students of SD Gugus 8 Gianyar Regency that learned through the RME learning model assisted by semi-concrete media than the class that learned through conventional learning model at the V grade students of SD Gugus 8 Gianyar Regency. This research was a quasi-experimental study with Nonequivalent Control Group Design. Thepopulation of this research is all the students in SD Gugus 8 Gianyar Regency. The sample of this research is implementing the purposive sampling technique because there were only two schools that have more than 30 students, and for choosing the control class and experimental class is using random sampling technique. The data collected is the achievements of learning mathematic includecognitive aspect. The cognitive point was gain from the test of multiple chooses and then analysis by t-test. The result showed that there were significant differences of mathematic learning achievement between the students who learned through RME learning model assisted by semi-concrete than the students who learned through conventional learning model. Based on the analysis abtainthitung was 2.29, with standard significant 5% (α=0.05) or the reliance standard 95% with dk=68obtainttabel about 2.00. It’s means that thitung>ttabel (2.29 > 2.00) So, it can be conclude that RME learning model assisted by semi-concrete media give significant differences toward the student’s mathematic learning achievement at the fifth grade SD Gugus 8 Gianyar Regency.keyword : RME learning model assisted by semi-concrete media, mathematic learning achievement.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MEDIA KONKRET DAPAT MENINGKATKAN PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN MATEMATIKA ., Ni Made Putri Andriaswari; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7164

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan penguasaan kompetensi pengetahuan matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media konkret pada siswa kelas VB di SD Negeri 10 Pemecutan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VB di SD Negeri 10 Pemecutan yang berjumlah 39 siswa. Metode pengumpulan data penguasaan kompetensi pengetahuan matematika menggunakan metode tes. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Setelah dilakukan analisis data, hasilnya menunjukkan bahwa persentase keberhasilan kompetensi pengetahuan matematika mengalami peningkatan sebesar 58,96% yaitu pada siklus I persentase keberhasilan penguasaan kompetensi pengetahuan 25,65% atau 10 siswa dari 39 siswa mendapat nilai ≥ 3,18 (B+) dan pada siklus II mencapai 84,61% atau 33 siswa dari 39 siswa mendapat nilai ≥ 3,18 (B+). Sehingga kriteria keberhasilan dapat dicapai. Jadi, dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media konkret dapat meningkatkan penguasaan kompetensi pengetahuan matematka siswa kelas VB SD Negeri 10 Pemecutan Kecamatan Denpasar Barat.Kata Kunci : problem based learning, konkret, matematika. The purpose of this research is to improve mastery of mathematics knowledge competency of students through the implementation of Problem Based Learning (PBL) model with concrete media in VB grade at SD Negeri 10 Pemecutan. This research is using design of Classroom Action Research which was done in two cycles. These research is involving 39 students. The data collecting method used essay test for mastery of mathematics knowledge competency. Data were analyzed using descriptive statistics and quantitative descriptive analysis method. After doing the analyzed, the results showed that the percentage of successful of mastery of mathematics knowledge competency also increased by 58.96% in the first cycle which is the percentage of successful mastery of mathematics knowledge competency 25.65% or 10 students from 39 students scored ≥ 3.18 (B +) and the second cycle reaches 84.61% or 33 students from 39 students scored ≥ 3.18 (B +). Because of that the success criteria can be achieved. And than, it can be concluded the implementation of Problem Based Learning (PBL) model with concrete media can improve the activity knowledge and mastery of mathematics knowledge competency on VB grade students of SD Negeri 10 Pemecutan Denpasar Barat.keyword : problem based learning, concrete, mathematics
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CRH BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Kadek Ayu Nataliani; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran course review horay dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada kelas V Gugus I Kecamatan Banjar tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan eksperimen semu (Quasi Eksperimen), dengan desain non equivalent post test only control group desain. Populasi penelitian seluruh kelas V SD di Gugus I Kecamatan Banjar dengan jumlah siswa 145. Sample penelitian ini yaitu kelas V SDN 3 Kaliasem dan SDN 3 Temukus berjumlah 59 orang. Instrument pengumpulan data yang digunakan berbentuk tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan uji-t sampel independent . Rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen (80.80) lebih tinggi dari pada kelompok kontrol (56.66). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA siswa.Kata Kunci : CRH, Hasil Belajar, Media Gambar. The study aims to determine the significant differences of science learning outcomes between groups of students who were taught by the learning model of course review horay and group of students who were taught by using conventional learning model in class V Gugus I Banjar sub-district of academic year 2016/2017. The research is a quasi experiment (Quasi Eksperimen), with non equivalent design post test only control group design. The population of the research was all of grade V SD in Gugus I, Banjar sub-district with the number of students 145. Sample of this research is class V SDN 3 Kaliasem and SDN 3 Temukus amounted to 59 persons. The data collection instrument used in the form of multiple choice test. The data obtained were analyzed using descriptive statistical analysis technique and inferential statistic (t-test) with the formula of polled variance. The average learning outcomes of the experimental group IPA (80.80) were higher than in the control group (56.66). The results showed that there were significant differences in students' learning outcomes. keyword : CRH, learning outcome, media images.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS WACANA NARASI SISWA KELAS IV SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DI GUGUS VII KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG ., Luh Sri Suwastini; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., Drs. Gede Raga, M.Si
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3841

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perbedaan kemampuan menulis wacana narasi siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran picture and picture dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Tahun Pelajaran 2013/2014 Di Gugus VII Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus VII Kecamatan Sukasada tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian adalah siswa kelas IV SD No. 4 Selat dengan jumlah 25 siswa dan SD No. 2 Selat dengan jumlah 24 siswa. Data yang dikumpulkan adalah keterampilan menulis wacana narasi. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil peneitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan menulis wacana narasi yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran picture and picture dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan nilai thitung sebesar 4,5 dan ttab = 2,021 maka thitung lebih besar dari ttab. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran picture and picture lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Artinya penggunaan model pembelajaran picture and picture berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan menulis wacana narasi siswa kelas IV semester I Tahun Pelajaran 2013/2014 Di Gugus VII Kecamatan Sukasada. Kata Kunci : Model pembelajaran picture and picture, keterampilan menulis. This study aims to describe differences of students abiity in writing narrative texk between group of students treated with picture and picture learning odelnand group of students treated with conventional learning model which is focused on elementary school students grade IV in academic year 2013/2014 gugus VII Kecamatan sukasada. This study is typically semi Experimental study with non-equivalent pot test only control group design. The population subject of this study is the whole students in grade IV SD Negeri in selat village academic year 2013/2014. The sampling subject of the study is students grade IV SD No.4 selat Consists of totally 25 students and SD No. 2 Selat consists of 24 students. The data collected is students kill in writing narative text. The data Gained is analyzed using descriptive an inferational statistics t-test. The anlysis output shows that there is a significant difference between group of students treated with Picture and picture learning model and group of students treated with conventional one, scorring on T-Count = 4,5 and T-tab= 2,021. It clearly shows that T-count is high her than T-tab. Based on study, it can be concluded that group ofstudents treated with picture and picture learning model is better then group of students treated with conventional learning model. It means that applying picture and picture learning model gives a significant influences to wards the improvement of students ability in writing narrative text for the students in grade IV semester I academic year 2013/2014 gugus VII Kecamatan Sukasadakeyword : Picture and Picture learning model, writing narrative text

Page 86 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue